Claim Missing Document
Check
Articles

Mesothelin Sebagai Biomarker Deteksi Dini Kanker Pankreas Fauziyyah Nuur Al azizah; Rizki Hanriko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.132

Abstract

Abstract: Pancreatic cancer is difficult to diagnose at an early stage and generally has a poor prognosis. Surgical resection is the only potentially curing treatment for pancreatic carcinoma. To improve the prognosis of this disease, it is important to detect tumors at an early stage. The lack of sensitive and specific tumor markers for early diagnosis has a major contribution to the poor prognosis. For this reason, it is necessary to make an early diagnosis of pancreatic cancer through a biomarker in the form of mesothelin which can be found in the blood and urine. Mesothelin is a glycoprotein that is expressed in normal mesothelial cells but is overexpressed in pancreatic cancer. How to check mesothelin levels in the blood can use ELISA and for those in the urine can use spectrophotometry. And mesothelin has been shown to increase in early stage cancer and 64% in metastatic cancer. Mesothelin can also be expressed in other organs such as endometrioid adenocarcinoma (59-64%), cervix (25%), pancreas (86-100%), colorectal (28-50%), esophagus (25-46%) and gastric carcinoma (27-58%) but in pancreatic cancer the amount of mesothelin produced is greater. Therefore mesothelin can be an early detection biomarker that is useful for pancreatic cancer Keywords: biomarkers, mesothelin, blood, urine, overexpression
HUBUNGAN USIA DAN HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN BPH DI BANGSAL BEDAH RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2017 Muhammad Iz Zuddin Adha; Rizki Hanriko; Dian Isti Angraini
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v8i1.34

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Benign prostate hyperplasia (BPH) sering terjadi pada usia lanjut. Sekitar 50% laki-laki yang memiliki usia diatas 50 tahun diketahui memiliki bukti patologi BPH. Usia dan hipertensi diketahui menjadi faktor dalam proses terjadinya BPH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan hipertensi dengan kejadian BPH di Bangsal Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2017. Metode: Penelitian ini menggunakan metode case control study. Jenis data yang dipakai adalah data sekunder dari rekam medis. Sampel diambil dari pasien bangsal bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2017. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan chi-square, dan analisis multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Hasil: Rerata usia subjek penelitian adalah 66,00 ± 10,17 tahun untuk kelompok kasus. dan 53,36 ± 16,19 tahun untuk kelompok kontrol. Pada kelompok kasus, persentase hipertensi sebesar 36,7% sedangkan yang tidak hipertensi sebesar 63,3%. Pada kelompok kontrol persentase hipertensi sebesar 10% sedangkan yang tidak hipertensi sebesar 90%. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia ?50 tahun (OR = 11,947; nilai p=0,009) dan hipertensi (OR = 7,898; nilai p=0,017) merupakan faktor risiko terjadinya BPH. Pembahasan: Pada usia tua, terjadi ketidakseimbangan hormon testosteron dan estrogen sehingga mempengaruhi pembesaran kelenjar prostat. Peningkatan ekspresi VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) pada kondisi hipertensi akan menginduksi angiogenesis dan mengakibatkan terjadinya peningkatan gejala klinis BPH. Kesimpulan: Terdapat hubungan usia dan hipertensi dengan kejadian BPH di Bangsal Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2017. Kata Kunci: BPH, hipertensi, usia ABSTRACT Background: Benign prostate hyperplasia (BPH) often occurs in old age. About 50% of men over 50 years are known to have BPH pathology evidence. Age and hypertension are known to be factors in the process of BPH. The purpose of this study was to determine the relationship of age and hypertension with the occurrence of BPH in the Surgical Ward of RSUD Dr. H. Abdul Moeloek in 2017. Methods: This study uses a case control study method. The type of data used is secondary data from medical records. Samples were taken from surgical ward patients of Dr. H. Abdul Moeloek in 2017. The sampling technique was consecutive sampling. Data analysis was performed with univariate analysis, bivariate analysis with chi-square, and multivariate analysis with multiple logistic regression methods. Results: The mean age of the study subjects was 66.00 ± 10.17 years for the case group. and 53.36 ± 16.19 years for the control group. In the case group the percentage of hypertension was 36.7% while non-hypertension was 63.3%. In the control group the percentage of hypertension was 10% while non-hypertension was 90%. The results showed that age ?50 years (OR = 11,947; p value = 0.009) and hypertension (OR = 7.898; p value = 0.017) were risk factors for BPH. Discussion: In old age, there is an imbalance of the hormones testosterone and estrogen which affects the enlargement of the prostate gland. Increased VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) expression in hypertensive conditions will induce angiogenesis and result in an increase in clinical symptoms of BPH. Conclusion: There is a relationship between age and hypertension with the occurrence of BPH in the Surgical Ward Dr. H. Abdul Moeloek in 2017. Keywords : BPH, hypertension, age
Pengetahuan Berhubungan dengan Pemeriksaan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada Wanita Usia Subur Hanriko, Rizki; Saputra, Oktadoni; Suharmanto, Suharmanto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2310

