p-Index From 2021 - 2026
4.747
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dialektika Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Journal of Education and Learning (EduLearn) BAHASA DAN SASTRA Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Lingua Cultura Indonesian Journal of Educational Review (IJER) ELTIN Journal: Journal of English Language Teaching in Indonesia ARABIYAT English Review: Journal of English Education KEMBARA Jurnal Gramatika IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) Journal of English Language Studies PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Ilmiah Lingua Idea Jurnal Bahasa Lingua Scientia Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Humaniora BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Journal of English Education and Teaching (JEET) Scope: Journal of English Language Teaching Getsempena English Education Journal Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Nivedana : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Jurnal Dakwah dan Komunikasi Journal Of World Science Al-Hijr: Journal of Adulearn World Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Academia Open Indonesian Language Education and Literature Pariwisata
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN MAKSIM DALAM DISKUSI BILL GATES Istihayyu Buansari; Yumna Rasyid; Miftahulkhairah Miftahulkhairah
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8169

Abstract

Setiap hari manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Orang menggunakan bahasa tidak hanya untuk menjelaskan kata-kata tetapi juga untuk melakukan suatu tindakan. Bahasa performatif yang digunakan orang untuk melakukan suatu tindakan disebut tindak tutur.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui jenis-jenis tindak ilokusi yang terjadi dalam ujaran-ujaran Bill Gates, (2) untuk mengetahui tindak ilokusi yang paling sering dilakukan oleh Bill Gates, dan (3) untuk mengetahui jenis-jenis maksim yang terjadi dalam ucapan-ucapan Bill Gates. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori Illocutionary Act dari Kreidler dan teori Maxims dari Grice. Data yang dikumpulkan adalah ucapan-ucapan Bill Gates dalam diskusi TED-nya yang berjudul “How we must respond to the coronavirus pandemic”. Hasil penelitian menemukan terdapat 98 data maksim yang ditemukan dalam 32 tuturan, maksim kualitas menjadi yang tertinggi ditemukan sebanyak 32 kali, relevansi sebanyak 27 kali, cara sebanyak 22 kali, dan yang paling sedikit adalah kuantitas sebanyak 17 kali. Maksim kualitas terjadi menjadi yang tertinggi karena keyakinan pembicara pada apa yang dikatakannya benar dan dapat divalidasi. Kata kunci: ujaran, tindak tutur, pragmatik, ilokusi, maksim
KOGNISI SOSIAL DALAM LIRIK MARS KOTA DEPOK:ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN VAN DIJK Ahmad Muzaki; Yumna Rasyid; Miftahulkhairah Anwar
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.8721

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan kognisi sosial dalam lirik mars Kota Depok yang berjudul Depok Sejahtera berisi kognisi sosial yang terkandung di dalamnya. Analisis wacana kritis adalah jenis penelitian analitik wacana yang mempelajari bagaimana cara penyalahgunaan, dominasi, dan ketidaksetaraan kekuatan sosial yang diberlakukan, direproduksi, dan ditentang oleh teks dan pembicaraan dalam konteks sosial dan politik. Analisis wacana kritis mengambil posisi secara eksplisit serta ingin memahami, mengekspos, dan juga melawan ketidaksetaraan sosial.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis wacana kritis model Van Dijk. Teknik pengumpilan data melakukan observasi teks atau document research yaitu teks berupa data primer sebagai sasaran utama dalam menganalisis sedangkan data sekunder diperlukan untuk mempertajam analisis data primer sekaligus data tersebut dijadikan sebagai bahan pelengkap atau perbandingan. Metode penelitian ini adalah penelitian kulaittatif yang dilakukan secara alamiah, sehingga mendapatkan hasil yang berupa deskripsi secara alamiah. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dari analisis wacana kritis model Teun Van Dijk dari mars Kota Depok dengan judul Depok Sejahtera. Hasil penelitian dari analisis lirik mars Kota Depok menunjukkkan bahwa ada terdapat kognisi sosial yang disampaikan melalui lirk mars tersebut. Lirik mars Depok Sejahtera memiliki pesan yang disampaikan untuk masyarakat Kota Depok. Pesan yang disampaikan sangat menyentuh ranah kehidupan masyarakat di Kota Depok.Kata Kunci: wacana kritis, Van Dijk, kognisi sosial,
Needs Analysis for the Development of Microlearning-Based Chinese Reading Instruction: Analisis Kebutuhan Pembelajaran Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Microlearning Siti Handayani; Ifan Iskandar; Yumna Rasyid
Academia Open Vol. 12 No. 1 (2027): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.12.2027.14805

