Articles
STUDENTS’ WILLINGNESS TO COMMUNICATE IN ENGLISH THROUGH VIRTUAL CLASSROOM
Chotmaniyah Chotmaniyah;
Yazid Basthomi;
Mirjam Anugerahwati
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 8, No 4: DECEMBER 2020
Publisher : Pascasarjana UM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: The aim of this study is to describe students’ willingness to communicate in English through virtual classroom during Covids-19 Pandemic. This study used descriptive qualitative research design, conducted at SMK Negeri 8 Malang. Data collection methods were obtained from students’ responses on questionnaires and compiled with transcripts of the virtual interview result. The finding showed the students preferred to communicate in English written rather than English spoken.Keywords: student's willingness, English communication, virtual classroomAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesiapan para siswa untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif yang telah dilakukan di satuan pendidikan SMK Negeri 8 Malang. Adapun pengambilan data dilakukan berdasarkan hasil tanggapan para siswa dalam mengisi kuisioner dan dikonfirmasikan dengan hasil wawancara antara peneliti dengan siswa yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya para siswa lebih memilih berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris secara tertulis.Kata kunci: keinginan siswa, komunikasi Bahasa Inggris, kelas virtual
Improving Student’s Speaking Fluency Through Small Group Discussion Strategy
Achmad Komaruddin;
Yazid Basthomi;
Roekhan Roekhan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 8: AGUSTUS 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v6i8.14957
Abstract: This study discusses how the implementation of small group discussion (SGD) improved the student’s speaking fluency in intermediate class at Ma’had Al-Jami’ah UIN Maliki Malang. This was done based on the learning problems found in the preliminary study that the student’s speaking fluency was 3.5 in communication and 3.53 in explanation. They were not active in speaking fluency either communication or explanation. Furthermore, they did not totally involve in the learning process. This study used classroom action research of Kemmis and Mc Taggart Model with the procedures: planning, implementing, observing, and reflecting the action. The findings show that in cycle I, they got 3.70 in communication and 3.78 in explanation. Finally in cycle 2, their communication in fluency was 4.16 and 4.08 in explanation. This was done by revising the materials to support the discussion. This means that SGD can improve their speaking fluency.Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana implementasi strategi diskusi kelompok kecil meningkatkan kemampuan kelancaran berbicara siswa kelas intermediate di Ma’had Al-Jami’ah UIN Maliki Malang. Penelitian ini dilakukan karena ditemukannya masalah pembelajaran pada pra penelitian, yakni kelancaran berbicara mereka masih 3.5 di dalam komunikasi dan 3.53 dalam menjelaskan. Mereka belum aktif dalam komunikasi dan menjelaskan sesuatu. Selain itu, mereka belum semuanya berpartisipasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitan tindakan kelas menggunakan model teori Kemmis dan Mc Taggart dengan tahapan : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa di siklus 1, kelancara berbicara mereka menjadi 3.70 di dalam komunikasi dan 3.78 dalam presentasi. Di siklus 2, kelancaran mereka meningkat menjadi 4.16 dalam komunikasi dan 4.08 dalam mejelaskan sesuatu. Hal demikian dilakukakan dengan memperbaiki materi untuk mendukung jalannya diskusi. Ini menunjukkan bahwa diskusi kelompok kecil bisa meningkatkan kelancaran berbicara mereka.
Verbalphrase mit Präposition dan Präpositionalphrase: Persprektif Mahasiswa terhadap Kategori Frasa
Amalina Rachmi Fatina;
Herri Akhmad Bukhori;
Yazid Basthomi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 10: OKTOBER 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v6i10.15033
Abstract: The aim of this study was to find out the comprehension of students, analysis, and reasons students who did not understand prepositional verb phrases and prepositional phrases. The research method used in this study was a mixed method with an explanatory research design. The data in this study were Verbalphrase mit Prposition and Präpositionalphrase which were described in the form of tree diagrams by students and the results of interviews with students who did not understand the use of Verbalphrase mit Prposition and Präpositionalphrase. The finding indicated that students still did not understand about Verbalphrase mit Präposition and Präpositionalphrase, students made mistakes in phrase and word categories, and students experienced difficulties in analyzing Verbalphrase mit Präposition and Präpositionalphrase.Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa, penganalisisan, serta alasan mahasiswa tidak memahami frasa verba berpreposisi dan frasa preposisi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran dengan rancangan penelitian explanatory. Data dalam penelitian ini berupa Verbalphrase mit Präposition dan Präpositionalphrase yang dijabarkan dalam bentuk diagam pohon oleh mahasiswa dan hasil wawancara terhadap mahasiswa yang belum memahami penggunaan Verbalphrase mit Präposition dan Präpositionalphrase. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa kurang memahami Verbalphrase mit Präposition dan Präpositionalphrase, mahasiswa melakukan kesalahan kategori frasa dan kata, dan mahasiswa mengalami kesulitan-kesulitan dalam penganalisisan Verbalphrase mit Präposition dan Präpositionalphrase.
