Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Sains Medisina

Profil Farmakokinetika : Uji In Vitro Ekstrak Etanol Daun Mahang Damar (Macaranga triloba (BL.) Muell ARG.) Sebagai Antidiabetes Dengan Metode Disolusi Komaliya, Risyda; Aryzki, Saftia; Saputri, Rina; Agustina, Ani; Octaviani, Via; Rubina, Miranda; Donaretsi, Olga Nathania; Frambudi, M. Noval; Septianto, Gemilang; Darman, Aprilino Saputra
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.758

Abstract

Daun Mahang Damar banyak tumbuh liar pada daerah Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak total dan ekstrak fraksi n-heksana dari Daun Mahang Damar (Macaranga triloba (Bl.) Muell Arg) adalah alkaloid dan steroid. Senyawa flavonoid bersifat sebagai antioksidan, antidiabetik,   antikanker,   antiseptik,   dan antiinflamasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah penggunaan obat Metformin dan Ekstrak aman jika dilakukan kombinasi atau dikonsumsi bersamaan. Penelitian ini menggunakan metode disolusi untuk mengukur nilai absorbansi, dengan pengambilan sampel setiap 30 menit selama 480 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara metformin dan ekstrak daun Mahang Damar yang menghasilkan nilai absorbansi tinggi di luar rentang yang ditentukan. Kesimpulan penelitian menyarankan agar kombinasi kedua agen ini dihindari, namun penggunaan bersama tetap memungkinkan dengan jeda waktu konsumsi.
Profil Farmakokinetika: Uji Kelarutan Ektrak Daun Kopi (Coffea Spp) Sebagai Antidiabetes Dengan Metode Disolusi Komaliya, Risyda; Aryzki, Saftia; Saputri, Rina; Utomo, Yudha; Agustina, Ani; Monica, Chindy; Amanda, Era Dea; Putri, Mela Julia; Mara, Ignatius Ronaldy
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.768

Abstract

Pendahuluan: Kopi secara empiris banyak digunakan sebagai minuman tradisonal untuk menyehatkan dan menyegarkan dan untuk pengobatan diabetes. Di Masale Kabupaten Enrekang, daun kopi banyak digunakan untuk penderita diabetes dan hasilnya mengurangi gejala poliuria dan menurunkan kadar gula darah. Tanaman ini mengandung alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Tujuan: Untuk mengetahui apakah penggunaan obat Metformin dan Ekstrak aman jika dilakukan kombinasi atau di konsumsi bersamaan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode disolusi untuk mengukur nilai absorbansi, dengan pengambillan sampel setiap 30 menit selama 480 menit. Hasil:  Hasil yang didapatkan ialah pada grafik Metformin 1 didapatkan bahwa konsentrasi meningkat pada menit 180 yaitu 21.384,783 mg/Ldan pada grafik Metformin 2 ditemukan bahwa konsentrasi naik turun dan pada Metformin 3 konsentrasi meningkat pada menit 60 yaitu 4,493478 mcg/ml sedangkan pada grafik ekstrak yang ditambahkan dengan Metformin 1 menunjukkan bahwa pada menit ke 60 konsentrasi meningkat dan pada menit ke 360 konsentrasi sangat menurun lalu meningkatkan lagi di menit ke 390, lalu pada grafik ekstrak yang ditambahkan Metformin 2 didapatkan bahwa grafik selalu meningkat (stabil) walaupun ada penurunan di menit ke 390. Dan pada grafik ekstrak yang ditambahkan Metformin 3 juga mengalami hal yang sama (stabil) tetapi menurun di menit ke 390. Simpulan:  Kandungan asam klorogenat pada kopi dapat merangsang produksi glukagon-like peptide yang merupakan salah satu hormon gastrointestinal     dan memiliki  efek pada       fungsi   sel beta pankreas yang memperkuat sekresi insulin yang bergantung jawab pada glukosa.      Asam klorogenat juga sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mengurangi resiko diabetes dengan menghambat penyerapan glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Profil Farmakokinetika: Interaksi Obat Antara Obat Generik Captopril 25 mg Dan Cefixime 200 mg Dengan Metode Disolusi Husna, Hafizatul; Andriani, Dwi Ika; Fitriyadi; Aryzki, Saftia
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.778

