p-Index From 2021 - 2026
5.507
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA LOKABASA UNEJ e-Proceeding Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Gondang: Jurnal Seni dan Budaya JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Indonesian EFL Journal Jurnal Studi Al-Qur'an Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai Journal of Indonesian Language Education and Literary English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra JENTERA: Jurnal Kajian Sastra JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Getsempena English Education Journal BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Lililacs Journal Journal International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL) PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA
Claim Missing Document
Check
Articles

AKTUALISASI DIRI TOKOH UTAMA NOVEL BALADA SI ROY KARYA GOL A GONG Nugraha Sinaga; Zuriyati Zuriyati; Siti Gomo Attas
Kandai Vol 14, No 1 (2018): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.062 KB) | DOI: 10.26499/jk.v14i1.644

Abstract

Setiap manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan dan keinginan untuk berkembang yang pencapaian tertingginya adalah aktualisasi diri. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri aktualisasi diri yang tampak pada tokoh utama novel Balada Si Roy karya Gol A Gong. Sumber data berupa kutipan teks novel Balada Si Roy. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Teori yang digunakan adalah psikologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama merupakan pribadi yang teraktualisasi. Hal ini diperkuat oleh temuan data dalam novel berupa empat belas ciri aktualisasi diri yang dikemukakan Abraham Maslow. Penyebab terbentuknya pribadi yang teraktualisasi tersebut, tidak terlepas dari kebulatan tekad tokoh utama untuk memenuhi hasrat terpendamnya, yakni menulis dan traveling. Kedua hal tersebut dijalani tokoh utama dengan keyakinan walaupun harus meninggalkan dua wanita yang dikasihinya di Indonesia: Ibu dan Suci. 
SENI PERTUNJUKAN CERITA SI PITUNG: PERTARUNGAN IDENTITAS DAN REPRESENTASI BUDAYA BETAWI Siti Gomo Attas
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.144 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.08

