Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Potensi Daun Kemangi (Ocimum sanctum) sebagai Insektisida Mat Elektrik untuk Pengendalian Vektor Demam Berdarah: Linda Septiani, Intan Kusumaningtyas, Terza Aflika Happy, Wiwi Febriani, Primasari Pertiwi, Endah Setyaningrum Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Happy, Terza Aflika; Febriani, Wiwi; Pertiwi, Primasari; Setyaningrum, Endah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp112-116

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat gobal dan khususnya di Indonesia. DBD ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypti sebagai vektornya. Penggunaan insektisida sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alami. Daun kemangi (Ocimum sanctum) diketahui mengandung senyawa aktif seperti eugenol yang memiliki potensi sebagai insektisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekstrak daun kemangi dari berbagai literatur sebagai bahan aktif dalam formulasi mat elektrik, yaitu pad pemanas penguap senyawa volatil yang bekerja sebagai pembunuh atau pengusir nyamuk. Berdasarkan kajian literatur dari berbagai studi eksperimental, penggunaan ekstrak kemangi dalam electric mat menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam menurunkan populasi nyamuk Aedes aegypti, dengan tingkat mortalitas hingga 100% pada konsentrasi tertentu. Selain itu, metode aplikasi melalui mat elektrik terbukti mampu mengoptimalkan penguapan senyawa aktif, meningkatkan daya bunuh dan daya tolak terhadap nyamuk. Hasil ini menunjukkan bahwa daun kemangi berpotensi dikembangkan sebagai insektisida alami yang ramah lingkungan untuk pengendalian vektor DBD secara berkelanjutan. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, daun kemangi, Insektisida, Mat Elektrik, Nyamuk Aedes aegypti
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan sebagai Alat Bantu Diagnosis di Bidang Kesehatan : Literatur Review: Mohamad Idris, Angga Wijaya, Linda Septiani, Terza Aflika Happy, Risti Graharti Idris, Mohamad; Wijaya, Angga; Septiani, Linda; Happy, Terza Aflika; Graharti, Risti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp117-121

Abstract

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan dampak besar dalam sektor kesehatan, khususnya dalam membantu proses diagnosis penyakit. AI mampu mengolah data medis dalam jumlah besar, seperti gambar radiologi, rekam medis elektronik, hingga data genomik, dengan tingkat efisiensi dan akurasi yang tinggi. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan algoritma machine learning dan deep learning dalam diagnosis mampu mengidentifikasi penyakit kronis seperti COVID-19, kulit, dan periodontal dengan akurasi yang sangat tinggi. Beberapa kondisi dapat melampaui kinerja tenaga medis manusia dari segi kecepatan dan akurasi. Selain mempercepat proses penegakan diagnosis, AI dapat meminimalkan risiko kesalahan manusia serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Di bidang radiologi, teknologi seperti convolutional neural networks (CNN) telah digunakan secara efektif untuk mendeteksi kelainan jaringan melalui CT scan dan MRI dengan hasil yang lebih presisi. AI juga berperan penting dalam sistem pendukung keputusan klinis (Clinical Decision Support System/CDSS), yang mendorong implementasi pengobatan berbasis data dan pendekatan yang dipersonalisasi. Namun, penerapan AI di negara berkembang seperti Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain terbatasnya data lokal, ketimpangan infrastruktur digital, serta permasalahan etika dan regulasi. Kajian literatur ini bertujuan untuk meninjau manfaat AI dalam bidang diagnosis medis, serta mengidentifikasi hambatan yang perlu diatasi agar teknologi ini dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam sistem layanan kesehatan yang beragam. Kata kunci: Clinical Decision Support System, Deep Learning, Diagnosis Medis, Kecerdasan Buatan, Machine Learning
Beberapa Tumbuhan yang Berpotensi Sebagai Anti-Skabies di Indonesia Septiani, Linda; Pertiwi, Primasari; Andrifianie, Femmy; Marcellia, Selvi; Damayanti, Ervina
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 3 No. 1 (2023): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v3i1.16473

