Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP AKTIVITAS SEKSUAL PADA IBU MENOPAUSE DI KECAMATAN MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE Prihatin, Nova Sumaini; Nurmila, Nurmila; Ernita, Ernita
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.120

Abstract

The decline due to menopause will have an impact on a decrease in various body systems including a decrease in maternal sexuality. Decreased sexuality in menopausal women can occur due to physical changes, psychological changes, lack of information and knowledge of changes that occur in mothers and is supported by negative assessments from society about old age sexuality. The research objective was to determine the relationship between knowledge and sexual activity in postmenopausal women. Research design with quantitative observational method is cross sectional. This research was conducted in Muara Satu District, Lhokseumawe City. The population in this study were all menopausal women aged 50-60 years who still had a life partner as many as 544 people. Samples were taken based on the Lameshow formula with a total of 82 menopausal women. Data analysis was univariate and bivariate with Chi-square test. The results of the study using the Chi-square test showed p value = 1,000 proving that there was no significant relationship between knowledge and sexual activity. It is recommended that health workers on duty at the Puskesmas, especially outside the building, can communicate, provide information and education to mothers, especially about sexual activity during menopause. Abstrak Kemunduran akibat masa menopause akan membawa dampak pada penurunan berbagai sistem tubuh termasuk penuruanan seksualitas ibu. Penurunan seksualitas pada ibu menopause dapat terjadi karena adanya perubuhan fisik, perubahan psikologis, kurangnya informasi dan pengetahuan akan perubahan yang terjadi pada ibu serta didukung oleh penilaian negative dari masyarakat tentang seksualitas masa tua. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap aktivitas seksual pada ibu menopause. Desain penelitian dengan metode observasional secara kuantitatif yaitu cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu menopause yang berumur 50-60 tahun yang masih punya pasangan hidup sebanyak 544 orang. Sampel diambil berdasarkan rumus Lameshow dengan jumlah 82 orang ibu menopause. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian dengan uji Chi-square menunjukkan Nilai p = 1,000 membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan aktivitas seksual. Disarankan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas terutama luar gedung agar dapat melakukan komunikasi, memberikan informasi dan edukasi pada ibu terutama tentang aktivitas seksual masa menopause.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN TERHADAP RENCANA PEMILIHAN TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA Jasmiati, Jasmiati; Nurmila, Nurmila; Rosyita, Rosyita; Elizar, Elizar
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.142

