Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Analisis Kolorimetri Kadar Hemoglobin Darah dengan Metode Pencitraan Digital Menggunakan Desktop Scanner Koekoeh Santoso; Muhammad Agil; Ridzky Pratama
ARSHI Veterinary Letters Vol. 1 No. 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.571 KB) | DOI: 10.29244/avl.1.2.19-20

Abstract

Spektrofotometer adalah sistem baku berbasis kolorimetri dalam pengukuran kadar Hemoglobin (Hb). Penggunaan scanner untuk mengukur kadar Hb berbasis kolorimetri telah dilakukan sebagai sistem alternatif. Kurva baku kanal warna scanner yang paling curam adalah blue. Perbandingan kurva baku spektrofotometer dengan kanal warna blue menunjukan nilai y = 0.3131x + 0.0565 dengan R2 = 0.9954 dan angka konversi nilai absorbansi desktop scanner menjadi kadar Hb adalah 73.6. Hasil uji Pasangan T menghasilkan nilai p sebesar 0.325 atau tidak berbeda nyata pada p ˃ 0.05.
Profil hematologi anjing lokal di wilayah endemik rabies Agus Wijaya; Ronald Tarigan; Koekoeh Santoso; Yusuf Ridwan; Etih Sudarnika; Abdul Zahid Ilyas; Denny Widaya Lukman; Ardilasunu Wicaksono; Arifin Budiman Nugraha; Usamah Afiff; Sri Murtini; Edi Sukmawinata; Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.224 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.1.1-2

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan satu dari 24 provinsi di Indonesia yang dilaporkan belum bebas Rabies. Usaha pembebasan wilayah Jawa Barat dari penyakit Rabies sangat strategis mengingat posisi Jawa Barat berada di antara daerah bebas Rabies. Jampang Tengah menjadi salah satu kecamatan di Sukabumi yang pada tahun 2016 dilaporkan telah terjadi 13 kasus gigitan Rabies. Penelitian ini menggunakan 81 sampel darah anjing lokal yang dikoleksi dari enam desa di kecamatan Jampang Tengah dan diperiksa dengan menggunakan alat Rayto® hematology analyzer. Parameter profil hematologi dikelompokkan berdasarkan perbedaan umur dan jenis kelamin anjing. Hasil pemeriksaan hematologi secara umum berdasarkan umur menunjukkan nilai rataan yang lebih besar pada anjing lokal umur ≥1 tahun dan konsentrasi leukosit menunjukkan nilai statistik yang signifikan berbeda (p<0.05). Berdasarkan jenis kelamin, nilai rataan parameter hematologi secara umum lebih tinggi pada anjing lokal betina dan adanya perbedaan signifikan (p<0.05) pada konsentrasi leukosit dan granulosit.
Use of the MLX 90164 sensor and the ThingSpeak platform for internet of things-based animal body temperature check Ridi Arif; Okta Irviana Muminin; Nenis Rahma Wulandari; Koekoeh Santoso; Dhani S. Wibawa
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.2.35-36

Abstract

Sensor MLX 90614 adalah sensor IR yang digunakan untuk mengukur suhu tanpa kontak. Sensor ini dapat mengukur suhu objek dan suhu lingkungan pada kisaran -40 oC – 125 oC. Sensor ini banyak digunakan di berbagai bidang seperti pengukuran suhu ruangan, suhu mesin, suhu lingkungan, dan suhu tubuh. Sensor MLX 90614 belum sepenuhnya dapat digunakan secara langsung untuk melakukan pengukuran suhu karena default program yang sederhana sehingga hasil pengukuran tidak akurat. Oleh karena itu diperlukan optimasi untuk meningkatkan nilai presisi pendugaan suhu internal tubuh menggunakan sensor ini. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 6 ekor domba percobaan. Pemeriksaan suhu dilakukan melalui termometer kontak dan dibandingkan dengan pemeriksaan non-kontak oleh sensor MLX 90614. Hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata termometer kontak adalah 39,28±0,09 oC sedangkan hasil sensor MLX adalah 35,78±1,38 oC. Perbedaan suhu rata-rata adalah 3,5±1,48 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor koreksi perbedaan suhu perlu dimasukkan dalam kode skrip saat menjalankan sensor MLX 90614. Hasil pemeriksaan suhu oleh sensor dapat langsung dikirim secara real time ke platform ThingSpeak sehingga hasilnya dapat disimpan dan diakses di berbagai tempat dengan mudah. Penggunaan sensor MLX 90614 yang dipadukan dengan konsep IoT menggunakan ThingSpeak dapat mempermudah proses pemeriksaan suhu tubuh non-kontak, serta membuat data dapat diakses dan disimpan dengan mudah.
Pengobatan myasis pada musang Lombok (Paradoxurus hermaphroditus) di lembaga konservasi ex-situ Putri, Fatimatus Sa’diyah; Maulana, Gilang Kala; Satyaningtijas, Aryani Sismin; Ekastuti, Damiana Rita; Maheshwari, Hera; Santoso, Koekoeh; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustamam, Isdoni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.47-48

