p-Index From 2021 - 2026
7.878
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam TAZKIYA JOURNAL OF PSYCHOLOGY Jurnal KALAM Analisis: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Theologia ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Ushuluddin AT TA´DIB Kalimah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Studia Quranika Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism Jurnal Filsafat Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama Muaddib : Studi Kependidikan dan Keislaman Transformatif Tasfiyah Khadimul Ummah Journal of Social Dedication ALQALAM Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Jurnal Penelitian Medan Agama Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman TSAQAFAH Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Cakrawala Repositori Imwi ADDIN Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Journal of Comparative Study of Religions (JCSR) Journal of Community Development and Disaster Management Jurnal Islam Nusantara Journal of Islamic Education and Innovation (JIEI) Spiritual Healing: Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi International Journal of Emerging Issues in Islamic Studies Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Al'Adalah JOUSIP Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM SYAHADAT: Journal of Islamic Studies Madania: Jurnal Kajian Keislaman
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin

MAKNA HIDUP PERSPEKTIF VICTOR FRANKL: KAJIAN DIMENSI SPIRITUAL DALAM LOGOTERAPI Mukharom, Rohmah Akhirul; Arroisi, Jarman
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 20 No. 1 (2021): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.195 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v20i1.139

Abstract

This article aims to reveal the concept of logotherapy of Victor Frankl. This study uses descriptive analysis. First, the concept of logotherapy has three pillars in its philosophical foundation, the freedom of will, in this context every human being free to make choices to determine his own choice and destiny. The will to meaning, which every human being has the desire to have meaning in life. The meaning of life is an awareness of the possibility to realize what is being done at that time which then if successfully fulfilled will produce happiness. Second, in logotherapy, there is a noetic dimension which equivalent to the spiritual dimension, which tends toward the anthropological dimension rather than the theological dimension and does not contain religion. Third, the spiritual logotherapy dimension is different from Sufism. If Sufism spiritual affirms the sharia, then logotherapy departs from human existence. The implications of these differences give to a variety of happiness, both spiritual and physical. Artikel ini bertujuan mengungkap konsep logoterapi yang diformulasikan oleh Victor Frankl. Dengan menggunakan metode deskriptif analitis kajian ini menghasilkan beberapa kesimpulan: pertama, konsep logoterapi memiliki tiga landasan filosofis yaitu, kebebasan berkeinginan (the freedom of will). Dalam konteks ini setiap manusia bebas menentukan pilihan dan nasibnya sendiri. Keinginan akan makna (the will to meaning), yaitu manusia memiliki hasrat untuk memiliki makna hidup. Makna hidup adalah sebuah kesadaran untuk mengetahui apa yang dilakukan saat itu hingga menghasilkan kebahagiaan. Kedua, di dalam logoterapi terdapat dimensi spiritual yang cenderung ke arah antropologis daripada kearah teologis serta tidak mengandung konotasi agama. Ketiga, dimensi spiritual logoterapi berbeda dengan dimenssi dalam tasawuf. Jika para sufi mengafirmasi spiritual pada syariat maka logoterapi berangkat dari human exsistence. Implikasi dari kedua perbedaan tersebut melahirkan ragam kebahagiaan baik kebahagiaan ruhani dan ragawi.
THE CONCEPTS OF PERSONALITY AND SPIRITUALITY DEVELOPMENT IN PSYCHOLOGY : (Study Of Analysis Perspective Badi'uzzaman Said Nursi) Arroisi, Jarman; Fadhilah, Manzilatul
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 21 No. 2 (2022): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.478 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v21i2.291

