Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Psikososial Melalui Trauma Healing untuk Pemulihan Mental Anak Pasca Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025 Indra Maulana Dongoran; Halman Paris Ritonga; Haslinah Ahmad; Fatma Mutia
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1231

Abstract

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2025 memberikan dampak psikologis terhadap anak-anak, seperti kecemasan, ketakutan, kesedihan, dan penurunan interaksi sosial. Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Simatohir yang dijadikan sebagai lokasi posko pengungsian. Di posko pengungsian Desa Simatohir terdapat sekitar 200 kepala keluarga dengan lebih dari 500 jiwa pengungsi yang sebagian besar kehilangan tempat tinggal akibat tanah longsor. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 120 anak terdampak bencana yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek psikososial. Kondisi ini membutuhkan intervensi psikososial untuk membantu proses pemulihan mental anak pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan psikososial melalui trauma healing guna membantu pemulihan kondisi emosional anak-anak terdampak bencana. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa permainan edukatif, storytelling, menggambar dan mewarnai, ice breaking, relaksasi sederhana, serta permainan kelompok yang melibatkan sekitar 50 anak sebagai peserta kegiatan di posko pengungsian Desa Simatohir. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi perilaku dan angket sederhana mengenai kondisi emosional anak sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keberanian anak untuk berinteraksi sosial sebesar 76%, peningkatan partisipasi aktif sebesar 82%, serta penurunan tanda kecemasan dan ketakutan pada sebagian besar peserta. Program trauma healing terbukti membantu menciptakan suasana psikologis yang lebih positif pada anak pascabencana serta meningkatkan semangat dan rasa aman anak selama berada di pengungsian.
Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas dalam Pencegahan Covid-19 di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan : Utilization of Health Center Services in Preventing Covid-19 at Batunadua Health Center Padangsidimpuan City Ahmad Safii Hasibuan; Hasni Yaturramadhan; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.015 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1905

Abstract

Saat ini, Indonesia telah memasuki fase baru dalam penanganan covid 19, berbagai protokol menyambut era new normal telah dipersiapkan oleh pemerintah, termasuk dalam tatanan kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat di era Covid-19 ini membuat tenaga kesehatan harus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi dalam segala hal di sektor pelayanan kesehatan masyarakat. Akibat terbatasnya ruang gerak karena mengikuti protokol kesehatan, masyarakat tetap diberikan haknya sebagai warga negara untuk dilayani melalui layanan elektronik. Kedudukan Puskesmas dalam sistem kesehatan adalah sebagai sarana pelayanan keberhasilan pembangunan kesehatan, sangat ditentukan oleh dukungan sistem nilai dan budaya masyarakat yang secara bersama terhimpun dalam berbagai sistem kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menilai faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berdomisili di Puskesmas Batunadua dan teknik pengambilan sampel purphosive sampling, yaitu dengan syarat: penduduk atau masyarakat yang berdomisili Kecamatan Padangsidimpuan dan ada anggota keluarga yang sakit dalam tiga bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan menggunakan kuesioner penelitian serta analisis data multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian di peroleh bahwa ada hubungan pendidikan (p=0,000), persepsi (p=0,004), karakteristik masyarakat (p=0,004), sikap petugas (p=0,000) berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19. Kesimpulan bahwa pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19 dipengaruhi oleh faktor pendidikan, persepsi, karakteristik masyarakat, dan sikap petugas sehingga diperlukan peran aktif petugas kesehatan dalam mensosialisasikan pentingnya memeriksakan kesehatan pada pelayanan primer pada Puskesmas setempat.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku K3 pada Sopir Angkutan Umum di Kota Padangsidimpuan: Factors Associated with K3 Behavior in Public Transport Drivers in the City of Padangsidimpuan Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Nayodi Permayasa; Nazaruddin Nasution
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3027

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah keselamatan kerja yang serius di seluruh dunia, demikian juga dihadapi Indonesi. Data dari Kemenkes RI (2020) menunjukkan bahwa kejadian kecelakaan angkutan darat masuk ke dalam 10 besar penyakit penyebab rawat jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 pada sopir angkutan umum di Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study di area Terminal Penumpang Kota Padangsidimpuan selama bulan Juni-Oktober 2022. Populasi dan sampel adalah seluruh sopir angkutan umum dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 112 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, multivariat dengan program SPSS dan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,015), tindakan (p=0,032), persepsi (p=0,025) < 0,05 berhubungan dengan perilaku K3. Selain itu variabel yang paling berhubungan dengan perilaku K3 adalah pengetahuan dengan nilai p=0,007 dan nilai Exp. B=5,112. Kesimpulan: Kesimpulan diperoleh bahwa perilaku K3 berkendaraan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, tindakan dan persepsi. Sehingga perlu dilakukan upaya meningkatkan promosi bahaya kecelakaan dan edukasi safety campaign penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi.
Implementasi Total Quality Management di Rumah Sakit X Makassar: Implementation of Total Quality Management at Hospital X Makassar Najamuddin; Achmad Indra Awaluddin; Haslinah Ahmad; St.Nurmiati Aminuddin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3289