Abstract

Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi ex-situ dalam bentuk taman satwa untuk menyokong keselamatan spesies satwa liar. Salah satu satwa liar yang dipelihara adalah musang Lombok (Paradoxurus hermaphroditus) dalam kandang bersama dengan musang bulan betina (Paguma larvata). Musang Lombok ditemukan mengalami vulnus pada pangkal ekor dan berlanjut dengan myiasis. Musang Lombok tersebut kemudian diobati dengan pemberian antibiotik dan antiinflamasi untuk penyembuhan luka. Myiasis diterapi dengan pemberian larvasida dan pengambilan larva secara manual. Setelah 5 hari pengobatan, vulnus masih belum sembuh total, larva lalat sudah tidak kelihatan, nafsu makan masih kurang baik.
Dynamics of intraerythrocytic parasite infections in the Java common palm civet (Paradoxurus hermaphroditus) Putri, Maritrana; Cahyaningsih, Umi; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustamam, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Suprayogi, Agik; Maheshwari, Hera; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.93-94

Abstract

Selama tujuh minggu, penelitian ini menyelidiki infeksi parasit intraeritrosit pada musang Jawa (Paradoxurus hermaphroditus). Sampel darah dikumpulkan segera setelah musang dibawa dari habitat aslinya. Setelah periode adaptasi 30 hari, sampel tambahan dikumpulkan setiap minggu. Temuan kami mengungkapkan infeksi dengan Babesia sp., Theileria sp., dan Anaplasma sp., dengan tingkat infeksi tertinggi untuk Anaplasma sp. (0,35 ± 0,05)%, diikuti oleh Theileria sp. (0,12 ± 0,05)%, dan Babesia sp. (0,03 ± 0,02)%. Selama periode penelitian, tingkat infeksi Babesia sp. dan Anaplasma sp. menurun, sedangkan Theileria sp. menunjukkan tren peningkatan hingga akhir penelitian.
Profil eritrosit, hemoglobin, dan nilai hematokrit luwak Jawa (Paradoxurus hemaphroditus) pemakan dan tidak pemakan buah kopi Rahmadhani, Elsi; Wibawan, I Wayan Teguh; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Isdoni, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.15-16

Abstract

Luwak Jawa (Paradoxurus hemaphroditus) merupakan hewan yang memiliki kemampuan menghasilkan biji kopi yang berkualitas, sehingga status kesehatannya perlu untuk diperhatikan. Gambaran darah dapat dijadikan sebagai indikator status kesehatan luwak pada kondisi tertentu. Penelitian mengenai luwak telah banyak dilaporkan, namun belum ada penelitian mengenai parameter fisiologis khususnya profil eritrosit dari luwak yang sengaja diberikan buah kopi secara terus menerus selama 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung profil eritrosit pada luwak Jawa pemakan pemakan kopi dan tidak pemakan buah kopi. Gambaran darah luwak Jawa pada saat adaptasi dan pemeliharaan berfluktuasi. Rataan jumlah eritrosit luwak pemakan buah kopi dan tidak pemakan buah kopi adalah (8,24±2,40) x 106/mL dan (8,25±2,16) x 106/mL, kadar hemoglobin adalah (6,18±2,21) g/dL dan (6,40±2,21) g/dL dan nilai hematokrit adalah (16,50±2,21) % dan (16,00±2,14) %. Secara umum gambaran darah luwak Jawa pemakan buah kopi memiliki rataan yang lebih rendah dari pada luwak Jawa yang tidak diberi buah kopi.
Pemendekan waktu siklus estrus pada luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) terdeteksi melalui metode ulas vagina Zora, Nelda Fliza; Ulum, Mokhamad Fakhrul; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Maheshwari, Hera; Suprayogi, Agik; Manalu, Wasmen; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.2.35-36

