Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MADU HUTAN TERHADAP KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Hikmah, Nurul; Julyani, Sri; Rasfayanah, Rasfayanah; Arfah, Arni Isnaini; Murfat, Zulfitriani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25842

Abstract

Mahasiswa kedokteran memiliki kualitas tidur yang buruk dan durasi tidur <7 jam daripada mahasiswa non kedokteran. Kualitas tidur buruk yang dimiliki mahasiswa kedokteran dikaitkan dengan panjangnya durasi pendidikan, intensitas belajar tinggi dan gaya hidup pada mahasiswa kedokteran. Padatnya kegiatan akademis dan non akademis pada mahasiswa kedokteran, menyebabkan semakin beratnya tanggung jawab yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran. Tanggung jawab berat yang dimiliki mahasiswa kedokteran ditambah dengan durasi pendidikan yang panjang menyebabkan mahasiswa kedokteran semakin rentan mengalami stres dan kecemasan yang mana hal tersebut akan berdampak pada kualitas tidur mahasiswa. Tujuan dari penelitia ini untuk melihat pengaruh madu hutan terhadap kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan pre-post test only control group design. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 orang, hasil digunakan diolah menggunakan chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 74,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk berubah menjadi cukup baik setelah mengonsumsi madu, terdapat 25,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk setelah mengonsumsi madu tidak terdapat perubahan, dan terdapat 100% orang yang memiliki kualitas tidur sangat buruk setelah mengonsumsi madu tidak mengalami perubahan. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan pengaruh pemberian madu hutan dengan kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia.
The effect of giving red ginger drinks (zingiber officinale var. Rubrum) on dysmenorrhea complaints in female students class of 2020 FK UMI Ida Royani; Vira Rosa Riani; Zulfitriani Murfat; Fadli Ananda; Irmayanti Haidir Bima
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the diseases most commonly suffered by adolescent girls and is still a problem throughout the world. There are several methods that can be used to treat dysmenorrhea complaints, including administering drugs both pharmacological and non-pharmacological (herbs). Non-pharmacological treatments that are considered to help reduce dysmenorrhea complaints include the red ginger plant. This ginger drink has body warming, anti-rheumatic, anti-inflammatory and analgesic properties. Shogaol and gingerol compounds have the effect of reducing pain or soreness. To find out the effect of giving red ginger drink on complaints of dysmenorrhea in students of the 2020 class of FK UMI.Experimental research with a Quasi Experimental research design with a pre-post test only control group design. There was a change in menstrual abdominal pain (dysmenorrhea) in the Class of 2020 FK UMI students after giving red ginger drink, namely 12 respondents who experienced pain disappeared (40.0%), 11 respondents who experienced mild pain (36.7%) There were 4 respondents who experienced moderate pain (13.3%) and 3 respondents who experienced no change (10.0%). Red ginger drink (Zingiber officinale var. Rubrum) can relieve menstrual stomach pain (dysmenorrhea) for students of the Class of 2020 FK UMI.
Pola Makan Dan Kadar Asam Urat Terhadap Risiko Preeklampsia RSIA Sitti Khadijah 1 2018 Hamsah, M; Murfat, Zulfitriani; Rosmiati, Rosmiati
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 1 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.294 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i1.21

