Claim Missing Document
Check
Articles

SELF ACCEPTANCE PADA PENYANDANG DISABILITAS FISIK DEWASA AWAL AKIBAT KECELAKAAN KECELAKAAN SERIUS Efna, Nayra Fitrianita; Dewi, Fransisca Iriani R.
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses penerimaan diri pada individu dewasa awal yang mengalami disabilitas fisik akibat kecelakaan serius dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama proses tersebut. Masa dewasa awal merupakan tahap perkembangan yang krusial yang ditandai dengan kebutuhan untuk membangun komitmen, hubungan intim, dan kemandirian. Namun, beberapa individu menghadapi tantangan yang signifikan akibat perubahan fisik yang disebabkan oleh kecelakaan serius, yang mengakibatkan disabilitas fisik. Partisipan penelitian adalah lima laki-laki dewasa awal (berusia 20-35 tahun) dengan disabilitas fisik akibat kecelakaan serius. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan melalui lima tahap penerimaan diri: respons emosional awal terhadap kondisi baru, keingintahuan tentang kondisi baru, toleransi terhadap kondisi diri yang baru, membiarkan ketidaknyamanan hadir dalam proses penerimaan diri, dan akhirnya mencapai penerimaan diri. Partisipan menghadapi tiga jenis tantangan: psikologis (kurang percaya diri, kesulitan menerima kondisi, trauma), sosial (diskriminasi, persepsi negatif), dan ekonomi (tekanan untuk mempertahankan pendapatan). Penelitian ini memberikan wawasan bagi individu dengan disabilitas untuk lebih memahami proses penerimaan diri yang komprehensif dan mendorong masyarakat untuk membangun empati dan rasa hormat terhadap individu dengan disabilitas.
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PSIKOEDUKASI PROGRAM “AKU BISA”. Nababan, Fidiyah Anggini O.; Dewi, Fransisca Iriani R.; Celine Vandea A. Tumundo; Paula Jessica C. Sibi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34755

Abstract

Rasa percaya diri merupakan aspek psikologis penting yang mendukung perkembangan akademik dan sosial siswa sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya, banyak siswa menghadapi hambatan dalam mengekspresikan diri, seperti rasa malu, gugup, dan kurangnya kesempatan untuk tampil. Berdasarkan pengamatan awal di SDN Maleber, ditemukan bahwa siswa kelas 5 dan 6 menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui program psikoedukasi “Aku Bisa”. Program ini mengintegrasikan pelatihan public speaking, latihan ekspresi diri, dan storytelling sebagai media intervensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan psikoedukatif dengan desain kegiatan partisipatif selama tiga hari. Sebanyak 27 siswa mengikuti kegiatan ini, dan pengukuran dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan Skala Kepercayaan Diri, serta didukung oleh pengamatan langsung dan wawancara informal. Hasil analisis data yang diperoleh dari pengukuran skala kepercayaan diri menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor kepercayaan diri sebelum dan sesudah program. Namun, hasil pengamatan dan wawancara informal, ditemukan adanya peningkatan pada aspek-aspek seperti keberanian berbicara, partisipasi aktif, serta antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan. Beberapa siswa yang awalnya pasif, mulai menunjukkan inisiatif untuk tampil dan berbicara di depan kelas. Kesimpulannya, program “Aku Bisa” belum mampu memberikan dampak signifikan secara keseluruhan, namun menunjukkan potensi positif dalam mendorong dimensi tertentu dari kepercayaan diri siswa. Disarankan agar program serupa dikembangkan dengan durasi yang lebih panjang, pendekatan yang lebih terstruktur, serta melibatkan dukungan dari guru dan orang tua.
Relationship Between Loneliness and Fear Without a Smartphone (Nomophobia) Among TikTok Users Sikumbang, Laila Husna; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4296

