p-Index From 2021 - 2026
7.307
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT AGRIKA DE JURE Pandecta Maspari Journal Veritas et Justitia Jurnal Media Hukum AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship) Jurnal Hukum Novelty Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Jurnal Konstitusi Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology Jurnal Ius Constituendum Substantive Justice International Journal of Law Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Undang: Jurnal Hukum Bina Hukum Lingkungan Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Jurnal Yudisial Journal of Tropical Marine Science Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis JURNAL USM LAW REVIEW Discovery : Jurnal Ilmu Pengetahuan Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT) Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Jurnal Pengabdian Nasional International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Jurnal Konstitusi International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics Yuridika Mudabbir: Journal Research and Education Studies Bina Hukum Lingkungan Trunojoyo Law Review Lex Publica Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bioconsortium : Biological Research and Education Contemporary Issues on Interfaith Law and Society Inovate : Jurnal Ilmiah Inovasi Teknologi Informasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Pembentuk Budaya Organisasi: Kepemimpinan, Tata Nilai dan Motivasi Ali, Mahrus; Ali, Hapzi
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (November - Desember 2023)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jimt.v5i3.1691

Abstract

Salah satu faktor penting dalam upaya mewujudkan keberhasilan bagi suatu organisasi adalah adanya budaya organisasi yang baik, tidak terkecuali bagi organisasi bisnis, organisasi sosial, organisasi pendidikan, maupun organisasi lainnya. Pentingnya budaya organisasi karena budaya organisasi itu menjadi pedoman dan panduan bagi persepsi, sikap dan perilaku dalam bertindak dan dalam membuat keputusan oleh anggota organisasi. Ada banyak faktor yang telah dijelaskan oleh para ahli mengenai faktor, penyebab yang dapat membentuk dan berpengaruh terhadap budaya organisasi, diantaranya berupa faktor kepemimpinan, faktor tata nilai dan faktor motivasi. Faktor kepemimpinan penting dalam proses membentuk dan mempengaruhi budaya organisasi karena sifat pemimpin yang mengarahkan, memutuskan dan menetapkan arah dan tujuan organisasi, demikian pula faktor tata nilai juga penting dalam membentuk dan mempengaruhi budaya organisasi, karena tata nilai merupakan pedoman dan panduan bagi anggota-anggota organisasi dalam bersikap dan bertindak terhadap persoalan-persoalan internal dan eksternal yang dihadapi oleh organisasi, demikan pula faktor motivasi penting bagi proses pembentukan budaya organisasi, karena motivasi timbul dari keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk melakukan usaha-usaha terbaiknya dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang dimiliki oleh organisasi. Penelitian terhadap literatur yang menggunakan metode deskriptif kualitatif ini menemukan kesimpulan bahwa faktor kepemimpinan, tata nilai dan motivasi menunjukan pengaruh positif dan signifikan menjadi faktor pembentuk dan berpengaruh terhadap budaya yang ada di dalam organisasi.
STUDY HABIT ANAK HEBAT: STRATEGI MENGATASI LOSS LEARNING PASCA PANDEMI PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Muthmainah, Faliha; Amin Barokah, Nur; Shaumia, Resi; Ali, Mahrus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.1051-1056

