Claim Missing Document
Check
Articles

FUNGSI DPRD KOTA BATU DALAM DEMOKRASI: MENGAWAL ASPIRASI RAKYAT MELALUI KEBIJAKAN Fariha Wahyu Utami; Vasya Nevia Aris Sandy; Putri Adelia Rahmawanti; Zakiya Rahma Fariyanto; Muhammad Fairuz Akmal; Muhammad Hisham Setiawan; Sri Untari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063.v5.i10.2025.4

Abstract

The local government system in Indonesia, the existence of the Regional People's Representative Council (DPRD) has a very strategic position in bridging the needs of the community with local government policies. The purpose of this article is to find out the function of the DPRD in Democracy in safeguarding the aspirations of the people through policy. As a legislative body at the local level, the DPRD holds three main tasks, namely the formation of local regulations (perda), the function of supervising the running of local government, and the function of budgeting with the executive. This context becomes increasingly important in the midst of the complexity of regional socio-politics, where the relationship between DPRD, local government, and the community is dynamic. The method used is qualitative, namely conducting an interview. Based on the results of interviews with members of the Batu City DPRD, it is known that in practice the DPRD is active in preparing the RPJMD (Regional Medium-Term Development Plan), formulating the APBD (Regional Revenue and Expenditure Budget), and accommodating community aspirations through a recess mechanism that is carried out three times a year. DPRD also has a budget allocation through the right of main ideas to realize the needs of the community, proving its role as a representation of the people in the preparation of development programs. Community participation in the political process still faces challenges, especially from segments of society that are not yet politically empowered. Therefore, strategic steps are needed such as strengthening community-based recess mechanisms, utilizing digital technology, and empowering vulnerable groups through political education. Sistem pemerintahan daerah di Indonesia, keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah. Tujuan artikel ini untuk mengetahui fungsi DPRD dalam Demokrasi menjaga aspirasi rakyat melalui kebijakan. Sebagai lembaga legislatif di tingkat daerah, DPRD memegang tiga tugas utama yakni pembentukan peraturan daerah (perda), fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah, dan fungsi penganggaran (budgeting) bersama eksekutif. Konteks ini menjadi semakin penting di tengah kompleksitas sosial politik daerah, di mana hubungan antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat berlangsung dinamis. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu melakukan sebuah wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dengan anggota DPRD Kota Batu, diketahui bahwa dalam praktiknya DPRD aktif dalam menyusun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), merumuskan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), serta menampung aspirasi masyarakat melalui mekanisme reses yang dilakukan tiga kali dalam setahun. DPRD juga memiliki alokasi anggaran melalui hak pokok-pokok pikiran untuk merealisasikan kebutuhan masyarakat, membuktikan perannya sebagai representasi rakyat dalam penyusunan program pembangunan. Partisipasi masyarakat dalam proses politik masih menghadapi tantangan, terutama dari segmen masyarakat yang belum berdaya secara politik. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan mekanisme reses berbasis komunitas, pemanfaatan teknologi digital, dan pemberdayaan kelompok rentan melalui edukasi politik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI DIGITAL MATERI KOMITMEN MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NKRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA KELAS IX SMPN 1 KARANGPLOSO Lailatul Fitriah Nuraidah; A. Rosyid Al Atok; Sri Untari; Siti Awaliyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12822

