Claim Missing Document
Check
Articles

Penyakit Parkinson: Ancaman Kesehatan bagi Komunitas Pertanian Rizki Hanriko; Bella Pratiwi Anzani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif yang bersifat progresif,menyerang sel otak ,dan mempengaruhi gerak tubuh karena berkurangnya kadar dopamin serta dapat mempengaruhi kualitas hidup. Penyakit ini semakinmeningkat setiap tahunnya. Di Indonesia, prevalensi penyakit parkinson pada tahun 2005 sebesar 90.000.000 dan diperkirakan akan meningkat lebih dari 2 kali lipat di tahun 2030. Penyakit parkinson belum jelas etiologinya, namun didugadisebabkan oleh multifaktor, salah satunya adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap penyakit ini adalah paparan pestisida. Komunitas pertanian erat kaitannya dengan penggunaan pestisida sehingga memiliki faktor risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit parkinson. Berdasarkan penelitian, jenis pestisida yang dapat menyebabkan penyakit ini yaitu Rotenone (insektisida), Paraquat (herbisida), Maneb (fungisida). Beberapa mekanisme pestisida yang dapat menyebabkan penyakit parkinson diantaranya yaitu menyebabkan disfungsi mitokondria sehingga mengganggu respirasi seluler, stress oksidatif yang mengakibatkan kematian sel dan mengganggu kadar dopamin.Penurunan kadar dopamin menyebabkan fungsi neuron di sistem saraf pusat ikut menurun dan menghasilkan kelambanan gerak, kelambanan berpikir, kelambanan bicara, tremor dan kekakuan.Kata Kunci: maneb, paraquat, penyakit parkinson, pestisida, rotenone
Perbedaan Rerata Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Obesitas General dan Obesitas Sentral Pegawai Laki-Laki Dewasa di Lingkungan Universitas Lampung Uliana Nur Melin; Khairun Nisa; Dian Isti Angraini; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit degeneratif yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh. Obesitas merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya diabetes mellitus tipe II pada dewasa muda. Obesitas dapat menimbulkan resistensi insulin melalui peningkatan produksi asam lemak bebas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan rerata kadar gula darah sewaktu pada obesitas general dan obesitas sentral pegawai laki-laki dewasa di lingkungan Universitas Lampung tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September–November 2016. Sampel dalam penelitian adalah pegawai laki–laki dewasa di lingkungan Universitas Lampung sebanyak 79 responden. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan uji statistik menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukan responden rata–rata pada kelompok usia dewasa akhir (67,1%) dan responden terbanyak menderita obesitas sentral (55,7%). Rerata nilai kadar glukosa darah sewaktu pada penderita obesitas sentral sebesar 126,02 mg/dl dan pada penderita obesitas general sebesar 111,66 mg/dl dengan selisih sebesar 14,36 mg/dl. Hasil uji T perbedaan kadar glukosa darah sewaktu pada obesitas general dengan obesitas sentral dengan nilai p = 0,009. Kadar glukosa darah sewaktu lebih tinggi pada kelompok obesitas sentral dibandingkan dengan kelompok obesitas general.Kata Kunci: glukosa darah sewaktu, obesitas general, obesitas sentral
Seroprevalensi Toxoplasma gondii pada Hewan Ternak Sapi di Kota Bandar Lampung Riska Wulandari; Johns Fatriyadi Suwandi; Hanna Mutiara; Sulinawati Sulinawati; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toksoplasmosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa yaitu Toxoplasma gondii. Penularan Toxoplasma gondii ke manusia dapat melalui dua cara yaitu kongenital dan didapat. Penularan dengan cara didapat merupakan penularan yang tersering yaitu dengan cara termakan kista yang terdapat pada daging sapi yang dimasak tidak matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi toxoplasmosis pada sapi yang berada di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode serologi aglutinasi yaitu ToMAT dengan menggunakan dua kit yaitu kitmerah dan kit biru. Terdapat 63 sampel yang positif terinfekesi Toxoplasma gondii, dari 63 sampel tersebut 18 diantaranya kemungkinan mengalami infeksi akut. Seroprevalensi Toxoplasma gondii pada hewan ternak sapi diBandar Lampung adalah sebesar 92,65%.Kata kunci: Hewan ternak sapi, Seroprevalensi, Toxoplasmosis, Zoonosis
