Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI-NILAI SOSIAL DALAM NOVEL KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS KARYA J.S. KHAIREN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) UNTUK KELAS XI Munaris, Munaris; Putri, Tiara Rey; Prasetya, Rian Andri
Jurnal Kata : Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 10, No 2 Sep (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the social values contained in the novel and prepare student woeksheets for class XI. This study uses a qualitative descriptive research method. The data collection technique in this study refers to the reading and note-taking technique. The results of this study are a description of social values in the novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas and the product is a Student Worksheets. There are ten social sub-values in the novel including the values of devotion, mutual help, kinship, loyalty, caring, sense of belonging, discipline, empathy, cooperation, and democracy. Student worksheets refers to Basic Competencies (KD) 3.11 Analyzing messages from one fiction book read and 4.11 Compile a review of the message of one fiction book read Based on the social values found, the novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas can be a good example and deserves to be used as a learning resource in high school. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang ada dalam novel tersebut dan menyusun LKPD untuk kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mengacu pada teknik membaca dan catat. Hasil penelitian ini berupa deskripsi nilai-nilai sosial dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas dan produk berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Berdasarkan hasil temuan, terdapat sepuluh sub nilai sosial yang ada dalam novel tersebut meliputi nilai pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, kepedulian, rasa memiliki, disiplin, empati, kerja sama, dan demokrasi. LKPD mengacu pada Kompetensi Dasar (KD) 3.11 Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dan 4.11 Menyusun ulasan terhadap pesan dari satu buku fiksi yang dibaca. Berdasarkan nilai sosial yang ditemukan, novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas dapat menjadi teladan yang baik dan layak digunakan sebagai sumber pembelajaran di SMA. Keywords: novel, social values, student worksheets
IMAJI DALAM PUISI TANAH AIR MATA KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI Munaris, Munaris
Jurnal Kata : Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 10, No 2 Sep (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Substansi permasalahan dalam kajian ini tentang imaji dalam puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri. Kajian dilakukan secara kualitatif: membaca keseluruhan puisi, membaca ulang dengan mencermati setiap bagian dari puisi untuk menemukan imaji, menandai setiap imaji, mengklasifikasikan imaji, membahas dan mendeskripsikan setiap imaji, dan menyimpulkan imaji dalam puisi tersebut. Sumber data kajian ini puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri. Data kajian berupa data verbal, yaitu penggalan-penggalan dari puisi tersebut yang mengandung imaji. Hasil penelitian menjukkan bahwa dalam puisi tersebut penyair dominan mengunakan imaji visual dan imaji kinestetik. Perpaduan dua imaji tersebut menguatkan daya bayang pembaca terhadap kondisi tanah air yang paradoks pada warganya yang penuh dengan kesedihan karena ulah para penjahat. Para penjahat yang secara fisik bisa saja bebas, tetapi para penjahat tersebut sejatinya terkungkung oleh rasa bersalah.The substance of the problem in this study is the images in the poem Tanah Air Mata by Sutardji Calzoum Bachri. The study was conducted qualitatively: reading the entire poem, re-reading by looking at each part of the poem to find images, marking each image, classifying images, discussing and describing each image, and concluding the images in the poem. The data source for this study is the poem Tanah Air Mata by Sutardji Calzoum Bachri. The study data is in the form of verbal data, namely fragments of the poem that contain images. The study results show that the dominant poet uses visual and kinesthetic images in this poem. The combination of these two images strengthens the reader's imagination of the paradoxical condition of the homeland for its citizens, who are full of sorrow because of the actions of criminals. The criminals physically could have been free, but the criminals are imprisoned by guilt. Keywords: image, auditory imagery, kinesthetic imagery, visual imagery, poetry
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata Sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra di SMA Susilowati, Indar Agus; Suyanto, Edi; Munaris, Munaris
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v3i2.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan membuat rancangan bahan ajar berupa modul yang akan digunakan siswa kelas XII tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Borg and Gall dengan tahap yaitu: (1) menganalisis potensi dan masalah, (2) mengumpulkan data, (3) mendesain produk, (4) memvalidasi desain kepada ahli, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi terhadap produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dapat dijadikan bahan ajar sastra yang baik karena terkandung nilai-nilai pendidikan karakter yaitu jujur, religi, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingintahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, cintai damai, gemar membaca, pedulilingkungan, peduli sosial, tanggungjawab. Berdasarkan uji coba yang dilakukan kepada siswa dan guru mendapatkan beberapa penilaian dari aspek indikator kelayakan meliputi isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan. Penilaian siswa dan guru memperoleh presentase 81,5% dan 87,5%. Berdasarkan penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa produk layak digunakan dalam pembelajaran sastra di SMA. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Novel Sang Pemimpi, Bahan Ajar
MENELUSURI KEARIFAN LOKAL: ANALISIS TRADISI NYUNCUN PAHAR DI KABUPATEN PESISIR BARAT Wulandari, Jesika; Gustira, Yinda Dwi; Munaris, Munaris
Jurnal Punyimbang Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v4i1.1121

