Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Media Big Book dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar Nurjani, Nurjani; Adlani, Nazri; Suwarno, Suwarno
WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 1 (2024): WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : PGSD Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/wasis.v5i1.12124

Abstract

The aim of this research is to hone the reading literacy skills of third grade students at Al-Azhar Muhammadiyah Simabur Islamic Elementary School using big book media. It is hoped that in the future, students will not only read but will be able to derive meaning from the reading material they read. Therefore, it is necessary to arouse students' interest in reading first.Classroom Action Research (CAR) is a research method carried out, there are four PTK steps applied in this research, namely, planning, implementation, observation and reflection. Then the research instruments applied in this research were observation, tests and interviews. Moving on to the data analysis applied in this research, namely qualitative and quantitative.Based on research conducted, there was a discovery that the implementation of big book media could improve students' reading literacy skills, as evidenced by an increase in students' reading literacy skills from cycle 1 to cycle 2. In cycle 1, students' reading literacy reached a class average of 70.7 and students those who have completed and those who have not completed both get a percentage of 50%, consisting of 10 students each. Then in cycle 2 there was an improvement, it can be seen that the class average was 79.15. 90% of students who completed their studies consisted of 18 students, and 10% of those who did not complete their studies consisted of 2 students. This proves that big book media can improve students' reading literacy skills well.
Pengaruh Pupuk NPK dan Konsentrasi Paclobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis pada Lahan Sulfat Masam dengan Sistem Budidaya Jenuh Air Novensius, Edoardus; Zulfita, Dwi; Nurjani, Nurjani
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i2.92271

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan komposisi pupuk NPK dan konsentrasi paclobutrazol yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp yang berlokasi di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, sejak Mei sampai Agustus 2024. Penelitian menggunakan rancangan split block yang terdiri dari 2 faktor yaitu komposisi pupuk NPK (N) dan konsentrasi paclobutrazol (P). Komposisi pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu n1 (NPK 16-16-16, NPK 16-16-16, NPK 16-16-16), n2 (NPK 16-16-16, NPK 20-10-10, NPK 20-10-10), dan   n3   (NPK 16-16-16, NPK 20-10-10, NPK 9-25-25). Konsentrasi paclobutrazol terdiri dari 3 taraf yaitu   p1 (0 ppm), p2 (750 ppm), dan p3   (1500 ppm). Setiap perlakuan terdiri dari 4 unit sampel tanaman dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman 4 dan 6 MST, panjang daun ke 4 dan 5, lebar daun ke 4 dan 5, diameter batang, panjang ruas batang, volume akar, berat kering bagian atas tanaman, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan jumlah baris biji per tongkol. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disimpulkan bahwa perlakuan komposisi pupuk NPK dapat mempengaruhi tinggi tanaman pada 6 MST dan lebar daun ke 5 dan pemberian konsentrasi paclobutrazol dapat menekan pertumbuhan tanaman pada tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, panjang ruas batang dan berat kering tanaman namun tidak mempengaruhi hasil tanaman jagung pada lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air (BJA). Pemberian komposisi pupuk dengan dosis (NPK 16:16:16, NPK 20:10:10, NPK 9:25:25) merupakan komposisi pupuk terbaik  terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada 6 MST dan lebar daun ke 5. Perlakuan dengan konsentrasi 750 ppm merupakan konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman jagung manis karena dapat menekan tinggi tanaman sebesar 25,12%.
PENGARUH ABU SEKAM DAN BOKASI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Shoviya, Shoviya; Anggorowati, Dini; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.71196