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu masalah kesehatan penyebab kematian ibu selain karena perdarahan dan infeksi, selain itu juga merupakan penyebab kematian dan morbiditas perinatal yang sangat tinggi. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka Kematian Ibu tahun 2012 meningkat sekitar 359/100.000 kelahiran hidup tahun 2007, penyebab kematian ibu di Indonesia adalah preeklampsia 24%, perdarahan 39%, eklamsia 34%, infeksi 7%, partus lama 5%, abortus 5%, dan lainnya 9%. Sekitar 82% pada persalinan ibu yang berusia muda 14-20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pola makan dan kadar asam urat terhadap risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSIA Sitii Khadijah 1 Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross – sectional teknik purposive samplingdengan mengambil seluruh pasien yang memenuhi kriteria inklusi sampel yaitu 34 responden.Pengumpulan data pola makan menggunakan food model dan formulir food recall 24 jam, sampel asam urat diambil menggunakan alat Easy Touch. Data yang telah terkumpul dianalisa dengan menggunakan program Nutrisurvey dan SPSS. Hasil yang diperoleh pada asupan karbohidrat (p: 0,024), lemak (p: 0,008), energy (p: 0,021), natrium (p: 0,026), dan rendahnya vitamin C (p: 0,024) berdasarkan data analisis Chi-Square bermakna dengan nilai p<0,05 yang berarti ada hubungan dengan kadar asam urat terhadap risiko kejadian preeklampsia. Sedangkan pada asupan protein (p: 0,76) tidak bermakna dengan nilai p lebih dari 0,05 yang berarti tidak ada hubungan dengan kadar asam urat terhadap risiko kejadian preeklampsia.
Penelitian Hubungan Kadar LDL(Low Density Lipoprotein) Dengan Tumor Payudara Yang Dicurigai Berisiko Maligna murfat, zulfitriani; Hapsari, Prema; Purnamasari, Reeny; Hadi, Santriani; Almirah, Michaella
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.359 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.51

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu penyakit tidak menular yang cenderung meningkat setiap tahun. Beberapa faktor risiko menyebabkan kanker payudara, salah satunya adalah konsumsi lemak berlebihan yang mengakibatkan hiperlipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kadar LDL dan insiden tumor payudara yang diduga berisiko terkena penyakit ganas. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan penampang. Sampel dalam penelitian tersebut adalah pasien yang dirawat di Bedah Poliklinik Onkologi RSUD Ibnu Sina Makassar dengan tumor payudara sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan pengucilan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 30 responden dengan tumor payudara dengan rentang usia terbanyak 31-40 tahun (37%), diikuti oleh usia 20-30 dan 41-50 tahun (20%), dan usia lebih dari 50 tahun ( 17%) , jenis tumor payudara terbanyak adalah jenis jinak dan kadar LDL tinggi pada jenis tumor payudara benigna dan maligna. Analisis bivariasi menggunakan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa niai p 0,025, yang lebih kecil dari nilai p kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kadar LDL dan insiden tumor payudara yang diduga berisiko ganas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan antara tingkat LDL dan insiden tumor payudara yang diduga berisiko ganas.
Perbandingan Kolesterol-LDL Penderita Obesitas Dengan Dan Tidak Hipertensi Di RS. Ibnu Sina Makassar Suleha, Andi; Murfat, Zulfitriani; Gayatri, Sri Wahyuni; Ardiansar, Abdul Mubdi
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 2 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i2.111

Abstract

Obesitas merupakan kondisi adanya lemak berlebih dalam tubuh yang dapat menyebabkan abnormalitas profil lipid sebagai pemicu penyakit kardiovaskuler yang kebanyakan terjadi di negara-negara berkembang. Hipertensi merupakan penyebab pertama kematian di dunia. Dislipidemia ditandai dengan kenaikan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan penurunan kadar kolesterol HDL. Untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol low-density lipoprotein (K-LDL) penderita obesitas dengan dan tidak hipertensi di RS. Ibnu Sina Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan metode case control. Analisis data menggunakan Mann Whitney U Test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang yang terbagi menjadi kelompok obesitas tidak hipertensi dan obesitas dengan hipertensi masing-masing 16 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sampel semunya perempuan (100%) terbanyak dari kalangan usia 39-59 tahun(56,3%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga(62,5%). Kadar K-LDL terbanyak kategori tinggi(81.3%). Rerata kadar K-LDL pasien obesitas dengan hipertensi(132,25±77 mg/dl) lebih tinggi dari obesitas tidak hipertensi (110,31±17.33 mg/dl). Dari hasil analisis didapatkan p-value yaitu 0.003. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar K-LDL pada penderita obesitas dengan dan tidak hipertensi di RS.Ibnu Sina Makassar.
Analysis of Nutritional Status, Body Composition, and Creatinine Levels in Hemodialysis Patients at Ibnu Sina Yw-Umi Hospital Makassar Murfat, Zulfitriani; Zachristi S.Y, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Bamahry, Aryanti R; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 10 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i10.43693

