Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

FUNGSI DPRD KOTA BATU DALAM DEMOKRASI: MENGAWAL ASPIRASI RAKYAT MELALUI KEBIJAKAN Fariha Wahyu Utami; Vasya Nevia Aris Sandy; Putri Adelia Rahmawanti; Zakiya Rahma Fariyanto; Muhammad Fairuz Akmal; Muhammad Hisham Setiawan; Sri Untari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063.v5.i10.2025.4

Abstract

The local government system in Indonesia, the existence of the Regional People's Representative Council (DPRD) has a very strategic position in bridging the needs of the community with local government policies. The purpose of this article is to find out the function of the DPRD in Democracy in safeguarding the aspirations of the people through policy. As a legislative body at the local level, the DPRD holds three main tasks, namely the formation of local regulations (perda), the function of supervising the running of local government, and the function of budgeting with the executive. This context becomes increasingly important in the midst of the complexity of regional socio-politics, where the relationship between DPRD, local government, and the community is dynamic. The method used is qualitative, namely conducting an interview. Based on the results of interviews with members of the Batu City DPRD, it is known that in practice the DPRD is active in preparing the RPJMD (Regional Medium-Term Development Plan), formulating the APBD (Regional Revenue and Expenditure Budget), and accommodating community aspirations through a recess mechanism that is carried out three times a year. DPRD also has a budget allocation through the right of main ideas to realize the needs of the community, proving its role as a representation of the people in the preparation of development programs. Community participation in the political process still faces challenges, especially from segments of society that are not yet politically empowered. Therefore, strategic steps are needed such as strengthening community-based recess mechanisms, utilizing digital technology, and empowering vulnerable groups through political education. Sistem pemerintahan daerah di Indonesia, keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah. Tujuan artikel ini untuk mengetahui fungsi DPRD dalam Demokrasi menjaga aspirasi rakyat melalui kebijakan. Sebagai lembaga legislatif di tingkat daerah, DPRD memegang tiga tugas utama yakni pembentukan peraturan daerah (perda), fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah, dan fungsi penganggaran (budgeting) bersama eksekutif. Konteks ini menjadi semakin penting di tengah kompleksitas sosial politik daerah, di mana hubungan antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat berlangsung dinamis. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu melakukan sebuah wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dengan anggota DPRD Kota Batu, diketahui bahwa dalam praktiknya DPRD aktif dalam menyusun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), merumuskan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), serta menampung aspirasi masyarakat melalui mekanisme reses yang dilakukan tiga kali dalam setahun. DPRD juga memiliki alokasi anggaran melalui hak pokok-pokok pikiran untuk merealisasikan kebutuhan masyarakat, membuktikan perannya sebagai representasi rakyat dalam penyusunan program pembangunan. Partisipasi masyarakat dalam proses politik masih menghadapi tantangan, terutama dari segmen masyarakat yang belum berdaya secara politik. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan mekanisme reses berbasis komunitas, pemanfaatan teknologi digital, dan pemberdayaan kelompok rentan melalui edukasi politik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI DIGITAL MATERI KOMITMEN MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NKRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA KELAS IX SMPN 1 KARANGPLOSO Lailatul Fitriah Nuraidah; A. Rosyid Al Atok; Sri Untari; Siti Awaliyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12822

