Claim Missing Document
Check
Articles

LOVE YOURSELF, LOVE OTHERS: MENGAJARKAN SISWA SD MENGHARGAI DIRI SENDIRI DAN SESAMA Claudes, Juniven; , Nivia; Utomo, Mochamad Hammam Tegar; Oktariana, Putri; Saputro, Bayu Eko; Setiawan, Dany; Dewi, Fransisca Iriani R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32323

Abstract

School is a place where children learn and develop themselves. Children studying in primary school are developing their character and social skills through interaction with the wider social environment. Therefore, the school social environment is quite crucial. Bullying and self-harm among elementary school students are serious problems that can have a negative impact on children's mental and emotional development. At SDN P, bullying behavior was found among students in grades 4 to 6, as well as several cases of self-harm among students in grades 5 and 6. This has a negative impact on the well-being of students at school. Therefore, a psychoeducational activity entitled "Love Yourself, Love Others" was held to increase students' understanding of the negative impact of bullying and the importance of self-love, so as to reduce bullying and self-harm behaviors. The methods used in this activity include psychoeducation that provides material on bullying and self-love, experience sharing sessions, and self-report activities. The implementation of activities involves direct interaction with students, data collection through observation and self-report. The results of the activity showed an increase in students' awareness of the importance of stopping bullying and practicing self-love. Thus, the "Love Yourself, Love Others" activity successfully made a positive contribution in creating a healthier school environment and supporting students' mental development and well-being. This program demonstrates that education on mental health and positive values can be effectively implemented at the primary school level to address the issues of bullying and self-harm. ABSTRAK Sekolah merupakan tempat anak belajar dan mengembangkan diri. Anak yang menempuh pendidikan SD sedang mengembangkan karakter serta kemampuan sosial melalui interaksi dengan lingkungan sosial yang lebih luas. Oleh sebab itu, lingkungan sosial sekolah merupakan hal yang cukup krusial. Bullying dan self-harm di kalangan siswa sekolah dasar menjadi masalah serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan mental dan emosional anak. Di SDN P, ditemukan adanya perilaku bullying di antara siswa kelas 4 hingga 6, serta beberapa kasus self-harm di kalangan siswi kelas 5 dan 6. Hal tersebut berdampak negatif pada kesejahteraan siswa-siswi di sekolah. Oleh sebab itu, kegiatan psikoedukasi yang berjudul "Love Yourself, Love Others" diadakan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi tentang dampak negatif bullying dan pentingnya self-love, sehingga dapat mengurangi perilaku bullying maupun self-harm. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi psikoedukasi yang memberikan materi tentang bullying dan self-love, sesi berbagi pengalaman, dan kegiatan self-report. Pelaksanaan kegiatan melibatkan interaksi langsung dengan siswa, pengumpulan data melalui observasi dan self-report. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya menghentikan bullying dan mempraktikkan self-love. Dengan demikian, kegiatan "Love Yourself, Love Others" berhasil memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat serta mendukung perkembangan mental dan kesejahteraan siswa. Program ini menunjukkan bahwa edukasi tentang kesehatan mental dan nilai-nilai positif dapat secara efektif diterapkan di tingkat sekolah dasar untuk mengatasi masalah bullying dan self-harm
BELAJAR TEKNOLOGI: PENGENALAN KOMPUTER UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR Nivia; Setiawan, Dany; Saputro, Bayu Eko; Oktariana, Putri; Claudes, Juniven; Utomo, Mochamad Hammam Tegar; Dewi, Fransisca Iriani R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32324

