Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Pengurangan Pemakaian Plastik Sekali Pakai Terhadap Volume Sampah di TPA Suwung I Gusti Made Yudha Pramana; I Nyoman Gede Sugiartha; Luh Putu Suryani
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jph.5.2.8068.124-129

Abstract

The waste problem in Indonesia is getting worse, including the problem of landfills in Bali getting full every day. The waste problem is not only a matter for the government, but also for the community. The use of single-use plastics is an important thing that must be considered to find the best solution. This research aims to find out the legal policies that can help overcome the waste problem in Indonesia in general and Bali in particular. Based on this, this research will discuss how the impact of reducing the use of single-use plastics on the environment, society and its relation to storage in Suwung landfill and how the government's efforts as a policy maker in overcoming the problem of single-use plastic waste in Suwung landfill. The research method used is an empirical legal research method that uses a fact-based approach and analyzes legal concepts through social problems. The results obtained from this research are that the reduction in the use of single-use plastics provides a solution to the waste problem at Suwung Landfill so that less waste enters and if the reduction in the use of single-use plastics is applied more widely, plastic waste generation can be minimized, and regulations made by the government emphasize solutions from various aspects of the waste problem. However, many people still violate the regulations in the field.
Penegakan Hukum Dalam Keterlambatan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Di Kabupaten Tabanan Setiawan, I Putu Yudi; Widiati, Ida Ayu Putu; Suryani, Luh Putu
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jph.5.2.8077.171-176

Abstract

The increase in population has led to a rapid increase in motor vehicle ownership. Motorized vehicles have become a basic necessity for some people. Ownership of motorized vehicles will be followed by obligations as taxpayers who must make tax payments. However, increasing the number of motor vehicle ownership does not necessarily increase public awareness to be obedient and aware of the obligation to pay taxes. This can lead to legal consequences for both the community and the government. This research aims to find out the regulation in the field of taxes responding to the lack of public awareness of tax payments. With the main problems that will be discussed in this study, namely 1) how is law enforcement in late payment of motor vehicle tax in Tabanan Regency, 2) What are the inhibiting factors in the enforcement of late payment of motor vehicle tax in Tabanan Regency. The research method used is an empirical research method, with a fact approach and legal concept analysis approach. The results of law enforcement in late payment of motor vehicle tax in Tabanan Regency are given a PKB notification letter given a notification letter of STNK validation and a late notice of tax payment, if it has not been replied to from the taxpayer, UPTD PPRD Bali Province in Tabanan Regency will impose penalties on taxpayers such as administrative penalties for interest / fines and inhibiting factors are the lack of awareness of taxpayers in paying motor vehicle taxes, transferring motorized vehicles without transferring names, vehicle owners moving residence.
Efektifitas Perda Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Di Kota Tabanan Ariskayanti, Ida Ayu Made; Wijaya, I Ketut Kasta Arya; Suryani, Luh Putu
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jph.5.2.8080.191-196

Abstract

The problem of waste is a problem that never ends from year to year. The volume of waste always increases every year and causes various negative impacts on the environment and the sustainability of people's lives. The population is affected by the increase in waste volume. With this background, the problem formulation raised is how the implementation of Tabanan Regency Regional Regulation Number 5 of 2021 concerning Waste Management in Tabanan City, and how the effectiveness of Tabanan Regency Regional Regulation Number 5 of 2021 in Tabanan City. This research uses empirical legal research type, data collection techniques in this research are by conducting interviews and document studies. The results of the study found that Tabanan Regency Regional Regulation Number 5 of 2021 concerning Management of Household Waste and Waste Similar to Household Waste has been implemented quite well but has not been fully effective because there are still several obstacles in the implementation of the regulation, namely low awareness and knowledge of waste management and lack of facilities and infrastructure in managing waste. Sanctions against waste violators are subject to administrative sanctions in the form of verbal and / or written warnings, as well as fines.
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Jasa Titip Online Dalam Hal Terjadinya Cacat Produk Kaze, Kadek Bramanta Rudi; Budiartha, I Nyoman Putu; Suryani, Luh Putu
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jph.5.2.8082.197-202