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskankan bagaimana cerita si Pitung diperebutkan oleh berbagai kekuatan sosial di luar dirinya dalam konteks representasi identitas budaya Betawi. Kontestasi kekuatan pertarungan antar kekuatan untuk memperebutkan cerita Si Pitung sebagai identitas merepresentasikan budaya Betawi. Melalui cerita si Pitung pertarungan identitas melalui mitos dapat memporakporandakan kekuatan kolonial, terutama kekuatan kontestasi antara budaya local dengan hegemoni colonial bahwa orang pribumi di dalam hal ini budaya Budaya orang Betawi adalah orang lemah, tertindas dan suka merampok. Penelitian ini akan membahas: (1) proses pertarungan dalam memaknai cerita si pitung antara masyarakat kolonial dan tuan tanah melawan masyarakat pribumi , (2) posisi kekuatan social yang ada dalam mewujudkan hegemoni atas cerita si Pitung dan perannya dalam pertarungan perebutan representasi identitas masyarakat Betawi. Sebagai sesuatu yang terbangun dari identitas merupakan sesuatu yang bersifat retak, dan berubah-rubah mengikuti ruang dan waktu. Representasi identitas cerita si Pitung merupakan medan pertarungan pemaknaan dalam lingkup kebudayaan. Kata–kata kunci: cerita si Pitung, representasi, hegemoni, kontestasi dan identitas
HASRAT TOKOH WASKA DALAM TETRALOGI NASKAH ORKES MADUN KARYA ARIFIN C. NOER: SUATU KAJIAN PSIKOANALISIS Despian Nurhidayat; Venus Khasanah; Siti Gomo Attas
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.373 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasrat tokoh Waska dalam tetralogi Orkes Madun karya Arifin C. Noer. Penelitian ini bersifat kepustakaan dan tidak terkait oleh tempat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Juli 2017. Objek penelitian ini adalah tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Fokus penelitian ini adalah hasrat tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun dengan subfokus penokohan dan perwatakan tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun, pergerakan hasrat tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun, dan hasrat memiliki (anaklitik) dan hasrat menjadi (narsistik) tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Teori yang digunakan adalah teori psikoanalisis hasrat oleh Jacques Lacan dan teori struktural naskah drama oleh Herman J. Waluyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Metode ini menggunakan tabel analisis sebagai alat bantu peneliti dan menggambarkan hasil penelitian analisis isi data. Tahap analisis dilakukan dengan menganalisis penokohan dan perwatakan tokoh Waska dan menganalisis hasrat memiliki (anaklitik) aktif atau pasif dan hasrat menjadi (narsistik) aktif atau pasif. Hasil penelitian menunjukkan tokoh Waska memiliki hasrat memiliki (anaklitik) aktif dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Hasrat tokoh Waska dipengaruhi oleh perannya disetiap naskah. Hasrat tokoh Waska yang merupakan hasrat memiliki (anaklitik) akan mengambil alih ketika ia menjadi tokoh sentral (DN). Kata kunci: Psikoanalisis, Hasrat, Penokohan dan perwatakan, Tetralogi Naskah Orkes Madun, Arifin C. Noer.
HIBRIDITAS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SYIRAZI Ika Handayani; Zuriyati Zuriyati; Siti Gomo Attas
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2020): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy merupakan novel romantis dengan banyak kupasan norma masyarakat yang islami. Novel berkisah tentang kehidupan sosial dan budaya seorang tokoh yang sedang melanjutkan studi di negara Mesir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana tokoh Fahri digambarkan Pengarang dalam novel AAC, untuk mengetahui penyebab terjadinya hibriditas pada tokoh utama AAC dan untuk mendeskripsikan bentuk hibriditas pada tokoh utama dalam novel AAC dengan pendekatan postkolonial (Homi Bhabha). Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan Postkolonial untuk mengungkap bentuk-bentuk hibriditas pada tokoh utama, Fahri lalu diinterpretasikan dengan konteks budaya kolonial di Mesir. Sumber data penelitian ini adalah tokoh utama (Fahri) pada novel Ayat-ayat Cinta yang ditulis oleh Habiburrahman El Syirazy. Hasil penelitian menunjukan bahwa tokoh Fahri dalam novel AAC, mengalami beberapa hibriditas yang disebabkan karena adanya kehidupan multikultur sebagai migrant di Cairo, Mesir dalam bentuk : agama dan pendidikan, bahasa dan budaya. Bentuk hibriditas tokoh ditunjukan dengan adanya ambivalensi, pada tokoh utama sebagai akibat dari kehidupan tokoh utama yang tinggal ditempat yang multikultur. Bentuk hibriditas lainnya adalah adanya ambiguitas identitas dimana Tokoh utama mengalami kontradiksi kultur kesadarannya sebagai pendatang di negara Mesir.
Maxims Deviation and Politeness Scale of Uang Panai Mahar Film by Using Leech's Perspective Juflyn Alim; Hanip Pujiati; Siti Gomo Attas; Eva Leiliyanti
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 2 (2020): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v3i2.996

Abstract

The lack of knowledge about the application of maxims and politeness scale in everyday life cause more violation of politeness in communication. Speech deviations also occur in the Uang Panai Mahar film which raises the cultural theme of a moral message..This study aims to discuss and describe the maxims deviation and politeness conversation from film. The data of this study are the form of maxims deviation and politeness scale by using Leech perspective. The data source in this study is Uang Panai Mahar film, which published by Makita Cinema Production, on August 25, 2016. The film lasted for 1 hour, 59 minutes and 42 seconds. This study used descriptive qualitative method. This study found out some of maxims deviations and politeness scales, they were 1) deviation of wisdom, 2) deviation of generosity, 3) deviation of rewards, 4) deviation of simplicity, 5) deviation of accuracy and 6) deviation of sympathy. Meanwhile the politeness scale of this film were 1) the loss and gain scale, 2) the choice scale, 3) the sustainability scale and 4) social distance scale.
Self-actualization of The Main Character Hujan Novel by Tere Liye A Review of Psychology Abraham Maslow Chintya Bayu Lestari; Siti Gomo Attas
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2018): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 17 Nomor 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.486 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.171.6