Abstract

Computer usage skills in an increasingly advanced digital era are certainly very important and necessary for every student. Computers can help students in various aspects of learning, such as finding information, helping to complete assignments, and so on. The education curriculum and socioeconomic conditions are one of the aspects that affect students' ability to use computers. In Ciherang village, it was found that students at SDN X had inadequate skills in using computers. They had difficulty with simple activities such as typing and operating Microsoft Word. SDN X also did not have computer subjects due to limited facilities. To overcome this problem, the implementation team held a socialization activity at SDN X to introduce computers and the internet to students as an important first step in improving their ability and skills in using computers. The socialization activities carried out include material presentation on the basics of computers and the internet, as well as an introduction to Microsoft Word.. The results of the evaluation form processing showed that around 61% of students stated that this socialization activity was important, then around 39% stated that it was very important. About 57% of students stated that this socialization activity was useful, then about 43% stated that it was very useful. Most students get good results in working on evaluation questions regarding knowledge of computer and internet use with the number of correct above 5, namely 65 students (73%), while the number of correct 5 and below is 24 students (27%). Thus, efforts to improve students' technology skills at SDN X have had a positive impact on students' abilities and knowledge about computers. ABSTRAK Keterampilan penggunaan komputer dalam era digital yang semakin maju tentu sangat penting dan diperlukan bagi setiap siswa-siswi. Komputer dapat membantu siswa-siswi dalam berbagai aspek pembelajaran, seperti mencari informasi, membantu menyelesaikan tugas, dan lain sebagainya. Kurikulum pendidikan dan kondisi sosial ekonomi merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menggunakan komputer. Di desa Ciherang, ditemukan bahwa siswa-siswi di SDN X memiliki keterampilan yang kurang memadai dalam menggunakan komputer. Siswa-siswi mengalami kesulitan pada kegiatan sederhana seperti dalam mengetik, dan mengoperasikan Microsoft Word. SDN X juga tidak memiliki mata pelajaran komputer yang diakibatkan oleh keterbatasan fasilitas. Untuk mengatasi masalah ini, tim pelaksana mengadakan kegiatan sosialisasi di SDN X untuk memperkenalkan komputer dan internet kepada siswa-siswi sebagai langkah awal yang penting dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan penggunaan komputer. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan meliputi pemaparan materi mengenai dasar-dasar komputer dan internet, juga pengenalan mengenai Microsoft Word. Hasil dari pengolahan formulir evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 61% siswa-siswi menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini penting, kemudian sekitar 39% menyatakan sangat penting. Sekitar 57% siswa-siswi menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini bermanfaat, kemudian sekitar 43% menyatakan sangat bermanfaat. Sebagian besar siswa-siswi mendapatkan hasil yang baik dalam mengerjakan soal evaluasi mengenai pengetahuan penggunaan komputer dan internet dengan jumlah benar di atas 5 yaitu 65 siswa (73%), sedangkan jumlah benar 5 ke bawah yaitu 24 siswa (27%). Dengan demikian, upaya meningkatkan keterampilan teknologi siswa-siswi di SDN X telah memberikan dampak positif terhadap kemampuan maupun pengetahuan siswa-siswi mengenai komputer
EKSPLORASI BAHASA: MEMBUKA PELUANG BARU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS BAGI SISWA SDN X Oktariana, Putri; Saputro, Bayu Eko; Claudes, Juniven; Nivia; Setiawan, Dan; Utomo, Mochamad Hammam Tegar; Dewi, Fransisca Iriani R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32325

Abstract

Literacy is an important aspect in improving students' reading and writing skills in primary schools because it can affect student achievement. However, a number of studies have found that students' literacy skills in Indonesia are still lacking. The ability and interest in reading will affect students' learning process. One of the factors causing this is the limited resources in the form of books for students. In this community service activity at school X in Ciherang, language exploration was used as an approach to strengthen literacy understanding and skills in children. The purpose of this activity is to explore the effectiveness of the language exploration approach in improving elementary school children's literacy. During the activity, students were invited to read storybooks and then retell them. The observation showed that literacy activities in primary schools are still at the habituation stage and a more engaging approach is needed to increase students' interest in reading. Nonetheless, literacy activities have shown positive effects, such as increased interest in reading, self-confidence and comprehension of reading content in students. A total of 52 grade 4 students tested were able to retell the contents of the book well, compared to before the program was implemented. In conclusion, literacy plays an important role in the development of students in primary school, and the language exploration approach and community service activities are a positive first step in improving children's literacy skills. Further efforts are needed to develop more effective strategies to sustainably improve children's interest and literacy skills. ABSTRAK Literasi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa di sekolah dasar karena mampu mempengaruhi prestasi siswa. Namun, sejumlah penelitian menemukan bahwa kemampuan literasi siswa di Indonesia masih kurang. Padahal kemampuan dan minat dalam membaca akan mempengaruhi proses belajar siswa. Salah satu faktor penyebabnya adalah keterbatasan sumber daya berupa buku untuk siswa. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sekolah X di Ciherang ini, eksplorasi bahasa digunakan sebagai pendekatan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan literasi pada anak-anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan eksplorasi bahasa dalam meningkatkan literasi anak SD. Selama kegiatan, siswa diajak untuk membaca buku cerita lalu menceritakannya kembali. Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan literasi di sekolah dasar masih pada tahap pembiasaan dan diperlukan pendekatan yang lebih menarik untuk meningkatkan minat membaca siswa. Meskipun demikian, kegiatan literasi telah menunjukkan efek positif, seperti peningkatan minat membaca, kepercayaan diri, dan pemahaman isi bacaan pada siswa. Sebanyak 52 siswa kelas 4 yang diuji siswa mampu menceritakan kembali isi buku dengan baik, dibandingkan dengan sebelum program dilaksanakan. Kesimpulannya, literasi memegang peranan penting dalam perkembangan siswa di sekolah dasar, dan pendekatan eksplorasi bahasa serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan langkah awal yang positif dalam meningkatkan kemampuan literasi anak-anak. Upaya lanjutan diperlukan untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif guna meningkatkan minat dan keterampilan literasi anak-anak secara berkelanjutan.
Psikoedukasi Mengenai Bangun Percaya Diri, Raih Prestasi dengan Teknologi Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Agnestiara, Asrianti Clara; Tiarti, Sri
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i3.1746