Abstract

Peningkatan produksi tomat di Kalbar dapat pula dilakukan melalui penggunaan tanah aluvial. Tanah aluvial memiliki kendala antara lain liat cukup tinggi, aerasi kurang baik, daya ikat air yang rendah selain itu kurangnya aktifitas mikroorganisme tanah, pH rendah dan unsur hara rendah. Upaya untuk memperbaiki kendala pada tanah aluvial adalah dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi abu sekam dan bokasi jerami padi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, dimulai sejak tanggal 18 Januari- 18 Maret 2022, menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel jumlah keseluruhan sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : a1b1= 8 ton/ha dan 10 ton/ha, a1b2= 8 ton/ha dan 15 ton/ha, a1b3= 8 ton/ha dan 20 ton/ha, a2b1=10 ton/ha dan 10 ton/ha, a2b2=10 ton/ha dan 15 ton/ha, a2b3=10 ton/ha dan 20 ton/ha, a3b1=12 ton/ha dan 10 ton/ha, a3b2= 12 ton/ha dan 15 ton/ha, a3b3= 12 ton/ha dan 20 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), berat perbuah (g). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi abu sekam dan bokasi jerami padi tidak memberikan pengaruh yang nyata untuk semua variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu sekam padi dengan dosis 12 ton/ha atau bokasi jerami padi dengan dosis 20 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi.
PENGARUH KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR SULFAT MASAM Putra, Jisan Yulius Ansi; Nurjani, Nurjani; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96108

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) atau sweet corn merupakan komoditas hortikultura yang populer, terutama di Amerika Serikat dan Kanada. Paclobutrazol adalah zat pengatur tumbuh yang berfungsi menghambat sintesis giberelin, sehingga mampu menekan pemanjangan sel dan meningkatkan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara ketinggian muka air tanah dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan selama tiga bulan di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan adalah Split Blok, dengan ketinggian muka air tanah sebagai faktor utama (K) dan konsentrasi paclobutrazol sebagai sub faktor (P), masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan, menghasilkan 9 kombinasi yang diulang 3 kali, sehingga terdapat total 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paclobutrazol 1500 ppm menurunkan tinggi tanaman dan mempercepat waktu berbunga jantan. Ketinggian muka air tanah 30 cm memberikan panjang dan lebar daun serta diameter batang terbesar, sedangkan 40 cm meningkatkan berat tongkol. Kombinasi terbaik diperoleh pada paclobutrazol 750 ppm dan muka air tanah 30 cm, yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis secara optimal.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM MERAH PADA SISTEM BUDIDAYA AQUAPONIK Sandye, Michael Josua; Nurjani, Nurjani; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96597

Abstract

Bayam merah merupakan sayuran bernilai komersial tinggi dengan prospek usaha yang baik di Indonesia. Sayuran ini digemari berbagai kalangan karena rasanya enak dan kandungan gizinya bermanfaat bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi pupuk AB-Mix terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bayam merah pada sistem aquaponik. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan: k1 (300 ppm), k2 (600 ppm), k3 (900 ppm), k4 (1200 ppm), dan k5 (1500 ppm), masing-masing diulang 4 kali dengan 5 tanaman sampel per unit (total 100 tanaman). Tahapan penelitian meliputi persiapan lahan dan naungan, instalasi aquaponik, persemaian, media tanam, pembuatan larutan AB-Mix, penanaman, pemeliharaan, dan panen. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun (1"“3 MST), berat segar, volume akar, berat kering, dan fitotoksisitas. Hasil analisis keragaman menunjukkan konsentrasi AB-Mix berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel tersebut. Konsentrasi yang tepat sesuai kebutuhan tanaman mampu mengoptimalkan pertumbuhan. Disimpulkan bahwa konsentrasi AB-Mix 900 ppm/liter efektif menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada bayam merah dalam sistem budidaya aquaponik.
Pertumbuhan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dengan Berbagai Kedalaman Muka Air Tanah pada Sistem Budidaya Jenuh Air Herdiansyah, Mohd. Taufikri; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.91466

