Claim Missing Document
Check
Articles

Generasi Muda Tanpa Narkoba: STIE Fest dalam Semarak Kampanye Pencegahan Bahaya Narkoba Jaenab; Kartin Aprianti; Muhammad Badar; Mulyadin; Rahmatia; Sugeng Widakdo
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fnyk9j53

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan  mahasiswa dan pelajar macam, jenis narkoba yang beredar di Masyarakat agar pelajar mengenali tanda, ciri dan gejala dari orang yang mengalami ketergantungan terhadap narkoba, pencegahan serta memberikan informasi mengenai Tindakan penanganan ketergantungan narkoba. Melalui kegiatan STIE FEST menyambut DIES Natalis STIE Bima ke- 23 yang salah satu kegiatannya yaitu Kampanye edukatif anti narkoba bertajuk “Generasi Muda Tanpa Narkoba” yang di ikuti oleh peserta terbanyak Mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum. Kegiatan ini kolaborasi Tim Dosen kelompok 6 STIE Bima dengan BNNK Bima di laksanakan Taman amahami Kota Bima Sabtu, 23 Februari 2025. Metode yang digunakan adalah 1) Tahap persiapan; koordinasi dengan pihak BNNK Bima, menyiapkan peralatan dan perlengkapan. 2) Tahap Pelaksanaan; 1) Seminar anti narkoba, kampanye #stop narkoba, pembagian brosur pada peserta seminar dan 3) Tahap Evaluasi: refleksi hasil kegiatan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini; 1) Seminar kampanye anti narkoba dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, dan kolaboratif pihak berwenang BNN Kabupaten Bima dan narasumbernya dokter ahli di bidangnya yang melibatkan mahasiswa dan pelajar sebagai agen perubahan.  3) Kampanye digital #stop narkoba yang di Up media soaial, 4) pembagian brosur pada peserta seminar yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan, sikap, dan perilaku preventif terhadap narkoba di kalangan generasi muda. Dengan demikian, kampanye ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun generasi sehat, sadar, dan bebas narkoba. 
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Produk Bana Chips sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Pisang di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima Marsya Humairah; Elsa Rosali; Meniarti Meniarti; Larasati Ramdani; Adriansyah Adriansyah; Amirulmukminin Amirulmukminin
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/yexqp895

Abstract

Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima memiliki potensi sumber daya lokal berupa tanaman pisang yang tumbuh di kawasan pinggiran sungai. Namun, pemanfaatan komoditas tersebut masih terbatas pada konsumsi langsung dan penjualan dalam bentuk segar sehingga nilai tambah yang dihasilkan relatif rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah pisang melalui inovasi produk Bana Chips sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu survei dan observasi potensi wilayah, pengembangan produk melalui proses trial and error, pengenalan produk kepada masyarakat, pembuatan kemasan dan media edukasi, serta sosialisasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Bana Chips berhasil dikembangkan sebagai produk olahan berbasis pisang yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan pisang segar. Masyarakat memberikan respons positif terhadap produk yang diperkenalkan serta menunjukkan antusiasme selama kegiatan sosialisasi dan diskusi. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan komoditas lokal, pentingnya inovasi produk, serta peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal. Dengan demikian, inovasi produk Bana Chips berpotensi menjadi salah satu alternatif usaha yang dapat mendukung peningkatan nilai tambah pisang dan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Rabadompu Barat.
Pemetaan Potensi Wilayah Berbasis SWOT sebagai Fondasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima Hanifah Muthiah; Sri Ernawati; Firmansyah Kusumayadi; Amirulmukminin Amirulmukminin; Nur Khusnul Hamidah; Feni Aryani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p75vsn36

Abstract

Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan desa yang menyandang predikat Desa Wisata Andalan dan Strategis dengan beragam potensi sumber daya yang belum teroptimalkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan memetakan secara komprehensif potensi wilayah Desa Samili menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai landasan perancangan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang tepat sasaran. Metode yang digunakan adalah participatory action research dengan kombinasi observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap 24 informan kunci, serta analisis data sekunder dari dokumen resmi desa. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa desa ini memiliki empat dusun utama—Cako, Santula, Sakala, dan Rasabou—dengan populasi 2.695 jiwa dan 699 kepala keluarga. Kekuatan utama meliputi lahan pertanian produktif, kawasan hijau Doro Nepi, Pasar Tradisional Ama Mbancai, serta modal sosial gotong royong yang tinggi. Kelemahan yang teridentifikasi berupa keterbatasan kapasitas SDM, minimnya infrastruktur pascapanen, dan rendahnya aksesibilitas permodalan UMKM. Peluang terbesar terletak pada program hilirisasi unggas nasional di Kecamatan Woha, pengembangan ekowisata, dan digitalisasi pemasaran produk lokal. Ancaman utama berupa perubahan iklim, urbanisasi usia produktif, dan fluktuasi harga komoditas. Berdasarkan matriks SWOT, direkomendasikan lima klaster program PKM strategis yang mencakup agribisnis terpadu, pemberdayaan UMKM berbasis digital, pengembangan ekowisata komunitas, penguatan kelembagaan Bumdes, dan penyuluhan kesehatan holistik.
Pengaruh Pengolahan Ikan Bandeng Menjadi Abon Terhadap Nilai Tambah Produk Perikanan di Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima Anisa Anisa; Sahdan Maulana; Trian Febrian; Chaerul Anam; Ramli Ramli; Nur Ribiyatun Al Adawiyah; Amirulmukminin Amirulmukminin
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vzsqkv77

Abstract

Pengolahan hasil perikanan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan pendapatan masyarakat. Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar, khususnya ikan bandeng yang selama ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk segar dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pengolahan ikan bandeng menjadi abon sebagai produk olahan bernilai tambah serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal. Metode pelaksanaan meliputi survei dan observasi lapangan, pengembangan produk, pengenalan produk kepada masyarakat, pembuatan desain kemasan dan media edukasi, serta sosialisasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ikan bandeng dapat diolah menjadi abon dengan cita rasa yang baik, daya simpan lebih lama, dan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan ikan bandeng segar. Pengenalan produk dan kegiatan sosialisasi memperoleh respons positif dari masyarakat yang ditunjukkan dengan meningkatnya minat terhadap pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan. Selain itu, pembuatan kemasan yang menarik dan media edukasi mendukung peningkatan kualitas pemasaran produk. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi produk perikanan serta membuka peluang usaha yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat Desa Talabiu secara berkelanjutan.
Inkubasi UMKM Berbasis Potensi Lokal untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Nurul Huda; Arif Rahman; Dewi Aprilia; Feri Irawan; Gita Gutawa; Dwi Juni Juniar; Nurfaijah Nurfaijah; Kiki Anggriani; Miftahul Tazqiah Auliya; Jaenab Jaenab; Aerlangga Aerlangga
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jr3w9g17

Abstract

Nipa Village, located in Ambalawi District, Bima Regency, West Nusa Tenggara, has strong local economic potential from fisheries and agriculture, including tuna, torani fish, corn, shallots, coconut, and rice. However, the potential of these commodities has not been fully optimized because most products are still sold in raw form, while micro, small, and medium enterprises (MSMEs) face limitations in product innovation, packaging, business management, and digital marketing. This community service program was designed as an MSME incubation activity to assist local business actors in transforming local resources into value-added products. The incubation process included needs assessment, entrepreneurial motivation, product diversification training, packaging innovation, business management assistance, digital marketing training, and monitoring and evaluation. The products developed through the program included tuna floss, tuna dim sum, tuna chili sauce, chocolate corn pudding, dried torani fish, fried shallots, virgin coconut oil, and packaged rice. The results indicate that MSME incubation strengthened participants' knowledge, production skills, packaging awareness, and readiness to market products both offline and online. This program demonstrates that village-based MSME incubation can become a strategic approach to improving household income and supporting sustainable local economic development in Nipa Village, Ambalawi District.
Pola Interaksi Spasial Sebaran UMKM dan Kontribusinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah di Kota Bima Hanifah Muthiah; Amirulmukminin Amirulmukminin
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12014