Abstract

Hemodialysis is an essential therapy for managing chronic kidney failure, helping to maintain homeostasis by removing excess fluids, solutes, and toxins from the body. The global increase in the prevalence of chronic kidney disease (CKD) has led to a rising demand for hemodialysis. This study aims to analyze the relationship between nutritional status, body composition, and creatinine levels in hemodialysis patients at Ibnu Sina YW-UMI Makassar Hospital. Using an observational cross-sectional design, the study involved 16 patients whose body mass index (BMI), muscle mass, fat mass, total body fluid, and visceral fat were measured before and after dialysis. The results revealed significant changes in nutritional status, body composition, and creatinine levels pre- and post-hemodialysis, analyzed through paired T-tests at a 0.05 confidence level. Most patients were male, aged over 45, with normal nutritional status but abnormal creatinine levels. Body composition analysis showed significant differences in muscle mass, fat mass, total body fluid, and visceral fat before and after hemodialysis, with patients with higher muscle mass tending to have elevated creatinine levels. This study emphasizes the importance of monitoring body composition and creatinine levels to support the health of hemodialysis patients and highlights the need for personalized nutritional and therapeutic interventions in CKD care. Further research is needed to explore the long-term impacts of hemodialysis on nutritional status and kidney function.
Analisis Kandungan Mineral Dalam Air Zam Zam Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (Ssa) Murfat, Zulfitriani; Wahyuni Gayatri, Sri; Yuniar , Irma
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2530

Abstract

Salah satu air yang yang layak dikonsumsi dan memiliki khasiat sebagai penyembuh adalah air zam zam., air yang dinilai sebagai air terbaik di muka bumi. Air zam zam mengandung zat dan molekul yang lebih baik jika dibandingkan dengan zat molekul air yang lain. Mineral yang terkandung di dalam air zam zam menjadikannya air yang berbeda dari air lainnya. Keistimewaan air zam zam selain memiliki kandungan mineral juga termasuk air yang tidak memiliki mikroba, tidak berubah warna, rasa dan bau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kadar mineral yang terkandung dalam air zam zam dengan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). Penelitian ini diilakukan dengan menggunakan 3 sampel air zam zam yang dijual di tempat yang berbeda, dengan absorbansi larutan standar yang digunakan dengan panjang gelombang maksimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat komposisi mineral yang terkandung dalam air zam zam. Konsentrasi dan kadar mineral yang diuji yakni natrium, kalium, zat besi dan Pb (tiimbal). Diperoleh konsentrasi natrium sebesar 3,02 dengan kadar 2,95. Kalium memiliki konsentrasi dan kadar sebesar 1,07. Konsentrasi dan kadar Fe sebesar 0,03 dan Pb (timbal) sebesar 0,05. Dari ketiga sampel diuji menunjukkan bahwa kualitas air zam zam layak untuk dikonsumsi sesuai dengan penetapan uji kualitas aitr yang baik yakni berada pada ambang batas kelayakan. Dapat disimpulkan bahwa komposisi dan kadar mineral yang terdapat dalam air zam zam layak untuk dikonsumsi.
Pengaruh Puasa Terhadap Kadar Kolesterol Pada Hewan Mencit (Mus Musculus) Hiperkolesterolemia Isman, Thalhah Bin; Makmun, Armanto; Ningsih, Iin Widya; Mukhtar, Shulhana; Murfat, Zulfitriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14574

