Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Stres dan Citra Tubuh pada Penduduk Usia 18-30 Tahun pada Masa Pandemi Covid 19 Ade Individ Makal; Marsella Dervina Amisi; Yulianty Sanggelorang
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 2 No. 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.v2i3.36458

Abstract

Background: Young adult is a population of productive age who has a very important role. During the Covid-19 pandemic, the government imposed restrictions on community activities that caused stress on young adults. This policy also leads to lack of physical exercise and irregular eating patterns, This causes weight gain and affects body image. The purpose of this study was to description the stress and body image in young adults in Bahu Village, Malalayang District, Manado City, during the Covid19 pandemic. Methods: This study is a descriptive study, carried out in February - July 2021 in Bahu Village, Malalayang District, Manado City. The sampling method used simple random sampling by taking a sample of 78 respondents. This study uses a questionnaire instrument where the assessment indicator uses the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) to measure stress, while to measure body image using the Body Shape Questionnaire-16 (BSQ-16). The data analysis method used is univariate data analysis. Results: The results showed that the stress variable showed that the young adults in Bahu Village, Malalayang District, Manado City who experienced stress as many as 52 people (66.7%), while 26 people (33.3%) did not experience stress. The results of the study of the body image variables showed that 45 people (57.7%) had a negative body image and 33 people (2.3%) had a positive body image. Conclusion: That can be conclude that the most of the young adults in Bahu Village, Malalayang District, Manado City during the Covid-19 pandemic experienced stress and had a negative body image.Based on this, respondents need to control the stress conditions experienced and for respondentswith negative body image it is necessary to respect themselves more and be grateful for theappearance they already have.
KORELASI ANTARA ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PENDUDUK LANSIA Marsella Dervina Amisi; Yulianty Sanggelorang; Asep Rahman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v3i1.384

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan representasi status gizi lansia yang dapat dipengaruhi oleh umur, aktivitas fisik serta asupan makanan. Perubahan fungsi fisiologis tubuh yang terjadi karena proses penuaan menyebabkan perubahan pada kebutuhan zat gizi diantaranya energi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi antara asupan energi dan protein dengan IMT penduduk lansia di Kelurahan Paniki Satu Kecamatan Mapanget Kota Manado. Penelitian menggunakan desain potong lintang, dengan jumlah sampel 100 lansia. Hasil penelitian menunjukan 51% lansia memilliki kelebihan berat badan tingkat berat, 29% memiliki asupan energi lebih dan 50% memiliki asupan protein >120% AKG. Terdapat korelasi yang signifikan dengan arah positif antara asupan energi (r=0,447; p=0,000) dan protein (r=0,324; p=0,001) dengan IMT lansia. Kesimpulan, Indeks massa tubuh lansia dipengaruhi oleh asupan energi dan protein.
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS MOLIBAGU KECAMATAN BOLAANG UKI abram, rani angraini; Sanggelorang, Yulianty; Kapantow, Nova H.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44608

Abstract

Stunting adalah suatu masalah gizi serius yang dihadapi balita serta belum ditangani secara memadai. Angka stunting di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata nasional dan di Sulawesi Utara khususnya pada Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tercatat sebagai daerah dengan angka stunting tertinggi. Penelitian berikut tujuannya guna mengetahui “hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting di Puskesmas Molibagu Kecamatan Bolaang Uki.” Penelitian berikut adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain observasional analitik  melalui cross-sectional study. Sebanyak 74 responden dipilih secara acak dari 201 balita yang menjadi sampel penelitian. Dalam penelitian ini, alat pengukur antropometri serta kuesioner digunakan sebagai instrumen. (73%) balita tidak memperoleh ASI eksklusif serta balita yang menderita stunting (23%). Penelitian ini menggunakan uji chi-square didapatkan hasil p = 0.004 (p < 0.05). Temuan dari penelitian berikut mengindikasikan adanya korelasi antara riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap stunting di Puskesmas Molibagu Kecamatan Bolaang Uki.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 GURU LOMBOK KALAWAT Dajoh, Thessalonika Zeffanya; Malonda, Nancy S. H; Sanggelorang, Yulianty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44649

