Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Tentang Makanan Sehat Bagi Penderita Hipertensi pada Lansia di Desa Labuhan Labo Kota Padangsidimpuan Tahun 2018 Delfi Ramadhini; Nefonafratilova Ritonga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 1 (2020): Vol. 2 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension or high blood pressure is a symptom of an increase in a person's blood pressure above normal which results in the supply of oxygen and nutrients carried by the blood being blocked to the tissues of the body that need it. Based on WHO data, it is estimated that there are 600 million people with hypertension worldwide, with 3 million deaths each year. Hypertension is also in the 2nd rank of 10 most diseases in outpatients in hospitals in Indonesia in 2006 with a prevalence of 4.67%. The purpose of this PKM is to motivate the elderly about the importance of knowing healthy food, foods that can and should not be consumed by people with hypertension so that the elderly can continue to maintain health. PKM activities are carried out by means of health education methods using slide show powerpoint media and posters to elderly people with hypertension in the village of Labuan Labo totaling 50 people. The results of this counseling activity were continued by providing an evaluation to elderly people with hypertension, namely questions and answers about the material provided. There are three questions given by the extension agent to elderly people with hypertension. Based on the answers given, it shows that elderly people with hypertension understand the material provided by the extension agents, although there are elderly people who have difficulty remembering. PKM activities carried out went well. Elderly people with hypertension who participated in the activity seemed enthusiastic about participating in the counseling activities. Hypertension or high blood pressure is a symptom of an increase in a person's blood pressure above normal which results in the supply of oxygen and nutrients carried by the blood being blocked to the tissues of the body that need it. Based on WHO data, it is estimated that there are 600 million people with hypertension worldwide, with 3 million deaths each year. Hypertension is also in the 2nd rank of 10 most diseases in outpatients in hospitals in Indonesia in 2006 with a prevalence of 4.67%. The purpose of this PKM is to motivate the elderly about the importance of knowing healthy food, foods that can and should not be consumed by people with hypertension so that the elderly can continue to maintain health. PKM activities are carried out by means of health education methods using slide show powerpoint media and posters to elderly people with hypertension in the village of Labuan Labo totaling 50 people. The results of this counseling activity were continued by providing an evaluation to elderly people with hypertension, namely questions and answers about the material provided. There are three questions given by the extension agent to elderly people with hypertension. Based on the answers given, it shows that elderly people with hypertension understand the material provided by the extension agents, although there are elderly people who have difficulty remembering. PKM activities carried out went well. Elderly people with hypertension who participated in the activity seemed enthusiastic about participating in the counseling activities.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kepada Masyarakat di Kelurahan Losung Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Delfi Ramadhini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid 19 is a virus caused by the severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) virus. COVID-19 can cause respiratory system disorders, from mild symptoms such as flu to lung infections, such as pneumonia. COVID-19 (coronavirus disease 2019) is a new type of disease caused by a virus from the coronavirus class, namely SARS-CoV -2 which is also often called the Corona virus. The purpose of this PKM is to motivate the people in Losung Village, Padangsidimpuan Selatan District about the importance of knowing about Covid-19. PKM activities are carried out by the method of health education using a powerpoint slide show media to the total number of people in Losung Village, Padangsidimpuan Selatan District. The results of this counseling activity were continued by providing an evaluation to the community in Losung Village, Padangsidimpuan Selatan District, namely questions and answers about the material given. There were several questions given by the extension agents to the community in Losung Village, Padangsidimpuan Selatan District. Based on the answers given, it shows that the people in Losung Village, South Padangsidimpuan District understand the material provided by the extension agent. PKM activities carried out went well. The community in Losung Village, Padangsidimpuan Selatan District who participated in the activity seemed enthusiastic about participating in the counseling activity. The result of this activity is to increase public knowledge, educate the public about Covid 19.
