p-Index From 2021 - 2026
5.974
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA LOKABASA UNEJ e-Proceeding Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Gondang: Jurnal Seni dan Budaya JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Indonesian EFL Journal Jurnal Studi Al-Qur'an Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai Journal of Indonesian Language Education and Literary English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Getsempena English Education Journal BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Lililacs Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

JANGER BANYUWANGI: KREASI DAN INOVASI TRADISI LISAN KE PERTUNJUKAN Anoegrajekti, Novi; Macaryus, Sudartomo; Caturwati, Endang; Iskandar, Ifan; Attas, Siti Gomo
ATAVISME Vol 25, No 2 (2022): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v25i2.824.170-184

Abstract

Abstract: Janger Banyuwangi has been established since 1918 and designed to present an entertainment for the community. It was firstly called as Damarwulan due to a character -based Damarwulan and celebrated in every eclipse. This study purposed to analyze the creation, character innovation, and performing arts technique. This study was ethnographic study started by inventing literature studies in the form of article, research report, theses, and dissertation. The literature studies were completed by filed data obtained from observation and participation by directly seeing the performance of Janger. The data were analyzed semiotically by positioning every section such as character innovation, performing technique, property, and community's response as evidences that indicated cultural dynamics. This study resulted that character innovation and creativity, performing technique, and interest of audience had become variabkes that determined the popularity of Janger group.  
Coverage Bias by Medcom and Media Indonesia toward Anies Baswedan in the 2024 Presidential Election Fida Ul Haq, Muhammad; Shobrina Imamah, Nurul; Gomo Attas, Siti; Anoegrajekti, Novi
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 7 (2024): Striking a Balance between Technology and Empathy in Language Learning, Linguistics, L
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) is one of the discourse analysis methods that can be applied to examine a discourse or text, whether on a small or large scale. Fairclough's CDA emphasizes the process of text production, the dissemination of the text, and its socio- economic-cultural aspects. This approach dissects discourse from micro to macro dimensions, in line with the complexity of the issues at hand. The research aims to understand several news articles presented by Medcom and Media Indonesia regarding the activities of Anies Baswedan leading up to the 2024 presidential election. The research method applied is qualitative, utilizing text analysis with the transitivity of Systemic Linguistic Functional (SFL) approach. The results of the analysis indicate a tendency in the four news articles to present a positive image of Anies Baswedan. 
TRADISI PEMBUATAN KAPAL DALAM MASYARAKAT MARITIM MELALUI SEJARAH, KEARIFAN LOKAL BERBASIS INDISTRI KREATIF DI MASYARAKAT PULAU TIDUNG KEPUALAUAN SERIBU Attas, Siti Gomo; Anoegrajekti, Novi; Azmin, Gres Grasia; Wardani, Rizki
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2024: Konferensi Internasional Kesusastraan XXXII HISKI (Maret 2024)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/psni.v1i0.150

Abstract

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu, Jakarta, menawarkan keindahan alam dan sejarah maritim yang kaya. Tradisi pembuatan kapal di pulau ini, warisan sejarah maritimnya, dan potensi industri kreatif menjadi fokus artikel ini. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian mencakup sejarah, pelestarian tradisi dan pengaruh kearifan lokal dalam pembuatan kapal. Pulau Tidung memiliki keberagaman jenis kapal tradisional, seperti Pinisi, Jong, dan Juanga, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Tradisi pembuatan kapal di Pulau Tidung tidak hanya praktik teknis, tetapi juga ekspresi nilai-nilai lokal dan kearifan budaya. Industri kreatif berbasis kearifan lokal dapat berkembang melalui pengembangan produk, promosi wisata, penyerapan tenaga kerja lokal, dan produksi souvenir. Metode penelitian melibatkan teknik observasi dan wawancara, menghasilkan pemahaman mendalam tentang sejarah, pelestarian, dan pengaruh kearifan lokal dalam tradisi pembuatan kapal. Potensi pengembangan industri kreatif di Pulau Tidung mencakup desain produk modern, tur pembuatan kapal, penyerapan tenaga kerja lokal, dan produksi souvenir. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pulau Tidung memiliki potensi untuk menciptakan ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan, memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan melestarikan kearifan budaya setempat.
Optimalisasi Kemampuan Menulis Artikel Berita Budaya pada Masyarakat Kampung Budaya di Petukangan Azmin, Gres Grasia; Hapsari, Eky Kusuma; Attas, Siti Gomo; Shela; Lubis, Putri Reyna Listy; Azizah, Fatin Riza
Bahasa Indonesia Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.213.4