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pesat selama masa remaja menuntut kebutuhan gizi yang optimal, namun berbagai faktor gaya hidup modern seringkali menimbulkan masalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan intensitas penggunaan media sosial dengan status gizi pada pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Guru Lombok Kalawat. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Juni hingga Agustus 2024. Sebanyak 91 siswa kelas 10 dan 11 dipilih sebagai responden menggunakan teknik systematic random sampling. Data status gizi diperoleh dari pengukuran berat dan tinggi badan (IMT/U), aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) Long Form, dan intensitas penggunaan media sosial menggunakan kuesioner Social Networking Time Use Scale (SONTUS). Analisis data untuk menguji hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,001), di mana tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi berkaitan dengan status gizi yang lebih baik. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan status gizi (p=0,319) pada populasi studi ini. Kesimpulannya, aktivitas fisik merupakan faktor penting yang berhubungan dengan status gizi pelajar di SMAN 1 Guru Lombok Kalawat, sementara intensitas penggunaan media sosial saja tidak menunjukkan korelasi langsung, yang mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai peran kompleks media sosial dan faktor lainnya.
Pengetahuan Gizi dan Pola Makan pada SIswa SMA di Kabupaten Morowali Utara Tamehi, Vera Grisela; Malonda, Nancy S. H.; Sanggelorang, Yulianty
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i1.13028

Abstract

Pentingnya pengetahuan gizi seimbang terhadap pola makan seseorang didasari oleh fakta bahwa ilmu gizi seimbang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat untuk bisa memahami penggunaan makanan yang baik dengan tujuan memperbaiki nutrisi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan pola makan berdasarkan jenis, frekuensi dan jumlah makanan peserta didik di SMAN 1 Lembo Kecamatan Lembo Kabupaten Morowali Utara. Metode penelitian yang dipakai adalah survei analitik dan studi cross sectional yang dilakukan di bulan Mei-November 2021. Populasi adalah seluruh peserta didik putri kelas XI yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 88 orang. Instrumen yang dipakai yaitu kuesioner Semi-FFQ dan kuesioner pengetahuan gizi seimbang. Analisis data memakai uji Chi Square (α = 0,05). Hasil penelitian memperlihatkan nilai p-value = 0,702; p-value = 0,552; dan p-value = 0,684. Hasil penelitian menyimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan pola makan berdasarkan jenis makanan, tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan pola makan berdasarkan frekuensi makanan, serta tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan pola makan berdasarkan jumlah makanan.Kata kunci: pengetahuan gizi seimbang, pola makan 
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU TERKAIT PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN ANAK Kapantow, Nova; Sanggelorang, Yulianty; Rumayar, Adisti Aldegonda
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i1.644

Abstract

Asupan makanan yang tidak adekuat merupakan salah satu penyebab malnutrisi pada anak. Sehingga menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan makanan yang tepat dan sesuai untuk tumbuh kembang yang optimal. Pemberian makanan yang sesuai untuk bayi dan anak (PMBA) sejak lahir hingga usia dua tahun merupakan langkah awal yang krusial dalam upaya mencapai tujuan tersebut. Untuk mendukung upaya tersebut, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan tujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu terkait praktik PMBA yang tepat dan sesuai. Melalui metode penyuluhan langsung dan tutorial serta diskusi evaluatif, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kemampuan kader Posyandu dalam PMBA yang optimal. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk keberhasilan upaya kesehatan, termasuk dalam implementasi praktik PMBA yang tepat. Dengan demikian, kegiatan semacam ini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya preventif berbagai masalah gizi Inadequate food intake is one of the leading causes of malnutrition in children. Hence, it is crucial to ensure that children receive appropriate and sufficient nutrition for optimal growth and development. The provision of proper infant and young child feeding (IYCF) from birth to two years of age is a critical initial step in achieving this goal. To support these efforts, this Community Partnership Program (CPP) was designed with the aim of enhancing the capacity of Posyandu cadres in practicing appropriate and adequate IYCF. Through direct counseling methods, tutorials, and evaluative discussions, this CPP activity successfully improved the ability of Posyandu cadres in optimal IYCF practices. Support from various stakeholders is essential for the success of health initiatives, including the implementation of appropriate IYCF practices. Therefore, activities like this can be seen as a strategic step in preventing various nutritional problems.
OPTIMALISASI PERAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI KESEHATAN DAN PENGKAJIAN STATUS GIZI Sanggelorang, Yulianty; Sebayang, F. Ari Anggraini; Rumayar, Adisti; Masengi, Angelina Stevany Regina
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.668