Abstract

General Background: Reading is a fundamental competency in Chinese language learning, requiring mastery of phonetics, Hanyu Pinyin, Chinese characters, vocabulary, and text comprehension. Specific Background: University students continue to experience difficulties with Mandarin pronunciation, character recognition, and basic text comprehension, while existing instructional resources require additional audio, video, and interactive support. Knowledge Gap: Although printed and digital Chinese learning materials are available, resources integrating reading content, phonetic instruction, audiovisual media, and learning activities within an accessible format remain necessary. Aims: This descriptive quantitative study, supported by qualitative data, analyzed basic Chinese reading learning needs as a foundation for developing microlearning-based digital materials using questionnaires from 56 students and an instructor interview. Results: Major pronunciation difficulties involved initial zh (46.43%), ch (37.50%), and q (21.43%); final ü (69.64%); third tone (57.14%); and second tone (44.64%). Character recognition was difficult for 57.14% of students. Moreover, 85.71% required simple-text exercises with interactive explanations, while 71.42% required phonetic exercises. Digital learning innovation received a mean score of 4.16. Novelty: The needs analysis combines learner and instructor perspectives to specify content, media, and independent-practice requirements for microlearning-based materials. Implications: Digital materials should integrate pronunciation instruction, character recognition, vocabulary and word-class information, simple texts, audio, video, and interactive exercises in short, focused, accessible learning units. Highlights: Final ü recorded the highest pronunciation difficulty at 69.64%. Chinese character recognition was reported as difficult by 57.14% of students. Interactive simple-text practice was requested by 85.71%, while 71.42% requested pronunciation exercises. Keywords: Needs Analysis, Digital Teaching Materials, Chinese Reading, Microlearning
PERSPEKTIF NAJWA SIHAB DALAM TRAGEDI KANJURUHAN: KAJIAN WACANA KRITIS NOURMAN FAIRCLOUGH Lutfi Syauki Faznur; Yumna Rasyid; Miftahulkhairah Anwar; Matteo D'Agostino
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v10i2.30239

Abstract

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya menuai perhatian banyak masyarakat dalam dan luar negeri. Tragedi yang telah menghilangkan korban dalam jumlah yang banyak mengakibatkan beberapa tokoh ikut berbicara, salah satunya adalah Najwa Shihab, seorang news anchor dan presenter talkshow professional yang memiliki kompetensi komunikasi yang sangat baik Ketika melakukan praktik komunikkasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi Najwa Shihab dalam menanggapi tragedi Kanjuruhan yang di kemas dalam kajian wacana kritis yang dikembangkan oleh Nourman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan teoritis analisis wacana kritis Nourman Fairclough. Penelitian ini akan mengkaji melalui tiga tradisi Nourman Fairclough analisis teks discourse practice, dan sociocultural practice . Hasil penelitian menunjukkan adanya temuqn mengenai representasi masyarakat terhadap pertaaggungjawaban tragedi Kanjuruhan.  Aspek kebahasaan diksi dan penggunaan kalimat yang digunakan oleh Najwa Sihab telah menempatkan representasi masyarakat Indonesia terhadap ketidakbecusan pelaksana sepak bola. Keberpihakan Najwa Sihab pada korban tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan produksi teks yang dihasilkan menimbulkan citra negatif terhadap pihak tertentu.
KONTROVERSI LAGU UNHOLY (SAM SMITH FT KIM PETRAS) Ferry Kurniawan; Yumna Rasyid; Miftahulkhairah Anwar
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2365

