Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Implementasi Magrib Mengaji sebagai Solusi dalam Meningkatkan Minat Baca Alqur’an Anak-anak di Jorong Sungai Tanang Nagari Kasikputih Sungaitanang Kecamatan Sungai Aur Alfina Nasution; Andri Muda; Sahrul Darmawan; Riki Andi; Nur Mawaddah Nst; Nur Adilah Nasution; Nikmah Khairani; Haidah Hutauruk; Amir Hamzah Effendi; Suryadi Nasution
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program magrib mengaji ini ditujukan kepada anak-anak yang mana merupakan salah satu bentuk inisiatif pendidikan non-formal yang berfokus pada pengajaran membaca Alquran yang dilaksanakan di wakru magrib. Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai religius dan meningkatkan minat baca Alquran anak-anak sejak usia dini. Menggunakan metode penelitian PAR (Participatory Action Reseach), penelitian ini mengevaluasi partisipasi anak-anak, respon orang tua, serta peran lingkungan dalam keberhasilan program. Penelitian ini menunjukkan bahwa program ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran dan juga menumbuhkan minat baca Alquran pada anak-anak. Dengan demikian program magrib mengaji dapat dijadikan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan minat baca Alquran pada anak-anak usia dini. 
Pelaksanaan Seminar Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di SMK Negeri 1 Sungai Aur Mahdi Mulia; Alfiani Pulungan; Halidina Haris; Khoirul Amri; Mutiah Rangkuti; Seri Muslimah; Indah Futri; Lely Hayati; Husnil Khotimah; Raja Ritonga; Suryadi Nasution
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan individu dan keluarga untuk melakukan pernikahan dini serta dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong pernikahan dini adalah tekanan sosial dan budaya, keterbatasan akses pendidikan, serta kondisi ekonomi keluarga yang kurang memadai. Selain itu, pernikahan dini juga ditemukan memiliki dampak negatif terhadap kesejahteraan individu, terutama dalam hal kesehatan reproduksi dan akses terhadap pendidikan yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan yang lebih efektif untuk mengurangi praktik pernikahan dini, seperti peningkatan akses pendidikan, program pemberdayaan ekonomi, dan kampanye kesadaran masyarakat mengenai dampak negatif pernikahan dini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengentasan pernikahan dini dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.  
Pelatihan Tata Cara Pengurusan Jenazah Bagi Siswa SMP Negeri 4 Sungai Aur Muhammad Sukron; Nanda Wahyu Saputra; Syawal Hanafi; Nurmin Patima; Nurul Padilah; Nurmayanti Fitri Simbolon; Sonia; Suci aryuni; Wenny Elida Harahap; Ali Jusri Pohan; Suryadi Nasution
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas pemahaman Islam mengenai kematian dan penyelenggaraan jenazah serta upaya peningkatan keterampilan siswa dalam pelaksanaan tata cara pengurusan jenazah melalui program pelatihan. Artikel ini menjelaskan secara rinci tata cara memandikan, mengkafani, menshalati, dan menguburkan jenazah berdasarkan ajaran Islam. Untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan mengenai penyelenggaraan jenazah, sebuah program pelatihan diadakan di SMPN Negeri 4 Sungai Aur. Program ini bertujuan untuk melatih siswa dan guru dalam praktik penyelenggaraan jenazah dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya mengikuti tata cara yang benar. Metode pelatihan meliputi observasi, presentasi materi, tanya jawab, dan praktek langsung. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, disarankan untuk melanjutkan pelatihan serupa di tempat lain dan melibatkan lebih banyak peserta untuk meningkatkan pemahaman dan praktik penyelenggaraan jenazah di masyarakat.
Pengembangan LKPD Pembelajaran PAI Berbasis Project Based Learning di Kelas VIII MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan Ainun; Nasution, Suryadi; Siregar, Irma Suryani
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v6i2.16088

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan memahami mekanisme proses pembelajaran sebelum dan sesudah penerapan LKPD Pembelajaran PAI berbasis Project Based Learning (PjBL), serta menilai tingkat validitas dan kepraktisan pengembangan LKPD tersebut pada materi Perkembangan Peradaban Islam pada Masa Daulah Abbasiyah di Kelas VIII MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan. Kegiatan penelitian dilakukan di MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan dengan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang merujuk pada model 4D, yaitu tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek pengujian awal atau eksperimen penelitian ini ialah anak didik kelas VIII at-Tahrim MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan yang berjumlah 30 orang pada tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa instrumen, yaitu analisis kebutuhan, penilaian validitas, dan uji kepraktisan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode analisis kebutuhan, analisis validitas, dan analisis praktikalitas. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa proses pembelajaran setelah penerapan LKPD berbasis Project Based Learning menjadi lebih aktif, terarah, serta berpusat pada anak didik. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa LKPD berada pada kategori sangat valid dengan rata-rata persentase 93%, sedangkan modul ajar memperoleh nilai rata-rata 91% yang juga termasuk dalam kategori sangat valid. Dari aspek kepraktisan, hasil penilaian guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam memperoleh nilai 93%, yang dikategorikan sangat praktis. Adapun respon dari 30 anak didik kelas VIII at-Tahrim terhadap penggunaan LKPD menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 90%, juga berada pada kategori sangat praktis. Berdasarkan temuan tersebut, ada kesimpulan bahwa LKPD Pembelajaran PAI berbasis proyek yang dikembangkan adalah valid (layak) dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Beyond Silence: Addressing Sexual Education in Islamic Educational Institutions for a Holistic Contemporary Curriculum Nasution, Suryadi; Pohan, Ali Jusri; Khairurrijal, Khairurrijal; Nur, Kholidah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v19i2.3548

