p-Index From 2021 - 2026
5.974
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA LOKABASA UNEJ e-Proceeding Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Gondang: Jurnal Seni dan Budaya JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Indonesian EFL Journal Jurnal Studi Al-Qur'an Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai Journal of Indonesian Language Education and Literary English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Getsempena English Education Journal BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Lililacs Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

The Hegemony of Social, Cultural, and Discourse Power Indonesian Language Literary Criticism Course Materials Muhammad Amien Denis; Siti Gomo Attas; Miftahulkhairah Anwar
International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Vol. 1 No. 5 (2023)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ijedl.v1i5.32

Abstract

One class dominates or is supported across numerous social aspects in hegemony. This study used critical discourse analysis to analyze data. This research aimed to analyze social hegemony in Indonesian literary criticism course materials. Thus, this study formulated problems as follows. (1) Social hegemony in Indonesian literary criticism course materials. (2) Persuasive cultural hegemony in Indonesian literary criticism course materials (3) Power hegemony in Indonesian literary criticism textbooks. In Indonesian literary criticism course materials, discursive practices, social identity, and social interaction are dialectical. Literary discourse is examined from three angles: the text, discourse practices, and the socio-cultural setting. Literary discourse as a manifestation of social interaction, its ability to regulate or manipulate behavior and material existence, and its role in establishing and maintaining power, status, and social roles are examined in the context of social hegemony. Critical examination of literary discourse in Indonesian literary criticism course materials is possible by considering cultural hegemony. According to the first assumption, symbols create meaning. b) Indonesian literary criticism textbooks link knowledge to values. Indonesian literary criticism course materials include cultural discourse from several fields. The hegemony of power is examined in Indonesian literary criticism course materials. a) Authority affects daily life. Power is coercive. Indonesian literary criticism course materials allow readers to criticize and disrupt social, cultural, and authority systems through literary discourse.
GINOKRITIK DALAM PERHIMPUNAN GUNAWAN BAGI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN KARYA KHATIJAH TERUNG Nureza Dwi Anggaeni; Siti Gomo Attas
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/0s9hzy37

Abstract

Khatijah atau lebih dikenal Khatijah Terung adalah salah satu penulis perempuan dalam tradisi sastra Melayu klasik Riau Lingga. Sebagai salah satu anggota kerajaan karena dinikahi oleh cucu Raja Ali Haji, hidupnya dikelilingi oleh tradisi sastra yang baik. Namun, namanya tidak diketahui dalam sejarah sastra Melayu klasik. Dengan menggunakan perspektif sastra feminis ginokririk, penelitian ini mengkaji eksistensi Khatijah Terung, khususnya dalam menulis Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan ditulis oleh Khatijah Terung untuk memberikan pemahaman kepada perempuan, para istri khususnya, bahwa kebahagiaan rumah tangga juga berada pada kuasa perempuan. Oleh karena itu para perempuan diajarkan untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan melayani suaminya. Bukan hanya memberi kepuasan, tetapi juga mendapatkan kebahagiaan. Meskipun karya ini erotika, Khatijah Terung mengemas dalam bentuk pantun dan syair serta ditambahkan narasi. Hal ini membuat Khatijah Terung menjadi perempuan Melayu pertama pada awal abad ke 20 yang menyatakan secara terus terang tentang apa yang boleh mereka lakukan untuk membuat laki-laki atau suami merasa terangsang dan menyayangi mereka. Walau bagaimanapun, karya semacam ini luar biasa dan sangat jarang ditulis oleh perempuan.
UPAYA PELESTARIAN PALEMBANG (ALUS) BEBASO Indah Windra Dwie Agustiani; Siti Gomo Attas; Novi Anoegrajekti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/23n9tc13

Abstract

Bahasa tidak terpisahkan sebagai bagian dari suatu budaya. Palembang memiliki 2 macam bahasa bahasa sari-sari atau bahasa Pasaran dan bahasa alus bebaso. Saat ini masyarakat Palembang cenderung menggunakan bahasa sehari sehari dengan dialek penggunaan ‘O’ seperti apa menjadi apo dan kenapa menjadi ngapo. Tujuan artikel ini untuk membuat pemahaman kepada masyarakat tentang asal usul Bahasa Palembang Bebaso dan menelusuri upaya-upaya yang pernah ada dalam melestarikan Bebaso sampai saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Wawancara dan studi Pustaka digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis dengan cara di deskripsikan untuk dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Palembang Alus bebaso memang tidak dapat terlepas dengan pengaruh pulau Jawa, karena setelah runtuhya kerajaan Demak, bangsawan Demak kembali ke Palembang meneruskan Kesultanan Aria Damar atau Aria Dilla. Kesultanan Palembang terbentuk sehingga penggunaan bahasa jawa dijadikan bahasa resmi kesultanan sehingga terjadilah akulturasi budaya bahasa jawa dan melayu yang membentuk bahasa baru yaitu bahasa alus Palembang atau bebaso (2) Bebaso masih sering dipakai pada tahun 1970-1980 dan menginjak tahun 2000 masyarakat Palembang sangat jarang menggunakannya. (3) Upaya yang pernah ada untuk melestarikan bebaso adalah adanya pertunjukan wayang Palembang, dibuatnya Syair penggiring tari sondok Piyogo dari pihak Kesultanan Palembang Darussalam, adanya lagu lagu daerah seperti Cek Ayu dan Bandel Hakiki, adanya penelitian yang mengusulkan penggunaan Bebaso sebagai muatan lokal, pembuatan kamus Bebaso dan pembuatan buku ilustrasi interaktif tentang Bebaso: Bahasa Palembang Alus untuk anak-anak dan adanya komunitas bahasa daerah di Palembang yang mempelajari Bebaso.
Systematic Journal Review: Literasi Kritis sebagai Strategi Menghadapi Brain Rot pada Anak Remaja Awal Switia Dewi Quraisyin; Eva Leiliyanti; Siti Gomo Attas
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.7604

