Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Komparatif Terhadap Interpretasi Khamar Perspektif Kiai Haji Shaleh Darat Dan Kiai Haji Daud Ismail Bahruddin, Bahruddin
Journal Education And Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Education And Islamic Studies
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062//JEDIES.2023.v1i1.328/5

Abstract

Khamar is an intoxicating drink that has existed since Islam developed in the Arabs, even the Prophet Muhammad SAW once conveyed the prohibition of drinking alcohol, because it has a negative impact on the state of the body and health. The purpose of this study is to increase understanding related to the verses of khamar in Surah Al-Maidah: 90. This research is a library research using qualitative methods. This research explains the understanding of the verse of alcohol in the perspective of the book of interpretation Faid al-Rahman fi Tarjamah Tafsir Kalam Malik al-Dayyan by kiai haji Shaleh Darat and Kitab tafsir Al-Munir by kiai haji Daud Ismail. The results of this study can be concluded, that in both books of interpretation have the same view of the status of the prohibition of alcohol, but actually if a deeper study is done we will find a number of differences from certain aspects in their interpretation. for example, at the beginning of the interpretation, Kiai haji Saleh Darat began to interpret this verse by explaining khamar according to the interpretation of the dzahir verse without mentioning other forms of khamar itself. According to Kiai Haji Daud Ismail, he began to interpret zahir by applying elements of locality in interpreting the Qur'an to make it easier for readers to understand the messages in the Qur'an. Unlike the interpretation of Kiai Daud Ismail which has legal nuances, the interpretation of Kiai Shaleh is more sufistic or Sufism. Meanwhile, according to kiai Shaleh Darat interpreting al-Maidah verse 90 is based on the signals he received. namely he divides khamar into two kinds, there is khamar dzahir and there is batin khamar.
PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN AKHLAK NABAWI DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI PADA TINGKAT SMP/MTS Mizan, Abdullah; Sa’diyah, Maemunah; Bahruddin, Bahruddin; Supriatna, Nisrina Khairunnisa; Nurjanah, Nunuy
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7512

Abstract

The paradigm shift in education in Indonesia demands innovations in learning that are relevant to the needs of the 21st century. One of the main challenges is the low quality of moral education, which serves as the foundation for shaping students’ character at the junior high school (SMP/MTs) level. This issue arises due to the limited availability of structured learning models aligned with the values of Nabawi morals. This study aims to develop and implement a systematically designed Nabawi moral education program to foster students’ positive behavior, strengthen the role of teachers, and involve parents as educational partners. The research method used is research and development (R&D) with the ADDIE model, consisting of needs analysis, design, expert validation, limited trials, implementation with target groups, and evaluation and FGD (Focus Group Discussion), through both qualitative and quantitative data analysis. The results show that the development of this Nabawi moral education program effectively enhances students’ understanding of moral values, strengthens teachers’ instructional skills, and fosters collaboration between schools and parents. The program has been validated by four experts religious expert, material/language expert, design expert, and media expert resulting in a score of 15 (95%), indicating that the program is highly feasible to be applied at the SMP/MTs level. Therefore, this program is considered feasible to be implemented as a contextual and applicable Islamic value-based character education model. ABSTRAKPerubahan paradigma pendidikan di Indonesia menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya kualitas pendidikan akhlak yang berfungsi sebagai pondasi pembentukan karakter siswa di tingkat SMP/MTs. Masalah ini muncul karena masih terbatasnya model pembelajaran yang terstruktur dan sesuai dengan nilai-nilai akhlak Nabawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program pendidikan akhlak Nabawi yang dirancang secara sistematis agar mampu membentuk perilaku positif siswa, memperkuat peran guru, serta melibatkan orang tua sebagai mitra pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) model ADDIE dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, serta implementasi pada kelompok sasaran dan evaluasi, dan FGD (Focus Group Discussion), analisis data penelitian ini kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan program pendidikan akhlak Nabawi ini efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai moral, memperkuat keterampilan guru dalam mendidik, serta menumbuhkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Program ini telah divalidasi oleh empat ahli yaitu ahli bidang agama, ahli bidang materi/bahasa, ahli bidang desain, ahli bidang media diperoleh skor 15 (95%) yang menunjukkan bahwa program ini termasuk ke dalam kategori sangat layak untuk diterapkan di tingkat MTs dan SMP. Dengan demikian, program ini layak untuk diterapkan sebagai model pendidikan karakter berbasis nilai Islam yang kontekstual dan aplikatif.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SDM DI ERA INDUSTRI 4.0 PADA GUDANG BULOG MODERN PAREPARE Abdur Raziq; Rusmin Nuryadin; Bahruddin, Bahruddin
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2025): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v6i2.4100