Abstract

Pemberian obat secara oral merupakan rute yang paling umum digunakan karena kemudahannya. Namun demikian, keterbatasan bioavailabilitas sering kali menjadi kendala, terutama disebabkan oleh kelarutan dan permeabilitas obat yang rendah. Captopril, suatu obat antihipertensi yang efektif, memiliki bioavailabilitas oral sebesar 60–75%, sedangkan cefixime, antibiotik generasi ketiga, menunjukkan bioavailabilitas yang lebih rendah, yaitu sekitar 30–50%, dengan kelarutan dalam air yang rendah. Interaksi antar obat berpotensi memengaruhi efikasi maupun keamanan terapi, sehingga penting untuk dievaluasi. Profil disolusi in vitro dapat memberikan gambaran awal mengenai potensi bioavailabilitas serta menjadi acuan dalam memprediksi performa farmakokinetik suatu sediaan dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi serta membandingkan profil disolusi sediaan generik captopril 25 mg dan cefixime 200 mg, baik secara terpisah maupun dalam bentuk kombinasi, guna mengidentifikasi potensi interaksi yang dapat memengaruhi bioavailabilitasnya. Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro di laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa disolusi captopril tunggal memperlihatkan pola yang fluktuatif dengan peningkatan konsentrasi seiring waktu, sedangkan cefixime menunjukkan profil disolusi yang relatif stabil. Kombinasi kedua obat menyebabkan penurunan terhadap laju disolusi captopril, sementara disolusi cefixime tidak mengalami perubahan signifikan. Disimpulkan bahwa kombinasi captopril dan cefixime berpotensi menimbulkan interaksi fisikokimia yang dapat menghambat disolusi captopril. Temuan ini penting untuk dipertimbangkan dalam praktik klinik guna mencegah penurunan efektivitas terapi captopril akibat penggunaan bersamaan dengan cefixime.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Jeruju (Acanthus ilicifolius) Sebagai Antidiare Pada Tikus Putih Yang Diinduksi Oleum Ricini Komaliya, Risyda; Aryzki, Saftia; Agustina, Ani; Saputri, Rina; Elisa, Audiya; Ramadhan, Novalina Rossa; Donaretsi, Olga Nathania; Laili, Rofiatul; Pratiwi, Sinta
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.820

Abstract

Diare adalah kondisi Dimana seseorang mengalami buang air besar yang cair atau setengah padat yang dapat terjadi lebih dari tiga kali sehari. Tinja yang dikeluarkan tidak selalu memiliki lendir atau darah, dan jumlah volume tinja yang telah dikeluarkan dapat mencapai lebih dari 200 mL dalam sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiare Ekstrak Etanol Daun Jeruju (Acanthus ilicifolius) sebagai anti diare pada tikus putih yang diinduksi Oleum Ricini. Daun Jeruju diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin dan tanin yang berpotensi sebagai antidiare. Ekstrak Etanol Daun Jeruju diperoleh dari Teknik maserasi etanol 70% dan digunakan pada 15 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 (negative) Na-CMC 0,5%, kelompok 2 (positif) Loperamide 2 mg, kelompok 3 EEDJ dosis 100mg/kgBB, kelompok 4 EEDJ dosis 200mg/kgBB, dan kelompok 5 EEDJ dosis 400mg/kgBB diberikan secara oral selama 5 jam, data dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,254, karena p-value lebih besar dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal frekuensi buang air besar. Meskipun hasil analisis statistik tidak ada perbedaan yang signifikan, secara deskriptif terdapat penurunan frekuensi BAB pada kelompok yang diberi ekstrak daun jeruju, terutama pada dosis 200 mg dan 400 mg. Hal ini menunjukkan adanya potensi efek dosis, di mana peningkatan dosis ekstrak daun jeruju mungkin berhubungan dengan penurunan frekuensi BAB.
Perbandingan Profil Disolusi Captopril, Metformin, Dan Kombinasnya Menggunakan Metode Disolusi Dalam Media Buffer Fosfat PH 6,8 Saputri, Rina; Komaliya, Risyda; Aryzki, Saftia; Agustina, Ani; Qibtiyah, Mariatul; Maharatini, Mei Eklesia; Henno, Mei; Zhafirah, Nurul
Sains Medisina Vol 4 No 1 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i1.807