Abstract

Kanker serviks merupakan jenis kanker dengan insiden ketiga terbanyak di dunia dari seluruh jenis kanker pada wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan pemeriksaan metode Inspeksi Visual Asam Asetat. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Meto Provinsi Lampung, dengan sampel 208 wanita usia subur. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel bebas adalah pengetahuan dan variabel terikat adalah pemeriksaan metode Inspeksi Visual Asam Asetat. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner yang dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Pengolahan data mencakup editing, coding, entry, tabulating dan cleaning. Analisis data menggunakan persentase dan uji Chi-Square. Sebagian besar responden dengan pengetahuan baik sebanyak 174 orang (83,7%), dan tidak melakukan pemeriksaan metode IVA sebanyak 157 orang (75,5%). Analisis mendapatkan sebagian besar yang melakukan pemeriksaan metode IVA adalah adalah dengan pengetahuan baik (28,2%) dan yang tidak melakukan pemeriksaan metode IVA adalah dengan pengetahuan kurang (94,1%). Analisis mendapatkan ada hubungan pengetahuan dengan pemeriksaan metode IVA (p=0,011; OR=6,27).
Peran Shunt Ventrikuloperitoneal dalam Strategi Pengobatan Hidrosefalus Pada Anak : Literature Review Sari, Indah Purnama; Roro Rukmi Windi Perdani; Diana Mayasari; Intanri Kurniati; Fidha Ramayani; Rizki Hanriko; Dewi Nur Fiana
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1357

Abstract

Hydrocephalus is a condition characterized by the accumulation of cerebrospinal fluid (CSF) within the brain's ventricles, presents a significant challenge in pediatric care. The increased intracranial pressure resulting from this CSF buildup can lead to severe neurological damage if left untreated. Ventricular peritoneal shunt (VP shunt) surgery remains a primary surgical intervention aimed at diverting excess CSF, thereby reducing intracranial pressure and mitigating the risk of irreversible neurological damage. This literature review provides a comprehensive review of the role of VP shunts in the management of pediatric hydrocephalus, encompassing a detailed examination of indications and contraindications for shunt placement, various surgical techniques employed, and the effective management of common post-operative complications such as infection, shunt malfunction (obstruction or overdrainage), and hemorrhage. We meticulously analyze current literature data to assess the effectiveness of VP shunts in improving neurological outcomes, fostering cognitive development, and enhancing the overall quality of life for children affected by hydrocephalus. The analysis will incorporate a review of long-term followup studies to evaluate the durability and efficacy of different shunt types and materials. Case studies and clinical experiences are integrated to provide a nuanced understanding of current clinical practices and to highlight the complexities often encountered in managing this condition. Furthermore, this literature review delves into recent advancements in shunt technology, including the development of programmable valves and less invasive surgical approaches. It also addresses the persistent challenges in optimizing hydrocephalus care, emphasizing the crucial need for a multidisciplinary approach involving neurosurgeons, pediatric neurologists, developmental pediatricians, and other healthcare professionals to ensure holistic and individualized patient care. The ultimate goal is to provide practical, evidence-based guidance for healthcare professionals in the effective and safe management of pediatric hydrocephalus using VP shunts, ultimately improving patient outcomes and quality of life.
Penyuluhan Pendidikan Tentang Pentingnya Deteksi Dini Ca Serviks Melalui Pemeriksaan IVA dan Papsmear Pada Wanita Usia Subur di Desa Sukaraja Bandar Lampung Hanriko, Rizki; Prabowo, Arif Yudho; Wahyudo, Riyan; Nasution, Syahrul Hamidi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2018

