Claim Missing Document
Check
Articles

Kontrol Diri sebagai Moderator Hubungan Kesepian dan Kekerasan Siber Remaja Perempuan Basel, Wiwin Charolina Putri; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Sahrani, Riana
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.459

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial telah mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga membawa dampak kompleks terhadap kehidupan. Media sosial berfungsi sebagai akses berkomunikasi dalam konektivitas sosial dan perangkat untuk mencari hiburan. Pada sisi lain, media sosial merupakan platform dimana kekerasan siber dapat terjadi kepada penggunanya. Berbagai kasus kekerasan siber dalam media sosial dialami remaja perempuan, diantaranya menjadi korban penyebaran konten pornografi, pengancaman dan pelecehan seksual secara daring. Prevalensi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia mengalami kenaikan dan sering kali tidak dianggap serius. Tujuan penelitian ini untuk menguji kontrol diri sebagai moderator dalam hubungan antara kesepian dan kekerasan siber pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional non-eksperimental. Metode analisis yang digunakan yaitu uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji regresi. Partisipan penelitian merupakan remaja perempuan sebanyak 113 orang, berusia 17-24 tahun, aktif menggunakan media sosial dan pernah mengalami kekerasan digital dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Instrumen penelitian adalah Experiencing Cyber Violence Scale terdiri dari 34 pertanyaan, Loneliness Scale terdiri 20 pertanyaan dan Self-control Scale terdiri dari 10 pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri, kesepian dan kekerasan siber. Peran kontrol diri tidak memoderasi kesepian dan kekerasan siber, namun dari uji korelasi mengindikasikan bahwa kontrol diri berperan atau berkontribusi dalam terjadinya kesepian dan kekerasan siber.
HARGA DIRI SEBAGAI MODERATOR DALAM HUBUNGAN RELASI PARASOSIAL DAN INTENSI MEMBELI Lathifah, Shavina; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i3.27413.2024

Abstract

Perkembangan Globalisasi mempengaruhi berkembangnya teknologi mempermudah akses informasi dari berbagai hal. Maraknya Korean Wave yang didominasi oleh boygroup dan girlgroup menjadi salah satu dampak adanya perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi, dengan dukungan perkembangan tersebut mempermudah terjadinya interaksi antara penggemar dan artis berasal Korea Selatan tersebut. Interaksi yang terjadi dapat menimbulkan perilaku parasocial relationship terutama pada remaja dalam masa mencari jati diri mereka. Adanya perilaku tersebut juga dapat menimbulkan tindakan intensi membeli yang juga dapat dipicu oleh tingkat self-esteem seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan parasocial relationship dan intensi membeli pada remaja penggemar K-Pop yang dimoderasi dengan self-esteem. Penelitian ini melibatkan 267 responden dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun atas Parasocial Interaction (PSI) Scale (α = 0.831), Purchase Intention Scale (α = 0.814), dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) ) (α = 0.803). Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini bahwa harga diri terbukti memiliki peran dalam hubungan yang terjadi pada parasocial relationship dan intensi membeli pada remaja yang merupakan penggemar K-Pop.  
Gambaran Pengalaman Peran Pengasuhan Ayah pada Perempuan Dewasa Awal dalam Menjalin Relasi Romantis Kimberley Kimberley; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cendekia.v5i1.3409

Abstract

The phenomenon f fatherly parenting plays a vital role in shaping the emotional and social experiences of daughters, particularly in forming romantic relationships. The role of fathers is often overlooked in parenting, even though it significantly influences the development of a daughter's personality and interpersonal relationships. Fathers who are emotionally involved can provide a sense of security, confidence, and an understanding of love. This study aims to describe the experiences of young adult women regarding their fathers' parenting roles and their impact on romantic relationships. This study adopts a phenomenological approach using purposive sampling techniques. The research was conducted over four months, and data were collected through interviews and observations. Five participants aged 18 to 25 years, with experiences of both positive and negative fatherly parenting and a history of romantic relationships, were involved in this study. The results show that positive fatherly parenting fosters positive romantic relationship experiences, such as the ability to build trust and intimacy. Conversely, hostile fatherly parenting leads to negative relationship patterns, such as distrust or a need for emotional validation. The lack of fatherly parenting also drives women to seek a father figure in others and to feel less trustful toward their partners. These findings demonstrate that the father's role in parenting has a significant impact on young adult women's romantic relationships.
GAMBARAN MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH LUAR BIASA X BEATITUDO, EWALDUS SENARAI; DEWI, FRANSISCA IRIANI R
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3584

