Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Malaria kepada Masyarakat di Balai Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu Marcellia, Selvi; Rosa, Emantis; Septiani, Linda; Islami, Suryadi; Andrifianie, Femmy; Damayanti, Ervina; Afriyani, Afriyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3037

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium. Penyakit ini menyerang sel eritrosit dan ditandai dengan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali, dalam kondisi akut ataupun kronis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Kabupaten Pringsewu menurut sumbe ryang didapat dari data SP2TP UPT Puskesmas Rawat Inap Gadingrejo, terdapat delapan kasus malaria pada tahun 2018 dan dua kasus pada Januari hingga April 2019. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pencegahan penularan penyakit malaria serta memberi pemahaman mengenai bubuk abate sebagai upaya pencegahan jentik nyamuk. Metodedari penyuluhan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 7 Desember 2021 bertempat di Balai Desa Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu. Hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada peserta, yaitu sebesar 19%, karena sebelum pemaparan materi hanya 70% dan sesudah pemaparan materi menjadi 89%.Kata kunci: abate, malaria, nyamuk Anopheles sp., Plasmodium sp.
Pelatihan Pembuatan Repelen Anti Nyamuk Daun Pandan Wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb) pada Anggota PKK di Teluk Pandan Pesawaran Lampung Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning; Septiani, Linda; Kanedi, M.
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3234

Abstract

Salah satu upaya pencegahan penyakit tular vektor adalah dengan menggunakan Insektisida, namun dalam penggunaannya kadang terlalu berlebihan dan berulang-ulang sehingga dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti pencemaran lingkungan, salah satu cara untuk mendapatkan bahan kimia yang ramah lingkungan adalah memanfaatkan potensi alam yaitu tanaman yang mengandung bioinsektisida. Salah satunya adalah tanaman pandan wangi  (Pandanus amaryllifolius Roxb) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpenterpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronela sebagaiobat nyamuk semprot. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan ketrampilan kepada kelompok PKK dalam mengolah tanaman pandan wangi sebagai obat anti gigitan nyamuk (repellent) atau penolak nyamuk. Metode pemecahan permasalahan yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi danpelatihan. Adapun rangkaian dari metode tersebut diterapkan sebagai berikut: memberikan pengetahuan dasar tentang cara meramu cairan pembasmi nyamuk dari daun pandan wangi. Selanjutnya memberikan informasi dan pelatihan tentang bagaimana cara membuat cairan repelen  dari daun panda wangi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Pos Kesehatan desa, yang diikuti sebanyak 25 anggota PKK. Keberhasilan kegiatan adalah peserta pelatihan mampu memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian vektor penyakit serta yang paling pentingadalah mampu melakukan pembuatan cairan dalam bentuk spray sebagai repelan  dengan efektif untuk menolak nyamuk. Pengabdian dengan metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan  dalam membuat ramuan repelen anti nyamuk dari daun pandan wangi. Kata kunci: Penyakit tular vektor, repelen anti nyamuk, pandan wangi
Kunjungan dan Konsultasi pada Penderita TBC di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; ., Sutarto; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3240

Abstract

Perlu ditegaskan bahwa langkah-langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 harus diperkuat, mengingat bahwa TBC masih menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi di Desa Cipadang mencakup kekurangan pengetahuan mengenai Tuberkulosis, termasuk pemahaman tentang gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan. Dampak dari kurangnya pengetahuan ini menyebabkan sebagian besar masyarakat meremehkan seriusnya masalah TBC, sering kali mengabaikan gejala awal penyakit. Kelompok usia di atas 40 tahun mendominasi, dengan 32 peserta (64,0%) dari total 50 individu peserta. Fakta ini menunjukkan bahwa kelompok usia ini memiliki risiko tinggi terkena TBC. Hasil kunungan dan konsultasi penderita TBC mencatat adanya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta perilaku konsumsi minum obat TBC sesuai dengan petunjuk dokter melalui kerabat keluarga sebagai pengawas minum obat.  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kujungan, konsulgtasi TBC, penderita
Komitmen Bersama dan Pelatihan Kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi Desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC) Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; Komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3241