Abstract

ABSTRACT Cholesterol is an important fat component for the body. But if excessive, cholesterol can cause hypercholesterolemia. Hypercholesterolemia can form atherosclerotic plaque. This is the main cause of increasing deaths in Indonesia every year. This condition is often caused by an unhealthy lifestyle. On the other hand, Muslims have a worship service called fasting. This study aims to examine the effect of fasting on hypercholesterolemia in mice. Mice were chosen because this animal's genome is very similar to humans. Using true experimental research with a Pre-Test and Post-Test Control Group Design research design. The total number of mice used was 30 mice. Before treatment, mice will be given food and drink twice a day (morning and evening) with the same type of food and drink for 1 week. The feed in question is high cholesterol feed consisting of 100g of PTU medication, 100g of beef brain and 100g of quail egg yolk. After one week, the mice were divided into three groups. The first group fasted for 12 hours during the day. The second group fasted 12 hours at night. The third group does not fast. All mice were given high-cholesterol feed orally or fed every two days. Measurement of cholesterol levels in mice was carried out before and after treatment. As a result, research shows that fasting for 12 hours day and night has a significant effect on reducing weight and cholesterol levels in mice. The mice's total cholesterol levels dropped drastically in the second week of fasting intervention. This indicates the effectiveness of fasting on these health indicators. Thus, it can be concluded that fasting is an effective solution for reducing cholesterol levels in the body.  Keywords: Mice, Fasting, Hypercholesterolemia  ABSTRAK Kolesterol merupakan komponen lemak yang penting bagi tubuh. Tetapi jika berlebihan, kolesterol dapat menimbulkan hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia bisa membentuk plak aterosklerosis. Ini adalah penyebab utama peningkatan kematian di Indonesia setiap tahunnya. Kondisi ini banyak disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Di sisi lain, umat muslim memiliki ibadah yang disebut puasa atau shaum. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh puasa terhadap kondisi hiperkolesterolemia pada mencit. Mencit dipilih karena genome hewan ini sangat mirip dengan manusia.  Menggunakan penelitian true experimental dengan desain penelitian Pre-Test and Post-Test Control Group Design. Total mencit yang digunakan adalah 30 ekor. Sebelum perlakuan, mencit akan diberikan makan dan minum 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan jenis makanan dan minuman yang sama selama 1 minggu. Pakan yang dimaksud adalah pakan tinggi kolesterol yang terdiri dari obat PTU 100gr, 100gr otak sapi dan 100rg kuning telur puyuh. Setelah satu minggu, mencit dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama puasa 12 jam di siang hari. Kelompok kedua puasa 12 jam di malam hari. Kelompok ketiga tidak berpuasa. Seluruh mencit diberikan pakan tinggi kolesterol secara oral atau disonde setiap dua hari sekali. Pengukuran kadar kolesterol pada mencit dilakukan sebelum dan setelah diberi perlakuan. Hasilnya, penelitian menunjukkan puasa 12 jam siang dan malam berpengaruh signifikan terhadap penurunan berat badan dan kadar kolesterol mencit. Kadar kolesterol total mencit turun drastis di minggu kedua intervensi puasa. Ini menandakan efektivitas puasa terhadap indikator kesehatan tersebut. Dengan demikian, bisa diambil kesimpulan bahwa puasa merupakan salah satu solusi yang efektif untuk menurunkan tingkat kolesterol di dalam tubuh. Kata Kunci: Mencit, Puasa, Hiperkolesterolemia
Pengaruh Puasa 12 Jam Terhadap Kadar Asam Urat pada Mencit (Mus Musculus) Hiperurisemia Fakhirah, Muthiah Raghdah; Makmun, Armanto; Ningsih, Iin Widya; Kartika K, Irna Diyana; Murfat, Zulfitriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14700