Hubungan Asupan Makan dengan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Meriska Cesia Putri; Dian Isti Angraini; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi KEK di Provinsi Lampung menurut profil kesehatan Provinsi Lampung tahun 2016 adalah sebesar 21,3% pada wanita hamil dan 17,5% pada wanita tidak hamil. Kurang energi kronik (KEK) adalah salah satu fokus dalam program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan makan terhadap kejadian KEK pada WUS. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode cluster sampling. Responden penelitian berjumlah 61 WUS yang berusia 20-35 tahun. Data asupan makan didapatkan dari kuesioner food recall 2x24 jam dan data lingkar lengan atas (LILA) didapatkan melalui pengukuran langsung. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebesar 4,9% responden menderita KEK dengan mayoritas responden memiliki asupan energi kurang (54,1%), asupan karbohidrat lebih (72,1%), asupan protein kurang (91,8%), asupan lemak kurang (98%), dan asupan zat besi kurang (100%), dengan hasil analisis bivariat fisher exact didapatkanbahwa asupan energi tidak berhubungan secara signifikan (p=0,589), asupan karbohidrat tidak berhubungan secara signifikan (p=0,455), asupan protein tidak berhubungan secara signifikan (p=0.230), asupan lemak berhubungan secara signifikan (p=0.049) dengan kejadian KEK, dan asupan zat besi tidak dapat diukur signifikansinya karena seluruh responden memiliki asupan zat besi yang kurang. Terdapat hubungan signifikan antara asupan lemak dengan kejadian KEK pada WUSdi Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.Kata kunci: asupan makan, KEK, LILA, WUS
Pengaruh Pemberian Kombinasi Zinc dan Tomat (Solanum Lycopersicum L) terhadap Hepar Akibat Stres yang Terpapar Gelombang Elektromagnetik Ponsel Neza Ukhalima Hafia Sudrajat; Widya Pebryanti Manurung; Tarrinni Inastyarikusuma; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan radiasi gelombang elektromagnetik ponsel dapat mengakibatkan stres oksidatif karena terjadinya perubahan keseimbangan kadar radikal bebas dalam tubuh. Stres oksidatif akan meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) seperti Malondialdehyde (MDA) dan menurunkan aktivitas Superokside Dismutase (SOD), Catalase (CAT), dan Gluthathion Peroksidase (GPx). Stres oksidatif akan merusak sel dan komponennya sehingga terjadi gangguan fungsi sel atau kerusakan sel pada organ tubuh, salah satunya adalah sel hepar sehingga terjadi perubahan histologi hepar. Stres oksidatif dapat dicegah ataupun dikurangi dengan asupan antioksidan yang cukup. Antioksidan merupakan agen protektif yang menonaktifkan ROS sehingga secara signifikan dapat mencegah kerusakan oksidatif. Pemberian zinc dan tomat (Solanum lycopersicum L) sebagai antioksidan dapat mencegah ketidakseimbangan antara ROSdan Total Antioxidant Capacity (TAC). Zinc terbukti dapat mengganti logam transisi (Fe2+ atau Cu2+) dan menginduksi terbentuknya protein sehingga dapat menetralisir ROS. Zinc juga dapat menurunkan biomarker stres oksidatif dan sitokin inflamasi sehingga sangat efektif dalam menurunkan ROS. Likopen dalam tomat dapat meningkatkan kadar karotenoid dalam darah dan mencegah kerusakan DNA sehingga dapat memperbaiki gambaran histologi hepar.Kata kunci: gelombang elektromagnetik, hepar, tomat, zinc
