Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018 Meriyati Meriyati; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.952 KB)

Abstract

The problem presented was how the learning process to write short stories of students of class XI SMA Negeri 10 Bandar Lampung academic year 2017/2018. The aims of this research is to describe the planning,implementation, and assessmentof short story writing lessons. This study used descriptive qualitative method.The results showed that teachers had done three stages in learning, namely planning, implementation, and assessment of learning. In the implementation of learning there ware two activities, namely teacher activity and student activities.The activities undertaken by teachers included three stages of activity, namely preliminary activities, core activities, and closing activities. In the core activity, the students activity included (1) viewing activity, (2) oral activity, (3) listening activity, (4) writing activity, (5) mental activity, (6) emotional activity. The assessment of learning was done by teachers using authentic assessment techniques. Teachers did not conduct a full assessment because it only assessed two aspects, namely aspects of knowledge and skills aspects.Masalah yang dipaparkan ialah bagaimana pembelajaran menulis cerita pendeksiswa kelas XI SMA Negeri 10 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis cerita pendek.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua aktivitas, yaitu aktivitas guru dan aktivitas siswa.Aktivitas yang dilakukan guru meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.Pada kegiatan inti terjadi aktivitas siswa yang meliputi (1) aktivitas melihat, (2) aktivitas lisan, (3) aktivitas mendengar, (4) aktivitas menulis, (5) aktivitas mental, dan (6) aktivitas emosional.Penilaian pembelajaran dilakukan oleh guru dengan teknik penilaian autentik. Guru tidak melakukan penilaian secara lengkap karena hanya menilai dua aspek, yakni aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.Kata kunci:pembelajaran, menulis, cerita pendek.
Perjalanan Keimanan Tokoh Hasan Novel Atheis Karya Achiadat K. Mihardja dan Implikasinya Baiti Kurnia Sari; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.556 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the journey of the faith of Hasan in the Atheis novel by Achiadat K. Mihardja and its implications for Indonesian language learning in Senior High School. This research used descriptive qualitative method. The results showed that the faith of Hasan as the main character of the story is unstable. This characterized by the journey of Hasans faith which initially believed, then decreased, and ended with the return of Hasans faith. The journey of Hasans faith can be known based on indicators faith and unfaith. The results of this research were implicated in the Indonesian language learning activity in Senior High School grade twelve on the structural material and the rules of the novel also the interpretation of the means of the novel. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perjalanan keimanan tokoh Hasan dalam novel Atheis karya Achiadat K. Mihardja dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keimanan Hasan sebagai tokoh utama cerita tidak stabil. Hal ini ditandai dengan perjalanan keimanan Hasan yang awalnya beriman, kemudian mengalami penurunan, dan diakhiri dengan kembalinya keimanan Hasan. Perjalanan keimanan Hasan ini dapat diketahui berdasarkan indikator keimanan dan ketidakimanan. Hasil penelitian diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi struktur dan kaidah novel serta interpretasi makna novel.Kata kunci : implikasi, ketidakimanan, perjalanan keimanan.
Tindak Tutur Asertif dalam Roman Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer dan Implikasinya Indri Arnaselis; Nurlaksana Eko Rusminto; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.719 KB)

Abstract

The purpose of this research were to describe assertive speech acts ward existed in Larasati's novel by Pramoedya Ananta Toer and its implication to Indonesian language learning in junior high school. This study used descriptive qualitative method. The results showed that there are six communicative functions in assertive speech act; speech declaring, informing, suggesting, glorious, complaining, and reporting. The six communicative functions are spoken in various ways in form of direct and indirect speech. The result of this research is implicated in Indonesian language learning in SMP class VIII on drama text material. The data served as an example of drama text dialogue.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur asertif dalam roman Larasati karya Pramoedya Ananta Toer dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam fungsi komunikatif tindak tutur asertif yang terdiri atas, tuturan menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan, menggeluhkan, dan melaporkan. Keenam fungsi komunikatif tersebut dituturkan secara beragam dengan tuturan langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP kelas VIII pada materi teks drama. Data dijadikan sebagai contoh dialog teks drama.Kata kunci : tindak tutur asertif, fungsi komunikatif, dan implikasi.
Fakta Cerita dalam Novel Ayah Karya Andrea Hirata dan Implikasikasinya Desti Wulandari; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.482 KB)

