Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER (BUDIKDAMBER) DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA TALANG INUMAN MUARA BULIAN Aini, Fitri; Asra, Revis; Maritsa, Hasnaul; Yusuf, Ashif Irvan; Sazali, Ahmad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ww5wt760

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Propinsi Jambi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Alih fungsi lahan menjadi komplek perumahan atau fungsi lain untuk menampung pertambahan populasi masyarakat mengakibatkan disetiap sudut kota di Propinsi Jambi termasuk Muara Bulian ditemukan banyak komplek perumahan. Minimnya halaman yang tersisa, membuat lahan tersebut tidak maksimal pemanfaatannya. Alternatif bagi masyarakat di Desa Talang Inuman Muara Bulian memaksimalkan sisa lahan dengan membuat teknik budidaya ikan dalam ember (BUDIKDAMBER) yang tidak membutuhkan lahan luas. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu penyuluhan kepada masyarakat, memperkenalkan teknik budidaya ikan dalam ember (BUDIKDAMBER) dan penanaman sayur organik serta mengajak masyarakat di lingkungan Desa Talang Inuman Muara Bulian untuk menjadikan BUDIKDAMBER sebagai salah satu bentuk usaha atau teknopreneurship. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) oleh Tim Pengabdian Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi maka target yang ingin dicapai adalah mitra mampu memanfaatkan lahan terbatas secara maksimal dengan beternak dan bertanam sayur menggunakan Teknik BUDIKDAMBER. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menghasilkan luaran berupa artikel di media online tentang bagaimana teknik BUDIKDAMBER. Dengan demikian, ikan dan sayuran organik yang dihasilkan oleh mitra diharapkan dapat memenuhi kebutuhan harian bahkan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat di lingkungan desa Talang Inuman Muara Bulian.
TRANSFORMASI KEMANDIRIAN EKONOMI : PENGEMBANGAN DESA ECO-EDU-WISATA TANGKIT MELALUI PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA ALAM BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA RT. 26. DESA TANGKIT KECAMATAN SUNGAI GELAM KABUPATEN MUARO JAMBI Asra, Revis; Alfernando, Oki; Oktarise Dwina, Dila; Kumalasari, Dyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.159-164

Abstract

Pengrajin bata merupakan mata pencaharian utama Masyarakat RT 26 di Desa Tangkit, namun dengan habisnya syumber bahan baku menyebabkan peningkatan biaya produksi sehingga keuntungan yang diperoleh menurun. Hal ini menyebabkan berkurangnya pendapatan masyarakat. Oleh karena itu perlu dikembangkan alternatif penghasilan untuk meningkatkan kembali perekonomian masyarakat tersebut. Salah satu langkah yang dapat diambil yaitu melalui pengembangan desa tangkit melalui pengembangan menjadi desa Eco-Edu-Wisata Berbasis Tanaman Obat Keluarga memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang ada di desa. Melalui kegiatan ini diharapkan Desa Tangkit bisa menjadi desa percontohan yang masyarakatnya mampu mengelola desa secara mandiri teknologi dan ekonomi sehingga dapat menunjang perekonomiannya. Melalui kegiatan ini diharapkan hadir sumber perekonomian baru dari pemberdayaan desa Eco-Edu-Wisata, masyarakat yang terampil dan produktif serta mandiri secara ekonomi.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN EKOR NAGA (Rhaphidophora pinnata (L.f.) Schott.) SEBAGAI ANTIHIPERURISEMIA TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN Bella Pascila; Fathnur Sani K; Revis Asra; Agung Giri Samudra
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v6i2.389