Abstract

This study aims to analyze the spatial interaction patterns of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) distribution and measure their contribution to regional economic growth in Bima City using a Geographic Information System (GIS) approach. Primary data were collected through field surveys of 347 MSME units across 5 sub-districts, supplemented by secondary data from the Bima City Cooperative and SME Agency for 2022–2023. Analytical methods include Nearest Neighbor Analysis (NNA), Kernel Density Estimation (KDE), Moran's Index for spatial autocorrelation, and spatial regression analysis (Spatial Lag Model). Results show a clustered distribution pattern with a Nearest Neighbor Ratio (NNR) of 0.412. Three main MSME clusters were identified: Raba Sub-district (highest density at 48.7 units/km²), Rasanae Timur (37.2 units/km²), and Mpunda (29.6 units/km²). Moran's I index of 0.634 indicates strong positive spatial autocorrelation. Spatial regression analysis reveals that MSME concentration significantly affects per capita Gross Regional Domestic Product (GRDP) with a spatial spillover effect to neighboring sub-districts of 23.4%. The trade sector dominates (41.8%), followed by culinary and services (28.3%) and handicrafts (15.6%). These findings confirm that spatial agglomeration of MSMEs substantially contributes to Bima City's economic growth and provides a basis for integrated economic zone development policy recommendations.
Pengembangan Dimsum Berbahan Dasar Ikan Tuna untuk Mendukung Usaha Kuliner Kreatif Berbasis Potensi Lokal di Kelurahan Kolo Septi Dwi Anjelina; Nur Komalasari; Citra Nuradi Cahayu; Wahyu Hidayat; Mahfud Yahya; Amirulmukminin Amirulmukminin
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fw6h9d37

Abstract

Kelurahan Kolo merupakan wilayah pesisir di Kota Bima yang memiliki potensi sumber daya perikanan, khususnya ikan tuna, yang melimpah. Namun, pemanfaatan ikan tuna masih didominasi dalam bentuk segar sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat relatif rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dimsum berbahan dasar ikan tuna sebagai inovasi produk kuliner kreatif berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan dan praktik pembuatan dimsum tuna, pendampingan usaha, serta evaluasi. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga, pelaku UMKM, dan masyarakat yang berminat mengembangkan usaha kuliner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah ikan tuna menjadi produk dimsum yang higienis, bernilai gizi tinggi, dan layak dipasarkan. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengemasan produk, penentuan harga jual, dan pemasaran digital. Pengembangan dimsum tuna terbukti mampu menjadi alternatif diversifikasi produk perikanan yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendukung pertumbuhan usaha kuliner kreatif berbasis potensi lokal di Kelurahan Kolo. Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah dan tingginya minat masyarakat, dimsum tuna memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai produk unggulan yang bernilai ekonomis dan berdaya saing.
Dari Potensi Menjadi Nilai: Pemetaan Wisata Desa Sari Sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Lokal Muhajirin Muhajirin; Aris Munandar; Amirulmukminin Amirulmukminin; Juwani Juwani; Rahmawati Rahmawati; Tadzkiraturaturrahmah Tadzkiraturaturrahmah; Intana Lestari; Fapin Fatmah; Abdul Arif
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ks9dxk54

Abstract

This research discusses From Potential to Value: Mapping the Tourism of Desa Sari as a Driver of the Local Economy, focusing on Desa Sari which is rich in natural resources and socio-cultural assets but has not yet managed them optimally. The main objective of this study is to provide accurate data and spatial maps that can serve as the basis for village development planning, using a participatory approach through field surveys, structured interviews, geospatial technology, and focus group discussions. The results show that Desa Sari has excellent potential in various sectors, including agriculture with corn and rice as main commodities, cattle farming supported by vast grazing lands, and MSMEs based on local crafts and culinary products; it also possesses valuable socio-cultural assets such as customary traditions, arts, and natural and cultural tourism destinations, all of which are important resources for rural tourism development. However, challenges remain in infrastructure, particularly road access, public facilities, and clean water supply. These findings confirm the importance of integrated and sustainable management of village potential through collaboration among the government, community, and academics, in order to realize economic independence and improve the welfare of the people of Desa Sari
Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skintific Di Kota Bima Husnul Hatimah; Sri Ernawati; Amirulmukminin Amirulmukminin
JURNAL DIMENSI Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Dimensi (July 2026)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v15i2.9218

Abstract

The purpose of this study was to determine the influence of brand ambassadors on purchasing decisions for Skintific products in Bima City. This study was an associative study using a Likert scale questionnaire as the research instrument. The sample in this study was 90 respondents who had purchased and used Skintific products, both from Bima City and aged 18 years. Data were collected through observation, questionnaires, and literature studies. This study was analyzed using validity tests, reliability tests, simple regression analysis, correlation tests, determination tests, and t-tests. The results showed that there was a significant influence of brand ambassadors on purchasing decisions for Skintific products in Bima City.
The Influence of Organizational Culture and Ethical Literacy on the Integrity of Generation Z Human Resources with Self-Control as a Mediating Variable (Study in Bima City) Mawar Hidayanti Sunarto; Jaenab Jaenab
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1349

Abstract

The urgency of this research is to examine how organizational culture and ethical literacy influence the integrity of Generation Z human resources through self-control, in response to the growing ethical challenges faced by young workers in the digital era and the increasing need for a trustworthy and sustainable workforce in Bima City. This study examines the influence of organizational culture and ethical literacy on the integrity of Generation Z human resources, with self-control serving as a mediating variable in the context of Bima City, Indonesia. In the era of rapid digital transformation, integrity has become an essential factor in maintaining ethical behavior, accountability, and organizational sustainability among younger generations entering the workforce. This research employs a quantitative approach using a survey design and Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) for data analysis. Data were collected from 100–200 Generation Z respondents aged 15–25 through purposive sampling using online questionnaires based on a five-point Likert scale. The findings reveal that ethical literacy has a positive and significant effect on integrity, while self-control also significantly strengthens integrity. Organizational culture does not directly influence integrity; however, it significantly affects self-control, indicating an indirect relationship through mediation. In contrast, ethical literacy does not significantly influence self-control. The model demonstrates strong explanatory power, with R-square values of 0.642 for self-control and 0.755 for integrity. These findings suggest that internal psychological factors, particularly ethical literacy and self-control, play a more dominant role than external organizational factors in shaping the integrity of Generation Z. This study contributes to the literature on organizational behavior and human resource management by integrating external and internal determinants of integrity within a comprehensive mediation framework in a local socio-cultural context.
Co-Authors Abdul Arif Ade Febryanti Adeina Sri Nining Adriansyah Adriansyah Aerlangga Aerlangga Aerlangga Alwi Alwi Anisa Anisa Arif Rahman Aris Munandar Aryandi Aryandi Chaerul Anam Citra Nuradi Cahayu Dea Ananda Dewi Aprilia Dina Rizki Amelia Dwi Juni Juniar Elsa Rosali Eti Sumiyati Fani Putra Bimantara Fapin Fatmah Feni Aryani Feni Aryani Feri Irawan firmansyah Kusumayadi Fita Aprianti Fitri Fadinha Mapasere Fitri Gita Gutawa Hanifah Muthiah Hanifah Muthiah Husnul Hatimah Iko Saputra Imam Mahyudin Intana Lestari Intisari Haryati Irvan Putra Ananta Ismunandar dan Irma Mardian Ita Purnama Juwani Juwani Juwani Juwani Kartin Aprianti Kasman Kasman Khairul Amar Kiki Anggriani Kurniawan Kurniawan Larasati Ramdani M Naufal Azmin M. Maolidin Febrian M. Yazid Malik Yazid Mahfud Yahya Marhaen Marhaen Marlina Marlina Marsya Humairah Mawar Hidayanti Mawar Hidayanti Mawar Hidayanti Sunarto Meniarti Meniarti Miftahul Tazqiah Auliya MUH. Rifkahul Ramdani Muhajirin, Muhajirin Muhammad Amar Makmun Muhammad Badar Muhammad Badar Muhammad Yusuf Muhammad Zahrur Ridlo Mulyadin Nafisah Nurulrahmatiah Neneng Fathona Nur Khusnul Hamidah Nur Komalasari Nur Ribiyatun Al Adawiyah Nuranisyah dan Firmansyah Kusumayadi Nurbaity Nurbaity Nurbaity Raodatun Nadita Nurfaijah Nurfaijah Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuridaman Nuridaman Nurkhalisa Nurkhalisa Nurlida Nurlida Nurradatul Nurradatul Nurrizah Syaputri Ovriyadin Prayoga Wijaya Puji Muniarty Puji Muniarty Putriani Putriani Rahmatia Rahmatia Rahmatia Rahmatul Kurnia Rahmawati Rahmawati Raihan Al Farizin Rajulio Lopes Ramli Ramli Rani Pujianti Riska Kistin Meirawati Rizki Julianto Putra Rosa Yuliati Roy Romansyah Sahdan Maulana Sapril Sapril Sarina Septi Dwi Anjelina Siti Asyitah Soedjatmiko Sri Ernawati Sugeng Aryanto Sugeng Widakdo Supriyadin Supriyadin Syarif Hidayatullah Syarif Maulidin Syarifudin Syarifudin Syrilus Alexander Alvaro Roja Tadzkiraturaturrahmah Tadzkiraturaturrahmah Taufik Kurrahman Taufikurrahman Taufikurrahman Trian Febrian Ulfasari Indriani Umratunnisa Umratunnisa Veronika Syahputri Rika Wahyu Hidayat Wulandari Wulandari Wulandari Yakub Subhan