Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Bina Suasana terhadap Keaktifan Keluarga dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan Eli Kusuma Daulay; Haslinah Ahmad; Anto J. Hadi; Lucy Widasari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4163

Abstract

Latar belakang: Anak terganggu akibat kurangnya asupan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan berdampak pada tinggi badan atau panjang badan disebut stunting. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan suatu model promosi kesehatan yang dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting di Puskesmas Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode: Jenis penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi yang menjadi fokus penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki balita berusia 60 bulan, yang berjumlah sebanyak 692 balita. Sampel penelitian terdiri dari 254 balita, yang dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 127 ibu. Kelompok pertama terdiri dari ibu yang memiliki balita stunting (kelompok perlakuan), sedangkan kelompok kedua terdiri dari ibu yang memiliki balita dengan pertumbuhan normal atau tidak stunting (kelompok kontrol). Sampel dipilih menggunakan metode systematic random sampling. Dalam analisis data, digunakan berbagai teknik statistik, termasuk analisis univariat, bivariat, dan uji statistik Hotelling's T2. Hasil: Terdapat dampak yang signifikan dari promosi kesehatan melalui pembinaan suasana terhadap perubahan pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) sebelum dan setelah intervensi. Selain itu, promosi kesehatan melalui pembinaan suasana juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan tindakan keluarga sebelum (p=0,002) dan setelah (p=0,001) intervensi. Sebelum intervensi, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal pengetahuan, sikap, dan tindakan antara kedua kelompok, dengan nilai p=0,574>0,05. Namun, setelah intervensi, terlihat perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan dan tindakan di antara kedua kelompok, dengan nilai p=0,001<0,05. Kesimpulan: Bbahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terkait keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Sebagai saran, penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk program promosi kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Sayurmatinggi.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan APD pada Petugas Pengelolaan Limbah B3 di Rumah Sakit Umum Pandan Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga : Factors Relating to Ppe Using Behavior of B3 Waste Management Workers at Pandan General Hospital Tapanuli Central and Sibolga City Rahimudin Mufti Lubis; Alprida Harahap; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4164

Abstract

Latar belakang: Alat pelindung diri merupakan suatu kelengkapan sesuai bahaya dan resiko kerja yang wajib digunakan padaa saat bekerja untuk menjaga keselamatan pekerja dan orang lain yang ada disekitarnya. Adapun jenis-jenis alat pelindung diri yang disediakan yaitu : alat pelindung mata dan muka (Goggles dan Tameng), alat pelindung kepala (Topi dan Helm), alat pelindung telinga (Sumbat Telinga dan Penutup Telinga), alat pelindung pernapasan (Masker dan Respirator), alat pelindung tangan (Sarung Tangan), alat pelindung kaki (Sepatu Kerja) dan alat pelindung badan/tubuh (Pakaian Pelindung). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas pengelolaan limbah B3 Di Rumah Sakit Umum Daerah Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dan sampel petugas Limbah yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan dengan total 20 petugas. Teknik pengembilan sampel menggunakan total sampel (exhaustive sampling) serta analisis data menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,010), tindakan (p=0,006),. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah pengetahuan (Exp(B)= 2,589). Kesimpulan: Kesimpulan yang diperoleh bahwa perilaku K3 oleh petugas limbah dalam penggunaan APD sangat dipengaruhi pengetahuan, sikap dan tindakan. Diharapkan kepada setiap petugas limbah B3 yang ada dirumah sakit agar patuh dan selalu memakai APD lengkap dalam pengolaan limbah B3
Faktor Yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Ibu untuk Tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di Puskesmas Pintu Padang Kabupaten Tapanuli Selatan: Factors Related to Mother's Participation for Visual Acetic Acid Test (Viva Test) at Pintu Padang Health Center, Tapanuli Selatan Regency Titiek Fatmawaty; Haslinah Ahmad; Owildan Wisudawan B
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4305