Abstract

Luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan salah satu hewan liar yang dapat dimanfaatkan sebagai penyeleksi biji kopi untuk menghasilkan kopi berkualitas dan bernilai ekonomis tinggi. Pemeliharaan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan reproduksi luwak sehingga penting untuk diketahui sebagai dasar manajemen pemeliharaan dan kesehatan untuk optimalisasi produksi, pencegahan penyakit, dan konservasi luwak. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui panjang waktu total siklus estrus dan waktu dari setiap fase estrus yaitu fase proestrus, estrus, metestrus dan diestrus. Luwak Jawa dari diperoleh dari pasar hewan sebanyak 2 ekor berjenis kelamin betina dengan bobot badan sekitar 4 kg diambil data ulas vagina selama 21 hari pada pagi dan sore hari. Sel epitel vagina diperiksa di bawah mikroskop dan dianalisa secara kuantitatif. Hasil pengamatan menunjukkan pemendekan siklus estrus dengan panjang total siklus estrus yaitu 121,5±7,5 jam (5 hari). Durasi waktu proestrus 12,0±0,0 jam, estrus 22,5±3,0 jam, metestrus 25,5±3,0 jam dan diestrus 61,5±3,0 jam.
Kadar kolesterol dan glukosa darah luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) yang didomestikasi Gandasari, Ira Agustina Dewi; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Maheshwari, Hera; Suprayogi, Agik; Manalu, Wasmen; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.19-20

Abstract

Status kesehatan luwak yang pemanfaatannya cukup tinggi sebagai penghasil kopi belum banyak dipelajari secara lengkap. Informasi mengenai status fisiologis luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) yang telah didomestikasi masih terbatas dan sangat diperlukan untuk menilai aspek kesejahteran hewan di penangkaran. Studi ini melaporkan kadar kimia darah dan kolesterol luwak Jawa yang sudah didomestikasi. Luwak dalam penelitian ini diberi pakan berupa pisang, kepala ayam dan juga dog food. Pemeriksaan kimia darah berupa kadar glukosa dan kolesterol darah dilakukan terhadap 6 ekor luwak yang diberi pakan pisang, kepala ayam dan juga dog food. Hasil menunjukkan bahwa luwak Jawa jantan memiliki kadar glukosa sebesar 68,00±22,55 mg/dL dan luwak Jawa betina yaitu sebesar 73,78±12,60 mg/dL. Kadar kolesterol darah pada luwak Jawa jantan yaitu sebesar 145,78±22,29 mg/dL dan luwak Jawa betina yaitu sebesar 142,00±12,44 mg/dL.
Penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular Boa constrictor di Lombok Wildlife Park, Nusa Tenggara Barat Satvika, Fadhila; Maulana, Gilang Kala; Satyaningtijas, Aryani Sismin; Ekastuti, Damiana Rita; Maheshwari, Hera; Santoso, Koekoeh; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustamam, Isdoni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.67-68

Abstract

Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan salah satu satwa liar yang ditangani adalah ular. Tulisan ini melaporkan penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular boa (Boa constrictor). Ular bernama Boly, berumur sekitar 1.5 tahun dengan bobot badan 8 ons mengalami eye caps stuck atau spectacular dysecdysis setelah proses pergantian kulit yang tidak sempurna. Terjadi kebengkakan pada jaringan di kedua mata dan boa kehilangan nafsu makan. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik dan anti inflamasi untuk 3 hari pertama dan dilanjutkan dengan supplemen pendukung berupa zat besi dan vitamin B12 intramuskular selama 3 hari berikutnya. Jaringan bengkak pada mata kiri pecah dan menyebabkan kerusakan pada organ mata, sedangkan jaringan yang telah mengering pada mata kanan dikelupas secara manual. Nafsu makan ular sudah kembali membaik dan sudah mau makan dengan sendirinya.
Traumatic toenail wound in a Thai elephant (Elephas maximus indicus) : Toenail wound in elephant Ong Huey, Lynette; Suprayogi, Agik; Sismin Satyaningtijas, Aryani; Rita Ekastuti, Damiana; Maheshwari, Hera; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Achmadi, Pudji; Manalu, Wasmen; Maneewong, Sattabongkoch; Tarigan, Ronald
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.3-4