Non-Melanoma Skin Cancer (NMSC) pada Pekerja Luar Ruangan dan Intervensinya Rizki Hanriko; Sri Janahtul Hayati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sinar Ultraviolet (UV) tak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Sinar UV tak hanya bermanfaat dalam proses fotosintesis tumbuhan, namun juga bermanfaat dalam produksi vitamin D didalam tubuh manusia. Paparan sinar UV secara terus-menerus ternyata dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan manusia, khususnya kulit dan mata. Bahaya terburuk akibat paparan sinar UV yang paling sering terjadi adalah Non-Melanoma Skin Cancer (NMSC). Kelompok paling berisiko mengalami NMSC adalah kelompok pekerja yang bekerja diluar ruangan (outdoor worker). Meskipun berisiko, namun masih ada langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan sinar UV. Upaya yang dilakukan diharapakan dapatmengurangi kejadian NMSC yang selama ini dilaporkan sebagai kasus kanker kulit terbesar didunia.Kata kunci:
HUBUNGAN KADAR PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN (PSA) DENGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI KANKER PROSTAT DI RSUD DR. H. ABDOEL 1 MOLOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE 2019-2020 Panca Bayu; Exsa Hadibrata; Ramadhan Triyandi; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker prostat adalah kanker terbanyak ke-2 yang terdiagnosis pada laki- laki di seluruh dunia dan merupakan urutan ke-5 kanker terbanyak dari seluruh kanker. Kadar PSA merupakan penanda tumor yang baik dalam mendiagnosa karsinoma prostat sementara derajat histopatologi kanker prostat dapat diniliai dengan sistem Gleason score yang merupakan prediktor prognostik yang bagus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi kanker prostat di RSUD Dr. H. Abdoel Moloek provinsi Lampung periode 2019-2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kategorik tidak berpasangan dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan data sekunder. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 85 sampel yang didapat menggunakan teknik Consecutive Sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: pasien adenokarsinoma prostat yang memiliki Low Grade Gleason Score dengan kadar PSA < 20 berjumlah 25 orang (29,4%) dan dengan kadar PSA ≥ 20 sebanyak 8 orang (9,4%). Sedangkan pasien dengan Moderate Grade GleasonScore yang memiliki kadar PSA < 20 berjumlah 8 orang (9,4%) dan yang memiliki kadar PSA ≥ 20 seba nyak 4 orang (4,7%), serta pasien dengan High Grade Gleason Score yang memiliki kadar PSA < 20 sebanyak 12 orang (14,1%) dan yang memiliki kadar PSA ≥ 20 sebanyak 28 orang (33%). Berdasarkan hasil analisis dengan uji chi square didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi Gleason Score pada penderitaadenokarsinoma prostat. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi Gleason Score pada penderita adenokarsinoma prostat.Kata kunci: Gleason Score, Kadar PSA, Kanker Prostat
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PENDERITA KANKER SERVIKS DI RSUD DR. H. ABDUL MOLOEK TAHUN 2018-2021 Sezia Marina; Rizki Hanriko; Liana Sidharti; Indri Windarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia dan di Indonesia menjadi penyebab mortalitas tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskular. Kanker serviks adalah tumor ganas epitel leher rahim yang merupakan jenis kanker kedua paling umum dan menyebabkan kematian pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi penderita kanker serviks di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2018-2021 meliputi distribusi usia, lokasi tempat tinggal, gejala klinis, tipe histopatologi, derajat diferensiasi (grading), stadum tumor dan tatalaksana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 204 sampel yang didapat menggunakan teknik Consecutive Sampling. Analisis yang digunakan adalah uji analyse descriptive statistic. Hasil uji analyze descriptive statistic menunjukan penderita kanker serviks terbanyak pada kelompok usia 40-60 tahun (66,2%), lokasi tempat tinggal terbanyak berasal dari Bandar Lampung (28,4%), gejala klinis yang sering dikeluhkan adalah perdarahan pervaginam (45,6%), tipe histopatologi terbanyak yang ditemukan adalah Squamous Cell Carcinoma(75,5%), derajat differensiasi (grading) terbanyak adalah grade I dan grade II (35,3%), stadium tumor terbanyak adalah stadium IIIB (38%), dan tatalaksana terbanyak yaitu terapi radiasi eksterna (67,2%). Karakteristik klinikopatologi penderita kanker serviks palingbanyak ditemukan pada kelompok usia 40-60 tahun yang banyak berasal dari Bandar Lampung dengan gejala klinis tersering adalah perdarahan pervaginam, tipe histopatologi terbanyak yaitu Squamous Cell Carcinoma dengan derajat differensiasi (grading) terbanyak adalah grade I dan grade II, stadium tumor terbanyak yaitu stadium IIIB dan tatalaksanayang paling sering dilakukan yaitu terapi radiasi eksterna.Kata kunci: Karakteristik Klinikopatologi, Kanker Serviks, Serviks