Abstract

Kampung Budaya Petukangan is a tourism village in Jakarta. Unfortunately, the existence of this place is not well known by the public yet. Using the force of social media to make more people notice of this cultural place is considered the best low-cost activity. Nonetheless, the practitioners of Kampung Budaya Petukangan who are youth, considered relatively unskillful in writing articles, particularly about cultural news. Aware of this problem, we come into solution by organizing a training for practitioners to enhance their skills on how to write cultural news in three stages: pre-training (observation and training preparation), training (theory and practice of writing cultural news), and post-training (evaluation). As the outcome of this training, 20 cultural news articles were written by the practitioners where the writing process was assisted by academics and journalistic practitioners. The final product of the training is a collection of cultural articles that can be disseminated in various mass media. Journalism training is an effective strategy to increase the writing skills of the community of cultural practitioners in Petukangan so that in the near future, Kampung Budaya Petukangan can be more popular and publicly well known.   Abstrak  Kampung Budaya Petukangan adalah sebuah destinasi desa wisata di Jakarta. Sayangnya keberadaan tempat ini kurang dikenal oleh masyarakat. Menggunakan kekuatan media sosial untuk membuat orang lebih menyadari keberadaan tempat budaya ini merupakan aktivitas terbaik yang berbiaya rendah. Namun demikian, praktisi Kampung Budaya Petukangan yang masih remaja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menulis artikel, khususnya artikel mengenai berita kebudayaan. Memahami permasalahan ini, kami memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan untuk para praktisi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis berita kebudayaan. Pelatihan yang diselenggarakan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap prapelatihan (observasi dan persiapan pelatihan), tahap pelatihan (teori dan praktek menulis berita kebudayaan), tahap pascapelatihan (evaluasi). Luaran dari kegiatan pelatihan ini berupa 20 artikel berita budaya yang ditulis oleh praktisi dimana dalam proses penulisannya dilakukan secara terbimbing oleh praktisi akademisi dan jurnalis. Produk akhir kegiatan ini berupa kumpulan berita budaya yang bisa didiseminasikan di berbagai media massa. Pelatihan jurnalistik merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis komunitas praktisi Kampung Budaya Petukangan. Dengan diadakannya kegiatan ini, Kampung Budaya Petukangan diharapkan bisa menjadi lebih populer dan dikenal luas dalam waktu dekat.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL BERITA BUDAYA PADA MASYARAKAT KAMPUNG BUDAYA DI PETUKANGAN Gres Grasia; Eky Kusuma Hapsari; Siti Gomo Attas; Shela; Putri Reyna Listy Lubis; Fatin Riza Azizah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Kampung Budaya Petukangan is a tourism destination in Jakarta. Unfortunately, the existence of this place is not well known by public yet. Using the force of social media to make more people notice of this cultural place is considered the best low-cost activity. Nonetheless, the practitioners of Kampung Budaya Petukangan who are youth, considered relatively unskillful in writing articles, particularly about cultural news. Aware of this problem, we come into solution by organizing a training for practitioners to enhance their skills on how to write cultural news in three stages: pre-training (observation and training preparation), traning (theory and practice of writing cultural news), and post-training (evaluation). As the outcome of this training, 20 cultural news articles were written by the practitioners where the writing process was assisted by academics and journalistic practitioners. The final product of the training is a collection of cultural articles that can be disseminated in various mass media. Journalism training is an effective strategy to increase the writing skills of the community of cultural practitioners in Petukangan so that in the near future, Kampung Budaya Petukangan can be more popular and publicly well known. Abstrak Kampung Budaya Petukangan adalah sebuah destinasi wisata di Jakarta. Sayangnya keberadaan tempat ini kurang dikenal oleh masyarakat. Menggunakan kekuatan media sosial untuk membuat orang lebih menyadari keberadaan tempat budaya ini merupakan aktivitas terbaik yang berbiaya rendah. Namun demikian, praktisi Kampung Budaya Petukangan yang masih remaja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menulis artikel, khususnya artikel mengenai berita kebudayaan. Memahami permasalahan ini, kami memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan untuk para praktisi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis berita kebudayaan. Pelatihan yang diselenggarakan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap prapelatihan (observasi dan persiapan pelatihan), tahap pelatihan (teori dan praktek menulis berita kebudayaan), tahap pascapelatihan (evaluasi). Luaran dari kegiatan pelatihan ini berupa 20 artikel berita budaya yang ditulis oleh praktisi dimana dalam proses penulisannya dilakukan secara terbimbing oleh praktisi akademisi dan jurnalis. Produk akhir kegiatan ini berupa kumpulan berita budaya yang bisa didiseminasikan di berbagai media massa. Pelatihan jurnalistik merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis komunitas praktisi Kampung Budaya Petukangan. Dengan diadakannya kegiatan ini, Kampung Budaya Petukangan diharapkan bisa menjadi lebih popular dan dikenal luas dalam waktu dekat.
Self-defense mechanism of the main characters in the novel Pünktchen und Anton: A study of Sigmund Freud's psychoanalytic theory Zahrah, Nada Muthia; Melky Ayu Wijayanti; Zuriyati; Siti Gomo Attas
Lililacs Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Lililacs Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.637 KB) | DOI: 10.21009/lililacs.031.06