Abstract

Latar Belakang: Total Quality Management adalah penggambaran cara hidup, sikap dan organisasi perusahaan yang berusaha untuk menyediakan kepada pelanggan dengan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan mereka. Budaya membutuhkan kualitas di semua bagian operasi organisasi, dengan prosedur dilakukan dengan benar sejak pertama kali, dan kekurangan serta pemborosan diberantas dari kegiatan pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Total Quality Management dengan menggunakan kriteria MBNQA di RS X Makassar. Metode: Jenis penelitian merupakan mix method dengan menggunakan studi observasional dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan Observasi Dokument. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh staf dan pimpinan di Rumah Sakit X Makassar, sebanyak 258 responden. Hasil: Studi ini menunjukkan, berdasarkan Perhitungan MNQA, RS X Makassar berada pada level Kinerja baik dengan nilai 738 dari skor maksimal 1000. Kesimpulan akhir pengukuran kinerja Rumah Sakit X Makassar dengan skor tersebut menggambarkan kinerja masih kurang baik. Oleh karena itu, perencanaan proaktif perlu dibuat dan dilaksanakan, tidak hanya reaktif terhadap masalah. Saran: Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit agar perlu dilakukan evaluasi yang teratur, Jadi itu itu strategis rencana itu memiliki pernah dibuat Bisa menjadi telah membawa keluar secara efektif.
Determinan Stunting pada Balita di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan : Determinants of Stunting in Toddlers in South Padangsidimpuan District, Padangsidimpuan City Juni Andriani Rangkuti; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Ridwan Amiruddin; Owildan Wisudawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3381

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi dan kesehatan secara global baik di negara maju maupun negara berkembang. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 24,2% dan Sumatera Utara 25,8% serta Kota Padangsidimpuan 32,1%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan stunting pada balita di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan Metode: Kecamatan Padangsidimpuan Selatan pada bulan November sampai dengan Desember 2022. Populasi pada penelitian ini seluruh balita yang ada di kecamatan Padangsidimpuan Selatan sebanyak 6.120 balita dan sampel adalah sebagian balita yang ada di kecamatan Padangsidimpuan Selatan yang ditentutakan dengan menggunakan rumus besar sampel Yamane sebanyak 375 balita dengan teknik pengambilan sampel secara Quota Sampling dan simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh bahwa Panjang badan lahir (p=0,001), berat badan lahir (p=0,020), status ekonomi (p=0,001) berhubungan kejadian stunting pada balita dan variabel yang paling berhubungan adalah panjang badan lahir dengan Exp (B) =7,371. Kesimpulan: Ditemukan bahwa kejadian stunting pada balita disebabkan oleh faktor panjang badan lahir, berat badan lahir jarak kelahiran dan status ekonomi. Sehingga diperlukan upaya pencegahan stunting yang proaktif dengan menggerakkan keluarga balita untuk aktif memanfaatkan posyandu.
Faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan : Factors Related to the Activeness of Cadres in Stunting Prevention in Pargarutan Health Center Working Area Tapanuli Selatan District Indra Martua Nasution; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3445

Abstract

Latar belakang: Masalah stunting salah satunya dipengaruhi oleh peran aktif kader. Untuk memastikan layanan tersedia di desa dan dimanfaatkan oleh masyarakat diperlukan adanya tenaga yang berasal dari masyarakat sendiri terutama yang peduli dengan pencegahan dan penanggulangan stunting di Desa maka dibutuhkanlah keaktifan kader. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam pencegahan stunting. Metode: Jenis penelitian bersifat observasional dengan menggunakan desain cross sectional study yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan. Populasi adalah seluruh kader yang terdapat diwilayah kerja Puskesmas Pargarutan sebanyak 200 kader dan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian kader yang ditentukan dengan rumus Slovin sebanyak 133 kader serta pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner penelitian, data diolah dan dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,001), insentif kader (p=0,005), lama kerja sebagai kader (p=0,001), pelatihan kader (p=0,001) berhubungan dengan keaktifan kader dalam pencegahan stunting dan status perkawinan (p=0,287) tidak berhubungan serta yang paling berhubungan adalah variabel pelatihan dengan Exp (B)=5,702. Kesimpulan: Keaktifan kader dalam pencegahan stunting disebabkan oleh factor pengetahuan, insentif kader, lama kerja sebagai kader, dan pelatihan kader, sehingga diperlukan dukungan dan komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam memberdayakan kader sebagai petugas kesehatan.
Hubungan Motivasi, Prestasi, Penghargaan Terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit TNI Kota Padang Sidempuan : The Relationship of Motivation, Achievement and Awards to Nurse Performance at the Padang Sidempuan TNI Hospital Eva Rahayu; Alprida Harahap; Rusdiyah Sudirman Made Ali; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3468