Abstract

The high maternal mortality rate (MMR) in several regions of the world reflects inequality in access to quality health services. MMR in developing countries in 2017 is 462/100,000 live births (KH) while in developed countries it is 11/100,000 KH. The program to accelerate the reduction of MMR is carried out by ensuring that every mother is able to access quality maternal health services, such as health services for pregnant women, delivery assistance by trained health workers at health service facilities, postpartum care for mothers and babies, special care and referrals if complications occur and family planning services including postpartum family planning. Efforts that can be made by health workers to prevent maternal and fetal morbidity and death are early detection of complications of pregnancy and preparing the mother for normal delivery, while efforts that can be made by pregnant women in early detection of complications of pregnancy are checking the pregnancy as soon as possible and regularly to the facility health services (Posyandu, Puskesmas, Hospitals, Clinics/Independent Midwife Practices) and are able to recognize danger signs of pregnancy early so that if signs of danger are found, immediately go to the nearest health care facility to get immediate treatment. This study aims to analyze the relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women about danger signs of pregnancy to the plan for choosing a health service location in the Work Area of ​​the Samudera Public Health Center in North Aceh Regency in 2022. This type of research was a community-based cross-sectional study conducted on pregnant women using the technique Sampling was determined by accidental sampling, namely all pregnant women who were met in September according to the established criteria totaled 60 pregnant women. The bivariate analysis shows that there is a relationship between the knowledge and attitude of pregnant women towards the plan for choosing a health service location in the Work Area of ​​the Samudera Public Health Center, North Aceh District. It is expected that mothers will be prepared in choosing where to go for health services if danger signs of pregnancy are encountered and as input for the Puskesmas in determining policies, especially in efforts to improve maternal and child health. Abstrak Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di beberapa wilayah di dunia mencerminkan ketidaksetaraan dalam akses ke layanan kesehatan yang berkualitas. AKI di negara-negara berkembang pada tahun 2017 adalah 462/100.000 kelahiran hidup (KH) sedangkan di negara-negara maju adalah 11/100.000 KH. Program percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana termasuk KB pasca persalinan. Upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya kesakitan dan kematian ibu dan janin adalah deteksi dini penyulit kehamilan dan menyiapkan ibu untuk persalinan normal sedangkan upaya yang dapat dilakukan oleh ibu hamil dalam deteksi dini terhadap penyulit kehamilan adalah memeriksakan kehamilan sesegera mungkin dan teratur ke fasilitas pelayanan kesehatan (Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik/Praktik Mandiri Bidan) dan mampu mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan secara dini sehingga apabila ditemukan tanda-tanda bahaya maka segera ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan penanganan segera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan terhadap rencana pemilihan tempat pelayanan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022. Jenis penelitian ini studi cross-sectional berbasis komunitas yang dilakukan pada ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel ditentukan secara accidental sampling yaitu semua ibu hamil yang di temui pada bulan September sesuai dengan kriteria yang ditetapkan berjumlah 60 ibu hamil. Dari analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap rencana pemilihan tempat pelayanan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara. Diharapkan kesiapsiagaan ibu dalam memilih tempat pelayanan kesehatan yang dituju apabila ditemui tanda-tanda bahaya kehamilan dan sebagai masukan bagi pihak Puskesmas dalam menentukan kebijakan khususnya dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN FLOUR ALBUS DI PASANTREN DAYAH TERPADU AL-MADINATUDDINIYAH SYAMSUDDUHA KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Nurmila, Nurmila; Prihatin, Nova Sumaini; Rosyita, Rosyita
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.145

Abstract

Adolescence is a transitional age from childhood to adulthood and is the starting point for the reproductive process. Physical changes occur very quickly during adolescence, including changes in the reproductive organs so that reproductive functions can take place. Maintaining and maintaining health in adolescence will have an impact on adolescent reproductive health starting from an early age. Reproductive health is a serious problem throughout human life. Lack of information and knowledge about changes in the reproductive system in adolescence causes anxiety and embarrassment which can lead to various kinds of problems related to their reproductive organs, one of the problems that is often experienced by adolescents is vaginal discharge. This type of research is observational with a cross-sectional approach where the subject is observed only once by measuring the independent and dependent variables. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of young women towards the occurrence of Flour Albus at the Integrated Dayah Islamic Boarding School Al-Madinatuddiniyah Syamsudduha, Dewantara District, North Aceh Regency. person. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-square test.The results showed that there was a significant relationship between knowledge and attitude towards the Flour Albus incident. It is recommended that the integrated dayah cooperate with the local health center in providing counseling and CIE to adolescents so that adolescents can prevent Flour Albus from occurring. Abstrak Usia remaja merupakan usia peralihan dari usia kanak kanak menuju usia dewasa dan menjadi titik awal proses reproduksi. Perubahan fisik terjadi dengan sangat cepat saat usia remaja, termasuk perubahan pada organ reproduksi sehingga fungsi reproduksi dapat berlangsung. Memelihara dan menjaga kesehatan pada masa remaja akan memberikan dampak pada kesehatan reproduksi remaja yang di mulai dari sejak dini. Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang serius sepanjang hidup manusia. Kekurangan informasi dan pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi pada usia remaja menimbulkan kecemasan dan rasa malu sehingga dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan alat reproduksinya, salah satu permasalahan yang sering di alami oleh remaja adalah keputihan. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional dimana subyek diobservasi satu kali saja dengan pengukuran variabel bebas dan variabel terikat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Terhadap Kejadian Flour Albus Di Pasantren Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsudduha Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Populasi pada penelitian ini adalah Remaja Putri kelas Aliyah sebanyak 60, sampel pada penelitian ini adalah total populasi yaitu sebanyak 60 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi-squre. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap kejadian Flour Albus. Disarankan kepada dayah terpadu agar dapat bekerja sama dengan Puskesmas setempat dalam memberikan penyuluhan dan KIE pada remaja agar remaja dapat mencegah terjadinya Flour Albus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABET FE DI POSYANDU REMAJA SEHATI DESA ALUE GENTENG KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR Elizar, Elizar; Nurmila, Nurmila; Prihatin, Nova Sumaini
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.163