Abstract

Di era Industri 4.0, peningkatan produktivitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan organisasi dalam menghadapi persaingan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan produktivitas SDM melalui peran fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada Gudang Bulog Modern Parepare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linier berganda. Populasi penelitian melibatkan seluruh 30 karyawan Gudang Bulog Modern Parepare yang diambil dengan teknik saturated sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian diolah menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja serta produktivitas karyawan. Fasilitas yang memadai dan berbasis teknologi mampu menunjang efektivitas kerja. Lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman turut meningkatkan semangat dan dedikasi karyawan, sementara motivasi kerja berperan penting dalam mendorong keterlibatan dan tanggung jawab individu terhadap tugas. Secara keseluruhan, kombinasi ketiga faktor tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap optimalisasi produktivitas SDM di era transformasi digital.
PENGARUH FULL ACRYLIC DAN STYRENE ACRYLIC TERHADAP KINERJA LATEKS KARET ALAM SEBAGAI BINDER PADA APLIKASI CAT EMULSI Wiranata, Arya; Sugesti, Heni; Syahwardini, Trisuciati; Pakpahan, Cindy; Rosmawati, Putri; Nurhidayah, Nurhidayah; Bahruddin, Bahruddin
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1223

Abstract

Permintaan cat dalam industri konstruksi terus meningkat, terutama cat emulsi berbasis air yang bergantung pada kualitas bahan pengikat (binder) sebagai komponen utama. Indonesia masih mengandalkan impor binder sintetis, sehingga diperlukan alternatif lokal yang ramah lingkungan. Lateks karet alam merupakan kandidat potensial, namun memiliki kelemahan dalam ketahanan cuaca dan waktu pengeringan. Penelitian ini mengembangkan binder berbasis lateks karet alam yang dimodifikasi dengan resin akrilik (full acrylic dan styrene acrylic) untuk meningkatkan daya rekat, ketahanan abrasi, dan stabilitas cuaca. Modifikasi dilakukan melalui proses pencangkokan menggunakan benzoyl peroxide, SLS, sodium sulfit, dan polipropilen glikol pada suhu 85°C selama 60 menit. Binder hasil modifikasi kemudian dicampur ke dalam cat emulsi dan diuji menggunakan FT-IR spectroscopy, uji ketahanan gosok (scrub) dan abrasi (abrasion) (mengacu pada ASTM D2486 method A), serta pengukuran sudut kontak (contact angle). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa cat, terutama pada sampel NRL-FA(70:30) dengan kadar binder 15%, yang mampu bertahan hingga 5.500 siklus dan memiliki sudut kontak 87°. Temuan ini menunjukkan bahwa lateks karet alam termodifikasi akrilik berpotensi menjadi alternatif binder berkinerja tinggi untuk aplikasi cat emulsi interior dan eksterior.
IMPLEMENTASI SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DAN PERANNYA DALAM MEMPERKUAT SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH Aulia Nur Rahmah; Bahruddin, Bahruddin; Muhammad Abdian Abdillah
Journal AK-99 Vol. 5 No. 2 (2025): Journal AK-99
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/ak99.v5i2.4144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) serta perannya dalam memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Parepare. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci, observasi langsung, serta telaah dokumen pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAKD di BKD Kota Parepare telah sesuai dengan ketentuan Permendagri No. 77 Tahun 2020 dan PP No. 71 Tahun 2010, meliputi proses pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan yang sistematis dan terintegrasi dengan aplikasi keuangan daerah berbasis teknologi. Implementasi SAKD terbukti memperkuat SPIP melalui peningkatan efektivitas pengawasan, keandalan data keuangan, serta efisiensi komunikasi antar unit kerja. Selain itu, penerapan SAKD berkontribusi langsung terhadap lima komponen utama SPIP menurut COSO, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa SAKD berperan penting dalam memperkuat pengendalian intern pemerintah, mendorong transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Keberhasilan implementasi kedua sistem tersebut bergantung pada komitmen pimpinan, kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan teknologi informasi yang berkelanjutan.
Relevansi Nilai-Nilai Al-Qur’an Dalam Pendekatan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan Bahruddin, Bahruddin; Febriani , Nur Arfiyah; Sarnoto, Ahmad Zain
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i3.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pendekatan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. SPM memiliki peran penting sebagai tolok ukur pelayanan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah, namun pelaksanaannya kerap menghadapi tantangan terkait kualitas, pemerataan, dan akuntabilitas. Melalui kajian kepustakaan dan analisis normatif, penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan prinsip amanah, keadilan, profesionalitas, dan akuntabilitas sebagai landasan etis dalam evaluasi pendidikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model evaluasi modern (Discrepancy Evaluation Model dan CIPP) dengan prinsip-prinsip Al-Qur'an dalam konteks SPM pendidikan di Indonesia, menghasilkan kerangka evaluasi holistik yang memadukan dimensi teknis-administratif dengan dimensi etis-spiritual.  Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani memiliki relevansi kuat dalam memperkaya indikator evaluasi SPM, khususnya pada aspek integritas pelaksana, pemerataan layanan, serta komitmen peningkatan mutu pendidikan. Integrasi prinsip-prinsip tersebut dinilai mampu memperkuat orientasi SPM tidak hanya pada pemenuhan standar administratif, tetapi juga pada pembentukan sistem pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan model evaluasi SPM berbasis nilai Qur’ani untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan di Indonesia.
Optimasi Derajat Grafting Stiren Akrilik pada Molekul Poli Isoprena Karet Alam untuk Pembuatan Cat Emulsi Briliantina Rossa; Utami, Syelvia Putri; Bahruddin, Bahruddin
Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Bioprocess, Chemical, and Environmental Engineering
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, UNRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jbchees.7.1.1-12