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi di leher rahim, organ reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke arah vagina. Kanker ini umumnya disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Di Vietnam, kanker serviks merupakan penyebab kematian perempuan terbanyak, sementara di Indonesia dan Filipina, kanker serviks menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian pada wanita. Di Thailand dan Malaysia, kanker serviks merupakan penyebab kematian perempuan ketiga terbanyak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan keikutsertaan ibu dalam tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di Puskesmas Pintu Padang, Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional study). Populasi penelitian terdiri dari seluruh ibu yang berkunjung ke Puskesmas Pintu Padang Kabupaten Tapanuli Selatan, yang memenuhi syarat untuk menjalani tes IVA sebanyak 384 ibu. Sampel penelitian sebanyak 195 ibu dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dukungan suami (p=0,002), dukungan petugas pelayanan kesehatan (p=0,011), dan faktor budaya (p=0,003) berhubungan dengan keikutsertaan ibu dalam tes IVA. Namun, akses menuju layanan kesehatan (p=0,923) tidak menunjukkan adanya hubungan dengan keikutsertaan ibu dalam tes IVA. Variabel yang paling berpengaruh adalah pengetahuan, dengan nilai p-value sebesar 0,000 dan nilai Koefisien sebesar 14.771. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, dan faktor budaya berhubungan dengan partisipasi ibu dalam tes IVA di Puskesmas Pintu Padang, Tapanuli Selatan. Akses ke layanan kesehatan tidak berhubungan secara signifikan. Meningkatkan penyuluhan melalui media menarik dan dukungan keluarga diperlukan untuk meningkatkan partisipasi. Perlunya program kesehatan yang mencakup budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya tes IVA guna pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pencegahan Keputihan (Fluor Albus) pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Pintu Padang Kabupaten Tapanuli Selatan: Factors Influencing the Prevention of Leucorrhoea (Fluor Albus) in Adolescents in the Work Area of Pintu Padang Health Center Tapanuli Selatan Regency Mas Sri Wahyuni Harahap; Owildan Wisudawan B; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4306

Abstract

Latar belakang: Keputihan (fluor albus) sering dialami oleh wanita jika keputihan tersebut bersifat fisiologis, tetapi akan menjadi berisiko jika yang dialami adalah patologis ditandai dengan cairan berwarna kekuningan sampai kehijauan, jumlahnya berlebihan, kental, berbau tak sedap, terasa gatal atau panas dan menimbulkan luka sehingga perlu dilakukan pencegahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pencegahan keputihan (fluor albus) pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Pintu Padang Kabupaten Tapanuli Selatan Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian sebanyak sebanyak 100 remaja putri. Penarikan sampel dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan analisis multivariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pencegahan keputihan (fluor albus) yaitu pengetahuan (p=<0,001), keterpaparan informasi (p=0,002), dukungan keluarga (ibu) (p=0,002). Variabel pengetahuan merupakan variabel yang paling besar berpengaruh dengan nilai Exp(B)/OR = 7,926 (95%, CI= 2,706- 23,218. Kesimpulan: Kesimpulan remaja putri yang berpengetahuan baik, terpapar informasi tentang keputihan dan pencegahannya, mendapatkan dukungan dari keluarga (ibu) akan mampu melakukan pencegahan keputihan (fluor albus) sebesar 94,16%.
Pengaruh Konseling Gizi terhadap Pola Makan Remaja dalam Pencegahan Stunting di SMA Negeri 1 Tana Toraja Tahun 2023: The Influence of Nutritional Counseling on Teenagers' Eating Patterns in Stunting Prevention at Tana Toraja 1 Public High School in 2023 Adelfia Soleman; Anto J. Hadi; Alprida Harahap; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4942

Abstract

Latar Belakang: Pencegahan stunting sebenarnya dapat dimulai lebih awal yaitu mempersiapkan para remaja putri untuk menjadi perempuan dewasa yang sehat, sehingga siap untuk hamil dan memiliki keturunan salah satu caranya dengan menjaga pola makan yang baik. Sehubungan dengan hal itu, dirasa sangat penting pula untuk melakukan upaya pencegahan stunting di kalangan remaja dengan memberi konseling tentang perbaikan pola makan yang baik. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh konseling gizi terhadap pola makan remaja dalam pencegahan stunting di SMA Negeri 1 Tana Toraja. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi terhadap pola makan remaja dalam pencegahan stunting. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 44 responden yang dibagi menjadi 2 yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Untuk mengetahui perbedaan ragam makanan, frekuensi makanan, angka kecukupan gizi, pola makan sebelum dan sesudah konseling dilakukan uji statistik McNemar karena data berskala nominal sedangkan untuk melihat efektivitas konseling terhadap ragam makanan, frekuensi makan, angka kecukupan gizi, pola makan dilakukan uji mann-whitney pada data selisih pre-post antar kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling tidak berpengaruh pada ragam makanan (p value = 0,534), frekuensi makanan (p value = 0,867), angka kecukupan gizi (p value = 0,392) dan pola makan (p value = 0,304) baik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah konseling. Kesimpulan: Kesimpulan konseling tidak berpengaruh signifikan terhadap ragam makanan, frekuensi makanan, angka kecukupan gizi dan pola makan pada remaja dalam pencegahan stunting di SMA Negeri 1 Tana Toraja.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Pendekatan Health Belief Model (HBM) terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di MTSN 3 Padangsidimpuan: The Effectiveness of Health Education Using the Health Belief Model (HBM) Approach toward Knowledge Level of Adolescent Reproductive Health at MTsN 3 Padangsidimpuan Nur Hamima Harahap; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4944