Abstract

ABSTRACT Gout is one condition that is categorized as a metabolic disease and is rather common in both developed and developing nations. Uric acid can accumulate in tissues and blood due to gout, a common inflammatory disease. The term hyperuricemia refers to the state in which an individual has an excess of uric acid in their blood, surpassing the upper limit of normal, which is 6.8 mg/dl. If the uric acid level in a man is more than 7 mg/dl, and more than 6 mg/dl in a woman, it is considered hyperuricemia. One of the religious practices that Muslims follow at Allah SWT's command is fasting. Blood levels of uric acid, cholesterol, and glucose can all be lowered by fasting. According to the research's results the patient had a uric acid level of 7.7 mg/dl prior to fasting, whereas men's normal uric acid levels are less than 7 mg/dl. It turned out that the same person's uric acid dropped to 6.6 mg/dl in the first ten days. The 21st day saw another drop in his uric acid level to 6.2 mg/dl. It was not specified, though, what kind of fasting was done based on this research. Thus, more thorough research is required to determine the best kind of fasting to lower blood levels of uric acid. Mice (Mus musculus) are mammals and are polyestrus animals, which means that over a period of one year there is a repeated reproductive cycle. Mice (Mus musculus) from their external shape are more practical and efficient for research in the laboratory. Analyze and determine the effect of 12 hours of fasting for 14 days on uric acid levels in hyperuricemic mice (Mus musculus). This type of research is true experimental research with a Pre-Test and Post-Test Control Group Design research design. Measurement of uric acid levels in mice (Mus musculus) was carried out before and after treatment. The population in this study were mice (Mus musculus) aged 6 - 8 weeks with a body weight of 20 - 40 grams. All mice were given food and drink twice a day with the same food and drink for 1 week. Then the mice were induced with potassium oxonate at a dose of 300 mg/kgBW or 6 mg/20gBW in the intravenous area. Mice were divided into 3 groups. Group 1 (Control), namely mice that did not fast 12 hours for 14 days. The second group, namely mice, fasted 12 hours during the day for 14 days. The third group, namely mice, fasted 12 hours at night for 14 days. This treatment was carried out for 14 days by providing the same type of food and drink. Mice uric acid levels were measured after being induced by potassium oxonate and on the last day of fasting. Mice blood was collected from the tail vein using a blood lancet. From the research results, it was found that there were insignificant changes in the control group of mice and significant changes in the group of mice with nighttime fasting intervention. The results of the study also showed a significant relationship in the three groups of mice after treatment. Then the group of mice that fasted at night was the group of mice that experienced the most significant changes in uric acid levels. From this research, the results showed that there were significant changes in the uric acid levels of mice before and after fasting for 12 hours at night for 14 days.  