Abstract

This article aims to examine the Nyuncun Pahar tradition in Pesisir Barat Regency, Lampung. Nyuncun Pahar is a tradition and culture of the Lampung tribe, especially the Sai Batin indigenous community, which consists of habits and behavior in interacting with nature and the universe and has been registered as one of Indonesia's intangible cultural heritage. This research uses qualitative methods and uses literature and interviews and uses Miles and Huberman analysis techniques. The aim of this research is to find out more about the Nyuncun Pahar tradition in the Lampung Sai Batin community and to find out whether there are any challenges facing the Nyuncun Pahar tradition in this era of modernization in Pekon Negeri Ratu Ngambur, Ngambur District, Pesisir Barat Regency. In the era of modernization or in the era of globalization, people's culture has become more modern and they consider culture to be ancient. The results of the research show that the Nyuncun Pahar tradition is still often used by the people of Lampung Sai Inner, especially in Pekon Negeri Ratu Ngambur, Ngambur District, Pesisir Barat Regency, Lampung and the challenge faced in this era of modernization is that today's children still don't understand much and even many who don't understand the tradition of Nyuncun Pahar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Nyuncun Pahar di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Nyuncun Pahar adalah sebuah tradisi dan budaya dari suku Lampung, khususnya masyarakat adat sai batin yang berupa kebiasaan dan perilaku dalam berinteraksi dengan alam dan sesmesta serta sudah terdaftar sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan kepustakaan serta wawancara dan menggunakan teknik analisis miles and huberman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang tradisi Nyuncun Pahar pada masyarakat Lampung sai batin dan mengetahui apakah ada tantangan yang dihadapi tradisi Nyuncun Pahar di era modernisasi ini di Pekon Negeri Ratu Ngambur, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. Di era moderenisasi atau di era globalisasi ini budaya masyarakat sudah lebih modern dan menganggap budaya itu kuno. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Nyuncun Pahar masih sering digunakan oleh masyarakat Lampung sai batin khususnya di Pekon Negeri Ratu Ngambur, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung dan tantangan yang dihadapi di era modernisasi ini adalah anak-anak zaman sekarang masih kurang paham dan bahkan banyak yang tidak mengerti tentang tradisi Nyuncun Pahar ini.
Sinisme dan Peringatan Moral dalam Puisi Hendak Jadi “Orang Besar?” Karya Bung Usman: Kajian Stilistika Husna, Siti Asmaul; Suyanto, Edi; Agustina, Eka Sofia; Munaris, Munaris; Samhati, Siti
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13055