Abstract

The development of the online shopping system has given rise to new business opportunities, one of which is known as a buying and selling service. One of the risks for users of ticketing services is the danger of defects in products received by users of online ticketing services. Based on this, what is the legal protection form of consumers of online ticketing services in the event of a defect in the product received? And how are online delivery service business actors responsible for losses received by consumers for defective goods products. This research uses a normative type of legal research. There are two forms of legal protection for consumers of online ticketing services in the event of product defects received through online buying and selling services, namely preventive and repressive legal protection which can be seen in the provisions of the UUPK. The responsibility of online delivery service business actors for losses received by consumers for defective goods products, in addition to rights and obligations, there are also responsibilities that must be carried. This responsibility is part of a binding obligation in the activities of running a business.
Penggunaan Peluasan Alat Bukti dalam Tindak Pidana Lingkungan Kadek Krisna Amacya; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jph.5.1.8711.76-81

Abstract

Lingkungan hayati artinya upaya sistematis serta terpadu yg dilakukan buat melestarikan fungsi lingkungan hayati serta mencegah terjadinya pencemaran. Peluasan alat bukti tindak pidana lingkungan berfungsi buat memperluas alat bukti selain fakta saksi, informasi pakar, surat, petunjuk, warta terdakwa. terdapat dua rumusan persoalan antara lain: bagaimanakah Penggunaan Peluasan alat Bukti pada Tindak Pidana Lingkungan serta bagaimanakah alat Bukti yg terdapat pada Tindak Pidana Lingkungan. Penelitian ini ialah penelitian aturan normatif yang bedasarkan peraturan perundang - undangan data yang di dapat penulis dalam media umum. Peraturan hukum tentang peluasan alat bukti lingkungan di atur dalam Undang - Undang pasal 184 KUHAP serta pasal 96 alfabet f, perihal alat bukti lain yaitu isu yang diucapkan, dikirimkan, diterima, atau disimpan secara elektronik, magnetik, optik, serta yang serupa menggunakan itu serta alat bukti data, rekaman, atau isu yang bisa dibaca, ditinjau, serta didengar yg bisa dikeluarkan dengan tanpa bantuan suatu sarana, baik yang tertuang di atas kertas, benda fisik terdapat pun selain kertas, atau yang terekam secara elektronika.
Sanksi Pidana terhadap Pegawai Negeri Sipil yang Melakukan Tindak Pidana Pungutan Liar (Studi Kasus Pungutan Liar di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk) Meysin Liston Sinaga; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jph.5.1.8715.94-98

Abstract

Di Indonesia, kejahatan seperti pungutan liar sering terjadi. Suatu perbuatan yang secara melawan hukum menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menggunakan kekuasaannya memaksa orang lain untuk membayar, menyerahkan sesuatu, atau melakukan perbuatan untuk diri sendiri diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Pemerintah harus menegakkan peraturan saat ini dengan tegas untuk menyelesaikan masalah ini. Kerangka hukum yang berkaitan dengan larangan terhadap pegawai negeri yang melakukan pungli dibahas dalam penelitian ini, serta sanksi hukum atas perilaku tersebut. Hukum normatif merupakan metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Kedua pendekatan hukum dan pendekatan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan studi tersebut, PNS yang melakukan pungli dikenakan sanksi hukum berupa sanksi disiplin sedang dan berat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021. Sanksi terberat bagi PNS yang melakukan pungli adalah pemecatan. Sebagai upaya untuk mencegah penilaian yang tidak sah yang akan merusak upaya peningkatan kesejahteraan rakyat, diharapkan pemerintah dapat mengedukasi masyarakat tentang nilai supremasi hukum.
Implementasi Perijinan Minimarket di Kota Denpasar Ni Made Puspasutari Ujianti; A. A. Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani; Anak Agung Alit Ista Damayanti; Made Sadhu Arta Kori
KERTHA WICAKSANA Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kw.18.1.2024.91-95