Abstract

Anemia can occur due to iron deficiency. Millions of women will experience health and quality of life problems if anemia reduction is not carried out. It can also interfere with a child's development and learning. In 2019, there were 29.9% anemia in women of childbearing age worldwide, equivalent to more than half a billion women aged 15-49 years. Anemia was also found in 29.6% of non-pregnant women of childbearing age and 36.5% of pregnant women. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge of young women and adherence to consumption of Fe tablets at the Sehati Youth Posyandu, Alue Genteng Village, Ranto Peureulak District. East Aceh District. This research is an observational study with a cross-sectional approach. The population in this study were young women who came to the Posyandu in December 2022, using total sampling, namely all young women who attended the Posyandu as a sample of 56 people. The results of the chi-squre test obtained a p-value <0. 05 shows that there is a relationship between knowledge of young women and adherence to consumption of Fe tablets. To prevent anemia, teenagers should continue to take iron tablets. To do so, they can continue to increase their knowledge by attending health classes and counseling on this issue. As well as involving parents, peers who are the closest environment for young women and health workers. Abstrak Anemia dapat terjadi karena kekurangan zat besi. Jutaan wanita akan mengalami masalah kesehatan dan kualitas hidup jika pengurangan anemia tidak dilakukan. Ini juga dapat mengganggu perkembangan dan pembelajaran anak. Pada tahun 2019, ada 29,9% anemia pada wanita usia subur di seluruh dunia, setara dengan lebih dari setengah miliar wanita berusia 15-49 tahun. Anemia juga ditemukan pada 29,6% pada wanita tidak hamil usia subur dan 36,5% pada wanita hamil.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan remaja putri dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Posyandu Remaja Sehati Desa Alue Genteng Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang dating ke Posyandu pada bulan Desember 2022, dengan menggunakan pengambilan sampel secara total sampling yaitu seluruh remaja putri yang hadir di posyandu dijadikan sampel sejumlah 56 orang Hasil uji chi – squre test diperoleh nilai p-value< 0,05 menunjukkan ada hubungan pengetahuan remaja putri dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Untuk mencegah anemia, remaja harus terus mengonsumsi tablet besi. Untuk melakukannya, mereka dapat terus meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti kelas kesehatan dan penyuluhan tentang masalah ini, serta melibatkan orang tua, teman sebaya yang merupakan lingkungan terdekat remaja putri serta tenaga kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA Nurmila, Nurmila; Elizar, Elizar; Jasmiati, Jasmiati; Rosyita, Rosyita
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.185