Abstract

The poem Hendak Jadi “Orang Besar?” by Bung Usman is a literary work that delivers profound social criticism and moral admonition. This study adopts a stylistic approach using a descriptive qualitative method to analyze linguistic elements such as metaphors, irony, and satire that create a critical tone in the poem. Data were obtained through library research and analyzed based on the poet's choice of words, structure, and linguistic style to convey the intended message.The findings indicate that the poem Hendak Jadi “Orang Besar?” by Bung Usman employs metaphors to depict the negative impact of uncontrolled ambition, irony to highlight the emptiness of achievements without morality, and satire to critique selfish behaviors that disregard social values. The poem sharply illustrates the social realities of its time while inviting readers to reflect on values such as integrity, responsibility, and humanity in achieving true success. The moral messages conveyed in this poem remain relevant today, making it a meaningful social reflection worthy of appreciation.
Makna dan Fungsi Puisi Rakyat Lampung Nyapou Hendri Firmansyah; Farida Ariyani; Dina Maulina; Munaris, Munaris
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna pada puisi rakyat Lampung Nyapou. Metode yang digunakan ialah pendekatan deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen terhadap naskah Nyapou serta literatur terkait tradisi lisan Lampung. Analisis data dilakukan dengan pendekatan hermeneutik Paul Ricoeur untuk menafsirkan pesan-pesan budaya, nilai moral, dan simbol-simbol adat yang terdapat dalam syair Nyapou. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyapou memiliki tiga fungsi utama. Pertama, Nyapou berfungsi sebagai identitas kelompok yang ditandai dengan penyebutan tokoh atau marga adat sebagai penanda jati diri komunitas. Kedua, Nyapou berfungsi sebagai sarana penghormatan terhadap tamu yang hadir dalam upacara adat, karena secara hakikat Nyapou bermakna menyapa dengan penuh tata krama. Ketiga, Nyapou berfungsi sebagai sarana pendidikan informal yang memuat nilai tanggung jawab, kepedulian, kemandirian, dan keberanian. Dengan demikian penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian sastra lisan Lampung dan menyediakan dasar teoretis, praktis-pedagogis, serta kebijakan bagi integrasi Nyapou dalam pembelajaran dan pelestarian budaya Lampung.
Roland Barthes Semiotics Study in Gojek Indonesia's Ramadan Edition Advertisement and Its Implications for Indonesian Language Learning in High School Nuraeni, Intan; Munaris, Munaris; Pratama, Aditya; Samhati, Siti
LinguaScopes: International Journal of Language Education Vol. 2 No. 2 (2025): LinguaScopes: International Journal of Language Education
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on Roland Barthes' semiotic analysis of Gojek Indonesia's Ramadan edition advertisements and their implications for Indonesian language learning in high schools. The purpose of this study is to reveal the denotative, connotative, and mythical meanings in advertisements and their relevance to persuasive text learning. This study uses a descriptive qualitative approach with data in the form of visual and verbal signs from advertisements uploaded through the official YouTube channel. Data collection techniques were carried out through documentation and recording. The results show that the advertisement contains denotative, connotative, and mythical meanings that represent the social and cultural values of Ramadan. These findings are implied as teaching materials for persuasive texts in high school in accordance with the Merdeka Curriculum for Grade XI Phase F. The use of advertisements as a learning medium helps improve students' critical thinking skills regarding persuasive language and encourages the use of polite, rational, and contextual language.
KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM LEGENDA SERUNTING SAKTI Arini Wastiti; Munaris; Mulyanto Widodo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/6yk79465

Abstract

Sebagai salah satu bagian sastra lama, Legenda Serunting Sakti banyak menyajikan konflik tokoh di dalamnya. Konflik menjadi salah satu bagian penting di dalam menciptakan keutuhan dan kepaduan makna cerita. Kajian ini bertujuan menggambarkan wujud konflik tokoh utama, faktor penyebab konflik tokoh utama, dan upaya penyelesaian konflik tokoh utama dalam Legenda Serunting Sakti. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca-catat dan dianalisis menggunakan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam Legenda Serunting Sakti mengalami berbagai konflik yang sangat beragam. Wujud konflik yang dimaksud meliputi konflik internal dan konflik eksternal. Konflik tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan kepentingan, perbedaan kebudayaan, dan perbedaan pola pikir antara individu-individu. Untuk menghilangkan atau setidaknya meredam konflik, Serunting Sakti selaku tokoh utama melakukan beberapa upaya, yaitu dengan cara mendekati orang lain, melawan orang lain, dan menjauhi orang lain.
ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA ANTOLOGI PUISI SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUISI KARYA JOKO PINURBO Adhelia, Najwa Chautsar; Prasetyo, Heru; Munaris, Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1197