Abstract

A recent discovery in psychology that is very amazing is that the central brain is active when a person's personality and spirituality can function as a balancer between the roles of the soul and the physical. In this context, Badiuzzaman Said Nursi initiated a concept of how to develop the development of one's personality and spirituality in psychology as a solution to the problems faced by humanity today in the form of globalization, westernization, secularization and liberalization which makes humans lose direction and grip on life. Therefore, human personality and spirituality are easily swayed. This research is a qualitative research, by taking library data as the object of research. The library data is in the form of books by Badiu'zzaman Said Nursi, as well as research works or notes that help in concluding the concept of personality development and spirituality in psychology from the perspective of Badiu'zzaman Said Nursi. Furthermore, using descriptive-analytic method as an analytical knife in drawing conclusions. The results of this study are that the development of a person's personality and spirituality cannot be separated from religious and divine aspects. According to Badiuzzaman Said Nursi, the concept of the development of one's personality in psychology is divided into four ways, namely: (1) Confession of one's helplessness before God Almighty, (2) Confession of self-poverty towards God Almighty, (3) Expecting God's love , (4) Doing reflection or meditation. While the concept of developing one's spirituality in psychology is also divided into four ways, namely: (1) Through the light of faith in God, (2) Through holistic devotion (worship) to God, (3) Manifesting God's asthma that is reflected in them, and (4) Following the way of the Qur'an or the way of nature. Sebuah penemuan terbaru dalam ilmu psikologi yang sangat mengagumkan adalah bahwa sentral otak bersifat aktif apabila kepribadian dan spiritualitas seseorang dapat berfungsi sebagai penyeimbang antara peran jiwa dan fisik. Dalam konteks ini, Badiuzzaman Said Nursi menggagas sebuah konsep bagaimana mengembangkan perkembangan kepribadian dan spiritualitas seseorang dalam ilmu psikologi sebagai solusi problematika yang dihadapi oleh umat manusia masa kini berupa arus globalisasi, westernisasi, sekularisasi, dan liberalisasi yang menjadikan manusia kehilangan arah dan pegangan hidup. Karenanya, kepribadian dan spiritualitas manusia mudah terombang ambing. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil data-data kepustakaan sebagai obyek penelitian. Data pustaka tersebut berupa buku-buku karya Badiuzzaman Said Nursi, serta karya-karya penelitian atau catatan-catatan yang membantu dalam menyimpulkan konsep perkembangan kepribadian dan spiritualitas dalam ilmu psikologi perspektif Badiu'zzaman Said Nursi. Selanjutnya menggunakan metode deskriptif-analitik sebagai pisau analisis dalam mengambil kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, perkembangan kepribadian dan spiritualitas seseorang tidak dapat dilepaskan dari aspek religi dan ketuhanan. Menurut Badiuzzaman Said Nursi, konsep perkembangan kepribadian seseorang dalam ilmu psikologi terbagi menjadi empat cara, yaitu: (1) Pengakuan ketidakberdayaan seseorang di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, (2) Pengakuan kemiskinan diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (3) Mengharapkan cinta Tuhan, (4) Melakukan refleksi atau meditasi. Sedangkan konsep perkembangan spiritualitas seseorang dalam ilmu psikologi terbagi menjadi empat cara juga, yaitu: (1) Melalui cahaya keimanan kepada Tuhan, (2) Melalui pengabdian secara holistik (ibadah) kepada Tuhan, (3) Memanifestasikan asma Allah yang terefleksi dalam diri mereka, dan (4) Mengikuti jalan al-Qur’an atau jalan hakikat.
THEORY OF KHUDI AND SPIRITUAL DEVELOPMENT ON IQBAL’S PERSPECTIVE: Analysis Spiritual Strengthening Islamic Perspective Arroisi, Jarman; Assakhyyu Qorib, Khoffifa
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 22 No. 2 (2023): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v22i2.370

