Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI JOMPO MAJELIS TA’LIM BASSILAM BARU TAPANULI SELATAN TAHUN 2021 napitupulu, mastiur; Ahmad, Haslinah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.545

Abstract

ABSTRAK Insomnia adalah suatu kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk jatuh tidur atau tidak cukup tidur. Kecemasan adalah kekhawatiran dan rasa takut yang intens, berlebihan dan terus-menerus sehubungan dengan sutuasi sehari-hari. Rasa cemas dapat bersifat normal jika terjadi dalam situasi yang dianggap meneganggkan oleh seseorang. Lansia merupakan tahap terjadinya penurunan berbagai fungsi tubuh, sebagian besar lansia mengalami kemunduran fisik sedikit demi sedikit sampai tidak dapat melakukan aktivtas sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan insomnia pada lansia di Panti jompo Majelis Ta’lim Bassilambaru Tapanuli Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang diarahkan mencari hubungan antara variabel independent yaitu tingkat kecemasan dan dependent yaitu insomnia. Responden dipilih melalui teknik Probability Sampling dengan teknik Total Sampling, yaitu seluruh anggota populasi diambil untuk dijadikan sampel penelitian. Hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat insomnia di uji menggunakan computer dengan uji Pearson Product Moment. Uji analitik ini menggunakan Korelasi Pearson Product Moment, didapatkan hasil p value= 0,000 yaitu p<0,05 dengan Pearson Correlation 0.605 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat kecemasan pada lansia dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Jompo Majelis Ta’lim Bassilam Baru Tapanuli Selatan. ABSTRACT Insomnia is a condition when someone is having trouble to fall asleep or not enough sleep. Anxiety is worry and intense fear, excessive and persistent relation to everyday situation. Anxiety can be normal if: happen in situation that someone finds outrageous. The elderly are stage of decline various body function most of the elderly experiencing physical decline little by little until they are unnable to carry out their daily activities. The purpose of this research to find out the correlation between anxiety and insomnia in the elderly in The Bassilam Baru Ta’lim Assembly Nursing Home in South Tapanuli. This type of research is quantitative research with research design used in this study is descriptive correlation that is research directed look for the relation between the independent is anxiety levels and dependent variable is insomnia. Respondent are selected trough the Probability Sampling technique with the Total Sampling technique, is all member of the population taken to be used as research samples. Correlation of anxiety and insomnia tested using a computer the Pearson Product Moment Test. This analytical test used Pearson Product Moment Test obtained test value p=0.000 this significant value p<0.05, with Pearson Correlation 0.605so it can be concluded that there was correlation between anxiety levels of elderly with the severity insomnia in elderly. Keywords: Anxiety, Insomnia, Elderly
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS MANGASA KOTA MAKASSAR Ahmad, haslinah; Napitupulu, Mastiur
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.546

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan faktor yang penting dalam mencapai kepuasaan pasien. Kepuasaan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya (Pohan, 2017).Diketahuinya hubungan Mutu pelayanan kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas Mangasa Kota Makassar. Jenis penelitan ini adalahDeskriptif Analisis dengan menggunakan Desain penelitian cross sectional untuk melihat Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Penelitian telah dilaksanakan Di Puskesmas Mangasa Kota Makassar pada tanggal 27 mei sampai dengan tanggal 27 Juli. . Hasil penilitian ini dengan menggunakan analisis statistik dengan menggunakan Uji Chi-square diperoleh nilai p=0,00. Karena nilai p < α=0,05 maka hipotesis alternatif diterima. Hal ini menandakan ada hubungan antara keberwujudan, kehandalan, ketanggapan Jaminan dan empati terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan faktor yang penting dalam mencapai kepuasaan pasien. Kepuasaan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya (Pohan, 2017).Diketahuinya hubungan Mutu pelayanan kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas Mangasa Kota Makassar. Jenis penelitan ini adalahDeskriptif Analisis dengan menggunakan Desain penelitian cross sectional untuk melihat Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Penelitian telah dilaksanakan Di Puskesmas Mangasa Kota Makassar pada tanggal 27 mei sampai dengan tanggal 27 Juli. . Hasil penilitian ini dengan menggunakan analisis statistik dengan menggunakan Uji Chi-square diperoleh nilai p=0,00. Karena nilai p < α=0,05 maka hipotesis alternatif diterima. Hal ini menandakan ada hubungan antara keberwujudan, kehandalan, ketanggapan Jaminan dan empati terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Mangasa Kota Makassar. ABSTRACT Quality health services are an important factor in achieving patient satisfaction. Patient satisfaction is a level of patient's feelings that arises as a result of the performance of health services obtained after the patient compares it with what he expected (Pohan, 2017). Knowing the relationship between the quality of health services to the level of satisfaction of outpatients at the Health Center Mangasa, Makassar City. This type of research is Descriptive Analysis using a cross sectional study design to see the relationship between the quality of health services to the level of outpatient satisfaction at the Public Health Center Mangasa, Makassar. Research has been carried out at the Health Center Mangasa, Makassar on May 27 to July 27. . The results of this study using statistical analysis using the Chi-square test obtained a value of p = 0.00. Because the value of p <α = 0.05, the alternative hypothesis is accepted. This indicates there is a relationship between reality, reliability, assurance of responsiveness and empathy for outpatient satisfaction at the Health Center Mangasa, Makassar Keywords : Manifestation, Reliability, Stamina, Guarantee, Empathy
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Di Rsud Labuang Baji Kota Makassar Provinsi Ahmad, Haslinah HA; Harahap, Yanna wari; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No.1 Juni 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i1.806

