Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

BUDIDAYA ROTAN JERNANG UNTUK PETANI KARET DI PAUH Asra, Revis; Farid, Faizar
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.352 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4284

Abstract

Rotan jernang (Daemonorops spp.) merupakan salah satu jenis rotan yang menghasilkan resin merah pada permukaan kulit buahnya. Resin merah jernang ini bernilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan untuk obat-obatan dan perwarna. Rotan jernang di hutan Kecamatan Pauh memiliki keanekragaman genetik yang tinggi, sehingga jernang di lokasi ini merupakan sumber plasma nutfah Jambi yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Menurut Balai Informasi Kehutanan Provinsi Jambi tahun 2009, keberadaan rotan jernang saat ini sudah langka. Oleh karena itu upaya budidaya harus dilakukan. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat petani karet dalam budidaya rotan jernang adalah sulitnya memperoleh biji tua jernang sebagai sumber bibit. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat. Metode PRA ini memiliki kelebihan, dimana keterlibatan masyarakat secara aktif (sebagai subyek) dan Perguruan Tinggi sebagai fasilitator. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya rotan jernang telah dilaksanakan di desa Karang Mendapo dan Batu Ampar Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun bersama kelompok tani Belato Makmur dan Makmur Utama. Sosialisasi dengan anggota kelompok tani berlangsung lancar, karena ketua IbM telah mengenal ketua kelompok tani, pada saat melakukan penelitian tentang jernang di daerah Kecamatan Pauh. Anggota kelompok tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi, karena mereka berharap dengan integrasi tanaman jernang di kebun karet mereka dapat meningkatkan perekonomian mereka. Berhubung sulitnya memperoleh biji tua untuk jenis jernang unggul (Daemonorps draco) yang memiliki nilai jual getah jernang paling tinggi, maka ketua peneliti berinisiatif untuk membeli anakan jernang dari pemilik kebun jernang dan para pencari jernang. Anakan jernang ini ada yang diperoleh dari jernang yang telah dikebunkan dan ada juga yang dari hutan alam. Anakan yang diperoleh selanjutnya ditanam di dalam polybag dengan media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang. Hasil monitoring pertumbuhan menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan anakan mencapai 60 %.
Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Anak Suku Anak Dalam di Dusun Selapik, Kabupaten Muaro Jambi Asra, Revis; Naswir, Muhammad; Kalsum, Ummi; Lestari, A Puji
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.541 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i1.5424

Abstract

Dusun Selapik merupakan salah satu dusun yang masuk ke dalam Desa Nyogan Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Dusun ini merupakan tempat bermukimnya Suku Anak Dalam (SAD), yang hidup berdampingan dengan warga desa lainnya. Suku Anak Dalam di Dusun Selapik sudah bermukim permanen di kawasan dekat dengan pemukiman penduduk biasa, dan tidak berpindah-pindah, seperti kebiasaan SAD lainnya. Pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam yang berada di Dusun Selapik tidak mengikuti sekolah formal sama sekali, mereka hanya belajar di sanggar belajar “Meraih Mimpi”. Sanggar Belajar ini dibina oleh Karang Taruna Setempat, dan waktu belajarnya hanya 3 kali seminggu, dengan fasilitas seadanya. Berdasarkan hasil survey pendahuluan dan wawancara langsung dengan kepala Dusun Selapik diperoleh informasi bahwa masalah biaya merupakan penyebab utama yang menyebabkan anak-anak SAD putus sekolah. Universitas Jambi sebagai salah satu Lembaaga Pendidikan dan merupakan Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Provinsi Jambi, melalui Pusat Sudi Pendidikan Masyarakat dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat turut terpanggil untuk melakasanakan program pendidikan untuk anak-anak SAD. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat.Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Suku Anak Dalam di Dusun Selapik dapat diambil kesimpulan: (1).Sosialisasi kepada Kepala Desa dan Aparat Desa telah dilakukan dalam upaya untuk mengetahui kondisi real masyarakat Dusun Selapik. (2). Penyuluhan kepada Orangtua SAD telah menggugah dan menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka, (3) Pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada anak-anak SAD meningkatkan pemahaman anak-anak dalam belajar, mengaji dan praktek ibadah, (4) Kemajuan pendidikan anak-anak SAD di Dusun Selapik cukup signifikan dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini.
Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Biologi Bagi Guru-Guru SMP Negeri 22 Kota Jambi dan SMP Negeri 30 Muaro Jambi Yelianti, Upik; Anggereini, Evita; Asra, Revis
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.84 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6086