Abstract

Pandemi covid 19 selama 2 tahun ini memiliki dampak yang luar biasa termasuk dunia pendidikan. Termasuk MI Mifathul Ulum Kedawong Jombang proses pembelajaran dilakukan secara online. Pembelajaran secara online ini memiliki beberapa tantangan dan permasalahan sendiri yang mana belum ada persiapan sebelumnya. Beberapa permasalahan muncul di MI Miftahul Ulum Kedawong Jombang seperti banyak siswa mengalami yaitu ketertinggalan kemampuan dan pengetahuan yang seharusnya dikuuasai namun, belum dikuasai oleh siswa. Hal ini disebabkan karena keterbatasan saat pembelajaran online seperti keterbatasan media belajar, keterbatasan sarana pra sarana seperti jaringan internet, computer atau laptop; keterbatasan dalam penyampaian pembelajaran, kurang kontrolnya guru dan orang tua. Ada banyak hal keterbatasan proses yang mendukung pada masa pandemic membuat siswa mengalihkan kejenuhan dan kebosanannya dengan hal-hal yang bersifat rekreatif seperti main game, menjelajah sosmed, menonton youtube, dll. Kebiasan-kebiasaan ini dibawa sampai pasca pandemi. Siswa tidak bersemangat lagi belajar, kurang bisa mengatur dirinya dalam belajar dan sudah kecanduan hal-hal yang bersifat rekreatif tersebut. Sehingga, hal ini harus mendapat dukungan dan intervensi agar bisa membangun kembali kebiasaan belajar yang baik untuk mengatasi learning loss yang sudah dialami selama ini. Dukungan dan intervensi tersebut berupa pelatihan self regulated learming (SRL) agar siswa mampu mengatur dirinya dalm hal belajar serta orang tua dan guru mampu bekerja sama dalam memonitoring pengaturan diri siswa.
PENGENDALIAN MUTU DAN VALIDASI PROSES PRODUKSI MINUMAN POCARI SWEAT STUDI KASUS PT AMERTA INDAH OTSUKA PASURUAN Azizi, Irfan; Kadir, Abdul; Hidayah, Isbatul; Anam, Khoirul; Riskiadi Zain, M; Ali, Mahrus
Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 2 (2025): Prospeks
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tahapan proses produksi serta penerapan sistem pengendalian mutu pada minuman Pocari Sweat di PT Amerta Indah Otsuka. Dengan menggunakan pendekatan (penelitian…… (pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif )……) mendeskripsikan PT Amerta Indah Otsuka, sebagai produsen minuman isotonik pertama di Indonesia, menerapkan proses manufaktur yang terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku air, formulasi larutan, hingga pembentukan kemasan primer berupa botol Polyethylene Terephthalate (PET) secara in-house. Proses produksi ini mencakup tahapan krusial seperti demineralisasi air, pasteurisasi larutan, proses resin to preform dan blowing molding botol, pengisian aseptik, serta rangkaian Quality Control (QC) yang ketat, termasuk pengecekan tutup botol, tekanan, dan pengujian laboratorium. Penerapan sistem manajemen mutu, termasuk sertifikasi ISO dan kepatuhan terhadap Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB), menjadi kunci dalam menjamin produk yang steril, aman, dan berkualitas tinggi, serta mendukung posisi kompetitif perusahaan dalam industri minuman kesehatan di Indonesia.
Design and Exploratory Implementation of a Mobile Scratch-Based Learning Tool to Foster Computational Thinking in Elementary Students Fachlevi, Riyan Syah; Ali, Mahrus; Romadhon, Muhammad Imron
DIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Vol. 7 No. 1 (2026): DIKODA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpgsd.v7i1.7397

Abstract

This study presents the design and exploratory implementation of a mobile (Android-based) Scratch project learning tool aimed at supporting elementary students’ computational thinking (CT) in informal educational settings. Grounded in constructionist learning theory, the research addresses gaps in accessibility and pedagogical design identified in prior Scratch-CT studies, particularly the lack of validated assessment instruments and limited focus on mobile/informal contexts. Using the ADDIE model, a prototype was developed and validated by experts, then trialed with 10 fifth-grade students in an after-school program. Student engagement and demonstration of CT indicators (decomposition, pattern recognition, abstraction, algorithmic thinking, debugging, sequencing) were observed using a structured checklist. While students showed increased engagement and some evidence of CT skill development, findings are preliminary due to the small sample, short duration, and reliance on non-standardized observation. The study offers a framework for future research on mobile CT learning and highlights the need for rigorous, validated assessment in this domain.
Kiais without Pesantren and the Construction of Local Wisdom for Peace in Multicultural Settings Kholish, Moh Anas; Harwanto, Aditya Putra; Ningtias, Ratih Kusuma; Ali, Mahrus
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 10 No. 1 (2026): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2026.010.01.7