Abstract

ABSTRAKStress merupakan kondisi ketergantungan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seseorang kinerja merupakan hasil kualitas dan kuantitas yang dihasilkan oleh seseorang berdasarkan persyaratan dan waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan stres dengan perubahan kinerja perawat. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 30 orang perawat,penentuan besar sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kerja.kuesioner.pengolahan data dengan program SPSS 22.0 yang disahjikan dalam bentuk narasi dan tabel.uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan tingkat kemaknaan a=0,05 Berdasarkan hasil uji statistik chi-square, menujukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara stres kerja dengan kinerja perawat. Disarakan diharapka kepada rumah sakit agar memperhatikan lingkungan dan kapasitas kerja yang baik supaya para perawat dapat memberikan pelayanan kepada pasien agar petugas kesehatan tidak mengalami stress.Kata kunci : stres kerja dan kinerja perawat
Analyzing the Sociodemographic and Psychological Factors Influencing the Intention to Consume Single-Use Plastics Among University Students: A Cross-Sectional Quantitative Study  Harahap, Alprida; Adi Antoni; Haslinah Ahmad; Anton J. Hadi; Nanda Masraini Daulay
Jurnal Teknokes Vol. 18 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jteknokes.v18i4.116

Abstract

The rising use of disposable plastics among Indonesian university students contributes to the growing problem of plastic waste, making it essential to understand the factors shaping their intentions to use single-use plastics. This research aims to determine the impact of sociodemographic factors (age, education level, and economic status) and psychological factors (subjective norms, emotional motivation, and beliefs) on the intention to use disposable plastic among university students. The study contributes by integrating the Theory of Planned Behaviour (TPB) and the Value-Belief-Norm (VBN) Theory to explain the intention to consume single-use plastics in the Indonesian context, identifying the belief variable as the most dominant factor influencing behavioral intention. The research employed a quantitative descriptive-analytical approach with a cross-sectional design, conducted from April to June 2024. A total of 125 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires developed based on the TPB and VBN frameworks, then analyzed using descriptive statistical tests and multivariate logistic regression to identify significant predictors of behavioral intention. The results show that sociodemographic factors, age (p = 0.002), education level (p = 0.000), and economic status (p = 0.000), significantly influence the intention to consume disposable plastics. Likewise, psychological factors, subjective norms (p = 0.001), emotional motivation (p = 0.000), and beliefs (p = 0.000), also have a significant effect, with beliefs emerging as the most dominant factor (Exp(B) = 10.234). The study implies that efforts to reduce single-use plastic consumption among university students should focus on strengthening environmental education and transforming social norms to foster sustainable behaviors. Furthermore, future research with longitudinal designs and broader populations is recommended to enhance the generalizability of these findings.
SOCIAL FACTORS THAT CONTRIBUTE TO THE SUCCESS OF THE ELDERLY POSYANDU PROGRAM IN THE WORKING AREA OF THE SADABUAN HEALTH CENTER, PADANG SIDIMPUAN CITY Primastuti, Hannisa; Ahmad, Haslinah; Antoni, Adi
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v10i1.3269