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk membantu para guru IPA khususnya guru biologi dalam merancang dan membuat alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran biologi di SMP. Kegiatan ini diawali dari analisis kebutuhan bahwa banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas laboratorium yang memadai yang menunjang proses belajar mengajar, maka alat peraga merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Pelaksanaan kegiatan PPM di Kota Jambi dilakukan di 2 sekolah yaitu SMP N 22 dan SMP N 7 Kota Jambi yang melibatkan MGMP guru-guru IPA sebanyak 30 orang. Sedangkan kegiatan PPM di SMP N 30 Muaro Jambi hanya melibatkan guru-guru IPA dan siswa SMP N 30 serta Guru IPA SMP N 7 Muaro Jambi dengan peserta sebanyak 25 orang. Kegiatan ini diisi dengan materi: Pengenalan tentang pentingnya alat peraga dalam pembelajaran, demonstrasi serta praktek membuat alat peraga. Alat peraga yang dibuat antara lain: sistem Peredaran Darah Manusia, Sistem Eksresi, Sistem Pencernaan, dan Sistem Pernafasan pada Manusia. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dengan serius dan sangat antusias serta mendapatkan respon yang baik sekali. Dari kegiatan PPM ini dapat disimpulkan bahwa pembuatan alat peraga pembelajaran IPA khususnya biologi telah dilaksanakan dengan respon guru-guru yang sangat baik. Selanjutnya disarankan kepada guru-guru IPA untuk dapat menggunakan alat peraga yang telah dibuat dalam pembelajaran dan juga dapat mengembangkan alat-alat peraga IPA pada materi lainnya. Kegiatan PPM ini pada masa yang akan datang dapat juga dilakukan pada sekolah-sekolah sasaran lainnya dengan materi yang sama ataupun berbeda.
Pemanfaatan Media Herbarium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Pondok Pesantren Al Hidayah Asra, Revis; Johari, Asni; Haryadi, Bambang
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.262 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v3i1.7008

Abstract

Media pembelajaran merupakan hal yang mutlak digunakan dalam proses belajar. Mengajar.Dalam pembelajaran biologi khususnya materi tentang Tumbuhan guru harus dapat memberikan pemahaman dan pengenalan kepada siswa terhadap berbagai jenistumbuhan termasuk tumbuhan herba.Pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan yang ada di alam merupakan salah satu solusi yang paling tepat bagi guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih optimal.Penggunaan media pembelajaran herbarium sangat cocok diterapkan di Pondok Pesantren Al-Hidayah, karena begitu padatnya materi yang diajarkan di sekolah tersebut. Herbarium merupakan media pembelajaran yang awet dan dapat tahan lama sehingga dapat memudahkan dalam penyimpanan.
Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Biologi Bagi Guru-guru SMP Negeri 22 Kota Jambi dan SMP Negeri 30 Muaro Jambi Yelianti, Upik; Enggereini, Evita; Asra, Revis
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.154 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v3i1.7017

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu para guru IPA khususnya guru biologi dalam merancang dan membuat alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran biologi di SMP. Kegiatan ini diisi dengan materi: Pengenalan tentang pentingnya alat peraga dalam pembelajaran, demonstrasi serta praktek membuat alat peraga. Alat peraga yang dibuat antara lain: sistem Peredaran Darah Manusia, Sistem Eksresi, Sistem Pencernaan, dan Sistem Pernafasan pada Manusia. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dengan serius dan sangat antusias serta mendapatkan respon yang baik sekali. Disarankan kepada guru-guru IPA untuk dapat menggunakan alat peraga yang telah dibuat dalam pembelajaran dan juga kiranya dapat mengembangkan alat-alat peraga IPA pada materi lainnya. Kegiatan PPM ini pada masa yang akan datang dapat juga dilakukan pada sekolah-sekolah sasaran lainnya dengan materi yang sama.
EKSPLORASI TANAMAN OBAT DI DESA MUARA JAMBI: SUMBER DAYA ALAM UNTUK PEMBELAJARAN BIOLOGI Widyaningsih, Puji Rizky; Asra, Revis; Wicaksana, Ervan J
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 1 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i1.722