Abstract

Latar belakang: Remaja seringkali menghadapi berbagai masalah kesehatan reproduksi sebagai dampak dari perilaku berisiko. Salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi adalah melalui pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan reproduksi remaja. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektifitas pendidikan kesehatan dengan menggunakan pendekatan health belief model (HBM) terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di MTs N 3 Padangsidimpuan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi-experimental dengan two group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII sampai dengan kelas IX MTsN 3 Padangsidimpuan sebanyak 248 siswa dan sampel sebanyak 152 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol serta cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2023 dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik serta penyajian data dalam bentuk tabel. Hasil: Penelitian ini diperoleh bahwa ada peningkatan pengetahuan setelah edukasi intervensi pendidikan kesehatan dengan menggunakan pendekatan healt belief model (HBM) terhadap kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Efektifitas pendidikan kesehatan dengan menggunakan pendekatan health belief model (HBM) terhadap kerentanan yang dirasakan (p=0.000), keseriusan yang dirasakan (p=0.000), manfaat yang dirasakan (p= 0.000), penghalang yang dirasakan (p= 0.000), dan efikasi diri (p= 0.000) terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Kesimpulan: Penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja melalui pendidikan kesehatan dengan menggunakan pendekatan health belief model (HBM).
Efektivitas Kebijakan Kesehatan dalam Meningkatkan Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan: The Effectiveness of Health Policies in Improving Medical Waste Management Rizky Syahriani Putri; Owildan Wisudawan; Haslinah Ahmad; Masnilam Hasibuan; Anto J. Hadi; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5203

Abstract

Latar belakang: Pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat, petugas kesehatan, serta lingkungan sekitar. Kota Padangsidimpuan, seperti kota-kota di Indonesia, menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah medis yang aman dan ramah lingkungan di fasilitas kesehatan, termasuk di Puskesmas Labuhan Rasoki. Meskipun telah ada kebijakan dan regulasi yang mengatur pengelolaan limbah medis, namun implementasinya seringkali masih belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas kebijakan kesehatan dalam meningkatkan pengelolaan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri dari 3 orang yaitu Kepala Puskesmas Labuhan Rasoki, Petugas Kesehatan Lingkungan, dan Pembimbing Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan dan dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2024. Pemilihan informan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi dan wawancara mendalam (indepth interview), serta analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil: Penelitian didapati kebijakan kesehatan yang diambil dalam penanganan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki sudah memenuhi syarat mengkuti Permen LHK No: P.56/Men LHK Sekjen/2015 tentang tata cara dan persyaratan teknis pengolahan limbah B3 dari Fasyankes dan PMK No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas. Fasilitas pengelolaan limbah medis sudah memadai serta penanganan vektor juga sudah mengikuti peraturan keputusan Kepala Bapeda No. I Tahun 1995 tentang tata cara persyaratan teknis penyimpanan dan pengumpulan limbah bahan berbahaya dan berancun. Kerja sama juga sudah dijalin dengan pihak ke 3 yaitu PT. Rona Uli Jaya Utama terkait pengankutan limbah medis. Tetapi belum adanya dilakukan pelatihan tentang pengolahan limbah medis sebagai penunjang kinerja petugas limbah medis baik dari pihak puskesmas maupun pihak ke 3 atau dinas kesehatan. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki sudah berjalan dengan baik dimana kebijakannya mengikuti permen LHK nomor P.56/menlhk-setjen/2015 sebagai dasar pengolahan limbah medis serta fasilitas yang tersedia sudah memadai dan telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga namun untuk kompetensi staf belum pernah dilakukan pelatihan terkait pengelolaan limbah medis.
Analisis Praktik Sanitasi dan Higiene Makanan Pada Pengelola Rumah Makan di Kota Padangsidimpuan: Analysis of Food Sanitation and Hygiene Practices to the Manager of the Restaurant in Padangsidimpuan City Eva Khoiriyah Harahap; Owildan Wisudawan; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Lucy Widasari; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5204

