p-Index From 2021 - 2026
6.809
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan E-Journal Perdagangan Industri dan Moneter Jurnal Paradigma Ekonomika Jurnal Kreatif Tadulako Online Ulul Albab: Jurnal Studi Islam International Journal of Artificial Intelligence Research AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Agama Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Educational Research and Evaluation EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Living Islam: Journal of Islamic Discourses Journal Of Management Science (JMAS) International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tangible Journal Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK) Lutjanus JURNAL AL-AQIDAH Integrated Science Education Journal Bisnis Net : Jurnal Ekonomi dan Bisnis TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dharmas Education Journal (DE_Journal) Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum Education Achievement: Journal of Science and Research Jurnal Penelitian Inovatif Jurnal Studi Ilmu Sosial dan Politik Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Journal Liaison Academia and Society Benefit : Journal of Bussiness, Economics, and Finance Jurnal Pengabdian Sosial Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Journal of Social Work and Science Education Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Journal of Education Transportation and Business RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Atestasi : Jurnal Ilmiah Akuntansi Abdimas Paspama
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies

The Existence and Contribution of Sufism in Resolving Religious Conflicts Efendi, Efendi; Putri, Endrika Widdia; Amril, Amril; Gazali, Gazali
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v7i2.7022

Abstract

Abstract This article aims to explore the existence of sufism and its contribution to resolving religious conflicts. As part of Islamic science, sufism is an esoteric dimension of Islamic teachings that discusses aspects of spirituality. In this context, sufism is used as an approach to achieve peace of mind for its followers. This article uses qualitative methods and literature studies.Datas are collected from various books and other scientific articles analyzed using exploratory, interpretive, and analytical methods. The research results show that the history of the development of sufism has always experienced dynamics and ups and downs. Differences in views always accompany its development between those who recognize and reject sufism as an Islamic science. The struggle between Sunni and Falsafi Sufism cannot be avoided. However, this is not a real problem because the main problem is not the material differences of Sunni and Falsafi Sufism, but rather the political, power, economic, and social intrigue accompanying it. Despite this arrangement, sufism continues to exist to this day and has given rise to the latest developments such as perennial sufism. Perennial sufism is an approach used in sufism to build harmony among humans. In this context, the perennial approach in sufism can be used to resolve religious conflicts. In other words, perennial sufism has contributed as an approach to reducing religious conflict in the modern era with the spirit of religion and the values of tolerance contained in it. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi tasawuf dan konstribusinya bagi penyelesaian konflik keagamaan. Sebagai bagian dari ilmu keislaman, tasawuf merupakan dimensi esoteris ajaran Islam yang membahas aspek spritualitas. Dalam konteks ini, tasawuf dijadikan sebagai pendekatan untuk meraih ketenangan jiwa pengikutnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, sehingga data-data bersumber dari berbagai buku dan artikel-artikel ilmiah lainnya yang dianalisis dengan metode eksploratif, interpretatif dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah perkembangan tasawuf selalu mengalami dinamika dan pasang surut. Perbedaan pandangan senantiasa mengiringi perkembangannya antara yang mengakui serta menolak tasawuf sebagai keilmuan Islam. Pergulatan antara tasawuf sunni dan falsafi tidak dapat dihindarkan. Hal demikian bukan masalah, karena permasalahan pokok bukan pada materi tasawuf sunni dan falsafi, melainkan intrik politik, kekuasaan, ekonomi dan sosial yang mengiringinya. Terlepas dari pengaturan itu, tasawuf tetap eksis hingga hari ini dan memunculkan perkembangan terbaru seperti tasawuf perenial. Tasawuf perenial adalah sebuah pendekatan yang digunakan dalam tasawuf untuk membangun harmonisasi sesama manusia. Dalam konteks ini pendekatan perenial dalam tasawuf dapat dijadikan sebagai bentuk penyelesaian konflik keagamaan. Dengan kata lain, tasawuf perenial memiliki kontribusi sebagai salah satu pendekatan dalam meredakan konflik keagamaan pada era modern dengan spirit agama dan nilai- nilai-nilai toleransi yang terkandung padanya.
The Existence and Contribution of Sufism in Resolving Religious Conflicts Efendi, Efendi; Putri, Endrika Widdia; Amril, Amril; Gazali, Gazali
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v7i2.7022