Abstract

AbstrackThis research aims to self-actualization of depictions of the main characters of the Novel Hujan work of Tere Liye and structure of which is contained in the novel. This research is qualitative research using the method of content analysis. The approach used ini this study is the structural approach and psychology Abraham Maslow. In this study, there are four ways of engineering data collection performed by the researchers, namely: (a) read and understand the contents of the novel’s story in depth. (b) the identification of each of the novel’s structure, namely: tokoh, characters, setting, and theme. (c) conduct a classification with classified the quotations form phrases, clauses, sentences, or paragraphs containing the existence of self-actualization character and basic necessities to achieve self-actualization. (d) hold a study library to get secondary data as supplementary data about self-actulization of the main character. In qualitative researches apply as key research instruments. The results of this study indicate that there are six basic needs based on Maslow’s hierarchy. Six basic needs are contained in the main character of the novel Hujan by Tere Liye. The main character can actualize himself although only a few basic needs that have been fulfilled in the character, meaning that six basic needs are not all owened by characters. Although they only meet some of the needs of the six basic needs, they can actualize themselves.Keywords: self-actualization, the Novel, the main charcter, and the psychology of Abraham Maslow
STRUCTURES IN THE NOVEL OF BIDADARI-BIDADARI SURGA BY KARYA TERE LIYE (Structuralism Analysis) Nurul Azizah; Siti Gomo Attas; Herlina Herlina
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 2 (2018): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 17 Nomor 2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.831 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.172.10

Abstract

Abstract This study aims to describe the character and characterization, plot, background, style of language, the point of view, theme and the mandate of Tere Liye's novel of Bidadari-Bidadari Surga. The method in this study is the content analysis of qualitative approach. Based on data analysis, the following results are summarized as follows: 1) The main character in Tere Liye's Novel of Bidadari-Bidadari Surga is Laisa, additional characters are Mamak, Babak, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, Yashinta. 2) The mixed flow, covering the situation Mother send Message to his children about the condition of the sickly Laisa, her mother sent to her children who message to he who received the first Message that Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, and Yashintaberanjak adult, childhood continue to haunt them, climax that is Kak Laisa not yet married must pass by Dalimunte and his siblings. Dalimunte finally married after being forced by Kak Laisa. 3) The background consists of three sections, a backdrop of thirty-one backgrounds, a twenty-seven background setting, and a social setting that is a disgrace in the Lahambay Valley if an unmarried girl over the age of twenty. 4) The Language Style is the style of comparison, contradiction, and affirmation. 5) The third person's perspective "he" is omniscient and the point of view of "I" extra figure 6) The theme is the sincere sacrifice of a brother for the future of his younger brothers. 7) The mandate of this life must be lived with sincerity and full of gratitude for all that God has given. Keywords: Structure, Intrinsic Element, Novel
ABILITY OF WRITING POETRY USING THE MEDIA PICTURE GRADE STUDENT VIII SMP 1 PSKD JAKARTA PUSAT Rusmi siagian; Zainal Rafli; Siti Gomo Attas
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2020): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 19 Nomor 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.644 KB) | DOI: 10.21009/bahtera.192.09

Abstract

Abstract This research is a quantitative research that aims to describe the ability to write poetry based on the image media of students of class VIII SMP 1 PSKD JAKARTA PUSAT District. The population of this study consists of 151 students that are put into 5 classes. Sampling is done by using simple random sampling technique with total sample of 109 students. The instrument used is the test used to obtain the data of students' ability in writing poetry. The tests are given in the form of essays. Data analysis techniques used descriptive statistical analysis that describes the results of Writing Poetry Ability using Picture Media. Based on the descriptive statistic descriptive statistic analysis, the highest score obtained by the students in terms of the structure of the poem builder is 96 and the lowest score is 50 with the average score of 74,09. Thus it can be concluded that the students of grade VIII SMP 1 PSKD JAKARTA PUSAT are able to write poetry based on the media images. Keywords: writing, poetry, image media.
CITRA PEREMPUAN ASMAT DALAM ROMAN NAMAKU TEWERAUT KARYA ANI SEKARNINGSIH: KAJIAN SASTRA FEMINIS Rahmi Yulia Ningsih; Zuriyati Zuriyati; Siti Gomo Attas
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 20 No 2 (2021): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 20 Nomor 2 Juli 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.202.06

