Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Studi Literatur: Penggunaan Strategi Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Agama Islam Ayu, Putri Sari; Ritonga, Supardi; Harun, Idris
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v4i1.823

Abstract

The aim of this research is to provide an overview of contextual learning strategies and how they are used in Islamic religious education. This research is included in literature study research or library research, namely collecting data and information from existing library sources without requiring field work or direct interviews. The data analysis used is descriptive analysis. Research findings show that contextual learning strategies encourage students to be able to connect and apply the material they learn in everyday life by emphasizing their ability to participate fully in discovering the material. If it is related to Islamic Religious Education lessons, one example of its application is congregational prayer material. Teachers can teach children using this strategy because it allows students to better understand the material because the material is related to everyday life. These strategies often involve case studies, simulations, problem-based projects, or the use of real-world situations in learning. This will make it easier for students to understand the subject matter being taught Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang strategi pembelajaran kontekstual dan bagaimana penggunaannya dalam pendidikan agama Islam. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian studi literatur atau studi kepustakaan atau library research, yaitu pengumpulan data dan informasi dari sumber kepustakaan yang ada tanpa memerlukan kerja lapangan atau wawancara langsung. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual mendorong siswa untuk mampu menghubungkan dan menerapkan materi yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari dengan menekankan pada kemampuannya untuk berpartisipasi penuh dalam menemukan materi tersebut. Jika dikaitkan dengan pelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satu contoh penerapannya adalah materi sholat berjamaah. Guru dapat mengajar anak dengan menggunakan strategi ini karena memungkinkan siswa lebih memahami materi karena materi tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Strategi ini sering kali melibatkan studi kasus, simulasi, proyek berbasis masalah atau penggunaan situasi dunia nyata dalam pembelajaran. Hal ini akan memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan
Strategi Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Generasi Z Ritonga, Supardi; Usela, Sania; Asyikin, Nur; Trisesa, Restia; Ulan, Seri
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4870

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan penting dalam membentuk karakter siswa sesuai nilai-nilai Islam sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, khususnya pada generasi Z yang hidup di era digital dengan akses informasi yang luas. Generasi Z menghadapi tantangan besar dalam menyaring dan menganalisis informasi yang berlimpah, sehingga keterampilan berpikir kritis menjadi kebutuhan utama di tengah disrupsi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran PAI yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis generasi Z, yang mencakup pendekatan berbasis masalah, integrasi teknologi, dan penguatan literasi digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui kajian pustaka dan analisis kasus, di mana data diperoleh dari literatur akademik, dokumen pembelajaran, dan praktik lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran seperti Problem-Based Learning (PBL), diskusi interaktif, dan penggunaan media digital mampu meningkatkan daya kritis siswa dalam memahami nilai-nilai Islam secara kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan teknologi dan nilai Islam untuk membekali generasi Z dengan kemampuan berpikir kritis yang relevan, kreatif, dan adaptif terhadap tantangan global.
Perkembangan Pendidikan Islam di Era Rasulullah Periode Mekkah dan Madinah Aswati, Fajar; Azman, Wan; Ritonga, Supardi; Nopita, Rini
Jurnal Simki Pedagogia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v8i1.940

Abstract

The differences in educational patterns between the Meccan and Medinan phases have not been fully understood, particularly in the context of their application in the modern era. There is a lack of comprehensive studies on the dynamics of Islamic education during these two phases as a foundation for developing current educational systems. This research aims to re-examine these aspects as references and foundations for organizing education in both the present and the future. The method used in this study is a qualitative approach and library research or bibliometric analysis, which processes data based on literature. The library sources for this article include books, classical texts, and journals. Education is one of the mechanisms of life aimed at developing individual potential through teaching, training, and experience. Islamic education propagated by the Prophet Muhammad (PBUH) brought about a significant transformation in Arab society. The Prophet successfully transformed society from a state of ignorance characterized by idol worship and tribal conflicts into a unified community founded on faith, knowledge, and noble character. It can be concluded that the Islamic education introduced by the Prophet Muhammad (PBUH), both during the Meccan and Medinan periods, employed a highly comprehensive and profound approach.
Pemikiran Pendidikan Kaum Perempuan: Tengku Agung Syarifah Latifah, R.A Kartini, Rasuna Said dan Rahmah El-Yunusiyah Harmaini; Ritonga, Supardi; Fariati, Betti; Uri, Fatimah; Susanti, Elya; Nopita, Rini
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 1 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i1.344

