Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Suseno, Suseno; Ritonga, Supardi
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i2.542

Abstract

The design of instructional media in Islamic Religious Education (PAI) is a fundamental element in supporting an effective and meaningful learning process. Media serves not only as a technical aid but also as a strategic means to transform Islamic values into contextual and relevant messages for students in line with the demands of contemporary times. In today’s digital era, learning media must be designed creatively, innovatively, and adaptively to foster students’ learning interest, deepen their understanding of Islamic teachings, and shape their Islamic character. This study aims to examine the key principles of instructional media design in the context of PAI learning and to analyze the challenges faced by teachers in developing and implementing such media. Using a descriptive qualitative approach based on a literature review, this article offers a comprehensive overview of how instructional media can be structured to address the integrative needs of cognitive, affective, and psychomotor domains. The findings indicate that effective PAI media design should consider alignment with learning objectives, the characteristics of learners, contextual Islamic values, and the wise utilization of digital technology.
Aplikasi Metode Artikulasi dan Make A Match Dalam Pembelajaran PAI Ritonga, Supardi; Sazliana, Sazliana; Alyana, Afrianti; Rahmawati, Suci; Gusthio, Rona; Rizqotussofia, Rizqotussofia; Fitriani, Anisa; Rangga, Naufal Fajri; Muhyiddin, Muhammad; Harsa, Fetia; Afrawasih, Nisa; Alvia, Devi; Maulana, Ikhsan; Suryani, Rina; Syahrul, Syahrul; Setioso, Agus
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6471

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman agama siswa, sehingga dibutuhkan metode pengajaran yang efektif agar siswa aktif, memahami materi lebih dalam, dan senang belajar. Artikel ini bertujuan untuk membahas lebih jauh bagaimana cara menggunakan metode artikulasi dan make a match dalam pelajaran PAI, serta apa saja manfaatnya bagi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research yang merujuk dari berbagai sumber seperti buku, artikel jurnal, website, dan lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode artikulasi dan make a match dalam pembelajaran PAI memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan keaktifan, motivasi, dan secara langsung berkorelasi dengan peningkatan hasil belajar siswa.
Inovasi Metodologi Pembelajaran PAI di Era Digital: Menjawab Tantangan Generasi Z Ritonga, Supardi; Ismayanti, Silvi; Ulfa, Maria; Ningrum, Evi Wulan; Rahmasari, Sofia; Agustian, Raihan; Sukmawati, Murni; Rohayu, Rohayu; Nurfajiani, Nurfajiani; Fazrina, Laysa; Santika, Vera; Delsi, Neliyanti; Nurlaili, Nurlaili; Putri, Yuliana Aulia; Fauzan, Mhd Akmal; Irawan, Bambang; Shiharudin, Syapik
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6448

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Generasi Z sebagai peserta didik saat ini memiliki karakteristik unik yang menuntut pembaruan metodologi pembelajaran agar lebih interaktif, visual, dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovatif dalam metodologi pembelajaran PAI yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka (library research), dan data dikumpulkan melalui dokumentasi berbagai sumber literatur akademik, artikel ilmiah, dan hasil penelitian sebelumnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi, dengan fokus pada empat aspek utama: urgensi inovasi metode PAI, karakteristik generasi Z, pemanfaatan teknologi, dan model-model pembelajaran inovatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode seperti Project Based Learning, Flipped Classroom, Discovery Learning, serta pendekatan gamifikasi dan blended learning, sangat relevan diterapkan dalam pembelajaran PAI digital. Selain itu, strategi literasi digital dan evaluasi berbasis teknologi juga diperlukan untuk mendukung efektivitas pembelajaran. Inovasi metodologi ini tidak hanya memperkuat pemahaman keislaman siswa, tetapi juga membentuk karakter yang sesuai dengan tantangan era digital.
METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ritonga, Supardi; Amr, Amr; Qorina, Amalia; Fadhil, Muhammad; Chalillah, Yasmin; Wahyudi, Wahyudi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28550

Abstract

Group Investigation adalah suatu model pembelajaran di mana siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan menggunakan pertanyaan kooperatif, diskusi kelompok, serta perencanaan dan proyek kooperatif. Dalam model ini, siswa memiliki kebebasan untuk membentuk kelompok dengan anggota antara dua hingga enam orang. Setiap kelompok kemudian memilih topik materi yang telah dipelajari dan membaginya menjadi tugas-tugas individu. Hasil dari pekerjaan individu ini kemudian disusun menjadi laporan kelompok yang akan disajikan di depan kelas.Group Investigation lebih menekankan pada pilihan dan kontrol siswa daripada menerapkan teknik-teknik pengajaran konvensional di dalam kelas. Model ini juga mengintegrasikan prinsip belajar demokratis, di mana siswa terlibat aktif dalam seluruh proses pembelajaran, mulai dari pemilihan topik hingga penyajian laporan kelompok. Siswa diberikan kebebasan untuk memilih materi yang ingin dipelajari sesuai dengan topik yang sedang dibahas.
PAI Learning Evaluation Design Prasetyo, Edi; Ritonga, Supardi; Nur’aina, Nur’aina; Norafiza, Sri
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 6 : Al Qalam (November 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i6.5684