Abstract

The low level of students’ collaboration skills in Pancasila Education learning remains a significant challenge, particularly in group activities that tend to be dominated by high-achieving students. Moreover, the use of conventional learning media often limits student engagement and participation. This study aimed to develop a Digital Monopoly learning media on the topic of Komitmen Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness in improving students’ collaboration skills. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of the phases of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants included expert validators and 23 ninth grade students of SMPN 1 Karangploso. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings indicate that the developed media achieved a media validity score of 96,42%, a material validity score of 92,80%, and a practicality instrument validity score of 94,23%, all categorized as highly valid. The small-group trial yielded a student response score of 92,91%, indicating a very high level of practicality. Furthermore, students’ collaboration skills improved from 59,8% in the preliminary study to 89,2% after the implementation of the Digital Monopoly learning media. The N-gain score of 0.73 demonstrates a high level of effectiveness. The results suggest that the Digital Monopoly learning media is highly valid, practical, and effective in enhancing collaboration skills in Pancasila Education learning. Therefore, it can serve as an innovative instructional medium to promote active and collaborative learning among junior secondary school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada aktivitas kerja kelompok yang masih didominasi oleh siswa dengan kemampuan akademik tinggi. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang masih konvensional menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang tertarik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli digital materi komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas IX SMPN 1 Karangploso. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli dan 23 siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media monopoli digital memperoleh hasil validasi media sebesar 96,42%, validasi materi sebesar 92,80%, dan validasi praktisi sebesar 94,23% dengan kategori sangat valid. Hasil angket respon siswa pada uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 92,91% dengan kategori sangat praktis. Selain itu, hasil rata-rata angket nilai kolaborasi siswa pada saat studi pendahuluan 59,8% meningkat menjadi 89,2% setelah memperoleh tindakan menggunkan media pembelajaran monopoli digital dengan nilai N-Gain sebesar 0,73 dalam kategori Tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, media monopoli digital materi komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.    
Pendidikan multikultural dalam program ”Catur Handayani” sebagai upaya penguatan wawasan kebangsaan Santri Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha’ Achmad Mufti Fauzi; Sri Untari
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 2 (2025): August 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i2.19371

Abstract

Multicultural education is an extraordinary idea in the education system in Indonesia. The implementation of multicultural education can be carried out in Islamic boarding schools to strengthen student’s national insight. It is important due to the possibility intolerance among students who have various ethnic and cultural backgrounds. The research aimed to: (1) determined implementation of multicultural education in the “Catur Handayani” program, (2) described the driving and inhibiting factors for the implementation of multicultural education in the “Catur Handayani” program, (3) analysed the potential and perspectives of students regarding multicultural education in the “Catur Handayani” program. The research used study cased methods. The primary data source way interviews and observations The secondary data obtained from literature review and documentation. Data analysis includes data reduction, data display, verification, and credibility test. Multicultural education in the “Catur Handayani” programs has took from of a collaborative program between the Munadzomah Santri Shirothul Fuqoha’ organization and academics. The program as evidenced by the fact that students were experiencing positive behavioural changes. However, the density of Islamic boarding school activities was a limitation for multicultural education to achieve more significant results. This happens because the perspective of Islamic boarding school students tend to prioritized religious knowledge and then connect it with national insight. This research was proved that multicultural education applies in Islamic boarding schools and that the students have a unique perspective in viewing national insight in Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Administrasi Sekolah Dalam Mengelola Keuangan Berbasis Teknologi Informasi Raden Bambang Sumarsono; Maisyaroh Maisyaroh; Sri Untari; Tutut Chusniyah
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v4i22021p105-112

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi sekolah dalam mengelola keuangan berbasis teknologi informasi. Lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat berada di Sekolah Dasar (SD) Laboratorium Universitas Negeri Malang di Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini antara lain: pemaparan materi, diskusi, demonstrasi, dan penugasan. Metode-metode tersebut terintegrasi ke dalam strategi pelatihan. Hasil pengabdian masyarakat ini yakni (1) kapasitas kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi sekolah dalam mengelola keuangan berbasis teknologi informasi meningkat secara signifikan setelah mengikuti pelatihan, dan (2) berdasarkan kriteria keefektifan produk yakni kelengkapan, kemudahan, kemenarikan dan kemanfaatan, produk dinyatakan sangat efektif.
Project Citizen: A Catalyst for Enhancing Legal Awareness in Vocational Education Students: Studi PTK pada Siswa Kelas X TKR 4 SMK Negeri 2 Probolinggo Ajeng Setyo Rini; Sri Untari; Didik Sukriono
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.158

