Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Aktivitas Peredaman Radikal Bebas DPPH Ekstrak dan Fraksi Daun Knema pallens W.J.deWilde Hifdzur Rashif Rija'i; La Ode Rijai; Arman Rusman
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1043

Abstract

Knema pallens W.J.deWilde, yang secara lokal dikenal dengan nama Penggugut, merupakan tumbuhan endemik Kalimantan yang termasuk ke dalam famili Myristicaceae. Spesies ini umumnya ditemukan di ekosistem hutan dataran rendah, wilayah berpasir, serta kawasan hutan bakau. Meskipun memiliki potensi hayati yang khas, kajian ilmiah mengenai aktivitas bioaktif dari spesies ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase rendemen, profil fitokimia, serta aktivitas peredaman radikal bebas secara kuantitatif dari ekstrak dan fraksi daun Knema pallens. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol, dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Uji aktivitas antiradikal dilakukan dengan metode peredaman radikal DPPH (2,2-difenil-2-pikrilhidrazil) yang dinyatakan dalam nilai Inhibitory Concentration 50% (IC₅₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh dari fraksi n-heksana sebesar 28,9%, diikuti oleh fraksi n-butanol (9,8%), ekstrak metanol (8,04%), dan fraksi etil asetat (7,83%). Skrining fitokimia mengindikasikan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, serta steroid/triterpenoid dalam ekstrak dan fraksi yang diuji. Hasil uji aktivitas antiradikal menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 50,426 ppm (ekstrak metanol), 80,863 ppm (fraksi n-heksana), dan 40,981 ppm (fraksi etil asetat). Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas peredaman radikal paling kuat dengan nilai IC₅₀ terkecil. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun Knema pallens memiliki potensi antiradikal yang tergolong kuat hingga sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa daun Knema pallens berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber agen antioksidan alami yang prospektif dalam bidang farmasi dan kesehatan.
AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA INFUSA DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) PADA MODEL MENCIT HIPERURISEMIA TERINDUKSI KALIUM OKSONAT Erwin Samsul; Muhammad Romi Adipasa Pratama; Baso Didik Hikmawan; Herman Herman; Junaidin Junaidin; Lizma Febrina; Arsyik Ibrahim; Rolan Rusli; Hifdzur Rashif Rijai; Islamudin Ahmad; Arman Rusman; M. Arifuddin
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi Medika/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v9i1.66746

Abstract

Hyperuricemia is a metabolic disorder characterized by elevated serum uric acid levels due to excessive production or impaired excretion. Conventional therapy using xanthine oxidase inhibitors such as allopurinol is effective but may cause adverse effects with prolonged use. This study aimed to evaluate the antihyperuricemic activity of kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) leaf infusion in a potassium oxonate-induced hyperuricemic mouse model. Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. Twenty-five male mice were randomly assigned into five groups (n=5): negative control (0.5% NaCMC), positive control (allopurinol 100 mg/kgBW), and three treatment groups receiving 10%, 15%, and 20% infusion. Hyperuricemia was induced using chicken liver juice and potassium oxonate (300 mg/kgBW). Each mouse received 0.5 mL orally. Blood uric acid levels were measured hourly for four hours using EasyTouch GCU. Statistical analysis using the Kruskal–Wallis test showed no significant difference among groups (p=0.220). However, descriptively, the 15% concentration demonstrated the highest percentage reduction (56.77%), followed by 20% (41.28%) and 10% (38.74%), compared with allopurinol (66.01%). These findings suggest that kenikir leaf infusion exhibits potential antihyperuricemic activity and supports further investigation with optimized dosing, larger sample size, and enzymatic validation. Keywords: Cosmos caudatus, hyperuricemia, potassium oxonate, uric acid
Improving Health Literacy on Degenerative Diseases and Nutraceuticals through Community Service and Free Health Screening in Bangunrejo Village, Kutai Kartanegara, East Kalimanatan Arman Rusman; Ummi Khuzaimah; Agus Setiawaty
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.811

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat akibat pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, rendahnya aktivitas fisik, serta stres. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi penyakit degeneratif, pengenalan pangan fungsional/nutraseutikal, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan dilaksanakan di RT. 11 Desa Bangurejo dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang dengan metode pendekatan partisipatif dengan ceramah interaktif, diskusi, simulasi, serta pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hasil pemeriksaan menunjukkan masih tingginya kasus hipertensi (13 orang), kolesterol tinggi (12 orang), asam urat (7 orang), dan hiperglikemia (3 orang). Hasil pretest–posttest menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyakit degeneratif dan pangan fungsional. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berbasis masyarakat efektif meningkatkan literasi kesehatan sekaligus memberikan deteksi dini penyakit. Dengan demikian, program berkelanjutan berupa pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi interaktif sangat penting dilakukan untuk mendorong penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif jangka panjang.
KARAKTERISASI EKSTRAK KULIT BAJAKAH KUNING (Unicaria nervosa) Arman Rusman; Baso Didik Hikmawan; Maria Almeida; Hifdzur Rashif Rijai; riki riki; Haeruddin Haeruddin; Herman Herman
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.61327

Abstract

Bajakah is often used by Dayak people as a traditional medicine. This plant belongs to the genus unicaria. Plants in the genus unicaria are known to contain many secondary metabolite compounds which have many pharmacological activities. This research was conducted to look at the characteristics of extracts from yellow bajakah including organoleptic examination, drying shrinkage test, water content test, measurement of extract pH, ash content, heavy metal contamination, microbial contamination. The research results showed that the organoleptic examination met the FHI requirements, the drying loss of the extract was 9.56%, the water content was 4.71%, the pH of the extract was 6.41, the ash content was 6.49%, heavy metal contamination with Pb content parameters <0.0172 mg/ L, Cd <0.0084 mg/L, As <0.0002 mg/L, microbial contamination below normal limits. Based on this, yellow bajakah bark extract has extract characteristics that are in accordance with those specified in the Indonesian Herbal Pharmacopoeia (FHI)