Abstract

Self-defense mechanism is part of Sigmund Freud's psychoanalytic theory. According to Freud, self-defense mechanism is an individual way of coping with anxiety-related outbursts. Anxiety can arise when there is a conflict of desire between the id and ego because the id gets a sex drive and aggression that forces the ego to do something it wants. The problem of individuals who overcome anxiety by self-defense can also occur in human "creation" in the form of characters in literary works, as in the novel. The novel to be studied in this research is a children's novel from Germany entitled Pünktchen und Anton by Erich Kästner. The main characters, Pünktchen and Anton, are still in elementary school. Pünktchen and Anton have different life problems from each other. This study aims to know in depth or to explore the type of self-defense mechanism used by the two main figures in the face of anxiety. This research is qualitative research with a content analysis method. The results show there are 31 data on self-defense mechanisms in this novel. Pünktchen uses the form of Repression 3 data, Reaction Formation 6 data, Displacement 1 data, Fixation 1 data, Disclaimer 1 data, and Rationalization 1 data. Anton uses the form of Repression 4 data, Reaction Formation 6 data, Displacement 3 data, Sublimation 2 data, and Rationalization 3 data. The second sub-focus on the type of personality of the main character, the results show Pünktchen used 4 data for id, 4 data for superego, and 1 data for ego. It means Pünktchen's personality is dominated by id and superego. Anton used 3 data for the id, 6 data for the ego, and 5 data for the superego. It means Anton has a healthy personality because he was dominated by his ego.
Bahasa Daerah Makassar di Kecamatan Binamu: Studi Pemertahanan Bahasa Abdullah, St. Nur Fadillah; Novi Anoegrajekti; Siti Gomo Attas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6119

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan zaman dan meningkatnya dominasi bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari menimbulkan penurunan penggunaan bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pemertahanan bahasa daerah Makassar pada generasi Z ditengah maraknya penggunaan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan prosedur penelitian observasi, wawancara, dan kuesioner, serta menganalisis menggunakan teknik analisis Spradley untuk melihat domain dan realitas sosial dalam penggunaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi bahasa daerah Makassar saat ini masih bertahan di kalangan Gen Z. Meskipun B1 mereka bahasa Indonesia, tetapi mereka masih menggunakan bahasa daerah ketika berinteraksi. Peneliti juga menemukan fakta bahwa beberapa di antara mereka menggunakan bahasa daerah Makassar sebagai B1. Peralihan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah pada Gen Z di Kec. Binamu sangat baik. Meskipun kebanyakan orang tua memberikan bahasa Indonesia sebagai B1, tetapi mereka tetap mengajarkan bahasa daerah Makassar kepada anaknya.
Manipulative Figure of Kabut Asap Character in Mata Air Mata Drama Play of Lab Teater Ciputat Pusposari, Wulan; Anoegrajekti, Novi; Attas, Siti Gomo
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i2.64559