Abstract

Poetry is a type of literary work that conveys ideas and feelings of the poet with language as a beautiful medium bound by structure, rhythm, and rhyme. This research aims to conduct a semiotic study of Ferdinand de Saussure on the poetry anthology "Selamat Menunaikan Ibadah Poisi" by Joko Pinurbo with each poem entitled "Pulang Malam", "Pada Mata", and "Ranjang Ibu". The semiotic analysis in this study aims to explore the deeper meaning of a poem by identifying and explaining the relationship between words and symbols used by the poet. The qualitative method was chosen because it allows us to give a richer and deeper interpretation of the poems. The results show that the poems are rich in symbolism that refers to various themes such as love, loss, hope, and death. Puisi adalah jenis karya sastra yang menyampaikan ide dan perasaan penyair dengan bahasa sebagai media indah yang diikat oleh struktur, irama, dan rima. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian semiotika Ferdinand de Saussure pada antologi puisi “Selamat Menunaikan Ibadah Puisi” karya Joko Pinurbo dengan masing-masing puisi yang berjudul “Pulang Malam”, “Pada Matanya”, dan “Ranjang Ibu”. Analisis semiotika dalam penelitian ini bertujuan untuk menggali makna yang lebih dalam dari sebuah puisi dengan cara mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan antara kata-kata dan simbol yang digunakan penyair. Metode kualitatif dipilih karena memungkinkan kita untuk memberikan interpretasi yang lebih kaya dan mendalam terhadap puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut kaya akan simbolisme yang mengacu pada berbagai tema seperti cinta, kehilangan, harapan, dan kematian.
KAJIAN STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI SUARAMU JALAN PULANG YANG KUKENALI KARYA ADIMAS IMMANUEL Zahra, Putri Aulia; Prasetyo, Heru; Munaris, Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1198