Abstract

Stunting, a manifestation of chronic malnutrition, affects cognitive abilities, academic performance, physical health, and economic potential. The persistence of stunting cases in North Sulawesi, particularly in North Minahasa Regency, becomes a significant issue that requires urgent attention. Health education for adolescents has been proven as an effective intervention in preventing various nutritional problems, including stunting. This Community Partnership Program (CPP) was conducted through health education and anthropometric measurements at SMP Advent Wineru and MTs Biharul Ulum, involving students from these two schools. The CPP activities comprised four stages: preparation, pre-test, health education and anthropometric measurement, and post-test. The education sessions covered basic concepts of stunting, related factors, and the role of adolescents in stunting prevention. Meanwhile, the anthropometric measurements, including weight and height, were conducted to determine nutritional status using the BMI-for-age index. A total of 57 students participated in the program. The results indicated a significant difference of students’ knowledge about stunting, before and after the health education (p-value < 0.05). The anthropometric measurements revealed that 73.7% of the students had normal nutritional status, although issues of undernutrition and overnutrition were still present. This PKM successfully enhanced adolescents' knowledge about stunting and specifically identified nutritional problems within the student population at both locations. Sustainable education and interventions are necessary to improve adolescent health and prevent stunting in the future. Stunting, manifestasi dari kekurangan gizi kronis, berdampak pada kemampuan kognitif, prestasi belajar, kesehatan fisik, dan ekonomi. Masih ditemukannya anak stunting di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Utara, menjadi permasalahan yang perlu untuk ditanggulangi. Edukasi kesehatan pada remaja menjadi salah satu intervensi yang terbukti efektif dalam dalam pencegahan berbagai masalah gizi, termasuk stunting Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilakukan melalui edukasi kesehatan dan pengukuran antropometri di SMP Advent Wineru dan MTs Biharul Ulum dengan peserta siswa dari kedua sekolah ini. Kegiatan PKM terdiri dari empat tahap: persiapan, pre-test, edukasi kesehatan dan pengukuran antropometri, serta post-test. Penyuluhan meliputi konsep dasar stunting, faktor terkait, dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pengukuran antropometri, berat dan tinggi badan, dilakukan untuk menentukan status gizi menggunakan indeks IMT/U. Sebanyak 57 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa tentang stunting pada saat sebelum dan setelah edukasi kesehatan (p-value < 0.05). Pengukuran antropometri menunjukkan bahwa 73.7% siswa memiliki status gizi normal, namun masih terdapat masalah gizi kurang dan lebih. PKM ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan mengidentifikasi secara spesifik masalah gizi pada populasi siswa di kedua lokasi kegiatan. Edukasi berkelanjutan dan intervensi diperlukan untuk meningkatkan kesehatan remaja dan mencegah stunting di masa depan
HUBUNGAN RIWAYAT IMUNISASI DASAR DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBOKEN Oktavia, Anggriani; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48051

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi isu krusial dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia, sekaligus mencerminkan tingkat kesejahteraan suatu bangsa. Salah satu aspek yang berperan dalam menentukan status gizi balita adalah riwayat pemberian imunisasi dasar. Ketidaktuntasan dalam pemberian imunisasi dapat meningkatkan risiko anak terserang penyakit infeksi seperti campak, tuberkulosis, dan difteri, yang berpotensi mengganggu proses penyerapan nutrisi dan menghambat pertumbuhan anak secara optimal. Oleh sebab itu, tercapainya cakupan imunisasi dasar yang memadai dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan gangguan gizi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara status imunisasi dasar dengan kondisi gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Remboken. Studi ini yakni kuantitatif mempergunakan desain penelitian observasional analitik menerapkan cross-sectional study. Populasi di studi ini ialah balita 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Remboken, banyaknya sampel yakni 91 balita yang dipilih melalui teknik berupa probability sampling melalui metode sampel acak sederhana. Instrumen yang dipergunakan pada studi ini berupa kuesioner, pengukuran antropometri, serta data dari buku KIA. Analisis data di studi ini mempergunakan uji statistik chi square. Hasil studi memperlihatkan bahwasannya ada korelasi signifikan antara riwayat imunisasi dasar dan status gizi sesuai indeks BB/U (p = 0,039) serta PB/U atau TB/U (p = 0,012). Temuan dari penelitian ini mengindikasi terdapat hubungan antara riwayat imunisasi dasar dengan status gizi balita, berdasarkan indeks BB/U dan PB/U atau TB/U.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBOKEN Larobu, Eunike Sherenia; Malonda, Nancy Swanida Henriette; Sanggelorang, Yulianty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48145

