Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Fleksibilitas Otot Hamstring dengan Nyeri Punggung Bawah pada Wanita Usia 18-22 Tahun Pradipta, Puspita Asri; Naufal, Adnan Faris; Fikriyah, Istimrorul Najibatil; Ulfah, Nadiah
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.3,No.1 Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v3i2.5004

Abstract

Nyeri Punggung Bawah (NPB) didefinisikan sebagai nyeri, ketegangan otot atau kekakuan yang terlokalisasi di bawah batas kosta dan di atas lipatan gluteal inferior, dengan atau tanpa nyeri kaki rujukan. Kurangnya fleksibilitas hamstring dikaitkan dengan kerentanan terhadap cedera muskuloskeletal seperti nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara fleksibilitas otot hamstring dengan nyeri punggung bawah pada wanita usia 18 sampai 22 tahun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan subyek penelitian adalah mahasiswa perempuan fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berusia 18 sampai 22 tahun sebanyak 109 orang. Pengukuran fleksibilitas otot hamstring menggunakan tes sit and reach dan kuesioner Oswestry Disability Index (ODI) digunakan untuk mengukur kemampuan fungsional NPB. Data yang dikumpulkan dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan nilai p=0.000, nilai r=0.644, dan arah korelasi negatif sehingga penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan yang kuat dan tidak searah antara fleksibilitas otot hamstring dengan nyeri punggung bawah pada wanita usia 18 sampai 22 tahun.
Program Fisioterapi pada Cerebral Palsy: Sebuah Studi Kasus Muna, Naliatul; Naufal, Adnan Faris; Rahman, Farid
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5014

Abstract

Cerebral Palsy (CP) merupakan suatu kelainan yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Kelainan ini disebabkan oleh kerusakan pada sistem saraf pusat pada saat prenatal, perinatal, maupun postnatal. Penatalaksanan pada Cerebral Palsy dibagi menjadi medikamentosa dan non medikamentosa. Penatalaksanaan yang diberikan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan bertujuan untuk membantu anak agar dapat aktif dan mandiri. Modalitas fisioterapi yang diberikan kepada anak dengan cerebral palsy dapat berupa Myofascial Release dan Neuro Developmental Therapy. Hasil yang diperoleh setelah melakukan terapi sebayak 4 kali terdapat penurunan spastisitas T1: 1 menjadi T4: 0, refleks primitif yang terintegrasi dan belum ada peningkatan kemampuan fungsional anak T1: 11,784% dan T4: 11,784%.
Postur Abnormal dan Keseimbangan Pada Anak: Literature Study Naufal, Adnan Faris; H, oor Ifah Wahyuni.
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.3,No.2 Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v3i2.5030

Abstract

Latar Belakang: Sumber daya manusia merupakan salah satu penentu berkembangnya negara ini, khususnya pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang berkualitas. Postur tubuh yang tegap dan lurus diharapkan juga sudah tumbuh kembang selama masa anak. Faktor terjadinya gangguan postural yaitu penggunaan tas ransel yang salah, berbagai jenis perilaku gerak, aktifitas fisik dan olahraga, termasuk faktor genetik yang mempengaruhi keadaan postur anak. Proporsi anak dengan gangguan postur terdistribusi dalam bentuk kifosis. Kifosis berkembang selama percepatan pertumbuhan remaja, sementara itu menurun mengikuti perlambatan pertumbuhan, akibat adanya perubahan postur ini terjadi penurunan kemampuan keseimbangan postural pada anak. Tujuan: Mencari tahu hubungan terkait postur abnormal dengan keseimbangan. Metode: untuk mengetahui studi terkait postur abnormal dan keseimbangan pada anak maka dilakukan penelitian menggunakan literature study dengan pendekatan scoping review. Hasil: Sebanyak empat artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi terpilih untuk dilakukan review, dan terdapat korelasi positif antara postur abnormal dan keseimbangan pada anak. Abstract: Human resources are one of the determinants of the development of this country, especially the growth and development of quality children. A straight and upright posture is also expected to grow and develop during childhood. Factors that cause postural disorders are the use of the wrong backpack, various types of movement behavior, physical activity and sports, including genetic factors that affect the child's posture. The proportion of children with postural disorders is distributed in the form of kyphosis. Kyphosis develops during the adolescent growth spurt, while it decreases following the growth slowdown, due to this change in posture there is a decrease in the ability of postural balance in children. Objective: To find out the relationship between abnormal posture and balance. Methods: To find out studies related to abnormality posture and balance in children, a study as carried out using a literature study with a scoping review approach. Results: A total of our articles that met the inclusion criteria were selected for review, and there was a positive correlation between abnormal posture and balance in children.
Physiotherapy Management in Cases of Cerebral Palsy Flaccid Ec Microcephaly Jeara, Orlens Rambu; Naufal, Adnan Faris; Wardani, Rina Kusuma
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5047