Abstract

Pengelolaan kedalaman muka air tanah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman merupakan faktor penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada lahan sulfat masam, hal ini untuk meminimalkan terjadinya oksidasi pirit (FeS2) di dalam tanah. Tujuan penelitian mengkaji tingkat kedalaman muka air tanah yang efektif pada sistem budidaya jenuh air untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang merah pada lahan pasang surut sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dari bulan Juni sampai Oktober 2024. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan yang digunakan yaitu taraf kedalaman muka air tanah (20, 30, dan 40 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menunjang pertumbuhan tanaman kacang merah, kedalaman muka air tanah pada lahan pasang surut sulfat masam yang efisien berkisar antara 28-33 cm, sedangkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman yaitu berkisar antara 30-31 cm.
Pengaruh Komposisi NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Kacang Merah dengan Sistem Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut Sulfat Masam Febita, Khelsi; Nurjani, Nurjani; Wasi’an, Wasi’an
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.91471

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) banyak diproduksi di Indonesia. Umumnya varietas Red Kidney dan Adzuki di budidayakan di Indonesia. Upaya peningkatan produktivitas dengan lahan pasang surut sulfat masam disertai sistem budidaya jenuh air dan varietas adaptif, serta pupuk NPK. Tujuan penelitian untuk menentukan komposisi pupuk NPK dan varietas terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kacang merah di lahan sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp, Kalimantan Barat, pada Agustus-November 2024. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok Blok Terpisah, melibatkan dua perlakuan varietas (v1 : Red Kidney), (v2 : Adzuki) dan empat perlakuan komposisi pupuk NPK p1 (16:16:16, 16:16:16, 16:16:16); p2 (16:16:16, 20:10:10, 20:10:10); p3 (16:16:16, 9:25:25, 9:25:25); p4 (16:16:16, 20:10:10, 9:25:25), masing-masing diulang tiga kali dengan delapan sampel tanaman per unit. Variabel pengamatan meliputi jumlah daun tanaman, bintil akar tanaman, dan jumlah biji/polong. Hasil menunjukkan bahwa varietas Adzuki unggul dalam pertumbuhan dan hasil serta komposisi pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap bintil akar tanaman menggunakan sistem budidaya jenuh air di lahan sulfat masam.
Pengaruh Komposisi NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Merah pada Kedalaman Muka Air Berbeda dengan Sistem Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut Sulfat Masam Tambunan, Atya Henny; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.91473

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dapat beradaptasi di dataran rendah. Upaya memanfaatkan lahan pasang surut sulfat masam dilakukan dengan menerapkan sistem budidaya jenuh air dan pemberian kompoisi pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan mendapatkan interaksi kedalaman muka air tanah dan komposisi pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang merah di lahan pasang surut sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Split Blok dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama (main plot) yaitu kedalaman muka air (M) dengan taraf 20, 30, dan 40 cm di bawah permukaan tanah. Faktor kedua (sub plot) yaitu komposisi pupuk NPK dengan taraf 1) = (16:16:16, 16:16:16, 16:16:16), 2) = (20:10:10, 20:10:10, 9:25:25), dan 3) = (16:16:16, 20:10:10, 9:25:25). Variabel yang diamati yaitu, jumlah polong, jumlah dan berat biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman muka air 30 cm dan komposisi pupuk NPK 16:16:16, 20:10:10, 9:25:25 memberikan pengaruh terbaik terhadap variabel jumlah polong, jumlah dan berat biji per tanaman.
KARAKTERISTIK KIMIA TANAH GAMBUT YANG DIAMELIORASI DENGAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI MEDIA TUMBUH BAWANG PUTIH Susana, Rini; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi; Warganda, Warganda; Nurjani, Nurjani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3503