Abstract

WHO melaporkan bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 didasarkan pada fakta bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Berdasarkan data angka penemuan kasus TBC (case detection rate = CDR) diketahui cakupan CDR Kabupaetn Pesawaran sebesar 35,3%, angka ini belum mencapai target sasaran 70%, rendahnya cakupan CDR ini memberi maksa masih banyak kasus TBC di massyarakat yang belum terdeteksi (ditemukan). Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dan faslitas pemeriksaan TBC yang masih terbatas.Demikian juga permasalahan secara di Kabupaten Pesawaran dan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan, termasuk desa Cipadang yang masuk wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan terkait dengan penemuan dan hasil pengibatan TBC Paru. Mitra berkomitmen untuk bersama-sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan membuat  komitmen bersama dan pelatihan kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi desa sehat bebas TBC (SAHABAT).  Komiten dicanangkan dihadiri oleh semua pamong desa dan tokoh masyarakat serta kader kesehatan. Peserta pelatihan kader berdasarkan hasil nilai kuesioner post-test dan pre-test bahwa terjadi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan kader TBC. Peningkatan ketrampilan / pengetahuan kader mengenai TBC dan penggalangan komitmen bersama diharapkan dapat mengurangi penderita TBC dan stigma negatif terhadap pasien TBC dan mempecepat eleminasi TBC di Desa Cipadang sehingga mewujudkan desa Cipadang menjadi desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC).  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kampaye, kader, komitmen
PENYULUHAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI POSYANDU CEMPAKA KECAMATAN NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3298

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan secara global. Indonesia menduduki peringkat kedua dengan beban TBC tertinggi setelah India pada tahun 2022. Kasus TBC anak mengalami peningkatan yang signifikan tahun 2022. Di provinsi Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Selatan kecamatan Natar, jumlah kasus Kasus TB Anak Usia 0-14 menduduki peringkat pertama sebanyak 32 kasus. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB salah satunya adalah dengan memperhatikan faktor risiko TB yakni riwayat kontak dengan orang yang menderita TB. Riwayat kontak ini dapat meningkatkan risiko infeksi TB pada anak, jika anak tidak mendapatkan imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG) atau tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut, penting bagi posyandu untuk melakukan pemantauan pertumbuhan balita sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengobatan gizi buruk pada anak yang disebabkan salah satunya karena terinfeksi TB. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan kepada orang tua (Ibu) balita untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang tuberkulosis pada anak di Posyandu Cempaka, Natar. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai tuberkulosis pada anak kepada Ibu balita di posyandu. Pada kegiatan ini peserta penyuluhan juga diberikan poster dan leaflet tentang pengenalan dini tuberkulosis pada anak mulai dari kasus, penyebab TB, Gejala, cara penularan, pencegahan, dan pengobatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan para Ibu balita tentang tuberkulosis sebesar 84,4%. Oleh karena itu, penyuluhan yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang tuberkulosis pada anak. Dengan demikian, diharapkan dapat menurunkan prevalensi TB anak. Kata kunci: penyuluhan, tuberkulosis anak, posyandu.
PELATIHAN PENGENDALIAN VEKTOR MALARIA BAGI KADER MALARIA DI DESA HANURA KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN Setyaningrum, Endah; Kanedi, Muhammad; Marcellia, Selvi; Mumtazah, Dzul Fithria; Santoso, Budi; Aslina, Enna; Masherni, Erniza; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3308

Abstract

Salah satu daerah endemis malaria di Pesawaran adalah desa Hanura kecamatan Teluk Pandan. Kasus malaria di Pesawaran sempat mengalami penurunan dari 235 kasus pada tahun 2019 menjadi 21 kasus pada tahun 2020, namun kembali meningkat signifikan pada tahun 2021 dan 2022 sebanyak 161 dan 172 kasus. Beberapa faktor risiko terkait yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang malaria, kurangnya informasi tentang pengendalian vektor malaria, serta kurang optimalnya praktik pengendalian vektor malaria di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan pengendalian vector malaria bagi kader malaria di desa Hanura dalam rangka pencegahan penyakit malaria dan memberikan keterampilan pengendalian vektor malaria sehingga dapat menurunkan kasus malaria khususnya di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Pada kegiatan ini, peserta berjumlah 30 orang. Dari hasil uji paired samples t test didapatkan rata-rata skor sebelum pelatihan sebesar 65,4% dan setelah pelatihan sebesar 87,6% dengan nilai uji p < 0,0001. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini dinilai berhasil berdasarkan peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan malaria dan pengendalian vektor. Selain itu, jumlah peserta yang diundang hadir semua, mereka aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan, serta tanggapan positif peserta berperan aktif dalam mendukung penurunan malaria di wilayahnya. Diharapkan para kader malaria dan pemerintah setempat dapat lebih mengoptimalkan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat untuk pencegahan malaria di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kata kunci: Pengendalian vektor, kader, malaria, desa hanura.
PELATIHAN PEMBUATAN TIE DYE (IKAT CELUP) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, PRODUKTIVITAS, DAN KESEHATAN LANSIA DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA TRESNA WERDHA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Idris, Mohamad; Mulya, Ireniza Pradevi; Setyaningrum, Endah; Rosa, Emantis; Happy, Terza Aflika
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3358