Abstract

The use of social media has become an important part of everyday life, especially for students who use it for entertainment, communication, learning, and information seeking. High intensity of use is often associated with various psychological problems, including feelings of loneliness and dependence on smartphones, also known as nomophobia. One of the platforms widely used by students today is TikTok, which provides short, interactive, and easily accessible video content. This study aims to determine the relationship between loneliness and nomophobia among students who use the TikTok application. A correlational quantitative approach was used, involving 163 students aged 18 to 23 years who actively use TikTok. Measurements were taken using the UCLA Loneliness Scale to measure loneliness levels and the Nomophobia Questionnaire or NMP-Q to measure nomophobia levels. Data analysis was performed using Pearson's correlation test to determine the direction and strength of the relationship between variables. The results showed a correlation coefficient of r = 0.15 with p < 0.05, indicating a significant positive relationship between loneliness and nomophobia. These findings suggest that students with higher levels of loneliness tend to exhibit higher levels of nomophobia. This study is expected to contribute to understanding the psychological dynamics of students in their use of social media and serve as a reference for further research.
Citra Tubuh dan Harga Diri Perempuan yang Memiliki Berat Badan Tidak Ideal Simanjuntak, Jesica Febiani; Dewi, Fransisca Iriani R.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5547

Abstract

Menurunnya citra tubuh pada diri seseorang, memicu terjadinya harga diri yang kurang. Citra tubuh merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam pembentukan harga diri, khususnya pada perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal. Persepsi negatif terhadap tubuh sering kali dipengaruhi oleh standar kecantikan sosial yang tidak realistis dan dapat berdampak pada penilaian diri secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan harga diri pada perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 134 perempuan berusia 18-26 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbentuk google form yang berisi dua instrumen, yaitu Multidimensional Body – Self Realtions Questionnaire (MBSRQ) dan Rosenberg Self-Esteem Scale. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi spearman untuk mengetahui hubungan dan kotribusi masing-masing variabel. Hasil peneilitan menunjukkan bahwa hubungan citra tubuh dan harga diri perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal memiliki hubungan positif dan signifikan dengan ( r = 0.292, p < 0.001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin positif citra tubuh, semakin tinggi pula tingkat harga diri yang dimiliki. Secara keseluruhan, semakin tinggi citra tubuh seseorang, semakin tinggi pula harga diri yang dimiliki. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap dinamika psikologis terkait evaluasi penampilan serta perlunya strategi untuk memperkuat citra tubuh positif perempuan. Sehingga diperlukan upaya untuk memperkuat citra tubuh positif  melalui penerimaan diri, pengelolaan tekanan sosial, serta edukasi literasi media untuk mendukung terbentuknya harga diri yang lebih sehat pada perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal.
DARI PIXEL KE GRAIN: EKSPLORASI PERFECTION FATIGUE GEN Z DAN RELEVANSI VISUAL FOTOGRAFI DI ERA DIGITAL Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia; Firmansyah, Yohanes; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Generasi Z hidup dalam budaya digital yang sangat tersaturasi, dengan ekspektasi visual yang terkurasi dan serbapolished. Tekanan ini berkaitan dengan meningkatnya perfeksionisme, kecemasan, ketidakpuasan tubuh, serta kelelahan psikologis. Fenomena beralihnya Gen Z pada kamera analog dan estetika visual yang lebih “tidak sempurna” menjadi indikasi pencarian keaslian serta resistensi halus terhadap tekanan visual digital. Tujuan: Kajian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai hubungan antara pengalaman digital, perfeksionisme, kesehatan jiwa remaja, serta peran fotografi sebagai medium ekspresi psikososial, sambil mengulik kesenjangan literatur terkait preferensi kamera analog pada Gen Z. Metode: Pencarian sistematis dilakukan melalui PubMed menggunakan kombinasi MeSH dan kata kunci terkait kesehatan jiwa remaja, perfeksionisme, media digital, dan fotografi. Dari 432 artikel awal, seleksi bertahap menghasilkan 33 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Literatur ditelaah secara naratif untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Hasil: Tiga tema besar muncul: tekanan perfeksionisme dan representasi diri di media sosial; dampak pengalaman digital terhadap kesehatan jiwa remaja; serta peran fotografi dalam ekspresi emosional dan pemulihan psikososial. Bukti menunjukkan bahwa budaya visual yang terlalu sempurna berkontribusi pada stres dan ketidakpuasan diri, sementara praktik fotografi kreatif mendukung kesejahteraan psikologis. Diskusi: Temuan mengindikasikan bahwa preferensi Gen Z terhadap estetika analog dapat dipahami sebagai respons terhadap tekanan visual digital dan kebutuhan ekspresi autentik. Namun, bukti langsung mengenai fenomena ini masih terbatas. Kesimpulan: Kejenuhan estetika digital berperan dalam dinamika kesehatan jiwa generasi muda dan mendorong pencarian media visual yang lebih organik. Studi lanjutan diperlukan di Indonesia untuk memahami fenomena ini secara lebih mendalam.
PERAN DUKUNGAN PERTEMANAN DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP TINGKAT KESEPIAN MAHASISWA Juselda; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37854