Abstract

Abstract This article aims to explore the existence of sufism and its contribution to resolving religious conflicts. As part of Islamic science, sufism is an esoteric dimension of Islamic teachings that discusses aspects of spirituality. In this context, sufism is used as an approach to achieve peace of mind for its followers. This article uses qualitative methods and literature studies.Datas are collected from various books and other scientific articles analyzed using exploratory, interpretive, and analytical methods. The research results show that the history of the development of sufism has always experienced dynamics and ups and downs. Differences in views always accompany its development between those who recognize and reject sufism as an Islamic science. The struggle between Sunni and Falsafi Sufism cannot be avoided. However, this is not a real problem because the main problem is not the material differences of Sunni and Falsafi Sufism, but rather the political, power, economic, and social intrigue accompanying it. Despite this arrangement, sufism continues to exist to this day and has given rise to the latest developments such as perennial sufism. Perennial sufism is an approach used in sufism to build harmony among humans. In this context, the perennial approach in sufism can be used to resolve religious conflicts. In other words, perennial sufism has contributed as an approach to reducing religious conflict in the modern era with the spirit of religion and the values of tolerance contained in it. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi tasawuf dan konstribusinya bagi penyelesaian konflik keagamaan. Sebagai bagian dari ilmu keislaman, tasawuf merupakan dimensi esoteris ajaran Islam yang membahas aspek spritualitas. Dalam konteks ini, tasawuf dijadikan sebagai pendekatan untuk meraih ketenangan jiwa pengikutnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, sehingga data-data bersumber dari berbagai buku dan artikel-artikel ilmiah lainnya yang dianalisis dengan metode eksploratif, interpretatif dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah perkembangan tasawuf selalu mengalami dinamika dan pasang surut. Perbedaan pandangan senantiasa mengiringi perkembangannya antara yang mengakui serta menolak tasawuf sebagai keilmuan Islam. Pergulatan antara tasawuf sunni dan falsafi tidak dapat dihindarkan. Hal demikian bukan masalah, karena permasalahan pokok bukan pada materi tasawuf sunni dan falsafi, melainkan intrik politik, kekuasaan, ekonomi dan sosial yang mengiringinya. Terlepas dari pengaturan itu, tasawuf tetap eksis hingga hari ini dan memunculkan perkembangan terbaru seperti tasawuf perenial. Tasawuf perenial adalah sebuah pendekatan yang digunakan dalam tasawuf untuk membangun harmonisasi sesama manusia. Dalam konteks ini pendekatan perenial dalam tasawuf dapat dijadikan sebagai bentuk penyelesaian konflik keagamaan. Dengan kata lain, tasawuf perenial memiliki kontribusi sebagai salah satu pendekatan dalam meredakan konflik keagamaan pada era modern dengan spirit agama dan nilai- nilai-nilai toleransi yang terkandung padanya.
Co-Authors Abbas, Muchlis Abdul Khalik Abdullah, Muh Tang Abdullah, Muhammad Tang Agustin, Siti Maulidiya Ahmad Khoirul Fata Ahsyam, Fauziah Ahyani, Salman Akyunin, Qurrota Alwi, Nailis Sa’adah Aminuyati Andi Ahmad Yani, Andi Ahmad Andi Rahman Andriani Nasir ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ardilla, Yola Ardiyani Rahayu, Nining Arfah, Dwi Astuty Arham Rusli, Arham Arsam Arsam Aryani Sairun Astika, Yuni Awardin, Awardin Chairul Imam Dewi, Eva Diawati Efendi Efendi Emilia Emilia Endang Retnowati Fahriah, Fathia Saidah Fitri Rahayu Gazali Gazali Gilang Ramadhan Gita Susanti, Gita Gusrizal, Muhammad Hardiani . Hasan Sazali Hatni, Hatni Helmy Syamsuri, Helmy Hindarsyah, Eka Wahyu HM Baso, Muhammad Ihsan Ibrahim Ahmad Ibrahim Ibrahim Ihdina Gustina Ikbal Syukroni Indradewa, Rhian Inge Dwisvimiar Junaidi Junaidi Jusman, Ikhsan Amar Karmila, Yusri Kezia, Cristin Kholil, Syukur Lakasse, Syarifuddin Lazuardi, Dedy LUBIS, IRNA TRIANNUR Marselina, Eli Marshela, Marshela Mawarli, Mawarli Meimunah SM Mentari, Ratnawati Mohd Roslan Mohd Nor Muammar Rinaldi Muchriana Muchran Muhammad Furqon Siregar Muhammad Furqon Siregar, Muhammad Furqon Muhammad Subhan Mustika, Candra Nara, Nurdin Natasya Natasya Novita, Liana Nur Ahyani Nur, Recky Pratiwi Nuralamsyah, Nuralamsyah Nurjanna, Umi Nursima, Nini Pausi, Rizal Pauzi, Rizal Putri Mauliza Putri, Endrika Widdia Rahmad Tri Hadi Ramananda, Vici Ramly, Ramly Randy, Muh. Fuad Rani Sri Agustina Rianawati Rianawati Riani Riani, Riani Rido Putra Rusita Dewi, Sintya Trisna Sairun, Aryani Selvi Aristantya Siregar, Rahmayani Suarni Suarni Sugito - Sukenti, Desi Sumarlin, Abdul Susant, Gita SYAHPUTRA, OKY Syarifuddin Syarifuddin Tambak, Syahraini Vyn Amzar, Yohanes Vyn Amzar, Yohannes Yasen, Syahruddin Yuliadi Yuliadi Yusuf Hanafi Zahara Meutia Zaleha, Siti