Abstract

Cervical cancer is a women's health problem that needs to be taken seriously. Cervical cancer is called cervical cancer which is a malignant tumor that grows in the cervix starting from the cervix, the area of ​​the female reproductive system that enters the uterus between the uterus and the vaginal canal. Cervical cancer is the fourth most common cancer in women worldwide and is a global cause of morbidity and mortality. Indonesia's 2019 data on cervical cancer was 23.4 per 100,000 population with an average death rate of 13.9 per 100,000 population. Globocon data, 2020 in Indonesia is around 36,633 cases (17.2%) of all cancer cases. Early detection of cervical cancer includes organized programs for the appropriate age group and an effective referral system for all medical services. One of the policies that has been taken by the government is the Cancer Control Program, especially Early Detection of Uterine Cancer using the IVA Method (Visual Inspection of Acetic Acid). Awareness of IVA as an early detection of cervical cancer is important for us to educate, because if it is detected positively it can be treated immediately and prevent it from happening. the cancer does not progress to a more advanced stage of cancer. The aim of this research is to determine the knowledge and attitudes of women of childbearing age regarding VIA examinations of 58 people in the Tanah Luas Community Health Center Work Area, North Aceh Regency. Research Method: The type of research used is observational with a cross-sectional approach where subjects are observed only once with measurements of the independent variable and the dependent variable. The results of the research show that there is a relationship between knowledge and attitude with VIA examinations, of the 58 respondents, with good knowledge, 27 people were willing to carry out VIA examinations, namely 69% and for respondents' attitudes towards IVA examinations, the results showed that WUS with a positive attitude were willing to carry out examinations. IVA was 25 people, namely 89%. It is hoped that women of childbearing age will always increase their knowledge by seeking information about IVA examinations as early detection and prevention of cancer. Abstrak Kanker serviks merupakan masalah kesehatan wanita yang perlu diperhatikan secara serius. Kanker servik disebut kanker leher rahim yang merupakan tumor ganas yang tumbuh di leher rahim di mulai dari leher rahim, area sistem reproduksi wanita masuk ke rahim antara rahim dan liang vagina. Kanker Serviks adalah kanker paling umum ke empat pada wanita diseluruh dunia dan menjadi penyebab global terjadinya morbiditas dan mortalitas . Data Indonesia tahun 2019 tentang kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Data Globocon, 2020 di Indonesia berkisar 36.633 kasus ( 17.2 % ) dari seluruh kasus kanker. Deteksi dini kanker serviks mencakup program terorganisir untuk kelompok usia yang tepat dan sistem rujukan yang efektif untuk semua layanan medis. Salah satu kebijakan yang telah di ambil oleh pemerintah adalah Program Pengendalian Kanker Khususnya Deteksi Dini Kanker Rahim dengan Metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).Kesadaran IVA sebagai deteksi dini kanker serviks penting untuk kita edukasikan, karena bila terdeteksi positif dapat segera diobati dan mencegah supaya kanker tidak berkembang menjadi kanker stadium lebih lanjut. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang Pemeriksaan IVA sebanyak 58 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional dimana subyek diobservasi satu kali saja dengan pengukuran variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan Pemeriksaan IVA, dari 58 responden, dengan pengetahuan baik yang mau melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 27 orang yaitu 69 % dan untuk Sikap responden dengan Pemeriksaan IVA diperoleh hasil bahwa WUS dengan sikap positif yang mau melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 25 orang yaitu 89 % . Diharapkan kepada wanita usia subur agar selalu menambah pengetahuannya dengan cara mencari informasi tentang pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini terhadap pencegahan kanker.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI DI PMB KECAMATAN TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA Nurmila, Nurmila; Rosyita, Rosyita; Putri, Hendrika Wijaya Kartini; Prihatin, Nova Sumaini
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i1.236