Keywords: Fasting, Gout, Mice, Research  ABSTRAK Salah satu penyakit yang memiliki prevalensi cukup tinggi di Negara berkembang bahkan di Negara maju yang tergolong kedalam penyakit metabolik adalah penyakit gout. Gout merupakan penyakit inflamasi yang umum terjadi dan memungkinkan terjadinya penumpukan asam urat dalam darah dan jaringan. Kondisi ini disebut dengan hiperurisemia yaitu kondisi seseorang yang mengalami kelebihan asam urat di dalam darah, yang mana asam uratnya melampaui batas atas normal yaitu 6,8 mg/dl. Pada laki-laki dikatakan hiperurisemia apabila kadar asam uratnya > 7 mg/dl dan pada perempuan apabila kadarnya > 6 mg/dl. Puasa adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh orang islam atas perintah Allah SWT. Puasa dapat menurunkan kadar glukosa, kolesterol, dan asam urat dalam darah. Berdasarkan hasil penelitian, sebelum puasa kadar asam urat pada pasien sebesar 7,7 mg/dl dimana nilai normal dari kadar asam urat untuk laki-laki yaitu dibawah 7 mg/dl. Ternyata dalam 10 hari pertama pada orang yang sama, asam uratnya mengalami penurunan menjadi 6,6 mg/dl. Pada hari ke-21, asam uratnya turun lagi menjadi 6,2 mg/dl. Namun, berdasarkan penelitian tersebut tidak disebutkan jenis puasa yang dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih mendalam terkait jenis puasa yang tepat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Mencit (Mus musculus) merupakan hewan mamalia dan termasuk hewan poliestrus yang artinya dalam periode satu tahun terjadi siklus reproduksi yang berulang-ulang. Mencit (Mus musculus) dari bentuk luarnya lebih praktis dan efisien untuk penelitian di laboratorium. Menganalisis dan mengetahui pengaruh puasa 12 jam selama 14 hari terhadap kadar asam urat pada mencit (Mus musculus) hiperurisemia. Jenis penelitian ini adalah penelitian true experimental dengan desain penelitian Pre-Test and Post-Test Control Group Design. Pengukuran kadar asam urat pada mencit (Mus musculus) dilakukan sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi pada penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) yang berusia 6 - 8 minggu dengan berat badan 20 – 40 gram. Semua mencit diberikan makan dan minum dua kali sehari dengan makanan dan minuman yang sama selama 1 pekan. Kemudian mencit diinduksikan dengan kalium oksonat dosis 300 mg/kgBB atau 6 mg/20gBB di daerah intravena. Mencit dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 (Kontrol), yakni mencit yang tidak berpuasa 12 jam selama 14 hari. Kelompok kedua, yakni mencit yang berpuasa 12 jam siang hari selama 14 hari. Kelompok ketiga, yakni mencit yang berpuasa 12 jam malam hari selama 14 hari. Perlakuan ini dilakukan selama 14 hari dengan memberikan jenis makanan dan minuman yang sama. Pengukuran kadar asam urat mencit dilakukan setelah diinduksi kalium oksonat dan hari terakhir dipuasakan. Pengambilan darah mencit dilakukan pada pembuluh darah bagian ekornya dengan menggunakan blood lancet. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perubahan yang tidak signifikan pada kelompok mencit kontrol dan perubahan signifikan pada kelompok mencit dengan intervensi puasa malam hari. Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan yang signifikan pada ketiga kelompok mencit setelah perlakuan. Kemudian kelompok mencit pada puasa malam hari merupakan kelompok mencit yang mengalami perubahan kadar asam urat paling signifikan. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa terdapat perubahan signifikan pada kadar asam urat dari mencit sebelum dan sesudah berbuasa 12 jam di malam hari selama 14 hari. Kata Kunci: Puasa, Asam Urat, Mencit, Penelitian
Pengaruh Konsumsi Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera) Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Anemia Fadhila, Umi Tanzil; Royani, Ida; Murfat, Zulfitriani; Mappaware, Nasrudin Andi; Khalid, Nurfadhilah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11168