Abstract

Sexual education within Islamic educational institutions is frequently silenced by cultural and religious stigma; however, this study unveils the potential for transformation through a holistic approach. Employing a qualitative methodology involving interviews, observations, and document analysis in Mandailing Natal, this research reveals that 68% of students, 62% of teachers, and 57% of parents endorse the teaching of sexuality within an Islamic framework. Nevertheless, existing curricula, encompassing 25% coverage in pesantrens, 15% in madrasahs, and 8% in junior high schools (SMP), fail to deliver substantial comprehension (20-35%) due to normative and fragmented approaches. A pilot implementation of a holistic model in a pesantren, integrating biology, Islamic ethics, and guided discussions, enhanced student understanding by 85% and reduced teacher stigma by 60%, with the collaboration of ulama and local elements serving as pivotal factors. This study proposes a replicable model that bridges tradition and modernity, asserting that silence can be overcome to protect adolescents from digital risks without compromising Islamic identity. Its implications are pertinent to global Islamic educational reform.
The Use of H5P Lumi Education Interactive Multimedia in Improving Students’ Cognitive Abilities in the Subject of Islamic Cultural History Sa'diah, Halimatus; Ikbal, Muhammad; Nasution, Suryadi; Marhamah, Anni
An-Nuha Vol 5 No 1 (2025): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v5i1.875

Abstract

This study aimed to determine the improvement of students’ cognitive abilities using HSP lumi education interactive multimedia in the subject of Islamic cultural history. This study was conducted at MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan using the classroom action research (CAR) method consisting of two cycles, each carried out in two meetings. The subjects of this study were 29 students of class VIII at-Tin. Data collection techniques used observation sheets, multiple choice tests, and interviews. The results of the study showed that the cognitive abilities of students increased. In the pre-action, the number of students who completed was only 7 people, who had not completed 22 people, with an average value of 59.55, and a classical completion rate of 24%, increasing in cycle I to 12 students who had completed, 17 students who had not completed, with an average value of 72.58, and a classical completion rate of 41%. And in cycle II, the number of students who completed increased again to 26 people, who had not completed only 3 people, with an average value of 84.44, and classical completion percentage of 89%. Based on these results, it can be concluded that the use of H5P lumi education interactive multimedia can improve students’ cognitive abilities in the subject of Islamic cultural history at MTsS Mardiyah Islamiyan with an increase of 65%.
Sosialisasi terhadap penetapan batas usia perkawinan dalam undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan pada masyarakat Panyabungan Hamid, Asrul; Nst, Andri Muda; Idris, Idris; Hsb, Zuhdi; Siregar, Ilham Ramadan; Nasution, Suryadi; Akhyar, Akhyar; Ritonga, Raja; Ritonga, Syaipuddin; Siregar, Resi Atna Sari; Nahari, Lailan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22170

Abstract

AbstrakPerubahan batas usia perkawinan yang awalnya 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk Perempuan menjadi 19 tahun baik untuk laki-laki dan perempuan sesuai yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perubahan dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan merupakan upaya pemerintah untuk menekan tingginya angka perkawinan di bawah umur dengan memperhatikan kemaslahatan. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk mensosialisasikan perubahan aturan hukum tersebut sehingga timbul kesadaran di masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan kepada masyarakat desa binaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal dengan latar belakang usia dan pendidikan yang berbeda dengan jumlah 100 orang. Metode dilakukan dengan beberapa tahapan; pertama, tahap persiapan dengan mengumpulkan peserta dan melakukan pretest secara sederhana kepada peserta untuk memahami sejauh mana tingkat pemahaman mereka terhadap materi sosialisasi, kedua, tahap pelaksanaan dengan memberikan materi sosialisasi, menjelaskan materi tersebut dengan baik, setelah itu dilakukan diskusi interaktif dengan peserta, ketiga,  tahap evaluasi dengan melakukan postest kepada peserta dan dari hasil postest tersebut dijadikan bahan evaluasi terhadap perbaikan pendampingan berikutnya. Hasil kegiatan pasca sosialisasi ini memberikan trend positif terlihat dari antusiasme dan kepuasan peserta mencapai 85% Puas dan 0% Tidak Puas, hal ini menunjukkan kegiatan berjalan dengan baik. Pemahaman peserta juga meningkat menjadi 45% dari sebelumnya 5%, namun karena masih ada dari peserta yang masih Tidak Paham 13% sehingga pendampingan yang berkelanjutan harus dilakukan dengan memberikan akses secara kontinu dengan berbagai media komunikasi untuk keberlanjutan dari kegiatan sosialisasi. Kata kunci : batas usia perkawinan; masyarakat panyabungan; undang-undang perkawinan. AbstractChanges to the marriage age limit from 19 years for men and 16 years for women to 19 years for both men and women as stated in Law Number 16 of 2019. Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage are The government's efforts to reduce the high number of underage marriages by paying attention to welfare. The aim of this service is to socialize changes to legal regulations so that awareness arises in society. This outreach activity was carried out among the village community assisted by the Mandailing Natal State Islamic College with different age and educational backgrounds totaling 100 people. The method is carried out in several stages; first, the preparation stage by conducting a pretest on participants to understand the extent of their understanding of the socialization material, second, the implementation stage by providing socialization material, explaining the material well, after that an interactive discussion is held with the participants, third, the evaluation stage by conducting a posttest to participants and the results of the posttest are used as evaluation material for subsequent improvements in mentoring. The results of this post-socialization activity provided a positive trend as seen from the enthusiasm and satisfaction of participants reaching 85% Satisfied and 0% Dissatisfied, this shows that the activity went well. Participants' understanding also increased to 45% from the previous 5%, however, because there were still 13% of participants who did not understand, ongoing assistance must be carried out by providing continuous access to various communication media for the continuity of socialization activities. Keywords: marriage age limit; panyabungan community; marriage law.