Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Keragaman Genetik Kopi Robusta Berdasarkan Karakter Fenotipe Batang di Perkebunan Kopi Rakyat Bogorejo, Lampung: Genetic Diversity of Robusta Coffee Based on Stem Phenotypic Characters in Bogorejo Coffee Plantation, Lampung Thesalonika, Natasya; Sandra, Shifa; Priyambodo, Priyambodo; Rustiati, Elly Lestari; Winarno, Winarno; Lestari, Septi Wahyu; Ashari, Minanti Mayda; Andriyani, Yuliana; Maharani, Annisa Lidya; Afandi, Aril; Febriansyah, Muhammad; Pratiwi, Dian Neli; Permatasari, Nindy; Suhada, Suhada
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.5937

Abstract

Pengembangan bibit unggul pada tanaman kopi robusta dapat dilakukan dengan pengamatan pada karakter batang. Hal ini penting mengingat kopui robusta menjadi salah satu penyumbang devisi dan sumber komoditas uatam di Indonesia, khususnya Lampung. Penelitian dilaksanakan untuk mengamati keragaman genetik tanaman kopi robusta pada Perkebunan Kopi Rakyat di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung berdasarkan karakteristik fenotipe batang. Penelitian dilakukan dengan purposive sampling pada 30 individu. Pengamatan kualitatif dilakukan pada lima karakter batang, sedangkan pengukuran karakter kuantitatif dilakukan pada 11 karakter batang. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 11 individu yang mempunyai sambungan batang bawah-batang atas, dengan seluruh individu tanaman kopi robusta mempunyai warna dan permukaan batang yang seragam, baik batang bawah dan batang atas. Di sisi lain, pengamatan terhadap karakter kuantitatif menunjukkan ragam yang lebih tinggi sehingga nampak adanya pengaruh genetik dan lingkungan terhadap karakter fenotipe batang tanaman kopi. Adapun rerata karakter kuantitatif individu pada populasi tersebut adalah tinggi tanaman total 124,29 cm, tinggi batang bawah 98,30 cm, lingkar batang bawah 15,05 cm, diameter batang bawah 47,25 cm, tinggi batang atas 70,88 cm, lingkar batang atas 14,78 cm, diameter batang atas 46,41 cm, jumlah cabang ortrotop pada batang utama 1,60 buah, jumlah jabang plagiotrop pada tabang utama 8 buah, tinggi cabang ortotrop pertama pada batang utama 39,43 cm, dan tinggi cabang plagiotrop pertama pada batang utama 114,30 cm.
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF PADA TAPAI SINGKONG DAN BERAS KETAN Susilawati, Susilawati; Amalina, Nur; Muslima, Muslima; Hidayat, Deski; Febriansyah, Muhammad; Pazira, Zira; Fithriyyah, Hulwah
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i1.281

Abstract

Tapai adalah makanan tradisional Indonesia yang di fermentasi oleh khamir Saccharomyces cerivisiae sehingga memiliki rasa yang unik. Tujuan dari kegiatan ini untuk menguji kadar alkohol, saponin, tanin, sulfur, gula reduksi, flavonoid, dan kardiak glikosida pada tapai singkong plastik, tapai singkong daun pisang dan tapai beras ketan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari kegiatan ini adalah kadar alkohol pada tapai singkong daun pisang lebih tinggi sebesar 9,21%. Terdapat saponin pada tapai beras ketan, sedangkan pada tapai singkong tidak ada. Tanin tidak terdapat pada semua sampel karena tidak terjadi perubahan warna. Gula reduksi pada tapai singkong daun pisang (P1) 11,6% dan (P2) 11, 4%, tapai beras ketan (P1) 8,8% dan (P2) 8,7%, serta tapai singkong plastik (P1 dan P2) sebesar 11, 1%. Uji flavonoid 1 tapai singkong plastik dan tapai singkong daun pisang memiliki warna hitam pekat, tetapi tapai beras ketan memiliki warna kecokelatan. Uji flavonoid 2 semua sampel tidak terjadi pengendapan dan perubahan warna. Uji kardiak glikosida, semua sampel mengendap setelah menambahkan larutan FeCl3 1% dan asam sulfat pekat. Adanya endapan sulfur yang terindikasi pada dasar tabung reaksi.
PARADIGMA SISTEM DALAM TATA KELOLA ETIKA DAN INFRASTRUKTUR AI: ANALISIS PERAN SISTEM OPERASI Effendy, Vina Ardelia; Syabifi, Fiqla; Febriansyah, Muhammad; Alifiansyah, Fadlan Nur; Zukhruf, Elevina
Infotech: Journal of Technology Information Vol 11, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : ISTEK WIDURI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37365/jti.v11i2.552