Abstract

This study employed multiple regression analysis, which showed a coefficient of determination of R² = 0.339, indicating that friendship quality and self-confidence have a significant role in loneliness. Loneliness is a common experience felt by many individuals. Internal and external factors, such as self-confidence and friendship quality, can actively influence feelings of loneliness, especially among university students in the late-adolescence to early-adulthood period. During this stage, students face various demands, ranging from completing their education to expanding social relationships. The purpose of this study was to examine the role of friendship quality and self-confidence in loneliness among university students. This study used a quantitative approach with 164 student respondents. The instruments used included the Friendship Quality Scale (FQS), the Self-Confidence Questionnaire, and the UCLA Loneliness Scale Version 3. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 27. The results showed that friendship quality had a more significant effect on loneliness (β = –0.365, p = 0.001 < 0.05) than self-confidence (β = –0.309, p = 0.001 < 0.05). Both variables simultaneously contributed to reducing loneliness levels. Although friendship quality had a stronger effect, the overall results indicate that both friendship quality and self-confidence play important roles in reducing loneliness among university students.
Co-Authors , Nivia Afrina Sari Agnestiara, Asrianti Clara Agustina Agustinus Purna Irawan Angela, Lisa Aqila, Nyimas Anastasia Astuti, Miguna Audy, Ervina AULIA, SULTHAN AZFA Bahiyah, Siti Basaria, Debora Basel, Wiwin Charolina Putri BEATITUDO, EWALDUS SENARAI Bellarmino, Edward Bernadin Dwi M Celine Vandea A. Tumundo Claudes, Juniven Daeli, Griselda Artha Dany Setiawan Devotyasto, Mario Edbert, Bruce Efna, Nayra Fitrianita Ettah, Nurul Aini Adinda Febriani, Oki Kartika FIDELIS E. WARUWU Frederik, Kimberly Hambalie, Hertha Christabelle Idulfilastri, Rita Markus Ivanka, Risa Juselda Kimberley Kimberley Kirana, Liuciana Handoyo Lathifah, Shavina Lavinsky, Saskia Marat, Samsunuwiyati Mei Ie Meylisa Permata Sari Mulya, Marsya Diva Nababan, Fidiyah Anggini O. Naomi Soetikno, Naomi Natalie Nivia Noviyanto Noviyanto, Noviyanto Oktariana, Putri Pamela Hendra Heng Paula Jessica C. Sibi Paula Tjatoerwidya Anggarina Paula, Veronica Putri, Dhita Widya REZA FAHLEVI Riana Sahrani Samuel Adhi Santana, Kelly Santoso, Alexander Halim Saputra, Mikhael Adam Saputri, Marselina Saputro, Bayu Eko Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Satyanegara, William Gilbert Setiawan, Dan Setiawan, Fiona Valencia Sikumbang, Laila Husna Simanjuntak, Jesica Febiani Sri Tiatri Sri Tiatri Suros, Angel Sharon Tiarti, Sri Utomo, Mochamad Hammam Tegar Valentina, Eveline Valentine, Raissa Vivi Sutanto Wardani, Ni Putu Saraswati Warsito, Jonathan Hadi Widyastuti, Philomena Esti Wijaya, Bryan Anna Yohanes Budiarto Yohanes Firmansyah Yusuf, Dania Zamralita, Zamralita