Abstract

Hyperuricemia is a condition of abnormal health hence increasing urid acid level within blood that is up in normal value spesificaly for man is over 7,0 mg/dL and for woman is over 6,0 mg/dL. Ekor naga leaves (Rhaphidophora pinnata L.f.) have some second metabolic compound namely flavonoid and alkaloid that have a capability to hampering xhantine oxidase enzyme. The objective of this reseach is to know the effectiveness giving ethanol extract of ekor naga leaves for decreasing urid acid level and to know the effectiveness dose ethanol extract of ekor naga leaves for decreasing uric acid level. The sample of this reseach was ethanol extract of ekor naga leaves, allopurinol as positive control, chicken liver juice and potassium oxonate as inductioun of hyperuricemia. The design of this research is complete random design with 5 action where in one action consist of 5 mice. The group of action was K+ Allopurinol 0,26mg/kgBB, P1 extract 125mg/kgBB, P2 extract 250mg/kgBB, and P3 extract 375mg/kgBB. The best dose is dose II (250mg/kgBB) with percentage of decreasing uric acid is 45,22%. Than dose III (375 mg/kgBB) with perfentage of dereasing urid acid is 44,66%, and dose I (125 mg/kgBB) with percentage of the decreasing uric acid is 39,60%. Moreover, it can be concluded that all dose of ethanol extract ekor naga leaves have an activity as antyhiperuricemia.
BUDIDAYA ROTAN JERNANG UNTUK PETANI KARET DI PAUH Asra, Revis; Farid, Faizar
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.352 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4284

Abstract

Rotan jernang (Daemonorops spp.) merupakan salah satu jenis rotan yang menghasilkan resin merah pada permukaan kulit buahnya. Resin merah jernang ini bernilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan untuk obat-obatan dan perwarna. Rotan jernang di hutan Kecamatan Pauh memiliki keanekragaman genetik yang tinggi, sehingga jernang di lokasi ini merupakan sumber plasma nutfah Jambi yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Menurut Balai Informasi Kehutanan Provinsi Jambi tahun 2009, keberadaan rotan jernang saat ini sudah langka. Oleh karena itu upaya budidaya harus dilakukan. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat petani karet dalam budidaya rotan jernang adalah sulitnya memperoleh biji tua jernang sebagai sumber bibit. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat. Metode PRA ini memiliki kelebihan, dimana keterlibatan masyarakat secara aktif (sebagai subyek) dan Perguruan Tinggi sebagai fasilitator. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya rotan jernang telah dilaksanakan di desa Karang Mendapo dan Batu Ampar Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun bersama kelompok tani Belato Makmur dan Makmur Utama. Sosialisasi dengan anggota kelompok tani berlangsung lancar, karena ketua IbM telah mengenal ketua kelompok tani, pada saat melakukan penelitian tentang jernang di daerah Kecamatan Pauh. Anggota kelompok tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi, karena mereka berharap dengan integrasi tanaman jernang di kebun karet mereka dapat meningkatkan perekonomian mereka. Berhubung sulitnya memperoleh biji tua untuk jenis jernang unggul (Daemonorps draco) yang memiliki nilai jual getah jernang paling tinggi, maka ketua peneliti berinisiatif untuk membeli anakan jernang dari pemilik kebun jernang dan para pencari jernang. Anakan jernang ini ada yang diperoleh dari jernang yang telah dikebunkan dan ada juga yang dari hutan alam. Anakan yang diperoleh selanjutnya ditanam di dalam polybag dengan media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang. Hasil monitoring pertumbuhan menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan anakan mencapai 60 %.
Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Anak Suku Anak Dalam di Dusun Selapik, Kabupaten Muaro Jambi Asra, Revis; Naswir, Muhammad; Kalsum, Ummi; Lestari, A Puji
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.541 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i1.5424

