Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA TIGA JAYA Afriyani; Marcellia, Selvi; Damayanti, Ervina; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3310

Abstract

Permasalahan kesehatan seperti kurangnya asupan gizi dan pola hidup yang kurang baik masih banyak dijumpai di beberapa desa. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di sejumlah desa di Indonesia yang keberadaannya masih membutuhkan penanggulangan secara efektif. Stunting merupakan gangguan kronis masalah gizi dimana pertumbuhan fisik dan otak pada anak tidak sesuai dengan usia anak. Pernikahan dini dengan pemahaman mengenai stunting dan dampak pencegahan serta penanggulangannya yang rendah menjadi penyebab terjadinya stunting di Desa Tiga Jaya. Berdasarkan koordinasi dengan kader-kader posyandu di Desa Tiga Jaya, ditemukan 22 kasus stunting yang terjadi pada anak. Upaya mengatasi permasalahan stunting di Desa Tiga Jaya dapat dilakukan melalui promosi kesehatan, yaitu sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait stunting serta dampak dan upaya pencegahannya yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi angka kasus stunting di Desa Tiga Jaya. Sosialisasi dan edukasi dilakukan dalam bentuk pemberian pemahaman kepada masyarakat dalam kegiatan posyandu. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif yang mendeskripsikan program kerja Sosialisasi dan Edukasi Stunting yang dilakukan selama Kuliah Kerja Nyata secara mendetail mulai dari perencanaan, proses, hingga output atau outcome dari program kerja tersebut. Data primer dalam artikel ini diperoleh melalui pengalaman dan observasi secara langsung oleh anggota kelompok, sedangkan data sekunder bersumber dari kajian sejumlah literatur serta penelitian terdahulu terkait dengan penyebab dan urgensi penanggulangan stunting di suatu daerah. Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi stunting ini terdiri dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kata kunci: Stunting, pernikahan dini, sosialisasi, edukasi
PELATIHAN PEMBUATAN ECOPRINT MENGGUNAKAN TANAMAN HIAS SEBAGAI PENGEMBANGAN KREATIVITAS IBU-IBU PKK DI DESA BHAKTI NEGARA KECAMATAN BARADATU KABUPATEN WAY KANAN Afriyani, Afriyani; Damayanti, Ervina; Marcellia, Selvi; Islami, Suryadi; Januaristy, Gracia Rescuefa; Laksana, Bayu
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3419

Abstract

Ecoprint adalah kegiatan membatik dengan motif yang berupa daun atau bunga tanaman hias tertentu pada sebuah kain putih. Proses pembuatan ecoprint ini menggunakan teknik pounding, dimana teknik ini dilakukan dengan cara memukul motif dimulai dari tepi daun lalu mengikuti alur hingga keseluruhan daun telah terekstrak dengan baik pada kain yang ditandai dengan hasil transfer pigmen warna dari daun ke kain merata. Pelatihan pembuatan ecoprint ini dilakukan untuk mendorong masyarakat agar kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan sumberdaya alam di sekitarnya menjadi sebuah karya ecoprint, dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat dari menjual hasil karya batik dengan bentuk dan corak yang eksklusif sehingga ecoprint memiliki nilai ekonomi.
IMPLEMENTASI PESANTREN SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECACINGAN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN DEWAN DAKWAH LAMPUNG Marcellia, Selvi; Ramadhian, M. Ricky; Septiani, Linda; Afriyani, Afriyani; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3550

Abstract

Penyakit cacingan adalah penyakit menular disebabkan oleh infeksi jenis Soil-transmitted helminths seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Cacingan dapat menyebabkan kehilangan darah dan penurunan penyerapan zat gizi seperti karbohidrat, zat besi, dan protein. Cacing yang menginfeksi hidup dan berkembang biak di usus manusia, maka cacing akan menyerap protein dan zat besi dalam darah, yang membuat terganggunya penyerapan nutrisi pada tubuh akibat rusaknya dinding usus. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan upaya penanggulangan cacingan melalui penyuluhan dan demonstrasi indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu cara mencuci tangan yang benar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi pengetahuan santri dengan lembar kuisioner (pre-test dan post-test). Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Dewan Da’wah Lampung dengan sasaran kegiatan adalah santri kelas VIII. Hasil dari Kegiatan PkM ini menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan santri sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan sebesar 54,52±23,35. Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan awal peserta cukup baik, namun masih memerlukan penguatan. Setelah melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, nilai post-test meningkat menjadi 75,76±21,99, dengan kenaikan rata-rata pengetahuan sebesar 21,24±20,97. Hasil analisis statistik menggunakan Uji Paired Sample t-test, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata yang signifikan (p<0.05) antara pengetahuan santri sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai penyakit kecacingan. Berdasarkan Hasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan para santri PPTQ Dewan Da’Wah Lampung terhadap penyakit kecacingan pada anak
Hubungan IMT Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Tinjauan Pustaka Afifah, Ighra; Kurniati, Intanri; Marcellia, Selvi; Ramadhian, Muhammad Ricky
Medula Vol 15 No 4 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i4.1704