Abstract

Natural rubber modified through graft copolymerization offers improved compatibility and performance for water-based coating applications. This study investigates the optimization of grafting efficiency of styrene–acrylate onto natural rubber latex using a free-radical mechanism. Three processing variables—dry rubber content, styrene–acrylate concentration, and binder proportion—were evaluated using Central Composite Design within the Response Surface Methodology framework. The grafting process was carried out at 60 degrees Celsius for 210 minutes, followed by gravimetric analysis to determine the degree of grafting. Experimental results showed that dry rubber content exerted the most significant effect on grafting efficiency, while styrene–acrylate and binder levels contributed secondary but supportive influences. The response surface model demonstrated strong predictive capability, with an average prediction error of 2.84 percent. Optimal conditions were achieved at 60 percent dry rubber content, 10 percent styrene–acrylate, and approximately 19.7–20 percent binder, yielding a grafting degree of 63.32–64.11 percent in prediction and 64.23–67.21 percent in experimental validation. These findings confirm the effectiveness of controlled grafting to enhance polymer–monomer interactions and improve the performance of natural-rubber-based binders. The optimized grafted latex shows potential for industrial applications in waterborne coatings requiring strong adhesion, improved wash resistance, and stable film properties.
Pengaruh Glukomanan dalam Perekat Berbasis Polyvinyl Acetate Terhadap Kuat Rekat Kayu Rahmani, Wahyu Suci; Bahruddin, Bahruddin; Utami, Syelvia Putri
Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Bioprocess, Chemical, and Environmental Engineering
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, UNRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jbchees.7.1.33-43