Abstract

Perubahan gaya hidup dan pola konsumtif masyarakat kota yang bergeser menginginkan kemudahan dan serba praktis menyebabkan semakin maraknya pertumbuhan minimarket di kota besar khsusunya Kota Denpasar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota Denpasar telah membuat kebijakan Peraturan Walikota yang ditetapkan pada tahun 2009 yang diharapkan dapat mengatasi masalah penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern di Kota Denpasar. Pelaksanaan Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern di Kota Denpasar berdasarkan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 9 Tahun 2009 wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah, dan Rencana Detail Tata Ruang termasuk Peraturan Zonasinya, pemenuhan syarat administrasi sebelum izin minimarket diterbitkan. Prosedur dalam menerbitkan izin untuk minimarket di Kota Denpasar dilakukan oleh lintas instansi yakni Dinas Perijinan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Pekerjaan Umum. Setelah izin diterbitkan Tim Teknis melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa izin yang diterbitkan telah dilaksanakan sesuai dengan peruntukannya. Dalam pelaksanaan Peraturan Walikota Nomor 9 Tahun 2009 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern ini belum dapat dikatakan berjalan dengan baik, hal ini dapat di lihat dari masih banyaknya minimarket yang berdisi tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Denpasar. Hal ini dikarenakan masih adanya kepentingan yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan penataan minimarket ini. Kepentingan yang mempengaruhi kebijakan (interest affected) berkaitan dengan berbagai kepentingan yang mempengaruhi suatu implementasi kebijakan.
Dinamika Pengelolaan Wisata Religi di Nusa Penida: Tinjauan Hukum Dan Peluang Wijaya, I Ketut Kasta Arya; Senastri, Ni Made Jaya; Suryani, Luh Putu
Jurnal Analisis Hukum Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jah.v7i1.4967

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep dan peluang pengembangan wisata religi di Bali, khususnya di wilayah Nusa Penida, Klungkung. Melalui pendekatan sosio-legal, penelitian ini menggunakan kombinasi metode hukum normatif dan empiris. Data lapangan diperoleh dari observasi di objek wisata dan dianalisis bersama dengan peraturan perundang-undangan terkait pariwisata dan sumber daya alam yang memiliki nilai religi. Hasilnya menunjukkan peluang besar untuk pengembangan wisata religi, didukung oleh antusiasme masyarakat Bali dalam kegiatan keagamaan. Namun, tantangan muncul dalam menjaga kesucian tempat suci dan mengedukasi wisatawan akan adat istiadat dan budaya lokal. Rekomendasi meliputi perlunya pengelola wisata menjaga kesucian tempat suci serta penguatan peran desa adat oleh pemerintah dalam pengelolaan wisata religi.
Sanksi Malpraktik Dan Resiko Medik Yang Dilakukan Oleh Dokter Dananjaya, A.A. Ngr. Dwi; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi; Suryani, Luh Putu
Jurnal Analogi Hukum 6-10
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.1.1.2019.6-10

Abstract

Abstract The existence of health law has a huge influence on national development, especially in the health sector. At this time there were so many medical crimes in the form of malpractice that happened to the community especially in the medical world, but so many people did not know between the difference between malpractice and medical risk. To find out whether what is done by medical personnel is malpractice or medical risk, therefore the authors are interested in conducting research in the form of a thesis under the title Malpractice and Medical Risk Sanctions Performed by Doctors. The research method used is a normative legal method. What can be determined by the difference between malpractice and medical risk is in the Medical Practice Law and the Medical Ethics Code is sanctions on malpractice doctors, namely medical malpractice, civil malpractice, and administrative malpractice including legal ethical violations. Malpractice is a deliberate and negligent action because it fulfills the element of error. But medical risk is not a criminal offense and includes medical accidents and accidents that have elements that cannot be predicted beforehand, cannot be prevented, and cannot be blamed. Keywords: Doctors; Malpractice sanctions; Medical Risk Abstrak Keberadaan hukum kesehatan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap pembangunan bangsa, khususnya di bidang kesehatan. Pada masa ini begitu banyak kejahatan medis berupa tindak malpraktik yang terjadi pada masyarakat khususnya pada dunia kedokteran, akan tetapi begitu banyak masyarakat yang tidak mengetahui antara perbedaan malpraktik dan resiko medik. Untuk mengetahui apakah yang dilakukan oleh tenaga medis tersebut malpraktik atau resiko medik, maka dari itu penulis tertarik mengadakan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul Sanksi Malpraktik dan Resiko Medik Yang Dilakukan Oleh Dokter. Metode penelitian yang digunakan ialah metode hukum normative. Yang dapat penulis tentukan dari perbedaan yang dimiliki Sanksi malpraktik dan resiko medik ialah dalam UU Praktek Kedokteran dan UU Kode Etik Kedokteran ialah sanksi kepada dokter yang melakukan malpraktik yaitu medical malpractice, civil malpractice, daan administrative malptactice termasuk pelanggaran etik legal. Malpraktik merupakan tindakan sengaja dan lalai karena terpenuhinya unsur kesalahan. Melainkan resiko medik tidak merupakan tindak pidana dan termasuk kecelakaan medik merupakam kecelakaan yang memiliki unsur yang tidak dapat diduga sebelumnya, tidak dapat dicegah, dantidak boleh dipersalahkan. Kata Kunci: Dokter; Sanksi Malpraktik; Resiko Medik
Diskresi Kepolisian dalam Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika (Study Kasus Di Wilayah Hukum Polsek Padangbai Karangasem) Prana, Anak Agung Gde Mahardi; Widyantara, I Made Minggu; Suryani, Luh Putu
Jurnal Analogi Hukum 16-21
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.1.1.2019.16-21