Abstract

The purpose of this research are to describe the fact of story about the stage of plot, setting, characters, and its implication to the literature learning at SMA. In this research the writer used descriptive qualitative method. The source of the data in this research was the novel Ayah by Andrea Hirata. The result of this research showed that fact of story in novel Ayah by Andrea Hirata was, (a) in the plot there were exposition, complication, climax, relevance and denoument; (b) there was background of the place, time and social; (c) the kind of characters that is focused on the main character and an additional character.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita yang di dalamnya membahas tahap alur, latar dan tokoh, serta mengimplikasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desktiptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ayah karya Andrea Hirata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fakta cerita dalam novel Ayah karya Andrea Hirata yakni, (a) tahap alur terdiri dari tahap eksposisi, komplikasi atau komplikasi atau konflik, klimaks, relevansi dan denoument; (b) unsur latar antara lain, latar tempat, latar waktu, dan latar sosial; (c) jenis tokoh yang difokuskan pada tokoh utama dan tokoh tambahan.Kata kunci: alur, fakta cerita, jenis tokoh, latar.
KESANTUNAN BERTUTUR DIALOG TOKOH DALAM FILM SANG PENCERAH KARYA HANUNG BRAMANTYO Yorista Indah Astari; Nurlaksana Eko Rusminto; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 1 Jan (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.042 KB)

Abstract

The study aimed to describe how the politeness used in the dialogue by the character of Sang Pencerah movie which was made by Hanung Bramantyo and the implementation in bahasa Indonesia learning for Senior High School Students. This research used descriptive qualitative method. The result of this research showed that Sang Pencerah movie used various maxim of politeness such as wisdom maxim, generosity maxim, praise maxim, humility maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Sang Pencerah movie used linguistic politeness form was characterized by various expressions. Sang Pencerah movie used form of linguistic politeness was characterized by expression of markers of politenes such as help, please, come on, pardon, let, thank you, and permission. Sang Pencerah movie was used pragmatic politeness as expression with the variety of speech act with two form of speech, such as interrogative and declarative speech.Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kesantunan bertutur dialog tokoh dalam film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo dan implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan bertutur dalam film Sang Pencerah menggunakan beragam maksim kesantunan, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Film Sang Pencerah menggunakan bentuk kesantunan linguistik yang ditandai dengan ungkapan penanda kesantunan, yaitu tolong, silakan, mari, maaf, ayo, terimakasih, dan permisi. Film Sang Pencerah menggunakan kesantunan pragmatik sebagai ekspresi berbagai tindak tutur dengan dua bentuk tuturan, yaitu tuturan deklaratif dan tuturan interogatif.Kata kunci: film sang pencerah, kesantunan, linguistik, maksim, pragmatik.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS SURAT DINAS PADA SISWA KELAS VIII SMP Heru Arip Rahman Hakim; Siti Samhati; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.36 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the implementation of learning to write official letters. The method which was used was descriptive qualitative research.The result of the research showed that the teacher was done three steps of the implementation of learning to write official letters. On the observation result analysis of the implementation of teaching writing official letter, it included preliminary activities, such as learning to prepare the students to study and perform the activities of apperception. In the main activities of the learning process was in the form of mastering the learning, learning approach/strategy, learning source/media use, learning that trigger and maintain the students imvolvement, assesment process and learning outcomes and language. The post activities were in the form of reflection and make a summary by involving students and doing follow-up to provide direction activities or tasks as a remaind.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis suratdinas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahap pelaksanaan pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran menulis surat dinas. Pada analisis hasil observasi pelaksanaan pembelajaran menulis surat dinas, meliputi kegiatan pendahuluan pembelajaran berupa mempersiapkan siswa untuk belajar danmelakukan kegiatan apersepsi.Dalam kegiatan inti pembelajaran berupa penguasaan materi pembelajaran, pendekatan/strategi pembelajaran, pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran, pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa, penilaian proses dan hasil belajar, dan pengguanaan bahasa. Dalam kegiatan penutup pembelajaran yang dilakukan yaitu dengan melakukan refleksi dan membuat rangkuman dengan melibatkan siswa, dan melakukan tindak lanjut dengan memberikan arahankegiatan atau tugas sebagai remidial/pengayaan.Kata kunci: pelaksanaan pembelajaran menulis, surat dinas, tahapan pembelajaran.
Sikap Terhadap Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMAN 2 TBU dan Implikasinya Wahyu Riyanti; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.949 KB)