Abstract

Pada awal abad ke-20, pendidikan perempuan mulai berkembang dengan berdirinya sekolah-sekolah khusus perempuan, seperti Sekolah Kartini yang didirikan di berbagai daerah. Tokoh-tokoh seperti Tengku Agung Syarifah Latifah, Rasuna Said dan Rahmah El-Yunusiyah, juga mendirikan lembaga pendidikan untuk perempuan. Mereka percaya bahwa perempuan yang terdidik akan lebih mampu mengembangkan potensi dirinya dan berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat. Setelah kemerdekaan, akses pendidikan bagi perempuan mulai terbuka lebih luas, tetapi tantangan masih ada, seperti kemiskinan, budaya patriarki, yakni sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam berbagai peran di masyarakat, dan minimnya fasilitas di daerah terpencil. Pemerintah mulai menginisiasi program-program untuk mendorong pendidikan universal, termasuk bagi perempuan. Pemikiran pendidikan kaum perempuan di Indonesia adalah perjalanan kolektif menuju kesetaraan, yang diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera. Raden Ajeng Kartini atau yang sering dikenal R.A Kartini adalah tokoh emansipasi dan pendidikan perempuan yang telah lama dikenal di kalangan generasi emas Indonesia. Akan tetapi, sebenarnya bukan hanya sosok Kartini saja yang berperan dalam memajukan pendidikan di masa sebelum kemerdekaan. Hal tersebut juga dikarenakan kurangnya produksi sejarah lokal terutama mengenai peranan perempuan dalam pendidikan dan perjuangan bangsa selain Kartini. Tokoh-tokoh perempuan inspiratif di bidang pendidikan telah memberikan kontribusi yang luar biasa baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Mereka adalah sosok-sosok yang telah membuktikan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah dunia dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif analitik, data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumen. Kemudian dilakukan analisis dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan mengenai masalah yang diteliti.
Pendekatan Multiliteracy Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Peningkatan Literasi Keagamaan Siswa Ritonga, Supardi; Ovianti, Dian Febri; Jannah, Lukluk Sofiatil; Muthmainnah, Sarah; Hartati, Sri
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v2i1.4874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan multiliterasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta dampaknya terhadap peningkatan literasi keagamaan siswa. Pendekatan multiliterasi mengintegrasikan berbagai jenis literasi, termasuk literasi teks, digital, visual, dan kultural, untuk membantu siswa memahami nilai-nilai agama secara lebih holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan multiliterasi dalam pembelajaran PAI memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa dalam membaca, memahami, dan mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Siswa menjadi lebih kritis dalam menafsirkan informasi keagamaan dari berbagai sumber, termasuk media digital, serta mampu mengaitkannya dengan konteks budaya dan sosial mereka. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan literasi keagamaan siswa di era modern.
Inovasi Metodologi Pembelajaran PAI di Era Digital: Menjawab Tantangan Generasi Z Ritonga, Supardi; Ismayanti, Silvi; Ulfa, Maria; Ningrum, Evi Wulan; Rahmasari, Sofia; Agustian, Raihan; Sukmawati, Murni; Rohayu, Rohayu; Nurfajiani, Nurfajiani; Fazrina, Laysa; Santika, Vera; Delsi, Neliyanti; Nurlaili, Nurlaili; Putri, Yuliana Aulia; Fauzan, Mhd Akmal; Irawan, Bambang; Shiharudin, Syapik
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6448