Abstract

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian terbesar bagi wanita. Departemen Kesehatan Republik Indonesia memperkirakan insidensi penyakit ini adalah 100 per 100.000 penduduk per tahun. Sedangkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2014 menyebutkan bahwa tercatat penderita kanker serviks yang ada di Provinsi Lampung ada sebanyak 383 orang. Deteksi dini kanker serviks merupakan upaya pencegahan kanker serviks. Adapun skrining yang dapat digunakan yaitu diantaranya IVA dan Papsmear. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini berupa penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan tentang pentingnya deteksi dini carsinoma serviks melalui pemeriksaan IVA dan Papsmear. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi seputar carsinoma serviks dan bahayanya. Penilaian untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu dilakukan pre-test dan post-test. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2017 di Desa Sukaraja, Bandar Lampung. Kegiatan penyuluhan pengabdian ini diikuti oleh 80 orang peserta dari masyarakat kelurahan Sukaraja, Bandar Lampung. Hasil dari kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa saat pre-test sekitar >70% masyarakat belum mengetahui tentang bahayanya carsinoma serviks dan pentingnya deteksi dini berupa IVA dan Papsmear. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan secara signifikan tingkat pengetahuan masyarakat.Kata Kunci: Ca serviks, iva, pap smear, sukaraja.
Sosialisasi Bahaya Kanker Kulit (Melanoma Maligna) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung Muhartono, Muhartono; Hanriko, Rizki
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2025

Abstract

Melanoma maligna dalah kelainan kulit yang berasal dari degradasi sel pigmen kulit ke arah keganasan. Melanoma maligna merupakan tumor ganas yang paling banyak menimbulkan kematian karena sifatnya yang cepat bermetastase. Salah satu penyebab utama kanker paru adalah paparan sinar ultra violet. Mengingat bahayanya tumor jenis ini dan banyaknya faktor risiko penyakit ini, maka perlu dilakukan upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Sosialisasi akan lebih menarik minat masyarakat bila dilakukan pemeriksaan kesehatan juga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan masyarakat di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung tentang penyakit kanker kulit, khususnya melanoma maligna. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi menggunakan leaflet dan penyuluhan kepada masyarakat, serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk menarik minat masyarakat. Hasil nya dievaluasi menggunakan instrument pre-test dan post-test dan diuji menggunakan uji t berpasangan. Hasil pre-test menunjukan sebagian besar masyarakat yang mengikuti penyuluhan cukup paham mengenai kanker kulit dengan nilai rata-rata 57,14. Setelah dilakukan penyuluhan diketahui ada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kanker kulit yang ditunjukan dengan nilai rata-rata post-test 79,05. Hasil uji t berpasangan menunjukan peningkatan pemahaman ini bermakna secara statistik (p value < 0,000). Kesimpulan: kegiatan penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit kanker kulit, khususnya melanoma maligna di Kecamatan Kemiling.Kata kunci: Melanoma maligna, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi.
Penyuluhan Tentang Pentingnya Rantai Dingin (Cold Chain) dalam Mencegah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tanjungsari Lampung Selatan Oktafany, Oktafany; Soleha, Tri Umiana; Hanriko, Rizki; Wulan, Anggraini Janar
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2811

Abstract

Dewasa ini kejadian Outbreak Respon Imunization (ORI) pada imunisasi DPT banyak dijumpai dan merupakan kejadian ikutan paska imunisai yang tidak diinginkan, bahkan banyak diantaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan mengenai teknik penyuntikan dan rantai dingin imunisasi DPT. Penyuluhan dan demonstrasi penyuntikan imunisasi DPT dan rantai dingin diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan kader posyandu sehingga dapat menurunkan angka kejadian ikutan paska imunisasi secara bermakna. Manfaat dari pengabdian ini adalah dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dapat memberikan pelayanan imunisasi yang prima. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Puskesmas Tanjungsari Lampung Selatan bulan Mei tahun 2020. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab serta demonstrasi langsung penyuntikan imunisasi DPT. Kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan serta evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre test dan post test seputar materi yang telah diberikan. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai cara penyuntikan vaksin DPT dan pentingnya rantai dingin sebagai pencegahan kejadian pasca imunisasi maka pengetahuan tenaga medis Puskesmas Tanjungsari meningkatKeyword : Imunisasi DPT, KIPI, Rantai dingin
Analisis Masalah dan Rekomendasi Dalam Pembiayaan Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Rodiani, Rodiani; Islamy, Nurul; Rudiyanto, Waluyo; Hanriko, Rizki; Hamidi, Syahrul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2813

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di kota Bandar Lampung periode 2002-2010 sebesar 1,61%, pada periode 2010-2015 meningkat menjadi 2,04%. Pemerintah mencanangkan sebuah program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, yaitu program Keluarga Berencana (KB). Program KB merupakan program kegiatan promotif dan preventif yang terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu. Pelayanan promotif dan preventif meliputi konseling dan penggunaan kontrasepsi non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dari data BKKBN Kota Bandar Lampung juga didapatkan data akseptor baru pemakai kontrasepsi jangka panjang untuk IUD tahun 2018 relatif masih sedikit. Salah satu rumah sakit fasilitas rujukan tingkat lanjut yang berada di Kecamatan Rajabasa yaitu Rumah Sakit Bhayangkara POLDA pada tahun 2018 dilaporkan hanya 7 orang per tahun akseptor baru untuk pemakaian IUD. Rendahnya penggunaan MKJP dapat disebabkan antara lain pembiayaan pelayanan MKJP yang mahal di era JKN. Permasalahan dalam pembiayaan KBPP di RS pemerintah dan RS swasta meliputi biaya konsultasi, pemasangan, biaya penunjang (USG, laboratorium) dan bahan habis pakai tidak ditanggung oleh BPJS. Sebagian akseptor membayar biaya KBPP secara mandiri. Rekomendasi yaitu mengajukan alat kontrasepsi ke BKKBN, jasa pemasangan kontrasepsi dapat diklaim ke BPJS (di luar paket INA CBG). Tenaga ahli yang belum mendapatkan pelatihan dapat disertakan pada pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU).Kata kunci: pembiayaan, Keluarga Berencana Pasca Persalinan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
Pemberdayaan Wanita Usia Subur Sebagai Peer educator Untuk Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Hanriko, Rizki; Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2946

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 70% dari penderita kanker payudara berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut dan hasil penelitian menyebutkan sebanyak 77% kasus kanker payudara muncul di usia di atas 50 tahun. Upaya deteksi dini kanker payudara adalah dengan menggunakan metode pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Wanita Usia Subur (WUS) sebagai peer educator untuk SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara pada WUS di  Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Serta dilanjutkan dengan pelatihan praktik SADARI. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 orang wanita usia subur di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit kanker payudara. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pengertian penyakit kanker payudara, faktor risiko dan penyebab penyakit kanker payudara, akibat penyakit kanker payudara dan pencegahan penyakit kanker payudara. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang penyakit kanker payudara. Hasil pengukuran pre dan post tes didapatkan bahwa rataratapemahaman sebelum diberikan materi sebesar 48, sedangkan rata-ratapemahaman sesudah diberikan materi sebesar 78,5. Analisis lanjut mendapatkan bahwa ada peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah diberikan materi tentang kanker payudara. Peningkatan tersebut sebesar 37,5. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentangpencegahan penyakit kanker payudara. Saran yang dapat diberikan bagi Puskesmas adalah mengadakan program peyuluhan rutin tentang pencegahan penyakit untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan penyakit. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, peer educator, SADARI, kanker payudara
Pelatihan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Susianti, Susianti; Kurniawan, Betta; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Hanriko, Rizki
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2947