Abstract

Balita ialah kelompok usia yang rawan gizi, dikarenakan dalam pertumbuhan perkembangan kelompok ini membutuhkan lebih banyak zat gizi, sehingga jika asupan zat gizi kurang maka bisa berisiko mengalami gangguan gizi. Salah satu penyebab timbulnya gangguan gizi yaitu asupan makanan yang diberikan dalam hal ini tak sesuainya pemberian MP-ASI dengan usia beserta kebutuhan bayi yang bisa berdampak pada status gizi balita. Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengetahui adanya hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Remboken. Sifat penelitian ini yakni observasional analitik disertai desain penelitian studi potong lintang (cross sectional study). Populasi penelitiannya mencakup 560 balita umur 12-59 bulan dengan total sampel 91 balita, dengan teknik pengambilan sampel berupa probability sampling melalui metodologi simple random sampling. Instrumen penelitiannya mencakup kuesioner Child Feeding Questionaire(CFQ) beserta pengukuran antropometri. Data penelitian dianalisis melalui uji statistik chi square. Hasil dari penelitian ini yaitu status gizi menurut indeks BB/U berkorelasi dengan pemberian MP-ASI disertai nilai p value = 0,000, dan menurut indeks PB/U atau TB/U dengan nilai p value = 0,000. Namun, status gizi menurut indeks BB/PB atau BB/TB tak berkorelasi dengan pemberian MP-ASI disertai nilai p value = 0,169.
Hubungan antara pola asuh dengan status gizi pada balita Payuk, Aprilyana Tandi; Sanggelorang, Yulianty; Punuh, Maureen Irinne
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1193