Abstract

Latar belakang: Peranan tenaga kesehatan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan sangatlah penting khususnya sebagai tenaga pelaksana pelayanan kesehatan, sehingga wajar bila kinerja tenaga kesehatan sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi, prestasi, penghargaan, terhadap kinerja perawat di Rumah sakit TNI. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Populasi dan sampel adalah seluruh Perawat di rumah sakit TNI sebanyak 51 perawat. Teknik pengembilan sampel menggunakan total sampel (exhaustive sampling) serta analisis data menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi (p=0,000), prestasi (p=0,005), penghargaan (p=0,000) berpengaruh terhadap kinerja perawat. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah motivasi perawat (Exp(B)= 6,364). Kesimpulan: Diperoleh bahwa kinerja perawat sangat berhubungan oleh faktor motivasi, prestasi, penghargaan, sehinggar perawat dapat lebih aktif lagi dalam bekerja dalam pencapaian visi misi rumah sakit.
Hubungan Sosial Demografi dan Perilaku Keluarga Sadar Gizi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Menawi Kabupaten Kepulauan Yapen: Social Demographic Relationships and Nutrition Aware Family Behavior with Stunting Incidents in Menawi Perawatan Public Health Center Working Area Yapen Islands District Lindawati; Anto J. Hadi; Alprida Harahap; Rusdiyah Sudirman Made Ali; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3469

Abstract

Latar belakang: Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus stunting pada anak balita dan berdampak buruk pada kualitas sumber daya manusia pada masa depan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sosial demografi dan perilaku keluarga sadar gizi dengan kejadian stunting di wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Menawi Kabupaten Kepulauan Yapen. Metode: Jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross section study. Populasi adalah seluruh keluarga yang memiliki balita sebanyak 242 balita dan sampel sebanyak 149 balita yang ada di wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Menawi Kabupaten Kepulauan Yapen dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling serta uji statistik menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil peneltian diperoleh bahwa kontak dengan budaya lain (p=0,001), konsumsi makanan beraneka ragam (p=0,001) dan perilaku keluarga sadar gizi (p=0,001) adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan variabel pendidikan (p=0,394) dan pendapatan (p=0,646) tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Selain itu perilaku keluarga sadar gizi yang paling berpengaruh dengan kejadian stunting dengan nilai Exp (B)=3,884. Kesimpulan: Diperoleh bahwa kontak dengan budaya lain, konsumsi makanan beraneka ragam dan perilaku keluarga sadar gizi merupakan faktor penyebab stunting. Sehingga diperlukan intervensi kesehatan yang berkelanjutan berupa edukasi gizi keluarga.
Faktor yang Mempengaruhi Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Poliklinik Penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang Sidempuan: Factors Affecting the Quality of Health Services towards BPJS Patient Satisfaction at the Internal Medicine Polyclinic of the Padang Sidempuan City General Hospital Karlina Sari; Megawati; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3470

Abstract

Latar belakang: Keberadaan pelayanan kesehatan sangatlah penting demi mewujudkan masyarakat yang sehat. Berbagai pelayanan kesehatan baik primer maupun tersier, baik milik pemerintah maupun swasta didirikan pada setiap daerah untuk memudahkan masyarakat untuk mengaskes pelayanan kesehatan. Kepuasan seseorang dapat ditentukan oleh penilaian dari seseorang tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien BPJS di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang Sidempuan. Metode: Jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang Sidempuan, Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasaan pasien BPJS di Poliklinik Penyakit Dalam adalah sebanyak 59,1%. Hasil analisis multivariat dengan menggunakan regresi logostik menunjukkan bahwa assurance (p= 0,006), tangible (p= 0,055), empaty (p=0,028), responsiveness (p=0,004) berpengaruh terhadap kepuasaan pasien BPJS, sedangkan variabel reliability (p= 0,779) tidak berpengaruh terhadap kepuasaan pasien BPJS. Kesimpulan: Tenaga kesehatan dapat meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan kesehatan serta melakukan survei kepuasan pasien secara berkala sehingga tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan : Analysis of Health Services Quality on Patient Satisfaction in Sipirok Regional General Hospital South Tapanuli District Rabiul Marzuki Siregar; Owildan Wisudawan B; Haslinah Ahmad; Anto J. Hadi; Abdul Majid
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3526

