Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship between Principals' Managerial Behavior and Teachers' Job Stress: A Systematic Review of the Literature Bagas, Muhammad Hasnan; Hasanah, Enung; Sukirman, Sukirman
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10396

Abstract

The Relationship Between Principals' Managerial Behavior and Teachers' Work Stress: Systematic Review Literature. Stres kerja guru merupakan isu kritis dalam dunia pendidikan yang berdampak pada kualitas pembelajaran dan kesejahteraan psikologis. Di tengah tuntutan profesional yang terus meningkat, peran kepala sekolah sebagai pemimpin manajerial menjadi penentu utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung atau justru memperparah tekanan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku manajerial kepala sekolah berdampak pada stres kerja guru. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) sesuai panduan PRISMA 2020, dengan menganalisis 11 studi empiris dari konteks sekolah di Indonesia yang terbit antara 2021–2025. Data dikumpulkan melalui identifikasi sistematis di berbagai basis jurnal dan disintesis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa perilaku manajerial kepala sekolah memiliki peran ganda: sebagai pemicu stres (jika otoriter, tidak transparan, atau tidak responsif) dan sebagai peredam stres (jika humanis, adaptif, dan suportif). Dua jalur utama teridentifikasi, interaksi emosional (dukungan psikologis, komunikasi terbuka) dan struktural organisasi (pengaturan beban kerja, fasilitas, sistem penghargaan) yang secara bersamaan menurunkan stres dan meningkatkan komitmen serta kinerja guru. Hal ini menegaskan bahwa kepemimpinan sekolah yang berbasis kesejahteraan bukan hanya ideal, tetapi menjadi kebutuhan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Teachers' Perceptions of the Implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta: Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta Kusuma, Ica Lalitya; Hasanah, Enung; Sukirman, Sukirman
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.09

Abstract

Purpose – This study explores teachers' perceptions of the Implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. It aims to identify challenges and conveniences faced by teachers during its application, focusing on how the curriculum's core principles align with modern educational needs. Design/methods/approach – A qualitative descriptive approach was used, collecting data through semi-structured questionnaires completed by 21 teachers from various disciplines. The responses were analyzed thematically to highlight significant themes related to curriculum adaptation and execution. Findings – Key conveniences identified include enhanced teacher collaboration (33% of teachers reported positive experiences), relevance of teaching materials to students' real lives (19% of teachers appreciated this aspect), effective facilitation of the “Proyek Penguatan Profil Pancasila” (P5) (29% highlighted the benefits), and streamlined instructional content (19% acknowledged its positive impact). Conversely, challenges include implementing differentiated learning (24% of teachers found this particularly challenging), preparing for P5 (19% of teachers reported difficulties), developing the Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) (14% of teachers faced difficulties in developing ATP), and understanding students' individual characteristics (24% of teachers faced faced challenges in this area). These findings present areas requiring further support and emphasize the curriculum's transformative potential. Research implications/limitations – The study is limited to one institution with a relatively small sample size. Findings suggest successful curriculum implementation requires improved teacher training, resources, and structured guidance, especially for differentiated learning and P5 management. Originality/value – This research contributes to the limited literature on Kurikulum Merdeka in Indonesia. It provides insights for policymakers and practitioners to optimize teacher readiness and resource allocation, enhancing the curriculum’s impact on teaching efficacy and student outcomes. Abstrak Tujuan – Penelitian ini mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan kemudahan yang dihadapi guru selama penerapan kurikulum, dengan fokus pada kesesuaian prinsip-prinsip inti kurikulum dengan kebutuhan pendidikan modern. Desain/Metode/Pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner semi-terstruktur yang diisi oleh 21 guru dari berbagai disiplin ilmu. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait adaptasi dan pelaksanaan kurikulum. Temuan – Kemudahan utama yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi peningkatan kolaborasi antar guru (33% guru melaporkan pengalaman positif), relevansi materi ajar dengan kehidupan nyata siswa (19% guru mengapresiasi aspek ini), efektivitas fasilitasi “Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila” (P5) (29% menyoroti manfaatnya), serta penyederhanaan konten pembelajaran (19% mengakui dampak positifnya). Sebaliknya, tantangan yang dihadapi meliputi penerapan pembelajaran berdiferensiasi (24% guru mengalami kesulitan dalam aspek ini), persiapan P5 (19% guru melaporkan kendala), pengembangan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) (14% guru mengalami kesulitan dalam menyusun ATP), dan pemahaman terhadap karakteristik individu siswa (24% guru menghadapi tantangan dalam hal ini). Temuan ini menunjukkan area yang membutuhkan dukungan lebih lanjut serta menyoroti potensi transformatif kurikulum. Implikasi/batasan Penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu institusi dengan jumlah sampel yang relatif kecil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum memerlukan peningkatan pelatihan guru, penyediaan sumber daya, serta panduan yang lebih terstruktur, khususnya dalam pembelajaran berdiferensiasi dan pengelolaan P5. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang masih terbatas mengenai Kurikulum Merdeka di Indonesia. Studi ini memberikan wawasan bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pendidikan untuk mengoptimalkan kesiapan guru dan alokasi sumber daya guna meningkatkan efektivitas pengajaran serta hasil belajar siswa.