Abstract

This research was aimed to describe grade X students of SMA Negeri 2 Tulang Bawang Udik attitudes and attitude formation factors toward Indonesian language and its implications in learning Indonesian. The research method used is descriptive qualitative. Source of data obtained from students of grade X1 SMAN 2 TBU. The results showed that the students of grade X have a very positive attitude towards the Indonesian language. Students have a sense of loyalty, pride, and aware of the Indonesian norm. In addition, the most dominant factor in the formation of student attitudes toward Indonesian language is the experience factor. The result of attitude research on Indonesian language can be applied in all Indonesian language subject matter in SMA, especially in SMAN 2 TBU, one of them is related to drama/film learning.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan faktor pembentukan sikap terhadap bahasa Indonesia siswa kelas X SMAN 2 Tulang Bawang Udik dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari siswa kelas X1 SMAN 2 TBU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X memiliki sikap sangat positif terhadap bahasa Indonesia. Siswa memiliki rasa setia, bangga, dan menyadari adanya norma bahasa Indonesia. Selain itu, faktor yang paling dominan dalam pembentukan sikap siswa terhadap bahasa Indonesia adalah faktor pengalaman. Hasil penelitian sikap terhadap bahasa Indonesia ini dapat diimplikasikan dalam semua materi pelajaran bahasa Indonesia di SMA, khususnya di SMAN 2 TBU, salah satunya terkait dengan pembelajaran drama/film.Kata kunci: faktor pembentukan sikap, implikasi, sikap siswa terhadap BI
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA RAGAM TULIS DI RUANG PUBLIK SMA NEGERI 12 BANDAR LAMPUNG Lida Sari; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 8 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.137 KB)

Abstract

The problem of this research is how the use of Indonesian language written variety in the public space of SMAN 12 Bandar Lampung. This study aimed to describe the use of Indonesian written variety in the school’s public space. Research methods which used is qualitative descriptive. The data source are varieties of written communication like announcement letter, advertisement, banner, wall magazine, articles, slogan etc around the school. Based on data analysis, found the use of spelling which includes italics and capital letters writing, writing words, writing element uptake, and punctuations which is inappropriate with the Indonesian language grammar rules. Second focus is about diction. Words choice mistakes mostly found by words from foreign language which is inappropriate use and waste of words. Third focus about effective sentences structure. The pattern of the sentence is appropriate with the Indonesian grammar rules.Masalah dalam  penelitian ini adalah bagaimana penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis di ruang publik SMAN 12 Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis dalam ruang publik sekolah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa  seluruh bentuk  komunikasi ragam tulis seperti surat pengumuman, iklan, spanduk, majalah dinding siswa, artikel, slogan dan brosur yang berada di lingkungan belajar sekolah tersebut. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan penggunaan ejaan yang meliputi penulisan huruf kapital dan huruf miring, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan penggunaan tanda baca yang tidak sesuai dengan kaidah tata ejaan bahasa Indonesia. Fokus kedua yaitu mengenai diksi atau pemilihan kata. Kesalahan pemilihan kata lebih banyak ditemukan pada kata-kata asing yang tidak tepat penggunaannya dan bersifat pemborosan kata. Fokus ketiga mengenai struktur kalimat efektif. Pola kalimat sudah sesuai kaidah tata bahasa Indonesia.Kata kunci : diksi, ejaan, kalimat, ragam, tulis.
Karakterisasi Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Kaki Langit dan Pembelajarannya di SMA Mei Ariyanti; Munaris Munaris; Ali Mustofa
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.913 KB)

