Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Konseling Kelompok Pembayangan Terbimbing Berfokus Solusi pada Guru BK SMP di Kota Batu M Ramli; Nur Hidayah; Diniy Hidayatur Rahman; Nur Mega Aris Saputra; Husni Hanafi
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): October
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v1i2.58

Abstract

The low group counseling skills at the Guidance and Counseling Teacher Consultation (MGBK) in Batu City is indicated by the intensity of conducting group counseling services. In fact, the more complex the problems faced by students require steps and innovations for counselors in the implementation of services. The purpose of the training is to develop the competence of counselors in understanding and applying the skills of solution-focused guided imagery group counseling. The training implementation method uses structured learning with stages of preparation, assessment, implementation, and evaluation (3PE). The results of the training showed that the trainees were enthusiastic about the implementation of the training and the evaluation of the results showed an increase in the application of solution-focused guided imagery group counseling.
Resiliensi Sosial dalam Masyarakat Digital: Tantangan dan Strategi untuk Membangun Komunitas yang Lebih Kuat M Khoirudin Jalil; Nur Hidayah; Yuliati Holifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9129

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian resiliensi sosial sebagai konsep penting dalam psikologi dan ilmu sosial yang menggambarkan kemampuan individu atau kelompok untuk mengatasi stres, trauma, atau tantangan sosial dengan cara yang positif dan adaptif. Resiliensi dalam konteks digital dimana kemampuan individu, organisasi, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan, perubahan, dan tekanan yang muncul dalam era digital yang terus berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam era digital dan merinci strategi yang dapat digunakan untuk membangun resiliensi sosial, yang pada gilirannya akan membantu memperkuat komunitas dalam konteks digital yang terus berkembang. Adapun hasil dari telaah kepustakaan bahwa resiliensi sosial dalam masyarakat digital adalah suatu hal yang penting, dan bahwa melalui pemahaman yang lebih baik tentang tantangan yang ada dan implementasi strategi yang tepat, kita dapat membangun komunitas yang lebih kuat, tangguh, dan beradaptasi di era digital yang terus berkembang. Data penelitian berasal dari kajian literatur atau studi pustaka yang diperoleh dari 30 jurnal nasional dan internasional bersumber dari google scholer, eric, taylor and francis, science direct, emerald dan lain sebagainya.
Kajian Ontologi Resiliensi Akademik dalam Kaitannya dengan Academic Adjustment Peserta Didik Baru Usrotun Diniyah; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9149

Abstract

Tahun pertama dalam pendidikan merupakan tahun yang berat untuk seorang peserta didik. Oleh karena itu setiap peserta didik baru yang memasuki tingkat pendidikan lebih tinggi harus memiliki kemampuan penyesuaian yang baik, salah satunya adalah kemampuan penyesuaian akademik/academic adjustment. Penyesuaian akademik merupakan salah satu faktor utama keberhasilan pendidikan peserta didik. Penyesuaian akademik merujuk pada kemampuan peserta didik dalam memenuhi tuntutan akademik secara memuaskan. Untuk dapat melakukan penyesuaian akademik dengan baik, peserta didik baru perlu memiliki resiliensi akademik. Resiliensi akademik merupakan kemampuan peserta didik dalam mengatasi berbagai tantangan akademik sehingga tetap berprestasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui esensi/hakikat resiliensi akademik dan pengaruhnya terhadap academic adjustment/penyesuaian akademik peserta didik baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa sejumlah aspek-aspek dalam resiliensi akademik dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penyesuaian akademik peserta didik baru. Temuan dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap praktisi pendidikan untuk dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk membantu peserta didik baru dalam mencapai keberhasilan akademik.
Resiliensi Akademik Remaja di Era Merdeka Belajar: Sebuah Tinjauan Aksiologi Muh. Nur Alamsyah; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9120