Abstract

Latar belakang: Upaya higiene dan sanitasi pengelola rumah makan merupakan kebutuhan utama terhadap terwujudnya makanan dan minuman aman, oleh karena itu keadaan higiene dan sanitasi pengelola rumah makan tidak memenuhi syarat akan memperbesar kemungkinan pencemaran serta kerusakan makanan yang ada sejak dimulai dari proses pengadaan bahan sampai pada penyajian makanan serta berdampak buruk pada kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis praktik sanitasi dan higiene makanan pada pengelola rumah makan di Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2023 sampai dengan Januari 2024. Populasi dan sampel adalah seluruh pengelola rumah makan di Kota Padangsidimpuan sebanyak 81 pengelola rumah makan dengan teknik pengambilan sampel secara total sampel. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terstruktur yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data tentang praktik sanitasi dan higiene makanan. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang telah disebarkan kepada pengelola rumah makan yang menjadi sampel penelitian. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pengelola makanan (p=0,001), kondisi sanitasi (p=0,002), praktik kebersihan dan higiene personal (p=0,001), penyimpanan makanan (0,001) dan penggunaan bahan makanan segar (p=0,004) berpengaruh terhadap praktik sanitasi dan higiene makanan. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah penyimpanan makanan dengan nilai Exp.(B)= 17,214. Kesimpulan: Temuan penelitian ini diperoleh bahwa praktik sanitasi dan higine makanan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan pengelola makanan dan penyimpanan makanan, sehingga dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola tentang praktik kebersihan dan higiene personal rumah makan.
Pengaruh Proactive Personality, Professionalism Dan Organizational Comitment Petugas Puskesmas terhadap Penanganan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan: The Influence of Proactive Personality, Professionalism and Organizational Commitment of Puskesmas Staff on Hypertension Working Area of Pijorkoling Puskesmas Padangsimpuan City Intan Yusvita Sari Nasution; Alprida Harahap; Haslinah Ahmad; Owildan Wisudawan B; Anto J. Hadi; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5298

Abstract

utama penyakit jantung dan pembuluh darah. Penanganan yang efektif terhadap hipertensi memerlukan peran yang kuat dari petugas kesehatan, terutama petugas di puskesmas yang berperan langsung dalam memberikan layanan kesehatan primer kepada masyarakat. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengaruh proactive personality, professionalism dan organizational comitment petugas puskesmas terhadap penanganan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pijorkoling. Penelitian ini dilaksanakan Januari sampai dengan Februari 2024. Populasi adalah seluruh pegawai Puskesmas Pijorkoling sebanyak 125 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian petugas kesehatan yang bersentuhan langsung dengan penanganan hipertensi sebnayak 41 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: petugas kesehatan yang bersentuhan langsung dengan penanganan hipertensi, bekerja di Puskesmas Pijorkoling, dan petugas kesehatan bersedia menjadi subyek penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan. Instrumen penelitian adalah kuesioner penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proactive personality (p=0,001), profesionalism (0,004), organization comitmen (0,002) berpengaruh terhadap penaganan hipertensi. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah proactive personality dengan nilai Exp (B)=25,876. Kesimpulan: Penanganan hipertensi pada petugas kesehatan sangat dipengaruhi faktor proactive personality, profesionalism, organizational. Diharapkan agar petugas kesehatan khususnya di Puskesmas Pijorkoling untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan keaktifan dalam bekerja.
Determinan Kinerja Tenaga Kesehatan terhadap Akreditasi Puskesmas Sosopan Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas: Determinants of Health Performance on Accreditation of Sosopan Health Center, Sosopan District, Padang Lawas District Ikrima Daulay; Haslinah Ahmad; Owildan Wisudawan B; Anto J. Hadi; Masnilam Hasibuan; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5299