Abstract

The issue of manipulation in the problem of environmental damage is a topic that never expires. Literary works as a medium to disseminate good values ​​and morals in life. One of them is the drama script Mata Air Mata (MAM) by Lab Teater Ciputat which raises environmental issues. Dissemination of this good message can be done because the MAM script is a collection of collective unconsciousness that needs to be traced to the markers and signifieds of the characters it presents. This study will discuss the collective unconsciousness in the form of archetypes, semiotic archetypes, and character ideologies from an ecocritical perspective, in the MAM drama script. The limitation of the problem focuses on the dominant archetype of each character in the MAM drama script, namely the character of Kabut Asap. The research methodology uses qualitative descriptive. The discussion uses the theory of the collective unconscious of Carl Gustav Jung and the semiotics of Charles Sanders Peirce. The results of this study show that the dominant archetype of the Kabut Asap character, namely the trickster, shows the ideology of anthropocentrism.
The Hegemony of Social, Cultural, and Discourse Power Indonesian Language Literary Criticism Course Materials Amien Denis, Muhammad; Gomo Attas, Siti; Anwar, Miftahulkhairah
International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Vol. 1 No. 5 (2023): International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ijedl.v1i5.32

Abstract

One class dominates or is supported across numerous social aspects in hegemony. This study used critical discourse analysis to analyze data. This research aimed to analyze social hegemony in Indonesian literary criticism course materials. Thus, this study formulated problems as follows. (1) Social hegemony in Indonesian literary criticism course materials. (2) Persuasive cultural hegemony in Indonesian literary criticism course materials (3) Power hegemony in Indonesian literary criticism textbooks. In Indonesian literary criticism course materials, discursive practices, social identity, and social interaction are dialectical. Literary discourse is examined from three angles: the text, discourse practices, and the socio-cultural setting. Literary discourse as a manifestation of social interaction, its ability to regulate or manipulate behavior and material existence, and its role in establishing and maintaining power, status, and social roles are examined in the context of social hegemony. Critical examination of literary discourse in Indonesian literary criticism course materials is possible by considering cultural hegemony. According to the first assumption, symbols create meaning. b) Indonesian literary criticism textbooks link knowledge to values. Indonesian literary criticism course materials include cultural discourse from several fields. The hegemony of power is examined in Indonesian literary criticism course materials. a) Authority affects daily life. Power is coercive. Indonesian literary criticism course materials allow readers to criticize and disrupt social, cultural, and authority systems through literary discourse.
KONSERVASI CERITA SI PITUNG MELALUI PELATIHAN STORY TELLING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MASARAKAT MARUNDA PULO JAKARTA UTARA Siti Gomo Attas; Novi Anoegrajekti; Rizky Wardhani; Ely Rusliawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-PWBU) ini bertujuan untuk melestarikan sastra lisan melalui model pelatihan C berbasis cerita rakyat Si Pitung di Kawasan Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara. Pengabdian ini  bertujuan sebagai upaya konservasi warisan budaya Betawi yang kian tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat, terutama generasi muda, dalam pelatihan teknik bercerita (story telling) agar mereka dapat memahami, mengapresiasi dan mewariskan kembali cerita kisah Si Pitung