Abstract

Merdeka belajar adalah suatu konsep yang memberikan kebebasan kepada pengajar dan siswa untuk memilih sistem pembelajaran. Kurikulum ini menjadikan siswa sebagai subjek, sehingga fokus pada resiliensi akademik menjadi penting, mengingat tantangan dan tekanan yang muncul dalam era merdeka belajar. Studi ini bertujuan untuk melakukan tinjauan aksiologi terhadap resiliensi akademik remaja (peserta didik) di era merdeka belajar. Metode penelitian ini melibatkan studi literatur dan analisis aksiologis terhadap konsep resiliensi akademik. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel, buku, dan sumber-sumber literatur terkait untuk memahami perkembangan konsep resiliensi akademik dan nilai-nilai aksiologis yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks merdeka belajar, studi ini menunjukkan bahwa aspek-aspek aksiologis seperti tanggung jawab, disiplin, dan integritas memiliki peran yang penting dalam membentuk resiliensi akademik remaja. Kesadaran terhadap nilai-nilai ini dapat memberikan landasan moral dan etis bagi remaja dalam menghadapi dinamika belajar yang semakin kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman resiliensi akademik remaja di era merdeka belajar melalui perspektif aksiologi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai aksiologis mempengaruhi resiliensi akademik, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan dan peluang pendidikan di era Merdeka Belajar.
Implementasi BK Inovatif dalam Kurikulum Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Resiliensi Sosial Siswa Korban Bulliying: Perspektif Aliran Rasionalisme dan Empirisme Iqbal Khoirul Burhani; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9121

Abstract

Bulliying masuk kedalam kategori tiga dosa besar pendidikan di samping kekerasan dan intoleransi. Data yang ada menunjuukan bahwa kasus bulliying masing sering terjadi di sekolah. Maka peran guru BK dalam pelayanan preventif terhadap korban bulliying khususnya dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa korban sangat dibutuhkan. Melalui penerapan BK inovatif dalam merdeka belajar menjadi salah cara yang bisa digunakan dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa yang mana bisa dikaji berdasarkan perspektif aliran rasionalisme dan empirisme. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui implementasi program BK yang inovatif dalam kurikulum merdeka belajar dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa korban bulliying dalam hal ini ditinjau dari perspektif aliran rasionalisme dan empirisme. Penelitian ini menggunakan pendekaan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode kajian pustaka (library research), maka ketika melihat pengimplementasian BK inovatif untuk meningkatkan resiliensi sosial siswa korban bulliying berdasarkan perspektif rasionalisme dan empirisme ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang konselor atau guru BK, yakni perencanaan yang matang, kreativitas dan inovasi konselor, pengembangan kualitas siswa, pengalaman secara langsung, metode pengujian dan adanya evaluasi, dan yang terakhir adalah penenuan tujuan yang jelas agar hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Exploring Adolescent Moral Reasoning in Middle School: Relational Systemic Paradigm Study Palasara Brahmani Laras; Nur Hidayah; M. Ramli
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3684

Abstract

This study aimed to describe the level of moral reasoning of adolescents in Yogyakarta with different levels of education as a measuring tool for comparison of results and examine them using a systemic-relational paradigm. The research design was a quantitative descriptive survey of adolescents in three secondary schools using purposive sampling. There were 94 junior high school, 93 high school, and 90 vocational high school students. The instrument used in this study was Rest's Defining Issues Test (DIT2) to measure adolescent moral reasoning. The results showed that students' ethical reasoning at different levels of education was mainly at level II (conventional), with stage 4, which was oriented towards legal, social, and religious order, or law and order. The data were then analysed and reviewed using a relational systemic paradigm approach to determine the factors that influence the moral reasoning of adolescents at school. Students' moral reasoning is influenced by their interactions with their environment, family, peers, educational institutions, personal experiences, culture, religion, and perceptions of justice and truth. This paradigm recognises that moral reasoning is not only the result of individual processes but is also influenced by broader environmental factors. Therefore, moral education must focus on students' social and ecological contexts to facilitate the development of better moral reasoning.
Inovasi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Era Society 5.0 Iqbal Khoirul Burhani; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5666