Abstract

Breast cancer ranks first in Indonesia and is one of the contributors to the death rate. Globocan data for 2020, the number of new cases of breast cancer reached 68,858 cases (16.6%) of the total 396,914 new cases of cancer in Indonesia and the number of deaths reached more than 22 thousand cases. Mortality in cancer cases in developing countries is 2 times greater than in developed countries, this occurs due to the lack of screening programs and low accessibility of treatment. Integrated prevention must be implemented from the Community Health Center. The key to the success of a cancer control program is screening followed by adequate treatment. Data shows that 50% of women diagnosed with cancer have never undergone screening. To find cases of breast cancer at an earlier stage, it is important for us to increase women's awareness and encourage the public to always be alert and willing to carry out early detection of breast cancer with two things, namely BSE and SADANIS, with this method it is hoped that breast cancer will be detected earlier so that it provides opportunities carry out treatment and achieve healing of up to 80-90%. The aim of this research was to determine the relationship between knowledge and attitudes of women of childbearing age regarding breast cancer towards breast self-examination in PMB, Tanah Luas District, North Aceh Regency in 2024 for 40 respondents. This type of research is observational with a cross-sectional approach where subjects are observed only once with measurements of the independent variable and the dependent variable. The results of research using the Chi-Square statistical test show that there is a relationship between the variable knowledge about breast cancer and breast self-examination with a p value of 0.012 (p < 0.05) and the results of the statistical test for the attitude variable get a value of p = 0.000, meaning there is a significant relationship between attitude towards breast self-examination. It is hoped that women of childbearing age can increase their knowledge about breast cancer so that women of childbearing age are willing to carry out self-breast examinations as screening or early detection of breast cancer cases to provide opportunities for therapy and treatment to achieve healing. Abstrak Kanker payudara menempati urutan pertama terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang angka kematian. Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16.6 %) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia dan jumlah kematian mencapai lebih 22 ribu kasus. Kematian pada kasus kanker pada negara berkembang 2 kali lebih besar dibandingkan negara maju, hal ini terjadi karena kurangnya program penapisan dan rendahnya kemampuan aksesibilitas untuk pengobatan. Penanggulangan terpadu harus dilaksanakan sejak dari Puskesmas. Kunci keberhasilan program pengendalian kanker adalah penapisan (Screening) yang di ikuti dengan pengobatan yang adekuat. Data menunjukkan bahwa 50 % wanita yang terdiagnosa kanker tidak pernah melakukan penapisan. Untuk menemukan kasus kanker payudara pada stadium lebih dini, penting bagi kita meningkatkan kesadaran kaum wanita dan mengajak masyarakat selalu waspada serta mau melakukan deteksi dini kanker payudara dengan dua hal yaitu SADARI dan SADANIS, dengan metode ini diharapkan akan terdeteksinya kanker payudara lebih dini sehingga memberikan peluang melakukan pengobatan dan mencapai kesembuhan hingga 80-90 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kanker payudara terhadap pemeriksaan payudara sendiri di PMB Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara tahun 2024 terhadap 40 responden. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional dimana subyek diobservasi satu kali saja dengan pengukuran variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian dengan uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara variabel pengetahuan tentang kanker payudara terhadap pemeriksaan payudara sendiri dengan nilai p value 0.012 (p < 0.05) dan hasil uji statistik untuk variabel sikap di dapat nilai p = 0,000 artinya ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan pemeriksaan payudara sendiri. Diharapkan wanita usia subur dapat meningkatkan pengetahuannya tentang kanker payudara sehingga wanita usia subur mau melakukan pemeriksaan payudara sendiri sebagai screening atau deteksi dini terhadap kasus kanker payudara untuk memberi peluang melakukan terapi dan pengobatan sehingga mencapai kesembuhan.
PENGARUH AKTIFITAS FISIK DAN CEMAS TERHADAP AKTIVITAS SEKSUAL PADA IBU MENOPAUSE DI KECAMATAN MUARA DUA KOTA LHOKSEUMAWE Nurmila, Nurmila; Jasmiati, Jasmiati; Elizar, Elizar
Indonesian Trust Health Journal Vol 4 No 1 (2021): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v4i1.72