Abstract

Abstract In the current narcotics case the circulation is wide and the modus operandi is increasingly diverse, the police are required to develop their own law enforcement. With the descriptive theory and description of the practice of disclosing narcotics networks. Polri is expected to further spur members to improve the quality of their human resources, improve supervision of performance in the field, so that the implementation of discretion remains in the legal path. Thus, there will be growing public trust in the police institution, where the community voluntarily becomes a police partner in creating security and order. The police statement on narcotics eradication will theoretically spur police institutions to increase the intellectual capacity of their members to use common sense in acting. Illegal circulation of narcotics and corruption is a new dimension of crime, which requires serious handling. Formulation of the problem in this study: how the steps of the police reveal the drug network and how to eradicate drugs with the concept of discretion. The type of research used is the type of empirical research. The results of the discussion in this study are as follows: Police steps to uncover the drug network begins with: a) Call letter, b). Arrest, Search and Confiscation, c). Examination and d). Detention. Eradicating drugs with the concept of discretion as the executor of the unit of investigation and investigation of drug crimes, the drug work unit working on the basis of the standard was determined by the National Police Chief based on police reports. The guidelines for implementing or implementing the various principles are the steps of the police in uncovering drug networks. The steps to control and control not only control the police's personal supervision to early conduct a selection of his actions, but also his fellow colleagues and the seriousness of the police institution to take action against the police who abuse the discretion, under any pretext. Therefore the standard of operation becomes more important to realize so that there are measures to minimize discretionary deviations. Keywords: Discretion; Narcotics; Police Abstrak Dalam kasus narkotika saat ini peredarannya luas dan modus operandinya semakin beragam, polisi di tuntut mengembangkan penegakkan hukumnya sendiri. Dengan teori deskresi dan gambaran praktek pengungkapan jaringan narkotika. Polri diharapkan makin memacu anggota untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, meningkatkan pengawasan kinerja di lapangan, agar pelaksanaan diskresi tetap dijalur legal. Dengan demikian akan tumbuh kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, yang dimana masyarakat secara sukarela menjadi mitra polisi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Deskresi kepolisian pemberantasan narkotika secara teoritis akan memacu institusi kepolisian meningkatkan intelektualitas anggotanya agar menggunakan akal sehat dalam bertindak. Peredaran gelap narkotika dan korupsi adalah kejahatan berdimensi baru, yang memerlukan penanganan serius. Rumusan masalah dalam penelitian ini: bagaimana langkah-langkah polisi mengungkap jaringan narkoba dan bagaimana memberantas narkoba dengan konsep diskresi.Tipe penelitian yang dipergunakan adalah