Abstract

Polyvinyl acetate adhesive is widely used in the wood industry; however, its application still relies heavily on synthetic materials. Therefore, modification of polyvinyl acetate with glucomannan was conducted to enhance bonding strength while reducing the use of synthetic adhesives. This study aimed to analyze the effects of glucomannan concentration in the gel, glucomannan gel content, and polyvinyl alcohol content on the bonding strength of wood adhesives, as well as to determine the optimum formulation conditions. The experimental design was conducted using Box Behnken Design with 17 experimental runs, and optimization was performed using Response Surface Methodology. Glucomannan gel was blended with polyvinyl acetate and polyvinyl alcohol, followed by testing of dry bonding strength, wet bonding strength, and total solid content. The results showed that increasing glucomannan concentration in the gel decreased bonding strength, while increasing glucomannan gel content enhanced bonding strength up to an optimum level and declined at higher concentrations. The addition of polyvinyl alcohol significantly improved the bonding strength of glucomannan–polyvinyl acetate-based adhesives. The optimum conditions were obtained at a glucomannan concentration in the gel of 10% (w/w), glucomannan gel content of 31.38% (w/w), and polyvinyl alcohol content of 3.73% (w/w), resulting in a dry bonding strength of 16.97 MPa, wet bonding strength of 5.44 MPa, and TSC of 39.88%.
Pengaruh Organic Loading Rate (OLR) Tepung Porang terhadap Kinetika Pertumbuhan mikroorganisme Anaerobik Hotnida Butar Butar; Ahmad, Adrianto; Bahruddin, Bahruddin
Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Bioprocess, Chemical, and Environmental Engineering
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, UNRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jbchees.7.1.44-53

Abstract

Initial substrate concentration (S0) governs the balance between substrate availability, microbial growth, and biomass decay in anaerobic digestion systems. From a bioprocess engineering perspective, inappropriate initial organic load selection leads to misinterpretation of reactor performance when evaluation relies solely on macroscopic indicators. This study applies a Monod-decay kinetic framework to systematically analyze microbial responses to varying initial organic load of konjac flour in batch anaerobic reactors. Initial substrate concentration was modified by adjusting substrate concentration while maintaining identical operational conditions to ensure model consistency. Times-series data of COD, VSS, VFA, alkalinity, and pH were used for parameter estimation through nonlinear regression. Model fitting demonstrated that incorporation of biomass decay significantly improved representation of experimental dynamics, particularly under elevated to initial organic load conditions. Although higher initial organic load increased apparent organic conversion, kinetic parameters revealed a shift toward maintenance-dominated metabolism, reflected by elevated decay coefficients and diminished effective growth rates. Conversely, intermediate initial organic load provided an optimal kinetic window characterized by stable substrate affinity and lower decay intensity. These results confirm that yield formation and COD partitioning are governed by kinetic constrains rather than substrate availability alone. The study highlights the necessity of decay-inclusive models for accurate interpretation and rational design of anaerobic bioprocesses operating under variable organic load.
Pengaruh Variasi Delignifikasi NaOH dan Variasi Hidrolisis H2SO4 Terhadap Produksi Bioetanol dari Limbah Umbi Porang Menggunakan Saccharomyces cerevisiae Marliaty, Toety; Ahmad, Adrianto; Bahruddin, Bahruddin
Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Bioprocess, Chemical, and Environmental Engineering
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, UNRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jbchees.7.1.54-66