Abstract

Biochar added to peat media will affect changes in soil chemical properties such as an increase in pH, organic C, total N, total P, total K, basic cations such as Ca, Mg, Na, CEC and base saturation. These changes will affect nutrient uptake, growth and yield of garlic. Biochar application  with the right dose needs to be known so that it would be efficient and economical in biochar utilization. The aim of the study was to know the chemical characteristics of peat soil ameliorated with corn cob biochar and to find the effective dose of biochar for growth and yield of garlic.This research was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The experiment used a completely randomized design, consisting of 5 treatments, each treatment consisting of 4 replications. The treatments were: b1 = without biochar; b1 = 50 g/polybag; b2=100g/poly bag; b3= 150 g/polybag and b4= 200 g/polybag. The observed variables ware chemical characteristics of the peat media including pH, organic C, total N, C/N, available P, Base saturation, CEC, Ca, Mg, K, Na, Pb, Cd. Other observations were plant dry weight, tuber dry weight, N, P, K, Pb and Cd content in garlic plant tissue. The results showed that the application of biochar did not cause significant changes in pH, C-Organic and Total N, but the addition of biochar doses tended to further increase the levels of P in the soil. The application of biochar increased the available K and Na levels and soil base saturation, but the Ca and Mg levels, available Ca and Mg levels tended to decrease with increasing doses of biochar. The dry weight of garlic plants increased with increasing doses of biochar. The dose of 200 g of biochar was the most effective for the growth and yield of garlic bulbs on peat soil. Keywords: Garlic, Corncob Biochar, Peat INTISARI           Biochar yang ditambahkan pada media gambut akan mempengaruhi perubahan sifat  kimia tanah seperti  peningkatan pH, C organik, N total, P total, K total, kation-kation basa seperti Ca, Mg, Na, KTK dan Kejenuhan Basa. Perubahan-perubahan ini akan mempengaruhi serapan hara dan pertumbuhan serta hasil bawang putih. Pemberian dengan dosis yang tepat perlu diketahui agar effisien dan ekonomis dalam pemanfaatan biochar. Tujuan penelitian mengkaji karakteristik kimia tanah gambut yang diameliorasi dengan biochar tongkol jagung dan mencari dosis biochar yang effektif untuk pertumbuhan dan hasil bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Percobaab menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 5 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan.Perlakuan tersebut: b1= tanpa biochar; b1 = 50 g/polibag; b2=100 g/polibag; b3= 150 g/polibag dan b4= 200 g/polibag. Variabel pengamatan meliputi perubahan karakteristik kimia media gambut meliputi pH, C organik, N total, C/N, P tersedia, KB, KTK, Ca-tersedia, Mg-tersedia, K tersedia, Na-tersedia, Pb total, Cd total. Pengamatan lainnya adalah berat kering tanaman, berat kering umbi, kandungan  N, P, K, Pb dan Cd pada jaringan tanaman bawang putih. Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar tidak menyebabkan perubahan yang signifikan pada  pH, C-Organik dan N Total, namun penambahan dosis biochar cenderung semakin meningkatkan kadar  P2O5  pada tanah. Pemberian biochar meningkatkan kadar K dan Na tersedia serta  Kejenuhan Basa tanah, namun kadar Ca dan Mg, kadar Ca dan Mg tersedia cenderung menurun dengan meningkatnya dosis biochar. Berat berat kering tanaman bawang putih meningkat dengan meningkatnya dosis biochar. Dosis 200 g biochar adalah yang paling effektif untuk pertumbuhan dan hasil umbi bawang putih di tanah gambut. Kata Kunci: Bawang Putih,Biochar Tongkol jagung, Gambut
KAJIAN KANDUNGAN TIMBAL (Pb) DAN BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA AREAL PERTANAMAN PADI DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Susana, Rini; Purwaningsih, Purwaningsih; Zulfita, Dwi; Warganda, Warganda; Nurjani, Nurjani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3504