sebagai simbol heroisme, keberanian dan keadilan dalam budaya Betawi. Model Pelatihan story telling  dibagi dalam dua bagian yaitu proses memberi rangsangan para  peserta dengan  sejarah Marunda dan cerita yang berkembang di sekitar Cagar Buday si Pitung, Selanjutnya Para peserta akan dilatih menuliskan kembali cerita si Pitung yang diingat berdasarkan  memori kolektif sebagai warga Marunda yang kental dengan cerita si Pitung. Selanjutnya  para peserta dalam lokakarya menunjukkan interaktif, pendampingan intensif serta simulasi pementasan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menyampaikan cerita secara menarik dan berkesan. Hasil dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sastra lisan, memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam mencitai cerita rakyat sebagai kearifan lokal masyarakat Pesisir masyarakat Marunda Pulo.   ABSTRACT The Community Service Program for Excellent Development Areas of the University (PPM-PWBU) aims to preserve oral literature through a storytelling-based training model inspired by the Betawi folk tale of Si Pitung in the Marunda Pulo area, Cilincing, North Jakarta. This program serves as an effort to conserve Betawi cultural heritage, which is increasingly being eroded by modernization. The activity involves local communities, especially the younger generation, in storytelling training so that they can understand, appreciate, and pass down the story of Si Pitung a symbol of heroism, courage, and justice in Betawi culture. The storytelling training model is divided into two parts. The first phase stimulates participants with insights into the history of Marunda and the stories surrounding the Si Pitung Cultural Heritage Site. The second phase trains participants to rewrite the Si Pitung story based on their collective memory as Marunda residents closely connected to the legend. Participants then engage in interactive workshops, intensive mentoring, and performance simulations to enhance their storytelling skills in a captivating and memorable way. The outcomes of this program are expected to increase public awareness of the importance of preserving oral literature, strengthen local cultural identity, and encourage active participation among the younger generation in appreciating folk tales as a form of local wisdom within the coastal community of Marunda Pulo.
Co-Authors Abdullah, St. Nur Fadillah Aceng Rahmat Agustiani, Indah Windra Dwie Ahmad Marzuq Ali Mukti Alim, Juflyn Almyra Diah Pangestu Amien Denis, Muhammad Andi Irma Sarjani ANDRIAMELLA ELFARISSYAH Azizah, Fatin Riza Azmin, Gres Grasia Chintya Bayu Lestari Danang Dwi Harmoko David Darwin Deni Sapta Nugraha Despian Nurhidayat Dimas Anugrah Adiyadmo Djamdjuri, Dewi Suriyani Eky Kusuma Hapsari Ely Rusliawati Endang Caturwati Endry Boeriswati Eva Leiliyanti, Eva Fatin Riza Azizah Fida Ul Haq, Muhammad Gres Grasia Gres Grasia Azmin Gusti Yarmi Hanip Pujiati Hapsari, Eky Kusuma Herlina Usman Ifan Iskandar Ihwan Rahman Bahtiar Ika Handayani Ines Nur Irawan Lubis, Putri Reyna Listy Margareta Andriani, Margareta Marsin Marsin Marwiah Marwiah Marwiah Marwiah Marwiah Marwiah Melky Ayu Wijayanti Miftahulkhairah Anwar Miftahulkhairah Anwar Muhammad Amien Denis MUHAMMAD RAYHAN Ninuk Lustyantie Novi Anoegrajekti Nugraha Sinaga Nureza Dwi Anggaeni Nureza Dwi Anggraeni Nurul Azizah Pradicta Nurhuda Prasetya, Eska Perdana Pusposari, Wulan Putri Reyna Listy Lubis Rahmi Yulia Ningsih Renni Handayani Sembiring Rina Rosdiana Rista Trihandayani Rizky Wardhani Rusmi siagian Sarmadan Sarmadan Sharfuddin Tajuddin Shela Shobrina Imamah, Nurul Siti Ansoriyah Siti Bagja Muawanah Siti Syamsiah Renny Tounbama Sry Mulya Kurniati Sudartomo Macaryus, Sudartomo Switia Dewi Quraisyin Venus Khasanah Wardani, Rizki Wulan Yulian Anggini Yarmi, Gusti Yousef Bani Ahmad Zahrah, Nada Muthia Zainal Rafli, Zainal Zuriyati Zuriyati Zuriyati Zuriyati Zuriyati