Pelayanan KB Gratis di Desa Mompang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu Tahun 2021 Novita Sari Batubara; delfi - ramadhini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program keluarga berencana memberikan kesempatan untuk mengatur jarak kelahiran atau mengurangi jumlah kelahiran dengan menggunakan metode kontrasepsi hormonal atau non hormonal. Tujuan PKM ini adalah untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan harapan dapat menekan laju pertambahan penduduk. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode pemberian informasi tentang KB dan pelayanan KB Gratis kepada WUS akseptor KB di desa Mompang berjumlah 15 orang. Hasil dari kegiatan pelayanan KB Gratis ini dilanjutkan dengan memberikan evaluasi kedapa akseptor yaitu Tanya jawab seputar KB dan monitoring evaluasi. Peserta KB dapat penyawab dan menjelaskan dengan baik pertanyaan yang diajukan dan mau dipasang KB IUD atau Implant. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berjalan dengan baik. Peserta KB di desa Mompang yang mengikuti terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan. Family planning programs provide an opportunity to regulate birth spacing or reduce the number of births by using hormonal or non-hormonal contraceptive methods. The purpose of this PKM is to maximize maternal and child health services in the hope of reducing the rate of population growth. This PKM activity was carried out by the method of providing information about family planning and free family planning services to 15 people in WUS family planning acceptors in Mompang village. The results of this free family planning service activity were continued by providing evaluations to the acceptors, namely questions and answers about family planning and evaluation monitoring. KB participants can answer and explain well the questions asked and want to install an IUD or Implant KB. PKM activities carried out went well. Family planning participants in Mompang village who participated seemed enthusiastic in participating in the activity.
Enam Langkah Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar untuk Melawan Kuman di SD Negeri 200413 Tinjoman Desa Lembah Lubuk Raya, Kecamtan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2022 Delfi Ramadhini; Cory Linda Futri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.925

Abstract

Cuci tangan dianggap merupakan salah satu langkah yang paling penting untuk mengurangi penularan mikroorganisme dan mencegah infeksi selama lebih dari 150 tahun. Kesehatan dan kebersihan tangan yang baik dapat mencegah penularan mikroorganisme dan mengurangi frekuensi infeksi nosokomial. Walaupun demikian, masalah yang timbul terus menerus adalah memungkinkan para petugas kesehatan untuk menjalankan praktik cuci tangan yang dianjurkan. Penyuluhan cuci tangan yang baik dan benar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya mencuci tangan pakai sabun dan cara mencuci tangan pakai sabun yang baik dan benar. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah dan demonstrasi senam cuci tangan yang dilakukan oleh dosen, mahasiswa dan siswa SD negeri 200413. Penyuluhan dilaksanakan di SD Negeri 200413 Tinjoman pada hari Rabu 23 November 2022. Kelompok sasaran yaitu siswa di sampaikan oleh pemateri dan moderator menggunakan media yang berupa vidio senam cuci tangan. Pada saat kegiatan berlangsung siswa SD dan pemateri terjadi interaksi yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. Perilaku cuci tangan yang benar akan dapat membantu menurunkan risiko penyakit menular salah satunya penyakit diare. Pelaksaanaan edukasi dan praktik cuci tangan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini selain menggunakan metode penyuluhan juga dilakukan demonstrasi dengan pemutaran video senam langkah cuci tangan yang benar. Hal ini untuk memperkuat pengetahuan yang dimiliki siswa.
Pengembangan Galeri Pelatihan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Balita Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Rasoki Sri Sartika Sari Dewi; Delfi Ramadhini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massage in the baby will stimulate the vagus nerve. This nerve will increase intestinal peristalsis, so that emptying of the stomach faster will thus stimulate the baby's appetite to eat more in an adequate amount. On the other hand baby massage can also improve blood circulation and increase cell metabolism, so that the baby's weight will increase. Partners in the implementation of this PKM are posyandu cadres under five at the Labuhan Rasoki Puskesmas. The problems found are the low coverage of exclusive breastfeeding to infants and the growth of infant development is not optimal, marked by body weight that is not age-appropriate. The PKM implementation begins with coordination with the KIA officer to contact the cadre leader and members who will be the participants of the activity. This activity was held 3 times. Participants in this activity totaled 35 people. In the first meeting questionnaires were distributed to see the cadres' knowledge, health education activities were carried out about infant massage, then questionnaires were distributed again. At the second meeting baby massage training was held. At the third meeting, baby massage assistance was carried out. During the implementation of the activity the participants were always enthusiastic and enthusiastic in participating in the series of activities. After completing the PKM implementation, the Kader Posyandu of toddlers was able to carry out baby massage.