Abstract

The decline as the effect of menopause will cause the decline in various body system, including the decline in mothers’ sexuality. It can happen when there are physical change, psychological change, the lack of information and knowledge of the change in mothers, and people’s negative perception on sexuality in old age. The objective of the research was to analyze factors physical activit, and apprehensiveness, which influenced sexual activity of menopause mothers in Muara Dua Subdistrict, Lhokseumawe. The research used observational method with cross sectional design. The population was all menopause mothers who still had spouses and lived in Muara Dua Subdistrict, and 82 of them were used as the samples. The data were analyzed by using univatriate analysis, bivatriate analysis. The result of the research showed that of 82 respondents, 56.1% of them were not sexually active. The result of chi square statistic test showed that the variables of physical activities and apprehensiveness (p < 0.001). It is recommended that menopause mothers should keep the health and bodies fresh, decrease physical activities by cooperating with families, especially husbands and should be willing to tell about sexuality in the menopause period to decrease apprehensiveness. Mothers and their husbands should have good perception on sexual activity during menopause so that they can increase their sexual life during menopause. Abstrak Kemunduran akibat masa menopause akan membawa dampak pada penurunan berbagai sistim tubuh termasuk penurunan seksualitas ibu. Penurunan seksualitas pada ibu menopause dapat terjadi karena adanya perubahan pada fisik. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dan cemas terhadap aktivitas seksual pada ibu menopause. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu menopause yang ada di kecamatan Muara Dua sebanyak 544 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan rumus Lameshow dengan jumlah sampel 82 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-squre. Hasil penelitian dengan uji Chi-square menunjukkan hasil bahwa aktivitas fisik dan cemas sangat berpengaruh terhadap aktivitas seksual yaitu (p < 0,001). Disarankan kepada tenaga kesehatan terutama bidan dan perawat yang bertugas di Puskesmas terutama saat kegiatan di luar gedung agar dapat melakukan komunikasi, memberikan informasi dan edukasi terutama tentang aktivitas seksualitas masa menopause.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 5 LHOKSEUMAWE Putri, Hendrika Wijaya Kartini; Nurmila, Nurmila; Rosyita, Rosyita
Indonesian Trust Health Journal Vol 4 No 1 (2021): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v4i1.73

Abstract

The rapid growth experienced by adolescents leads them to have a great sense of curiosity in various things without disolved the first information that they can. This makes teenagers fall into the negative. One of the negative things that become a teen problem is teenage sexual behavior. The purpose of this study is to determine the relationship between the characteristics and parenting patterns of parents with the sexual behavior of girls in high school 5 Kota Lhokseumawe in 2019. This research type is analytic observational research by using cross sectional approach method. The population in this research were female students in SMA 5 Kota Lhokseumawe in 2019 class XI which amounted to 96 people. Data analysis in this research used unvariat and bivariate. The findings of this research obtained that parenting patterns have a meaningful relationship with the sexual behavior of young girl adolescent in SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe. for parenting pattern obtained p <0.05, which means there is a relationship between parenting parenting with the sexual behavior of young girl. It is expected that students will participate in training and extracurricular activities in schools such as joining the Youth Reproductive Health program to improve adolescent about risky sexual behavior. Parents are expected to provide child care and sex education as early as possible to the children by of open communication, listening to each other and keeping an eye on their child's association so as to avoid irresponsible sexual behavior of teenagers. Abstrak Pesatnya pertumbuhan yang dialami oleh remaja menyebabkan mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar dalam berbagai hal tanpa larut terlebih dahulu informasi yang mereka dapat. Hal ini membuat remaja terjerumus ke dalam hal yang negatif. Salah satu hal negatif yang menjadi masalah remaja adalah perilaku seksual remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual anak perempuan di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa perempuan di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe kelas XI 2019 yang berjumlah 96 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan unvariat dan bivariat. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pola asuh memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku seksual remaja putri di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe. untuk pola asuh diperoleh p < 0,05 yang berarti ada hubungan pola asuh dengan perilaku seksual remaja putri. Diharapkan siswa mengikuti pelatihan dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti mengikuti program Kesehatan Reproduksi Remaja untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku seksual berisiko. Orang tua diharapkan memberikan pengasuhan anak dan pendidikan seks sedini mungkin kepada anak melalui komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan dan mengawasi pergaulan anaknya sehingga terhindar dari perilaku seksual remaja yang tidak bertanggung jawab.
The Philosophy of Science, Scientist Responsibilities, and Functional Analysis from an Islamic Perspective Nurmila, Nurmila; Walidin, Warul
Indonesian Journal of Research in Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Research in Islamic Studies, 1(2), 2024
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijris.v1i2.214

