Claim Missing Document
Check
Articles

Applying problem-based learning in Civic education podcasts boosts critical thinking and student outcomes at Community Learning Center (CLC) Al’fi Nasikin; Sri Untari; Edi Suhartono
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80979

Abstract

This classroom action research aimed to enhance Civics learning outcomes for CLC Pasir Putih class IX students of SMP Keningau Bingkor in Sabah, Malaysia, using the Problem-Based Learning (PBL) method supported by podcast media. During the 2023/2024 academic year, the study involved 21 students and addressed unsatisfactory learning conditions while improving instructional quality. In Cycle I, only 12 students met the minimum completion criteria (KKM) of 75, with nine falling short. By Cycle II, significant improvement was observed: 19 students achieved the KKM, and the class average rose to 80. This exceeded the school's classical target completion. The podcast-based PBL model fostered interactive and engaging lessons, countering the monotony of conventional methods. Students reported increased motivation as podcasts made materials more accessible and flexible for repeated learning. The innovative approach allowed them to learn anytime, anywhere, enhancing comprehension. Overall, students expressed enthusiasm for continuing this method, citing its effectiveness and enjoyment. Their positive responses underscored how combining PBL with podcast media improved academic performance and created a dynamic, student-centered learning environment.   Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik Kelas IX CLC Pasir Putih SMP Keningau Bingkor di Sabah, Malaysia, menggunakan metode Problem-Based Learning (PBL) berbasis podcast. Penelitian dilaksanakan pada tahun akademik 2023/2024 dengan melibatkan 21 peserta didik, dengan tujuan memperbaiki kondisi pembelajaran yang kurang memuaskan dan meningkatkan kualitas pengajaran. Pada Siklus I, hanya 12 peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75, sementara 9 peserta didik belum mencapainya. Pada Siklus II, terjadi peningkatan signifikan: 19 peserta didik berhasil mencapai KKM, dengan rata-rata nilai kelas mencapai 80, melebihi target klasikal sekolah. Model PBL berbasis podcast menciptakan pembelajaran interaktif dan menarik, menghilangkan kebosanan metode konvensional. Peserta didik melaporkan motivasi belajar meningkat karena materi disajikan secara menarik dan fleksibel. Podcast memungkinkan peserta didik belajar kapan saja dan di mana saja, sehingga mereka dapat mengulang materi sesuai kebutuhan. Secara keseluruhan, peserta didik antusias melanjutkan metode ini karena dinilai efektif dan menyenangkan. Tanggapan positif peserta didik menunjukkan bahwa kombinasi PBL dan podcast tidak hanya meningkatkan hasil akademik tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berpusat pada peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; podcast; problem-based learning
SCHOOL LEADERSHIP EMPOWERMENT FOR IMPLEMENTING MERDEKA BELAJAR THROUGH PASSION-BASED LEARNING AT LABORATORY ELEMENTARY SCHOOL Maisyaroh Maisyaroh; Sri Untari; Tutut Chusniyah; Desi Eri Kusumaningrum; Maulana Amirul Adha; Indra Lesmana; Hanika Angelie; Isadatul Fadhila
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) (DOAJ & SINTA 4 Indexed)

Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPMM.010.1.05

Abstract

This community service initiative sought to enhance school leadership and bolster teacher proficiency in executing the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) curriculum via Passion-Based Learning at the Laboratory Elementary School of Universitas Negeri Malang, Blitar. The activity utilized a participative methodology comprising many phases: socialization, training, classroom implementation, mentoring, and assessment. Twenty participants, comprising one principal and nineteen instructors, engaged in the program. Quantitative data were gathered using pre-test and post-test instruments and analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon test, whereas qualitative insights were derived from reflection sessions and observations. The results indicated a substantial enhancement in participants' comprehension and abilities, with the average score rising from 68.81 (good) to 90.36 (very good). Participants exhibited enhanced confidence, teamwork, and motivation in implementing Passion-Based Learning within the Merdeka Belajar framework. The program effectively improved instructional leadership, cultivated a passion-driven school culture, and established a sustainable framework for executing meaningful, student-centered learning.
PENGEMBANGAN MEDIA EDUKASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK DAN PENGETAHUAN TENTANG CANDI LOR Sri Untari; Aliyani Ghassani; Dinda Arsita; Maelani Khoirun Nisaa; Novi Artamevia
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063.v5.i11.2025.2

Abstract

Civic education is one of the important pillars in the formation of character and national identity for students. In the Indonesian context, civic education not only serves to provide an understanding of the rights and obligations of citizens, but also to instill democratic values, law, and a caring attitude towards social and political developments. This article aims to explore the important role of civic education in shaping students' legal awareness and social responsibility, as well as its impact on improving the quality of education in Indonesia. Through an in-depth literature review, this study highlights the importance of integrating civic education into the higher education curriculum to strengthen students' understanding of the legal principles applicable in Indonesia. In addition, this article also discusses the challenges faced in the implementation of civic education and how this education can facilitate students to become agents of change in society. The findings in this article indicate that by improving the quality of civic education, students are not only able to face legal and social challenges but also play an active role in creating a more inclusive, just, and civilized society. Therefore, strengthening civic education among students is expected to provide a positive contribution to national development and more effective law enforcement. Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter dan identitas nasional bagi mahasiswa. Dalam konteks Indonesia, pendidikan kewarganegaraan tidak hanya berfungsi untuk memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, hukum, serta sikap peduli terhadap perkembangan sosial dan politik. Artikel ini bertujuan untuk menggali peran penting pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial mahasiswa, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui kajian literatur yang mendalam, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi pendidikan kewarganegaraan dalam kurikulum pendidikan tinggi untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang prinsip-prinsip hukum yang berlaku di Indonesia. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan kewarganegaraan serta bagaimana pendidikan ini dapat memfasilitasi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Temuan dalam artikel ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kualitas pendidikan kewarganegaraan, mahasiswa tidak hanya mampu menghadapi tantangan hukum dan sosial, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berperadaban. Oleh karena itu, penguatan pendidikan kewarganegaraan di kalangan mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan penegakan hukum yang lebih efektif.
Co-Authors A. Rosyid Al Atok, A. Rosyid Al Abd Mu’id Aris Shofa Achmad Mufti Fauzi Ade Eka Anggraini Ady Saputra Agung Hariyono Ahmad Danil Ma'arif Ajeng Setyo Rini Alfan Bramantya Alif Mudiono Aliyah Ardhana Riswari Aliyani Ghassani Al’fi Nasikin Amelia Amanda Tunggadewi Amelia Reza Artanti Anggun Islami Putri Annek Astri Octaviani Annisa Hasanah Annisa Purnadita Antin Tri Wahyuni Ardian Maulana Ardika Riski Pranoto Utomo Arief Gunawan Aris Saputro Attalah Rafif Widyadhana Azhar Ahmad Smaragdina Bagus Rachmad Saputra Calibi Deswa Ananda Dedi Prestiadi Desi Eri Kusumaningrum Desinta Dwi Rapita Devi Sintya Yuliastuty Dewi Widiana Rahayu Didik Sukriono Dinda Arsita Dwi Susanti Edi Suhartono Edy Suhartono Ekaliya Priti Anggraeni Endrik Mas Yulaidi Fariha Wahyu Utami Febrianti Furaidah Hanika Angelie Hari Wahyono Helena Putri Widyawati Hidajati Hidajati I Nyoman Sudana Degeng Ibrahim Bafadal Iftitah Dian Qumairoh Indra Lesmana Infantri Yunus Brawijaya Isadatul Fadhila Joko Sayono Kanzenna Kurnia Ashshiddieqy Ketut Diara Astawa Keynagaya Ahmadine Surya Kholifatunauroh Kholifatunauroh Kusubakti Andajani Lailatul Fitriah Nuraidah Lia Nurul Fauziah M. Farid Juan Nurfauzi Aziz M. Mujtaba Habibi Maelani Khoirun Nisaa Maisyaroh Margono Margono Maulana Amirul Adha Mazidatur Rohmah Micheel Dime Evelyna Salsa Bila Moh. Dihan Pasha Mohammad Zainuddin, Mohammad Muhammad Adel Nurfirmansyah Muhammad Fairuz Akmal Muhammad Hisham Setiawan Muhammad Ilham Ananda Winhardianto Muhammad Mujtaba Habibi Najwa Nur Hidayah Nindyawati Nindyawati Nova Syafira Ariyanti Novi Artamevia Nur Fitri Amalia Nuruddin Hady Nurul izkiyah Oktavia Emylia Kusuma Dewi Putri Adelia Rahmawanti Raden Bambang Sumarsono Radeni Sukma Indra Dewi Ratna Ekawati Ratu Suci Sholikhah Wati Reza Aprilia Resterina Ricky Ulanda Kostriono Rifky Ahmad Baihaqi Riris Masruroh Rivan Dwi Kurniawan Riyana Riyana Roki’ Amrullah Sa'dun Akbar Satya Robbi Pratama Selfi Widiasti Shirly Rizki Kusumaningrum Siti Awaliyah Slamet Arifin Subanji Subanji Sukma Ulandari Suparlan Al Hakim Tia Fahira Septiana Tsania Mufarichah Tutut Chusniyah Uswatun Khasanah Vasya Nevia Aris Sandy Vika Nur Adilla Wilis Wijanarti Yeni Yusella Yuniarti Mellia Triana Yusuf Suharto Zakiya Rahma Fariyanto Zhazha Lutfi Azizah Zidny Tsabita Fahmi