Abstract

The psychoeducation program “Building Self-Confidence and Achieving Success through Technology” was implemented to enhance the self-confidence and technological self-efficacy of vocational high school students at SMK Negeri 1 Jakarta. The program was motivated by the condition that some students showed a sufficient level of confidence in using digital technology, which affected their learning motivation and academic engagement. The objective was to strengthen students’ confidence and readiness for digital learning demands. The methods included a needs assessment through observation, interviews, and pre-test; implementation through interactive lectures, digital application simulations, educational games providing mastery experiences, and group reflection; and evaluation using a post-test analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test. A total of 37 students from three study programs participated in the one-day activity. The results indicated a significant improvement in self-confidence scores from 34.11 to 35.57 (p < 0,001), accompanied by positive behavioral changes such as greater initiative in using technology and increased participation. These findings confirm that experiential learning–based psychoeducation is effective in fostering vocational students’ confidence in digital learning. The program is recommended for continuous implementation and replication in other schools.
SELF ACCEPTANCE PADA PENYANDANG DISABILITAS FISIK DEWASA AWAL AKIBAT KECELAKAAN KECELAKAAN SERIUS Efna, Nayra Fitrianita; Dewi, Fransisca Iriani R.
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses penerimaan diri pada individu dewasa awal yang mengalami disabilitas fisik akibat kecelakaan serius dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama proses tersebut. Masa dewasa awal merupakan tahap perkembangan yang krusial yang ditandai dengan kebutuhan untuk membangun komitmen, hubungan intim, dan kemandirian. Namun, beberapa individu menghadapi tantangan yang signifikan akibat perubahan fisik yang disebabkan oleh kecelakaan serius, yang mengakibatkan disabilitas fisik. Partisipan penelitian adalah lima laki-laki dewasa awal (berusia 20-35 tahun) dengan disabilitas fisik akibat kecelakaan serius. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan melalui lima tahap penerimaan diri: respons emosional awal terhadap kondisi baru, keingintahuan tentang kondisi baru, toleransi terhadap kondisi diri yang baru, membiarkan ketidaknyamanan hadir dalam proses penerimaan diri, dan akhirnya mencapai penerimaan diri. Partisipan menghadapi tiga jenis tantangan: psikologis (kurang percaya diri, kesulitan menerima kondisi, trauma), sosial (diskriminasi, persepsi negatif), dan ekonomi (tekanan untuk mempertahankan pendapatan). Penelitian ini memberikan wawasan bagi individu dengan disabilitas untuk lebih memahami proses penerimaan diri yang komprehensif dan mendorong masyarakat untuk membangun empati dan rasa hormat terhadap individu dengan disabilitas.
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PSIKOEDUKASI PROGRAM “AKU BISA”. Nababan, Fidiyah Anggini O.; Dewi, Fransisca Iriani R.; Celine Vandea A. Tumundo; Paula Jessica C. Sibi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34755

Abstract

Rasa percaya diri merupakan aspek psikologis penting yang mendukung perkembangan akademik dan sosial siswa sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya, banyak siswa menghadapi hambatan dalam mengekspresikan diri, seperti rasa malu, gugup, dan kurangnya kesempatan untuk tampil. Berdasarkan pengamatan awal di SDN Maleber, ditemukan bahwa siswa kelas 5 dan 6 menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui program psikoedukasi “Aku Bisa”. Program ini mengintegrasikan pelatihan public speaking, latihan ekspresi diri, dan storytelling sebagai media intervensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan psikoedukatif dengan desain kegiatan partisipatif selama tiga hari. Sebanyak 27 siswa mengikuti kegiatan ini, dan pengukuran dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan Skala Kepercayaan Diri, serta didukung oleh pengamatan langsung dan wawancara informal. Hasil analisis data yang diperoleh dari pengukuran skala kepercayaan diri menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor kepercayaan diri sebelum dan sesudah program. Namun, hasil pengamatan dan wawancara informal, ditemukan adanya peningkatan pada aspek-aspek seperti keberanian berbicara, partisipasi aktif, serta antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan. Beberapa siswa yang awalnya pasif, mulai menunjukkan inisiatif untuk tampil dan berbicara di depan kelas. Kesimpulannya, program “Aku Bisa” belum mampu memberikan dampak signifikan secara keseluruhan, namun menunjukkan potensi positif dalam mendorong dimensi tertentu dari kepercayaan diri siswa. Disarankan agar program serupa dikembangkan dengan durasi yang lebih panjang, pendekatan yang lebih terstruktur, serta melibatkan dukungan dari guru dan orang tua.
Relationship Between Loneliness and Fear Without a Smartphone (Nomophobia) Among TikTok Users Sikumbang, Laila Husna; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4296