Abstract

Existing studies on Islamic leadership in Indonesia heavily focus on pesantren-based kiais, highlighting institutional authority as the primary source of religious legitimacy. This study addresses the limited attention received by non-institutional religious actors by examining the role of kiais without pesantren in constructing local wisdom values for peacebuilding in multicultural settings. Using a phenomenological approach, this research was conducted in three different locations: Wagir (Malang Regency), Polehan (Malang City), and Bali. Data were extracted from in-depth interviews and participant observation involving three key informants actively engaged in interreligious interaction. The findings reveal three main patterns. First, religious authority is constructed through social proximity and moral credibility rather than formal institutional affiliation. Second, these kiais employ dialogical and mediative strategies, particularly listening-based engagement and informal conflict resolution, in managing interreligious conflict. Third, they develop contextual interpretations of Islamic teachings by adapting religious practices to local cultural norms to sustain social harmony. This study theoretically extends the concept of religious authority beyond institutional frameworks toward a model of grassroots value construction rooted in lived social interactions. Empirically, it highlights the role of non-pesantren kiais as active agents of peacebuilding in multicultural contexts. Practically, the findings offer a contextual model of value-based religious leadership relevant for peace education and community-based conflict mitigation in pluralistic societies.
Money Laundering through Cryptocurrency and Its Arrangements in Money Laundering Act Andhira Wardani; Mahrus Ali; Jaco Barkhuizen
Lex Publica Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : APPTHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58829/lp.9.2.2022.49-66

Abstract

The development of the modus operandi of money laundering become a major concern. Cryptocurrency technology has the potential to become a new media for money laundering because law enforcement officials still use to this technology, this technology which has a pseudonymous and even anonymous character is a new means for money laundering perpetrators to disguise their crimes. This study aims to examine how cryptocurrency is used as the modus operandi of money laundering and how is the readiness of regulations in Indonesia, especially Law No. 8 of 2010 in prosecuting money laundering offenders with the cryptocurrency modus operandi. This study uses a normative juridical method with legal materials from literature studies and uses a statutory regulation approach. The results of this study are the use of crypto as a mode of money laundering due to peer-to-peer networks, namely the absence of third parties to supervise crypto transactions, high user privacy, and transaction flexibility. Abstrak. Berkembangnya modus operandi pencucian uang menjadi perhatian utama. Teknologi cryptocurrency berpotensi menjadi media baru TPPU dikarenakan masih awamnya teknologi tersebut oleh aparat penegak hukum, teknologi yang memiliki karakter pseudonymous bahkan anonymous ini menjadi sarana baru bagi pelaku TPPU untuk menyamarkan kejahatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemanfaatan cryptocurrency sebagai modus operandi TPPU dan bagaimana kesiapan regulasi di Indonesia khususnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dalam menjerat pelaku TPPU dengan modus operandi cryptocurrency. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan bahan hukum studi kepustakaan dan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan kripto sebagai modus pencucian uang dikarenakan jaringan peer-to-peer yaitu tidak adanya pihak ketiga yang melakukan pengawasan transaksi kripto, privasi pengguna yang tinggi, dan fleksibilitas transaksi. Kata kunci: Modus Operandi, Cryptocurrency, Pencucian Uang, Indonesia
Compliance of the Subjective Terms of Detention in Criminal Procedure with International Covenant on Civil and Political Rights Awalia Safinatunnajah; Mahrus Ali; Papontee Teeraphan
Lex Publica Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : APPTHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58829/lp.9.2.2022.88-101

