p-Index From 2021 - 2026
9.148
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan Vokasi Cakrawala Pendidikan Konselor Journal of Education and Learning (EduLearn) JURNAL FOKUS KONSELING Psikopedagogia Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Al Ishlah Jurnal Pendidikan JURNAL KONSELING GUSJIGANG JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Indonesian Journal of Educational Counseling Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Islamic Guidance and Counseling Journal Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Bulletin of Counseling and Psychotherapy G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Indonesian Journal of Counseling and Development Cakrawala: Jurnal Pendidikan Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Jurnal Counseling Care International Journal of Integrative Sciences KONSELOR Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia kawanad Proceedings Series of Educational Studies Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Grief and trauma Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Open Access DRIVERset Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling: Tinjauan Systematic Literature Review Usrotun Diniyah; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5696

Abstract

Berdasarkan Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor, konselor/guru BK adalah seseorang yang berkualifikasi akademik minimal lulus pendidikan jenjang sarjana (S1) dalam bidang bimbingan dan konseling dan berpendidikan profesi konselor serta memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi  kompetensi kepribadian, kompetensi soaial, dan kompetensi profesional. Sebagai tenaga profesional, guru BK memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensi sepanjang kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi dan mengevaluasi strategi peningkatan kompetensi guru BK. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR.) Hasil peelitian ini menunjukkan bahwa beberapa strategi yang berhasil digunakan untuk meningkatkan keterampilan konselor antara tahun 2020-2023 adalah pelatihan dan supervisi. Pelatihan adalah strategi yang paling banyak digunakan dalam rentang tahun 2020-2023. Kekurangan dari strategi peningkatan yang paling banyak digunakan adalah kurangnya waktu pelatihan, tidak jelasnya indikator evaluasi kegiatan serta kegiatan monitoring yang tidak kontinyu bahkan tidak ada setelah kegiatan. Selain itu, kompetensi yang ditingkatkan masih berfokus pada kompetensi professional. Kata kunci: strategi peningkatan, kompetensi konselor, guru bimbingan dan konseling
Peran Bimbingan dan Konseling Pada Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Multicultural Awareness sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi Faza Kasyiva Az-Zahra; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5717

Abstract

Kesadaran multikultural atau multicultural awareness merupakan peristiwa alami yang muncul karena pertemuan berbagai jenis budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka dalam menumbuhkan sikap kesadaran berbudaya dapat mengatasi isu intoleransi serta bertujuan untuk membahas sejauh mana urgensi kesadaran berbudaya dalam mencegah intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang dilakukan dengan menelaah dan mengidentifikasi jurnal secara otomatis dengan langkah-langkah dan prosedur yang telah ditetapkan yakni (1) Identifikasi (2) Screening (3) Kelayakan (4) Inklusi. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran multikultural yang penting dimiliki setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang damai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka belajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran multikultural atau multicultural awareness dengan memberikan pemahaman mengenai multikultural kepada siswa baik dalam pemikiran ataupun tindakan yang akan menciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari masalah intoleransi.  Kata kunci: bimbingan dan konseling, kurikulum merdeka, multicultural awareness, intoleransi, pencegahan
Pendekatan Multikultural dalam Layanan Bimbingan Konseling Guna Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global Dinda Putri Abadi; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5722

Abstract

Konselor professional dituntut memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai persoalan multikultural di lingkungan sekolah dan mengembangkan program layanan BK. Artikel ini bertujuan untuk (1) menguraikan bimbingan dan konseling nusantara; (2) menyajikan pendekatan multikultural dalam bimbingan dan konseling; dan (3) mendeskripsikan penguatan profil pelajar pancasila pada dimensi berkebhinekaan global melalui pendekatan multikultural dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis literature review. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara pendekatan multikultural dengan program penguatan profil pelajar Pancasila terutama pada dimendi berkebhinekaan global dapat dimuat dalam layanan bimbingan dan konseling sehingga peserta didik mampu memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama serta mampu untuk memahami latar belakang sosial budaya antar sesama. Kesimpulan dalam artikel ini yaitu layanan bimbingan dan konseling diimplementasikan melalui program penguatan profil pelajar pancasila dengan muatan nilai-nilai budaya nusantara dalam penerapannya. Kata kunci: multikultural, bimbingan, konseling, penguatan profil pelajar pancasila, berkebhinekaan global
STRENGHT BASED COUNSELING: ALTERNATIVE COUNSELING TO INCREASE WORKING STUDENTS' RESILIENCE Oktasari, Maria; Ramli, M.; Hidayah, Nur
Research and Development Journal of Education Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v10i2.16676