Abstract

Posyandu Elderly program in the working area of the Sadabuan Health Center, Padangsidimpuan City. The increase in the number of the elderly along with the increase in life expectancy requires optimal and sustainable health services. This study uses a quantitative approach with an analytical descriptive design. The study population is all elderly people who are registered as participants of the Elderly Posyandu, with samples taken using stratified random sampling techniques. Data collection was carried out through questionnaires, semi-structured interviews, observations, and documentation studies. Data analysis was carried out using SPSS through descriptive and inferential analysis. The results of the study showed that the level of education of the elderly did not have a significant effect on the level of participation in Posyandu Elderly activities. On the other hand, family support, social interaction of the elderly, and activities of health cadres have an influence on the success of program implementation. Elderly people who receive family support and have good social interaction tend to be more active in participating in activities. The active role of cadres also increases the effectiveness of services. It was concluded that social factors have an important role in supporting the success of the Elderly Posyandu, so it is necessary to strengthen family support and empower health cadres in a sustainable manner.
Structural Model for Preparing Safe and Hygienic Complementary Food in Indonesia Lucy Widasari; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Wirawan Setyalaksana; Lusy Damayanti; Elly Sutrisni
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v4i2.5556

Abstract

Introduction: Early childhood nutrition is a fundamental determinant of optimal growth and development. The study aimed to evaluate how mothers provide complementary feeding (CF) to infants and young children aged 6–23 months. It explored factors influencing the adoption of safe and hygienic CF practices recommended by the WHO and Infant and Child Feeding Guidelines. Methods: A non-experimental quantitative approach surveyed 1125 mothers across 28 districts/cities. Reliability was assessed using composite reliability (?_c), ensuring reliability threshold (?0.7) was met. Although most constructs comprised single items, they were deemed reliable. Results: Findings indicated that being the first child didn't significantly impact maternal understanding of CF (?=0.034, p=0.215) or adherence to safe CF practices (?=-0.001, p=0.307). Maternal employment status also showed no significant influence on CF knowledge (?=0.022, p=0.492) or safe CF practices (?=-0.01, p=0.568). However, maternal education significantly affected CF knowledge (?=0.060, p<.001) and safe CF practices (?=-0.030, p=0.004). Conclusion: In essence, higher maternal education levels correlated with better understanding of CF, thereby indirectly promoting safe and hygienic CF preparation.
Stunting Prevention Behavior for Children Under Five Years of Age Based on Integrated Nutrition Education with Local Culture MARTABE: A Quasi Experiment Yuli Arisyah Siregar; Nurhalimah Batubara; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i3.6675

Abstract

Introduction: Stunting is a serious problem in public health, especially in children under five years old. The nutrition education program integrated with the local culture of MARTABE Batak Angkola Tribe can effectively prevent stunting in children under five years old. This study aims to assess the influence of nutrition education programs integrated with local culture on stunting prevention behavior. Methods: The study was conducted with a quasi-experimental design. Sampling was carried out by purposive sampling. The sample was divided into two groups: the intervention group that will be given the MARTABE local cultural integrated nutrition education program and the control group that did not receive the intervention. The intervention group was given a MARTABE local cultural integrated nutrition education program as a module, while the control group only received ordinary education through a leaflet. The local culture-based nutrition education program was carried out for 6 weeks, which included counseling on balanced nutrition, the benefits of local food, and ways to prevent stunting. Data was collected through questionnaires and observations. Data analysis used statistical techniques such as paired t-test, chi-square, and hoteling test. Results: The results showed that both the intervention and control groups had a significant influence on knowledge (p=0.002), attitude (p=0.000), action (p=0.001), and behavior (p=0.000) after being given nutrition education integrated with MARTABE's local culture. Hotelling's Trace values for overall behavior change showed significant results (F=5794,811, p=0.000). This shows a significant difference in the behavior of caregivers under five between before and after the intervention. In other words, local culture-based nutrition education programs effectively influence changes in the behavior of caregivers under five years old. Conclusion: Nutritional education integrated with local culture improves knowledge, attitudes, actions, and behaviors concerning stunting prevention in children under five. Therefore, this approach can be used as an intervention model in stunting prevention in Indonesia.
Stunting Prevention of Elementary School Children Based on Nutrition Education Peer Group: A Quasy Experimental Nurhalimah Batubara; Yuli Arisyah Siregar; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Adi Antoni; Abdullah A.A
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i3.6683