Abstract

The use of social media has become an important part of everyday life, especially for students who use it for entertainment, communication, learning, and information seeking. High intensity of use is often associated with various psychological problems, including feelings of loneliness and dependence on smartphones, also known as nomophobia. One of the platforms widely used by students today is TikTok, which provides short, interactive, and easily accessible video content. This study aims to determine the relationship between loneliness and nomophobia among students who use the TikTok application. A correlational quantitative approach was used, involving 163 students aged 18 to 23 years who actively use TikTok. Measurements were taken using the UCLA Loneliness Scale to measure loneliness levels and the Nomophobia Questionnaire or NMP-Q to measure nomophobia levels. Data analysis was performed using Pearson's correlation test to determine the direction and strength of the relationship between variables. The results showed a correlation coefficient of r = 0.15 with p < 0.05, indicating a significant positive relationship between loneliness and nomophobia. These findings suggest that students with higher levels of loneliness tend to exhibit higher levels of nomophobia. This study is expected to contribute to understanding the psychological dynamics of students in their use of social media and serve as a reference for further research.
Citra Tubuh dan Harga Diri Perempuan yang Memiliki Berat Badan Tidak Ideal Simanjuntak, Jesica Febiani; Dewi, Fransisca Iriani R.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5547

Abstract

Menurunnya citra tubuh pada diri seseorang, memicu terjadinya harga diri yang kurang. Citra tubuh merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam pembentukan harga diri, khususnya pada perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal. Persepsi negatif terhadap tubuh sering kali dipengaruhi oleh standar kecantikan sosial yang tidak realistis dan dapat berdampak pada penilaian diri secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan harga diri pada perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 134 perempuan berusia 18-26 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbentuk google form yang berisi dua instrumen, yaitu Multidimensional Body – Self Realtions Questionnaire (MBSRQ) dan Rosenberg Self-Esteem Scale. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi spearman untuk mengetahui hubungan dan kotribusi masing-masing variabel. Hasil peneilitan menunjukkan bahwa hubungan citra tubuh dan harga diri perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal memiliki hubungan positif dan signifikan dengan ( r = 0.292, p < 0.001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin positif citra tubuh, semakin tinggi pula tingkat harga diri yang dimiliki. Secara keseluruhan, semakin tinggi citra tubuh seseorang, semakin tinggi pula harga diri yang dimiliki. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap dinamika psikologis terkait evaluasi penampilan serta perlunya strategi untuk memperkuat citra tubuh positif perempuan. Sehingga diperlukan upaya untuk memperkuat citra tubuh positif  melalui penerimaan diri, pengelolaan tekanan sosial, serta edukasi literasi media untuk mendukung terbentuknya harga diri yang lebih sehat pada perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal.
DARI PIXEL KE GRAIN: EKSPLORASI PERFECTION FATIGUE GEN Z DAN RELEVANSI VISUAL FOTOGRAFI DI ERA DIGITAL Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia; Firmansyah, Yohanes; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Generasi Z hidup dalam budaya digital yang sangat tersaturasi, dengan ekspektasi visual yang terkurasi dan serbapolished. Tekanan ini berkaitan dengan meningkatnya perfeksionisme, kecemasan, ketidakpuasan tubuh, serta kelelahan psikologis. Fenomena beralihnya Gen Z pada kamera analog dan estetika visual yang lebih “tidak sempurna” menjadi indikasi pencarian keaslian serta resistensi halus terhadap tekanan visual digital. Tujuan: Kajian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai hubungan antara pengalaman digital, perfeksionisme, kesehatan jiwa remaja, serta peran fotografi sebagai medium ekspresi psikososial, sambil mengulik kesenjangan literatur terkait preferensi kamera analog pada Gen Z. Metode: Pencarian sistematis dilakukan melalui PubMed menggunakan kombinasi MeSH dan kata kunci terkait kesehatan jiwa remaja, perfeksionisme, media digital, dan fotografi. Dari 432 artikel awal, seleksi bertahap menghasilkan 33 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Literatur ditelaah secara naratif untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Hasil: Tiga tema besar muncul: tekanan perfeksionisme dan representasi diri di media sosial; dampak pengalaman digital terhadap kesehatan jiwa remaja; serta peran fotografi dalam ekspresi emosional dan pemulihan psikososial. Bukti menunjukkan bahwa budaya visual yang terlalu sempurna berkontribusi pada stres dan ketidakpuasan diri, sementara praktik fotografi kreatif mendukung kesejahteraan psikologis. Diskusi: Temuan mengindikasikan bahwa preferensi Gen Z terhadap estetika analog dapat dipahami sebagai respons terhadap tekanan visual digital dan kebutuhan ekspresi autentik. Namun, bukti langsung mengenai fenomena ini masih terbatas. Kesimpulan: Kejenuhan estetika digital berperan dalam dinamika kesehatan jiwa generasi muda dan mendorong pencarian media visual yang lebih organik. Studi lanjutan diperlukan di Indonesia untuk memahami fenomena ini secara lebih mendalam.
PERAN DUKUNGAN PERTEMANAN DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP TINGKAT KESEPIAN MAHASISWA Juselda; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37854