Abstract

Pengaruh social media dalam kehidupuan kita dirasakan sangat besar. Baik pengaruh positif maupun pengaruh negative. Tidak sedikit hal-hal yang menjadi perhatian lebih di social media menyebabkan kotroversi. Lagu unholy yang menjadi kontroversi di Indonsia membuat penulis tertarik melakukan investigasi mengunakan pisau analisis kristis model Norman Fairclough. Dalam studi ini dihasilan beberapa temuan bahwa: Dalam dimensi mikro, ditemukan bahwa penulis mencampur tiga struktur, yaitu simple present tense, present continuous tense, simple past tense, past future tense. Ditemukan pula kontraksi, untuk mensederhanakan kata-kata. Contohnya I will menjadi I’ll. Pada tataran dimensi interpretasi di temukan makna kata yang konotsiny maknanya negatif.: sedangkan ada tataran dimensi analisis sociocultural didapatkan bahawa terjadi pergesekan dari sisi sociocultural penulis dengan kondisi sociocultural di Indonesia
Co-Authors Aceng Rahmat Ade Rufaida Awalia Ahmad Muzaki Ahmad Muzaki Aidil Syah Putra Ali Mubarok, Azys Andri Donal, Andri Andri Purwanto Angela, Nofia Ardiasih, Lidwina Sri Arfierahman, Arfierahman Arianty Visiaty Arintya, Hana Asti Purbarini Barnabas, Raden Ahmad Bejo Sutrisno Chairunnisa Chairunnisa D'Agostino, Matteo Defina Destoprani Brajannoto Destoprani Brajannoto Deviyanti, Revinia Dini Fitriani Edi Puryanto Emzir Emzir, Emzir Endry Boeriswati Erna Erpiana Eva Leiliyanti, Eva Fajariyah, Wulandari Nur Fajriyah, Wulandari Nur Fathiathy Murtadho Fathiaty Murtadho Febi Nur Biduri Febria, Rhani Ferry Kurniawan Fitri Astar Gultom, Tiomas Redia Hanip Pujiati Herlina Herlina Herlina Usman Hidayati, Istiqlailah Nurul Hyunbim Im Ifan Iskandar Ilza Mayuni Im, Hyunbim Ira Annisa Purawinangun Ira Yuniati Istihayyu Buansari Istihayyu Buansari Jakindo, Ester Jakobis Tallo Adu Juju Juangsih Kalee, Susrina Kalema Christopher Larra Semyanov Liliana Muliastuti Lutfi Syauki Faznur Mardin Silalahi Matteo D'Agostino Meirisa Meirisa Miftahulkhairah Anwar Miftahulkhairah Anwar Miftahulkhairah Anwar Miftahulkhairah Miftahulkhairah Miftahulkhairah Miftahulkhairah Mohamedalhabieb Alhafiz Mohamed Alnour Muhamad Muhamad Ichsan Nurjam’an Nahartini, Desi Ningsih, Siti Ayu Ninuk Lustyantie Noor Isnaeni Nurhaedah Gailea, Nurhaedah Nuruddin Nuruddin Nuruddin, Nuruddin Oktariyani Oktariyani, Oktariyani Otaigo Elisha Parlindungan Pardede Prayogo Hadi Sulistio Purnama Putra, Purnama Puti Zulharby Raden Ahmad Barnabas Ratna Dewanti Rekha Asmara, Rekha Saifur Rohman Sakura Ridwan Sakura Ridwan Saota, Erlina Saputra, Zufrufin Sari, Arista M. Sariah Sariah Sartin T. Miolo Semyanov, Larra Septy Riyani Siti Ansoriyah SITI DRIVOKA SULISTYANINGRUM Siti Handayani Sulistio, Prayogo Hadi Supriatna Supriatna Terry Chang Wibowo, Maryanto Wiwit Sariasih Wulandari Nur Fajariyah Wulandari Nur Fajriyah Wuriy Handayani Yuniarsih, Yuniarsih Zainal Rafli, Zainal Zulharby, Puti Zuriyati Zuriyati