Abstract

Proses perkembangan zaman berpotensi untuk menghilangkan pengetahuan tradisional yang dimiliki masyarakat seperti pemanfaatan dan budaya kelestarian tanaman obat. Ancaman ini muncul akibat rusaknya habitat dan kurangnya upaya budidaya tanaman obat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendekatan yang efektif dengan memanfaatkan data tentang tanaman obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji, menggali dan menghubungkan konsep keanekaragaman hayati yang merupakan bagian dari materi biologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan model Spradley. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan cara member check. Hasil penelitian menunjukan terdapat 15 spesies tanaman obat yang biasa digunakan oleh masyarakat Desa Muara Jambi. Tanaman tersebut dapat mengatasi beberapa kategori jenis penyakit seperti demam, masalah pencernaan dan pernapasan serta mengatasi hipertensi dan diabetes. Tanaman obat memiliki hubungan yang erat dengan materi keanekaragaman hayati karena keduanya saling mendukung dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan manusia.
PENERAPAN TEKNIK BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER (BUDIKDAMBER) DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA TALANG INUMAN MUARA BULIAN Aini, Fitri; Asra, Revis; Maritsa, Hasnaul; Yusuf, Ashif Irvan; Sazali, Ahmad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Propinsi Jambi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Alih fungsi lahan menjadi komplek perumahan atau fungsi lain untuk menampung pertambahan populasi masyarakat mengakibatkan disetiap sudut kota di Propinsi Jambi termasuk Muara Bulian ditemukan banyak komplek perumahan. Minimnya halaman yang tersisa, membuat lahan tersebut tidak maksimal pemanfaatannya. Alternatif bagi masyarakat di Desa Talang Inuman Muara Bulian memaksimalkan sisa lahan dengan membuat teknik budidaya ikan dalam ember (BUDIKDAMBER) yang tidak membutuhkan lahan luas. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu penyuluhan kepada masyarakat, memperkenalkan teknik budidaya ikan dalam ember (BUDIKDAMBER) dan penanaman sayur organik serta mengajak masyarakat di lingkungan Desa Talang Inuman Muara Bulian untuk menjadikan BUDIKDAMBER sebagai salah satu bentuk usaha atau teknopreneurship. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) oleh Tim Pengabdian Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi maka target yang ingin dicapai adalah mitra mampu memanfaatkan lahan terbatas secara maksimal dengan beternak dan bertanam sayur menggunakan Teknik BUDIKDAMBER. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menghasilkan luaran berupa artikel di media online tentang bagaimana teknik BUDIKDAMBER. Dengan demikian, ikan dan sayuran organik yang dihasilkan oleh mitra diharapkan dapat memenuhi kebutuhan harian bahkan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat di lingkungan desa Talang Inuman Muara Bulian.
Clinical evaluation of dragon’s blood sunscreen (Daemonorops draco (Willd.) Blume) as an antioxidant and ultraviolet (UV) protector Nasela, Tiara; Lestari, Uce; Asra, Revis
Riset Informasi Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v14i2.1021

Abstract

Background: Prolonged exposure to ultraviolet (UV) radiation from sunlight can cause various skin problems, including sunburn, hyperpigmentation, and premature aging. Natural-based sunscreens are an innovative alternative to synthetic sunscreens, which may have side effects such as irritation and allergic reactions. Dragon’s blood (Daemonorops draco (Willd.) Blume) is known for its strong antioxidant properties due to its flavonoid content, particularly dracorhodin, which has the potential to be formulated as a sunscreen. This study aims to evaluate the clinical effectiveness of jernang resin sunscreen in providing UV protection and improving skin moisture and brightness. Method: A clinical trial was conducted involving 30 volunteers aged 18–50 years with normal skin and no history of allergies or skin diseases. The study included irritation tests, hedonic evaluations, skin brightness assessments, moisture level analysis using a Skin Analyzer, and UV protection effectiveness using a UV Camera over 30 days. The statistical analysis was performed using One-Way ANOVA and Duncan's test for significant differences. Results: The results showed that the jernang resin sunscreen exhibited significant UV protection, maintaining its effectiveness for 30 days. It also enhanced skin moisture and brightness compared to the control group. The hedonic test revealed high acceptability regarding color, texture, and aroma. The irritation test indicated no significant adverse reactions, confirming the product's safety. Conclusion: Dragon’s blood sunscreen has demonstrated excellent potential as an effective and safe natural alternative for UV protection, with added benefits of improving skin hydration and brightness. Further research is recommended to optimize its formulation for commercial use.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Fitoplankton di Rawa Bento, Kerinci sebagai Bioindikator Kualitas Perairan: Diversity and Abundance of Photoplanktone as a Water Quality Bioindicator of Rawa Bento Swamp, Kerinci Anhar, Vevi; Asra, Revis; Suprayogi, Dawam
Biospecies Vol. 16 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i1.20229