Abstract

In Islamic Religious Education (PAI), evaluation is essential to improve the standard of teaching and learning. The purpose of this article is to provide a comprehensive understanding of PAI learning evaluation design, which includes the objectives, tools, methods, and interpretation of evaluation findings. To develop the essential components of evaluation design, this article uses a literature study approach to collect and examine various related sources, such as e-books, scientific articles, and research papers. Evaluation serves as a measure of student understanding and as useful feedback for teachers who want to improve their teaching. Applying the concepts of validity, reliability, and objectivity at every level of evaluation design is essential in this situation, as is being aware of the variations in student characteristics. It is hoped that teachers can meet students' needs and develop more successful tests by having a thorough understanding of this evaluation approach. Thus, evaluation can play a major role in shaping the morality and character of the future generation of this country in accordance with Islamic principles.
Recontextualization of Ibn Sina's Thoughts in the Development of Islamic Religious Education Pedagogy Based on Science and Ethics Saputra, Muhammad Haikal; Al-Maghribi, Muhammad Abdul Aziz; Romadona, Ilham; Ritonga, Supardi
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v7i1.13094

Abstract

This article aims to recontextualize Ibn Sina’s thoughts on intellectual development, stages of learning, and the relationship between knowledge and ethics in the development of Islamic Religious Education (IRE) pedagogy in the digital era. Employing a qualitative-descriptive approach through library research, this study examines Ibn Sina’s primary works alongside contemporary literature on Islamic pedagogy and education. The discussion addresses current challenges in IRE pedagogy, including students’ ethical crises, weak reasoning habits, and the persistent dichotomy between religious knowledge and scientific disciplines. The findings indicate that IRE pedagogy can be strengthened through an investigative and value-based learning model, in which students are guided to verify information (tabayyun), engage in reflective thinking (tafakkur) on scientific and social phenomena, consider ethical implications, and translate these reflections into concrete actions. This article highlights Ibn Sina’s theoretical contribution as an epistemological bridge between scientific rationality and Islamic spirituality in developing a holistic, relevant, and transformative IRE pedagogy.
Recontextualization of Ibn Sina's Thoughts in the Development of Islamic Religious Education Pedagogy Based on Science and Ethics Saputra, Muhammad Haikal; Al-Maghribi, Muhammad Abdul Aziz; Romadona, Ilham; Ritonga, Supardi
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v7i1.13094

Abstract

This article aims to recontextualize Ibn Sina’s thoughts on intellectual development, stages of learning, and the relationship between knowledge and ethics in the development of Islamic Religious Education (IRE) pedagogy in the digital era. Employing a qualitative-descriptive approach through library research, this study examines Ibn Sina’s primary works alongside contemporary literature on Islamic pedagogy and education. The discussion addresses current challenges in IRE pedagogy, including students’ ethical crises, weak reasoning habits, and the persistent dichotomy between religious knowledge and scientific disciplines. The findings indicate that IRE pedagogy can be strengthened through an investigative and value-based learning model, in which students are guided to verify information (tabayyun), engage in reflective thinking (tafakkur) on scientific and social phenomena, consider ethical implications, and translate these reflections into concrete actions. This article highlights Ibn Sina’s theoretical contribution as an epistemological bridge between scientific rationality and Islamic spirituality in developing a holistic, relevant, and transformative IRE pedagogy.
Masyarakat dan Lingkungan Pendidikan Perspektif Ibnu Khaldun Erika, Febby; Sukhairani, Raihana Aulia; Ritonga, Supardi; Pangestu, Endy Dharma; Ansori, M. Zakariya Al
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.5114

Abstract

This study aims to examine Ibn Khaldun's views on society and the educational environment and their relevance to education in contemporary Indonesia. A qualitative approach was used through literature review, analyzing books, journals, and articles related to Ibn Khaldun's thoughts on education and civilization. The results indicate that Ibn Khaldun viewed education as a means of developing the whole person, encompassing moral, intellectual, social, and practical skills. He emphasized the importance of integrating religious and rational knowledge, gradual learning methods (tadrīj) and repetition (takrīr), and education adapted to the social and cultural conditions of society. These ideas are relevant to modern Indonesian education, particularly in the development of a holistic curriculum, character formation, and the enhancement of students' practical skills.  
PERBANDINGAN KONSEP MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH DAN JAMALUDDIN AL-AFGHANI Nurazmira, Nurazmira; Ritonga, Supardi; Riauwati, Rika; Nurin, Muhammad; Suheryeni, Suheryeni
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v9i1.1239