Abstract

Nowadays most people lack their self-control, which can result in sadness, stress corruption, even murder and suicide The purpose of writing this paper is to find out Muhammad Iqbal's theory of khudi. By descriptive analysis method, this paper concludes that: First, Muhammad Iqbal's theory of khudi as a strengthening of spirituality in Islamic psychology. Second, khudi is defined as soul, individual, and personality. Third, the factors to strengthen khudi include: love, faqr, toleration, courage, and action. Fourth, the three main stages to strengthen the spirituality of khudi include: obedience to Allah's law, self-control, and Caliphate. Fifth, Insan Kamil is a form of realization of the value of spirituality in khudi as an understanding of human nature as a servant of Allah to become the Caliph of Allah on earth Di era modern sebagian besar manusia kehilangan self-control yang menyebabkan depresi, stres, korupsi, bahkan pembunuhan dan aksi bunuh diri.  Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui teori khudi Muhammad Iqbal. Dengan menggunakan metode descriptive analisis makalah ini menghasilkan kesimpulan bahwa: Pertama, teori khudi Muhammad Iqbal sebagai penguatan spiritualitas dalam psikologi Islam. Kedua, khudi diartikan sebagai jiwa, individual, dan kepribadian. Ketiga, faktor untuk memperkuat khudi diantarannya: cinta, faqr, tolerasi, keberanian, dan tindakan. Keempat, tiga tahap utama untuk memperkuat spiritualitas khudi diantaranya: ketaatan akan hukum Allah, pengendalian diri, dan ke-Khalifahan. Kelima, insan Kamil adalah bentuk terealisasinya nilai spiritualitas dalam khudi sebagai pemahaman hakikat manusia sebagai hamba Allah hingga menjadi Khalifah Allah di muka bumi.
Co-Authors Abdul Rohman Abdul Wahid Achmad Reza Hutama Al Faruqi Adrian Syahidu Agus Dwi Saputro Agus Mulyana Ahmad Farid Saifuddin Ahmad Rizqi Fadlilah Ahmad Tauhid Mafaza Aisyah Rahmawati Alfiansyah, Iqbal Maulana Almanaanu, Yusuf Amal Fathullah Zarkasyi Amal Hizbullah Amal Hizbullah Basa Amin, Maulida ‘Izzatul Amir Reza Kusuma Arief Budiman Arip, Muhammad Asep Awaludin Assakhyyu Qorib, Khoffifa Badi', Syamsul Baharudin, Adi Ihza Basith, Muhammad Cep Gilang Fikri Ash-Shufi Dahniar Maharani Dahniar Maharani Dea Felaputri Diana Aristika Putri Dzatu Aliviatin Nuha Eko Muji Rahayu Erva Dewi Arqomi Puspita Fadhilah, Manzilatul Fadlilah, Ahmad Rizqi Fajrin Dzul Fadhlil Fat'hul Yasin Hamid Fahmy Zarkasyi Harits Mu’tasyim Hidayatus Sa’adah Husnida Afifah Ihsan, Nur Hadi Indah, Nurmala irfan wahyu azhari Islam, Muhammad Nazhif Istanto, Dwi Jamal Jamal Kamil, Rizvan Falah Kartika Wulandari Khasib Amrullah Khoiruddin Abdullah Kholid, Husna Hisaba Khotimatul Mahbubah Kusuma Dewi Nur Aini M. Kholid Muslih Mahfud, Musthofa Ali Martin Putra Perdana Maulida ‘Izzatul Amin Minhajul Afkar Moh. Isom Mudin Mohammad Khair Al-Fikry Mohammad Syam'un Salim Mohammad Syam’un Salim Mohammad Syam’un Salim Muhammad Dhiaul Fikri Muhammad Fahmi Amrullah Muhammad Fahmi Amrullah, Muhammad Fahmi Muhammad Taqiyuddin Muhammad Wildan Arif Amrulloh Muhammad, Allan Muhsinin, Husain Zahrul Mukharom, Rohmah Akhirul Mulyono Jamal Muslih, M. Kholid Muslih, Mohammad Kholid Nazhif Islam, Muhammad Netty Yuwanda Nia Puji Agustin Novita Najwa Himaya Novita Sari Novita Sari Novita Sari Nurmala Indah Prayogo, Tonny Ilham Rachim, Dimas Kukuh Nur Rahmat Ardi Nur Rifa Da'i Rahmat Ardi Nur Rifa Da'i Rakhmad Agung Hidayatullah Rezkyanta, Haqiqul Rita Ashfuriyah Rohmadi Rohmadi Rohmadi Rohmadi Rohmah Akhirul Mukharom Rusli, Ris'an Sahidin, Amir Saifuddin, Ahmad Farid Salim, Mohammad Syam’un Salim, Mohammad Syam’un Saputra, Abditya Nugroho Sembiring, Rinawati Shalahudin, Henri Syamsul Badi Taqiyuddin, Muhammad Tsaqib, Muhammad Ammar Usmanul Khakim Ussisa 'Alat Taqwa Wan Mohd Azam Mohd Amin Yasrif, M. Ali Yuwanda, Netty Zalfaa' 'Afaaf Zhoofiroh Zhoofiroh, Zalfaa' 'Afaaf