Abstract

The study was motivated by the low legal awareness of vocational students caused by the dominance of conventional teacher-centered learning methods, the delivery of material tends to be theoretical, and students' habits still often violate school rules. This study aims to increase legal awareness in Pancasila Education learning through the project citizen learning model for class X TKR 4 students of SMK Negeri 2 Probolinggo, and to see how much the increase in students' legal awareness after the implementation of the project citizen learning model. The study was conducted using a qualitative approach with the Classroom Action Research (CAR) method in two cycles on 34 class X TKR 4 students of SMK Negeri 2 Probolinggo. Data were collected through legal awareness knowledge tests, observations, student worksheets, and field notes. The results of the study showed an increase in students' legal awareness knowledge through the project citizen learning model through an increase in posttest results with an average class score reaching 78 and learning completeness of 84.38%, an increase in learning implementation from 76.47% to 94.12%, and high student participation in group discussions during the project implementation. This study concludes that the application of the project citizen learning model in Pancasila Education subjects is effective in improving the quality of learning, changing passive students into active ones, and achieving the expected learning objectives.
Co-Authors A. Rosyid Al Atok, A. Rosyid Al Abd Mu’id Aris Shofa Achmad Mufti Fauzi Ade Eka Anggraini Ady Saputra Agung Hariyono Ahmad Danil Ma'arif Ajeng Setyo Rini Alfan Bramantya Alif Mudiono Aliyah Ardhana Riswari Amelia Amanda Tunggadewi Amelia Reza Artanti Anggun Islami Putri Annek Astri Octaviani Annisa Hasanah Annisa Purnadita Antin Tri Wahyuni Ardian Maulana Ardika Riski Pranoto Utomo Arief Gunawan Aris Saputro Attalah Rafif Widyadhana Azhar Ahmad Smaragdina Bagus Rachmad Saputra Calibi Deswa Ananda Dedi Prestiadi Desinta Dwi Rapita Devi Sintya Yuliastuty Dewi Widiana Rahayu Didik Sukriono Dwi Susanti Ekaliya Priti Anggraeni Endrik Mas Yulaidi Fariha Wahyu Utami Febrianti Furaidah Hari Wahyono Helena Putri Widyawati Hidajati Hidajati I Nyoman Sudana Degeng Ibrahim Bafadal Iftitah Dian Qumairoh Joko Sayono Kanzenna Kurnia Ashshiddieqy Ketut Diara Astawa Keynagaya Ahmadine Surya Kholifatunauroh Kholifatunauroh Kusubakti Andajani Lailatul Fitriah Nuraidah Lia Nurul Fauziah M. Mujtaba Habibi Maisyaroh Margono Margono Maulana Amirul Adha Mazidatur Rohmah Micheel Dime Evelyna Salsa Bila Moh. Dihan Pasha Mohammad Zainuddin, Mohammad Muhammad Adel Nurfirmansyah Muhammad Fairuz Akmal Muhammad Hisham Setiawan Muhammad Ilham Ananda Winhardianto Muhammad Mujtaba Habibi Najwa Nur Hidayah Nindyawati Nindyawati Nova Syafira Ariyanti Nur Fitri Amalia Nuruddin Hady Nurul izkiyah Oktavia Emylia Kusuma Dewi Putri Adelia Rahmawanti Raden Bambang Sumarsono Radeni Sukma Indra Dewi Ratna Ekawati Reza Aprilia Resterina Ricky Ulanda Kostriono Rifky Ahmad Baihaqi Riris Masruroh Rivan Dwi Kurniawan Roki’ Amrullah Sa'dun Akbar Satya Robbi Pratama Selfi Widiasti Shirly Rizki Kusumaningrum Siti Awaliyah Slamet Arifin Subanji Subanji Sukma Ulandari Suparlan Al Hakim Tia Fahira Septiana Tsania Mufarichah Tutut Chusniyah Uswatun Khasanah Vasya Nevia Aris Sandy Vika Nur Adilla Wilis Wijanarti Yeni Yusella Yusuf Suharto Zakiya Rahma Fariyanto Zhazha Lutfi Azizah Zidny Tsabita Fahmi