Abstract

Resilience is a critical psychological capability, particularly for students who also work. Given the complexity of problems they encounter, working students must possess resilience to tackle challenges. Low resilience can lead to negative outcomes such as depression, anxiety, and stress. Therefore, interventions are necessary to enhance this resilience, one of which is through guidance and counseling services. One effective approach is strength-based counseling. This study employs a literature review method, drawing on data sources like Research Gate, Mendeley, and Google Scholar. This article discusses how counseling approaches that emphasize individual strengths and positive potentials can help improve the resilience of working students. The results indicate that strength-based counseling is effective in enhancing the resilience of working students. Strength-based counseling focuses on empowering individuals by utilizing the positive energy within themselves and their environment, rather than defining them based on problems or illnesses. Through this approach, working students can better manage the pressures and challenges they face, thereby improving their mental health and academic performance.
FAKTOR PENYEBAB BURNOUT DITINJAU DARI ORGANIC-MEDIC PARADGM Stevani, Hayu; Hidayah, Nur; Ramli, M.
Research and Development Journal of Education Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v10i1.16680

Abstract

Burnout, sebuah fenomena yang terus menjadi fokus perhatian hingga saat ini, menunjukkan kompleksitas yang semakin meningkat dengan beragam kondisi penyebabnya. Studi ini, dengan mengadopsi metode systematic literature review dan mengkaji 23 artikel dari jurnal Scopus kategori Q1-Q3, secara rinci mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi Burnout berdasarkan bidang pekerjaan.. Hasil yang diperoleh yaitu faktor yang paling mempengaruhi pada bidang medis adalah kelebihan beban kerja, ketidakmampuan untuk work-life balance, kurangnya otonomi, kurangnya penghargaan dari pasien dan staf medis lainnya, dan kurangnya tidur. Sementara itu, di bidang pendidikan, terutama di lingkungan sekolah, kurangnya dukungan sosial diidentifikasi sebagai faktor dominan yang menyebabkan Burnout. Disisi lain berdasarkan jenis kelamin, yang paling banyak mengalami Burnout adalah perempuan dibandingkan laki-laki. Dalam perspektif paradigma organik-medis mengarahkan para peneliti untuk mempelajari sifat biologis-fisik manusia yang berkaitan dengan perilaku menyimpang, karena struktur dan susunan organisme itulah yang menyebabkan munculnya perilaku, dengan demikian dibutuhkan pendekatan konseling yang tepat dalam menangani Burnout.
Integrating Character Education through Peer Interactions: Challenges and Opportunities in a Modern Islamic Boarding School in Indonesia Wahono Wahono; Nur Hidayah; Zulkarnain Zulkarnain; Endang Sri Radjeki
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7331

Abstract

Modern Islamic boarding schools (pesantren) aim to integrate character education into daily student life, yet the role of peer interactions in shaping moral development remains underexplored. This study investigates how peer relationships support or hinder character formation in a contemporary pesantren context. A sequential explanatory mixed-methods design was employed at Pondok Modern Ponorogo. The quantitative phase involved 212 students completing a validated Likert-scale questionnaire assessing three dimensions: Peer Support, Collaborative Learning, and Moral Challenges (Cronbach’s α = 0.926). The qualitative phase included semi-structured interviews with 15 purposively selected students to explain the patterns found in the survey. Data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. Survey findings revealed generally high levels of peer support and collaborative learning, alongside substantial exposure to moral challenges such as peer pressure, gossip, and conformity. Interviews explained how peer interactions reinforce religious practice, emotional resilience, and teamwork, but also revealed experiences of exclusion, stress, and ethical ambiguity. Students identified both positive and negative peer influences as central to their character development. Peer interactions in pesantren function as a double-edged force: they can promote moral growth through encouragement and collaboration but can also undermine integrity when negative norms dominate. Structured peer mentoring, accountable group work, and ethical reflection sessions are recommended to harness peer influence constructively. This study offers actionable strategies for educators seeking to embed character education within Islamic boarding school life through context-sensitive, peer-driven approaches.
The Effect of Zikir Therapy to Reduce Social Anxiety of Students in Islamic Boarding School Arizona; Andika Ari Saputra; Fattah Hanurawan; Nur Hidayah; Muslihati; Mei Sarri; Nurkumalasari
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.18416

Abstract

This study aims to test the effectiveness of dhikr therapy in reducing social anxiety in students at Islamic boarding schools. Using an experimental design with an experimental group that underwent dhikr therapy and a control group that did not receive intervention, this study measured changes in social anxiety using the Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS) before and after the intervention. The results of the Wilcoxon analysis showed that the experimental group experienced a significant decrease in social anxiety with a Z value of -2.81 and p <0.05, while the control group did not show a significant change (Z = -0.577, p > 0.05). Dhikr therapy is effective in reducing social anxiety in students, both in terms of avoidance and anxiety. These results are in line with the theory of religious psychology and mindfulness, which shows that dhikr practices can calm the mind and increase emotional stability, helping individuals manage anxiety in social interactions. This study supports the application of dhikr therapy as an effective approach to reducing social anxiety in Islamic boarding schools.
Evaluation of the Discrepancy Model in the Implementation of Consultation Services Siti Nurhaliza; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni; Abi Fa&#039;izzarahman Prabawa; Syahira Alfikriah; Afifah Army Age
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 8 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v8i1.7059