BENTUK KARAKTER ANAK MELALUI DOKUMENTASI FOLKLOR LISAN KEBUDAYAAN LOKAL
Ranggi Ramadhani Ilminisa;
Wahyudi Siswanto;
Yazid Basthomi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.6, Juni 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.337 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i6.6353
This research aims to documented the myth, legend, and fairy tale in Jombang and developing the oral folklore to be child story which contain of character education. In this case, used qualitative method. Based on results study getting nine story’s from a few of data site interpretation which include north Jombang, west, south, and middle. From the nine story’s, then documented and described on result study. Thus, it is can be reference of giving character education for kid. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan mite, legenda, dan dongeng di Jombang dan mengemas folklor lisan tersebut menjadi cerita anak bermuatan pendidikan karakter. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sembilan cerita dari beberapa lokasi pengambilan data yang meliputi Jombang utara, barat, selatan dan tengah. Dari sembilan cerita tersebut didokumentasikan dan dideskripsikan pada temuan hasil penelitian. Dengan demikian, folklor lisan tersebut dapat dijadikan rujukan untuk membentuk pendidikan karakter anak.
Teachers Talking in Very Young Learners Immersion Class: How They Did It
Farouq Aji Subroto;
Yazid Basthomi;
Utari Praba Astuti
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 12: DESEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i12.14210
Abstract: This research aimed to describe the language used by the teachers namely teacher talk in VYL English Immersion class whose students’ age ranges from three to six years old and to describe how the language was used effectively in the class. The results showed that there were four types of teacher talk used frequently to help the teachers teach effectively in the class namely (1) giving directions, (2) giving information, (3) asking questions, and (4) praising and encouraging. Those four talks did not work alone in the class; the teachers also use gesture and demonstration to accompany the talks.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe-tipe bahasa Inggris yang digunakan guru dalam konteks pengajaran bahasa Inggris pada kelas imersi dengan siswa berusia antara tiga sampai enam tahun dan menjelaskan bagaimana tipe-tipe bahasa tersebut digunakan secara efektif di kelas. Hasilnya, terdapat empat tipe bahasa yang sering digunakan guru untuk menyampaikan materi, yakni (1) pemberian arahan, (2) pemberian informasi, (3) pertanyaan, dan (4) pujian dan dorongan. Keempat tipe bahasa tersebut tidak digunakan secara independen di kelas. Guru juga menggunakan bahasa tubuh serta demonstrasi kegiatan saat menggunakan keempat tipe bahasa tersebut.
DEVELOPING READING MATERIALS FOR PHYSICAL EDUCATION STUDENTS
Dina Ayu Puspita Wardani;
Yazid Basthomi;
Sunaryo Sunaryo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.2, Februari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.387 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v2i2.8546
This present study intends to develop reading materials for physical education students’ of STKIP PGRI Jombang as an effort in improving students’ English ability especially on reading skill. The research and development procedures of this present study are obtained by adaptation the combination models of Borg and Gall (1983), Dick and Carey (2001) and Hyland (2003). It is adapted simplifier into four stages, those are: (1) need analysis; (2) developing material; (3) validation; (4) revisions. The material developed was based on the real field condition which is suited to the students’ and the lecturer’s need. It is also considered by the syllabus used by the lecturer.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi reading untuk mahasiswa jurusan pendidikan jasmani dan kesehatan di STKIP PGRI Jombang sebagi salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa khususnya pada reading skill. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian diadaptasi dari Borg and Gall (1983), Dick and Carey (2001) and Hyland (2003) yang dikombinasikan dan disederhanakan menjadi empat langkah, meliputi (1) analisis kebutuhan; (2) pengembangan materi; (3) validasi; (4) revisi. Materi yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dan dosen. Pengembangan materi juga didasarkan pada silabus yang digunakan oleh dosen.