Abstract

The development of the modus operandi of money laundering become a major concern. Cryptocurrency technology has the potential to become a new media for money laundering because law enforcement officials still use to this technology, this technology which has a pseudonymous and even anonymous character is a new means for money laundering perpetrators to disguise their crimes. This study aims to examine how cryptocurrency is used as the modus operandi of money laundering and how is the readiness of regulations in Indonesia, especially Law No. 8 of 2010 in prosecuting money laundering offenders with the cryptocurrency modus operandi. This study uses a normative juridical method with legal materials from literature studies and uses a statutory regulation approach. The results of this study are the use of crypto as a mode of money laundering due to peer-to-peer networks, namely the absence of third parties to supervise crypto transactions, high user privacy, and transaction flexibility. Keywords: Modus Operandi, Cryptocurrency, Money Laundering, Indonesia Abstrak Berkembangnya modus operandi pencucian uang menjadi perhatian utama. Teknologi cryptocurrency berpotensi menjadi media baru TPPU dikarenakan masih awamnya teknologi tersebut oleh aparat penegak hukum, teknologi yang memiliki karakter pseudonymous bahkan anonymous ini menjadi sarana baru bagi pelaku TPPU untuk menyamarkan kejahatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemanfaatan cryptocurrency sebagai modus operandi TPPU dan bagaimana kesiapan regulasi di Indonesia khususnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dalam menjerat pelaku TPPU dengan modus operandi cryptocurrency. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan bahan hukum studi kepustakaan dan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan kripto sebagai modus pencucian uang dikarenakan jaringan peer-to-peer yaitu tidak adanya pihak ketiga yang melakukan pengawasan transaksi kripto, privasi pengguna yang tinggi, dan fleksibilitas transaksi.Kata kunci: Modus Operandi, Cryptocurrency, Pencucian Uang, Indonesia
MENGGUGAT HUBUNGAN KONTRAKTUAL SEBAGAI GRATIFIKASI DAN ISU PEMBAYARAN UANG PENGGANTI Mahrus Ali
Jurnal Yudisial Vol. 15 No. 2 (2022): HUKUM PROGRESIF
Publisher : Komisi Yudisial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29123/jy.v15i2.525