Abstract

Consultation services are a critical component of school guidance, requiring systematic evaluation to ensure quality and accountability. This study evaluated the implementation of consultation services at SMA Negeri Taruna Nala, East Java, using Provus’s (1971) Discrepancy Evaluation Model. A mixed-methods design was employed; quantitative data were collected via a 100-item instrument using a 1–7 Likert scale, while qualitative data were gathered through unstructured interviews. The subject was one school counselor with 20 years of professional experience. The baseline standard applied was Standard 3, Criterion 6 of ABKIN, adopted from the South Carolina Guidance and Counseling Program Model. The results revealed a total score of 679 out of 700 (97.00%), indicating full implementation. Aspect-level analysis showed high implementation across dimensions: Organization (97.86%), Planning (95.71%), Design (100%), Implementation (98.57%), and Evaluation (92.86%). Notably, item 24 (selective planning) scored 1, demonstrating that establishing written criteria for cases requiring formal consultation remains a key area for improvement. Item 71 (principal involvement) scored 5, indicating partial implementation, while ten items in the Evaluation aspect scored 6, highlighting opportunities to strengthen evaluation through systematic standardization. As a single-case evaluation, these findings describe the practices of one counselor and cannot be generalized to broader institutional services. Additionally, the evaluation relied solely on the counselor's self-reports without integrating perspectives from other stakeholders, such as the principal, homeroom teachers, or parents
Evaluation of Guidance and Counseling Teacher–Parent Collaboration in Vocational Students’ Career Planning Based on the Mismatch Evaluation Model Muh Syawal Hikmah; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni; Abi Fa&#039;izzarahman Prabawa; Naqi Alfadhila Cahyanti Maharani; Syahira Alfikriah; Soidah Kartini; Kadek Ayu Gayatri Astha
Jurnal Counseling Care Vol 10, No 2 (2026): In Progres
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Collaboration between guidance and counseling teachers and parents is an important factor in helping vocational high school students design goals and develop career planning skills. This study aims to broadcast the implementation of collaboration between guidance and counseling teachers and parents in student career planning at SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo based on Standard 2 Criteria 3 ABKIN. The study used a mixed methods approach with a Concurrent Parallel Design and Discrepancy Evaluation Model evaluation model. Quantitative data were obtained through an evaluation instrument containing 50 items, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with guidance and counseling teachers. Data analysis was carried out descriptively by integrating the results of questionnaires and interviews. The results showed a total score of 257 out of 350 or 73.43%, which indicates that the service has developed strongly towards full implementation. The organizing aspect obtained 77.14%, planning 72.86%, designing 78.57%, implementation 78.57%, while evaluation obtained the lowest score, namely 60.00%. These findings indicate that collaboration between guidance counselors and parents has been successful through open communication, student engagement, career needs mapping, classroom services, individual counseling, and parent consultations. However, gaps remain in documentation, parent involvement evaluation, career group services, and follow-up. The study's findings emphasize the importance of strengthening evaluation, documentation, and follow-up systems to ensure more accountable and sustainable collaborative career planning services.
Measuring internship quality in education: A Systematic review and comparative synthesis of internship scales Olievia Prabandini Mulyana; Nur Hidayah; Nur Eva; Ninik Setiyowati; Amin Al Haadie Shafie
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v15i2.78700