Abstract

Pelatihan pembuatan Tie dye (ikat celup) di UPTD PSLU (Pelayanan Sosial Lanjut Usia) Tresna Werdha Natar Lampung Selatan, dirancang sebagai upaya meningkatkan aktivitas, produktivitas, dan kesehatan lanjut usia (lansia). Kegiatan ini mengkombinasikan aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Selain itu, aktivitas ini juga merangsang kreativitas dan memberikan rasa pencapaian, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan jasmani dan rohani. Hasil karya Tie dye dapat dimanfaatkan secara personal atau diproduksi untuk dijual, sehingga mendukung keberlanjutan produktivitas lansia. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan praktik secara bersama-sama. Para lansia diajak melakukan senam otak menggunakan jari-jari tangan agar merangsang otak untuk fokus dan melatih koordinasi tangan sebelum pelatihan dimulai. Lansia diajarkan teknik dasar pembuatan Tie dye, seperti mengikat, melipat, dan mencelupkan kain untuk menghasilkan pola-pola unik. Aktivitas tersebut melibatkan gerakan fisik ringan yang membantu menjaga kebugaran tubuh serta melatih keterampilan motorik halus. Pelatihan ini diikuti oleh 45 orang lansia di Aula UPTD PSLU Tresna Werdha sebagai sarana pemberdayaan yang bermanfaat bagi lansia penghuni panti. Dengan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa para lansia sangat antusias, bahagia, dan memberikan respon positif pada saat praktik. Pada pelatihan ini sebanyak 93% lansia berhasil menyelesaikan pembuatan Tie dye-nya. Pelatihan ini tidak hanya memperkaya keterampilan, tetapi juga meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta menciptakan ruang interaksi sosial yang bermakna di antara penghuni UPTD PSLU. Kata kunci: Aktivitas, Kesehatan, Lansia, Produktivitas, Tie dye
IMPLEMENTASI PESANTREN SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECACINGAN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN DEWAN DAKWAH LAMPUNG Marcellia, Selvi; Ramadhian, M. Ricky; Septiani, Linda; Afriyani, Afriyani; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3550

Abstract

Penyakit cacingan adalah penyakit menular disebabkan oleh infeksi jenis Soil-transmitted helminths seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Cacingan dapat menyebabkan kehilangan darah dan penurunan penyerapan zat gizi seperti karbohidrat, zat besi, dan protein. Cacing yang menginfeksi hidup dan berkembang biak di usus manusia, maka cacing akan menyerap protein dan zat besi dalam darah, yang membuat terganggunya penyerapan nutrisi pada tubuh akibat rusaknya dinding usus. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan upaya penanggulangan cacingan melalui penyuluhan dan demonstrasi indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu cara mencuci tangan yang benar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi pengetahuan santri dengan lembar kuisioner (pre-test dan post-test). Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Dewan Da’wah Lampung dengan sasaran kegiatan adalah santri kelas VIII. Hasil dari Kegiatan PkM ini menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan santri sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan sebesar 54,52±23,35. Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan awal peserta cukup baik, namun masih memerlukan penguatan. Setelah melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, nilai post-test meningkat menjadi 75,76±21,99, dengan kenaikan rata-rata pengetahuan sebesar 21,24±20,97. Hasil analisis statistik menggunakan Uji Paired Sample t-test, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata yang signifikan (p<0.05) antara pengetahuan santri sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai penyakit kecacingan. Berdasarkan Hasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan para santri PPTQ Dewan Da’Wah Lampung terhadap penyakit kecacingan pada anak
LANSIA SEHAT DAN MANDIRI: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN SENAM KEBUGARAN DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Happy, Terza Aflika; Mulya, Ireniza Pradevi; Idris, Mohamad; Andrifianie, Femmy; Rosa, Emantis; Setyaningrum, Endah; Lusina, Septia Eva
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3616