Abstract

The rapid development of digital technology and the high intensity of social media consumption among early adolescents have contributed to the emergence of brain rot, which negatively affects cognitive functioning. This condition highlights the urgency of examining critical literacy as an educational strategy to strengthen adolescents’ cognitive resilience. This study aims to systematically analyze the role of critical literacy in addressing brain rot among early adolescents based on recent scientific evidence. This study employed a systematic journal review design guided by the PRISMA framework. Relevant articles were retrieved from multiple international and national databases using strict inclusion criteria. A total of ten primary studies were analyzed through thematic synthesis. The findings indicate that excessive digital media consumption is associated with decreased attention, memory impairment, and shallow cognitive engagement among early adolescents. Critical literacy was found to enhance reflective and evaluative thinking as well as awareness of algorithmic manipulation in digital media. Moreover, the integration of critical literacy supports improved self-regulation and cognitive resilience. In conclusion, critical literacy represents an effective preventive and corrective strategy in addressing brain rot among early adolescents.
Metaphor in Parable from the Noble Qur’an: A Corpus Based Stylistic Approach Dewi Suriyani Djamdjuri; Zuriyati Zuriyati; Siti Gomo Attas
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Islamic Religious Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.018.1.03

Abstract

A compelling speech figure, a parable, or a metaphor in the Qur'an seeks to explain a crucial point by sticking in the mind and helping us absorb the message and firmly lodge it in our hearts. The stylistic method utilized in this study was a corpus-based stylistic method, which entails a contextual assessment of the term or pattern in issue. The information is based on passages from the Qur'anic corpus that have been translated into English. The stylistic corpus-based approach was used to investigate four different types of metaphor. They are standard, implied, visual, and extended metaphors, as evidenced by the findings. From the result finding it shows that there are 21 verses in the metaphor that are classified as standard metaphors, accounting for 61% of the metaphor. There are 5 verses, or 13%, of implied metaphor, 7 verses, or 18%, of visual metaphor, and 3 verses, or 8%, of extended metaphor. The metaphor that appeared the most frequently is a standard metaphor.
Nilai Moral dan Budaya dalam Cerita Rakyat Sakera dari Pasuruan Pradicta Nurhuda; Novi Anoegrajekti; Siti Gomo Attas
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 10, No 2 (2021): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v10i2.4364

Abstract

Sakera was a figure whom the people of Pasuruan loved in his day because he opposed the injustices committed by the Dutch on the workers. However, his struggle to defend the weak turns out his love was betrayed by Brodin who had an affair with his wife. This study aims to (1) describe the moral values in the Sakera folklore, (2) describe the cultural values in the Sakera folklore. This research is a qualitative descriptive study. The data source in this study is the Sakera folklore published on the Pasuruan Regency website. The object of this research is the moral values and cultural values of Sakera folklore. Data collection techniques were carried out by reading and note-taking techniques. Checking the validity of the data used in this study is by diligently reading and taking notes and checking the validity of reference stories through published folklore. The results of this study indicate that (1) the moral values found in the Sakera folklore are (a) the value of tolerance, (b) the value of discipline, (c) the value of hard work, (d) the value of independence, (e) the value of democracy, (f) ) curiosity value, (g) friendly value, (h) social care value, and (i) responsibility value; (2) the cultural values found in the Sakera folklore are (a) philosophical values, (b) the value of patience, (c) the value of togetherness (solidarity), (d) the value of courage, and (e) the value of firm stance. AbstrakSakera merupakan sosok yang sangat dicintai rakyat Pasuruan di zamannya karena dia menentang ketidakadilan yang dilakukan oleh Belanda kepada buruh. Namun, di balik perjuangannya membela kaum lemah, ternyata cintanya dikhianati oleh Brodin yang berselingkuh dengan istrinya. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan nilai moral dalam cerita rakyat Sakera, (2) mendeskripsikan nilai budaya dalam cerita rakyat Sakera. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita rakyat Sakera yang dimuat dalam situs laman Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Objek penelitian ini adalah nilai moral dan nilai budaya cerita rakyat Sakera. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan ketekunan membaca dan mencatat serta mengecek kevalidan cerita referensi melalui cerita rakyat yang sudah dipublikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) nilai moral yang ditemukan dalam cerita rakyat Sakera adalah (a) nilai toleransi, (b) nilai disiplin, (c) nilai kerja keras, (d) nilai mandiri, (e) nilai demokratis, (f) nilai rasa ingin tahu, (g) nilai bersahabat, (h) nilai peduli sosial, dan (i) nilai tanggung jawab; (2) nilai budaya yang ditemukan dalam cerita rakyat Sakera adalah (a) nilai filosofis, (b) nilai kesabaran, (c) nilai kebersamaan (solidaritas), (d) nilai keberanian, dan (e) nilai teguh pendirian.
Alihwahana Sastra Berbasis Kearifan Lokal sebagai Media Promosi Inovatif Muhammad Rayhan; Novi Anoegrajekti; Endry Boeriswati; Siti Gomo Attas; Miftahulkhairah Anwar; Siti Ansoriyah; Eva Leiliyanti
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.061.03