Abstract

Obat generik seringkali dianggap memiliki mutu lebih rendah dibandingkan obat bermerek, padahal peranannya sangat penting dalam mendukung akses masyarakat terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan profil disolusi tablet captopril, metformin, serta kombinasinya dalam media buffer fosfat pH 6,8. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan enam jenis tablet, yaitu dua sampel captopril, dua sampel metformin, dan dua kombinasi keduanya. Uji disolusi dilakukan selama 450 menit, kemudian absorbansi larutan diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang masing-masing. Hasil menunjukkan bahwa captopril memiliki profil disolusi yang fluktuatif, metformin menunjukkan pelepasan zat aktif yang lebih stabil, sementara kombinasi captopril-metformin menampilkan profil disolusi kompleks dengan peningkatan cepat dan penurunan absorbansi pada waktu tertentu. Variasi ini disebabkan oleh perbedaan formulasi, sifat fisikokimia zat aktif, serta kemungkinan interaksi antar bahan aktif dalam kombinasi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan pentingnya evaluasi biofarmasetika dalam pengembangan obat kombinasi guna memastikan mutu farmasetik dan bioavailabilitas yang optimal.
Studi Bioekivalensi Antara Obat Paracetamol Generik Dan Merek Dagang Yang Mengandung Paracetamol Secara In Vitro Adhea Martin, Muhammad; Saputri, Rina; Aryzki, Saftia; Mukti, Yusuf Anggoro
Sains Medisina Vol 2 No 4 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i4.255

Abstract

Uji bioekivalensi adalah uji bioavailabilitas komparatif yang dirancang untuk menunjukkan bioekivalensi antar produk uji dengan produk obat pembanding. Uji tersebut diperlukan karena metode fabrikasi dan formulasi dapat mempengaruhi bioavailabilitas produk-produk tersebut. Oleh karena itu, Obat generik dan obat bermerek yang diregistrasikan ke BPOM harus menunjukkan kesetaraan biologi (BE) dengan obat pembanding inovator. Salah satu obat generik yang juga tersedia dalam berbagai merek dagang adalah Paracetamol. Parasetamol ini merupakan salah satu obat yang sering digunakan pada migrain. Parasetamol digunakan secara luas sebagai antipiretik dan analgesik. Desain penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukan terdapat perebedaan kadar obat generik dengan obat merek dagang A itu kadarnya sedikit lebih tinggi dibandingkan obat generik dan obat merek B, dan nilai parameter pamakokinetikn nilai T ½ eliminasi obat merek dagang A dan B sesuai dengan teori. Perbedaan hasil disebabkan karena zat tambahan.Meskipun demikian, ketiga obat dapat digunakan sebagai terapi dikarenakan hasil tersebut masuk ke dalam rentang bioavabilitas paracetamol. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan paracetamol paten memiliki  nilai  bioavailabilitas  yang  lebih  tinggi daripada    paracetamol    generik,    tetapi sediaan    generik    maupun    paten    tetap dapat digunakan sebagai terapi.
Profil Farmakokinetika: Uji In Vitro Ekstrak Etanol Daun Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn) sebagai Antihipertensi Dengan Metode Disolusi Aryzki, Saftia; Asyiah; Permatasari, Bulan Ela; Anggraini, Sally Dwi
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.984