Abstract

The low level of students’ collaboration skills in Pancasila Education learning remains a significant challenge, particularly in group activities that tend to be dominated by high-achieving students. Moreover, the use of conventional learning media often limits student engagement and participation. This study aimed to develop a Digital Monopoly learning media on the topic of Komitmen Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness in improving students’ collaboration skills. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of the phases of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants included expert validators and 23 ninth grade students of SMPN 1 Karangploso. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings indicate that the developed media achieved a media validity score of 96,42%, a material validity score of 92,80%, and a practicality instrument validity score of 94,23%, all categorized as highly valid. The small-group trial yielded a student response score of 92,91%, indicating a very high level of practicality. Furthermore, students’ collaboration skills improved from 59,8% in the preliminary study to 89,2% after the implementation of the Digital Monopoly learning media. The N-gain score of 0.73 demonstrates a high level of effectiveness. The results suggest that the Digital Monopoly learning media is highly valid, practical, and effective in enhancing collaboration skills in Pancasila Education learning. Therefore, it can serve as an innovative instructional medium to promote active and collaborative learning among junior secondary school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada aktivitas kerja kelompok yang masih didominasi oleh siswa dengan kemampuan akademik tinggi. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang masih konvensional menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang tertarik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli digital materi komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas IX SMPN 1 Karangploso. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli dan 23 siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media monopoli digital memperoleh hasil validasi media sebesar 96,42%, validasi materi sebesar 92,80%, dan validasi praktisi sebesar 94,23% dengan kategori sangat valid. Hasil angket respon siswa pada uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 92,91% dengan kategori sangat praktis. Selain itu, hasil rata-rata angket nilai kolaborasi siswa pada saat studi pendahuluan 59,8% meningkat menjadi 89,2% setelah memperoleh tindakan menggunkan media pembelajaran monopoli digital dengan nilai N-Gain sebesar 0,73 dalam kategori Tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, media monopoli digital materi komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.    
Pendidikan multikultural dalam program ”Catur Handayani” sebagai upaya penguatan wawasan kebangsaan Santri Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha’ Achmad Mufti Fauzi; Sri Untari
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 2 (2025): August 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i2.19371

Abstract

Multicultural education is an extraordinary idea in the education system in Indonesia. The implementation of multicultural education can be carried out in Islamic boarding schools to strengthen student’s national insight. It is important due to the possibility intolerance among students who have various ethnic and cultural backgrounds. The research aimed to: (1) determined implementation of multicultural education in the “Catur Handayani” program, (2) described the driving and inhibiting factors for the implementation of multicultural education in the “Catur Handayani” program, (3) analysed the potential and perspectives of students regarding multicultural education in the “Catur Handayani” program. The research used study cased methods. The primary data source way interviews and observations The secondary data obtained from literature review and documentation. Data analysis includes data reduction, data display, verification, and credibility test. Multicultural education in the “Catur Handayani” programs has took from of a collaborative program between the Munadzomah Santri Shirothul Fuqoha’ organization and academics. The program as evidenced by the fact that students were experiencing positive behavioural changes. However, the density of Islamic boarding school activities was a limitation for multicultural education to achieve more significant results. This happens because the perspective of Islamic boarding school students tend to prioritized religious knowledge and then connect it with national insight. This research was proved that multicultural education applies in Islamic boarding schools and that the students have a unique perspective in viewing national insight in Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Administrasi Sekolah Dalam Mengelola Keuangan Berbasis Teknologi Informasi Raden Bambang Sumarsono; Maisyaroh Maisyaroh; Sri Untari; Tutut Chusniyah
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v4i22021p105-112

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi sekolah dalam mengelola keuangan berbasis teknologi informasi. Lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat berada di Sekolah Dasar (SD) Laboratorium Universitas Negeri Malang di Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini antara lain: pemaparan materi, diskusi, demonstrasi, dan penugasan. Metode-metode tersebut terintegrasi ke dalam strategi pelatihan. Hasil pengabdian masyarakat ini yakni (1) kapasitas kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi sekolah dalam mengelola keuangan berbasis teknologi informasi meningkat secara signifikan setelah mengikuti pelatihan, dan (2) berdasarkan kriteria keefektifan produk yakni kelengkapan, kemudahan, kemenarikan dan kemanfaatan, produk dinyatakan sangat efektif.
Project Citizen: A Catalyst for Enhancing Legal Awareness in Vocational Education Students: Studi PTK pada Siswa Kelas X TKR 4 SMK Negeri 2 Probolinggo Ajeng Setyo Rini; Sri Untari; Didik Sukriono
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.158