Abstract

   Immobilization of Pb in the form of bonds with inorganic compounds can occur with the availability of large amounts of solubilizing phosphate in the rhizosphere. High solubilizing phosphate in the rhizosphere can be an indication of the presence of phosphate solubilizing bacteria that work effectively in the rhizosphere. Exploration, isolation and characterization of these beneficial bacteria need to be carried out, so that strains that are able to grow well in rice growing areas can be propagated as biofertilizers. The purpose of this study was to examine the content of lead (Pb) and the characterization of phosphate solubilizing bacteria in rice planting areas in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. This study used a field experiment method. Soil samples from the rice plant rhizosphere and rice plant samples were analyzed in the laboratory according to the variables that had been determined. The results of this study indicate that the available phosphate content in paddy fields in Sungai Kakap District ranges from 0.58 to 13.38 ppm. The paddy field in Sungai Rengas Village has a high available P content, while the paddy field in Sungai Kakap Village has a very low P status. The results of analysis of total Pb in the rice fields of Sungai Kakap District ranged from 11.55 to 18.71 ppm, the status of total Pb content was classified as low. The relationship between the availability of P in the soil and the levels of Pb is very low (r = -0.33), it is suspected that Pb does not affect the state of P in the soil due to the low concentration of Pb. The ability of bacterial isolates to dissolve phosphate in this study varied. Phosphate solubilizing bacterial isolates from rice roots had a greater ability to dissolve phosphate than isolates from paddy soil, both isolates from the rice fields of Sungai Rengas Village and Sungai Kakap Village.Keywords: Phosphate Solubilizing Bacteria, rice, paddy fields, lead.INTISARIImmobilisasi Pb dalam bentuk ikatan dengan senyawa anorganik dapat terjadi dengan tersedianya solubilizing fosfat dalam jumlah besar di rhizosfer. Solubilizing fosfat yang tinggi di rhizosfer dapat menjadi indikasi adanya bakteri pelarut fosfat yang bekerja effektif di rhizosfer. Eksplorasi, isolasi dan karakterisasi bakteri yang menguntungkan ini perlu dilakukan, agar strain-strain yang mampu tumbuh baik di areal pertanaman padi dapat diperbanyak sebagai biofertilizer. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kandungan timbal (Pb) dan karakterisasi bakteri pelarut fosfat pada areal pertanaman padi di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang. Sampel tanah dari rhizosfer tanaman padi dan sampel tanaman padi dianalisis di laboratorium sesuai dengan variabel-variabel yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan kandungan fosfat tersedia pada lahan sawah di Kecamatan Sungai Kakap berkisar 0,58 – 13,38 ppm. Lahan   sawah Desa Sungai Rengas memiliki kandungan P tersedia dengan status tinggi, sedangkan lahan sawah di Desa Sungai Kakap status P tersedianya sangat rendah. Hasil analisis Pb total di lahan sawah Kecamatan Sungai Kakap berkisar 11,55- 18,71 ppm, status kandungan Pb total ini tergolong rendah. Hubungan antara ketersediaan P di dalam tanah dengan kadar Pb sangat rendah (r = - 0,33), diduga Pb tidak mempengaruhi keadaan P di dalam tanah karena konsentrasi Pb yang rendah. Kemampuan isolat bakteri dalam melarutkan fosfat pada penelitian ini berbeda-beda. Isolat bakteri pelarut fosfat yang berasal dari  akar padi mempunyai kemampuan melarutkan fosfat yang lebih besar dibandingkan isolat dari tanah sawah, baik isolat yang berasal dari sawah Desa Sungai Rengas maupun Desa Sungai Kakap. Kata Kunci: Bakteri Pelarut Fosfat, padi, sawah, timbal.