Abstract

Peningkatan jumlah lansia merupakan tantangan global dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, tren ini terus meningkat setiap tahun, sehingga diperlukan strategi intervensi terpadu untuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Salah satu aspek penting namun sering terabaikan dalam pelayanan kesehatan lansia adalah kesehatan reproduksi termasuk perubahan akibat menopause pada wanita dan andropause pada pria, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan emosional. Di sisi lain, rendahnya aktivitas fisik pada lansia juga memperbesar risiko penyakit degeneratif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan reproduksi serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya senam kebugaran dalam menjaga kualitas hidup. Kegiatan dilaksanakan di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, Kabupaten Lampung Selatan, melalui dua pendekatan utama, yaitu edukasi interaktif tentang kesehatan reproduksi dan pelatihan senam bugar lansia. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi langsung terhadap keterlibatan peserta dalam kegiatan senam. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai kesehatan reproduksi sebesar 80% serta partisipasi aktif dalam kegiatan fisik senam kebugaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi yang dikombinasikan dengan latihan fisik sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri. Kata kunci: lansia, kesehatan reproduksi, senam kebugaran, menopause, andropause
EDUKASI KESEHATAN MENGENAI PENYAKIT HIPERTENSI DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN DESA HAJIMENA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Septia Eva Lusina; Ambarwati, Yuli; Bahri, Syaiful; Susianti, Susianti; Apriliana, Ety; Septiani, Linda; Ratna, Maya Ganda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3633

Abstract

Salah satu masalah kesehatan kronik dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan menjadi satu dari sepuluh penyebab mortalitas di Asia adalah hipertensi. Data dari WHO menyebutkan diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, sebagian besar tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kebanyakan orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala apa pun. Hipertensi cenderung tinggi pada pendidikan rendah yang memiliki pengetahuan kurang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kurangnya pengetahuan dan kesadaran penderita hipertensi adalah kurangnya pemberian edukasi kesehatan. Selain itu permasalahan yang sering terjadi di masyarakat diantaranya adalah tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi dikarenakan tidak adanya keluhan atau gejala berat yang dialami sehingga tidak dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Oleh karena itu, dalam rangka upaya berperan dalam deteksi awal penyakit hipertensi dan menjalankan salah satu tridharma perguruan tinggi berupa pengabdian kepada masyarakat, pada kegiatan kali ini dosen Universitas Lampung mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan edukasi kesehatan mengenai penyakit hipertensi pada masyarakat di Perumahan Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 April 2025 yang diikuti sebanyak 45 orang masyarakat yang diperiksa. Kegiatan ini dibantu oleh masyarakat sekitar dan juga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Kata kunci: hipertensi, pemeriksaan kesehatan, tekanan darah, edukasi
Co-Authors Adisa, Mutiara Putri aflika, terza Afriyani, Afriyani Akbar, Muhammad Adzan Nur Alghani, Sulthan Rafi Amalia, Usnida Khoiru Ambarwati, Yuli Ananta, Yoga Andrifianie, Femmy Angga Wijaya, Angga Annasya, Benazhir Saninah Aquila Graham Ari Wahyuni Aslina, Enna Cahyani, Faradhila Azqiah Damayanti, Ervina Dwi Budi Santoso Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endah Setyaningrum, Endah Ety Apriliana Fatahillah, Fatahillah Fitria Saftarina Ghaitsa Lulua Ginting, Bisart Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hendri Busman Heni Pujiastuti Idris, Mohamad Indri Windarti Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Jhons Fatriyadi Suwandi Kanedi, M. Kanedi, Muhammad Khairun Nisa Khansa, Moh Chandra Lusina, Septia Eva Marcelia, Selvi Marcellia, Selvi Masherni, Erniza Muhammad Ricky Ramadhian Mulya, Ireniza Pradevi Mumtazah, Dzul Fithria Nuning Nurcahyani Nur Diana Oktavia Ningtias, Nabila Primasari Pertiwi Qanita Arindia, Naifa Hana Qurani, Istiqomatul Rahel, Clara Arta Uli Rahmah, Nisrina Nur Rahmawati, Rahmawati Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Rika Lisiswanti Risti Graharti Rizki Hanriko Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rosa, Emantis Satrio, Oktavianus Indra Septia Eva Lusina Septian, Astried Setiawan, Gigih Setiorini, Anggi Shinta Dewi, Brigitta Sinaga, Herman Fransiskus Sofyan Musyabiq Wijaya Suryadi Islami Susianti Susianti Sutarto . SYAIFUL BAHRI Syazili Mustofa TA Larasati Tri Umiana Soleha Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Zefanya, Ezekial