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disease with a steadily increasing prevalence globally, including in Indonesia. One of the main risk factors contributing to the development and severity of type 2 diabetes is obesity, clinically measured by Body Mass Index (BMI). Increased BMI is closely associated with impaired glucose metabolism and insulin resistance, which play a key role in the pathogenesis of type 2 diabetes. This study used a literature review approach by examining various studies analyzing the relationship between BMI and blood glucose levels. The results showed that increased BMI is positively correlated with fasting blood glucose, random blood glucose, and HbA1c levels. Individuals with a higher BMI tend to experience more severe glycemic control disorders. Pathophysiologically, increased adipose tissue, especially visceral fat, produces various inflammatory mediators such as TNF-α and IL-6, which disrupt the insulin signaling pathway, reduce glucose uptake by muscle tissue, and trigger hyperglycemia. Furthermore, dysfunction of adipokine hormones such as decreased adiponectin and resistance to leptin contribute to worsening insulin sensitivity
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli DALAM SEDIAAN GEL HAND SANITIZER Setiawan, Iwang Davi; Ulfa, Ade Maria; Marcellia, Selvi; Aprianti, Indah; Meithia, Artha; Cahyani, Arta Arum
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25708

Abstract

Hand sanitizer gel has been commonly used as on of the ways to maintain health and hand sanity which is practical and easy to carry along. One of the plant whichi has an anti-bacteria is lime (Citrus aurantifolia). The purpose of this study was to acknowledge lime peel extract's resistance inside a hand sanitizer gel toinhibit the growth od Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. The lime peel extraction used maceration method with 96% ethanol solvent. Bacterial inhibition testing on lime peel extract used by the disk method and on hand sanitizer gel preparations used by the wells method. The concentration of lime peel extract used was 20%, 25%, 30%, 35%, 40% and positive control with an average inhibition zone of 8.91 mm, 10.19 mm, 10.42 mm, 10.67 mm , 11.00 mm, 29.16 mm against Staphylococcus aueurus bacteria and 6.89 mm, 8.39 mm, 9.31 mm, 9.72 mm, 9.97 mm and 24.22 mm against Escherichia coli bacteria. In the preparation of hand gel sanitizer, the concentrations used were 20%, 22%, 25% and positive control with an average inhibition zone of 9.11 mm, 9.42 mm, 10.23 mm, 10.40 mm against Staphylococcus aueurus bacteria and 7.21 mm, 8.11 mm, 8.50 mm and 10.35 mm against Escherichia coli bacteria. The antibacterial test results were analyzed using ANOVA, the results of statistical analysis on lime peel extract and hand sanitizer gel of lime peel extract showed a significant inhibition zone difference 0,000 (P = 0.05) between all concentrations of lime peel extract. Lime peel extract in a hand sanitizer gel was effective in inhibiting the bacteria Staphylococcus aureus and Escherichia coli.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli DALAM SEDIAAN GEL HAND SANITIZER Setiawan, Iwang Davi; Ulfa, Ade Maria; Marcellia, Selvi; Aprianti, Indah; Meithia, Artha; Cahyani, Arta Arum
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25708

Abstract

Hand sanitizer gel has been commonly used as on of the ways to maintain health and hand sanity which is practical and easy to carry along. One of the plant whichi has an anti-bacteria is lime (Citrus aurantifolia). The purpose of this study was to acknowledge lime peel extract's resistance inside a hand sanitizer gel toinhibit the growth od Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. The lime peel extraction used maceration method with 96% ethanol solvent. Bacterial inhibition testing on lime peel extract used by the disk method and on hand sanitizer gel preparations used by the wells method. The concentration of lime peel extract used was 20%, 25%, 30%, 35%, 40% and positive control with an average inhibition zone of 8.91 mm, 10.19 mm, 10.42 mm, 10.67 mm , 11.00 mm, 29.16 mm against Staphylococcus aueurus bacteria and 6.89 mm, 8.39 mm, 9.31 mm, 9.72 mm, 9.97 mm and 24.22 mm against Escherichia coli bacteria. In the preparation of hand gel sanitizer, the concentrations used were 20%, 22%, 25% and positive control with an average inhibition zone of 9.11 mm, 9.42 mm, 10.23 mm, 10.40 mm against Staphylococcus aueurus bacteria and 7.21 mm, 8.11 mm, 8.50 mm and 10.35 mm against Escherichia coli bacteria. The antibacterial test results were analyzed using ANOVA, the results of statistical analysis on lime peel extract and hand sanitizer gel of lime peel extract showed a significant inhibition zone difference 0,000 (P = 0.05) between all concentrations of lime peel extract. Lime peel extract in a hand sanitizer gel was effective in inhibiting the bacteria Staphylococcus aureus and Escherichia coli.