Abstract

Cerebral Palsy is a disorder of the development of body movement and posture, resulting in movement limitations that can occur starting from the fetus or baby accompanied by disorders of the musculoskeletal system, sensation, perception, awareness, communication, and behavior. the study used a case report study conducted at the Oemah Physiotherapy Clinic in Solo. The cause of cerebral palsy begins during the prenatal period which is caused by infection, anoxia, toxic, genetics, congenital malformations of the brain, the neonatal period occurs due to anoxia, traumatic, and postnatally caused by trauma, infection and toxic. Physiotherapy helps in optimizing children's active movements by using interventions in the form of myofacial release, patterning, and exercise. After being treated for 4 times T1-T4 there was no increase or change in muscle strength by measuring XOTR muscle strength and motor function in children using gross motor function measure (GMFM) and gross motor function classification system (GMFCS) measurements.
Physiotherapy Management in Cases of Spasticity Hemiparese Sinistra ec Ischemic Cerebrovascular Accident a Case Report Zulfatirrohman, Atikah Itsna; Naufal, Adnan Faris; Nasuka, Muhammad
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5048

Abstract

A cerebrovascular accident or often referred to as a stroke is a clinical condition that occurs when the circulation of blood flow to the brain is disrupted due to a blockage of blood vessels or due to bleeding. The problem in this case is related to the low LGS value as measured using a goniometer, reduced muscle strength using the MMT value, related to the balance value as measured using the berg balance scale, there is pain as measured using the NRS value and the presence of spasticity as measured by using the Asworth scale, as well as decreased functional ability with the Barthel index and incorrect gait patterns. The physiotherapy intervention given in this study is by giving Infrared, Core stability exercise, Exercise therapy, and Gait Retraining Exercises. This research method uses a case report. The result is an increase in the value of LGS, MMT, berg balance scale, and there is a reduction in the value of pain, spasticity and improvement in gait patterns. But there is no change in the value of functional ability.
Physiotherapy Management In Bilateral Knee Osteoarthritis By Providing Manual Therapy And Exercise Therapy: Case Report Hidayah, Fenisa Nurul; Naufal, Adnan Faris; Pradana, Anas
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5050

Abstract

Osteoarthritis of the knee is a degenerative disease that occurs in the joints and is progressive in nature which is characterized by damage to the cartilage structure which causes pathological changes in the joints. Symptoms that often arise are stiffness in the morning and there is also a "cracking" sound or also called a crepitus sound when making movements on the knee. Knee pain has an impact on various aspects of quality of life because it affects a decrease in functional activities such as squatting, standing, walking long distances, and going up and down stairs. The prevalence of Knee Osteoarthritis affects approximately 25% of adults and is currently increasing by 65% over the last 20 years. In this study the researchers conducted an intervention in the form of manual therapy for Mulligan Mobilization With Movement (MWM) and patella mobilization as well as exercise therapy in the form of stretching lower extremities, contract relax, quadriceps sets, active exercise and bridging exercise. The aim of the intervention was to reduce pain and increase functional activity in patients with Knee Osteoarthritis. The results of this study found a decrease in the level of pain intensity and a decrease in the disability score experienced by the patient.
Physiotherapy Management of Frozen Shoulder Sinistra Case at Dr. Hardjono Ponorogo Hospital: Case Report Rahmadhani, Desty Tri; Naufal, Adnan Faris; KIngkinarti, Kingkinarti
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5051

Abstract

Frozen shoulder or adhesive capsulitis is a condition in the form of pain and stiffness that occurs in the shoulder, usually this complaint is caused by a relatively small injury but the causes that often occur are unclear. Physiological problems in frozen shoulder are hypomobility or glenohumeral joint capsular pattern problems. The prevalence of frozen shoulder in Indonesia in the general population is reported to be around 2% with a prevalence of 11% in diabetics. The purpose of this study was to determine the appropriate physiotherapy management in frozen shoulder patients. With the case report research method (case study) conducted on a frozen shoulder patient at Dr. Hardjono Ponorogo which was conducted in January 2023. The results of the study found that physiotherapy interventions in the form of shortwave diathermy (SWD), Myofascial release, and active exercise which were carried out for 3 meetings showed results in the form of reduced pain, increased range of motion of joints, and increased functional ability patient.
Physiotherapy Management of Frozen Shoulder Dextra E.C Dextra Shoulder Osteoarthritis Case Widyaningrum, Ni Luh Gadung; Naufal, Adnan Faris; Efendi, Elif Nur
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5052

