Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Lama Pengomposan Dan Konsentrasi Pupuk Super A1 Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jamur Merang (Volvariella volvacea L) Fachlevi, T Ade; Nurahmi, Erida; Anhar, Ashabul
SAMUDERA Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama pengomposan media tanam dan konsentrasi pupuk Super A1 terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang, serta untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang. Penelitian dilaksanakan di Usaha Budidaya Jamur Merang Darul Jala, Desa Limpok Kecamatan Darussalam, Aceh Besar dari 25 Februari sampai dengan 06 April 2012. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih jamur merang, air, tandan kosong kelapa sawit, kapur dolomit, bekatul dan pupuk. Sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul, sekop, timba, drum 200 liter untuk sterilisasi, bak air, pipa 6 Inci, sprayer, thermometer, pH meter, timbangan analitik, mistar dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Terdapat 27 unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 sampel tanaman. Dengan demikian terdapat 135 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan lama pengomposan berbeda sangat nyata terhadap pembentukan primordial, stadia telur, jumlah badan buah panen I dan berat badan buah panen I, berpengaruh nyata terhadap jumlah badan buah dan panjang badan buah pada panen II, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah badan buah panen III, panjang badan buah panen I dan III, berat badan buah panen II dan III. Sedangkan pada perlakuan konsentrasi pupuk menunjukkan adanya perbedaan nyata terhadap jumlah badan buah pada panen I dan III. Akan tetapi tidak terdapat perbedaan nyata terhadap pembentukan primordial, stadia telur, jumlah badan buah panen II, panjang badan buah dan berat badan buah pada panen I sampai dengan panen III. Terdapat interaksi yang nyata anatara lama pengomposan dan konsentrasi pupuk Super A1 pada panjang badan buah jamur merang panen I, kombinasi terbaik dijumpai pada perlakuan lama pengomposan 8 hari dan konsentrasi pupuk Super A1 1,5%.
Evaluasi Karakteristik Lahan Dan Produksi Kakao di Kecamatan Peudawa dan Peunaron Kabupaten Aceh Timur Yandri Hazriyal; Ashabul Anhar; Abubakar Karim
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, April 2015
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.689 KB)