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Pelayanan tugas kesehatan perorangan secara paripurna tersebut, pada dasarnya rumah sakit mempunyai fungsi menyelenggarakan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode: Penelitian kuantitatif ini dengan menggunakan desain cross section study. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat pada bulan Januari dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling yang berjumlah 112 pasien. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian serta analisis data dengan program SPSS menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Peneltian ini diperoleh bahwa variabel daya tanggap, (p=0,000), reliabilitas (p=0,005), empati (p=0,001) dan bukti fisik (p=0,002) adalah variabel yang berhubungan dengan kepuasan pasien. Variabel jaminan (p=0,496) tidak berhubungan dengan kepuasan pasien serta daya tanggap yang paling berhubungan dengan kepuasan pasien dengan nilai Exp (B) =7,262. Kesimpulan: Temuan penelitian ini bahwa kepuasan pasien sangat berkontribusi terhadap daya tanggap, reliabilitas, empati dan bukti fisik sehingga diharapkan petugas pelayanan agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan dalam melayanai pasien.
Co-Authors AA, Abdullah Abdul Madjid Abdul Majid Abdullah A.A Abdullah AA Achmad Indra Awaluddin Ade Lisna Harahap Adelfia Soleman Adi Antoni Adi Antoni Adi Antoni Ahmad Safii Hasibuan Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alwi, Fahrizal Aminuyati Anto J. Hadi Anto J. Hadi Anton J. Hadi Antoni, Adi Arbaiya, Ita Aritonang, Syharuddin Aulia Putri Ayus - Diningsih batubara, nurhalimah Eli Kusuma Daulay Elli Diana Siregar Elly Sutrisni Enta Marlina Harahap Erni Yetti Riman Erni Yetti Riman Eva Khoiriyah Harahap Eva Rahayu Fatma Mutia Feprina, Yuni Gusdita, Rahmi Hadi, Anto J Hadi, Anto J. Halman Paris Ritonga Harahap, Dewani Harahap, Suryati harahap, yana wari Harahap, Yanna Wari Hasibuan, Ahmad Safii Hasni Yaturramadhan Hasni Yaturramadhan Ida Hannum Idris Lubis Ikrima Daulay Indar Indar Indra Martua Nasution Indra Maulana Intan Yusvita Sari Nasution Ismail Kamba Ismayanti Harahap J. Hadi, Anto J.Hadi, Anto Jufri, Soleman Karlina Sari Khairunnisa Butar-Butar Liana Lin Khariyetni Lase Lindawati Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Rini Khofifah Lucy Widasari Lucy Widasari Lucy Widasari Lusy Damayanti M. Yogi Riyantama Isjoni Mas Sri Wahyuni Harahap Masnawati Masnilam Hasibuan Masnilam Masnilam Masroini Ritonga Masroini Ritonga Masyitoh Aritonang Megawati Megawati Mhd. Idris Lubis Muhammad Amin Ritonga Muhammad Anwar Muhammad Djohan Mutia, Fatma Nafratilova Ritonga, Nevo Najamuddin Nanda Masraini Daulay Napitupulu, Mastiur Napitupulu, Natar Fitri Nasution, Nur Arfah Nayodi Permayasa Nazaruddin Nasution Nefonavratilova Ritonga Nur Aliyah Rangkuti nur arfah nasution Nur Hamdani Nur Nur Hamima Harahap Nurarfah Nasution Nurhalimah Batubara Nurhalimah Batubara Nurlaila Nurlaila Nurul Hidayah Nasution Owilda Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan B Owildan Wisudawan B Owildan Wisudawan B Permayasa, Nayodi Primastuti, Hannisa Rabiul Marzuki Siregar Rahimudin Mufti Lubis Ramadhini, Delfi Rangkuti, Juni Andriani Regina Junisna Waldani Ridwan Amiruddin Rizky Syahriani Putri Rosmini Siahaan Rusdiyah Sudirman Made Ali Rusdyah Rusdyah Sahriani, Henny Siti Nur Sufi&#039;Izza St.Nurmiati Aminuddin Sukhri Herianto Ritonga Suryati Suryati Titiek Fatmawaty Wirawan Setyalaksana Wisudawan B, Owildan Wisudawan, Owilda Yanna Wari Harahap Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Zadrak Tombeg Zuraidah Nasution