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana citra perempuan suku Asmat dalam Roman Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan sastra feminis, sehingga jenis data yang diambil pun bersifat kualitatif yaitu berupa ujaran, pernyataan, dan dialog yang mendeskripsikan citra perempuan dalam Roman Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Prosedur penelitian meliputi mengumpulkan, mereduksi, menyajikan, menafsirkan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Bentuk ketidakadilan gender yang muncul dalam cerita adalah marginalisasi kaum perempuan akibat kungkungan adat dan budaya, stereotip, dan subordinasi terhadap kaum perempuan; (2) citra perempuan suku Asmat dalam Novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih digambarkan sebagai perempuan yang dijadikan objek seksual dan alat pemuas bagi laki-laki; perempuan penggoda; perempuan tertinggal; perempuan sebagai warga kelas dua; perempuan tidak bebas memeroleh pendidikan; perempuan penurut dan mudah ditakhlukkan; perempuan pengurus domestik semata; dan perempuan tersubordinasi. Pengungkapan citra perempuan suku Asmat dalam roman Namaku Teweraut akan memberikan informasi dan pencerahan bagi pembaca untuk lebih memperhatikan saudara kita di suku Asmat – Papua sana yang jauh dari peradaban, sehingga muncul ide dan gagasan untuk menyejahterakan mereka. Kata kunci: Sastra Feminis, Citra perempuan Asmat, Namaku Teweraut
Nilai Moral dan Budaya dalam Cerita Rakyat Sakera dari Pasuruan Pradicta Nurhuda; Novi Anoegrajekti; Siti Gomo Attas
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 10, No 2 (2021): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v10i2.4364

Abstract

Sakera was a figure whom the people of Pasuruan loved in his day because he opposed the injustices committed by the Dutch on the workers. However, his struggle to defend the weak turns out his love was betrayed by Brodin who had an affair with his wife. This study aims to (1) describe the moral values in the Sakera folklore, (2) describe the cultural values in the Sakera folklore. This research is a qualitative descriptive study. The data source in this study is the Sakera folklore published on the Pasuruan Regency website. The object of this research is the moral values and cultural values of Sakera folklore. Data collection techniques were carried out by reading and note-taking techniques. Checking the validity of the data used in this study is by diligently reading and taking notes and checking the validity of reference stories through published folklore. The results of this study indicate that (1) the moral values found in the Sakera folklore are (a) the value of tolerance, (b) the value of discipline, (c) the value of hard work, (d) the value of independence, (e) the value of democracy, (f) ) curiosity value, (g) friendly value, (h) social care value, and (i) responsibility value; (2) the cultural values found in the Sakera folklore are (a) philosophical values, (b) the value of patience, (c) the value of togetherness (solidarity), (d) the value of courage, and (e) the value of firm stance. AbstrakSakera merupakan sosok yang sangat dicintai rakyat Pasuruan di zamannya karena dia menentang ketidakadilan yang dilakukan oleh Belanda kepada buruh. Namun, di balik perjuangannya membela kaum lemah, ternyata cintanya dikhianati oleh Brodin yang berselingkuh dengan istrinya. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan nilai moral dalam cerita rakyat Sakera, (2) mendeskripsikan nilai budaya dalam cerita rakyat Sakera. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita rakyat Sakera yang dimuat dalam situs laman Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Objek penelitian ini adalah nilai moral dan nilai budaya cerita rakyat Sakera. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan ketekunan membaca dan mencatat serta mengecek kevalidan cerita referensi melalui cerita rakyat yang sudah dipublikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) nilai moral yang ditemukan dalam cerita rakyat Sakera adalah (a) nilai toleransi, (b) nilai disiplin, (c) nilai kerja keras, (d) nilai mandiri, (e) nilai demokratis, (f) nilai rasa ingin tahu, (g) nilai bersahabat, (h) nilai peduli sosial, dan (i) nilai tanggung jawab; (2) nilai budaya yang ditemukan dalam cerita rakyat Sakera adalah (a) nilai filosofis, (b) nilai kesabaran, (c) nilai kebersamaan (solidaritas), (d) nilai keberanian, dan (e) nilai teguh pendirian.