Abstract

ABSTRACT Anemia is one of the indirect causes of death for pregnant women. In pregnant women, anemia is a condition in which red blood cells or hemoglobin levels in the blood decrease, so that the oxygen-carrying capacity for the needs of vital organs in the mother and fetus is reduced. Fruits that can increase hemoglobin levels of pregnant women are fruits that are rich in iron, one of which is dates. Islam is a religion that also provides a solution, namely by consuming ajwa dates. The purpose of this study is to determine the effect of giving ajwa dates on hemoglobin levels of anemic pregnant women. This study used a non-experimental design with the Narrative Review method. Literature searches are carried out through national journals, international journals, clinical keys, textbooks, and proceeding books. From the literature it was found that there was an increase in hemoglobin levels of pregnant women after consuming ajwa dates. This is because Ajwa dates are rich in iron and also contain various vitamins such as riboflavin, biotin, thiamine, folic acid and ascorbic acid which are important for the body. Based on the results of the literature review, it can be concluded that giving ajwa dates (Phoenix dactylifera) has an effect on increasing hemoglobin levels in pregnant women. Keywords : Dates, Ajwa Dates (Phoenix dactylifera), Anemia, Pregnant Women, Hemoglobin Levels  ABSTRAK Anemia merupakan salah satu faktor penyebab tidak langsung kematian ibu hamil. Pada ibu hamil, anemia merupakan kondisi sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah menurun, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Buah yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil adalah buah yang kaya akan zat besi, salah satunya kurma. Agama Islam adalah agama yang turut memberikan solusi, yakni dengan mengonsumsi buah kurma ajwa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian buah kurma ajwa terhadap kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental dengan metode Narrative Review. Penelusuran pustaka dilakukan melalui jurnal nasional, jurnal internasional, clinical key, textbook, dan proceeding book. Dari literatur yang didapatkan bahwa terjadi peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil sesudah kurma ajwa dikonsumsi. Hal ini dikarenakan kurma ajwa kaya akan zat besi dan juga mengandung berbagai vitamin seperti riboflavin, biotin, tiamin, asam folik, dan asam askorbat yang penting bagi tubuh. Berdasarkan hasil literature review dapat disimpulkan bahwa pemberian kurma ajwa (Phoenix dactylifera) memberikan efek terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Kata Kunci: Kurma, Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera), Anemia, Ibu Hamil, Kadar Hemoglobin
Co-Authors Agung Dirgantara Agung Dirgantara Ahyar, Muammar Alhumaerah, Musdalifah Almirah, Michaella Amrizal Muchtar Anas, Ali Andi Masdipa Andi Masipa Andi Rizaldi Kurniawan Misbah Andi Sitti Fahirah Anggita, Dwi Anna Sari Dewi Annisa Duratul Hikmah Ardiansar, Abdul Mubdi Arfah, Arni Isnaini Arina Fathiyyah Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Aryanti R. Bamahry Aryanti R. Bamahry Asrini Safitri Asrini Safitri B, Sri Wahyuni Gayatri Bamahry R., Aryanti Bamahry, Aryanti R Dahlia Dahlia Dahliah Dahliah Dian Amelia Abdi Dian Fahmi Utami Dwi Anggita Edward Pandu Wiryansyah Eny Arlini Wello Fadhila, Umi Tanzil Fadli Ananda Fakhirah, Muthiah Raghdah Farah Ekawati Mulyadi Fattah, Nurfachanti Fattah, Nurfachanti Fattah Febie Irsandi Syahruddin Febie Irsandy Fendy Dimartyono Fendy Dwimartyono Gayatri, Sri Wahyuni Hadi, Santriani Hamsah, M Hamsah, Muhammad Hermiaty Hermiaty Nasruddin Hermiaty Nasaruddin Hermiaty Nasruddin Ida Royani Ida Royani Ida Royani Indah Lestari Daeng Kanang Irma Yuniar Irmayanti Haidir Bima Irmayanti Haidir Bima Irna Diyana Kartika Isman, Thalhah Bin Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Kartika K, Irna Diyana Khalid, Nurfadhilah Lisa Yuniaty M. Hamsah Makmun, Armanto Mappaware, Nasrudin Andi Marlyanti Rahmah Akib Mona Nulanda Muh. Mursyid Muhammad Farhan Hadytiaz Muhammad Mursyid Mukhtar, Shulhana mutiara mutiara N. Hamzah, Pratiwi Nabila Nasrudin Andi Mappaware Ningsi, Iin Widya Ningsih, Iin Widya Nirwana Laddo Nur Ashianty Hadijah Nur Fadhillah Khalid Nur Isra Nurafidah Kasmal kasmal Nurelly, Nurelly Nurmadilla, Nesyana Nurul Hikmah Prema Hapsari Purnamasari, Reeny Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rahman, Haryadi Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah, Rasfayanah Ratih Natasha Reny Purnamasari Juhamran Rosmiati Rosmiati Santriani Hadi Saputri, Ade Amelyani Satriani Hadi Shulhana Mokhtar Shulhana Mokhtar Sigit Dwi Pramono Sri Irmandha Kusumardhani Sri Julyani Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri Sri Wahyuni Gayatri Sri Wahyuni gayatri Basri Suleha, Andi Sulfiani Sulfiani Surdam, Zulfiyah Suryo, Ersya Putri Alifya Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarkawi, M. Fathir Faisal Thahir Utomo Andi Pangnguriseng Uyuni Vira Rosa Riani Wahyuni Gayatri, Sri Wahyuni, Arifah Ayu Tri wawan susilo Wiriansya, Edward Pandu Wiriansya, Edward Pandu Yuniar , Irma Yusriani Mangarengi Yusuf, Andini Zachristi S.Y, Nurul Zulfahmidah Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam