Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Kompos Paitan (Thitonia diversifolia (Hemsl.) Gray) terhadap Pertumbuhan Tanaman Mint (Mentha arvensis L.) Pangestu, Prabowo; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1156

Abstract

Tanaman mint (Mentha arvensis L.) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai kosmetik, penambah rasa pada makanan, minuman, obat dan produk penyegar. Kebutuhan industri dari produk yang dihasilkan  tanaman mint sangat besar, namun saat ini Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Paitan (Tithonia diversifolia (Hemsl.) Gray) dapat dijadikan salah satu pupuk organikkarena memiliki kandungan unsur hara dan biomasa yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos paitan terhadap pertumbuhan tanaman mint. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2017 dan dilakukan di Kampung Wisata Organik Temas, Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari pemberian POC dan Pupuk Kompos Paitan sebagai berikut: P0: Kontrol; P1: 50 ml/l POC Paitan; P2: 75 ml/l POC Paitan; P3: 100 ml/l POC Paitan; P4: 25% Kompos Paitan; P5: 50% Kompos Paitan; P6: 75% Kompos Paitan. Pengamatan yang dilakukan adalah panjang sulur, jumlah sulur, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, bobot segar dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemberian POC dan kompos paitan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah sulur, jumlah cabang, jumlah daun, luas daun, bobot basah dan bobot  kering  pada tanaman. Perlakuan 50% tanah + 50% kompos paitan meningkatan jumlah sulur tanaman sebanyak 5,52%, sedangkan pemberian POC 75ml/l meningkatkan jumlah cabang tanaman mint sebanyak 16,67%. Pemberian POC sebanyak 100ml/l dapat meningkatkan jumlah daun sebanyak 21,09% dan berpengaruh terhadap peningkatan bobot segar maupun bobot kering tanaman sebesar 12,53%.
Kajian Aplikasi Mulsa Seresah Tebu Terhadap Kadar Air Tanah dan Pengaruhnya pada Pertumbuhan Batang Tebu (Saccharum officinarum L.) Wibowo, Nanang Yekti; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1163

Abstract

Produksi gula di Indonesia masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi skala nasional. Tahun 2015 produksi gula di Indonesia sejumlah 2,5 juta ton, lebih rendah dibandingkan tahun sebeumnya Tahun 2015 Indonesia mengalami El-Nino, dimana kondisi ini diduga mempengaruhi kondisi hidrologi lahan tebu. Fase pemanjangan batang tebu memerlukan ketersediaan air yang cukup. Kekurangan air dalam masa pertumbuhan vegetatif dapat menyebabkan tebu mengalami stagnasi. Kekurangan air dapat meng-ganggu proses fisiologi maupun morfologi, sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan. Melihat riskannya resiko kekurangan air pada saat fase pemanjangan batang tebu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2017 di lahan HGU Djengkol PT. Perkebunan Nusantara X, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten Kabuapaten Kediri. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi: TT0 (tanpa mulsa /control), TT1(Tebal mulsa 1,5cm), TT2 (Tebal mulsa 3cm), TT3(Tebal mulsa 4,5cm), TT4(Tebal mulsa 6cm), TT5(Tebal mulsa 7,5cm). Variabel yang diamati diantaranya kadar air tanah, tinggi batang tanaman, diameter batang, jumlah batang. jumlah ruas, panjang ruas, dan jumlah daun. Hasil pengamatan di analisis dengan uji F taraf  5%  dan apabila terdapat pengaruh nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Ketebalan mulsa seresah tebu memberikan pengaruh pertumbuhan lebih baik terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah ruas dan panjang ruas tanaman tebu. Namun tidak berpengaruh signifikan terhadap diameter batang dan jumlah daun tanaman tebu. Pemberian mulsa cenderung mampu menjaga kadar air lebih tinggi.
Uji Efektivitas Pupuk Hayati Petroboost pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis (Brassica oleraceae L.) Simanjuntak, Devi Arinda; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1172

Abstract

Kubis merupakan salah satu tanaman sayuran yang mendapat prioritas untuk ditingkatkan produksinya karena memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi manusia. Pada budidaya kubis salah satu faktor yang menjadi penyebab menurunnya produksi kubis ialahrendahnya kandungan bahan organik tanah karena penggunaan pupuk anorganik  secara terus-menerus dan berlebihan, mengakibatkan pencemaran lingkungan, mengurangi dan menekan populasi mikroorganisme tanah yang bermanfaat. Pupuk hayati Petroboost mengandung mikroorganisme seperti, Stenotrophomonas sp., dan Paenibacillus polymyxa, yang berfungsi sebagai fiksasi nitrogen, meningkatkan ketersediaan nutrisi, penghasil fitohormon, penghasil anti mikroba, meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas penggunaan pupuk hayati Petroboost dan mendapatkan dosis optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kubis. Penelitian dilaksanakan pada bulanMei sampai Agustus 2018 diAgro Techno Park Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, KotaBatu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 14 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman kubis pada variabel pengamatan yaitu panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, hijau daun, bobot kering total tanaman, bobot segar total tanaman, lingkar krop, danbobot krop. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dosis 1250 g ha-1 pupuk hayati dikombinasikan dengan ¼, ½, ¾ pupuk N,P, K merupakan dosis paling optimal yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman serta dapat menurunkan dosispupuk N,P,K.
Pengaruh Penyungkupan dan Pemberian Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria x Ananassa) Rahman, Bagus Taufiqur; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1195

Abstract

Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki peluang pengembangan yang bagus kedepannya. Pasarsemakin luas karena buah stroberi tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar namun juga dapat dimanfaatkan dalam bentuk olahan dan dengan wisata stroberi dapat menjadi daya tarik konsumen. Akan tetapi, produksi stroberi dari tahun ke tahun mengalami penurunan penyebabnya karana masalah nutirisi tanaman dan iklim mikro disekitar tanaman. Penambahan abu sekam padi yang banyak mengandung kalium, kalsium dan silika kedalam media dan pemberian sungkup terhadap tanaman diharapkan mampu mengatasi masalah nutrisi dan iklim mikro tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2018, di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam penelitian ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial,dimana faktor utama adalah Penyungkupan yang terdiri dari 2 taraf yaitu: Tanpa sungkup (S0); Sungkup (S1), faktor kedua adalah dosis Abu sekam dengan 4 taraf yaitu: Kontrol (A0); Abu sekam 40 g tan-1 (A1); Abu sekam 80 g tan-1 (A2);  Abu sekam 120 g tan-1 (A3); Abu sekam 160 g tan-1 (A4).Data pengamatan dianalisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan hasil yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5%.Hasil penelitianmenunjukkan dari perlakuan yang diterapkan hanya perlakuan penyungkupan yang memberikan pengaruh nyata pada parameter pertumbuhan dan hasil.Untuk parameter pertumbuhan penyungkupan memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah stolon luas daun,  bobot kering tajuk dan total biomasa tanaman dan untuk parameter hasil penyungkupan memberikan pengaruh terhadap padtan total terlarut (PTT) yang artinya buah memiliki rasa lebih manis.
Respon Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Cekece dan IR64 terhadap Aplikasi Azolla dan Pupuk N Sinaga, Adi Putri; Azizah, Nur; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1209

Abstract

Petani padi di Indonesia melakukan budidaya tanaman padi secara intensif, namun belum diikuti oleh penerapan kaedah pelestarian kesuburan tanah (Putri, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk N dengan aplikasi Azolla dan untuk memperoleh dosis pupuk anorganik dan Azolla segar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas Cekece dan IR64. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Juni 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi ( RPT), dimana petak utama adalah varietas (V) yang terdiri dari 2 level yaitu: V1: Varietas Cekece, V2: Varietas IR64. Sedangkan yang menjadi anak petak adalah kombinasi pupuk Anorganik dan Azolla (P), perlakuan ini diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh sebanyak 30 unit percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan, kombinasi pupuk Azolla dan pupuk N terhadap varietas padi IR64 dan Cekece menunjukkan interaksi pada pertumbuhan. Kombinasi Azolla 50% + Anorganik 50% memberikan respon yang paling tinggi terhadap parameter pertumbuhan. Interaksi juga terjadi pada pengamatan panen. Pada pengamatan panen varietas IR64 menunjukkan hasil yang paling tinggi dibandingkan varietas Cekece, dan kombinasi pupuk yang paling efektif secara agronomis untuk meningkatkan hasil padi yaitu Azolla 50% + Anorganik 50% dengan produksi gabah 7.9 ton ha-1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian Azolla 50% + Anorganik 50% merupakan dosis yang paling efektif dan berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi serta dapat direkomendasikan untuk petani.
Respon 2 Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Aplikasi Pupuk Azolla dan Pupuk Anorganik Nainggolan, Felix Andreas; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1210

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas pangan yang menghasilkan beras dan dibutuhkan di Indonesia sebagai bahan pangan utama. Permintaan beras selalu meningkat dikarenakan bertambahnya jumlah penduduk. Pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan dapat menye-babkan rendahnya produktivitas padi serta kerusakan lahan. Pemberian pupuk hijau Azolla dari bagian tanaman yang masih segar yang kemudian dibenamkan ke dalam tanah untuk dapat menambahkan bahan organik dan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk N dengan dengan aplikasi pupuk azolla segar dan memperoleh dosis yang tepat dalam pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Agustus 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interkasi penggunaan pupuk Azolla dengan pupuk anorganik pada komponen pertumbuhan tetapi tidak terjadi pada komponen hasil tanaman padi Ciherang dan Cekece. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian pupuk organik Azolla dosis 50% dan dosis NPK 50% dari dosis rekomendasi ialah dosis paling optimal dalam pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Pertumbuhan vegetatif pada tanaman padi lebih tinggi diperoleh pada varietas Ciherang dan berbeda tidak nyata pada seluruh komponen hasil dengan varietas Cekece.
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati untuk Mengurangi Dosis Pupuk Anorganik N dan P pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1221

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) atau sweet corn merupakan komoditas pertanian yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena kondisi iklim di Indonesia yang sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman jagung manis. Salah satu kendala dalam budidaya jagung manis adalah menurunnya produktivitas lahan yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk anorganik seperti N dan P yang berlebihan tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Oleh karena itu, agar dapat meningkatkan kesuburan tanah serta mengurangi penggunaan pupuk anorganik N dan P serta untuk mencapai pertumbuhan dan hasil produksi yang optimal, maka upaya yang dapat dilakukan ialah dengan pemberian pupuk hayati. Penelitian di-laksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2018 di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali dengan dua 2 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati  100 kg ha-1 (H100) yang dikombinasikan dengan perlakuan pupuk anorganik 300 N kg ha-1 + 150 P kg ha-1 (A100) memiliki hasil panen yang lebih optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk hayati  100 kg ha-1 (H100) yang dikombinasikan dengan perlakuan pupuk anorganik 225 N kg ha-1 + 112,5 P kg ha-1 (A75). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati  100 kg ha-1 (H100) yang dikombinasikan dengan perlakuan pupuk anorganik 225 N kg ha-1 + 112,5 P kg ha-1 (A75) selain dapat mengurangi penggunaan dosis pupuk anorganik juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
Pengaruh Pupuk NPK dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Sitorus, Michael P. H.; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1254