tipe penelitian empiris. Hasil pembahasan dalam penelitian ini sebagai berikut: Langkah-langkah polisi mengungkap jaringan narkoba diawali dengan: a).Surat panggilan, b). Penangkapan, Penggeledahan dan Penyitaan, c). Pemeriksaan dan d). Penahanan. Memberantas narkoba dengan konsep diskresi sebagai pelaksana dari satuan penyelidikan dan penyidikan terhadap kejahatan narkoba, satuan kerja narkoba bekerja atas dasar pakem ditetapkan oleh Kapolri berdasarkan laporan polisi. Petunjuk pelaksanaan atau Juklak dengan berbagai prinsip itulah yang menjadi langkah-langkah polisi dalam mengungkap jaringan narkoba. Langkah pengendalian dan pengawasan tidak hanya mengendalikan pengawasan dari pribadi polisi untuk secara dini melakukan seleksi atas tindakannya, tetapi juga sesama rekan dan keseriusan institusi kepolisian menindak polisi yang menyalahgunakanan diskresi, dengan dalih apapun. Untuk itu standar operasi menjadi lebih penting diwujudkan agar terdapat ukuran untuk meminimalkan penyimpangan diskresi. Kata Kunci: Diskresi; Narkotika; Kepolisian
Co-Authors A A Gd Jelantik Wisnu Putra A Agung Sagung Laksmi Dewi A. A. Sagung Laksmi Dewi A. A. Sagung Laksmi Dewi A.A Sagung Laksmi Dewi A.A Sagung Laksmi Dewi A.A. Sagung Laksmi Dewi A.A. Sagung Laksmi Dewi A.A.Gde Oka Wisnumurti Adhipermana, I Gusti Agung Ngurah Klaustra Agung Ananda Putria Elda Sukawati Agus Yogik Palguna Amelia Anak Agung Alit Ista Damayanti Anak Agung Ayu Gayatri Anak Agung Ayu Mas Merta Sari Anak Agung Ayu Wulan Pramesti Puja Dewi Anak Agung Bagus Indra Dwipraditya Anak Agung Dinda Trisna Kesumadewi Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Andy Gunawan Arimastanaya, I Gede Arimbawa , I Gusti Agung Ngurah Diego Arini, Desak Gde Dwi Arini, Desak Gde Dwi Ariskayanti, Ida Ayu Made Arniti, Ni Komang Ayu Arthanaya , I Wayan Asmaradana, I Made Pasek Astri , Dewa Ayu Mareyta Atmaja, I Ketut Adi Wira Wijaya Kesuma Ayu Metta Sandra Ayu Ratih Indra Kusumawati Ayu Yuliany Adisti Bagaskara, I Gusti Bagus Andika Bagaskara, Made Bayu Bagus Andi Dwi Prakoso Bagus Andika Artha Surya Brahmanta, I Gusti Ngurah Agung Sweca Budiartha , I Nyoman Putu Budikusuma, I Gede Herry da Bagus Gde Wisnu wardhana Dananjaya, A.A. Ngr. Dwi Desak Gde Dwi Arini Desak Gde Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Geded Dwi Arini Desak Putu Setyarina Desi Nellyda Deviana Utami Wijaya Dewa Gede Agung Semarabawa Dewa Gede Agus Anjaswara Dewa Gede Widya Swastika Dewi, A. A. Sagung Laksmi Dewi, A.A Sagung Laksmi Dewi, Ni Kadek Sintia Dewi, Putu Nandita Dimas Putra Wicaksana Dinata, I Gede Agus Marta Dinata, I Nyoman Agung Mas Dinda Dian Pratiwi Dwipayana, I Kadek Denny Harta Dwipayana, I Made Aditya Eggy Septyadi Silaban Gayatri, Ni Made Silvia Gede Agus Perdika Putra Gede Agus Sukawantara Gede Arjun Setiawan Gede Indra Yasa Asiawan Gede Krisna Adi Putra Gunantara, I Gede Agus Surya Gusti Ngurah Oka Pramana Hery Sudiarto I Dewa Gede Anggarisna I Gde Chandra Astawa Widhiasa I Gede Andhika Kusuma Darsana I Gede Buonsu I Gede Edy Korneawan I Gede Fajar Manggala I Gede Ivan Wahyu Pramana I Gede Nyoman Aditya Riana Triputra I Gede Prana Prabangkara I Gede Suariawan I Gede Wijaya Kusuma I Gede Yogi Arya Windiarta I Gusti Agung Ayu Diah Aprillia I Gusti Ayu Dwi Meilaputri I Gusti Ayu Manik