Abstract

Abstract : Subdistrict Peudawa and Peunaron district of East Aceh as the center of Aceh cocoa production. The location is in a unit of land units but have a different value. This research aimed to determine the land suitability classes, relationship with the land characteristics of the production, and quality cocoa beans.  Implementation of the survey, soil sampling refersto the slope, taken at representative points in purposive based on homogeneous land unit, intake of fruit to determine the quality of cocoa beans. Morphological, variables plant, soil physical and chemical observed and analysed by the method and parameters set. Do land suitability classification based on the criteria developed by Coffee and Cocoa Research Center Jember (1993), by the method of matching between land characteristics the field observations and the use requirements of land to plant cocoa. The research results showed suitability classes Subdistrict Peudawa and Peunaron is not suitable currently and quite suitable for the cocoa plant, with the limited factor is the drainage, the slope of the land, nutrient availability at C org, N total, P2O­5 ­dan K2O until needed actions conservation, fertilizion, liming, application of organic matter. There was significant effect of land characteristics  to production and quality cocoa beans, at subdistrict Peudawa is C org and negatively influence the slope, N total, K available, but Peunaron positively with the solum, KTK, and negatively with slope,pH and electrical conductivity . Abstrak: Kecamatan Peudawa dan Peunaron Kabupaten Aceh Timur sebagai sentra produksi kakao Aceh. Lokasi penelitian berada dalam satu satuan unit lahan namun mempunyai nilai produksi berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan, hubungan karakteristik lahan dengan produksi serta kualitas biji kakao di dua lokasi. Pelaksanaan survei, pengambilan contoh tanah mengacu pada kelerengan, diambil pada titik pewakil secara purposif berdasarkan satuan lahan homogen, pengambilan sampel buah kakao untuk melihat kualitas biji kakao. Sifat morfologi, peubah tanaman, sifat fisik dan kimia tanah diamati dan di analisis dengan metode dan parameter yang ditetapkan. Dilakukan klasifikasi kesesuaian lahan berdasarkan kriteria yang disusun Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember (1993), dengan mencocokkan karakteristik lahan hasil pengamatan lapangan dan persyaratan penggunaan lahan tanaman kakao. Hasil penelitian menunjukkan kelas kesesuaian lahan Kecamatan Peudawa dan Peunaron tidak sesuai saat ini dan kurang sesuai untuk tanaman kakao, dengan faktor pembatas drainase, kemiringan lahan, ketersediaan hara C org, N total, P2O5, K2O sehingga diperlukan tindakan konservasi, pemupukan, pengapuran, pemberian bahan organik. Ada pengaruh signifikan karakteristik lahan terhadap produksi dan kualitas biji kakao, di Kecamatan Peudawa adalah C organik dan berpengaruh negatif dengan lereng, N total, K tersedia, sedangkan Peunaron berpengaruh positif dengan solum, KTK dan negatif dengan lereng, pH daya hantar listrik.  
Analisis Kesesuaian Lahan Kakao di Kabupaten Simeulue T. Nofelman; Abubakar Karim; Ashabul Anhar
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Juni 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.659 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui kelas kesesuaian lahan tanaman kakao rakyat di Kabupaten Simeuleu, (2) menentukan satu atau lebih faktor penentu tinggi rendahnya produksi kakao rakyat di Kabupaten Simeulue, (3) untuk mengetahui hubungan antara sesama sifat-sifat lahan antara sifat-sifat lahan dan produksi serta kualitas biji kakao di Kabupaten Simeulue. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Simeulue yang dimulai dari bulan Mei 2011 sampai dengan Agustus 2011. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi kesesuaian yang di kembangkan oleh FAO, dengan menggunakan kriteria yang disusun oleh Pusat Penelitian Kakao dan Kopi Indonesia. Evaluasi kesesuaian lahan dimulai dengan menentukan tapak pengamatan, yang ditetapkan pada kebun kakao rakyat. Hasil penelitian menunjukkan kelas kesesuaian lahan aktual di Kabupaten Simeulue terdiri dari kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas utama adalah curah hujan yang tinggi. Ketinggian tempat berkorelasi nyata negatif dengan kedalaman efektif, fraksi liat, pH H2O, C-organik, N-total, Na-dd, Ca-dd, Al-dd, H-dd, KTK dan kejenuhan basa. Kelerengan berkorelasi nyata  negatif dengan kedalaman efektif, fraksi debu, fraksi liat, pH H2O, C-organik, N-total, P-av, Na-dd, Ca-dd, Mg-dd, KTK dan kejenuhan basa. Kedalaman efektif berkolerasi nyata negatif dengan fraksi debu, pH H2O, C-organik, N-total, P-av, K-dd, Na-dd, H-dd, KTK dan kejuhan basa. Selain ketinggian tempat dan lereng, karakteristik lahan yang mempengaruhi produksi dan mutu buah kakao adalah kedalaman efektif, C-organik, N-total, H-dd, kapasitas tukar kation,fraksi pasir, K-dd, Ca-dd.Analysis of Cacao Land Suitability in Simeulue DistrictAbstract. This research aims to; (1) figure out the class level of the cocoa land suitability of the people in Simeulue regency, (2) specifies one or more factors determining the level of cocoa productivity of the people in Simeulue regency, (3) and clarify the relationship of the land characteristics, land productivity and cocoa bean quality in Simeulue regency. The study was conducted in Simeulue regency from May to August 2011. The suitability classification method developed by FAO combined to the criteria drafted out by Coffee and Cocoa Research Center Indonesia was adapted in this research. The land suitability evaluation started by determining the tread observation which was set in the cocoa farm. The result suggests the actual class level of the land suitability for cacao in Simeulue regency consists of class S3 (marginally suitable) with the major barrier factor is the high rainfall. Location altitude shows a significant negative correlation to the soil effective depth, clay fraction, pH H2O, C-organic, N-total, Na-exchange, Ca-exchange, Al-exchange, H-exchange, CEC and base saturation. The slope of the site suggests a significant negative correlation to the soil effective depth, silt fraction, clay fraction, pH H2O, C-organic, N-total, P-avilable, Na-exchange, Ca-exchange, Mg-exchange, CEC and base saturation. The soil effective depth indicates a significant negative correlation to the silt fraction, pH H2O, C-organic, N-total, P-avilable, K-exchange, Na-exchange, H-exchange, CEC and base saturation. In addition to the altitude and slope of the location, characteristics of the land that affecting cocoa productivity and quality are the effective depth, C-organic, N-total, H-exchange, CEC, silt fraction, K-exchange and Ca-exchange.
Analisis Citarasa Kopi Arabika Organik pada Beberapa Ketinggian Tempat dan Cara Pengolahannya di Datararan Tinggi Gayo Eka Wahyuni; Abubakar Karim; Ashabul Anhar
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Juni 2013
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.471 KB)