Abstract

Latar belakang: Akreditasi Puskesmas merupakan suatu proses penting yang menilai dan menjamin mutu layanan kesehatan yang disediakan oleh Puskesmas. Kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas menjadi faktor kunci dalam mencapai standar yang diperlukan untuk memperoleh akreditasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kinerja tenaga kesehatan terhadap akreditasi Puskesmas Sosopan Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sosopan Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas selama Desember 2023 sampai dengan Januari 2024. Populasi dan sampel adalah seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Sosopan sebanyak 65 orang dan pengambilan sampel secara total sampel (exhaustic sampling). Pengumpulan data dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner penelitian yang diberikan kepada sampel serta pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Penelitian diperoleh bahwa motivasi (p=0,001), insentif (p=0,001), pelatihan (p=0,001), penghargaan (p=0,008), masa kerja (p=0,002), sarana dan prasarana (p=0,006) berpengaruh terhadap akreditasi Puskesmas Sosopan. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah insentif dengan nilai Exp (B)= 7,033. Kesimpulan: Akreditasi puskesmas dipengaruhi oleh faktor motivasi, insentif, pelatihan, penghargaan, masa kerja dan sarana prasarana sehingga diperlukan dinas kesehatan memfasilitasi pegawai puskesmas untuk mengikuti pelatihan untuk akreditasi.
Co-Authors AA, Abdullah Abdul Madjid Abdul Majid Abdullah A.A Abdullah AA Achmad Indra Awaluddin Ade Lisna Harahap Adelfia Soleman Adi Antoni Adi Antoni Adi Antoni Ahmad Safii Hasibuan Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alwi, Fahrizal Aminuyati Anto J. Hadi Anto J. Hadi Anton J. Hadi Antoni, Adi Arbaiya, Ita Aritonang, Syharuddin Aulia Putri Ayus - Diningsih batubara, nurhalimah Eli Kusuma Daulay Elli Diana Siregar Elly Sutrisni Enta Marlina Harahap Erni Yetti Riman Erni Yetti Riman Eva Khoiriyah Harahap Eva Rahayu Fatma Mutia Feprina, Yuni Gusdita, Rahmi Hadi, Anto J Hadi, Anto J. Halman Paris Ritonga Harahap, Dewani Harahap, Suryati harahap, yana wari Harahap, Yanna Wari Hasibuan, Ahmad Safii Hasni Yaturramadhan Hasni Yaturramadhan Ida Hannum Idris Lubis Ikrima Daulay Indar Indar Indra Martua Nasution Indra Maulana Intan Yusvita Sari Nasution Ismail Kamba Ismayanti Harahap J. Hadi, Anto J.Hadi, Anto Jufri, Soleman Karlina Sari Khairunnisa Butar-Butar Liana Lin Khariyetni Lase Lindawati Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Rini Khofifah Lucy Widasari Lucy Widasari Lucy Widasari Lusy Damayanti M. Yogi Riyantama Isjoni Mas Sri Wahyuni Harahap Masnawati Masnilam Hasibuan Masnilam Masnilam Masroini Ritonga Masroini Ritonga Masyitoh Aritonang Megawati Megawati Mhd. Idris Lubis Muhammad Amin Ritonga Muhammad Anwar Muhammad Djohan Mutia, Fatma Nafratilova Ritonga, Nevo Najamuddin Nanda Masraini Daulay Napitupulu, Mastiur Napitupulu, Natar Fitri Nasution, Nur Arfah Nayodi Permayasa Nazaruddin Nasution Nefonavratilova Ritonga Nur Aliyah Rangkuti nur arfah nasution Nur Hamdani Nur Nur Hamima Harahap Nurarfah Nasution Nurhalimah Batubara Nurhalimah Batubara Nurlaila Nurlaila Nurul Hidayah Nasution Owilda Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan B Owildan Wisudawan B Owildan Wisudawan B Permayasa, Nayodi Primastuti, Hannisa Rabiul Marzuki Siregar Rahimudin Mufti Lubis Ramadhini, Delfi Rangkuti, Juni Andriani Regina Junisna Waldani Ridwan Amiruddin Rizky Syahriani Putri Rosmini Siahaan Rusdiyah Sudirman Made Ali Rusdyah Rusdyah Sahriani, Henny Siti Nur Sufi&#039;Izza St.Nurmiati Aminuddin Sukhri Herianto Ritonga Suryati Suryati Titiek Fatmawaty Wirawan Setyalaksana Wisudawan B, Owildan Wisudawan, Owilda Yanna Wari Harahap Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Zadrak Tombeg Zuraidah Nasution