Abstract

Special School X is a school that provides learning and development space for children with special needs. SLB X, which has been established for more than 25 years, has several branches. The aim of this research is to find out the overview of the work motivation of teachers of special school students at special school X. The method used in this research is mixed methods with a quantitative preliminary type of design. The researcher collects quantitative data, then create a questionnaire, then seeking for participants to explore further through interviews regarding work motivation variable. Quantitative surveys or questionnaires provide a general description, qualitative interviews will provide further descriptions of work motivation. Quantitative surveys or questionnaires provide a general description, qualitative interviews will provide further descriptions of work motivation. This research involved 34 teacher participants consisting of 14 men and 20 women. Data was collected via Google Form questionnaire which contained items from a work motivation scale with a Likert scale. After being collected, 2 participants with high work motivation and 2 participants with moderate work motivation were interviewed to deepen the work motivation variable. The findings showed that there were 25 teacher participants who had high work motivation and 9 teacher participants who had moderate work motivation. ABSTRAKSekolah Luar Biasa X merupakan sekolah yang menyediakan ruang belajar dan berkembang bagi anak berkebutuhan khusus. SLB X yang telah berdiri lebih dari 25 tahun memiliki beberapa cabang. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan motivasi kerja guru di Sekolah Luar Biasa X. Metode penelitian yang digunakan mixed methods dengan jenis desain quantitative preliminary. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif, membuat suatu kuesioner dan mencari partisipan untuk digali lebih lanjut melalui wawancara terkait motivasi kerja. Survei atau kuesioner yang bersifat kuantitatif memberikan gambaran umum, wawancara yang bersifat kualitatif akan memberikan deskripsi lebih lanjut mengenai motivasi kerja. Penelitian ini melibatkan 34 partisipan guru yang terdiri dari 14 laki-laki dan 20 perempuan. Data motivasi kerja dikumpulkan melalui kuesioner google form yang memuat butir dari skala motivasi kerja dengan skala Likert. Setelah dikumpulkan, 2 partisipan dengan motivasi kerja tinggi dan 2 partisipan dengan motivasi kerja sedang, dilakukan diwawancara untuk mendeskripsikan motivasi kerja. Hasil temuan menunjukkan terdapat 25 partisipan guru yang memiliki motivasi kerja tinggi dan 9 partisipan guru yang memiliki motivasi kerja sedang.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KECEMASAN DUNIA KERJA BAGI MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI AULIA, SULTHAN AZFA; DEWI, FRANSISCA IRIANI ROESMALA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3806

Abstract

The transition to the final semester of higher education is a crucial phase for students as they complete their thesis and prepare to enter the workforce. In the context of Industry 4.0, the increasing reliance on digital technology makes job searching more complex, which often triggers anxiety in students. This study examines the effects of social support and self-efficacy on work-related anxiety in final-semester students. Social support, which includes informational, emotional, and instrumental assistance, and self-efficacy, which is defined as the belief in one's ability to achieve goals, are key factors in reducing anxiety. The results showed a significant negative correlation between these two variables and work anxiety, where students with stronger social support systems and high levels of self-efficacy experienced lower anxiety in facing the workforce. These findings emphasize the importance of strengthening these factors to increase students' self-confidence and adaptability, and provide valuable insights for strategies aimed at improving work readiness. ABSTRAKTransisi ke semester akhir dalam pendidikan perguruan tinggi merupakan fase krusial bagi mahasiswa saat mereka menyelesaikan skripsi dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Dalam konteks Industri 4.0, meningkatnya ketergantungan pada teknologi digital membuat pencarian kerja menjadi lebih kompleks, yang seringkali memicu kecemasan pada mahasiswa. Penelitian ini mengkaji pengaruh dukungan sosial dan efikasi diri terhadap kecemasan terkait dunia kerja pada mahasiswa semester akhir. Dukungan sosial, yang mencakup bantuan informasi, emosional, dan instrumental, serta efikasi diri, yang didefinisikan sebagai keyakinan terhadap kemampuan diri untuk mencapai tujuan, merupakan faktor kunci dalam mengurangi kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara kedua variabel ini dengan kecemasan kerja, di mana mahasiswa dengan sistem dukungan sosial yang lebih kuat dan tingkat efikasi diri yang tinggi mengalami kecemasan yang lebih rendah dalam menghadapi dunia kerja. Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat faktor-faktor tersebut untuk meningkatkan kepercayaan diri dan adaptabilitas mahasiswa, serta memberikan wawasan berharga bagi strategi yang bertujuan meningkatkan kesiapan kerja.
PELATIHAN MANAJEMEN WAKTU BAGI REMAJA DI GEREJA X Saputra, Mikhael Adam; Febriani, Oki Kartika; Audy, Ervina; Tiatri, Sri; Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30332