Abstract

The study was motivated by the low legal awareness of vocational students caused by the dominance of conventional teacher-centered learning methods, the delivery of material tends to be theoretical, and students' habits still often violate school rules. This study aims to increase legal awareness in Pancasila Education learning through the project citizen learning model for class X TKR 4 students of SMK Negeri 2 Probolinggo, and to see how much the increase in students' legal awareness after the implementation of the project citizen learning model. The study was conducted using a qualitative approach with the Classroom Action Research (CAR) method in two cycles on 34 class X TKR 4 students of SMK Negeri 2 Probolinggo. Data were collected through legal awareness knowledge tests, observations, student worksheets, and field notes. The results of the study showed an increase in students' legal awareness knowledge through the project citizen learning model through an increase in posttest results with an average class score reaching 78 and learning completeness of 84.38%, an increase in learning implementation from 76.47% to 94.12%, and high student participation in group discussions during the project implementation. This study concludes that the application of the project citizen learning model in Pancasila Education subjects is effective in improving the quality of learning, changing passive students into active ones, and achieving the expected learning objectives.
Development of Contextual Archipelago Insights E-Module to Increase Interest in Learning and Collaboration Skills M. Farid Juan Nurfauzi Aziz; A. Rosyid Al Atok; Sri Untari
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.150

Abstract

The learning process cannot be separated from the tools in the form of teaching materials that assist teachers in carrying out teaching and learning. One of them is in Pancasila Education lessons, especially those related to the Archipelago Insight. The concept of the Archipelago Insight emerged from Indonesia's multicultural society. The condition of a multicultural society requires ideas that can guarantee unity and oneness in diversity. This study aims to develop an e-module for Archipelago Insight based on a contextual approach and to test its effectiveness in increasing students' interest in learning and collaboration skills among 9th-grade students at MTs Darun Najah Malang. This study uses the Research and Development (RnD) method with the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection instruments used include an expert validation questionnaire, a learning interest questionnaire, and a collaboration ability observation sheet. The results of the expert validation indicate that the e-module is declared very feasible to use in terms of material, module structure, and language. The effectiveness test shows a significant increase in students' interest in learning. In addition, collaboration skills also increase. The Archipelago Insight e-module, grounded in a contextual approach, is effective in increasing students' interest in learning and in collaboration skills.   Abstrak Proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari perangkat berupa bahan ajar yang membantu guru dalam melaksanakan pengajaran dan pembelajaran. Salah satunya adalah pada pelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya yang berkaitan dengan Wawasan Nusantara. Konsep Wawasan Nusantara muncul dari masyarakat multikultural di Indonesia. Kondisi masyarakat multikultural membutuhkan gagasan yang mampu menjamin persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul Wawasan Nusantara berbasis pendekatan kontekstual serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar dan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas 9 MTs Darun Najah Malang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi angket validasi ahli, angket minat belajar, dan lembar observasi kemampuan kolaborasi. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa e-modul dinyatakan sangat layak digunakan pada aspek materi, struktur modul, dan kebahasaan. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pada minat belajar peserta didik. Selain itu, kemampuan kolaborasi juga meningkat. E-modul Wawasan Nusantara berbasis pendekatan kontekstual efektif dalam meningkatkan minat belajar dan kemampuan kolaborasi peserta didik. Kata Kunci: e-modul; kemampuan kolaborasi; minat belajar; pendekatan kontekstual; Wawasan Nusantara
Development of website-based BOGA SERI media to improve understanding safety riding principles Ratu Suci Sholikhah Wati; Didik Sukriono; Sri Untari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.153