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has brought transformative impacts across various sectors but simultaneously raises multidimensional challenges, particularly regarding ethics and infrastructure governance. This study aims to analyze AI governance through a system paradigm approach by using the operating system (OS) as an analytical analogy. The research employs a qualitative method through a literature study of reputable journals and academic databases, focusing on AI ethics, system paradigms, and infrastructure governance. Findings indicate that the system paradigm provides a holistic framework to integrate ethical principles, regulatory mechanisms, and technical functions within AI ecosystems. The OS analogy highlights governance components such as ethical kernels, access control, and security layers as integral to ensuring transparency, accountability, and fairness. The study concludes that responsible AI governance requires a systemic, adaptive, and sustainability-oriented approach, bridging technological innovation with social and ethical values.
Panglima Laot and Contributions in Upholding Customary Law in Aceh's Maritime Regions (Panglima Laot dan Kontribusinya dalam Penegakan Hukum Adat di Perairan Aceh) Susetyo, Heru; Febriyanto, Satrio; Laidinar, Shaubi; Ilahidayah, Wahyumi; Febriansyah, Muhammad; Mahilaveda, Nadila
The Indonesian Journal of Socio-Legal Studies Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panglima Laot has been felt in Aceh since the era of Sultan Iskandar Muda and is still known today. Panglima Laot is not part of the Aceh government but is recognized as Aceh's cultural heritage. Later, Panglima Laot was also regulated in the Aceh Qanun as the living law in Aceh. Culturally, it can be said that the Marine Commander is the leader of the fishermen in Aceh, whose job is to coordinate the fishermen, maintain maritime security according to their respective territories, and conserve Aceh's marine environment. This article examines the existence of Panglima Laot in Aceh in this contemporary era. With an emphasis on their role in upholding customary law in Aceh waters. The data was obtained through field research in Aceh and library data studies. The findings from this study are that Panglima Laot in Aceh still exists and plays a significant role in upholding customary law in Aceh waters. Coexist in harmony with national law and other legal systems that live in Aceh.
Co-Authors Afandi, Aril Afif, Arriza Maulana Akhmad Siddiq, Akhmad Albetian Pangalila, Yonas Alfandi, Aril Alifiansyah, Fadlan Nur Alzril, Muhammad Ardian Ardian Ari Darmastuti ARI KURNIAWAN Arizka Warganegara Arsela Eko Listiono Ashari, Minanti Mayda Budiarman, Andi Azizah Maulidia Deny Setiawan Dewi Indah Noviana Pratiwi, Dewi Indah Noviana Dinata, Riadi Marta Dwicahya, Fazryan effendi, Harlan Effendy, Vina Ardelia Eko Agus Srihanto, Eko Agus Elly Lestari Rustiati Elvinawati Ervianti, Natalia Fahrezi, Aditya Febriyanto, Satrio Fikri Fahresi, Daffa Filda Angellia Firdauzi, Muhammad Fithriyyah, Hulwah Fitri Rahmafitria, Fitri Hafiz Saputra, Saiful Haqqul Yaqin Heidiani Ikasari, Ines Hertanto Hertanto, Hertanto Heru Susetyo Hidayat, Deski Hisyam, Muhamad Ali Hustia, Anggreany I Nyoman Candra Idhafi, Nasrul Ilahidayah, Wahyumi Imtitsal, Aulia Indah Ayu Lestari, Indah Ayu Ingrid Nurtanio Ja'far, Suhermanto Jaya, Rahmat Junaidi , Ahmad Krisbintoro, R Sigit Kusuma, Andriyani Wijaya Laidinar, Shaubi Lely Shofa Imama Lena Rosida Lestari, Septi Wahyu Maharani, Annisa Lidya Mahfut Mahilaveda, Nadila Mahmud Arjiansyah, Abiem Mochammad Imron Awalludin MUHAMMAD ALI Muliana, M Mursalin, M Muslima Muslima, Muslima Nabila, Anggun T. Nur Amalina Nurhamidah Oktaviana, Meta Pazira, Zira Perani Rosyani Permatasari, Nindy Pratama, Alpin Pratiwi, Dian Neli Priyambodo Priyambodo Priyambodo Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramadhan, Viki Ramdani, Farhan Robi'ah, Robi'ah Roselina Panghiyangani Sa'uddah, Lousanja D. Sandra, Shifa Saputri, Irna Saswiyanti, Enny Sidik Permana, Dwi Sidik, Mahfud Son Haji, Yopi Suhada Suhada, Suhada Sundari, Ella Susanto, Alvin Wiwiet Susilawati, Susilawati Syabifi, Fiqla Syarif Hidayat Teti Desyani Thesalonika, Natasya Tri Haryanto, Agus Utami Dewi, Dyah Utami, Juliyatin Putri Wahyu Hidayat, Ahmad Wahyu Tyas Pramono WINARNO Winarno Winarno Yamin, Muhammad Ikrar Yani, Ani Andri Yuliana Andriyani Yusuf, Mukarramah Zukhruf, Elevina