Maharani I Gusti Ayu Mas Mahadewi I Gusti Ayu Mas Yuni I Gusti Bagus Guna Mahayana I Gusti Bagus Suryawan I Gusti Bagus Suryawan I Gusti Bagus Suryawan, I Gusti Bagus I Gusti Bagus Yoga Sastera I Gusti Made Yudha Pramana I Gusti Ngurah Winda Aditya Putra I Kadek Bagas Dwipayana I Kadek Boy Aditya Mertajaya I Kadek Buana Putra Sedana I Kadek Candra Wisesa I Kadek Darmayasa I Kadek Dwi Melana Putra I Kadek Edy Gunawan I Kadek Nova Astrawan I Kadek Purwadi Putra I Kadek Surya Wirawan I Ketut Cahaya Rai Siwi I Ketut Gede Purnayasa I Ketut Irianto I Ketut Kasta Arya Wijaya I Ketut Sukadana I Ketut Sukadana I Komang Angga Triyadi Giri I Komang Arya Sentana Mahendra I Komang Oka Raharja I Komang Roni Januar I Made Adi Endra Supardi I Made Adi Saputra I Made Agus Sanjaya I Made Andi Putra Mahardika I Made Anggra I Made Arismayuda I Made Arjaya I Made Bayu Ari Budi Utama I Made Citra Gada Kumara I Made Della Dwi Angga Saputra I Made Dwi Mahardika I Made Dwi Satya Anggara I Made Gianyar I Made Krishna Dharma Kusuma I Made Krisna Bagus Wisena I Made Mardika I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I MADE MINGGU WIDYANTARA, I MADE MINGGU I Made Ode Dwiyana Putra I Made Restu Putra I Made Subantara I Made Sukayasa I Made Suniasta Amertha I Nyoman Budiartha I Nyoman Gede Sugiarta I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Loka Hari Prabawa I Nyoman Putu Budhiarta I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Rama Cahyadi Putra I Nyoman Sadhu Bramanta I Nyoman Sujana I Nyoman Surya Natha I Putu Aditya Putra Bahari I Putu Aldi Wira Kusuma I Putu Andika Sanjaya I Putu Aris Sedana Putra I Putu Baladeva Vidyasagara I Putu Budi Astika I Putu Deny Adistanaya Putra I Putu Dion Mahardika I Putu Edi Rusmana I Putu Gede Fajar Riski Andika I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Pradita Wiradinatha I Putu Putra Ariasa I Putu Suputra I Wayan Arthana I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Dandy Astrawan I Wayan Dedy Cahya Pratama I Wayan Febrianto I Wayan Geng Krisna I Wayan Ogi Wiryawan I Wayan Rideng I Wayan Sunarta I Wayan Wendra I Wayan Wesna Astara I Wayan Yoga Pratama Putra Ida Ayu Gede Adi Suandewi Ida Ayu Gita Dehardha Ida Ayu Putu Widianti Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Sintya Wulandari Ida Ayu Sri Wahyuni Ida Ayu Tara Masari Budiana Ida Ayu Vera Wirya Paramita Ida Ayu Viony Adniasari Ida Ayu Widiati Ida Bagus Ari Nugraha Ida Bagus Gede Arimbawa Putra Ida Bagus Gede Sesana Dharma Indah Permatasari Indrabuana, Kadek Rizky Aditya Indrayana, I Wayan Aditya Intan Dian Vitaloka Jayantri, Anak Agung Dwi Kadek Agus Indra Ana Putra Kadek Dicky Candra Mahendra Kadek Krisna Amacya Kadek Puspayoga Kadek Teguh Aryasa Kadek Wahyu Juniarta Kadek Yogi Pratama Putra Karang , I Gusti Ngurah Agung Bija Karma, Ni Made Sukaryati Kaze, Kadek Bramanta Rudi Kesuma, I Dw Md Suryawan Wira Ketut Adi Wirawan Ketut Adi Wirawan, Ketut Adi Ketut Danu Yudistira Komang Agus Budiyasa Komang Devi Triveni Komang Ikka Shintya Daivi Kosalya , I Gusti Ayu Agung Laning, Marthen Lazarus Lestari, Ketut Gita Lokbere, Darson Luh Ketut Ayu Andayani Luh Made Mahendrawati Luh Made Mutiasari Luh Putu Yustika Riani Kusuma Lukman Hakimi Made Agus Rai Sanditya Wibawa Made Agus Satria Wahyudi Made Dwi Kurnia