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Generasi Z sebagai peserta didik saat ini memiliki karakteristik unik yang menuntut pembaruan metodologi pembelajaran agar lebih interaktif, visual, dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovatif dalam metodologi pembelajaran PAI yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka (library research), dan data dikumpulkan melalui dokumentasi berbagai sumber literatur akademik, artikel ilmiah, dan hasil penelitian sebelumnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi, dengan fokus pada empat aspek utama: urgensi inovasi metode PAI, karakteristik generasi Z, pemanfaatan teknologi, dan model-model pembelajaran inovatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode seperti Project Based Learning, Flipped Classroom, Discovery Learning, serta pendekatan gamifikasi dan blended learning, sangat relevan diterapkan dalam pembelajaran PAI digital. Selain itu, strategi literasi digital dan evaluasi berbasis teknologi juga diperlukan untuk mendukung efektivitas pembelajaran. Inovasi metodologi ini tidak hanya memperkuat pemahaman keislaman siswa, tetapi juga membentuk karakter yang sesuai dengan tantangan era digital.
Aplikasi Metode Artikulasi dan Make A Match Dalam Pembelajaran PAI Ritonga, Supardi; Sazliana, Sazliana; Alyana, Afrianti; Rahmawati, Suci; Gusthio, Rona; Rizqotussofia, Rizqotussofia; Fitriani, Anisa; Rangga, Naufal Fajri; Muhyiddin, Muhammad; Harsa, Fetia; Afrawasih, Nisa; Alvia, Devi; Maulana, Ikhsan; Suryani, Rina; Syahrul, Syahrul; Setioso, Agus
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6471

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman agama siswa, sehingga dibutuhkan metode pengajaran yang efektif agar siswa aktif, memahami materi lebih dalam, dan senang belajar. Artikel ini bertujuan untuk membahas lebih jauh bagaimana cara menggunakan metode artikulasi dan make a match dalam pelajaran PAI, serta apa saja manfaatnya bagi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research yang merujuk dari berbagai sumber seperti buku, artikel jurnal, website, dan lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode artikulasi dan make a match dalam pembelajaran PAI memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan keaktifan, motivasi, dan secara langsung berkorelasi dengan peningkatan hasil belajar siswa.
Pengaruh Metode Diskusi Kelompok dan Debat Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Maisarah, Alya; Zulaiqah, Nur Alya; Fitri, Annisa; Hakiki, Nurfatin; Mulyani, Sri; Ritonga, Supardi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1163

Abstract

Pendidikan tinggi berperan vital dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, keterampilan esensial untuk menghadapi tantangan akademik dan sosial. Berpikir kritis meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Penelitian literatur ini menelaah pengaruh diskusi kelompok dan debat dalam pembelajaran. Diskusi kelompok terbukti meningkatkan kolaborasi, partisipasi, dan komunikasi. Debat melatih penyampaian argumen logis dan responsif. Kedua metode efektif mengasah berpikir kritis, terutama dengan peran aktif dosen dan mahasiswa. Temuan ini menyarankan strategi pembelajaran yang lebih partisipatif untuk mencetak lulusan reflektif, inovatif, dan solutif.
Pemikiran Pendidikan Masa Bani Umayyah Damaskus dan Andalusia Suhernawati, Suhernawati; Ritonga, Supardi; Erlina, Gusti; Suswanto, Suswanto
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 1 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i1.4855