Abstract

Background: Nutritional problems remain a crucial public health challenge in Indonesia, including in the working area of Remboken Public Health Center, Minahasa Regency. Parenting practices, particularly feeding behavior and child care, are known to influence the nutritional status of toddlers. Purpose: To analyze the relationship between parenting patterns and the nutritional status of toddlers. Method: A cross-sectional study was conducted involving 91 toddlers selected through simple random sampling. Data were collected using a structured questionnaire to assess feeding and caregiving practices, and anthropometric measurements were performed to determine nutritional status based on z-scores: weight-for-age (W/A), height-for-age (H/A), and weight-for-height (W/H). Data were analyzed using Fisher's Exact Test and Chi-square test. Results: There was a significant relationship between feeding practices and nutritional status based on W/A (p = 0.044) and H/A (p = 0.000), but no significant relationship with W/H (p = 1.000). Similarly, caregiving practices were significantly associated with W/A (p = 0.030) and H/A (p = 0.000), but not with W/H (p = 0.092). Conclusion: The results highlight the importance of improving feeding and caregiving practices to enhance children's nutritional status, particularly in addressing underweight and stunting among toddlers. Suggestion: Parents, especially mothers, need to adopt more responsive feeding and caregiving practices. Meanwhile, public health centers are expected to enhance education and provide support to families at risk of stunting, focusing on nutrition, hygiene, immunization, and psychosocial support.   Keywords: Feeding Practices; Parenting Patterns; Toddler Nutritional Status   Pendahuluan: Masalah gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang krusial di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Remboken, Kabupaten Minahasa. Praktik pengasuhan, khususnya perilaku pemberian makan dan pengasuhan, diketahui memengaruhi status gizi balita. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan status gizi balita. Metode: Studi cross-sectional yang melibatkan 91 balita yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai praktik pemberian makan dan praktik merawat balita, juga dilakukan pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan z-score berat badan menurut usia (BB/U), z-score tinggi badan menurut usia (TB/U), dan z-score berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Fisher-exact dan uji Chi-kuadrat. Hasil: Menunjukkan hubungan yang signifikan antara praktik pemberian makan dan status gizi berdasarkan BB/U (p value = 0.044) dan TB/U atau PB/U (p value = 0.000), tetapi tidak ada hubungan yang signifikan dengan BB/TB atau BB/PB (p value = 1.000). Demikian pula, praktik merawat anak secara signifikan berhubungan dengan BB/U (p value = 0,030) dan TB/U atau PB/U (p value = 0.000), tetapi tidak dengan BB/TB atau BB/PB (p value = 0.092). Simpulan: Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan praktik pemberian makan dan merawat anak untuk meningkatkan status gizi, terutama dalam mengurangi masalah underweight dan stunting pada balita. Saran: Orang tua, terutama ibu, perlu meningkatkan praktik pemberian makan responsif dan perawatan untuk balita, sementara pusat kesehatan masyarakat diharapkan meningkatkan pendidikan dan memberikan dukungan bagi keluarga yang berisiko stunting dengan fokus pada nutrisi, kebersihan, imunisasi, dan dukungan psikososial.   Kata Kunci: Pola Asuh; Praktik Pemberian Makan; Status Gizi Balita.
Co-Authors abram, rani angraini Adam, Hilman Ade Individ Makal Adha, Tri Y. Adinda Waloni Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar Amisi, Marsella D. Amisi, Marsella Dervina Ampow, Miracle Eukharistia Angelina Stevany Regina Masengi Anggela, Jelsy Arbie, Astrid Razkia Asep Rahman Astriani Bawoleng Astried Carolina Mathindas Avelina da Gomez B H. R. Kairupan Basri, Muh. Hasan Boseren, Agustinus Christa Bidara Corputty, Stevanny da Gomez, Avelina Maria Rosari Dajoh, Thessalonika Zeffanya Daniel Febrian Sengkey Daslety, Vindhy Diana Christin Dina Mariana Dingse Pandiangan Dingse Pandiangan Pandiangan Edward Nangoy, Edward Enji Virginia Tampi Ester Candrawati Musa Ester Musa Eva Mariane Mantjoro1 F Ari Anggraini Sebayang Fatimawali . Florianus Hans Matheus Mawo Gerungan, Anastasia Emmy Grace Yurico Bawole Herlyanti Yuliana Anggraeny Bawole Hullah, Muhammad Rosyad Jelsy Anggela Jimmy Posangi Jootje Umboh Kairupan, Tara S. Kaisar Rompas Kalangi, Billy Johns Kapantow, Marlin Grace Kapantow, Nova Hellen Katanga, Sefanya Kawatu, Paul A T Kawatu, Paul A.T Kawengian, Shirley ES. Kewo, Dhea Virjinia Lafita Gobel Larobu, Eunike Sherenia Lenette, Novranka Leviane Jacklin Lotulung Liando, Lestari E. Liu, Resi Moren Makanoneng, Gwyneth Gwendellyn Malonda, Nancy S H Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Malonda, Nancy Swanida Malonda, Nancy Swanida Henriette Mamahit, Juliet Merry Eva Mambo, Christi Diana Manampiring, Aaltje E Manangkot, Regina Hanna Mandagi, Chreisye K. F. Mandanusa, Mita Prasetia Marcella Manoppo Marsela Dervina Amisi Marsella .D. Amisi Marsella D Amisi Marsella D. Amisi Marsella Dervina Amisi Marsella Dervina Amisi Marthen Theogives Lasut, Marthen Theogives Matali, Linda Agnes Maulydia, Nur B. Maureen I. Punuh, Maureen I. Maureen Punuh Mawitjere, Mikha C.L Maya Lumenta Maya, Anugrah Mercy Taroreh Mita Videa Cantika Maengkom Molenaar, Emmanuela Ranita Musa, Ester Candrawati Nancy Malonda Nancy S H Malonda Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nancy Swanida Hendriette Malonda1 Nancy Swanida Henriette Malonda Nova Hellen Kapantow Novita, Vidya Nurdjannah J. Niode Oktavia, Anggriani Ondang , Tesalonika Pasongka, Dian Pratiwi Payuk, Aprilyana Tandi Pertiwi, Junita Maja Pondagitan, Alpinia Shinta Punuh, Maureen Irinne Rambing, Rosalina Rolany Rawung, Rivaldo J.H. Regar, Sweetie Avril Regina Manangkot Ribka F. Wowor Rori, Aprillia Claudia Rorintulus, Shergina Junika Rotty, Linda WA. Rumayar, Adisti Rumayar, Adisti A Rumayar, Adisti Aldegonda Sandala, Thania C. Sefanya Katanga Selvi Selvi Sulaemana Engkeng Sulaemana Engkeng, Sulaemana Tamalumu, Aprilia Tambuwun, Brevina Ostofin Tamehi, Vera Grisela Timpal, Bill Farel Trina E. Tallei, Trina E. Tukuboya, Vinasula T. Valenia Kereh Veibi Ester Politon Warouw, Finny Wongkar, Christy Geiby Woodford Baren Solaiman Joseph Wowiling, Majesty Wungouw, Herlina IS.