The Analysis of Proceeding Papers’ Coherence through Thematic Progression Manifestation
Imroati Istibsyaroh Ar Ruhimat;
Yazid Basthomi;
Anik Nunuk Wulyani
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 11: NOVEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i11.14163
Abstract: Twenty research papers published in international conference proceedings are analyzed in terms of its thematic progression manifestation to know the coherence built within the papers. The analysis obtained that among the three thematic progression manifest, zig-zag pattern is the most frequent pattern manifest by 388 patterns, followed by theme reiteration by 317 patterns and multiple rheme by only 8 patterns. This indicates that although the writers are lack of information regarding thematic progression, their unconscious manifestation of thematic progression allows the coherence built within the text, making the readers able to comprehend and understand the papers easily. Abstrak: Sebanyak 20 artikel yang telah publikasi di prosiding konferensi internasional dianalisis berdasarkan manifestasi Pola Great Tema untuk mengetahui koherensi yang dikembangkan dalam artikel. Diketahui berdasarkan analisis tersebut, dari tiga Pola Gerak Tema yang dimanifestasi, pola zig-zag adalah yang banyak dengan 388 pola, diikuti dengan theme reiteration dengan 317 pola, dan pola multiple-rheme dengan 8 pola. Hasil ini mengindikasikan bahwa, walaupun penulis kurang mendapatkan informasi mengenai Pola Gerak Tema, namun mereka dapat menggunakan Pola Gerak Tema tersebut secara tidak sadar sehingga koherensi dalam artikel terbentuk, dan pembaca dapat mengerti isi artikel tersebut.
The Common Move and Step in Research Article Abstracts
Mei Relawati;
Yazid Basthomi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 4: APRIL 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v6i4.14730
Abstract: Move and step are components that can provide effective contribution to overall communicative purpose in research article. This study aims to investigate the moves and steps in 48 abstracts publication from cross-disciplinary study under UM journal website. The design of this study is qualitative research. Swales et.al (2014) and Hyland’s (2000) models are used to identify moves and steps occurrence. The result shows that the majority of abstracts use M3 (46 abstracts), M4 (44 abstracts), M2 (40 abstracts). Authors mostly apply step 1 in M2 (40 times), step 1 in M4 (42 times), and step 3 in M3 (35 times).Abstrak: Moves and Steps adalah komponen yang dapat memberikan kontribusi efektif untuk keseluruhan tujuan komunikasi dalam artikel penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki langkah-langkah dan langkah-langkah dalam 48 publikasi abstrak dari studi lintas disiplin di situs web jurnal UM. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Model Swales et.al (2014) dan Hyland (2000) digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan moves dan steps. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas abstrak menggunakan M3 (46 abstrak), M4 (44 abstrak), M2 (40 abstrak). Penulis kebanyakan menerapkan step 1 di M2 (40 kali), step 1 di M4 (42 kali), dan step 3 di M3 (35 kali).
DEVELOPING ENGLISH COURSE BOOK FOR SECOND GRADE KINDERGARTENERS
Lely Silia Wardhani;
Mohammad Adnan Latief;
Yazid Basthomi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 6: Juni 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (714.629 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i6.9483
This study is aimed to develop English course-book for second grade of kindergarten. The method used in this study is Research and Development (R&D). The steps of this study consist of needs analysis, material development, expert validation, first revision, try out, second revision, and final product. The result of this study indicates that the developed product is applicable for young learners. Additionally, the product is attractive and fun to be used.Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku pelajaran Bahasa Inggris bagi siswa tingkat dua Taman Kanak-kanak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini melingkupi analisis kebutuhan, pengembangan materi, validasi ahli, revisi pertama, uji coba, revisi kedua, dan hasil produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk yang telah dikembangkan mudah digunakan oleh pembelajar usia dini. Sebagai tambahan, produk ini juga menarik dan menyenangkan.
ON DIRTY WORDS: AN ATTEMPT TO INTIMATE THE CONUNDRUM OF THE SIN
Yazid Basthomi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 38, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.533 KB)
This article analyzes the use of dirty words with reference to sociolinguis- tic and Saussurean conceptual frameworks. It starts with a personal-anecdotal ac- count on the difficulties in dealing with didactic issues in relation to the use of dirty words. In the guise of tackling the problem, sociolinguistic explanation is pursued, which, in the end, shows that sociolinguistic explanation is not really adequate to handle the issue. This relates to the possible notion that dirty words might be enacted as a (very) personal expression, devoid of any physical addressees. Saussu- rean linguistic concepts are also explored, and, yet, similar to the sociolinguistic ex- planation, also lacks explanatory rigor in that the Saussurean materiality approach affirms that dirty words are neutral in their very materiality. A hypothetical proposi- tion to deal with dirty words will conclude the article