Abstract

Elephant is Thailand’s national animal which represents three aspects: loyalty, longevity, and strength. Thai elephants are often used for deforestation and tourist activities, such as elephants, riding, and showering. This case report highlights a traumatic wound in the left foreleg nail of a showering Thai elephant. Nail wounds undergo infection and tissue necrosis. A bone fragment suspected to be part of the distal phalanges was found and confirmed by X-ray examination. However, a surgical approach is not recommended because of the high risk of sedation in elephants. Routine wound cleaning with antiseptics and topical antibiotics was performed on the traumatic wounds. The bone fragment was removed after necrosis of the surrounding tissues. The prognosis for this case was considered good based on the location and wound condition.
Co-Authors A.S. Satyaningtijas Abdul Zahid Abidah, Puri Adzrok ACHMAD FARAJALLAH Afiff , Usamah Afrilia Bagus Putri Hapsari Agik Suprayogi Agung Eru Wibowo Agus Wijaya Ainul Khadija Saleema Akhiruddin Maddu Aldo Febriano Tarigan Alfarisi, Hamzah Amalia Khairina Amrozi Andayani, Prawita Lintang Anindita Sista Widyadhari Anindita Sista Widyadhari Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi Ardilasunu Wicaksono Asah Hilaliah Athirah Rerana Fitrianthy Aziz, Sandra Dalia Sukmawati Damhuri Damhuri Damiana Rita Ekastuti Daryanti, Edhita Putri David Anwar Denny Widaya Lukman Denny Widya Hikman Desrayni Hanadhita Dhani S. Wibawa Dwi Nurhidayah Zubaidah Edi Sukmawinata Edi Sukmawinata Elok Budi Retnani Etih Sudarnika Farida Cintiyah Gandasari, Ira Agustina Dewi Gilang Kala Maulana, Gilang Kala Hadri Latif heny Nitbani HERA MAHESHWARI Herwin Pisestyani Huda Shalahudin Darusman I wayan Teguh Wibawan Ika Mayasari, Ni Luh Putu Ikhwan Wirahadikesuma ikhwan wirahadikesuma Imelda Yanti Lumongga Simanjuntak Irfan Nurhidayat, Irfan Irwan Oktoni Isdoni Bustaman Isnaeni Isnaeni Isnaeni Jefri Naldi Jumadin, La Jumardin jumardin jumardin Kholidah Fauziah Komariah komariah komariah Kudang Boro Seminar Kusnandar Anggadiredja La Jumadin La Jumadin La Jumadin La Jumadin Lili Darlian Lili Darlian M. Ichwan Mutaqqin MADE ASTAWAN Made Darawati Maharani Salsabila Mahendra, Arindina Maneewong, Sattabongkoch Maria, Joanita Maryce Agusthinus Walukou Mawali, Maharja Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad MUHAMMAD AGIL Muhammad Primadevan Pascaharchana Noor Nadhear Nadadyanha Dannar NASTITI KUSUMORINI Nenis Rahma Wulandari Niken Ulupi Nugraha, Arifin Budiman Nuri Ardiani Nurul Masyita, Nurul Okta Irviana Muminin Okti Nadia Poetri Ong Huey, Lynette Pudji Achmadi Putri, Anisya Saeila Putri, Fatimatus Sa’diyah Putri, Maritrana Rahmadhani, Elsi Rani Audona Rasyida Ulfa Ratasha Zahwanda Rachmani Ridi Arif Ridzky Pratama Risqika Akla Velayati Rivangga Yuda Hendika Ronald Tarigan Rotinsulu, Dordia Anindita Sadiah, Siti Santoso, Hera Sasmita, Annissa Nuridfi Satvika, Fadhila Saut Renato Rahmat Simanjuntak sri murtini . Supiyani, Atin Tarigan, Ronald Tutik Wresdiyati Ulfatin Khoiriyah Herowati Umi Cahyaningsih Warysatul Ummah Wasmen Manalu Wijaya, Yanuar Restu Yulvian Sani Yusuf Ridwan Zora, Nelda Fliza Zulvia Maika