Abstract

Stylistic study on Adimas Immanuel's poetry book, Your Voice is the Way Home that I Recognize. The three main objectives of this study are to reveal the use of diction; the use of images and poetry; and the majas contained in Adimas Immanuel's poetry. To answer these problems, there are three stylistic approaches used. The results show that Adimas Immanuel's poems use a lot of frontal and easy-to-understand language; five poem titles were used as data for this study. Diction is used to describe circumstances related to love. It gives a clear picture of the reader's state. Majas has the purpose of enhancing the meaning of poetry through the use of aesthetic sentences. Kajian Stilistika pada buku puisi Adimas Immanuel, Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali. Tiga tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan penggunaan diksi; penggunaan gambar dan puisi; dan majas yang terkandung dalam puisi Adimas Immanuel. Untuk menjawab masalah ini, ada tiga pendekatan stilistika yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi karya Adimas Immanuel banyak menggunakan bahasa yang frontal dan mudah dipahami; lima judul puisi digunakan sebagai data penelitian ini. Diksi digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkaitan dengan cinta. Cipta memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan pembaca. Majas memiliki tujuan untuk meningkatkan makna puisi melalui penggunaan kalimat yang estetis.
Co-Authors Abdul Ageng Firmansyah Adhelia, Najwa Chautsar Aditya Pratama Aditya Pratama Adiwena, Maria Widhi Majesta Agung Abadi Kiswandono Alamsyah Alamsyah Alben Ambarita Alfanny Pratama Fauzy Ali Mustofa Ali Mustofa Ali Mustofa Ana Juwita Andri Ardianto Andri Widiastuti Anggraini, Tia Anggun Fitri Anggun Setiana Annisa Diah Pertiwi Annisa Elvira Apri Yanto Arantika Arvi Arini Wastiti Ariyadi Ariyadi Ayu Atidhira Ayu Setiyo Putri Baiti Kurnia Sari Budi Risnawati Buyung Buyung Chairunnisa Pratami Chythia Andhini Desty N Cindy Agustin Cita Dani Apriyanti Citra Winda Ulvia Cucu Sutarsyah Deasy Triyani Saputri Delvi Iskandar Desembri Desembri Desi Iryanti Desti Wulandari Desyandri Desyandri Deta Kristiana Devi Kusmitha Sari Devitalisa M, Wulan Dewi Kartika Sari Dhini, Maudy Sukma Dian Kurniasari Dimas Dwi Pramudia Dina Maulina Dwi Satria Yuda Edi Suyanto Edi Suyanto Eka Meliani Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eko Rusminto, Nurlaksana Eli Ermawati Elliyanti Elliyanti Evita Fratiwi Farida Ariyani farida ariyani Fathimah Nurhalimah S Faturrohman, Aji Fauzie Purnomo Sidi Febri Ramadani Febriel Mayangsari Feralisa Usmarianti Figo Fajar Aprian Fisnia Pratami Fitayah Fatimah Ramadhani Fitri Angraini Fitri Daryanti Fitri Nursilawati Gustira, Yinda Dwi Hana Yakfi Aningsih Hendri Firmansyah Heni Siswanto Herda Silviana Herlambang, Agung Putra Herni Idayati Heru Arip Rahman Hakim Heru Prasetyo Heti Kus Endang Hindun Kusuma Dewi Husna, Siti Asmaul I Nyoman Tri Dharma Astika I Wayan Mustika Imam Rejana Indah Yuni Wulandari Indar Agus Susilowati Indri Arnaselis Iqbal Hilal Iqbal Hilal Irma Oktaviani Ismania Triyanova Janie Irma Suryani Joko Setyo Nugroho Julianto Julianto Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Khoirunnisa Khoirunnisa Kukuh Prasetyo Kurnia Ning Tyas Lady Pramesti Handoko Lady Pramesti Handoko Lailatul Rohmah Lela Tri Indriani Lenny Rahmawati Lia Annisa Lida Sari Lilik Sabdaningtyas Linda Ocviliana Lusy Tri Lestari M Ghufroni An’ars Maharani, Salwa Pramesti Margareta Finasehati Mediyansyah Mediyansyah Mei Ariyanti Meiry Susanti Melisa Alwi Merina Tri Rahma Okta Metha Puspita Mita Rilyanti Moulia Mahyu Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Fuad Muhammad Sabilli Mulyanto Widodo Murniati Murniati Nanda Ulvana Nazella Putri Sari Neli Yana Nesiana Imania Neti Herawati Ni Nyoman Wetty Suliani Ningsih, Iraliya Nuning Anggrainingsih Nur Fadilla Nur Laili Nuraeni, Intan Nurfeni Nurfeni Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Ocha Holida Pramudiyanti Pramudiyanti Puspita Trie Utami Putri Astari Makki Putri Shima Arifani Putri, Risna Estuning Putri, Tiara Rey Putu Debby Yolanda Qonita Afriyani Qori Tri Arviki Rahayu, Putri Shogita Rahmat Prayogi, Rahmat Reffky Reza Darmawan Reny Handayani Riadi, Bambang Rian Andri Prasetya Riana Dwi Putra Rika Ridiawati Rini Susianti Risca Yumithasari Roni Mustofa Rusada, Nia Safitri , Vinna Cahya Sahara Anggraini Sandika Ali Seldatri Hairani Shinta Wulandari Siti Nurlaili Siti Samhati Solly Aryza Sudirman Husin Sukesi Hermansyah Sukmawati Sukmawati Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sunyono Sunyono Supriadi Supriadi Susi Wendhaningsih Susilowati, Indar Agus Takahashi, Tasuku Teguh Teguh Tiara Rey Putri Tika Febi Astuti Tri Adhitya Tri Wahyuni Usmarianti, Feralisa Vemi Puspita Sari Vhica Penida Wahyu Hidayat Wahyu Riyanti Wardani, Okta Adelia Waseso, Dito Jati Wayan Tiadilona Widyasni Amanda Winda Liahani Windi Prawati Windu Budiarta Wira Apri Pratiwi Witono Witono Wulandari, Jesika Yesi Desiana Yesie Lia Dirwanti yoga irawan Yolanda, Putu Debby Yorista Indah Astari Yulia Kusuma Wardani Yulia Kusuma Wardani Zahra, Putri Aulia Zaima Novita