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemoragic Fever (DHF) sampai saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah pasien serta semakin luas penyebarannya. Penyakit DBD ini ditemukan hampir di seluruh belahan dunia terutama di negara–negara tropik dan subtropik, baik sebagai penyakit endemik maupun epidemik. Prevalensi DBD dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor perilaku dan partisipasi masyarakat yang masih kurang dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta faktor pertambahan jumlah penduduk dan faktorpeningkatan mobilitas penduduk yang sejalan dengan semakin membaiknya sarana transportasi menyebabkan penyebaran virus DBD semakin mudah dan semakin luas. Dengan demikian, upaya program pengendalian DBD perlu lebih mendapat perhatian terutama pada tingkat kabupaten/kota dan Puskesmas. Dalam rangka membantu capaian target angka bebas jentik di Wilayah Natar Kabupaten Lampung Selatan perlu rasanya Universitas Lampung yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Lampung Selatan khususnya daerah Natar untuk membantu pemerintah mencapai target tersebut. Bahkan akan lebih baik jika kegiatan tersebut melibatkan masyarakat setempat. Target luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan meningkatnya jumlah ibu-ibu yang sudah terlatih sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumah masing-masing khususnya, dan di wilayah Desa Kalisari Kecamatan Natar umumnya. Dengan dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan bagiibu-ibu peserta penyuluhan tentang DBD, juru pemantau jentik dan cara mencuci tangan di desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.  Kata kunci: juru pemantau jentik (jumantik), Demam Berdarah Dengue (DBD), Kalisari, Natar
Co-Authors - Muhartono - Muhartono Ade Yonata Ahmad Syah Putra Alif Fernanda Putra Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggun Elidiya Annisa Shafira Pramono ari wahyuni Ari Wahyuni Bella Pratiwi Anzani Betta Kurniawan, Betta Dewi Nur Fiana Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Diana Mayasari Dwi Indria Anggraini Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eca Cania Ety Apriliana Ety Apriliana Exsa Hadibrata Fadly, Ahmad Aulia Fatahillah, Fatahillah Fauziani, Andra Nabila Fauziyyah Nuur Al azizah Fidha Ramayani Gede Ardi Saputra Hadibrata, Exsa Hamidi, Syahrul Hanarisha Putri Azkia Hanna Mutiara Haryani Dwita Haula Rizqiyah Helsa Apty Tamara Hendra Tarigan Sibero Hendri Busman Indah Purnama Sari Indri Windarti Intanri Kurniati Jhons Fatriyadi Suwandi Johns Fatriyadi Suwandi Khairun Nisa KHAIRUNNISA SALSABILA Liana Sidharti Lukman Pura M. Ricky Ramadhian M. Ridho Ulya M. Yusran Meriska Cesia Putri Mohamad Reihansyah Deswindra Muhammad Iz Zuddin Adha Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Mukhlis Imanto, Mukhlis Nabil Abdurrahman Nailul Azizah Naufal Rasyid Aswan Naufal Rasyid Aswan Neza Ukhalima Hafia Sudrajat Nisa Karima Nora Ramkita Nurul Islamy Okki Muhammad Fajar Muthahhari Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Pairulsyah Pairulsyah Panca Bayu Prabowo, Arif Yudho Putu Devie Sri Astari Rahmayani, Fidha Ramadhan Triyandi Rani Himayani Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Retno Ariza Soeprihatini Rinaldy, Dino Risal Wintoko Risal Wintoko Riska Wulandari Riyan Wahyudo Rodiani Rodiani, Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rudiyanto, Waluyo Septiani, Linda Sezia Marina Siti Raqiya Rasyid Sri Janahtul Hayati Suharmanto Suharyani Sulinawati Sulinawati Suryadi Islami Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Syahrul Hamidi Nasution Tarrinni Inastyarikusuma Tasya Khalis Ilmiani Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Trixie Almira Uliana Nur Melin Veny Anisya Waluyo Rudiyanto Widya Pebryanti Manurung Wulan, Anggraini Janar Yovani Rehuel Br Sitepu