Abstract

ABSTRAK Kemampuan manajemen waktu merupakan salah satu bekal keberhasilan di dunia kerja, terlebih lagi di dalam era digital ini, game online menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Di balik keseruannya, para pemain game online sering kali menghabiskan waktu yang lebih banyak dari yang mereka rencanakan. Dan hal ini seringkali memiliki dampak negatif jika tidak diantisipasi dengan baik. Hal ini memicu permasalahan pada komunitas remaja Gereja GKI Graha Raya, yang mengeluhkan akan anggota remajanya kesulitan mengatur waktu antara bermain game dan tanggung jawab lainnya. Menyikapi hal tersebut, tim PKM Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan dengan metoda berupa psikoedukasi yang berfokus pada manajemen waktu bagi remaja. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 20 April 2024, diikuti oleh 21 remaja. Kegiatan dilaksanakan di GKI Graha Raya, yang berlokasi di Jl. Graha Raya, Ruko Cendana Loka Blok G10 No. 6-6A, Kota Tangerang Selatan. Melalui psikoedukasi ini, para remaja diajarkan tentang pentingnya manajemen waktu dengan tiga strategi efektif untuk mengelola waktu mereka yaitu dengan menggunakan teknik prioritas, journaling, dan time blocking. Hasilnya, peningkatan skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa kegiatan PKM psikoedukasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang prediktor dan dampak bermain game online, serta perencanaan manajemen waktu yang efektif. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai yang signifikan dari 4,33 menjadi 7,89. Hasil ini menunjukkan bahwa psikoedukasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan peserta dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat membantu para remaja di Gereja GKI Graha Raya untuk mengelola waktu mereka dengan lebih baik dan menghindari dampak negatif dari game online
EFIKASI DIRI SISWA SDN CARINGIN NUNGGAL: MENINGKATKAN KESIAPAN MENGHADAPI ANBK MELALUI PELATIHAN BERBASIS KOMPUTER Natalie; Valentina, Eveline; Lavinsky, Saskia; Saputri, Marselina; Aqila, Nyimas Anastasia; Dewi, Fransisca Iriani R.; Ie, Mei
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32690

Abstract

he implementation of the Computer-Based National Assessment (ANBK) at SDN Caringin Nunggal, Ciherang Village, faced significant challenges, particularly the limited computer skills of fifth-grade students. This situation was exacerbated by inadequate school facilities and students’ low self-efficacy in using technology. To address these challenges, students from Tarumanagara University, through the Student Creativity Program (PKM) in community service, collaborated with SDN Caringin Nunggal and supported by local teachers, organized computer training based on ANBK simulation. The training lasted for three days and included ANBK test simulations and the introduction of basic computer skills, such as typing, using cursors, and screen navigation. Methods used involved pretest, posttest, and direct simulation. Evaluation using the Paired T-Test method showed a significant improvement in students’ self-efficacy. Results indicated that the average posttest score increased by 22.5% compared to the pretest. This program had a positive impact by enhancing students’ confidence in facing ANBK, preparing them with better technological skills. The collaboration between the student team, teachers, and the school successfully provided solutions to improve students’ competence while creating a more supportive learning environment ABSTRAK Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SDN Caringin Nunggal, Desa Ciherang, menghadapi tantangan signifikan, terutama keterbatasan keterampilan komputer siswa kelas 5. Situasi ini diperburuk oleh fasilitas sekolah yang kurang memadai dan rendahnya efikasi diri siswa dalam penggunaan teknologi. Untuk menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Tarumanagara, melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang pengabdian masyarakat, bekerja sama dengan SDN Caringin Nunggal dan didukung oleh guru setempat, menyelenggarakan pelatihan komputer berbasis simulasi ANBK. Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan simulasi soal ANBK serta pengenalan keterampilan dasar komputer, seperti mengetik, menggunakan kursor, dan navigasi layar. Metoda yang digunakan meliputi pretest, posttest, dan simulasi langsung. Berdasarkan evaluasi menggunakan metode Paired T-Test, terjadi peningkatan signifikan efikasi diri siswa. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest siswa meningkat sebesar 22,5% dibandingkan pretest. Program ini memberikan dampak positif dengan meningkatkan kepercayaan diri siswa menghadapi ANBK, mempersiapkan mereka dengan keterampilan teknologi yang lebih baik. Kerja sama antara tim mahasiswa, guru, dan pihak sekolah berhasil memberikan solusi untuk meningkatkan kompetensi siswa, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung.
Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Kristen Yusuf Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Basel, Wiwin Charolina Putri; Kirana, Liuciana Handoyo
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2025): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v4i01.106

