Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KENAIKAN TEMPERATUR AIR PENDINGIN PADA MESIN INDUK KAPAL CB. KCT 4001 Noya, Andre Viandro; Hamir, Ahmad; Yulianingsih, Lilik; Nalle, Carles Yerid Absalom; Sumarta, Ryan Puby
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.213

Abstract

Kenaikan temperatur air pendingin pada mesin induk kapal merupakan indikasi gangguan sistem pendingin yang dapat menyebabkan overheating dan menurunkan kinerja mesin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab peningkatan temperatur air pendingin pada kapal CB. KCT 4001 serta langkah penanganan yang tepat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi komponen sistem pendingin—termasuk strainer, pompa air laut, impeller, heat exchanger, dan kualitas coolant—serta wawancara dengan masinis dan kru kamar mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyumbatan strainer, keausan impeller, endapan pada heat exchanger, serta penurunan kualitas coolant merupakan penyebab utama naiknya temperatur air pendingin. Ketidakteraturan perawatan berkala semakin memperburuk kondisi sistem. Diperlukan pembersihan rutin strainer dan cooler, perawatan impeller, penggantian coolant berkala, serta peningkatan koordinasi kru dalam merespons alarm temperatur untuk menjaga stabilitas sistem pendingin dan mencegah overheating.
A Comparative Analysis of Vocabulary Enrichment Goals in Mechanical Engineering and English Education Programs Agus Budiarte; Ni Putu Ines Marylena; Putu Wiraningsih; Ryan Puby Sumarta
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v5i3.6415

Abstract

This study explores the distinction in vocabulary enrichment goals between Mechanical Engineering students and English Education students, using Gardner's socio-educational model, which differentiates between instrumental and integrative motivation. Descriptive quantitative design data were collected by using a 24-item questionnaire among 15 Mechanical Engineering students from Politeknik Pelayaran Sorong and 15 English Education students from UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, through purposive sampling. The findings indicate that Mechanical Engineering students have highly emphasized instrumental motivation in learning vocabulary; it is a useful tool for understanding technical texts, equipment operation, and preparation for industry-related communication. On the other hand, English Education students have higher integrative motivation since, for them, learning vocabulary contributes to the development of better communicative competence, cultural understanding, and professional identity as future educators. These results are consistent with Gardner's (1985) theory, which is further supported by disciplinary literacy perspectives indicating that different fields involve different literacy demands, which become determinants of the learners' interests in vocabulary enrichment. It concludes that academic context and career expectations are strong determinants of learners' goals in vocabulary learning, emphasizing differentiated vocabulary instruction. For this reason, ESP-centered vocabulary teaching will be relevant to the technical students, while the English Education students need to be taught vocabulary in a more communicative way and culturally enriched.
PENYULUHAN PERAWATAN MESIN TEMPEL PERAHU PENYEBERANGAN BAGI PELAKU UTAMA TRANSPORTASI LAUT DI PULAU DUM Ryan Puby Sumarta; Andreas Pujianto; Bagas Prakoso; Carles Yerid Absalom Nalle; Ahmad Hamir; Siswanto Siswanto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3998-4008

Abstract

Transportasi laut perahu bermotor “taksi laut” merupakan sarana penyeberangan utama baik orang maupun barang dari Pulau Dum ke Sorong atau sebaliknya. Kesadaran akan perawatan mesin penggerak perahu dari pelaku utama pengelola taksi laut adalah salah satu hal krusial dalam pelayaran.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan kepada pemilik, kondektur, maupun motoris taksi laut terkait perawatan mesin tempel yang baik dan benar guna mencegah terjadinya kerusakan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan persiapan acara kegiatan, pemberian materi penyuluhan, serta evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test. Survei dan koordinasi dengan mitra dilakukan untuk mempersiapkan tempat dan waktu pelaksanaan, peserta, materi, maupun pemateri. Pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah maupun tanya jawab tentang materi konfigurasi dan perawatan mesin tempel. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 88 orang. Evaluasi pre-test maupun post-test menggunakan sampel sebanyak 22 orang. Analisa data menggunakan uji t-paired untuk membandingkan hasil rata-rata evaluasi yang dilakukan. Hasil rata-rata nilai evaluasi pre-test dan post-test memiliki perbedaan signifikan dari uji t-paired. Kenaikan nilai rata-rata post-test sebesar 26,82 daripada pre-test menunjukkan bahwa peserta memahami materi yang diberikan oleh pemateri.
OPTIMALISASI PELAYANAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI JASA EMKL DI PT. SARANA BHAKTI TIMUR CABANG SORONG La Ode Aliyasin; Muhammad Idris; Oktovianus Cristian Karubaba; Gigieh Cahya Permady; Ryan Puby Sumarta
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.240