Abstract

Dusun Selapik merupakan salah satu dusun yang masuk ke dalam Desa Nyogan Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Dusun ini merupakan tempat bermukimnya Suku Anak Dalam (SAD), yang hidup berdampingan dengan warga desa lainnya. Suku Anak Dalam di Dusun Selapik sudah bermukim permanen di kawasan dekat dengan pemukiman penduduk biasa, dan tidak berpindah-pindah, seperti kebiasaan SAD lainnya. Pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam yang berada di Dusun Selapik tidak mengikuti sekolah formal sama sekali, mereka hanya belajar di sanggar belajar “Meraih Mimpi”. Sanggar Belajar ini dibina oleh Karang Taruna Setempat, dan waktu belajarnya hanya 3 kali seminggu, dengan fasilitas seadanya. Berdasarkan hasil survey pendahuluan dan wawancara langsung dengan kepala Dusun Selapik diperoleh informasi bahwa masalah biaya merupakan penyebab utama yang menyebabkan anak-anak SAD putus sekolah. Universitas Jambi sebagai salah satu Lembaaga Pendidikan dan merupakan Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Provinsi Jambi, melalui Pusat Sudi Pendidikan Masyarakat dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat turut terpanggil untuk melakasanakan program pendidikan untuk anak-anak SAD. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat.Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Suku Anak Dalam di Dusun Selapik dapat diambil kesimpulan: (1).Sosialisasi kepada Kepala Desa dan Aparat Desa telah dilakukan dalam upaya untuk mengetahui kondisi real masyarakat Dusun Selapik. (2). Penyuluhan kepada Orangtua SAD telah menggugah dan menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka, (3) Pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada anak-anak SAD meningkatkan pemahaman anak-anak dalam belajar, mengaji dan praktek ibadah, (4) Kemajuan pendidikan anak-anak SAD di Dusun Selapik cukup signifikan dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini.
Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Biologi Bagi Guru-Guru SMP Negeri 22 Kota Jambi dan SMP Negeri 30 Muaro Jambi Yelianti, Upik; Anggereini, Evita; Asra, Revis
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.84 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6086

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk membantu para guru IPA khususnya guru biologi dalam merancang dan membuat alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran biologi di SMP. Kegiatan ini diawali dari analisis kebutuhan bahwa banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas laboratorium yang memadai yang menunjang proses belajar mengajar, maka alat peraga merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Pelaksanaan kegiatan PPM di Kota Jambi dilakukan di 2 sekolah yaitu SMP N 22 dan SMP N 7 Kota Jambi yang melibatkan MGMP guru-guru IPA sebanyak 30 orang. Sedangkan kegiatan PPM di SMP N 30 Muaro Jambi hanya melibatkan guru-guru IPA dan siswa SMP N 30 serta Guru IPA SMP N 7 Muaro Jambi dengan peserta sebanyak 25 orang. Kegiatan ini diisi dengan materi: Pengenalan tentang pentingnya alat peraga dalam pembelajaran, demonstrasi serta praktek membuat alat peraga. Alat peraga yang dibuat antara lain: sistem Peredaran Darah Manusia, Sistem Eksresi, Sistem Pencernaan, dan Sistem Pernafasan pada Manusia. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dengan serius dan sangat antusias serta mendapatkan respon yang baik sekali. Dari kegiatan PPM ini dapat disimpulkan bahwa pembuatan alat peraga pembelajaran IPA khususnya biologi telah dilaksanakan dengan respon guru-guru yang sangat baik. Selanjutnya disarankan kepada guru-guru IPA untuk dapat menggunakan alat peraga yang telah dibuat dalam pembelajaran dan juga dapat mengembangkan alat-alat peraga IPA pada materi lainnya. Kegiatan PPM ini pada masa yang akan datang dapat juga dilakukan pada sekolah-sekolah sasaran lainnya dengan materi yang sama ataupun berbeda.
Pemanfaatan Media Herbarium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Pondok Pesantren Al Hidayah Asra, Revis; Johari, Asni; Haryadi, Bambang
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.262 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v3i1.7008

Abstract

Media pembelajaran merupakan hal yang mutlak digunakan dalam proses belajar. Mengajar.Dalam pembelajaran biologi khususnya materi tentang Tumbuhan guru harus dapat memberikan pemahaman dan pengenalan kepada siswa terhadap berbagai jenistumbuhan termasuk tumbuhan herba.Pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan yang ada di alam merupakan salah satu solusi yang paling tepat bagi guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih optimal.Penggunaan media pembelajaran herbarium sangat cocok diterapkan di Pondok Pesantren Al-Hidayah, karena begitu padatnya materi yang diajarkan di sekolah tersebut. Herbarium merupakan media pembelajaran yang awet dan dapat tahan lama sehingga dapat memudahkan dalam penyimpanan.
Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Biologi Bagi Guru-guru SMP Negeri 22 Kota Jambi dan SMP Negeri 30 Muaro Jambi Yelianti, Upik; Enggereini, Evita; Asra, Revis
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.154 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v3i1.7017