Dananjaya Made Erik Krismeina Legawantara Made Fiorentina Yana Putri Made Sadhu Arta Kori Made Sanjaya Rama Putra Mahaputra, Ida Bagus Gede Bawa Maharani, Ni Made Intan Mahardika, Made Mahendrawati, Ni Luh Matius Ade Krispian Soba Nono Meilaputri, I Gusti Ayu Dwi Meysin Liston Sinaga Nadila Purnama Sari Ngakan Made Wira Diputra Ni Kadek Mirayati Ni Kadek Tisna Aristya Dewi Ni Ketut Krismanika Ni Komang Ayu Sri Widiari Ni Komang Nanda Permata Dewi Ni Komang Rai Widhyaningsih Ni Komang Sri Herawati Octa Ni Luh Pingka Priadnyani Ni Luh Putu Eka Kusumawati Ni Luh Putu Sintya Purnama Dewi Ni Luh Yuni Setyawati Ni Made Budi Kartika Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Ratna Suwari Ni Made Swandari Ni Made Widiari Ni Made Yulia Chitta Dewi Ni Nyoman Ayu Ratih Ganitri Ni Nyoman Sonia Santhy Suryani Ni Putu Ayu Sutarini Dewi Ni Putu Diah Agustini Devi Ni Putu Eka Dharma Yanti Ni Putu Gita Loka Chindiyana Dewi Ni Putu Laksmi Krisnina Maharani Ni Wayan Eny Yulianti Ni Wayan Lusiana Sari Ni Wayan Regina Novyanti Novitasari Kusuma Dewi Nyoman Ananda Bimastara Nyoman Gede Aditya Jay Medhika Nyoman Gede Fajar Septiawan Putra Nyoman Handytya Wiarsa Putra Padmawati, A.A. Tri Pande Putu Gita Yani Paramartha, Putu Gede Indra Paramitari, Ni Nyoman Ayu Philipus Dian Anjaraka Prabandari, Luh Nyoman Diah Sri Pramana, Dwik Aditya Pramana, Gede Esa Surya Pramesti, Ni Kadek Yunika Prana, Anak Agung Gde Mahardi Pratama, I Gede Arya Agus Prayoga, Gede Kristya Yuan Priana, Cahya Edy Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Purnacandrama, I Putu Gede Anom Purnayasa, I Made Putra, I Made Handika Putra, I Made Mudana Adi Putra, I Putu Surya Wadi Putra, Komang Ajus Nada Putri, Ni Made Melly Deni Kiara Putri, Ni Nyoman Wulan Prasintya Putri, Ni Putu Ayu Sri Darma Putu Amalia Diva Prasista Putu Budiartha, I Nyoman Putu Ferdiana Putra Putu Gede Seputra Putu Gede Seputra Putu Sandiawan Putra Wiranata Putu Wisesa Sagara Rai Agus Dwi Ernata Putra Rizal, Michael Jose Rudiarta, I Ketut Gede Sang Bagus Nyoman Wahyuda Putra Sang Kompiang Kurnia Yudha Putra Sanjaya, Anom Bagus Sanjaya, I Made Setiana Sarwini, Ida Ayu Ketut Senastri, Ni Made Jaya Senastri, Ni Made Jaya Septyawati, Ni Made Seputra , Pt. Gd. Seputra, I PT. GD. Seputra, I Putu Gede Setiawan, I Putu Dony Setiawan, I Putu Yudi Setiawan, I Wayan Ary Setyawan, I Komang Adi Sonbai, Elisabeth Ayustina Putri Korassa Suartama, I Kadek Anom Sucantra, I Made Bayu Sudarmawan, I Putu Gede Bayu Sugiartha, I Nyoman Gede Sujana, I Nyoman Suradnya, I Gusti Ngurah Made suryawan, Gusti Bagus Susanti, Ni Komang Dewik Ary Suwartana, I Kadek Tantra, I Wayan Govinda Taruna, Darly Tjokorda Istri Agung Devitia Widya Paramita Putri Triani, Ni Komang Evic Trianti, Dhania Bagus Fajar Utama, Putra Prawira Satya Utari Paramita Devi Warmadewa, Anak Agung Putu Eka Putra Wayan Artana Wianta, I Made Prama Wibawa, Theo Sukardi Wicaksana, Dewa Putu Ade Wicaksana, Rai Bagus Cahyadi Widiantara, Made Minggu Widianti, Ida Ayu Putu Widiati, Ida Ayu Putu Widyaningsih, Gusti Ayu Erlin Widyarta, Gusti Ngurah Anom Wiguna S, I Gusti Agung Satrya Wijaya, Kadek Agus Mahendra Wijaya, Nadia Githa Wijaya, Pande Putu Dinda Novita Winata, Timothy Reinaldi Wirama, I Dewa Oka Angga Wiryawan, I Kadek Arya Yolanda, Ni Made Noviana Ruth