Abstract

Analysis of Taste Quality of Organic Arabica Coffee in Several Altitudes and Processing Techniques in Gayo HighlandsAbstract. In general several varieties of Arabica are cultivated at the same altitude, which cause loss of their unique flavor of Arabica Gayo Highlands. This research was aimed to find out of superior varieties of Arabica coffee with a unique flavor score at a certain altitude and specific processing technique in the Gayo Highlands. There were five varieties of Arabica coffee observed. (Borbor, Bergendal, Ateng Super, Tim-Tim and Lini-S), in four altitudes: (1. 1.000 m; 2. 1.000 -1.200 m; 3. 1.200 1.400 m; and 4. 1.400 m above sea level). A survey method with descriptive analysis was used, based on altitude and land use maps on 20 observation sites. Ideal altitude of varieties were identified as nell as soil and barriers samples were analyzed. Arabica coffee varieties was determined by cluster analysis, correlations, followed by multiple regression. Evaluation scores of flavor varieties of Arabica coffee and altitude showed that Borbor variety was suitable at altitude 1.400 above sea level, Tim-Tim 1.200 m, and Ateng super at altitude 1.200 -1.400 m above sea level. Processing method of organic Arabica coffee which produced high flavor quality (taste) was a semi wash processing. Result of multiple regression analysis showed a very close relationship between land characteristics and score flavor criteria, R2 was 0.894. Determinants of the best and unique flavor is the altitude, climate and processing of organic Arabica coffee beansAbstrak. Beberapa varietas kopi Arabika umumnya dibudidayakan dan dikembangkan pada ketinggian tempat yang sama yang menyebabkan mulai hilangnya citarasa khas (unik) kopi Arabika dataran tinggi Gayo. Penelitian ini bertujuan menetapkan varietas unggul kopi Arabika organik yang mempunyai citarasa unik pada berbagai ketinggian tempat dan cara pengolahannya. Ada lima varietas kopi Arabika, yaitu: Borbor, Bergendal, Ateng Super, Tim-Tim dan Lini-S yang diamati pada masing-masing ketinggian tempat; (1. 1.000 m, 2. 1.000 -1.200 m, 3. 1.200 -1.400 m dan 4. 1.400 m di atas permukaan laut). Metode yang digunakan adalah metode survei dengan analisis deskriptif. Berdasarkan peta ketinggian tempat, penggunaan lahan dan varietas kopi yang ditemui maka diperoleh 20 tapak pengamatan. Pada setiap tapak pengamatan dilakukan identifikasi varietas, pengambilan contoh gelondong buah kopi matang dan contoh tanah. Untuk menentukan ketinggian tempat yang ideal serta masing-masing varietas-varietas kopi Arabika dilakukan analisis gerombol, analisis korelasi antar karakteristik lahan yang dilanjutkan dengan regresi berganda. Berdasarkan hasil menunjukkan varietas Borbor sesuai pada ketinggian tempat 1.400 m, varietas Tim-Tim 1.200 m, dan Ateng Super pada semua ketinggian 1.200 -1.400 m diatas permukaan laut. Pengolahan biji kopi Arabika organik yang menghasilkan mutu kualitas citarasa yang terbaik dan khas (unik) adalah pengolahan basah cara basah. Hasil analisis regresi berganda antara karakteristik lahan dengan kriteria citarasa kopi Arabika pengolahan basah cara basah diperoleh hubungan yang sangat erat (R2) adalah 0,894. Penentu citarasa yang terbaik dan unik adalah Ketinggian tempat, iklim dan pengolahan biji kopi Arabika organik.
The Isotope 15n Enrichment Technique to Measure the Biological Nitrogen Fixation in Cacao Agroforestry System in Central Sulawesi Indonesia Ashabul Anhar
Jurnal Agrista Vol 10, No 1 (2006): Volume 10 Nomor 1 April 2006
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.522 KB)