Abstract

Frozen Shoulder (FS) is a common shoulder disorder characterized by a gradual increase in pain that is direct and limited. Movement of the glenohumeral joint ranges of motion. The pathophysiology of frozen shoulder is relatively clear as a pathological process. The study used a case report study conducted at the Praktik Mandiri Fisioterapi Magetan. The cause of Frozen Shoulder is still unknown, but there are other factors that trigger the occurrence of frozen shoulder including postoperative fractures resulting in limited movement of the shoulder, certain diseases, injuries to surrounding muscles. Physiotherapy plays a role in optimizing children's active movements using interventions in the form of infrared modalities, myofacial release, scapular mobilization, approximation, GTO release, contract relax stretching, and ice packs. After being treated for 3 times T1-T3 there was an increase and change in muscle strength by measuring muscle strength by MMT, pain by NRS, LGS by goniometer, and functional ability by SPADI Index.
Hubungan Tingkat Pemahaman Orangtua Terkait Stimulasi dengan Kemampuan Motorik Kasar Usia 15 Bulan di Pediatric Therapy Center Ngawi Naufal, Adnan Faris; Farlinda, Anzela Rosepti
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5056

Abstract

Latar belakang : Motorik kasar (gross motor) yaitu aktifitas fisik yang membutuhkan koordinasi sebagian besar tubuh anak, yang melibatkan aktivitas otot besar seperti lengan seseorang untuk bergerak dan berjalan. Terdapat 4 tahapan kemampuan berjalan bayi, yaitu merambat, ditittah, berdiri tanpa bantuan dan berjalan. Dalam fase ini pemberian stimulasi motorik kasar dirasa tepat, karena stimulasi ini dapat mempersiapkan kekuatan otot, koordinasi dan keseimbangan yang diperlukan untuk fase selanjutnya. Permasalahan tumbuh kembang yang terjadi pada balita di sebabkan karena kurangnya stimulasi yang diberikan kepada balita. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pemahan orang tua tentang stimulasi yang adekuat dengan usia balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan yang diukur menggunakan kuisioner tingkat pemahaman orangtua dan ASQ3. Metode penelitian menggunakan Cross Sectional Study dengan pengambilan sampel 31 responden dengan menggunakan uji analisis. Hasil uji analisis kendall's tau-b menunjukan nilai p-value = 0.089 (>0.005) yang menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan. Kesimpulan tidak ada hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan di Pediatric Therapy Center Ngawi.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Bentuk Arcus Pedis Pada Anak Usia 9-12 Tahun Arimbi, Luluk Setya; Naufal, Adnan Faris
Easta Journal of Innovative Community Services Vol 2 No 03 (2024): Easta Journal of Innovative Community Services (EJINCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejincs.v2i03.246