Abstract

Modernisasi pendidikan Islam merupakan agenda penting dalam sejarah pembaruan pemikiran Islam modern, khususnya pada akhir abad ke-19 ketika dunia Islam menghadapi tekanan kolonialisme Barat, stagnasi intelektual, dan krisis institusional pendidikan. Dua tokoh sentral dalam diskursus ini adalah Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani. Keduanya sering ditempatkan dalam satu garis modernisme Islam, namun memiliki perbedaan mendasar dalam orientasi, pendekatan, dan strategi modernisasi pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan komparatif konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani dengan menitikberatkan pada dimensi epistemologis, tujuan pendidikan, strategi pembaruan, serta implikasinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis komparatif-kritis terhadap karya tokoh dan artikel jurnal nasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Muhammad Abduh menempatkan modernisasi pendidikan Islam sebagai proyek rasionalisasi dan reformasi institusional, sedangkan Jamaluddin al-Afghani memosisikan pendidikan sebagai instrumen kesadaran politik dan kebangkitan kolektif umat. Perbedaan ini menegaskan bahwa modernisasi pendidikan Islam bersifat plural dan kontekstual. Sintesis pemikiran keduanya relevan bagi pengembangan pendidikan Islam yang kritis, transformatif, dan berorientasi keadaban global.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT KH. HASYIM ASY’ARI DAN KH. AHMAD DAHLAN Wahyudha, Rizki Arzi; Ritonga, Supardi; Ansori, Muhammad Maulana; Hazani, Hazani; Taufik, Taufik
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7846

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komparatif pemikiran pendidikan Islam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan sebagai dua figur utama dalam dinamika tradisionalisme dan modernisme pendidikan Islam di Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki visi yang sama mengenai pendidikan sebagai instrumen transformasi moral, spiritual, dan sosial umat, serta sebagai fondasi kemajuan peradaban. Namun, terdapat perbedaan paradigmatik yang signifikan: Hasyim Asy’ari mempertahankan model pesantren yang berorientasi pada pelestarian turāth, pendalaman ilmu agama, dan pembentukan karakter melalui metode talaqqī, sorogan, dan bandongan; sedangkan Ahmad Dahlan mendorong reformasi pendidikan melalui adopsi sistem sekolah modern, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta metodologi pengajaran yang rasional dan terstruktur. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua pemikiran tersebut tidak bersifat dikotomis, tetapi saling melengkapi dalam membentuk kerangka pendidikan Islam yang berakar pada tradisi sekaligus responsif terhadap tuntutan modernitas.
Co-Authors Afrawasih, Nisa Agustian, Raihan Al-Maghribi, Muhammad Abdul Aziz Alfiza, Siti Alisya Rahma, Siti Alvia, Devi Alyana, Afrianti Amr, Amr Annisa Fitri, Annisa Ansori, M. ZAKARIYA AL Ansori, Muhammad Maulana Astika, Yuni ASWATI, FAJAR Asyikin, Nur Ayu, Putri Sari Azman, Wan Chalillah, Yasmin Chanifudin Chanifudin Delmi, Tini Gustriani Delsi, Neliyanti Edi Prasetyo Erika, Febby Erlina, Gusti FADILA, NUR Fariati, Betti Fauzan, Mhd Akmal Fazrina, Laysa Fitriani, Anisa Gusthio, Rona Hakiki, Nurfatin Hanifa, Nur Hardiansyah Harmaini Harsa, Fetia Harun, Idris Hazani, Hazani Hijratunnisak, Maya Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ismayanti, Silvi Jannah, Lukluk Sofiatil Junianti, Resty Khairunnisa, Iqlima Maisarah, Alya Maria Ulfa Maulana, Ikhsan Muhammad Fadhil Muhammad Muhyiddin, Muhammad Muthmainnah, Sarah Nabila, Mir'atun Ningrum, Evi Wulan Nopita, Rini Norafiza, Sri Nurazmira, Nurazmira Nurfajiani, Nurfajiani Nurin, Muhammad Nurlaili Nurlaili Nursyafika Nur’aina, Nur’aina Ovianti, Dian Febri Pangestu, Endy Dharma Praziyanti, Fiza Putri, Yuliana Aulia Qorina, Amalia Rahma Dhini, Ulfa Rahmasari, Sofia Rangga, Naufal Fajri Riauwati, Rika Rizqotussofia, Rizqotussofia Rohayu, Rohayu Romadona, Ilham RR. Ella Evrita Hestiandari Santika, Vera Saputra, Muhammad Haikal Sazliana, Sazliana Sembiring, Rinawati Setioso, Agus Shiharudin, Syapik Sri Hartati Sri Mulyani Suci Rahmawati, Suci Suhernawati, Suhernawati Suheryeni, Suheryeni Sukhairani, Raihana Aulia Sukmawati, Murni Suryani, Rina Susanti, Elya Suseno Suseno Suswanto Suswanto, Suswanto Syah, Zulkarnain Syahrul Syahrul Taufik Taufik Trisesa, Restia Ulan, Seri Uri, Fatimah Usela, Sania Wahyudha, Rizki Arzi Wahyudi Wahyudi Zulaiqah, Nur Alya