Abstract

ABSTRAK Tindak pidana menerima gratifikasi dalam Pasal 12B dan 12C Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ditandai dengan beberapa ciri. Pertama, subjek delik gratifikasi hanya ditujukan kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara. Kedua, tidak ada meeting of mind antara pemberi dan penerima gratifikasi. Ketiga, definisi niat jahat dalam tindakan tersebut baru muncul setelah gratifikasi diterima pegawai negeri atau penyelenggara negara. Keempat, dalam tindak pidana gratifikasi berlaku pembalikan pembuktian dan mekanisme pelaporan. Kelima, tidak memungkinkan adanya operasi tangkap tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan putusan pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, dan peninjauan kembali yang menyatakan bahwa terdakwa dengan inisial NA terbukti melakukan tindak pidana menerima gratifikasi dan menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti. NA didakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi sehingga merugikan keuangan negara sebesar 4,3 triliun rupiah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Penelitian ini memfokuskan analisisnya pada ratio-decidendi putusan-putusan hakim terhadap terdakwa NA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan hakim yang menyatakan NA terbukti melakukan tindak pidana menerima gratifikasi tidak tepat. Perbuatan NA murni merupakan hubungan kontraktual yang masuk ke dalam ranah hukum perdata. Penjatuhan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar 2 miliar 781 juta rupiah juga keliru. Alasannya, NA telah dibebaskan dari dakwaan pertama baik kesatu primair maupun kedua subsidair terkait tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara.Kata kunci: gratifikasi; hubungan kontraktual; pembayaran uang pengganti.ABSTRACT Several criteria distinguish the criminal act of gratification under Articles 12B and 12C of the Corruption Eradication Act. First, the subject is only addressed to civil servants or state administrators. Second, there is no meeting of minds between the gratification giver and recipient. Third, the definition of malicious intent in the act only appears after the gratuity is received by civil servants or state administrators. Fourth, this crime involves shifting the burden of proof and reporting mechanisms. Fifth, it does not allow a sting operation. This study aims to analyze the accuracy of the courts’ decisions at the first instance, appeal, cassation, and extraordinary review levels, which rule that the defendant with the initials NA is guilty of receiving gratuities and impose an additional penalty in the form of the payment of replacement money. This study employs normative legal research methods, focusing its analysis on the rationale of the decisions against NA. The results of the study conclude that the decisions stating NA is guilty of receiving gratuities are inappropriate. NA’s deed is solely a contractual agreement under the jurisdiction of civil law. An additional criminal conviction in the form of the payment of substitute money in the amount of 2 billion and 781 million rupiahs is also erroneous. It is because NA was acquitted of the first indictment, both primary and secondary, related to a corruption crime that causes state financial losses. Keywords: gratuity; contractual agreement; replacement money.
Analisis Penerimaan Learning Advisory System Berbasis Web Oleh Guru Sekolah Dasar Menggunakan Technology Acceptance Model 2 (TAM2) Dengan Pendekatan PLS-SEM Bahtiar, Musyaffa Arwiin Syah; Tibyani; Ali, Mahrus
Jurnal Pengembangan Teknologi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 6 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat penerimaan guru sekolah dasar terhadap penggunaan Learning Advisory System (LAS) berbasis web yang memanfaatkan informasi hasil analisis pola belajar siswa menggunakan metode Self-Organizing Map-m-Ary Tree (SOM-m-AT). Perkembangan teknologi pendidikan mendorong kebutuhan terhadap sistem yang juga dapat diterima oleh pengguna utamanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Technology Acceptance Model 2 (TAM2) sebagai kerangka analisis, dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 61 guru sekolah dasar di Kota Malang. Hasil evaluasi outer model menunjukkan seluruh indikator memenuhi kriteria Convergent validity (loading factor ≥ 0,70; AVE ≥ 0,50) dan reliabilitas (Cronbach Alpha dan Composite Reliability ≥ 0,70). Dari delapan hipotesis yang diuji, tiga hipotesis terbukti signifikan: Image berpengaruh terhadap Perceived Usefulness (T=2,474; p=0,013), Perceived Usefulness berpengaruh terhadap Behavioral Intention (T=2,625; p= 0,009), dan Subjective Norm berpengaruh terhadap Behavioral Intention (T=3,095; p=0,003). Nilai R-square moderat (PU = 0,501; BI = 0,559) menunjukkan model memiliki daya prediksi yang memadai. Temuan mengindikasikan bahwa faktor sosial dan persepsi manfaat merupakan determinan utama dalam niat penggunaan LAS. Implikasi penelitian ini penting untuk strategi implementasi dan pengembangan sistem analitik pembelajaran di lingkungan sekolah.