Abstract

The high number of traffic accidents that occur among teenagers, especially high school students, provides the background for the need to develop learning media that can improve their understanding of safety riding principles. Media development in the field of education is necessary because efforts to socialize these principles are considered ineffective, as evidenced by the high number of accidents in the regions. This study aims to produce and test the effectiveness of website-based BOGA SERI media in an effort to improve the understanding of these principles among grade X students of SMA Negeri 2 Tuban. The method used is research and development (RnD) with the ADDIE model. Data were collected through questionnaires, documentation, observation, and tests, and then analyzed using a parametric paired sample t-test. The results of statistical tests indicate that the website-based BOGA SERI media has a high level of validity and attractiveness, is easy to use for teachers, and is effective in enhancing students' understanding of safety riding principles. In conclusion, this media meets the criteria for feasibility and effectiveness and can be implemented as a learning medium to support efforts to maintain safety riding among students.   Abstrak Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada remaja, khususnya murid SMA menjadi latar belakang perlunya pengembangan media pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman prinsip safety riding. Pengembangan media dalam bidang pendidikan diperlukan karena upaya sosialisasi tentang prinsip tersebut dirasa kurang efektif, hal itu terbukti dari tingginya angka kecelakaan didaerah-daerah. Penelitian ini bertujuan menghasilkan dan menguji efektivitas media BOGA SERI berbasis website dalam upaya meningkatkan pemahaman prinsip tersebut pada murid kelas X SMA Negeri 2 Tuban. Metode yang digunakan adalah research and development (RnD) dengan model ADDIE. Data diperoleh melalui angket, dokumentasi, observasi, dan tes, kemudian data dianalisis menggunakan uji beda parametrik paired sample t-test. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa media BOGA SERI berbasis website memiliki tingkat kevalidan dan kemenarikan yang sangat tinggi, mudah digunakan oleh guru, serta efektif dalam meningkatkan pemahaman murid mengenai prinsip safety riding. Kesimpulannya, media ini memenuhi kriteria kelayakan dan keefektifan serta dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran untuk mendukung upaya menjaga keselamatan berkendara pada kalangan pelajar. Kata Kunci: BOGA SERI; media pembelajaran; prinsip safety riding; website
Effect of the guided inquiry model on students’ creative thinking skills Yuniarti Mellia Triana; Sri Untari; Didik Sukriono
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.175

Abstract

Creative thinking has become a fundamental competency for 21st-century learners and needs to be cultivated through meaningful classroom practices. This study analyzes the impact of the guided inquiry learning model, applied through a case study, on the creative thinking abilities of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Pakis. The research employed a quasi-experimental design with a non-equivalent control group, with class VIII D (34 students) as the experimental group and class VIII B (34 students) as the control group. Data were obtained from essay tests on creative thinking administered before and after learning, complemented by observation sheets and documentation. The data analysis included descriptive statistics, normality and homogeneity tests, paired-samples t-tests, and independent-samples t-tests. The findings revealed that although both groups started with comparable initial abilities, students in the experimental group demonstrated significantly greater improvement after treatment, especially in fluency, flexibility, originality, and elaboration. These results suggest that guided inquiry learning is effective in enhancing creative thinking and can be implemented as an alternative strategy to promote higher-order thinking in Civics Education.   Abstrak Kemampuan berpikir kreatif merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang perlu ditumbuhkan melalui pembelajaran yang bermakna di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan studi kasus terhadap kemampuan berpikir kreatif murid kelas VIII SMP Negeri 1 Pakis. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group, melibatkan kelas VIII D (34 murid) sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII B (34 murid) sebagai kelompok kontrol. Data penelitian diperoleh melalui tes esai berpikir kreatif yang diberikan sebelum dan setelah pembelajaran, serta diperkuat dengan lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji t berpasangan, dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang relatif seimbang, peningkatan yang lebih signifikan ditunjukkan oleh kelompok eksperimen setelah perlakuan, terutama pada aspek kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan dapat dijadikan strategi alternatif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran PPKn. Kata Kunci: berpikir kreatif; inkuiri terbimbing; model pembelajaran; Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Pasalku.ID application: innovative learning media for improving cognitive learning outcomes Infantri Yunus Brawijaya; Edy Suhartono; Sri Untari
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.214

Abstract

The rapid development of digital learning requires instructional media that can assist students in understanding abstract materials, including the Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. In school practice, many students still struggle to connect constitutional content to real civic contexts, while interactive and structured digital learning media for Pancasila Education remain limited. This study aims to develop Pasalku.ID is a digital learning application designed to enhance students’ cognitive understanding of constitutional materials. The research employed a Research and Development approach using the ADDIE development model. The research subjects included subject-matter experts, media experts, a Pancasila Education teacher, and Grade X senior high school students. Data were collected using expert validation sheets, practicality questionnaires, and pre- and post-test instruments to assess learning effectiveness. The findings indicate that Pasalku.ID is content-valid, practical to use, and effective in improving students’ learning outcomes, as reflected by medium to high N-Gain scores. These results suggest that Pasalku.ID is a feasible digital learning medium for supporting constitutional learning in Pancasila Education.   Abstrak Perkembangan pembelajaran digital menuntut tersedianya media pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami materi yang bersifat abstrak, termasuk Konstitusi dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam praktik pembelajaran di sekolah, siswa masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan isi konstitusi dengan konteks kehidupan bernegara, sementara ketersediaan media pembelajaran digital yang interaktif dan terstruktur dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Pasalku.ID sebagai media pembelajaran digital yang dapat meningkatkan pemahaman kognitif siswa terhadap materi konstitusi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, guru Pendidikan Pancasila, serta murid kelas X SMA. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, angket kepraktisan, serta tes pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasalku.ID valid secara isi, praktis digunakan dalam pembelajaran, dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa dengan kategori peningkatan sedang hingga tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa Pasalku.ID layak digunakan sebagai media pembelajaran digital untuk mendukung pembelajaran konstitusi dalam Pendidikan Pancasila. Kata Kunci: hasil belajar kognitif; media pembelajaran digital; Pasalku.ID; pendidikan Pancasila
Development of E-Modules based on Contextual Teaching and Learning (CTL) on the actualization of Pancasila values Riyana Riyana; Didik Sukriono; Sri Untari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79598

Abstract

The teaching of Pancasila Education in this school faces challenges in applying Pancasila values practically and relevantly to students' lives, thus requiring an effective and innovative learning approach. The main objective of this research is to design an e-module that integrates CTL concepts with the material to actualize Pancasila values and test the effectiveness of using the e-module. This research uses the Research and Development method with the ADDIE model approach (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The researcher conducted a needs analysis to determine students' skills and knowledge about Pancasila's values. Then, the e-module design was carried out by considering CTL principles and integrating multimedia elements, such as text, images, audio, and video. The developed e-module was tested on students, and its effectiveness was measured through pre-tests and post-tests to determine the improvement in learning outcomes. The research results show that CTL-based e-modules can improve students' learning outcomes, especially in cognitive and affective aspects. The results of the development of the CTL-based e-module show that the e-module is capable of presenting learning materials engagingly and interactively, as well as facilitating students in applying the values of Pancasila in their daily lives. Interactive features, such as quizzes, simulations, and context-based discussions, help increase students' active participation in learning.   Abstrak Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah ini dihadapkan pada tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila secara praktis dan relevan bagi kehidupan peserta didik, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang efektif dan inovatif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merancang e-modul yang memadukan konsep-konsep dari CTL dengan materi aktualisasi nilai-nilai Pancasila, serta menguji efektivitas penggunaan e-modul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Peneliti melakukan analisis kebutuhan untuk mengetahui keterampilan dan pengetahuan peserta didik tentang nilai-nilai Pancasila. Kemudian desain e-modul dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip CTL dan mengintegrasikan elemen multimedia, seperti teks, gambar, audio, dan video. E-modul yang dikembangkan diuji coba pada peserta didik, dan efektivitasnya diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-modul berbasis CTL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, terutama dalam aspek kognitif dan afektif. Hasil pengembangan e-modul berbasis CTL menunjukkan bahwa e-modul tersebut mampu menyajikan materi pembelajaran secara menarik dan interaktif, serta memfasilitasi peserta didik dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Fitur-fitur interaktif, seperti kuis, simulasi, dan diskusi berbasis konteks, membantu meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran. Kata Kunci: contextual teaching and learning; e-modul; hasil belajar; nilai-nilai Pancasila; pendidikan Pancasila
Co-Authors A. Rosyid Al Atok, A. Rosyid Al Abd Mu’id Aris Shofa Achmad Mufti Fauzi Ade Eka Anggraini Ady Saputra Agung Hariyono Ahmad Danil Ma'arif Ajeng Setyo Rini Alfan Bramantya Alif Mudiono Aliyah Ardhana Riswari Aliyani Ghassani Al’fi Nasikin Amelia Amanda Tunggadewi Amelia Reza Artanti Anggun Islami Putri Annek Astri Octaviani Annisa Hasanah Annisa Purnadita Antin Tri Wahyuni Ardian Maulana Ardika Riski Pranoto Utomo Arief Gunawan Aris Saputro Attalah Rafif Widyadhana Azhar Ahmad Smaragdina Bagus Rachmad Saputra Calibi Deswa Ananda Dedi Prestiadi Desi Eri Kusumaningrum Desinta Dwi Rapita Devi Sintya Yuliastuty Dewi Widiana Rahayu Didik Sukriono Dinda Arsita Dwi Susanti Edi Suhartono Edy Suhartono Ekaliya Priti Anggraeni Endrik Mas Yulaidi Fariha Wahyu Utami Febrianti Furaidah Hanika Angelie Hari Wahyono Helena Putri Widyawati Hidajati Hidajati I Nyoman Sudana Degeng Ibrahim Bafadal Iftitah Dian Qumairoh Indra Lesmana Infantri Yunus Brawijaya Isadatul Fadhila Joko Sayono Kanzenna Kurnia Ashshiddieqy Ketut Diara Astawa Keynagaya Ahmadine Surya Kholifatunauroh Kholifatunauroh Kusubakti Andajani Lailatul Fitriah Nuraidah Lia Nurul Fauziah M. Farid Juan Nurfauzi Aziz M. Mujtaba Habibi Maelani Khoirun Nisaa Maisyaroh Margono Margono Maulana Amirul Adha Mazidatur Rohmah Micheel Dime Evelyna Salsa Bila Moh. Dihan Pasha Mohammad Zainuddin, Mohammad Muhammad Adel Nurfirmansyah Muhammad Fairuz Akmal Muhammad Hisham Setiawan Muhammad Ilham Ananda Winhardianto Muhammad Mujtaba Habibi Najwa Nur Hidayah Nindyawati Nindyawati Nova Syafira Ariyanti Novi Artamevia Nur Fitri Amalia Nuruddin Hady Nurul izkiyah Oktavia Emylia Kusuma Dewi Putri Adelia Rahmawanti Raden Bambang Sumarsono Radeni Sukma Indra Dewi Ratna Ekawati Ratu Suci Sholikhah Wati Reza Aprilia Resterina Ricky Ulanda Kostriono Rifky Ahmad Baihaqi Riris Masruroh Rivan Dwi Kurniawan Riyana Riyana Roki’ Amrullah Sa'dun Akbar Satya Robbi Pratama Selfi Widiasti Shirly Rizki Kusumaningrum Siti Awaliyah Slamet Arifin Subanji Subanji Sukma Ulandari Suparlan Al Hakim Tia Fahira Septiana Tsania Mufarichah Tutut Chusniyah Uswatun Khasanah Vasya Nevia Aris Sandy Vika Nur Adilla Wilis Wijanarti Yeni Yusella Yuniarti Mellia Triana Yusuf Suharto Zakiya Rahma Fariyanto Zhazha Lutfi Azizah Zidny Tsabita Fahmi