Co-Authors ,, Yuniarti ., maulidi ., Willa Putri Abdul Ghany, Muhammad Alfian Abdul Syukur Abdurrani, Syeh Abdussyukur Aditya, Dimas Adlani, Nazri agus ruliyansyah Ainurrahman, Yadi Ali Imron Alifiya Herwitarahman Andrie Yuwono Andryani, Fiqka Fitri Anggara, Octavianus Agus Anitasya, Haziza Anwar, Mochammad Chairil APRIAWAN, NOVAL Asnawati - Assyairi, Muhammad Yazid Astriani, Ayu Atika, Uray Vami Imra Azissah , Danur Baaqiy Amri Annisa bagaskoro, isnaini jaya Bartoldi, Ibrasius Basuni Basuni Basuni Basuni, Basuni Budi MMA, Ir. Setia Chrizen, Chrissensia Dalmasius Alberto A.S Daniati Daniati Danuri . Darussalam Darussalam, Darussalam Dewi, Putri Ayu Prima Dina Hermina Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dirathia, Almandha dwi zulfita Dwi Zulfita Eddy Santoso Eddy Santoso Edy Santoso Ega Gradini Elly Mustamir Emirullah, Faqih Evanirosa Farida, Mukti Fauziah, Firdanti Fauziah, Muhardila Febita, Khelsi Firmana, Firmina Murniati Firmansyah B Fransiska Yusthiani, Fransiska HABIB, ABDUL Hadiarni Hadiarni, Hadiarni Handika, Caca Hanifah, Maria Harianti, Agus Hariyanti, Agus haryandi, haryandi Hendarsyah, Milwan Henny Sulistyowati Herdiansyah, Mohd. Taufikri Hiliyani Irawan, Fikri Iwan Sasli Janeri , Brian Juliani JULIANTO, ARI Jumadi Jumadi Jumiati Jumiati Kiswan Muhammad Kiswan Muhammad, Kiswan Larina , Ceni Ade Rosa Linseria Batu Bara Liza Salawati, Liza Lupita , Candra M. Faridhan Erihan Marnola, Ilham Maulidi Maulidi Miranti, Priti Agus Mubaraq, Muhammad Zaki Muhammad Ridwan Muhammad Rinaldi Muhammad Taufik Hidayat Mulyadi Safwan Nadya Muliandari Nate, Finte Novensius, Edoardus Nugraha, Ridha Nugroho Widi Susanto Nurliani, Reni Nurul Husna Odoy, Frantsius Agung Palupi, Tanti Pambela, Leonard Raka Paradah, Ronaldus Parianto, Dede Patangahan, John Permana, Imam Pitus, Agus tinus Pontisari, Tania Pramesti, Refyani Pratama, I Putu Eka Satya Pratama, Rio Febry Prayuda, Alessandro Rasma Purwaningsih - Purwanti, Mira Pustika Adwiyani Pusvita, Dian Prisilia Putra, Jisan Yulius Ansi Putri, Cut JE. Rabuwanto, Lukman Radian Radian Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramijan, Ramijan Randi Risantho Sihotang Rika, Mona Rinata, Rena Rini Susana Ripawati, Ripawati Riyanti, Yupita Ririn Rizki Fauzan, Rizki Rizky Wahyuni Rohimah , Hani Katu S.P M.P, Dr. Tatang Abdurrahman Sabrina, Lea Safrizal Safrizal Sandye, Michael Josua Sarbino Sarbino Sardiana, Sardiana Sari , Lezi Yovita Sari, Indah P. Satria, Gilang Wana Sendy, Trie Septio, Septio Setia Budi Sheyvien, Frederikus Michael Shoba'ah, Rizky Shoviya, Shoviya Sina sina, Sina Siti Hadijah Siti Zulaiha Sodiqin, Sodiqin Sona, Liliana SP.MP, Agus Hariyanti Sri Wahyuni Stefanie, Carolline Suduy, Oswaldy Suhaimi Suhaimi Sukardi, Viktor Sulistiorini, Sulistiorini Surachman Surachman suri, wira sagita SUSILAWATI, YETI Suwarno Suwarno Syafiuddin, Wasi'an Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syarifah Asmar Safitri Tambunan, Atya Henny Tantri Palupi Tarigan, Febriyanto Meggy Tatang Abdurrahman, Tatang Taufiks, Nasyaruddin H. Teuku Heriansyah, Teuku Tursina, Diah Tuti rohani Valenthine , Dewi Lara Virgiri, Simius Vivien, Vivien Wajnah, Wajnah Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasian Wasian wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Wibisono, Erwin Wiguna, Ade Sagita Wijaya, Christian Wiranta, Jendi Yunita, Selvia Yurike Fransiska