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Performa Karyawan Berbasis Web pada PT. Bangun Nusa Persada Rachmanto, Laurensius Nathan Surya; Rachmadi, Aditya; Ali, Mahrus
Jurnal Pengembangan Teknologi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 6 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bangun Nusa Persada masih melakukan proses penilaian Key Performance Indicator (KPI) dan performance appraisal karyawan secara manual, sehingga menimbulkan permasalahan pada konsistensi penilaian antar Team Leader serta efisiensi waktu proses pelaporan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi manajemen performa karyawan berbasis web yang mengintegrasikan metode Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) untuk meningkatkan objektivitas dan konsistensi penilaian kinerja karyawan. Penelitian dikembangkan menggunakan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall, dimulai dari identifikasi masalah, rekayasa kebutuhan, perancangan, implementasi, hingga pengujian. Sistem dibangun menggunakan framework Laravel dengan basis data PostgreSQL, serta menerapkan kontrol akses berbasis peran (Role-Based Access Control) untuk tiga aktor utama, yaitu Admin/HRD, Team Leader, dan Staff. Instrumen BARS dirancang dalam empat dimensi kinerja dengan anchor perilaku skala 1 sampai 5, yang diintegrasikan ke dalam fitur penilaian KPI bulanan dan appraisal enam bulanan pada sistem. Pengujian sistem dilakukan melalui blackbox testing, uji efisiensi waktu, User Acceptance Testing (UAT), dan pengujian Inter-Rater Reliability (IRR) menggunakan Intraclass Correlation Coefficient (ICC) serta uji beda Wilcoxon Signed-Rank untuk membandingkan konsistensi penilaian sebelum dan setelah penerapan BARS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil memenuhi seluruh skenario fungsional yang diujikan, memberikan peningkatan efisiensi waktu proses penilaian dan pelaporan, serta meningkatkan konsistensi penilaian antar Team Leader setelah penerapan instrumen BARS dibandingkan proses penilaian sebelumnya.
Co-Authors ,, Nurlina Abda Abda Abdul Kadir Abrori, M. Sayyidul Ach Tahir Ach. Tahir Achmad Imam Agung Aditya Rachmadi, Aditya Akhmad Ferdiansyah, Akhmad Al-Fahad, Hamad Faisal Alien Meilani Suharti Amin Barokah, Nur Aminuyati Andhira Wardani ANITA ANDRIANI, ANITA Argus Argus, Argus Ari Wibowo Arief Hidayatullah Khamainy Aries Dwi Indriyanti, Aries Dwi Aulia, Muhammad Zulfa Awalia Safinatunnajah Azizi, Irfan Bahtiar, Musyaffa Arwiin Syah BAMBANG SUJATMIKO Beniharmoni Harefa Berta Putri Bimo Fajar Hantoro Budi Warsito Chairul Huda, Chairul Da Silva, Eugenia Brandao Dedy Rahman Prehanto Dewi Seswita Zilda Dike Fransiska, Dike Dwi Puji Hartono Dwi Saputra, Septian Eko Efendi eko efendi Ekowati Chasanah Ekowati Chasanah Fachlevi, Riyan Syah Faliha Muthmainah Fernando, Zico Junius Firmanda Himawan, Ahmad Ghufron, Hammam Mustofa Gintung Patantis Hadi Sucipto Hadi Sucipto, Hadi Hapzi Ali Hariyadi, Bambang Wicaksono Harwanto, Aditya Putra Henni Wijayanti Maharani Hermawan Fornando, Hermawan Hidayah, Isbatul I Kadek Dwi Nuryana, I Kadek Dwi I Putu Sastra Wibawa Imania, Dina Indriawan, Fani Irhamudin, Irhamudin Irwan Hafid Irwan Hafid Jaco Barkhuizen Jawahir Thontowi KHOIRUL ANAM Kholish, Moh Anas Kristianto, Hery Kurnia Dewi Anggraeny Kurnia, Satya Laili, Elisa Nurul Limin Santoso M. Arif Setiawan Mahmutarom, Mahmutarom Mashuri, Chamdan Miftahul Ilmi, Miftahul Moh Muhaemin Muhammad Abdul Kholiq Muhammad Arif Setiawan Mujianto, Ahmad Heru Ningtias, Ratih Kusuma Nisa, Afifatun Nisak, Fauziatun Nooraini Dyah Rahmawati Nuning Mahmudah Noor Nurlina Nurlina Nurul Huda Nyoman Serikat Putra Jaya Oktarinaldi Irawan Papontee Teeraphan Pasa, Zelang Prabowo, Galuh Prabowo, M Shidqon Prasetiyo, Rinto Pratiwi, Yeni Ika Pratiwi, Yeni Ika Pujiyono Rachmania, Faridatul Rachmanto, Laurensius Nathan Surya Rahmat Gernowo Rama Agus Mulyadi Reza Augusta Jannatul Firdaus Riskiadi Zain, M Rohman, Khabib Syaikhu Romadhon, Muhammad Imron Sakinah, Ummu Sanjaya, Aditya Wiguna SANJAYA, WAWAN Shaumia, Resi Siti Aimah Siti Basiroh, Siti Siti Hudaidah Soma Romadoni Sri Hastuti Puspitasari Sulthan, M Burhanis Syafiqah, Lu’luatus Syahrul Mubarok, Ahmad Taufik Hidayat Tibyani Verdian, Aldi Huda Wahyudi, Dicki Wandik, Elsi Wicaksono Hariyadi, Bambang Widoyoningrum, Sri Wildan Syahamata Ady Winahyu Erwiningsih Yenny Risjani Zein Vitadiar, Tanhella