Abstract

Introduction: Stunting in elementary school children is a nutritional problem that impacts physical and cognitive development. One of the main factors causing stunting is the lack of knowledge, attitudes, and appropriate actions in maintaining children's nutrition. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of peer group-based nutrition education in preventing stunting in elementary school children. Methods: A type of quantitative research with a quasi-experimental design with experimental and control groups in two primary schools. The sample was selected by purposive sampling consisting of a treatment group and a control group of 30 samples each. The intervention was carried out for three months and was carried out in 6 meeting sessions for 3 weeks. Each session is held for 60 minutes and is guided by a facilitator who is trained through a nutrition education program carried out by peer students with materials that include the importance of nutritious diets, healthy living behaviors, and stunting with the media of nutrition posters and leaflets, every month children are monitored using modified food recalls. Data were analyzed using paired t-test and chi-square test to compare the difference before and after the intervention. Results: This study found a significant improvement in nutrition-related knowledge, attitudes, and actions in the experimental group compared to the control group (p=0.001<0.05). Conclusion: This study proves that peer group-based nutrition education programs effectively increase knowledge, attitudes, and actions that can prevent stunting in elementary school children. Based on these findings, it is recommended to expand the application of similar interventions in schools to reduce the prevalence of stunting.
Intervensi Sekolah Berbasis Teori untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja: Scoping Review harahap, yanna wari; Nurlaila, Nurlaila; Ramadhini, Delfi; Nasution, Nurul Hidayah; Hasibuan, Ahmad Safii; Ahmad, Haslinah; Harahap, Suryati; Sahriani, Henny; Harahap, Dewani; Jufri, Soleman; Arbaiya, Ita; Yuli Arisyah Siregar
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2877

Abstract

Perilaku seksual berisiko pada remaja tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global yang signifikan, berkontribusi besar terhadap angka kejadian human immunodeficiency virus (HIV), infeksi menular seksual (IMS), dan kehamilan remaja yang tidak direncanakan. Intervensi berbasis sekolah telah banyak diterapkan untuk menangani permasalahan ini; namun efektivitasnya sangat bergantung pada kerangka teori yang mendasari rancangan intervensi tersebut. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan menyintesis intervensi sekolah berbasis teori dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja. Review ini mengikuti panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan di berbagai basis data utama, dan 40 studi memenuhi kriteria inklusi. Data diekstraksi dan dianalisis untuk mengidentifikasi karakteristik intervensi, kerangka teori, dan domain luaran. Temuan menunjukkan bahwa Theory of Planned Behaviour (TPB), Social Cognitive Theory (SCT), dan Health Belief Model (HBM) merupakan kerangka yang paling umum digunakan. Intervensi berbasis TPB efektif dalam meningkatkan niat perilaku; SCT menunjukkan efek lebih kuat terhadap perubahan perilaku aktual melalui efikasi diri dan pengembangan keterampilan; HBM terutama meningkatkan pengetahuan dan persepsi risiko. Studi-studi terbaru yang menggunakan Behaviour Change Wheel (BCW) menunjukkan luaran yang paling komprehensif dan konsisten di seluruh domain pengetahuan, sikap, niat, dan perilaku, terutama ketika diintegrasikan dengan strategi digital dan berbasis teman sebaya. Intervensi sekolah berbasis teori sangat penting dalam menangani perilaku seksual berisiko remaja; namun pendekatan terpadu dan multi-teori menawarkan potensi lebih besar untuk mencapai perubahan perilaku yang berkelanjutan dan bermakna. Penelitian mendatang sebaiknya berfokus pada efektivitas jangka panjang, pengukuran luaran yang terstandarisasi, serta integrasi strategi intervensi multi-level dan berbasis teknologi.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Kemandirian Belajar Dan Produktivitas Akademik Mahasiswa Indra Maulana Dongoran; Khairunnisa Butar-Butar; Halman Paris Ritonga; Fatma Mutia; Haslinah Ahmad
Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia
Publisher : LPPM Politeknik Raflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jpvr.v6i1.1406