Abstract

Teknik Penambahan Isotop 15N untuk Menghitung Fiksasi Nitrogen secara Biologi pada Sistem Agroforestri Cacao di Sulawesi Tengah IndonesiaABSTRAK. Penelitian dilaksanakan pada system agroforestri cacao berumur 8 tahun di Sulawesi Tengah untuk menduga proporsi N2 yang dijerap langsung dari atmosfir (%Ndfa) oleh Gliricidia sepium (Jacg.) Walp. Teknik penambahan isotope 15N dilakukan dengan menggunakan Theobroma cacao and Coffea arabica sebagai tanaman pembanding (reference). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan. Rata-rata atom% 15N di dalam tanah dipengaruhi oleh kedalaman dan waktu pengamatan (P0.001). Pemberian pupuk 15N secara terpisah dan injeksi pada kedalam yang berbeda meningkatkan 15N yang terdeteksi di dalam tanah dan didalam tanaman. Rata-rata dugaan %Ndfa tanaman Gliricidia menggunakan atom% 15N yang terdeteksi di daun adalah 57.3±4.2 (rentang dari 44.9 hingga 68.7%) and 52.8±5.7% (38.5 – 67.7%), dengan cacao dan kopi sebagai reference. Tidak terdapat pengaruh yang nyata antara waktu dan saat pengamatan pada pendugaan %Ndfa antara kedua reference. Cacao menunjukkan hasil yang lebih baik sebagai reference dibandingkan kopi dalam menduga %Ndfa Gliricidia pada sistem agroforestri yang diteliti.
PENGGUNAAN GUANO DAN PUPUK NPK-MUTIARA UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS MEDIA SUBSOIL DAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Mukhtaruddin Mukhtaruddin; Sufardi Sufardi; Ashabul Anhar
Jurnal Floratek Vol 9, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.143 KB)

Abstract

Utilization of subsoil as a growing medium for the nursery is a challenge to replace the role of topsoil as media for oil palm nurseries mainly on main nursery. This research was aimed at studying the effects of organic Guano and inorganic NPK fertilizer on oil palm seedling growth on sub soil growing media. The experiment was conducted in a pot, arranged in a randomized complete block design (RCBD), factorial 4x3  with 3 replicates. There were two factors examined, 1) guano dose  consisting of four levels, namely: 0 kg, 0.5 kg, 1.0 kg and 1.5 kg/polybags and 2) inorganic fertilizers NPK consisting of three levels, namely: 0, 15, and 30 g/polybags. The results showed that subsoil can be used for growing media with applications of fertilizer Guano and inorganic NPK fertilizer. Guano and NPK fertilizer affected several soil chemical properties, i.e. increase in soil pH, available total C and N and P, and cation exchange capacity (CEC) and affected growth of oil palm seedling at age 16 weeks after planting. The best combination for the best seedling growth was obtained at 1.5 kg Guano + 30 kg NPK.  
Status fungi mikoriza arbuskula pada berbagai sistem pengelolaan dan umur tanaman kelapa sawit Rossy A. Arman; Fikrinda Fikrinda; Muyassir Muyassir; Ashabul Anhar; N. F. Mardatin; Teti Arabia
Jurnal Floratek Vol 10, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.521 KB)

Abstract

Status of Arbuscular Mycorrhizal Fungi in Different Farming Systems and Age of Oil PalmABSTRACT. A survey was conducted to determine the Arbuscular Mycorrhiza Fungi (AMF) spore population in rhizosphere soils and its root colonization of oil palm belonging to four age class (2-3months, 2 years, 7 years, and 10 years) at PTPN I Estate plantation and smallholder farmer plantation in Cot Girek Aceh Utara. The methods used were direct isolation. The result showed that there were 14 species of AMF belongs to genus Glomus identified according to spore morphology, eight species at PTPN I and six species at smallholder oil palm plantation. AMF spore density at PTPN I and smallholder oil palm was 17.35 and 17.80 spore per 50g soil, respectively. Oil palm at 7 years old resulted in better AMF population, i.e. 53,7 spore per 50 g Soil. AMF colonization at oil palm rhizospere in both farming systems were low, i.e. 5.4% (PTPN I) and 2.9% (smallholder). Farming system and age of oil palm influenced the AMF population and root colonization, Spore density did not positively correlate with root colonization at different farming systems and age of oil palm.
Penggunaan guano dan pupuk NPK Mutiara untuk memperbaiki kualitas media subsoil dan pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Mukhtaruddin Mukhtaruddin; Sufardi Sufardi; Ashabul Anhar
Jurnal Floratek Vol 10, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.974 KB)