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui inovasi layanan BK era society 5.0; 2) mengetahui inovasi pelaksanaan layanan BK yang digunakan pada rentang tahun 2019-2023; 3) Untuk mengetahui kompetensi seorang konselor dalam melaksanakan layanan BK inovatif di era society 5.0. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review. Artikel jurnal yang ditelaah didapatkan dari https://scholar.google.com/ dan http://garuda.ristekdikti.go.id/. Dari 60 jurnal penelitian ini mendapati 24 artikel yang relevan dengan inovasi layanan BK di era society 5.0. 24 jurnal tersebut menghasilkan 3 kategori yakni; 1) Sarana; 2) Media; dan 3) kompetensi konselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelaksanaan layanan BK di era society 5.0 yang sering digunakan pada tahun 2019-2023 adalah Inovasi Pelaksanaan Layanan BK berbasis cybercounseling dengan media ang digunakan adalah aplikasi redayaku, aplikasi riliv, Model Treffinger Dengan Flipped-Classroom, Artificial Intelligence, dan podcast. Kesimpulan penelitian ini adalah inovasi pelaksanaan layanan BK era society 5.0 adalah dengan menerapkan cybercounseling.  Kata kunci: inovasi, pelaksanaan layanan BK, era society 5.0
Model Pelatihan Peer-Counseling Pada Mahasiswa: Tinjauan Literatur Sistematis Moch. Syihabudin Nuha; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5695

Abstract

Pada mahasiswa tahun pertama, mereka banyak mengalami ketegangan dan kecemasan yang dialami dalam menghadapi lingkungan barunya. Mahasiswa tahun pertama identik dengan bagaimana mereka meningkatkan kemampuan beradaptasinya di lingkungan baru. Mahasiswa tahun pertama perlu diberikan pembekalan melalui pelatihan pelatihan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dilakukan dengan 5 tahap. Dari 170 artikel, kemudian dilakukan penyaringan kualitas dan kriteria, didapatkan hasil 19 artikel yang berhasil untuk diidentifikasi dan dianalisis serta dirumuskan jawaban dari research question yang telah ditetapkan sebagai bagian dari tahapan tinjauan literatur sistematis. Berdasarkan hasil kajian literatur sistematis didapatkan hasil bahwa pelatihan Peer-Counseling dapat diberikan pada mahasiswa tahun kedua atau diatasnya, hal ini dikarenakan mereka lebih suka bercerita dan berkonsultasi mengenai masalahnya kepada teman sebayanya daripada kepada orang tua. Peer counseling merupakan cara atau model yang dapat dilakukan oleh konselor ahli atau guru Bimbingan dan Konseling kepada mahasiswa untuk dapat diberi pembekalan dan pelatihan. Kata kunci: pelatihan, peer-counseling, adaptasi akademik, model peer to peer
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling: Tinjauan Systematic Literature Review Usrotun Diniyah; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5696

Abstract

Berdasarkan Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor, konselor/guru BK adalah seseorang yang berkualifikasi akademik minimal lulus pendidikan jenjang sarjana (S1) dalam bidang bimbingan dan konseling dan berpendidikan profesi konselor serta memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi  kompetensi kepribadian, kompetensi soaial, dan kompetensi profesional. Sebagai tenaga profesional, guru BK memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensi sepanjang kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi dan mengevaluasi strategi peningkatan kompetensi guru BK. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR.) Hasil peelitian ini menunjukkan bahwa beberapa strategi yang berhasil digunakan untuk meningkatkan keterampilan konselor antara tahun 2020-2023 adalah pelatihan dan supervisi. Pelatihan adalah strategi yang paling banyak digunakan dalam rentang tahun 2020-2023. Kekurangan dari strategi peningkatan yang paling banyak digunakan adalah kurangnya waktu pelatihan, tidak jelasnya indikator evaluasi kegiatan serta kegiatan monitoring yang tidak kontinyu bahkan tidak ada setelah kegiatan. Selain itu, kompetensi yang ditingkatkan masih berfokus pada kompetensi professional. Kata kunci: strategi peningkatan, kompetensi konselor, guru bimbingan dan konseling
Peran Bimbingan dan Konseling Pada Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Multicultural Awareness sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi Faza Kasyiva Az-Zahra; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5717

Abstract

Kesadaran multikultural atau multicultural awareness merupakan peristiwa alami yang muncul karena pertemuan berbagai jenis budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka dalam menumbuhkan sikap kesadaran berbudaya dapat mengatasi isu intoleransi serta bertujuan untuk membahas sejauh mana urgensi kesadaran berbudaya dalam mencegah intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang dilakukan dengan menelaah dan mengidentifikasi jurnal secara otomatis dengan langkah-langkah dan prosedur yang telah ditetapkan yakni (1) Identifikasi (2) Screening (3) Kelayakan (4) Inklusi. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran multikultural yang penting dimiliki setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang damai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka belajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran multikultural atau multicultural awareness dengan memberikan pemahaman mengenai multikultural kepada siswa baik dalam pemikiran ataupun tindakan yang akan menciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari masalah intoleransi.  Kata kunci: bimbingan dan konseling, kurikulum merdeka, multicultural awareness, intoleransi, pencegahan
Co-Authors . Pramono Achmad Miftachul ilmi Adi Atmoko Afdal Afdal Afriyadi Sofyan, Afriyadi Agrery Ayu Nadiarenita Agrery Ayu Nadiarenita Aji Prasetyo Wicaksono Alimul Muniroh Aminullah Aminullah Andi Mappiare AT Andi Mappiare AT Andi Mappiare-AT Anis Tri Yuliana Anis Tri Yuliana Arbin Janu Setiyowati, Arbin Ari Dwi Yudhianto Asrowi Bambang Budi Wiyono Blasius Boli Lasan Cahyono, Gigih Prasetyo Carolina Ligya Radjah, Carolina Ligya Dinda Putri Abadi Diniy Hidayatur Rahman Edmawati, Mahmuddah Dewi Fakhrudin Mutakin Faza Kasyiva Az-Zahra Feny Andriyanti Fifi Khoirul Fitriyah Fitri Wahyuni Fitri Widya Ningsih Gigih Prasetyo Cahyono Hafifuddin Nur Hanafi, Husni Hari Wisodo, Hari Herda Fitri Br Ginting I Nyoman Sudana Degeng IM. Hambali Imanuel Hitipeuw Iqbal Khoirul Burhani Izul Haidi Afdilah Jemi Dadang Kresnawan Jihan Zul Fahmi Juwita Finayanti Kartika Candra Kirana Krisphianti, Yuanita Dwi Layli Novita Lutfi Fauzan Luthfita Cahya Irani M Khoirudin Jalil M. Ramli M. Zahid Yusron Maghfirotul Amalia Mega Rahma Fitriani Mila Yunita Mirza Alvira Moch. Syihabudin Nuha Moh. Bisri Moh. Irtadji Muh. Nur Alamsyah Mukhtar Zarkasih Harahap Mursyidul Ibad Muslihati Mu’alfani Arsana Putri Nanda Alfan Kurniawan Nanda Alfan Kurniawan Nandang Budiman Nandang Rusmana Narno Narno Ninik Trimariya Nofita Puspitasari Nur Eva Nur Mega Aris Saputra Oktasari, Maria P. H Livana Palasara Brahmani Laras Pravissi Shanti Rachel Devita Suharto Ratna Afiah Awwalu Rohmah Ratna Wulandari Richma Hidayati Rizka Apriani Rofiqoh Rofiqoh Rofiqoh Rofiqoh Roiyan One Febriani Santoso Santoso Sisca Folastri Siti Aminah Slamet Wibawanto Stevani, Hayu Sukria Ahsan Sutopo Sutopo Tri Cahyono Triyono Triyono Tutut Chusniah Urin Laila Sa’adah Usrotun Diniyah Veno Dwi Krisnanda Wahyu Nanda Eka Saputra, Wahyu Nanda Eka Y Mentari Catur Riyadi Ningsih Youarti, Inta Elok Yuliati Holifah Yunistia Prahastini Zeti Novitasari