Abstract

Transportasi laut memiliki peranan penting dalam mendukung distribusi barang antar wilayah di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan jasa ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) berperan dalam pengurusan dokumen, pengangkutan, dan distribusi barang kepada penerima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengangkutan barang melalui jasa EMKL di PT. JPT Sarana Bhakti Timur Cabang Sorong, kendala yang terjadi selama proses pengiriman, serta upaya optimalisasi pelayanan pengangkutan barang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik darat (prada). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengangkutan barang meliputi pengumpulan muatan, booking space, pengurusan dokumen, stuffing, dan distribusi barang ke pelabuhan tujuan. Kendala utama yang ditemukan meliputi kerusakan barang saat bongkar muat, kesalahan penginputan data yang menyebabkan kekurangan barang, serta keterlambatan pengiriman akibat kurang optimalnya koordinasi operasional. Upaya yang dilakukan perusahaan yaitu meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperbaiki sistem verifikasi data barang, menerapkan mitigasi risiko, memanfaatkan aplikasi Niaga Logistics untuk pemantauan pengiriman, serta meningkatkan komunikasi dengan pelanggan. Dengan upaya tersebut, proses pengangkutan barang diharapkan dapat berjalan lebih aman, cepat, efektif, dan efisien sehingga kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat meningkat.
PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA TKBM PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN MANOKWARI Nisa Ramadani; Oktovianus Cristian Karubaba; Lilik Yulianingsih; Muhammad Idris; Ryan Puby Sumarta
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.242

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan merupakan aktivitas yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja tinggi karena melibatkan penggunaan alat berat, pengangkatan barang, dan lingkungan kerja yang padat aktivitas. Oleh karena itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan menunjang kelancaran operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab belum optimalnya penerapan keselamatan kerja serta upaya peningkatan keselamatan kerja pada kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik darat (prada) di Pelabuhan Manokwari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keselamatan kerja bagi TKBM masih belum optimal. Hal tersebut ditunjukkan oleh masih adanya tenaga kerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, rendahnya kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja, kurangnya pengawasan, serta keterbatasan fasilitas dan alat keselamatan kerja. Selain itu, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan keselamatan kerja yang belum rutin turut memengaruhi rendahnya disiplin tenaga kerja dalam menerapkan prosedur K3. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja meliputi peningkatan pengawasan penggunaan APD, penyediaan alat keselamatan kerja yang memadai, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan K3 secara rutin, serta peningkatan kesadaran dan disiplin tenaga kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Dengan penerapan keselamatan kerja yang baik, diharapkan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir sehingga kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari dapat berjalan dengan aman, efektif, dan efisien.
Community Service: Role Play Maritime English Training for Ampari Maritime Vocational School Students in Sorong Yuniar Ayu Hafita; Ryan Puby Sumarta
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): 2026 May Edition
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.v5i1.10604

Abstract

Maritime English is an essential competency for students in maritime vocational schools to prepare for global workforce challenges. However, students of Ampari Maritime Vocational School still faced difficulties in mastering technical terminology and practical communication skills required in maritime contexts. To address this issue, a community service program was conducted in the form of Maritime English training using the role play technique, which emphasized practical simulations of real-life situations such as emergency communication, work orders, weather reports, and radio conversations. The program involved 38 students from the Nautical and Engineering departments and was carried out through three stages: pretest, role-play training, and posttest. The results indicated a significant improvement in students’ communication skills, particularly in pronunciation, expression, intonation, and communicative attitude, with an average increase of 36.3%. Beyond linguistic gains, the program also enhanced students’ active participation, self-confidence, and readiness to engage in professional maritime communication. This community service activity demonstrates that role play is an effective contextual learning method for maritime vocational schools and has the potential to be replicated in other maritime education institutions.
Co-Authors Adeli, Usman Adiputra, I Komang Hedi Pramana Ag. Bambang Setiyadi Agus Budiarte Agus Budiarte Ahmad Hamir Aliong Silalahi Anjas Irmansyah Azizah, Wafiq Baehaqi Bagas Prakoso Bagas Prakoso Bambang Setiyadi Batubara, Fikri Ardiansyah Budi Riyanto Budi Riyanto Budiarte, Agus Bumbungan, Julio Levinsky Dita Amelia Putri, Dita Amelia Dodik Widarbowo Dwi Haryanto Endang - Gunaisah Fadel Muhammad Fajar Gumelar Filemon Filemon Filemon Filemon Firdani, Arief Nashrul Flora Flora Flora Nainggolan Hafita, Yuniar Ayu Hamdani, Mukhlas Hamir S, Ahmad Hamir, Ahmad Hasanudin Hasanudin Hasanudin I Komang Hedi Pramana Adiputra I Komang Hedi Pramana Adiputra I Made Mariasa Ikbal, Iqdam Mukaddim Inang, Inang Kariadi, Mustasyfa Thabib Khadafi, Akbar Kukuh Bayu Aji La Ode Aliyasin Lilik Yulianingsih Malatunduh, Injilia Kristina Nansi Manuputty, Roberto Piere Marpaung, Don Bosco Maturbongs, Deril Cornelis Meti Kendek Milanda, Dimas Yosep Mohamad Adam Irfandi Hidayatullah Muh. Kasim Muhammad Fahrul Muhammad Idris Muhammad Idris NALLE, CARLES Y.A. Nazilul Hamidi Ni Putu Ines Marylena Nisa Ramadani Noya, Andre Viandro Nugraha, Bugi Nurmala, Eka NURWAHIDAH NURWAHIDAH Oktovianus Cristian Karubaba Permady, Gigieh Cahya Pramana Adiputra , Komang Hedi Pujianto, Andreas Putu Wiraningsih Ratu, Widel Jeris Ridha, Zulfan Muhamad Rifaldi, Aldi Riki Irawan, Riki Rusli Saleh, Sahar Sepri Siswahyudianto Siswanto Siswanto Sri Wahyuni Firman Sulistiono, Agus Suroyo Suroyo Suruwaky, Amir M. Utami, Helidatasa Widarbowo, Dodik Yudhiyono Zainudin Zainudin Zohri Hamdani, Zohri Zulfan Muhammad Ridha