Abstract

Background: The responsibility of scientists holds deep significance in the Islamic worldview, where responsibility is seen as human awareness of one's behavior and actions, whether intentional or not. Within this framework, Muslim scientists bear a broader moral and spiritual obligation beyond their professional duties. Objective: This study aims to explore and synthesize the concept of scientific responsibility from an Islamic perspective, highlighting how religious teachings shape the ethical and social obligations of Muslim scientists. Method: The study adopts a qualitative approach through thematic analysis of classical Islamic texts, scholarly interpretations, and the views of contemporary Islamic scholars, particularly focusing on the framework proposed by Dr. Yusuf Al-Qaradhawi. Result: The findings indicate that the responsibility of a Muslim scientist includes seven core elements: preserving knowledge, pursuing its depth and essence, applying it in practice, teaching it, publishing and disseminating it, preparing future generations, and dedicating all knowledge and actions to Allah alone. These elements reflect an integrated responsibility that binds scientific endeavor with religious and ethical accountability. Conclusion: The responsibilities of Muslim scientists go beyond secular academic standards, calling for the integration of faith, knowledge, and moral responsibility as a way to uphold the Islamic mission of mercy to all creation (rahmatan lil ‘alamin). Contribution: This study contributes to the discourse on Islamic ethics in science by offering a synthesized framework of responsibilities grounded in Islamic teachings. It provides guidance for Muslim scholars and educators in shaping a science that is both spiritually conscious and socially responsible.
Konvergensi Pemikiran Klasik dan Tantangan Kontemporer Dari Naskah Kuno ke Era Digital Evolusi Pemikiran Islam di Indonesia Nurmila, Nurmila
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 11 No. 2 (2025): Inovatif September 2025
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v11i2.1620

Abstract

Perjalanan Islam di Indonesia telah memadukan tradisi klasik dengan dinamika kehidupan modern. Pemikiran klasik Islam, yang diwariskan oleh para ulama dan lembaga pendidikan tradisional seperti pesantren, masih menjadi fondasi moral dan spiritual masyarakat Indonesia, menurut penelitian ini. Pendekatan yang hati-hati untuk mempelajari kitab-kitab kuning, pendekatan fiqih yang cermat, dan tasawuf, yang menekankan keseimbangan antara lahir dan batin, semua mencerminkan pemikiran ini. Namun, seiring berjalannya waktu, umat Islam di Indonesia menghadapi banyak tantangan modern yang rumit, termasuk dampak globalisasi dan modernisasi teknologi, serta masalah sosial seperti sekularisme, radikalisme, dan krisis identitas. Menghadapi kenyataan ini, banyak orang berusaha menemukan cara tradisi klasik dapat berkolaborasi dengan inovasi pemikiran modern. Ini terlihat dalam upaya tajdid hukum Islam yang berbasis maqashid syariah, pembangunan pesantren yang terbuka terhadap teknologi dan ilmu pengetahuan, dan penggunaan media digital untuk dakwah inovatif. Perpaduan ini menunjukkan kekayaan pemikiran Islam yang dinamis dan kontekstual selain menjadi solusi yang fleksibel. Indonesia memiliki potensi untuk menjadi model untuk pengembangan Islam yang moderat, toleran, dan inklusif. Mereka dapat menjawab tantangan global dengan mempertahankan kearifan lokal. Kata kunci: Islam Indonesia, pemikiran klasik, tantangan kontemporer, konvergensi, pesantren, moderasi beragama.