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) adalah salah satu tanaman pangan kedua terbesar di Indonesia yang dibudidayakan setelah tanaman padi. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman jagung yaitu dilakukan dengan penggunaan pupuk NPK dan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi antara pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang sapi serta mengetahui pengaruh dosis pada pupuk NPK dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2019 di di Jatikerto, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dilakukan tiga kali ulangan diperoleh 36 petak percobaan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK dan faktor kedua yaitu pupuk kandang sapi. Faktor pertama terdapat dosis pupuk NPK dengan 3 taraf yaitu N1 : 100 kg ha-1, N2 : 150 kg ha-1 dan N3 : 200 kg ha-1 dan faktor kedua terdapat dosis pupuk kandang sapi dengan 4 taraf yaitu K1 : 4 ton ha-1, K2 : 6 ton ha-1, K3 : 8 ton ha-1 dan K4 : 10 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk kandang sapi mampu menggantikan penggunaan pupuk NPK. Pupuk kandang sapi 10 ton ha-1 dan pupuk NPK 200 kg ha-1 memberikan hasil yang paling tinggi dibandingkan dengan Pupuk kandang sapi 4 ton ha-1 dan pupuk NPK 100 kg ha-1 yang memberikan hasil yang paling rendah.
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk NPK dan Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Siagian, Theresia Victoria; Hidayat, Fandy; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1285

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai dan potensi ekonomi yang tinggi di Indonesia. Produktivitas bawang merah di Indonesia belum dapat memenuhi permintaan yang ada, sehingga hal ini dapat dikembangkan dan memiliki potensi untuk di budidayakan. Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan cara pemupukan hayati dan anorganik. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan percobaan tentang pupuk hayati dan dosis pupuk NPK diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah dan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 sampai dengan Mei 2019, penelitian ini di lakukan di Rumah Plastik Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan NPK 75% sebanyak 1,37 gram/polybag + Pupuk hayati 100% (P5) merupakan kombinasi yang dapat meningkatkan berat brangkasan, diameter umbi, bobot umbi, dan serapan hara tanaman  bawang merah.  Penggunaan pupuk hayati dapat menurunkan dosis pupuk anorganik.
Uji Efikasi Berbagai Jenis Herbisida terhadap Gulma pada Budidaya Kakao (Theobroma cacao L.) Tanaman Belum Menghasilkan Sitohang, Denny; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1296