Abstract

Sexual violence is a serious problem in society, which is also an issue of gender equality, which occurs in the environment including in educational institutions. The lack of sex education and the culture of taboo in society has led to the concept of sexual violence. The negative impact of sexual violence behavior also cannot be ignored because it causes physical, mental, social and material injuries and losses. Related to the increasing cases of sexual violence, especially in educational institutions, the PKM Team of Tarumanagara University conducted psychoeducation as an effort to prevent sexual violence in adolescent students at school. The purpose of psychoeducation is to increase students' awareness of the dangers and ways to prevent sexual violence, as well as to create a safe and comfortable environment at school. The seminar participants were 200 students from Kristen Yusuf Junior and Senior High School. The results of the PKM are that students understand what sexual violence is, what forms it takes, how to prevent, and overcome so as not to become victims or perpetrators of sexual violence. The evaluation of this seminar is that the students hope to apply this in their daily lives. The implication of this seminar is that an intervention, such as sex education psychoeducation, can be made to tackle the problem of sexual violence, especially in the school environment.
Mengenali Potensi: Asesmen Psikologi Bakat, Minat, dan Kepribadian untuk Pengembangan Potensi Siswa di SD Ciherang, Jawa Barat Fahlevi, Reza; Zamralita, Zamralita; Basaria, Debora; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Widyastuti, Philomena Esti; Valentine, Raissa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1899

Abstract

Improving the quality of primary education in under-resourced areas such as Ciherang Village, West Java, remains challenging due to limited facilities, guidance, and access to structured psychological assessments. This community engagement program aimed to help students at SD Ciherang recognize their cognitive abilities, interests, and personality traits through a systematic assessment. A total of 53 sixth-grade students participated in three instruments: Raven’s Colored Progressive Matrices (CPM) for cognitive ability, SDS Holland for career interests, and the Big Five Inventory (BFI) for personality traits. The program was implemented using a Community-Based Research (CBR) approach that actively involved teachers and Thematic Community Service (KKNT) students. The results showed that most students had good to very good cognitive abilities. Their dominant interests were Artistic and Social, indicating a strong preference for creativity and social interaction. Personality profiles were primarily characterized by Agreeableness and Extraversion, reflecting cooperative, empathetic, and sociable tendencies. These findings highlight the need for extracurricular programs focusing on arts, social engagement, and leadership, as well as structured activities to develop discipline and self-management skills. This initiative provides tangible contributions in the form of tailored recommendations for extracurricular development based on students’ profiles and offers psychological data as a foundation for school policy planning. The approach is expected to enhance educational services and support the optimal development of students’ potential.ABSTRAKPeningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah terbatas seperti Desa Ciherang, Jawa Barat, sering terhambat keterbatasan fasilitas, bimbingan, dan asesmen psikologis yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu siswa SD Ciherang mengenali potensi kognitif, minat, dan kepribadian melalui asesmen terstruktur. Sebanyak 53 siswa kelas VI mengikuti tiga instrumen: Raven’s Colored Progressive Matrices (CPM) untuk kemampuan kognitif, SDS Holland untuk minat karier, dan Big Five Inventory (BFI) untuk kepribadian. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) yang melibatkan guru dan mahasiswa KKNT secara aktif. Hasil menunjukkan mayoritas siswa memiliki kemampuan kognitif baik–sangat baik. Minat dominan pada Artistic dan Social, menunjukkan ketertarikan tinggi pada kreativitas dan interaksi sosial, sementara kepribadian siswa didominasi Agreeableness dan Extraversion, yang menggambarkan sifat ramah, kooperatif, dan mudah bersosialisasi. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan program ekstrakurikuler seni, sosial, dan kepemimpinan, sekaligus membiasakan kegiatan yang melatih disiplin dan manajemen diri. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata berupa rekomendasi pengembangan program ekstrakurikuler berbasis profil siswa dan menyediakan data profil psikologis sebagai dasar kebijakan sekolah. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan layanan pendidikan dan mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal.
Dukungan Sosial dan Adaptasi Mahasiswa di Lingkungan Kampus Mulya, Marsya Diva; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.27207.2025

Abstract

Mahasiswa baru, umumnya berada dalam rentang usia 17-20 tahun, memasuki fase transisi dari remaja akhir ke dewasa awal, ditandai dengan idealisme, keinginan menjadi pusat perhatian, dan energi besar, menghadapi dua transisi sekaligus: dari masa remaja ke dewasa awal dan dari senior SMA ke mahasiswa perguruan tinggi, yang memerlukan adaptasi dalam lingkungan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran dukungan sosial terhadap adaptasi dalam kehidupan kampus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan partisipan 384 mahasiswa aktif usia 18-22 tahun yang dipilih secara purposive sampling, tidak membatasi jenis kelamin, suku, ras, atau agama. Alat instrumen berupa kuesioner dengan teknik analisis mencakup validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adaptasi dalam kehidupan kampus. Variabel dukungan sosial dapat menjelaskan sebanyak 21,2% variasi dalam adaptasi dalam kehidupan kampus, sementara faktor-faktor lain di luar model penelitian mempengaruhi 78,8% variasi tersebut.
Co-Authors , Nivia Afrina Sari Agnestiara, Asrianti Clara Agustina Agustinus Purna Irawan Angela, Lisa Anggarina, Paula Tjatoerwidya Aqila, Nyimas Anastasia Astuti, Miguna Audy, Ervina AULIA, SULTHAN AZFA Bahiyah, Siti Basaria, Debora Basel, Wiwin Charolina Putri BEATITUDO, EWALDUS SENARAI Bellarmino, Edward Bernadin Dwi M Celine Vandea A. Tumundo Claudes, Juniven Daeli, Griselda Artha Dany Setiawan Devotyasto, Mario Edbert, Bruce Efna, Nayra Fitrianita Ettah, Nurul Aini Adinda Febriani, Oki Kartika FIDELIS E. WARUWU Frederik, Kimberly Hambalie, Hertha Christabelle I Wayan Sukania Idulfilastri, Rita Markus Ivanka, Risa Juselda Kimberley Kimberley Kirana, Liuciana Handoyo Lathifah, Shavina Lau, Andy Lavinsky, Saskia Marat, Samsunuwiyati Mei Ie Meylisa Permata Sari Mulya, Marsya Diva Nababan, Fidiyah Anggini O. Naomi Soetikno, Naomi Natalie Nivia Noviyanto Noviyanto, Noviyanto Oktariana, Putri Pamela Hendra Heng Paula Jessica C. Sibi Paula, Veronica Putri, Dhita Widya REZA FAHLEVI Riana Sahrani Samuel Adhi Santana, Kelly Santoso, Alexander Halim Saputra, Mikhael Adam Saputri, Marselina Saputro, Bayu Eko Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Sari, Meylisa Permata Satyanegara, William Gilbert Setiawan, Dan Setiawan, Fiona Valencia Sikumbang, Laila Husna Simanjuntak, Jesica Febiani Sri Tiatri Sri Tiatri Suros, Angel Sharon Tiarti, Sri Utomo, Mochamad Hammam Tegar Valentina, Eveline Valentine, Raissa Vivi Sutanto Wardani, Ni Putu Saraswati Warsito, Jonathan Hadi Widyastuti, Philomena Esti Wijaya, Bryan Anna Yohanes Budiarto Yohanes Firmansyah Yusuf, Dania Zamralita, Zamralita