Abstract

Transformasi digital yang terjadi dalam dunia pendidikan telah mengubah cara mahasiswa memperoleh, mengolah, dan memanfaatkan informasi dalam proses pembelajaran. Kemampuan literasi digital menjadi salah satu kompetensi yang penting dimiliki mahasiswa, khususnya pada program studi pendidikan vokasional yang menuntut penguasaan teknologi dan kemampuan belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar dan produktivitas akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Desain Fashion Universitas Aufa Royhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui angket menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar mahasiswa (β = 0,621; p < 0,001) dan produktivitas akademik mahasiswa (β = 0,547; p < 0,001). Selain itu, kemandirian belajar juga terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktivitas akademik mahasiswa (β = 0,486; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan literasi digital mahasiswa, semakin tinggi tingkat kemandirian belajar dan produktivitas akademiknya. Oleh karena itu, penguatan literasi digital perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran pada pendidikan vokasional.
Co-Authors AA, Abdullah Abdul Madjid Abdul Majid Abdullah A.A Abdullah AA Achmad Indra Awaluddin Ade Lisna Harahap Adelfia Soleman Adi Antoni Adi Antoni Adi Antoni Ahmad Safii Hasibuan Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alwi, Fahrizal Aminuyati Anto J. Hadi Anto J. Hadi Anton J. Hadi Antoni, Adi Arbaiya, Ita Aritonang, Syharuddin Aulia Putri Ayus - Diningsih batubara, nurhalimah Eli Kusuma Daulay Elli Diana Siregar Elly Sutrisni Enta Marlina Harahap Erni Yetti Riman Erni Yetti Riman Eva Khoiriyah Harahap Eva Rahayu Fatma Mutia Feprina, Yuni Gusdita, Rahmi Hadi, Anto J Hadi, Anto J. Halman Paris Ritonga Harahap, Dewani Harahap, Suryati harahap, yana wari Harahap, Yanna Wari Hasibuan, Ahmad Safii Hasni Yaturramadhan Hasni Yaturramadhan Ida Hannum Idris Lubis Ikrima Daulay Indar Indar Indra Martua Nasution Indra Maulana Intan Yusvita Sari Nasution Ismail Kamba Ismayanti Harahap J. Hadi, Anto J.Hadi, Anto Jufri, Soleman Karlina Sari Khairunnisa Butar-Butar Liana Lin Khariyetni Lase Lindawati Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Rini Khofifah Lucy Widasari Lucy Widasari Lucy Widasari Lusy Damayanti M. Yogi Riyantama Isjoni Mas Sri Wahyuni Harahap Masnawati Masnilam Hasibuan Masnilam Masnilam Masroini Ritonga Masroini Ritonga Masyitoh Aritonang Megawati Megawati Mhd. Idris Lubis Muhammad Amin Ritonga Muhammad Anwar Muhammad Djohan Mutia, Fatma Nafratilova Ritonga, Nevo Najamuddin Nanda Masraini Daulay Napitupulu, Mastiur Napitupulu, Natar Fitri Nasution, Nur Arfah Nayodi Permayasa Nazaruddin Nasution Nefonavratilova Ritonga Nur Aliyah Rangkuti nur arfah nasution Nur Hamdani Nur Nur Hamima Harahap Nurarfah Nasution Nurhalimah Batubara Nurhalimah Batubara Nurlaila Nurlaila Nurul Hidayah Nasution Owilda Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan B Owildan Wisudawan B Owildan Wisudawan B Permayasa, Nayodi Primastuti, Hannisa Rabiul Marzuki Siregar Rahimudin Mufti Lubis Ramadhini, Delfi Rangkuti, Juni Andriani Regina Junisna Waldani Ridwan Amiruddin Rizky Syahriani Putri Rosmini Siahaan Rusdiyah Sudirman Made Ali Rusdyah Rusdyah Sahriani, Henny Siti Nur Sufi&#039;Izza St.Nurmiati Aminuddin Sukhri Herianto Ritonga Suryati Suryati Titiek Fatmawaty Wirawan Setyalaksana Wisudawan B, Owildan Wisudawan, Owilda Yanna Wari Harahap Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Zadrak Tombeg Zuraidah Nasution