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Hasil biji kakao sudah banyak dimanfaatkan sebagai oalahan makanan, pasta, bubuk kakao, dan lemak coklat. Pada biji kakao terdapat senyawa polifenol yang memiliki kandungan antioksidan yang penting untuk kesehatan tubuh manusia. Namun, produksi kakao masih belum optimal. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kako telah banyak dilakukan salah satunya kegiatan pemeliharaan kakao dengan pengendalian gulma. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki dan dapat merugikan baik secara kualitas dan kuantitas. Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan percobaan tentang uji efikasi herbisida untuk mengendalikan gulma pada tanaman kakao belum menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemloko, Kecamatan Ngelegok, Blitar pada April – Juli 2019. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan herbisida 2,4 D dimetil amina dengan dosis 3,5 l ha-1 (P6) adalah dosis yang efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar Synedrella nodiflora, Ageratum conyzoides, Mikania micrantha, Alternanthera brasiliana, Dendrocnide moroides, dan Peperomia pellucida pada tanaman kakao belum menghasilkan. Perlakuan berbagai jenis herbisida tidak menimbulkan gejala fitotoksisitas pada tanaman kakao belum menghasilkan.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adi Kurniawan Adi Setiawan Agung Nugroho Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Pamungkas, Ilham Al Ghifari, Mochammad Fachrurrozi Alan Randall Ginting Alfarisi, Romzul Islami AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Andhi Dwi Prasetyo Anggriawan, Fahjar Anggriawan, Fahjar Anindita, Devina Cinantya Aryanada, Povarezza Astri Yogatama Azizah, Nur Bambang Guritno Barunawati, Nunun Bintara, Andar Kaneka Putra Bintara, Andar Kaneka Putra Br Ginting, Wirda Dayanti Br Ginting, Wirda Dayanti Bramantio Adi Prasojo Budi Kusuma, Febrian Candra Budi Kusuma, Febrian Candra Devina Cinantya Anindita Dewantari, Rima Putri Dewantari, Rima Putri Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Djumali Djumali Dwi Firmansyah Putra Eismawan, Adi Eismawan, Adi Eko Widaryanto Elvira Ambarasti Rahmiana Fachry Abda El Rahman Firokhman, Alnguda Firokhman, Alnguda Fitriani, Riza Frelyta Ainus Zahro Ginting, Alan Randall Ginting, James Aloycius Gita Pramudika Hamawi, Mahmudah Haryono, Budi Haryono, Budi Hidayat, Fandy Hidayat, Fandy Husadilla, Ardiani Husadilla, Ardiani Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Indar Sugiarto Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joni Prasetyo, Joni Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Karuniawan Puji Wicaksono Khoiril Anam, Khoiril Kristianti, Natalia Kurniawan, Adi Kurniawan, Hideo Lubis, Perry Ansyari Lubis, Perry Ansyari Luqman Qurata Aini Medha Baskara Menak Simbolon Mochammad Fachrurrozi Al Ghifari Muh. Afif Juradi Nainggolan, Felix Andreas Nainggolan, Felix Andreas Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Ninuk Herlina Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nuhfil Hanani Nunik Eka Diana Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nur Edy Suminarti Nur Hidayat Nurani, Annisa Bela Pamungkas, Bayu Aji Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria Pangestu, Prabowo Pangestu, Prabowo Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Charliana Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Patria Pikukuh, Patria Permadi, Diki Yuse Permadi, Diki Yuse Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pikukuh, Patria Pramudika, Gita Prasetyo, Andhi Dwi Prasetyo, Joni Pratama Timor, Bella Agusta Pratama Timor, Bella Agusta Priasmoro, Yuda Pangestu Priasmoro, Yuda Pangestu Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Dwi Firmansyah Raharjo, Erwansyah Budi Raharjo, Erwansyah Budi Rahmah Dewi Yustika, Rahmah Dewi Rahman, Bagus Taufiqur Rahman, Bagus Taufiqur Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Rahmawati, Astie Dyah Rahmawati, Astie Dyah Rahmiana, Elvira Ambarasti Ramadhan, Varotama Putra Rangga Fariyana Putra Riyantini, Indah Puspitasari Riyantini, Indah Puspitasari Riza Fitriani, Riza Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun Roedy Soelistyono Rosihan Asmara Ruliwicaksono, Muhammad Rizky Ruliwicaksono, Muhammad Rizky Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sebayang, Husni Thamrin Sembiring, Alger Hissman Sembiring, Alger Hissman Setiawan, Adi Setiawan, Mohamad Dana Setyowati Pertiwi, Indah Siagian, Theresia Victoria Siagian, Theresia Victoria Siahaan, Gretty Febriola Siahaan, Gretty Febriola Silalahi, Samuel Hartanto Siltor, Reinaldy Siltor, Reinaldy Simanjuntak, Chyntia Simanjuntak, Chyntia Simanjuntak, Devi Arinda Simanjuntak, Devi Arinda Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Simbolon, Bona Hasian Simbolon, Menak Sinaga, Adi Putri Sinaga, Adi Putri Sinaga, Andrey Pradana Sinaga, Nico Van Maestro Sinaga, Nico Van Maestro Sitindaon, Pasca Timothy Sitindaon, Pasca Timothy Sitohang, Denny Sitohang, Denny Sitorus, Gemi Nastiti Ruth Sitorus, Gemi Nastiti Ruth Sitorus, Mariyanti Panduwinata Sitorus, Michael P. H. Sitorus, Michael P. H. Soedharmo, Gita Gowinda Soedharmo, Gita Gowinda Soenaryo Soenaryo Soenaryo, Soenaryo Sri Winarsih Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sujarwo Sujarwo Sulo Marimpan, Lusia Suratman Suratman Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Tassha Junaidi Tika Noviana Dewi Titiek Islami Titik Islami Titin Sumarni Tommy Japister Manalu Udayana, Cicik Uma Khumairoh Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Veronica, Neny Tiara Veronica, Neny Tiara Wahyuningsih, Etty Wahyuningsih, Etty Wibowo, Nanang Yekti Wibowo, Nanang Yekti Widiana, Aris Nikmatul Widiana, Aris Nikmatul Yani Kurniawan, Yani Yogi Sugito Yohana Avelia Sandy Yohanes Kristantyo Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu zulfikar, Aji