Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika Surio Arrang Bua; Yacob Ruru; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Paula Nancy Lefaan; Muhammad Akbar Nurdin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61436

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil dan dapat menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISK pada ibu hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya, Kabupaten Mimika. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 506 responden yang terdiri dari 155 kasus dan 351 kontrol. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square, Odds Ratio (OR), 95% Confidence Interval (95%CI), serta regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu (p=0,265; OR=1,327; 95%CI=0,846–2,083) dan usia kehamilan (p=0,229; OR=1,306; 95%CI=0,875–1,951) tidak berhubungan dengan kejadian ISK. Sebaliknya, paritas (p<0,001; OR=0,431; 95%CI=0,292–0,637), status anemia (p=0,010; OR=2,078; 95%CI=1,219–3,544), dan riwayat ISK sebelumnya (p<0,001; OR=6,345; 95%CI=3,820–10,537) berhubungan signifikan dengan kejadian ISK. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat ISK sebelumnya merupakan faktor paling dominan (OR=6,867; 95%CI=4,050–11,643; p<0,001). Disimpulkan bahwa paritas, status anemia, dan riwayat ISK sebelumnya berhubungan dengan kejadian ISK pada ibu hamil.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SORENDIWERI KABUPATEN SUPIORI Ida Merry Rumanasen; Novita Mediati; Sarce Makaba; Muhammad Akbar Nurdin
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.14379