Abstract

This study employed multiple regression analysis, which showed a coefficient of determination of R² = 0.339, indicating that friendship quality and self-confidence have a significant role in loneliness. Loneliness is a common experience felt by many individuals. Internal and external factors, such as self-confidence and friendship quality, can actively influence feelings of loneliness, especially among university students in the late-adolescence to early-adulthood period. During this stage, students face various demands, ranging from completing their education to expanding social relationships. The purpose of this study was to examine the role of friendship quality and self-confidence in loneliness among university students. This study used a quantitative approach with 164 student respondents. The instruments used included the Friendship Quality Scale (FQS), the Self-Confidence Questionnaire, and the UCLA Loneliness Scale Version 3. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 27. The results showed that friendship quality had a more significant effect on loneliness (β = –0.365, p = 0.001 < 0.05) than self-confidence (β = –0.309, p = 0.001 < 0.05). Both variables simultaneously contributed to reducing loneliness levels. Although friendship quality had a stronger effect, the overall results indicate that both friendship quality and self-confidence play important roles in reducing loneliness among university students.
Co-Authors , Nivia Afrina Sari Agnestiara, Asrianti Clara Agustina Agustinus Purna Irawan Angela, Lisa Anggarina, Paula Tjatoerwidya Aqila, Nyimas Anastasia Astuti, Miguna Audy, Ervina AULIA, SULTHAN AZFA Bahiyah, Siti Basaria, Debora Basel, Wiwin Charolina Putri BEATITUDO, EWALDUS SENARAI Bellarmino, Edward Bernadin Dwi M Celine Vandea A. Tumundo Claudes, Juniven Daeli, Griselda Artha Dany Setiawan Devotyasto, Mario Edbert, Bruce Efna, Nayra Fitrianita Ettah, Nurul Aini Adinda Febriani, Oki Kartika FIDELIS E. WARUWU Frederik, Kimberly Hambalie, Hertha Christabelle I Wayan Sukania Idulfilastri, Rita Markus Ivanka, Risa Juselda Kimberley Kimberley Kirana, Liuciana Handoyo Lathifah, Shavina Lau, Andy Lavinsky, Saskia Marat, Samsunuwiyati Mei Ie Meylisa Permata Sari Mulya, Marsya Diva Nababan, Fidiyah Anggini O. Naomi Soetikno, Naomi Natalie Nivia Noviyanto Noviyanto, Noviyanto Oktariana, Putri Pamela Hendra Heng Paula Jessica C. Sibi Paula, Veronica Putri, Dhita Widya REZA FAHLEVI Riana Sahrani Samuel Adhi Santana, Kelly Santoso, Alexander Halim Saputra, Mikhael Adam Saputri, Marselina Saputro, Bayu Eko Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Sari, Meylisa Permata Satyanegara, William Gilbert Setiawan, Dan Setiawan, Fiona Valencia Sikumbang, Laila Husna Simanjuntak, Jesica Febiani Sri Tiatri Sri Tiatri Suros, Angel Sharon Tiarti, Sri Utomo, Mochamad Hammam Tegar Valentina, Eveline Valentine, Raissa Vivi Sutanto Wardani, Ni Putu Saraswati Warsito, Jonathan Hadi Widyastuti, Philomena Esti Wijaya, Bryan Anna Yohanes Budiarto Yohanes Firmansyah Yusuf, Dania Zamralita, Zamralita