Hubungan Konsumsi Daging Merah dengan Kanker Kolorektal Naufal Rasyid Aswan; Rizki Hanriko; Jhons Fatriyadi Suwandi; Risal Wintoko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker kolorektal adalah kanker pada kolon atau rektum. Kanker kolorektal merupakan kanker ketiga yang paling sering pada pria dan kedua pada wanita, dan, menurut data dari World Health Organization (WHO), kanker kolorektal menyumbang hampir 1,4 juta kasus baru setiap tahun di seluruh dunia. Pada tahun 2017, ada 1,8 juta kasus kankerkolorektal di seluruh dunia, dengan tingkat insidensi standar mencapai 23,2 kasus per 100.000 orang-tahun. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka yang disusun untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker kolorektal. Referensi yang digunakan merupakan artikel yang diterbitkan antara tahun 2012-2022. Faktor risiko kankerkolorektal dibagi menjadi faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang cukup berpengaruh adalah konsumsi daging merah. Daging merah dan daging merah olahan secara meyakinkan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal sebesar 20-30% melalui 6 mekanisme utama, yaitumekanisme N-nitroso compounds (NOCs), heterocyclic amines (HCAs), polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), besi Heme dalam daging merah, polyunsaturated fatty acid (PUFA), asam empedu, asam sialat non-manusia dan agen infeksius. Kata kunci: Faktor risiko, daging merah, kanker kolorektal
Co-Authors - Muhartono - Muhartono Ade Yonata Ahmad Syah Putra Alif Fernanda Putra Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggun Elidiya Annisa Shafira Pramono ari wahyuni Ari Wahyuni Bella Pratiwi Anzani Betta Kurniawan, Betta Dewi Nur Fiana Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Diana Mayasari Dwi Indria Anggraini Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eca Cania Ety Apriliana Ety Apriliana Exsa Hadibrata Fadly, Ahmad Aulia Fatahillah, Fatahillah Fauziani, Andra Nabila Fauziyyah Nuur Al azizah Fidha Ramayani Gede Ardi Saputra Hadibrata, Exsa Hamidi, Syahrul Hanarisha Putri Azkia Hanna Mutiara Haryani Dwita Haula Rizqiyah Helsa Apty Tamara Hendra Tarigan Sibero Hendri Busman Indri Windarti Intanri Kurniati Jhons Fatriyadi Suwandi Johns Fatriyadi Suwandi Khairun Nisa KHAIRUNNISA SALSABILA Liana Sidharti Lukman Pura M. Ricky Ramadhian M. Ridho Ulya M. Yusran Meriska Cesia Putri Mohamad Reihansyah Deswindra Muhammad Iz Zuddin Adha Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Mukhlis Imanto, Mukhlis Nabil Abdurrahman Nailul Azizah Naufal Rasyid Aswan Naufal Rasyid Aswan Neza Ukhalima Hafia Sudrajat Nisa Karima Nora Ramkita Nurul Islamy Okki Muhammad Fajar Muthahhari Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Pairulsyah Pairulsyah Panca Bayu Prabowo, Arif Yudho Putu Devie Sri Astari Rahmayani, Fidha Ramadhan Triyandi Rani Himayani Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Retno Ariza Soeprihatini Rinaldy, Dino Risal Wintoko Risal Wintoko Riska Wulandari Riyan Wahyudo Rodiani Rodiani, Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rudiyanto, Waluyo Septiani, Linda Sezia Marina Siti Raqiya Rasyid Sri Janahtul Hayati Suharmanto Suharyani Sulinawati Sulinawati Suryadi Islami Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Syahrul Hamidi Nasution Tarrinni Inastyarikusuma Tasya Khalis Ilmiani Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Trixie Almira Uliana Nur Melin Veny Anisya Waluyo Rudiyanto Widya Pebryanti Manurung Wulan, Anggraini Janar Yovani Rehuel Br Sitepu