Abstract

Use of Guano and Fertilizer NPK to Improve Quality of Subsoil Media and Growth of Oil Palm SeedlingABSTRACT. Utilization of subsoil as a growing medium for the nursery is a challenge to replace the role of topsoil as media for oil palm nurseries mainly on main nursery. This research was aimed at studying the effects of organic Guano and inorganic NPK fertilizer on oil palm seedling growth on sub soil growing media. The experiment was conducted in a pot, arranged in a randomized complete block design (RCBD), factorial 4x3 with 3 replicates. There were two factors examined, 1) guano dose consisting of four levels, namely: 0 kg, 0.5 kg, 1.0 kg and 1.5 kg/polybags and 2) inorganic fertilizers NPK consisting of three levels, namely: 0, 15, and 30 g/polybags. The results showed that subsoil can be used for growing media with applications of fertilizer Guano and inorganic NPK fertilizer. Guano and NPK fertilizer affected several soil chemical properties, i.e. increase in soil pH, available total C and N and P, and cation exchange capacity (CEC) and affected growth of oil palm seedling at age 16 weeks after planting. The best combination for the best seedling growth was obtained at 1.5 kg Guano + 30 kg NPK
Appearance, texture and flavour improvement of chocolate bar by Virgin Cococnut Oil (VCO) as Cocoa Butter Substitute (CBS) Eti Indarti; Normalina Arpi; Heru P. Widayat; Ashabul Anhar
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 1 (2013): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.146 KB)

Abstract

The purposes of using CBS in this research is to improve the physical properties and quality of appereance and structure stability of chocolate bar. Based on chemical composition, CBS and Cocoa butter have different profile, but they have similar physical properties due to high lauric acid content. The advantage of lauric acid is to affect shinny appreance of chocolate surface, and also soapy taste that closely related to rancidity reduction. Virgin Coconut Oil (VCO) is one of lauric fat that easily found in Aceh. In this research, chocolate bar is formulated comprising various concentration of CBS (0,1,2,3,4,5%) with respect to cocoa butter, and cocoa mass composition (200 g and 300 g). It was found that melting point was affected by CBS concentration. The higher CBS concentration, the lower melting point of chocolate bar. An increase in VCO concentration reduced significantly the melting point of chocolate bar. Melting point was comparable to other chocolate bar commercial (29-32oC). The unblooming, snap, best texture and better taste was observed for the chocolate bar containing 4-5% of VCO concentration and 27,5% of cocoa mass
PENINGKATAN PRODUKSI BAHAN PANGAN SINGKONG DENGAN MEMANFAATKAN LAHAN GAMBUT DI GAMPONG KUALA BARO, KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Yusya Abubakar; Ashabul Anhar; Ahmad Humam Hamid; Aswin Nasution; Rusdi Faizin; Yuliatul Muslimah; Akhmad Baihaqi; Zulkarnain Zulkarnain; T Saiful Bahri; Bagio Bagio; Iwandikasyah Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2620