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu para guru IPA khususnya guru biologi dalam merancang dan membuat alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran biologi di SMP. Kegiatan ini diisi dengan materi: Pengenalan tentang pentingnya alat peraga dalam pembelajaran, demonstrasi serta praktek membuat alat peraga. Alat peraga yang dibuat antara lain: sistem Peredaran Darah Manusia, Sistem Eksresi, Sistem Pencernaan, dan Sistem Pernafasan pada Manusia. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dengan serius dan sangat antusias serta mendapatkan respon yang baik sekali. Disarankan kepada guru-guru IPA untuk dapat menggunakan alat peraga yang telah dibuat dalam pembelajaran dan juga kiranya dapat mengembangkan alat-alat peraga IPA pada materi lainnya. Kegiatan PPM ini pada masa yang akan datang dapat juga dilakukan pada sekolah-sekolah sasaran lainnya dengan materi yang sama.
Pelatihan Batik Ecoprint Untuk Meningkatkan Jiwa Wirausaha serta Dapat Dijadikan Khas Batik Ecoprint Jambi dengan Jernang Desa Nyogan Kabupaten Muaro Jambi Maryani, Anis Tatik; Asra, Revis; S, Sarman; Ichwan, Budiyati; Eliyanti
Buletin Dharmas Andalas Vol. 2 No. 1 (2025): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v2i1.22

Abstract

Provinsi Jambi memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna tekstil, misalnya daun, akar, kulit buah, dan kulit pohon. Pemanfaatan kekayaan alam tersebut dapat sebagai alternatif pewarna tekstil alami yang diproduksi melalui teknik ecoprint. Akan tetapi, penggunaan pewarna alami telah jarang digunakan. Oleh sebab itu dilakukan pengabdian ini yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan pengetahuan masyarakat pengenai salah sau pewarna alami dengan jernang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, sehingga khalayak sasaran dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan dan pemecahan masalah. Cara penyampaiannya melalui pendekatan andragogi sehingga diharapkan terjadi interaksi yang bersifat insentif antara peserta dan tim pelaksana. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan, sosialisasi, dan diskusi dua arah. Selama penyampaian materi, ibu-ibu PKK dan masyarakat Desan Nyogan tampak antusias mendengarkan dan memahami penjelasan mengenai teknik batik ecoprint. Selain itu, masyarakat terlihat termotivasi untuk menciptakan kreasi batik baru agar menjadi anggota masyarakat yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan bahan tumbuhan dari pekarangan secara produktif melalui usaha batik ecoprint. Kedepannya pengetahuan ini dapat menjadi sumber acuan dalam pengembangan usaha batik di Desa Nyogan yang mampu meningkatkan keterampilan dan kesejateraan masyarakat setempat.
EKSPLORASI TANAMAN OBAT DI DESA MUARA JAMBI: SUMBER DAYA ALAM UNTUK PEMBELAJARAN BIOLOGI Widyaningsih, Puji Rizky; Asra, Revis; Wicaksana, Ervan J
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 1 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i1.722

Abstract

Proses perkembangan zaman berpotensi untuk menghilangkan pengetahuan tradisional yang dimiliki masyarakat seperti pemanfaatan dan budaya kelestarian tanaman obat. Ancaman ini muncul akibat rusaknya habitat dan kurangnya upaya budidaya tanaman obat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendekatan yang efektif dengan memanfaatkan data tentang tanaman obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji, menggali dan menghubungkan konsep keanekaragaman hayati yang merupakan bagian dari materi biologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan model Spradley. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan cara member check. Hasil penelitian menunjukan terdapat 15 spesies tanaman obat yang biasa digunakan oleh masyarakat Desa Muara Jambi. Tanaman tersebut dapat mengatasi beberapa kategori jenis penyakit seperti demam, masalah pencernaan dan pernapasan serta mengatasi hipertensi dan diabetes. Tanaman obat memiliki hubungan yang erat dengan materi keanekaragaman hayati karena keduanya saling mendukung dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan manusia.