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam dimasa Bani Umayyah Damaskus dan Andalusia terjadi sangat pesat. Setelah berbagai literatur dianalisis dan ditelusuri ditemukan bahwa walaupun terdapat beberapa kesamaan dalam pemikiran pendidikan Islam, namun terdapat juga perbedaan yang menonjol dalam fokus perkembangan pendidikan Islam. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pemikiran pendidikan Islam Bani Umayyah Damaskus dan Andalusia. Perkembangan pendidikan Islam Bani Umayyah di Damaskus lebih terpusat pada pendidikan agama, sedangkan di Andalusia sudah terintegrasi lebih kuat antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan pendidikan di masa Bani Umayyah memiliki implikasi yang sangat besar bagi perkembangan pendidikan Islam masa sekarang.
Menuju Dewasa Yang Produktif Dan Berkarakter: Upaya Orang Tua Dalam Membina Karakter Anak Pada Usia Remaja Awal Delmi, Tini Gustriani; Hijratunnisak, Maya; Ritonga, Supardi
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v4i2.760

Abstract

Viewed from the behavioral aspect, adolescence is an age where there will be many rapid changes, especially early adolescence. This age is the beginning of the child towards adulthood, so the child is still counted as very labile in solving every problem that occurs at his age. So that the role of parents is needed significantly in fostering children in early adolescence so that later children are able to become productive and characterful adults. The method used in this research is a literature review (library research) by collecting reference sources related to the title of the study. From this study, it can be concluded that there are several important roles that become parents' efforts in educating children in early adolescence, namely by being a good role model to children, rewarding achievements and giving appropriate punishment if children make mistakes, communicating well openly and applying good habits in the family environment. Keywords: parents, character, early adolescence
Co-Authors Afrawasih, Nisa Agustian, Raihan Al-Maghribi, Muhammad Abdul Aziz Alfiza, Siti Alisya Rahma, Siti Alvia, Devi Alyana, Afrianti Amr, Amr Annisa Fitri, Annisa Ansori, M. ZAKARIYA AL Ansori, Muhammad Maulana Astika, Yuni ASWATI, FAJAR Asyikin, Nur Ayu, Putri Sari Azman, Wan Chalillah, Yasmin Chanifudin Chanifudin Delmi, Tini Gustriani Delsi, Neliyanti Edi Prasetyo Erika, Febby Erlina, Gusti FADILA, NUR Fariati, Betti Fauzan, Mhd Akmal Fazrina, Laysa Fitriani, Anisa Gusthio, Rona Hakiki, Nurfatin Hanifa, Nur Hardiansyah Harmaini Harsa, Fetia Harun, Idris Hazani, Hazani Hijratunnisak, Maya Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ismayanti, Silvi Jannah, Lukluk Sofiatil Junianti, Resty Khairunnisa, Iqlima Maisarah, Alya Maria Ulfa Maulana, Ikhsan Muhammad Fadhil Muhammad Muhyiddin, Muhammad Muthmainnah, Sarah Nabila, Mir'atun Ningrum, Evi Wulan Nopita, Rini Norafiza, Sri Nurazmira, Nurazmira Nurfajiani, Nurfajiani Nurin, Muhammad Nurlaili Nurlaili Nursyafika Nur’aina, Nur’aina Ovianti, Dian Febri Pangestu, Endy Dharma Praziyanti, Fiza Putri, Yuliana Aulia Qorina, Amalia Rahma Dhini, Ulfa Rahmasari, Sofia Rangga, Naufal Fajri Riauwati, Rika Rizqotussofia, Rizqotussofia Rohayu, Rohayu Romadona, Ilham RR. Ella Evrita Hestiandari Santika, Vera Saputra, Muhammad Haikal Sazliana, Sazliana Sembiring, Rinawati Setioso, Agus Shiharudin, Syapik Sri Hartati Sri Mulyani Suci Rahmawati, Suci Suhernawati, Suhernawati Suheryeni, Suheryeni Sukhairani, Raihana Aulia Sukmawati, Murni Suryani, Rina Susanti, Elya Suseno Suseno Suswanto Suswanto, Suswanto Syah, Zulkarnain Syahrul Syahrul Taufik Taufik Trisesa, Restia Ulan, Seri Uri, Fatimah Usela, Sania Wahyudha, Rizki Arzi Wahyudi Wahyudi Zulaiqah, Nur Alya