Abstract

This research described characterization the main character in the short stories of Kaki Langit short stories collection the work of high school students and to the learning literature at the Senior High School. This research used the descriptive qualitative method. The result showed that of the nine short stories in a collection of Kaki Langit shot stories (Hidupmu, Dramamu, Patilan Rantau, Secercah Asa dalam Bahasa, Biarkan Api Membakar Kami, Dandelion, Adolf Tak Bisa ke Langit, dan Lautan Darah) provides characterizing the main figure with two methods, are telling and showing, while the two short stories (Surya and Purna) only used the showing method. The result of this research organized into a design learning literature in high school with 2013 curriculum. The characterization of the short stories in a collection of Kaki Langit short stories can be used as an alternative school literary, especially literary appreciation prose.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakterisasi tokoh utama pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit karya siswa SMA dan menyusun rancangan pembelajarannya dalam ranah pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit tujuh cerpen (Hidupmu,Dramamu, Patilan Rantau, Secercah Asa dalam Bahasa, Biarkan Api Membakar Kami, Dandelion, Adolf Tak Bisa ke Langit, dan Lautan Darah) menyajikan karakterissai tokoh utama dengan dua metode, yakni telling dan showing sedangkan dua cerpen lain (Surya dan Purna) hanya menggunakan metode showing.Hasil penelitian ini disusun menjadi sebuah rancangan pembelajaran sastra di SMA dengan kurikulum 2013. Karakterisasi tokoh utama pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit karya Siswa SMA dapat dijadikan alternatif bahan ajar dalam pembelajaran sastra khususnya apresiasi sastra prosa.Kata kunci: karakterisasi, telling, showing, and pembelajaran
KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GADINGREJO Herda Silviana; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 1 Jan (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.353 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the ability to write a short story in class XI student of SMA Negeri 1 Gadingrejo. The method used in this research was descriptive quantitative method. Based on data analysis, it was found that the ability to write short stories categorized enough with an average score of 67,75. The average score of the students ability per indicator: 1) the theme score of 79,25 good category; 2 a) the figures that were presented score of 76,15 good category, b) the presentation of the character figures score of 61,65 enough category; 3) background score of 65,25 enough category; 4 a) a series of events 63,68 category enough, b) the flow of the game score of 56,91 less categories; and 5) style language score of 67,37 enough category.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gadingrejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data, ditemukan kemampuan menulis cerita pendek berkategori cukup dengan skor rata-rata 67,75. Skor rata-rata kemampuan siswa perindikator adalah: 1) tema skor rata-rata 79,25 kategori baik; 2 a) tokoh yang dihadirkan skor rata-rata yaitu 76,15 kategori baik, b) penyajian watak tokoh skor rata-rata 61,65 kategori cukup; 3) latar dengan rata-rata 65,25 kategori cukup; 4 a) rangkaian peristiwa rata-rata 63,68 kategori cukup, b) permainan alur rata-rata 56,91 kategori kurang; dan 5) gaya bahasa skor rata-rata 67,37 kategori cukup.Kata kunci: cerita pendek, kemampuan, menulis.