Abstract

Malaria remains a major public health problem in endemic areas, including Supiori Regency, Papua, with pregnant women representing a vulnerable population due to the increased risk of infection and pregnancy-related complications. This study aimed to analyze the association between behavioral factors, including knowledge level, use of insecticide-treated bed nets, nighttime outdoor activities, and mosquito repellent use, and malaria incidence among pregnant women in the working area of Sorendiweri Community Health Center, Supiori Regency. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 43 pregnant women (n = 43) selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a 95% confidence level. The strength of association was expressed as the Prevalence Ratio (PR). The results showed that knowledge level (p = 0.971), use of insecticide-treated bed nets (p = 0.665), nighttime outdoor activities (p = 0.343), and mosquito repellent use (p = 0.193) were not significantly associated with malaria incidence among pregnant women. However, nighttime outdoor activities demonstrated a higher tendency of risk (PR = 2.400). It can be concluded that malaria incidence among pregnant women in endemic areas is likely to be more strongly influenced by environmental conditions and vector density than by individual behavioral factors. Therefore, integrated health promotion, vector control, and consistent use of insecticide-treated bed nets should continue to be strengthened. ABSTRAK Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis, termasuk Kabupaten Supiori, Papua, dengan ibu hamil sebagai kelompok yang rentan mengalami komplikasi akibat infeksi malaria. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor perilaku, meliputi tingkat pengetahuan, penggunaan kelambu berinsektisida, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, dan penggunaan obat nyamuk, dengan kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sorendiweri Kabupaten Supiori. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 ibu hamil (n = 43) yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%, dengan kekuatan hubungan dinyatakan sebagai Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (p = 0,971), penggunaan kelambu berinsektisida (p = 0,665), kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p = 0,343), dan penggunaan obat nyamuk (p = 0,193) tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Meskipun demikian, kebiasaan keluar rumah pada malam hari menunjukkan kecenderungan risiko yang lebih tinggi (PR = 2,400). Disimpulkan bahwa kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah endemis kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kepadatan vektor dibandingkan faktor perilaku individu. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, pengendalian vektor, serta peningkatan penggunaan kelambu berinsektisida secara konsisten tetap perlu diperkuat.
Determinan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Elly Uyo Kota Jayapura Irma Sari Ayu Br. Sipahutar; Muhammad Akbar Nurdin; Wahyuti; Hasmi; Rosmin Mariati Tingginehe; Martapina Anggai
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan intervensi esensial dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Elly Uyo Kota Jayapura masih tergolong rendah, yaitu sebesar 13,73%. Kondisi ini menunjukkan adanya faktor determinan yang memengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6–12 bulan serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan data sekunder program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Sampel sebanyak 186 dari 314 populasi dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,1% ibu tidak memberikan ASI eksklusif, sedangkan yang memberikan ASI eksklusif sebesar 34,9%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,001; OR=3,457), paritas (p=0,000; OR=4,993), dan status perkawinan (p=0,026; OR=3,850) dengan pemberian ASI eksklusif. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara umur (p=0,489; OR=0,804), pekerjaan (p=0,128; OR=1,672), dan suku (p=0,720; OR=1,119) dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang paling dominan memengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah pendidikan ibu.
Analisis Spasial Epidemiologi dan EntomologiLingkungan terhadap Pola Penyebaran Malaria di Wilayah FokusEliminasi Kabupaten Supiori REGINA RUMBIAK; Hasmi Hasmi; Agus Zainuri; Dolfinus Yufu Bouway; Arius Togodly; Muhammad Akbar Nurdin
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis Papua, termasuk Kabupaten Supiori sebagai wilayah eliminasi berbasis fokus. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola penyebaran malaria berdasarkan distribusi kasus, jenis Plasmodium, tren kasus, habitat perkembangbiakan, dan kepadatan vektor. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan epidemiologi-entomologi lingkungan. Data sekunder diperoleh dari laporan e-SISMAL tahun 2025, sedangkan data primer dikumpulkan melalui observasi habitat jentik dan penangkapan nyamuk di Syurdori dan Waryesi pada April–Mei 2026. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, grafik tren, indeks habitat jentik, dan kepadatan relatif vektor. Hasil penelitian menunjukkan 663 kasus malaria tahun 2025, lebih banyak pada laki-laki sebanyak 426 kasus (64,25%). Spesies Plasmodium didominasi Plasmodium vivax sebanyak 515 kasus, sedangkan Plasmodium falciparum sebanyak 148 kasus. Kasus tertinggi terdapat di Kepulauan Aruri sebanyak 254 kasus (38,31%) dan Supiori Timur sebanyak 243 kasus (36,65%). Pada Distrik Supiori Timur, kasus tertinggi ditemukan di Syurdori sebanyak 59 kasus dan Waryesi sebanyak 57 kasus. Tren Januari–Mei 2026 menunjukkan variasi kasus bulanan. Observasi lapangan menemukan habitat lagun, genangan, kali, sungai, dan mata air, dengan indeks habitat jentik 75 di Waryesi dan 60 di Syurdori. Identifikasi vektor menemukan 130 ekor Anopheles, didominasi Anopheles farauti sebanyak 88 ekor (67,69%), outdoor. Penelitian ini menyimpulkan penyebaran malaria tidak merata dan terkonsentrasi pada wilayah dengan kasus tinggi, habitat jentik aktif, serta dominasi vektor outdoor. Temuan ini berkontribusi sebagai dasar pemetaan wilayah fokus, penguatan surveilans, dan prioritas intervensi eliminasi malaria berbasis lingkungan
Co-Authors A. Arsunan Arsin Adimuntja, Natalia Paskawati Afdal Kasimur Afelya, Titi Iswanti Agung Sutiono Pontoh Agus Zainur Agus Zainuri Agus Zainuri Alfisanatin Almung, Winsi Andi Arsunan Arsin Andi Syaiful Andimuntja, Natalia Paskawati Arif Anwar Arinda, Yosi Duwita Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Asmawati Asmawati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Bouway, Dolfinus Y. Christin Debora Nabuasa Citra Kumala Dewi Dolfinus Bouway Dolfinus Y Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dyvano Mars Rezki Bangalino Elpira Asmin Fransina Alfonsina Izaac Haposan Simatupang Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Helen Try Juniasti Helen Try Juniasti Hursepuny, Ivanachela Ida Merry Rumanasen Inriyanti Assa Ipa Sari Kardi Irma Sari Ayu Br. Sipahutar Junalia Muhammad Kartika Sri Dewi Batubara Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Konstantina Martina Pariaribo Konstantina Pariaribo Korwa, Steny Persilla Geetruida Linda Margared Antaribaba Linda Margared Antaribaba Lisda Oktavia Madu Pamangin Luh Pitriyanti Maidin, Wahyuti Malik Malik Mamoribo, Sherly Novita Margaretha Falentine Rumlaklak Maria Papuana Natalia Mayabubun Marlessy Christina Taa Martapina Anggai Martapina Anggai Maturbongs, Margaretha Rosari Melvy Lisandra Rego Mesri Kartika Mina Blandina Ayomi Mohamad Emin Refideso Mona Safitri Fatiah Muhammad I Made Annafi Arianto Nabuasa, Christin Debora Nasruddin Nasruddin Netty Tengko Allo Rerung Novita Mediati Novita Mediati Novita Medyati Novita Medyati Novita Medyati Nurmalisa Gita Savitri Orpa Mayung Allo Pariaribo, Konstantina M. Pariaribo, Konstantina Marthina Paula Nancy Lefaan Rahmadona Rahmadona Rantetoding, Septevanus Rasmawati Rasmawati REGINA RUMBIAK Riani Parende Ridwan Mochtar Thaha Ririn Andriani Ibrahim Ristina Rosauli Harianja Rosmin M Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin Mariati Tingginehe Rosmin Tingginehe Samuel Piter Irab Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Semuel Piter Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Steny Persilla Geetruida Korwa Sude, Ellen Vinardya Sulistiyana Sulistiyana Surio Arrang Bua Togodly, Arius Tuturop, Katarina L. Violita, Fajrin Vonny Mais Numberi Wahyuti Wahyuti Wahyuti Wahyuti, Wahyuti Wilda Wijayani Pamangin Wilma Florencia Woapari, Beery I. S Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yane Tambing Yufuai, Agustina Regina Yulius Sarungu Yulius Sarungu Paiting Zul Fikar Ahmad