Abstract

Kearifan lokal merupakan sumber daya budaya yang bernilai tinggi, namun sering kali belum dimanfaatkan secara optimal dalam konteks promosi dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan alihwahana sastra berbasis kearifan lokal sebagai media promosi yang inovatif, khususnya di lingkungan pesantren. Alihwahana dilakukan dengan mentransformasikan bentuk sastra lisan seperti pantun, puisi, dan kutipan lokal ke dalam format visual dan produk kreatif yang bernilai jual, seperti kartu ucapan, kaos, dan media digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan partisipatoris, melibatkan santri dan guru sebagai subjek kreatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alihwahana sastra mampu meningkatkan partisipasi komunitas dalam pelestarian budaya, sekaligus memperluas fungsi sastra sebagai sarana promosi dan ekspresi identitas. Para peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengemas nilai-nilai lokal ke dalam media visual yang menarik dan komunikatif. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa alihwahana sastra merupakan strategi yang relevan dan potensial dalam menghubungkan kearifan lokal dengan kebutuhan promosi era digital. Konsep ini dapat direplikasi pada komunitas lain untuk mendorong kreativitas berbasis budaya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.
Co-Authors Abdullah, St. Nur Fadillah Aceng Rahmat Agustiani, Indah Windra Dwie Ahmad Marzuq Ali Mukti Alim, Juflyn Almyra Diah Pangestu Amien Denis, Muhammad Andi Irma Sarjani ANDRIAMELLA ELFARISSYAH Azizah, Fatin Riza Azmin, Gres Grasia Chintya Bayu Lestari Danang Dwi Harmoko David Darwin Deni Sapta Nugraha Despian Nurhidayat Dimas Anugrah Adiyadmo Djamdjuri, Dewi Suriyani Eky Kusuma Hapsari Ely Rusliawati Endang Caturwati Endry Boeriswati Eva Leiliyanti, Eva Fatin Riza Azizah Fida Ul Haq, Muhammad Gres Grasia Gres Grasia Azmin Gusti Yarmi Hanip Pujiati Hapsari, Eky Kusuma Herlina Usman Ifan Iskandar Ihwan Rahman Bahtiar Ika Handayani Ines Nur Irawan Lubis, Putri Reyna Listy Margareta Andriani, Margareta Marsin Marsin Marwiah Marwiah Marwiah Marwiah Marwiah Marwiah Melky Ayu Wijayanti Miftahulkhairah Anwar Miftahulkhairah Anwar Muhammad Amien Denis MUHAMMAD RAYHAN Ninuk Lustyantie Novi Anoegrajekti Nugraha Sinaga Nureza Dwi Anggaeni Nureza Dwi Anggraeni Nurul Azizah Pradicta Nurhuda Prasetya, Eska Perdana Pusposari, Wulan Putri Reyna Listy Lubis Rahmi Yulia Ningsih Renni Handayani Sembiring Rina Rosdiana Rista Trihandayani Rizky Wardhani Rusmi siagian Sarmadan Sarmadan Sharfuddin Tajuddin Shela Shobrina Imamah, Nurul Siti Ansoriyah Siti Bagja Muawanah Siti Syamsiah Renny Tounbama Sry Mulya Kurniati Sudartomo Macaryus, Sudartomo Switia Dewi Quraisyin Venus Khasanah Wardani, Rizki Wulan Yulian Anggini Yarmi, Gusti Yousef Bani Ahmad Zahrah, Nada Muthia Zainal Rafli, Zainal Zuriyati Zuriyati Zuriyati Zuriyati Zuriyati