Abstract

Keperluan masyarakat yang cenderung praktis, termasuk sandang, pangan, dan hiburan, dapat dipenuhi tanpa banyak gerakan. peningkatan konsumsi makanan cepat saji dan ketergantungan yang semakin tinggi pada teknologi dapat menyebabkan munculnya masalah terkait status gizi, tidak hanya sebatas kurang gizi, tetapi juga meliputi peningkatan berat badan. Adapun akibat meningkatnya Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat mempengaruhi bentuk arcus pedis. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada korelasi antara Indeks IMT dengan bentuk arcus pedis pada anak usia 9-12 tahun. Metode: menggunakan metode Cross Sectional dengan sampel 84 anak, menerapkan metode purposive sampling dan pengambilan sampel secara acak (randbetween). Data dianalisis menggunakan uji spearment rho test menggunakan SPSS versi 25. Hasil: nilai signifikasi p = 0,00 dengan nilai korelasi yaitu r = -0,723 yang menunjukkan adanya hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan bentuk arcus pedis pada anak usia 9-12 tahun dan data bersifat negatif.
Co-Authors Agus Setyawan AGUS WIDODO Almadani, Zahra Amalia, Farah Rizki Amanda, Mutiara Sabta Andhini, Nur Intan Lia Putri Andi Saputra Ardiani, Savilla Dara Arieputra, Achmad Briliansyah ARIF KURNIAWAN Arif Pristianto Arif Setiawan Arimbi, Cindy Kartika Arimbi, Luluk Setya Artika, Prilliya Arwida, Neriya Asmarasikha, Aldila Lutfi Astari, Rahmi Windhy Asyifa. , Nabila Kultsum Atik Hidayati Awanis, Almas Azizah, Hauna Nur Azizah, Hikmah Ma’rifatul Azizah, Ummi Azizi, Laili Rahmawati Azkia, Anida Fitri Baehaqi, Daru Mukti Bagassabirin, Nugrah Satria Billa, Azizah Shalsa Darojati, Hafizhah Putri Ilma Deistriany, Zehra Karil Dewangga, Mahendra Wahyu Dharmawan, Yan Ari Tya Diki Retno Yuliani, Diki Retno Efendi, Alfina Ramadani Dyah Efendi, Elif Nur Fadhil, Adnan Rizqy Farid Rahman Farlinda, Anzela Rosepti Fikriyah, Istimrorul Najibatil Firdaus, Zahrina alyani Fitri, Anida Azkia H, oor Ifah Wahyuni. Handayani, Dwi Putri Puspita Hastuti, Nimah Hawari, Dadang Hidayah, Fenisa Nurul Hidayat, Egalia Novika Hidayati, Ina Hizza, Rifqi Warnedi Ilmi, Dhiki Fadhilah Islamiatun, Zunitasari Kholifah istiqomah istiqomah Izzatul Arifah Jeara, Orlens Rambu Juriansari, eti Karyanto, Muhammad Dhaffa Keumala, Melati Ulee Khairullah, Fakhri Khairunissa, Hatifa Khairunnisa, Fatimah As-Syifa Khasanah, Dini Afriani Khotimah, Annisa Khusnul Kingkinarti, Kingkinarti Kurniawati, Innie Lathifani, Nabila Rizka Latif, Syariah Latifa, Devi Indah Latifah, Yayu lestari, sulis Lutfi, Idvan Maharani, Silvia Putri Manun, Arumi Lulul Marasabessy, Mahdi Ramadhani Idris Marinto, Luklu Eko Marlis, Dinik Ayundya Maulana, Hakny Kusuma Maulana, Jais Rizki Muazarroh, Salma Muna, Naliatul Nabila, Aulia Safa Nabilah, Hana Laila Naim, Karimatun Nasuka, Muhammad Ni'mah, Dita Nurul Noviyana, Ulfa Nur Azizah Nurrahman, Muhammad Rizqa Nurulinsani, Atikah Nurwahidah, Kamila Oktaviana, Riast Eka Olivia, Septina Permatasari, Ayu Amalia Pradana, Anas Pradani, Frita Aulia Pradipta, Puspita Asri Pramudya Kurnia Prasetyani, Marlita Prasojo, Wildan Prima Jalu Pratiwi, Anisa Asri Prihastomo, Teguh Purwagayatri, Diajeng Sabina Puspitaningrum, Dinda Ayudya Putri , Nuristiqomah Dwi Putri, Amanda Permata Putri, Fatati Nurainni Putri, Nuristiqomah Dwi Putri, Rafika Sakina Putri, Yulinda Permata Rachmat, Ahdiyat Ananta Rachmatika, Bahertha Radinda, Indiana Rahmadhani, Desty Tri Rahmania, Ifitita Nayla Rahmayanti, Adelia Raihani, Siti Ramadhanti, Alya Yuanita Ramahandika, Achmad Kukuh Ramona, Dela Ridwan, Yumnariffa Ulayya Risbiyanto, Stevenny Aulia Rizky , Aisyah Shabrina Rizqi, Muhammad Ziddan Rizqillah, Indah Prima Rohmadhani, Wina Safitri, Amaliyah Hana Safitri, Eri Fersiana Samiyem, Samiyem Sari, Eva Arnaz Setiyaningsih, Rita Siddiq, Muhammad Nizar Siti Khadijah Sri Yunanto Sukatwo, S Sukmawati, Andera Prastina Sulistiowati, Nabilah Tri Susilo, Ridwan Andi Syarif Hidayat Taufik Eko Susilo Tiara Fatmarizka Totok Budi Santoso Triasari, Ana Tristian, Deviana Triyani, Lusi Amalia Ulfah, Nadiah Uswatun Hasanah Utami, Atika Rianti Viola, Christine Wahyu Tri Sudaryanto Wahyundari, Dhanti Wardani, Rina Kusuma Wardhani, Azzahra Irkoshaum Kusuma wati, Mida Wibowo, Olga Syahfitri Widyaningrum, Ni Luh Gadung Widyastuti, Anggitya Wijayaningsih, Anteng Wijianto Wijianto Wulan Adis Aranti Yanuar, Reza Arshad Zahra, Izdihar Zahra, Nabila Ardelia Zein, Renny Hidayati Zulfatirrohman, Atikah Itsna