Abstract

Phytoplankton is microscopic aquatic organisms that have plant-like properties that act as primary producers of aquatic ecosystems. Bento Swamp is the highest swamp in Sumatra which is included in the Kerinci Seblat National Park (TNKS) area. Bento Rawa plays a role in supporting the lives of the surrounding community as well as being a tourist area. This study aims to identify the diversity and abundance of phytoplankton, as well as their relationship with water quality in Bento Rawa. This research was conducted in February-April 2022 based on the purposive sampling method. The results showed that there were 48 types of phytoplankton belong to 8 classes. The species with the highest abundance in Bento Swamp is Cocconeis sp., Melosira varians, and Fragilaria capucina. The relationship of water quality in Rawa Bento with the diversity and abundance of phytoplankton shows a positive correlation on the parameters of pH, current speed, nitrate, and phosphate. The water quality in Rawa Bento is included in the uncontamined category based on the abudance and diversity of phytoplankton and the measurements of physical and chemical factors in the waters of Rawa Bento obtained in this study Keywords: Phytoplankton, Diversity, Abundance, Water Indicators, Bento Swamp.   Abstrak Fitoplankton adalah organisme perairan mikroskopis yang memiliki sifat seperti tumbuhan yang bertindak sebagai produsen utama ekosistem perairan. Rawa Bento merupakan rawa tertinggi di Sumatera yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Rawa Bento berperan dalam menunjang kehidupan masyarakat sekitar sekaligus menjadi kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton, serta hubungannya dengan kualitas perairan di Bento Rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 jenis fitoplankton yang termasuk dalam 8 kelas. Spesies dengan kelimpahan tertinggi di Rawa Bento adalah Cocconeis sp., Melosira varians, dan Fragilaria capucina. Hubungan kualitas air di Rawa Bento dengan keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton menunjukkan korelasi positif pada parameter pH, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat. Kualitas air di Rawa Bento termasuk dalam kategori tidak tercemar berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton serta pengukuran faktor fisika dan kimia di perairan Rawa Bento yang diperoleh dalam penelitian ini. Kata Kunci: Fitoplankton, Keanekaragaman, Kelimpahan, Indikator Perairan, Rawa Bento.
Kualitas Dan Daya Simpan Buah Naga (hylocereus costaricencis) dengan Edible Coating Pektin Kulit Buah Kakao dan Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale): Quality and Shelf Life of Dragon Fruit with Edible Coating of Cocoa Pod Peel Pectin and Addition of Ginger Extract Asniati, Asniati; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 16 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i1.20548

Abstract

Horticultural commodities, especially fruits, have bright prospects in the agricultural sector. One of the fruits that has bright prospects and is ogled by a number of plantations and is available in fruit shops, markets, and supermarkets is dragon fruit. Efforts that can be made to maintain the quality and shelf life of dragon fruit are by coating methods, namely edible coating of pectin of cocoa pods and the addition of ginger extract. The purpose of this study was to determine the quality and shelf life of dragon fruit with edible coating of pectin of cocoa fruit peel and addition of ginger extract and to obtain the best concentration of addition of ginger extract that can maintain quality and extend shelf life of dragon fruit. This research was carried out in March-April 2022 using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 levels, namely 2 grams of cocoa peel pectin with 0% ginger extract, 2 grams of cocoa husk pectin with 9% ginger extract, 2 grams of cocoa husk pectin. with 27% ginger extract, and 2 grams of cocoa rind pectin with 54% ginger extract. The best result was the combination of 2 gram cocoa rind pectin with 54% ginger extract with a fruit weight loss value of 6.728%, fruit texture neutral, fruit color neutral with storage for 14 days. Keywods: dragon fruit, edible coating, ginger extract.   Abstrak Komoditas hortikultura, khususnya buah-buahan memiliki prospek cerah dalam sektor pertanian. Salah satu buah yang memiliki prospek yang cerah dan dilirik oleh sejumlah perkebunan serta telah tersedia ditoko buah, pasar, dan swalayan yaitu buah naga. usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas dan umur simpan pada buah naga adalah dengan metode pelapisan yaitu edible coating dari pektin kulit buah kakao dan penambahan ekstrak jahe. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan daya simpan pada buah naga dengan edible coating dari pektin kulit buah kakao dan penambahan ekstrak jahe dan Mendapatkan konsentrasi penambahan ekstrak jahe terbaik yang dapat mempertahankan kualitas dan memperpanjang daya simpan pada buah naga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-april 2022 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf yaitu pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 0%, pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 9%, pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 27%, dan pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 54%. Hasil penelitian terbaik adalah pada kombinasi pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 54% dengan nilai susut bobot buah 6,728%, tekstur buah netral, warna buah netral dengan penyimpanan selama 14 hari. Kata Kunci: buah naga, edible coating, ekstrak jahe.