Pengembangan Galeri Pelatihan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Balita Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Rasoki Sri Sartika Sari Dewi; Delfi Ramadhini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massage in the baby will stimulate the vagus nerve. This nerve will increase intestinal peristalsis, so that emptying of the stomach faster will thus stimulate the baby's appetite to eat more in an adequate amount. On the other hand baby massage can also improve blood circulation and increase cell metabolism, so that the baby's weight will increase. Partners in the implementation of this PKM are posyandu cadres under five at the Labuhan Rasoki Puskesmas. The problems found are the low coverage of exclusive breastfeeding to infants and the growth of infant development is not optimal, marked by body weight that is not age-appropriate. The PKM implementation begins with coordination with the KIA officer to contact the cadre leader and members who will be the participants of the activity. This activity was held 3 times. Participants in this activity totaled 35 people. In the first meeting questionnaires were distributed to see the cadres' knowledge, health education activities were carried out about infant massage, then questionnaires were distributed again. At the second meeting baby massage training was held. At the third meeting, baby massage assistance was carried out. During the implementation of the activity the participants were always enthusiastic and enthusiastic in participating in the series of activities. After completing the PKM implementation, the Kader Posyandu of toddlers was able to carry out baby massage.
Pendidikan Kesehatan 4 Pilar Penatalaksanaan DM pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Manunggang Jae Kota Padangsidimpuan Febrina Angraini simamora; Dina Mariana Manurung; Delfi Ramadhini
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v1i1.22

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyebab kematian keenam  di seluruh dunia, jumlah kasus diabetes mengalami peningkatan secara signifikan pada sepuluh tahun belakangan ini dan. akan berdampak terhadap  menurunnya angka harapan hidup, meningkatnya angka kesakitan, dan menurunnya kualitas hidup. DM merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, hanya bisa dikontrol dengan melakukan pengelolaan berdasarkan 4 pilar yaitu edukasi, manajemen diet, olahraga dan obat-obatan. Untuk meningkatkan pengendalian terhadap penyakit diabetes mellitus pada masyarakat perlu dilakukan pendidikan kesehatan. Dengan kegiatan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan masyarakat penderita diabetes mellitus di desa Manunggang Jae mengalami peningkatan. Banyak tindakan penatalaksaan DM yang sebelumnya tidak dipahami peserta, namun setelah diadakannya pendidikan kesehatan tentang 4 pilar penatalaksanaan DM maka pseserta sudah merasa lebih mengerti. Diharapkan kegiatan-kegiatan pendidikan kesehatan terkait penyakit degeneratif yang banyak terjadi di masyarakat lebih sering dilakukan dan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Desa Manunggang Jae. .    
Edukasi dan Demonstrasi Pengolahan Isi Piringku (Sop Daun Kelor ) Dalam Atasi Stunting Nefonavratilova Ritonga; Nurul Hidayah Nasution; Arinil Hidayah; Delfi Ramadhini; Yanna Wari Harahap; Yuli Arisyah Siregar; Nurhalimah Batubara
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.865

Abstract

Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Salah satu upaya menjaga gizi seimbang adalah menggunakan porsi makan "Isi Piringku" terdiri dari lima puluh persen buah dan sayur, dan lima puluh persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Namun, masih sedikit ibu yang mengerti porsi seimbang isi piringku untuk kebutuhan gizi balita. Dampaknya angka stunting di Indonesia masih tinggi. Sebagai upaya mencegah stunting salah satunya adalah dengan mengedukasi Ibu mengenai isi piringku dan indikator kecukupan gizi balita. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi, isi piringku dan stunting. Metode menggunakan teknik ceramah tanya jawab dan demonstrasi mengenai gizi balita, isi piringku dan stunting. Hasil pengabdian masyarakat dilihat dari pre dan post test pengetahuan ibu mengenai isi piringku, gizi dan stunting pada balita mengalami peningkatan. Ibu juga dapat mempraktikkan cara mengukur indikator kecukupan gizi dengan mengukur tinggi badan dibandingkan dengun berat badan sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Tim pengabdian juga membagikan leaflet untuk peserta.