Abstract

Singkong (Ubi Kayu) merupakan salah satu makanan produk yang ada di Indonesia penghasil energi setelah padi. Tanaman singkong penting sebagai sumber bahan pangan karbohidrat dan bahan baku industri makanan, kimia dan ternak banyaknya olahan makanan dan manfaat dari singkong sehingga menjadikan singkong menjadi makanan yang sangat disukai dikalangan masyarakat. Tanaman singkong tidak hanya dapat tumbuh di lahan mineral, naumun dpat tumguh juga di lahan gambut. Namun demikian lahan gambut yang dimanfaatkan sebagai lahan budidaya, harus dikelola dengan cara tertentu secara tepat dan benar, guna memanfaatkan lahan gambut untuk bercocok tanam singkong, serta mengedukasi petani bahwa singkong memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga dapat menambah pendapatan petani. Metode yang digunakan adalah diskusi (penyuluhan) dengan perangkat gampung serta beberapa petani, kunjungan ke lapangan serta tanya jawab (konsultasi). Hasil penelitian, usaha untuk meningkatkan produksi singkong pada lahan gambut perlu adannya penerapan teknik budidaya yang baik seperti analisis tanah, pengaturan air, pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta penanganan pasca panen yang baik, Sehingga akan didapat hasil yang optimal.
Co-Authors A. Humam Hamid Abubakar Karim Abubakar Karim Agam Ihsan Hereri Ahmad Ganafi Ahmad Humam Hamid Ahmad Madani Nainggolan Ainun Marliah Akhmad Baihaqi Akhmad Baihaqi Ali Makmur Ali Muhammad Muslih Ammar Habibi Anna Farida Anna Farida Anna Farida Anna Farida Anna Farida Anya Yenanda Husna Apriadi, Apriadi Apriadi, Apriadi Apriansya, Gumayo Ar Rasyid, Ulfa Hansri Arif Habibal Umam Arif Habibal Umam Asra, Syafina Astri Winda Siregar Astri Winda Siregar Astri Winda Siregar Aswin Nasution Ayub Sugara Bagio Bagio Bagio Bagio, Bagio Boy Tri Janpiter Butar-Butar, Ira Asmawar Chandra Priadi Condro, Aryo Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Eka Wahyuni Emilia Emilia Erida Nurahmi Erida Nurahmi Erita Hayati Eti Indarti Faizin, Rusdi Fardinatri, Intan Diani Farida Husna Fazlina, Yulia Dewi Fikrinda Fikrinda Ganafi, Ahmad Ghina Erida Gita Phonnasari Jasman Hairul Basri Hairul Basri Hanafi, Ilham Handayani, Triaty Hanifa Rahmah Hayati, Durrah Heru P Widayat Heru P. Widayat Heru P. Widayat Ida Rosita Ihsan Siddiq Insyafrizal, Insyafrizal Iqbar Iqbar Irawati Irawati Iwandikasyah Putra Jalil, Muhammad Jasman, Gita Phonnasari Jekki Irawan Karmel, Moehammad Ediyan Raza Lola Adres Yanti Mardiatul Fitri Mario Pani Marisa marisa marisa Martunis Martunis Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maulidin Maulidin Mawardi Mawardi Misdi Misdi Muhammad Adithia Muhammad Alsy Perdana Mukhtaruddin Mukhtaruddin Mukhtaruddin Mukhtaruddin Mulya Masthurri Murna Muzaifa Muyassir Muyassir N. F. Mardatin Nanda Mayani Nil Fazly Nik Roseli Normalina Arpi Norwahyudi Nurul Fajri Pohan, Andi Fauzan Rakhmadsyah Prasetyo, Farhan Akmal Putra, Iwandikasyah Putri Maizenia Rahayu Eka Sari Rahmayani, Aulia Rahyumi Bahar Ramadhan, Ariz Umar Raza Karmel, Moehammad Ediyan Reni Rafika Yani Ridha Tawar Mitha Ridwan Ridwan Romano Romano Rossy A. Arman Ryan Moulana safran safran Saida Rasnovi Saputra, Danang Agung SEBIN HERMAN Serlinta Bangun Siti Maimunah Srydinda Agustinsy Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Sufardi Sufardi Sugianto Surya Ningsih T Ade Fachlevi T. Anwar T. Nofelman T. Saiful Bahri Tajul Rina Taufiq Kinandar Teti Arabia Teti Arabia Tuti Arlita Tuti Arlita Tuti Arlita Tuti Arlita Ulfa Hansri Ar Rasydi Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar-Rasyid Vini Masyitoh Lubis Vithalia Yuspha Sari Wagianto Wagianto Wilda Anjani Yandri Hazriyal Yuliatul Muslimah Yuniar Hasanah B Manalu Yusmaizal Yusmaizal Yusya Abubakar Yusya Abubakar Yuvi Zazunar Zuhriansah, Alfi Laila Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain