p-Index From 2021 - 2026
13.003
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Nutrition and Health Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES LINK Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal NERS Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Fokus Ekonomi Media Ilmu Kesehatan Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Journal of Maternal and Child Health Journal of Health Science and Prevention Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal Kesehatan Global Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Medical Technology and Public Health Journal Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Ekomaks : Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Promotif Preventif International Islamic Medical Journal Jurnal Kesehatan Tambusai JOURNAL LA MEDIHEALTICO MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Community Development Cermin Dunia Kedokteran Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) International Journal of Science and Society (IJSOC) Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Journal of Social Research Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Quality : Jurnal Kesehatan Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Pengabdian West Science Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development IIJSE Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Holistik Jurnal Kesehatan JHE (Journal of Health Education)
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT X KOTA SEMARANG Paramita, Deskania Anggia; Arso, Septo Pawelas; Kusumawati, Aditya
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 6 (2020): NOVEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.981 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i6.28217

Abstract

Kejadian Tidak Diharapkan pada rumah sakit X Kota Semarang tahun 2015 - 2017 memiliki kecenderungan tren meningkat dan pada tahun 2018, terdapat kejadian sentinel dengan kasus yang sama pernah terjadi di tahun 2015.Rumah Sakit X Kota Semarang telah mengadakan program untuk memotivasi perawat agar melaporkan IKP, namun program tersebut belum sepenuhnya memotivasi perawat dalam pelaporan IKP. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor - faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat dalam pelaporan insiden keselamatan pasien. Metode penelitian ini metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional . Lokasi penelitian pada unit rawat inap Rumah Sakit X Kota Semarang dengan sampel responden sebanyak 6 perawat. Hasil univariat menunjukkan bahwa tanggung jawab, pengakuan, kebijakan, kondisi kerja dan insentif berada pada kategori kurang baik sedangkan prestasi, hubungan interpersonal dan supervisi berada pada kategori baik. Analisis bivariar dengan menggunakan chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan motivasi perawat dalam pelaporan IKP meliputi tanggung jawab (P value=0,000), pengakuan (P value=0,001), kebijakan (P value=0,002) dan kondisi kerja (P value = 0,002). Prestasi (P value = 0,087), Hubungan Interpersonal (P value = 0,364), Supervisi (P value = 0,234) dan Insentif (P value = 1,000) tidak memiliki hubungan. Hal ini disebabkan karena masih adanya stigma yang kurang di lingkungan, kurangnya tanggung jawab, kurangnya sosialisasi kebijakan dan kondisi kerja yang kurang. Rumah sakit X Kota Semarang dapat mengadakan pelatihan safety culture untuk meminimalisir blaming culture , meningkatkan tanggung jawab perawat, mengevaluasi program untuk meningkatkan motivasi perawat dalam pelaporan insiden keselamatan pasien, mensosialisasikan kebijakan dan memonitoring kondisi kerja untuk pelaporan
ANALISIS MANAJEMEN KOMUNIKASI PADA PELAYANAN PERAWATAN PENYAKIT KUSTA TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN PASIEN DI UNIT REHABILITASI KUSTA DONOROJO Silavati, Yuni Adhita; Arso, Septo Pawelas; Kusumastuti, Wulan
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 6 (2020): NOVEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.656 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i6.28004

Abstract

Rehatta Kelet Regional General Hospital, located in Jepara Regency deals with leprosy service only. Leprosy is an infectious disease caused by Mycobacterium Leprae which attacks the peripheral nerves and other body tissues. The preliminary study showed the leprosy patients' number hospitalized in the Leprosy Rehabilitation Unit (LRU) every year decreased the visitors' number from the 2017-2019 trend of 563 patients, 448 patients, and from January-October 2019 as many as 274 patients. The decreasing number of inpatient visits is not proportional to the increase in leprosy cases in Central Java because there are still many people and health workers in the Leprophobia Rehabilitation Unit (negative leprosy) and negative stigma, discrimination against people affected by leprosy and reporting from the district hospital and FKTP are late reporting and not fully affordable so that it could slow the healing process from leprosy. This research uses quantitative methods and a cross-sectional approach with 64 inpatients as samples. The results showed there was a relationship between communication management and the motivation of inpatient healing in the LRU, namely the aspect of information communication with a p-value of 0,000 and a correlation of 0.466, a clinical recording aspect with a p-value of 0.003 and a correlation of 0.371, an aspect of recording administration with a p-value of 0.012 and correlation of 0.313. It is recommended to the LRU to optimize and improve services in terms of officers and nurses also coordinating both with patients and their families to provide positive social support to support patient recovery.
Pelaksanaan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien di Puskesmas X Kabupaten Demak Putri, Farah Afanindya Jessedanta; Arso, Septo Pawelas; Budiyanti, Rani Tiyas
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.1-5

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan salah satu isu penting dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien ditinjau dari tujuh langkah menuju keselamatan pasien di Puskesmas X Kabupaten Demak.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah informan utama yaitu anggota keselamatan pasien, dan informan triangulasi yaitu kepala puskesmas, kepala tata usaha, ketua UKM, dan pasien.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian masih ditemukan adanya insiden, terjadi keterlambatan pelaporan, tidak adanya agenda khusus keselamatan pasien, pelaporan hanya untuk internal, selama pandemi COVID-19 pelaksanaan keselamatan pasien kurang optimal.Simpulan: Tujuh langkah menuju keselamatan pasien di puskesmas X Kabupaten Demak belum terlaksana dengan optimal.Kata Kunci : Keselamatan pasien; tujuh langkah menuju keselamatan pasien; puskesmas; insiden keselamatan pasien ABSTRACT Title: Implementation of The Seven Steps to Patient Safety at Puskesmas X Demak Background: Patient safety is one of the important issues in health care. This study proves the safety program of the seven steps towards safety at Puskesmas X Demak district. Method: This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The subjects of this study were the main informants, namely members of patient safety, and triangulation of informants, namely the head of the puskesmas, the head of administration, the head of the UKM, and the patient. Result: The results of the study, it was still found that there were incidents, there were delays in reporting, there was no special patient safety agenda, reporting was only for internal, during the COVID-19 pandemic the implementation of patient safety was less than optimal.Conclusion: Seven steps towards patient safety at Puskesmas X, Demak district have not been implemented optimally.Keywords: Patient safety; seven steps to patient safety; puskesmas; patient safety
LITERATURE REVIEW: “ANALISIS IMPLEMENTASI GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT” Maya Chrisdita; Antono Suryoputro; Septo Pawelas Asro
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 21, No 1 (2022): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v21i1Supp.5689

Abstract

Masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat sekarang ini mendorong masyarakat untuk melakukan pengobatan sendiri (Swamedikasi) sebanyak 66% berdasarkan Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). Swamedikasi yang tidak tepat dapat merugikan bagi kesehatan sehingga perlu adanya edukasi dan sosialisasi tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Tujuan Gema Cermat ialah masyarakat mampu memilih obat yang tepat sesuai dengan penggunaan obat yang benar serta memahami penyimpanan obat maupun pembuangan obat dengan benar. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui implementasi gema cermat yang tepat bagi masyarakat. 7 Artikel yang kami dapatkan selama tahun 2019 hingga 2021 di google scholar menggunakan Program Gema Cermat dapat diberikan kepada masyarakat melalui berbagai cara seperti Community Based Interactive Approach (CBIA), Model pemberdayaan masyarakat partisipatif atau Participatory Rural Apraisal (PRA),  edukasi melalui brosur, buku saku penggunaan dan penggolongan obat. Implementasi dari kegiatan Sosialisasi Gema Cermat berpengaruh terhadap pengetahuan responden, penilaian perilaku responden. Edukasi GEMA CERMAT dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi.
CRITICAL SUCCESS FACTORS (CSF) PELAKSANAAN CLINICAL PATHWAY DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG Syahrul Hidayat; Septo Pawelas Arso; Sudiro Sudiro
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i3.2243

Abstract

Dalam rangka memenuhi salah satu syarat yang  pada Standar Akreditasi Rumah Sakit versi KARS 2012, RSUD Tugurejo melalui peningkatkan dan pengembangkan mutu pelayanannya diseluruh jajaran rumah sakit dengan salahsatunya penyelenggaraan clinical pathway. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi critical success factor pada pelaksanaan clinical pathway berdasarkan tingkatan kelompok manajemen, kelompok praktisi dan kelompok verifikasi.Penelitianini menggunakan metode mix method yaitu metode kualitatif untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang pelaksanaan clinical pathway berdasarkan model implementasi Van Merter  dan Van Horn dilihat dari kriteria sasaran dan tujuan, kriteria komunikasi, kriteria sumber daya dan kriteria disposisi untuk menentukan success factors dan metode kuantitatif dilakukan pembuatan kuisoner untuk pembobotan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Nilai pembobotan dapat diidentifikasi dari success factors yang kemudian diklasifikasikan menjadi critical success factors. Penelitian dilaksanakan di masing-masing perwakilan bagian yang terlibat pelaksanaan clinical pathway.  Waktu pelaksanaan mulai bulan Juli sampai September 2019.Hasil dari penelitian diperoleh terdapat 4 critical success factors yaitu “meningkatkan kepatuhan, kesadaran dan tanggung jawab para pemberi asuhan pengisian clinical pathway” (48,9%), “membuat buku panduan pelaksanaan clinical pathway” (43,1%), “menambah petugas penanggung jawab clinical pathway” (36,7%), dan “meningkatkan komitmen para pemberi asuhan sesuai dengan standar pelaksanaan clinical pathway” (39,3%).
IMPLEMENTASI SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU K119 (SPGDT K119) DI KABUPATEN KUDUS Amad Mochamad; Septo Pawelas Arso; Yuliani Setyaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.706 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.417

Abstract

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu 119 (SPGDT K119) merupakan salah satu inovasi layanan kesehatan untuk menangani kasus kegawat daruratan di Kabupaten Kudus. Pelaksanaan program SPGDT K119 ini masih dikeluhkan masyarakat, laporan keluhan lambat ditangani, akses call center tidak mudah dihubungi, peran penanganan kasus oleh tim RSUD lebih besar jika dibandingkan dengan tim pelaksana Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi sistem penanggulangan gawat darurat terpadu K119 (SPGDT K119) di Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi. Informan utama dalam penelitian ini terdiri dari 16 orang dan informan triangulasi 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi SPGDT K119 belum berjalan sesuai yang diharapkan, upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kegawatdaruratan belum dapat dicapai, koordinasi dan komunikasi antar tim belum efektif, komitmen petugas pelaksana puskesmas belum terbangun, tupoksi serta SOP belum dipahami secara menyeluruh oleh pelaksana. Rekomendasi dari hasil penelitian ini yaitu penggalangan komitmen pemangku kebijakan dan pelaksana, peningkatan koordinasi dan komukasi efektif antar tim, penyediaan sumber daya sesuai kebutuhan program, meningkatkan sosialisasi, dan pelatihan petugas pelaksana. Kata kunci: gawat darurat, penanggulangan dan implementasi
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI PUSKESMAS GUNTUR I KABUPATEN DEMAK Mat Zudi; Antono Suryoputro; Septo Pawelas Arso
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.681

Abstract

Pelayanan kesehatan di Kabupaten Demak telah menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, Puskesmas Guntur I merupakan salah satu unit pelayanan Kesehatan masyarakat yang menerapkan 12 indikator dalam pelayanan dasar tersebut. Target yang ditetapkan didalamnya adalah 100% untuk setiap indikator pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, masih terdapat beberapa pelayanan di Puskesmas Guntur I yang belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh SPM bidang Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan SPM di Puskesmas Guntur I. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview. Informasi dikumpulkan dari 5 informan yang terkait dalam pelaksanaan SPM terdiri dari informan utama dan informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 indikator pelayanan yang belum memenuhi target SPM, yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan Kesehatan penderita diabetes mellitus, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis, serta pelayanan kesehatan orang berisiko HIV. Beberapa faktor yang menghambat laju target SPM diantaranya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang kurang maksimal, wilayah demografi yang luas juga berpengaruh terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan, budaya dan kesadaran masyarakat sebagai faktor eksternal, serta manajemen monitoring dan evaluasi yang kurang optimal.
Analisis Perencanaan Anggaran pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD): Studi Kasus pada Puskesmas Halmahera dan Ngesrep di Kota Semarang Rido Muid Riambodo; Chriswardani Suryawati; Septo Pawelas Arso
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.52067

Abstract

Puskesmas-puskesmas di Kota Semarang masih mengalami kendala terkait penerapan BLUD, khususnya dalam perencanaan penganggaran. Tujuan penelitian menganalisis perencanaan penganggaran pada BLUD Puskesmas Halmahera dan Ngesrep di Kota Semarang, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya mengatasi faktor penghambat. Jenis penelitian adalah kualitatif, dengan informan dari unsur puskesmas Dinas Kesehatan Kota, dan BPKAD. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian (1) perencanaan anggaran pada BLUD Puskesmas Halmahera dan Ngesrep di Kota Semarang belum maksimal; (2) Faktor penghambatnya meliputi regulasi, pelayanan, SDM, keuangan, sarana prasarana, kepemimpinan, manajemen puskesmas. Sementara faktor pendukung meliputi pelayanan, SDM, keuangan, dukungan Dinas Kesehatan Kota; dan (3) Upaya mengatasi hambatan mencakup upaya internal dan upaya eksternal. Saran penelitian adalah Dinkes Kota Semarang bersama BPKAD dan Puskesmas menyelenggarakan workshop atau lokakarya terkait penyusunan dokumen dan laporan yang dibutuhkan puskesmas; diterbitkan payung hukum; menyelenggarakan pelatihan keuangan dan administrasi; dan memfasilitasi untuk merekrut tenaga akuntansi 
Analysis of Work Performance of Family Planning Field Workers in Male Family Planning Program in Cilacap District Untari Fajar Suryani; Nurjazuli Nurjazuli; Septo Pawelas Arso
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.886 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.2.2013.%p

Abstract

Target MDG’s untuk mencapai AKI 102/100.000 kelahiran hidup dan AKB 23/1.000 kelahiranhidup dilakukan dengan memperbaiki kesehatan ibu dengan meningkatkan angka pemakaiankontrasepsi dan menurunkan unmet need. Persentase peserta KB mantap pria di KabupatenCilacap menempati urutan terendah yaitu 0,16%. Keberhasilan program KB tidak terlepas darikinerja dan penilaian kinerja erat dengan tugas pokok dan fungsi PLKB. Penelitian inimerupakan penelitian cross sectional, pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian PLKB diKabupaten Cilacap. Subjek penelitian 91 PLKB di Kabupaten Cilacap dengan cara simplerandom sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi menggunakankuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan analisis jalur yang dengan uji T pada programVPLS (Visual Partial Least Square). Hasil penelitian menunjukkan kemampuan dan ketrampilanPLKB dalam kategori baik sebanyak 58,2%, sumber daya dalam kategori baik 71,4%, persepsikepemimpinan dalam kategori baik 57,1%, motivasi dalam kategori baik 70,3%, sikap dalamkategori baik 64,8%, desain pekerjaan dalam kategori baik 53,8% dan imbalan dalam kategoribaik 62,6% dalam pelaksanaan program KB pria. 57,1% memiliki kinerja baik dan 42,9%memiliki kinerja kurang baik. Tidak ada hubungan sikap dengan kinerja (t=-1,089), persepsikepemimpinan dengan sikap (t=1,311), dan imbalan dengan motivasi (t = 1,431). Ada hubungan yang signifikan antara sumber daya dengan motivasi (t=2,897), motivasi dengan sikap (t=2,445), desain pekerjaan dengan motivasi (t=2,242), imbalan dengan sikap (t = 4,523), kemampuan dan keterampilan dengan sikap (t=2,011) dan kemampuan dan keterampilan dengan kinerja PLKB (t=2,906). Kemampuan dan ketrampilan merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja PLKB dengan prediksi sebesar 11,7%. Disarankan kepada Bapermas, PP, PA dan KB untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan PLKB melalui up grade program KB dan mengadakan pelatihan-pelatihan secara periodik untuk mempertahankan kemampuan dan ketrampilan. Walaupun sikap tidak berpengaruh secara signifikan tetapi tetap perlu diperhatikan karena sikap dipengaruhi oleh faktor lain seperti imbalan, motivasi, sumber daya dan desain pekerjaan. Target of MDG’s to reach maternal mortality rate of 102/100.000 live-births and infantmortality rate of 23/1000 live-births had been performed by improving maternal health throughincreasing contraceptive prevalence rate and decreasing unmet need. Percentage of male withpermanent birth control in Cilacap district was in the lowest rank, 0.16%. Success of familyplanning program could not be separated from work performance of PLKB (family planning field workers); assessment of PLKB work performance was related to the main duty and functionof PLKB. This was a cross sectional study using quantitative approach. Study population was allPLKB in the district of Cilacap. Study subjects were 91 PLKB in Cilacap district, and they wereselected using simple random sampling method. Data were collected through in-depth interviewand observation guided by structured questionnaire. Data were analyzed by applying pathanalysis and t-test on the VPLS (visual partial least square) program. Results of the studyshowed that ability and skill of PLKB were in good category (58.2%), human resource was in agood category (71.4%), perception on the leadership was in a good category (57.1%),motivation was in a good category (70.3%), attitude was in a good category (64.8%), workdesign was in a good category (53.8%), remuneration was in a good category (62.6%),implementation of male family planning was in a good performance (57.1%) and 42.9% was not good. No association was found betweenattitude and work performance (t= -1.089), between perception on leadership and attitude (t= 1.311), between remuneration and motivation (t= 1.431). Significant associations were found between human resource and motivation (t= 2.897), between motivation and attitude (t= 2.523), between ability, skill and work performance of PLKB (t= 2.906). Ability and skill were dominant factors affecting to the work performance of PLKB; it was predicted to be 11.7%. Suggestions for Bapermas, PP, PA, and KB were to maintain and improve the ability and skill of PLKB through family planning program up grade and to do periodical trainings to keep the ability and skills. Attitude did not affect significantly, however, attitude shall receive attention because attitude are influenced by other factors, such as remuneration, motivation, human resource, and work design.
Analysis on Management of Strategic Plan of Sultan Agung Islamic Hospital through Balanced Scorecard Approach Suryani Yuliyanti; J. Sugiarto; Septo Pawelas Arso
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 3, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.13 KB) | DOI: 10.14710/jmki.3.3.2015.%p

Abstract

ABSTRAKBalanced scorecard merupakan contemporary management tool yang dapat pula digunakan sebagai rerangka penyusunan rencana strategis dan sebagai alat untuk memperbaiki aliran informasi dan komunikasi antara top eksekutif dengan manajemen menengah dalam perusahaan. Sejak tahun 2005 RSI Sultan Agung telah melaksanakan perencanaan strategi dengan pendekatan balanced scorecard, Data dari penelitian pendahuluan didapatkan pada pelaksanaan rencana strategis tersebut didapatkan kesulitan dalam internalisasi, dan sosialisasi visi dalam rumah sakit sehingga menjadi visi bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dengan pendekatan Balance Scorecard. Penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat eksploratif. Obyek yang diteliti meliputi visi, value, misi, tujuan, sasaran strategis, strategic map, dan keselarasan antara masing – masing variabel. Selanjutnya dibuat alternatif rumusan visi, value, misi, tujuan dan sasaran strategis yang baru. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi dokumentasi, wawancara mendalam dan FGD kepada subyek penelitian  yang terdiri berjumlah 19 orang Hasil penelitian, Visi dan misi di rumah sakit telah mengalami perubahan menjadi lebih singkat, padat dan mudah dipahami, value masih dalam proses implementasi, untuk tujuan dan sasaran kalimat masih terlalu panjang dan kurang fokus dan hanya sebagian sesuai visi sehingga sulit untuk dikomunikasikan,strategic mapping hubungan kurang logis, cascading belum dilakukan. Disimpulkan RSI Sultan Agung kurang baik dalam melaksanakan manajemen strategis berdasarkan pendekatan balanced scorecard.Kata kunci :, Rumah sakit. manajemen strategis, balanced scorecardABSTRACTBalanced scorecard was a contemporary management tool that can be used as a frame of strategic plan development and as a tool for improving information flow and communication between top executive and middle management in the company. Since 2005, Sultan Agung Islamic hospital (RSI) have implemented strategic plan with balanced scorecard approach. Data obtained from preliminary studies showed that problems during internalization and socialization of vision of the hospital to become a group vision were found in the implementation of the strategic plan. Objective of this study was to analyze strategic management in Sultan Agung Islamic hospital Semarang using balanced scorecard approach.This was an explorative descriptive-qualitative study. Objects of the study included vision, value,mission, purpose, strategic target, strategic map, and harmony among variables. Alternative formulation of vision, value, mission, purpose, and new strategic target were made. Data were collected by conducting observation, documentation study, in-depth interview, and FGD to 19 study subjects. Results of the study showed that vision and mission of the hospital has changed to be shorter, more compact, and easier to understand. Value was still implemented. Sentences in the purpose and target were still too long and not focused; only part of purpose and target that were in line with the vision, consequently, it was difficult to be communicated. Illogical relation was found in the strategic mapping, and cascading had not been implemented. In conclusion, Sultan Agung Islamic hospital is not good in implementing strategic management based on balanced scorecard approach.Keywords : hospital, strategic management, balanced scorecard
Co-Authors Ade Kurniasari Ade Yuny Afriyanty Adhinda Nur Prativi, Adhinda Nur Aditya Kusumawati, Aditya Aditya Nugraha Agung Budi Prasetijo Agung Budi Prasetijo, Agung Budi Ahmad Saroni Aini Nur Santi Aini Soeyono Ainur Rahma Alifa Nasyahta Rosiana Amad Mochamad Amalia Alifah Amirul Mukminin ANGELINE DEWI SUHENDRO Anggia Nuaristia Dewi Anneke Suparwati Antono Suryo Putro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Apoina Kartini Apriliana Susilowati, Apriliana Arie Sulistiyoningrum Arie Sulistiyoningrum Arina Noor Eka Rachmawati Aris Puji Widodo Ariyani, Ima Astuti, Sri Widi Ayu Dyah Pramesti Ayun Sriatmi Bella Sarwestri Lestari, Bella Sarwestri Bernadette Teni Febriana Budiyono Budiyono Budiyono, Shabrina Putri Caesar al Ahmed Daminggo Cahya Tri Purnami Chandrika Fahira Quamila Chotijah Karimah Christanto, Yonathan Ardhana Christanto Christiana Nindya Timur Cika Hanjani Pratiwi Daru Lestyanto Dea Devita Dea Devita Dewi Susilowati Diah Eka Novitasari Dian Febrina Hutauruk Dian Widyaningrum Diantika, Aulia Haerda Dwiantoro, Luky Dyah Ayu Prabandani, Dyah Ayu Edlin Shufi Adam Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Eko Prihati Elyarna Shania Wahyudi Endang Fatmawati Eri Virdasari Etik Nindiya Setiya Ningrum Fachrudin, Nur Millati Hanifah Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fauzia, Rista Afriani Feny Widiyastuty Feny Widiyastuty Fidyanti Shabrina Junjungsari Fila Mulia Citra Permata Abadi Firman Firman Firsa Olivia Susan Gabrina Selvi Yanuarista Gani, Martinus Satya Hanifah Iskhia Dilla Hanun, Hafida Zahara Hanwaring Puri, Citra Hapsari, Ika Sulistyaningrum Hartini Hartini Harwanto, Tri Hela Ayu Ramadhan Husna, Eriana Mayasari Ika Sulistyaningrum Hapsari Indah Mutiara Puspita Sari Indana Aziza Putri Indrawati, Chaterina Ria Wahyu Indriani, Cynthia Rizky Irmawati, Refiola Irvine Nahla Anggraini Ismal Wahyu Isna Nurul Khomariah Iwan Yunianto J. Sugiarto Jafar Arifin, Jafar Jhovia Aloedya Pramana Jhovia Aloedya Pramana Joyo Minardo Kartika Yufi Aruming Melati Kawidian Putri Bayu Alam Khansa Maghfira Djatnika Kholidah, Miskiyatul Kholifatun Islami Lestari, Ayu Fina Lestari, Marselli Widya Lilis Setiyaningrum Lina Hanifah Linda Ayu Mustikasari Listia Ayuni Nur Afifah Luky Dwiantoro Lutfy Laksita Pranandari M. Abdurrahman Shidiq Made Weni Juliani Wismantari Madya Sulisno Madya Sulisno Mahabara Yang Putra Martha Irene Kartasurya Mat Zudi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Matius Sakundarno Adi Maudy Ritra Andini Maya Chrisdita Megawati Megawati Mei Tika Isdarini Meitrika Damayanti Melati, Ayu Sekar Mira Puspaningsih Mokhammad Aji Edo Susanto mufakhhir, Abdulaziez Muh, Fauzi Muhammad Farras Razin Perdana Muhammad Hasib Ardani Muhammad Hasib Ardani Murni Murni Mustikasari, Linda Ayu Nadia Dela Ayunda Nadzifah, Zalfa Naili Farida Nandini, S.KM., M.Kes, Nurhasmadiar Nisrina Aliftya Nissa Farzana Koesoemahardja Nopriwan Nopriwan Nugraha, Ega Nur Kurniawati Nurahmada, Dewi Nurdiyansyah, Andi Karisma Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Nurjazuli Nurjazuli Nurma Katrinnada Purwandari Nurul Balqis Shofiana Nurul Rizki Fitria Palawa Pangeran Hidayat Putra Paramita, Deskania Anggia Penggalih Mahardika Herlambang Prihati, Eko Prisma Armaya Priyadi Nugraha P Puri, Citra Hanwaring Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Farah Afanindya Jessedanta Putri, Maria Novencia Dwi Armita Rachel Karimah Raditya Noriski Rani Tiyas Budiyanti Rido Muid Riambodo Rika Rejeki Rina Yuliyanti Risa Rahayu Ristiyana, Lia Sarita Ritkha Aulia Fulansari Rizki Pamulat Sari Rohmah, Virda Inzatur Rosaningtyas, Wahyu Fajar Sabrilla Putri Gotama Salsabila Az Zahra Salsabilla Rushda Amrina Sari, Emy Novita Setyaningrum, Dian Setyarini, Reni Silavati, Yuni Adhita Sinta Indi Astuti Sintia Mashitoh Solikin Solikin Solikin Solikin Sri Gama Apriani Sri Winarni Sri Winarni Sudiro Sudiro Sudiro Sudiro Sugeng Santoso Suryani Yuliyanti Susilaningrum, Rekawati Sutopo Patria Jati Suzanna Ratih Sari Syafira Risdanti Syafira Risdanti Syahidah, Putri Nadya Syahrul Hidayat Syifa Nur Fadhilah Syifa Sakinah Taufik Muhtarom Taufik Muhtarom Tio Dora Ultaria S. Tomi Konstantia Setiaji, Tomi Konstantia Tri Harwanto Tri Yuliastuti Untari Fajar Suryani Vienda Wirani Vinda Dwi Eriyanti WATI, DEWI KUSUMA Widyastuti, Rachma Dwi Wijaya Hermawan, Gandha Wildan Nur Aiman Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yanti, Ni Luh Devi Yohana Yohana Yonasari, Estie yuliana setyarini Yuliani Setyaningsih Yuliani, Kasih Yulis Muktafi'ah Yulis Muktafiah Yuliyanti, Rina Yusfina Modesta Rua Zadrak Romeo Kermite Zahroh Shaluhiyah