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI TT (TETANUS TOXOID) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEK I KOTA PADANGSIDIMPUAN LUBIS, ARISA HARFA SAID; Mutia, Fatma; Nasution, Nur Arfah; Delfi Ramadhini; Batubara, Nurhalimah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan upaya memberikan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan agar tubuh dapat menghasilkan zat anti bodi untuk melawan kuman atau bibit penyakit yang menyerang tubuh. Tujuan Penelitian adalah Untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Pemberian Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Wek I Kota Padangsidimpuan. Metode Penelitian adalah Penelitian ini merupakan survey analisis dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Wek I Kota Padangsidimpuan. Analisis data menggunakan uji statistik Chi square. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai Mei 2024. Hasil Penelitian adalah Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toxoid di Puskesmas Wek I Kota Padangsidimpuan sebagian besar adalah kurang yaitu sebesar 50 responden (50,5%), Didapatkan Hasil uji statistik chi-square p=0,02 sehingga hasil analisis bivariat berarti bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pemberian imunisasi TT. Saran peneliti diharapkan untuk meningkatkan fungsi promotif tentang imunisasi Tetanus Toksoid untuk dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait dengan pemberian imunisasi Tetanus Toksoid dan penyakit tetanus dan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan cakupan imunisasi terkhusus imunisasi Tetanus Toksoid. Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Imunisasi Tetanus Toksoid. Daftar Pustaka : 23 (2011-2021)
Edukasi Kesehatan Menggunakan Audio Visual Tentang 6 Langkah Mencuci Tangan Pada Anak SD Negeri 100204 Desa Sihopur harahap, nurul fadilah; pramudia, atikah; siregar, nurhikmah; octawifany, pretty; amalia, meidina; siregar, seri; rinaldi, azwar; pratama , doni; Nefonavratilova Ritonga; Delfi Ramadhini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enam langkah cuci tangan yang baik dan benar merupakan salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat. Sehingga anak sekolah dasar wajib mengetahui dan melaksanakan cuci tangan dengan baik untuk menjaga kesehatannya. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan Pendidikan kesehatan untuk siswa sekolah dasar mengenai cara melaksanakan cuci tangan yang baik dan benar dengan 6 langkah. Target khusus adalah Anak SD N 100204 Desa Sihopur, melalui kegiatan ini Anak-anak SD N 100204 Desa Sihopur mengetahui cara cuci tangan yang baik dan benar dengan 6 (enam) langkah. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan adalah penyuluhan dengan metode ceramah tanya jawab (CTJ) kepada sasaran dan Anak SD N 100204 Desa Sihopur Kecamatan Angkola Selatan. Hasilnya bahwa hampir seluruh sasaran dapat melakukan enam langkah cuci tangan yang benar dan mengetahui waktu kegiatan cuci tangan dilakukan baik sebelum dan sesudah makan. Kata kunci : Enam Langkah cuci tangan, Edukasi Kesehatan, Audio Visual
Co-Authors ., Salnisah ., Suryati . Ad, Muhammadas Afni, Risva Elwida Ahmad Safii Hasibuan Aida Yunizar Alprida Harahap Amalia, Meidina Angga, Putra Aning Subiyatin Annisyah, Fitry Arbaiyah, Ita Arinil Hidayah Arisyah Siregar, Yuli Aswan, Yulinda Batubara, Novita Sari batubara, nurhalimah Cory Linda Futri Cory Linda Futri Harahap Dalimunthe, Rudi Deliana Tarigan Dewi, Sri Sartika Sari Dhea, Putri Fadilah, Miftahul Febrina Angraini Simamora Fitry Annisyah Futri, Cory Linda Hamidi, Anwar Harahap, Cory Harahap, Cory Linda Futri Harahap, Dewani Harahap, Fatimah Zahra Harahap, Mei Adelina harahap, nurul fadilah Harahap, Yanna Wari Hidayah Nasution, Nurul Hidayah, Arinil hutasuhut, putriannisah Indar Khafifah, Putri Liana Tarigan Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Rahmadani Lumongga Sari Harahap manurung, dina mariana Masluroh Masnawati Miftahul Fadilah Mutia, Fatma Nasution, Anna Rizki Nasution, Ayannur Nasution, Nur Arfah Nefonafratilova Ritonga Nefonavratilova Ritonga Niken, Sri Novita Sari Batubara Novita Sari Batubara Nur Aliyah Rangkuti Nurhalimah Batubara Nurhalimah Batubara Nursakinah Srg Nurul Hidayah Nasution Nurul Hidayah Nasution octawifany, pretty Panjaitan, Meliana Nurhayati pramudia, atikah pratama , doni Putri Febiola Rahma Dona Siregar Rahmah Siregar Rangkuti, Juni Andriani Rangkuti, Nur Aliyah Rezki Hotmalia Siagian rinaldi, azwar Riska Yana Hsb Risva Elwida Afni Ritonga, Nefonafratilova Ritonga, Sukhri Herianto Ritonga, Widya Sari Rudi Dalimunthe Sari, Juni Permata siregar, nurhikmah siregar, putri Siregar, Robiah Annum siregar, seri Siregar, Yenni Farida Srg, Nursakinah Sri Sartika Sari Dewi Wari Harahap, Yanna Yanna Wari Harahap Yanna Wari Harahap Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yulinda Aswan Yuni Aflah Yunizar, Aida