Abstract

Scabies is a type of parasitic infectious disease of the skin caused by the mite Sarcoptes scabiei var hominis.  Scabies is often found in areas with high population density, low economic status, poor sanitation and hygiene. For now, medication is one of the factors inhibitors in the treatment of scabies. This happened because chemical drugs has several effects such as contraindications, irritation, toxicity, and is not effective to all mite stages. Therefore, alternative treatments are needed that come from natural ingredients by exploring various plants in Indonesia that potential to have an active compounds to eradicate mites. The aims of this study is to summarize some of the result of research on alternative plant based anti-scabies and give the information as a reference for further research. This study uses the literature study method to obtain information from several research journal. Based on the results of a literature search, it was found that 15 plant species were extracted and tested on animals and humans which contain active compounds and have the potential as anti-scabies. These fifteen plants can grow well in the territory of Indonesia, so that people can cultivate them and develop them as natural anti-scabies agents. AbstrakSkabies merupakan salah satu jenis penyakit infeksi parasit pada kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Skabies banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, status ekonomi rendah, sanitasi dan hygiene yang buruk. Saat ini, pengobatan dengan bahan kimia menjadi salah satu faktor yang menjadi penghambat dalam penanggulangan skabies. Hal tersebut terjadi karena obat kimia memiliki beberapa efek seperti kontraindikasi, iritasi, toksik, dan tidak efektif terhadap semua stadium tungau. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan yang berasal dari bahan alam dengan mengeksplorasi berbagai tumbuhan di Indonesia yang berpotensi memiliki senyawa aktif untuk membasmi tungau. Tujuan studi ini adalah merangkum beberapa hasil penelitian tentang obat alternatif anti skabies berbahan dasar tumbuhan dan memberikan informasi dasar sebagai referensi penelitian lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk memperoleh informasi dari beberapa jurnal penelitian. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka diperoleh 15 jenis tumbuhan yang di ekstrak dan di uji ke hewan maupun manusia yang memiliki kandungan senyawa aktif dan berpotensi sebagai anti skabies. Kelima belas tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dengan di wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat membudidayakannya dan mengembangkannya sebagai bahan anti-skabies alami. 
Penyuluhan Edukasi Jamur Kulit Dan Upaya Pencegahannya Pada Ibu- Ibu Kelompok Pengajian Desa Karang Sari, Kecamatan Jati Agung Rosa, Emantis; Yulianti; Kanedi, M.; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 : Agustus (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toadstools can live everywhere in various ecosystems, with various habitats, one of which can infect the skin. The skin is an important part of the human body, because the skin acts as a protector for the body's internal organs, on the other hand, the skin is also a part of the body that is quite sensitive to several infectious diseases rather than microorganisms such as viruses, bacteria and fungi. This outreach activity aims to provide education to the community about knowledge and understanding of the fungus as well as efforts to prevent it among the women of the Koran Sari Village study group, Jati Agung Region. The results of this activity assessment show an increase from 45.3% to 77.3% with an average increase of 30.6%, whereas from the results of the assessment process the criteria for paying attention, asking, giving opinions and answering questions is more than not paying attention, not asking, and not giving opinions and not answering.
Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Malaria kepada Masyarakat di Balai Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu Marcellia, Selvi; Rosa, Emantis; Septiani, Linda; Islami, Suryadi; Andrifianie, Femmy; Damayanti, Ervina; Afriyani, Afriyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3037

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium. Penyakit ini menyerang sel eritrosit dan ditandai dengan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali, dalam kondisi akut ataupun kronis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Kabupaten Pringsewu menurut sumbe ryang didapat dari data SP2TP UPT Puskesmas Rawat Inap Gadingrejo, terdapat delapan kasus malaria pada tahun 2018 dan dua kasus pada Januari hingga April 2019. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pencegahan penularan penyakit malaria serta memberi pemahaman mengenai bubuk abate sebagai upaya pencegahan jentik nyamuk. Metodedari penyuluhan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 7 Desember 2021 bertempat di Balai Desa Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu. Hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada peserta, yaitu sebesar 19%, karena sebelum pemaparan materi hanya 70% dan sesudah pemaparan materi menjadi 89%.Kata kunci: abate, malaria, nyamuk Anopheles sp., Plasmodium sp.
Pelatihan Pembuatan Repelen Anti Nyamuk Daun Pandan Wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb) pada Anggota PKK di Teluk Pandan Pesawaran Lampung Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning; Septiani, Linda; Kanedi, M.
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3234