Abstract

Internship programs play a strategic role in bridging academic learning and workplace practice; however, the quality of these programs is often assessed using diverse and fragmented instruments. The absence of standardized and theoretically robust internship quality scales has resulted in inconsistent measurement, limiting cross-study comparability and evidence-based improvements. This study systematically reviews and compares measurement scales that have been used to evaluate the quality of internship programs in educational contexts. Employing the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, articles were identified from Scopus and Google Scholar using predefined keywords, screened through identification, eligibility, and inclusion stages, and filtered based on year of publication (2000–2024), focus on internship quality, explicit reference to measurement instruments, and student samples. Twelve empirical studies met the inclusion criteria. The review highlights several key instruments, including the Job Diagnostic Survey (JDS), Internship Quality Inventory (IQI), Questionnaire for Professional Training Evaluation (Q4TE), Vocational Internship Evaluation Scale, and other adapted scales. Findings show that while employee-based instruments (e.g., JDS) capture job characteristics and motivation, education-specific scales (particularly IQI) provide a more comprehensive conceptualization by integrating autonomy, supervision quality, learning opportunities, and social support. Nonetheless, none of the identified scales fully address contextual, cultural, and programmatic variations across institutions. This review contributes a consolidated mapping of internship quality scales, clarifies their strengths and limitations, and underscores the need for developing theoretically grounded, context-sensitive, and standardized instruments for educational settings. Future research should emphasize scale validation across cultures and disciplines and integrate mixed-methods approaches to strengthen construct validity and practical relevance.
Co-Authors . Pramono Abd. Hafid Abi Fa&#039;izzarahman Prabawa Abi Fa'izzarahman Prabawa Abi Fa’izzarahman Prabawa Adi Atmoko Afdal Afdal Afifah Army Age Afolasade Airat Sulaiman Agrery Ayu Nadiarenita Agrery Ayu Nadiarenita Ajeng Intan Nur Rahmawati Aji Prasetyo Wicaksono Alfaiz Alfaiz Alimul Muniroh Alwyn Yasin Amin Al Haadie Shafie Aminullah Aminullah Andi Mappiare Andi Mappiare AT Andi Mappiare AT Andi Mappiare AT Andi Mappiare-AT Andika Ari Saputra Anis Tri Yuliana Anis Tri Yuliana Annisau Qonitaturrohmah Arbin Janu Setiyowati, Arbin Ari Dwi Yudhianto Arizona Awalia Rahma Azmawati Mohammed Nawi Bambang Budi Wiyono Blasius Boli Lasan Cahyono, Gigih Prasetyo Carolina Ligya Radjah, Carolina Ligya Dahlia Ama Amalia Dinda Putri Abadi Diniy Hidayatur Rahman Diniy Hidayaur Rahman Edmawati, Mahmuddah Dewi Endang Sri Radjeki Eni Rindi Antika Evi Winingsih, Evi Fakhrudin Mutakin Faza Kasyiva Az-Zahra Feny Andriyanti Fhyna Anggraeni Yuniantika Fifi Khoirul Fitriyah Firman Firman Fitri Wahyuni Fitri Wahyuni Fitri Widya Ningsih Gigih Prasetyo Cahyono Hafifuddin Nur Hanafi, Husni Hanurawan, Fattah Hari Wisodo, Hari Hendra Hidayat Henny Indreswari Herda Fitri Br Ginting Husni Hanafi I Nyoman Sudana Degeng IM. Hambali Imam Ariffudin Imanuel Hitipeuw Iqbal Khoirul Burhani Izul Haidi Afdilah Jarosław Horowski Jemi Dadang Kresnawan Jihan Zul Fahmi Juwita Finayanti Kadek Ayu Gayatri Astha Kadek Ayu Gayatri Astha Kartika Candra Kirana Khairul Bariyyah Krisphianti, Yuanita Dwi Layli Novita Lutfi Fauzan Luthfita Cahya Irani M Khoirudin Jalil M Ramli M. Khoirudin Jalil M. Ramli M. Sayyidul Abrori M. Zahid Yusron Maghfirotul Amalia Mega Rahma Fitriani Mei Sarri Mila Yunita Mirza Alvira Moch Syihabudin Nuha Moh Fuadudin Moh. Bisri Moh. Irtadji Muh Syawal Hikmah Muh. Nur Alamsyah Mukhtar Zarkasih Harahap Mursyidul Ibad Muslihati Mu’alfani Arsana Putri Nanda Alfan Kurniawan Nanda Alfan Kurniawan Nandang Budiman Naqi Alfadhila Cahyanti Maharani Narno Narno Ninik Setiyowati Ninik Trimariya Nofita Puspitasari Nordin Bin Mamat Nur Eva Nur Hidayah Nur Mega Aris Saputra Nurkumalasari Oktasari, Maria OLIEVIA PRABANDINI MULYANA P. H Livana Palasara Brahmani Laras Pravissi Shanti Putra, Yudithia Dian Rachel Devita Suharto Ratna Afiah Awwalu Rohmah Ratna Wulandari Reza Tririzky Richma Hidayati Rizka Apriani Rofiqoh Rofiqoh Rofiqoh Rofiqoh Roiyan One Febriani Santoso Santoso Shania Dea Menany Soputan Sisca Folastri Siti Aminah Siti Nurhaliza Slamet Wibawanto Sofyan, Afriyadi Soidah Kartini Stevani, Hayu Sukria Ahsan Suresh Thanakodi Sutopo Sutopo Syahira Alfikriah Syahira Alfikriah Tri Cahyono Triyono Triyono Tutut Chusniah Umi Anugerah Izzati Urin Laila Sa’adah Usrotun Diniyah Veno Dwi Krisnanda Wahono Wahono Wahyu Nanda Eka Saputra, Wahyu Nanda Eka Wan Ab Aziz Wan Daud Wiryo Nuryono Y Mentari Catur Riyadi Ningsih Youarti, Inta Elok Yuliati Holifah Yunistia Prahastini Zadrian Ardi Zeti Novitasari Zulkarnain