Abstract

Second-generation bioethanol from non-food biomass requires pretreatment and hydrolysis conditions that increase fermentable sugar release while keeping the hydrolysate suitable for fermentation. This study evaluated the effects of NaOH delignification (1–2% v/v) and dilute H₂SO₄ hydrolysis (0.25–0.75% v/v) on sugar formation and ethanol production from porang tuber waste using Saccharomyces cerevisiae. Porang chips (60 mesh) were pretreated at 100°C for 60 min at a 1:10 (w/v) solid-to-liquid ratio, washed to near-neutral pH, and subsequently hydrolyzed at 100°C for 60 min at 1:20 (w/v). Structural carbohydrates were quantified by the Chesson–Datta method, reducing sugars by UV–Vis spectrophotometry, and ethanol by distillation followed by refractometry. NaOH at 1.5% resulted in the most favorable compositional change, increasing cellulose to 55.3% and reducing lignin to 7.0%. The highest initial glucose in the hydrolysate (41.22 g/L) and the best ethanol performance were obtained at NaOH 1.5%–H₂SO₄ 0.5%, reaching 8.62 g/L ethanol, a yield (Yp/s) of 0.434 g/g, and 85.0% of the theoretical yield. Overall, within the tested NaOH–H₂SO₄ ranges, moderate pretreatment and hydrolysis levels provided a practical balance between sugar release and fermentation performance at bench scale. Measurement variability and uncertainty (replicates and dispersion metrics) are reported in the Results to support the observed trends
Co-Authors Abbas, Nur Asrah Abd. Rahim Abdullah Abdullah Abdur Raziq Ade Rahayu Putri Adrianto Ahmad Afrianti, Dwi Afrilianti, Azyarah Afrilla, Nurul Agusriani, Uci Ahmad Fadli Ahmad Zain Sarnoto Ajib, Andi Muhammad Akbar, Anif Aulia Aldiawan, Aldiawan Alia fitri Alirman, Pidiya Ambtenarie Jessica Sihombing, Ambtenarie Jessica Aminuyati Amraini, Said Jul Amun Amri Anisa, Sufitri Arfah, Rudy Artha, Ulfa Dwi Asrindah, Asrindah Aulia Nur Rahmah Briliantina Rossa Damayanti, Elok Darmawan Darmawan Deliana, Putri Dwifirman, Widya Edi Kurniawan Ekawati, Lestari Erdiana, Erdiana Fadli, A fatimah Fatimah Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fauzi, Subehan Febriani , Nur Arfiyah Febye Alfia Azzahra Firmansyah Fitriani Fitriani Hamnah, Hamnah Hapsa, Nur Hara Novarisa Nanda Harsani, Harsani hasdiana, hasdiana Hazirah, Nurul Hendri, Zwilla Oktoriana Hotnida Butar Butar HS, Irdoni. Ida Zahrina Iradhatullah Rahim Irdoni HS Irdoni Irdoni Irfan Maulana, Irfan Irmayani Irmayani Israwati Israwati, Israwati Jahrizal Khairat, Khairat Khofifah Indar Ladung, Fajar Lubis, Apriadi Mahenra, Yusri Marliaty, Toety Marsyam, Abdul Waris Mayasari Yamin, Mayasari Mica, Mica Mizan, Abdullah MS, Frasucia Aquaviva Muhammad Abdian Abdillah Muhammad Hatta Muhammad Idris Hasanuddin Muhammad Muhammad Muhammad Reza Muhammad Rivai Munir Munir, Munir Musdalifah Musdalifah Nadimisia, Tiara Dwisca Nisa, Fariq Fahrun Nopi Andri Musfa, Nopi Andri Novriyani, Vivi Nufus, Izatun Nunuy Nurjanah Nurazisah, Nurazisah Nurazizah Nurazizah, Nurazizah Nurhidayah Nurhidayah Okky Naomi Sahupala Oktaviani, Cindy Pakpahan, Cindy R Firmansyah Rahmani, Wahyu Suci Rahmat Rahmat Rahmawati Semaun Rahmawati, Rahmawati Ramlayani, Ramlayani Renaldi Renaldi Rismawati Rismawati Romfis, Dio Rosmawati, Putri Rubia, Rubia Ruslang T Ruslang T Rusmin Nuryadin Russita Martani S, Sukri Saal, Nur Iman Sampara, Nirwana Sanjaya, Andi Arjuna Sarina Sarina Sa’diyah, Maemunah Septian, Septian Septiana Veronika s, Septiana Veronika Shaleh, Idries Hamidi Sri Nur Qadri Sri Rezeki Muria ST. Nur Halisa Sugesti, Heni Suhardi, Dayu Suhari Suhari Suherman, Suherman Sukardi Sukardi Sukmawati Sukmawati Sumadi, Eko Supriatna, Nisrina Khairunnisa SUSANTO, RENO Susanty, Wenny Syahwardini, Trisuciati Syamsiar Zamzam Syamsiar, Syamsiar Syamsu Herman Syarfi Daud Syarfi, Syarfi Syarfie, Syarfie Syelvia Putri Utami Syukri, Fitriyani T, Ruslang Tahir, Heriati Umar Umar Untung Suwardoyo W, Ririen Wahdaniyah Wahdaniyah, Wahdaniyah Wardhani, Wardhani Wiranata, Arya Yelmida Azis Yolanda, Putri Gusti Yulia, Indri Yulianto, Farikhatul Akhlis Fahruddin Yunus, Aulia Zuchra Helwani, Zuchra Zuhdiah, Zuhdiah Zuliarti, Indah Zultiniar, Zultiniar