Abstract

Salah satu upaya pencegahan penyakit tular vektor adalah dengan menggunakan Insektisida, namun dalam penggunaannya kadang terlalu berlebihan dan berulang-ulang sehingga dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti pencemaran lingkungan, salah satu cara untuk mendapatkan bahan kimia yang ramah lingkungan adalah memanfaatkan potensi alam yaitu tanaman yang mengandung bioinsektisida. Salah satunya adalah tanaman pandan wangi  (Pandanus amaryllifolius Roxb) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpenterpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronela sebagaiobat nyamuk semprot. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan ketrampilan kepada kelompok PKK dalam mengolah tanaman pandan wangi sebagai obat anti gigitan nyamuk (repellent) atau penolak nyamuk. Metode pemecahan permasalahan yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi danpelatihan. Adapun rangkaian dari metode tersebut diterapkan sebagai berikut: memberikan pengetahuan dasar tentang cara meramu cairan pembasmi nyamuk dari daun pandan wangi. Selanjutnya memberikan informasi dan pelatihan tentang bagaimana cara membuat cairan repelen  dari daun panda wangi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Pos Kesehatan desa, yang diikuti sebanyak 25 anggota PKK. Keberhasilan kegiatan adalah peserta pelatihan mampu memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian vektor penyakit serta yang paling pentingadalah mampu melakukan pembuatan cairan dalam bentuk spray sebagai repelan  dengan efektif untuk menolak nyamuk. Pengabdian dengan metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan  dalam membuat ramuan repelen anti nyamuk dari daun pandan wangi. Kata kunci: Penyakit tular vektor, repelen anti nyamuk, pandan wangi
Kunjungan dan Konsultasi pada Penderita TBC di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; ., Sutarto; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3240

Abstract

Perlu ditegaskan bahwa langkah-langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 harus diperkuat, mengingat bahwa TBC masih menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi di Desa Cipadang mencakup kekurangan pengetahuan mengenai Tuberkulosis, termasuk pemahaman tentang gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan. Dampak dari kurangnya pengetahuan ini menyebabkan sebagian besar masyarakat meremehkan seriusnya masalah TBC, sering kali mengabaikan gejala awal penyakit. Kelompok usia di atas 40 tahun mendominasi, dengan 32 peserta (64,0%) dari total 50 individu peserta. Fakta ini menunjukkan bahwa kelompok usia ini memiliki risiko tinggi terkena TBC. Hasil kunungan dan konsultasi penderita TBC mencatat adanya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta perilaku konsumsi minum obat TBC sesuai dengan petunjuk dokter melalui kerabat keluarga sebagai pengawas minum obat.  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kujungan, konsulgtasi TBC, penderita
Komitmen Bersama dan Pelatihan Kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi Desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC) Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; Komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3241

Abstract

WHO melaporkan bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 didasarkan pada fakta bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Berdasarkan data angka penemuan kasus TBC (case detection rate = CDR) diketahui cakupan CDR Kabupaetn Pesawaran sebesar 35,3%, angka ini belum mencapai target sasaran 70%, rendahnya cakupan CDR ini memberi maksa masih banyak kasus TBC di massyarakat yang belum terdeteksi (ditemukan). Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dan faslitas pemeriksaan TBC yang masih terbatas.Demikian juga permasalahan secara di Kabupaten Pesawaran dan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan, termasuk desa Cipadang yang masuk wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan terkait dengan penemuan dan hasil pengibatan TBC Paru. Mitra berkomitmen untuk bersama-sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan membuat  komitmen bersama dan pelatihan kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi desa sehat bebas TBC (SAHABAT).  Komiten dicanangkan dihadiri oleh semua pamong desa dan tokoh masyarakat serta kader kesehatan. Peserta pelatihan kader berdasarkan hasil nilai kuesioner post-test dan pre-test bahwa terjadi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan kader TBC. Peningkatan ketrampilan / pengetahuan kader mengenai TBC dan penggalangan komitmen bersama diharapkan dapat mengurangi penderita TBC dan stigma negatif terhadap pasien TBC dan mempecepat eleminasi TBC di Desa Cipadang sehingga mewujudkan desa Cipadang menjadi desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC).  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kampaye, kader, komitmen
PENYULUHAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI POSYANDU CEMPAKA KECAMATAN NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3298

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan secara global. Indonesia menduduki peringkat kedua dengan beban TBC tertinggi setelah India pada tahun 2022. Kasus TBC anak mengalami peningkatan yang signifikan tahun 2022. Di provinsi Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Selatan kecamatan Natar, jumlah kasus Kasus TB Anak Usia 0-14 menduduki peringkat pertama sebanyak 32 kasus. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB salah satunya adalah dengan memperhatikan faktor risiko TB yakni riwayat kontak dengan orang yang menderita TB. Riwayat kontak ini dapat meningkatkan risiko infeksi TB pada anak, jika anak tidak mendapatkan imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG) atau tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut, penting bagi posyandu untuk melakukan pemantauan pertumbuhan balita sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengobatan gizi buruk pada anak yang disebabkan salah satunya karena terinfeksi TB. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan kepada orang tua (Ibu) balita untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang tuberkulosis pada anak di Posyandu Cempaka, Natar. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai tuberkulosis pada anak kepada Ibu balita di posyandu. Pada kegiatan ini peserta penyuluhan juga diberikan poster dan leaflet tentang pengenalan dini tuberkulosis pada anak mulai dari kasus, penyebab TB, Gejala, cara penularan, pencegahan, dan pengobatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan para Ibu balita tentang tuberkulosis sebesar 84,4%. Oleh karena itu, penyuluhan yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang tuberkulosis pada anak. Dengan demikian, diharapkan dapat menurunkan prevalensi TB anak. Kata kunci: penyuluhan, tuberkulosis anak, posyandu.
PELATIHAN PENGENDALIAN VEKTOR MALARIA BAGI KADER MALARIA DI DESA HANURA KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN Setyaningrum, Endah; Kanedi, Muhammad; Marcellia, Selvi; Mumtazah, Dzul Fithria; Santoso, Budi; Aslina, Enna; Masherni, Erniza; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3308

Abstract

Salah satu daerah endemis malaria di Pesawaran adalah desa Hanura kecamatan Teluk Pandan. Kasus malaria di Pesawaran sempat mengalami penurunan dari 235 kasus pada tahun 2019 menjadi 21 kasus pada tahun 2020, namun kembali meningkat signifikan pada tahun 2021 dan 2022 sebanyak 161 dan 172 kasus. Beberapa faktor risiko terkait yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang malaria, kurangnya informasi tentang pengendalian vektor malaria, serta kurang optimalnya praktik pengendalian vektor malaria di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan pengendalian vector malaria bagi kader malaria di desa Hanura dalam rangka pencegahan penyakit malaria dan memberikan keterampilan pengendalian vektor malaria sehingga dapat menurunkan kasus malaria khususnya di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Pada kegiatan ini, peserta berjumlah 30 orang. Dari hasil uji paired samples t test didapatkan rata-rata skor sebelum pelatihan sebesar 65,4% dan setelah pelatihan sebesar 87,6% dengan nilai uji p < 0,0001. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini dinilai berhasil berdasarkan peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan malaria dan pengendalian vektor. Selain itu, jumlah peserta yang diundang hadir semua, mereka aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan, serta tanggapan positif peserta berperan aktif dalam mendukung penurunan malaria di wilayahnya. Diharapkan para kader malaria dan pemerintah setempat dapat lebih mengoptimalkan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat untuk pencegahan malaria di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kata kunci: Pengendalian vektor, kader, malaria, desa hanura.