Co-Authors Abdul Ageng Firmansyah Adiwena, Maria Widhi Majesta Agung Abadi Kiswandono Alamsyah Alamsyah Alben Ambarita Alfanny Pratama Fauzy Ali Mustofa Ali Mustofa Ali Mustofa Ana Juwita Andri Ardianto Andri Widiastuti Anggraini, Tia Anggun Fitri Anggun Setiana Annisa Diah Pertiwi Annisa Elvira Apri Yanto Arantika Arvi Arini Wastiti Ariyadi Ariyadi Ayu Atidhira Ayu Setiyo Putri Baiti Kurnia Sari Budi Risnawati Buyung Buyung Chairunnisa Pratami Chythia Andhini Desty N Cindy Agustin Cita Dani Apriyanti Citra Winda Ulvia Cucu Sutarsyah Deasy Triyani Saputri Delvi Iskandar Desembri Desembri Desi Iryanti Desti Wulandari Desyandri Desyandri Deta Kristiana Devi Kusmitha Sari Devitalisa M, Wulan Dewi Kartika Sari Dhini, Maudy Sukma Dian Kurniasari Dwi Satria Yuda Edi Suyanto Edi Suyanto Eka Meliani Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eko Rusminto, Nurlaksana Eli Ermawati Elliyanti Elliyanti Evita Fratiwi farida ariyani Farida Ariyani Fathimah Nurhalimah S Faturrohman, Aji Fauzie Purnomo Sidi Febri Ramadani Febriel Mayangsari Feralisa Usmarianti Fisnia Pratami Fitayah Fatimah Ramadhani Fitri Angraini Fitri Daryanti Fitri Nursilawati Gustira, Yinda Dwi Hana Yakfi Aningsih Heni Siswanto Herda Silviana Herlambang, Agung Putra Herni Idayati Heru Arip Rahman Hakim Heru Prasetyo Heti Kus Endang Hindun Kusuma Dewi Husna, Siti Asmaul I Nyoman Tri Dharma Astika I Wayan Mustika Imam Rejana Indah Yuni Wulandari Indar Agus Susilowati Indri Arnaselis Iqbal Hilal Iqbal Hilal Irma Oktaviani Ismania Triyanova Janie Irma Suryani Joko Setyo Nugroho Julianto Julianto Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Khoirunnisa Khoirunnisa Kukuh Prasetyo Kurnia Ning Tyas Lady Pramesti Handoko Lady Pramesti Handoko Lailatul Rohmah Lela Tri Indriani Lenny Rahmawati Lia Annisa Lida Sari Lilik Sabdaningtyas Linda Ocviliana Lusy Tri Lestari M Ghufroni An’ars Maharani, Salwa Pramesti Margareta Finasehati Mediyansyah Mediyansyah Mei Ariyanti Meiry Susanti Melisa Alwi Merina Tri Rahma Okta Metha Puspita Mita Rilyanti Moulia Mahyu Muhammad Fuad Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Sabilli Mulyanto Widodo Murniati Murniati Nanda Ulvana Nazella Putri Sari Neli Yana Nesiana Imania Neti Herawati Ni Nyoman Wetty Suliani Ningsih, Iraliya Nuning Anggrainingsih Nur Fadilla Nur Laili Nurfeni Nurfeni Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Ocha Holida Pramudiyanti Pramudiyanti Puspita Trie Utami Putri Astari Makki Putri Shima Arifani Putri, Risna Estuning Putri, Tiara Rey Putu Debby Yolanda Qonita Afriyani Qori Tri Arviki Rahayu, Putri Shogita Rahmat Prayogi, Rahmat Reffky Reza Darmawan Reny Handayani Riadi, Bambang Rian Andri Prasetya Riana Dwi Putra Rika Ridiawati Rini Susianti Risca Yumithasari Roni Mustofa Rusada, Nia Sahara Anggraini Sandika Ali Seldatri Hairani Shinta Wulandari Siti Nurlaili Siti Samhati Solly Aryza Sudirman Husin Sukesi Hermansyah Sukmawati Sukmawati Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sunyono Sunyono Supriadi Supriadi Susi Wendhaningsih Susilowati, Indar Agus Takahashi, Tasuku Teguh Teguh Tiara Rey Putri Tika Febi Astuti Tri Adhitya Tri Wahyuni Usmarianti, Feralisa Vemi Puspita Sari Vhica Penida Wahyu Hidayat Wahyu Riyanti Wardani, Okta Adelia Waseso, Dito Jati Wayan Tiadilona Widyasni Amanda Winda Liahani Windi Prawati Windu Budiarta Wira Apri Pratiwi Witono Witono Wulandari, Jesika Yesi Desiana Yesie Lia Dirwanti yoga irawan Yolanda, Putu Debby Yorista Indah Astari Yulia Kusuma Wardani Yulia Kusuma Wardani Zaima Novita