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan terapi jangka panjang. Captopril sebagai obat antihipertensi golongan ACE inhibitor banyak digunakan, namun penggunaannya berpotensi menimbulkan interaksi ketika dikombinasikan dengan obat herbal. Daun ulin (Eusideroxylon zwageri) secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai antihipertensi, sehingga perlu dikaji potensi interaksinya dengan captopril pada tahap farmakokinetika, khususnya disolusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil disolusi captopril 25 mg, ekstrak etanol daun ulin, serta kombinasi keduanya secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain posttest only control group design. Uji disolusi dilakukan menggunakan alat dissolution tester dengan medium dapar 900 mL pada suhu 37°C dan kecepatan 100 rpm selama 390 menit. Sampel diambil setiap 30 menit dan dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 236 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa captopril tunggal memiliki profil disolusi yang relatif stabil dan meningkat seiring waktu. Kombinasi captopril dengan ekstrak etanol daun ulin menunjukkan nilai absorbansi dan konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan captopril tunggal pada seluruh interval waktu. Hal ini mengindikasikan adanya interaksi pada tahap disolusi yang diduga dipengaruhi oleh senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak daun ulin. Simpulan penelitian ini adalah kombinasi captopril dan ekstrak etanol daun ulin berpotensi menimbulkan interaksi farmakokinetika pada tahap disolusi, sehingga penggunaannya secara bersamaan tidak disarankan tanpa pengaturan jeda waktu konsumsi.
Co-Authors Abdi, Muhammad Mahendra Adhea Martin, Muhammad Agustina, Ani Aisyah, Noor Ali Rakhman Hakim Amanda, Era Dea Andriani, Dwi Ika Anggoro Mukti, Yusuf Anggraini, Sally Dwi Anna Khumaira Sari Anugrahni, Chindy Monica Ariani, Malisa Astuti, Puspita Asyiah Aulia, Yunita Ayuchecaria, Noverda Darman, Aprilino Saputra Dewi, Antung Sinta Donaretsi, Olga Nathania Eka Kumalasari Elisa, Audiya Febriani, Carolina Febrianti, Dwi Rizki Fitriyadi Frambudi, M. Noval Gaghauna, Eirene E. M. Gamah, Gamah Gunawan, Zellin Eldina Henno, Mei Humaira, Muhammad Nurridho Alfian Husna, Hafizatul Hutami, Hesti Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilahiya, Salwa Nur Intan Intan Karelius, Karelius Khadijah, Maulida Komaliya, Risyda Kristiani, Windilla Kurniawati, Darini Kusuma, Citra Agustiani Laili, Rofiatul Lilis Rosmainar Limah, Siti Sali Maharatini, Mei Eklesia Malahayati, Siti Mara, Ignatius Ronaldy Marliani, Siti Mawarid, Muhammad Taufiq Fawwaz Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Monica, Chindy Montella, Clara Mubarak, Jaki Mukti, Yusuf Anggoro Mursidah, Diana Aulia Mustaqimah Mustaqimah Mustaqimah Nabila, Regina Syifa Nastiti, Kunti Nata Asi, Seva Bela Niah, Rakhmadhan Norliani, Rahma Norlita, Devi Noval Noval Nur Hidayah Octaviani, Via Okvianingsih, Arum Dwi Permatasari, Bulan Ela Permatasari, Dhea Indah Pramadiyani, Naurinnissa Pratiwi, Sinta Puspita, Melinda Dian Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Qibtiyah, Mariatul Rabiatul Adawiyah Rahayu, Eria Wienty Rahmadani Rahmadani Rahmadhania, Eka Rahmawati, Shinta Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Ramadina, Najwa Rina Safitri Rina Saputri Rini, Ilma Widya Riza Alfian Rohama, Rohama Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Salsabila, Shofa Tsuraya Salwati, Salwati Septianto, Gemilang Setia Budi Sien, Lim Lie Sindi Kornelia Siti Rahmawati Sudarya, Maharani Fitria Syamsu, Erlina Syamu, Erlina Trisia, Trisia Uljanati, Khairi Utomo, Yudha Wahyusari, Besty Yanti Yanti Yanti, Novita Yesika, Yesika Yuwindry, Iwan Zhafirah, Nurul