Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Miskonsepsi Menggunakan Four Tier Diagnostic Test Berbantuan Google Form pada Materi Tekanan Zat Windi Oktaviani Putri; Haratua Tiur Maria; Hamdani Hamdani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.393 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki konsepsi dan miskonsepsi peserta didik pada materi tekanan zat dan perbedaan miskonsepsi antara peserta didik laki-laki dengan perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Nanga Pinoh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 127 orang terdiri dari 53 orang peserta didik laki-laki dan 73 orang peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes diagnostik four tier berbantuan google form kepada peserta didik kelas VIII. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil miskonsepsi paling tinggi pada nomor soal 8 sebesar 45% dengan indikator mengidentifikasi pengaruh banyaknya zat cair pada kedudukan benda, sedangkan miskonsepsi terendah pada nomor soal 1 sebesar 14% dengan indikator mengidentifikasi pengaruh luas penampang benda yang berbeda terhadap tekanan yang dihasilkan. Persentase rata-rata peserta didik yang mengalami miskonsepsi sebesar 30% dan termasuk dalam kategori rendah. Serta tidak ada perbedaan miskonsepsi antara peserta didik laki-laki dan perempuan. Dengan nilai chi kuadrat hitung (5,892) lebih kecil dari nilai chi kuadrat tabel (16,919).
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Tentang Hukum Archimedes Fitri Handayani; Edy Tandiling; Hamdani Hamdani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.444 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII di MTs Darul Hidayah tentang hukum Arhimedes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan bentuk penelitian one-group pretest-posttest design, rancangan penelitian ini terdiri dari satu kelompok yang telah ditentukan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII B MTs Darul Hidayah yang mengumpulkan 45 orang, sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu berdasarkan nilai rata-rata yang terendah. Teknik pengukuran yang digunakan dalam penelitian berupa lembar tes (pretest dan posttest) dalam bentuk soal essay/uraian yang membuka 10 soal. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata pretest yaitu 32,5 dan nilai rata-rata posttest 55, 78 diperoleh thitung sebesar 9,39 dan ttabel (α = 5%) sebesar 1,6814, yang berarti thitung > ttabel (9,39 > 1,6814), maka Ha diterima. Jadi, dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya pembelajaran menggunakan pendekatan CTL. Berdasarkan perhitungan effect size (ES) diperoleh 1,4 (kriteria tinggi), yang berarti penggunaan pendekatan CTL memberikan pengaruh yang tinggi terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII di MTs Darul Hidayah. 
Pengembangan Four-Tier Test Berbasis Quizizz untuk Mengidentifikasi Konsepsi Gerak Harmonik Sederhana di Sekolah Menengah Atas Riska Yayang Fitri Ramadani; Haratua Tiur Maria; Hamdani Hamdani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.872 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsepsi peserta didik pada materi gerak harmonik sederhana berbasis web gamifikasi Quizizz menggunakan tes diagnostik four-tier. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 7 Pontianak. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes diagnostik four-tier berbasis Quizizz pada peserta didik kelas X MIPA 5. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sebelum melakuka penelitian dilakukan validasi terhadap soal tes diagnotik, validasi dilakukan oleh tiga orang validator dengan hasil akhir dari validasi instrumen tes dengan rata-rata dari 3 aspek adalah 88,67% dengan kriteria “sangat baik” oleh validator sehingga dapat digunakan untuk dilakukan uji tes konsepsi peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik yang berkategori paham konsep sebesar 14,14%, presentase peserta didik yang berkategori tidak paham konsep sebesar 23,43%, presentase peserta didik yang berkategori miskonsepsi sebesar 51,86%, dan presentase peserta didik yang berkategori eror sebesar 10,57%.
THE APPLICATION OF THE RASCH MODEL TO DEVELOP TWO-TIER MULTIPLE CHOICE HIGHER ORDER THINKING SKILL TEST ON MOTION AND FORCE Swastika Rhea Zivanka; Haratua Tiur Maria Silitonga; Hamdani
JISAE: Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation Vol 8 No 1 (2022): JISAE (Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.249 KB) | DOI: 10.21009/jisae.v8i1.26012

Abstract

In Indonesia, students' higher order thinking skill is considered low and students still struggle to solve HOTS problems. One of the reasons is that students are unfamiliar with HOTS questions. This research aims to produce two – tier multiple choice test to measure students' higher order thinking skill on motion and force. The method used in this research is 4D by Thiagarajan. The test developed was validated by experts and was tested on 250 8th grade students in Pontianak. Analysis of the test used the Rasch Model to determine item fit, reliability, and difficulty levels using Winstep. Based on the qualitative and quantitative analysis, the test developed is feasible to measure students' higher order thinking skill with the content validity value score 0,84 and construct validity explained by the test 64,71%. The item reliability is excellent with the score of 0,94 but students have low consistency in answering the test. The test developed consist of 2 very difficult items, 6 difficult items, 5 easy items, and 2 very easy items.
WORKSHOP PENYUSUNAN DAN PEMBAHASAN SOAL ONLINE UNTUK GURU DI KABUPATEN KUBU RAYA Hamdani Hamdani; Stepanus S. Sitompul; Tomo Djudin; Haratua T,M., Silitonga; Syaiful B. Arsyid; Erwina Oktavianty; Judyanto Sirait; M. Firdaus; M. Musa Syarif H; Ray Cinthya Habellia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1144-1149

Abstract

Soal evaluasi hasil belajar yang dibuat secara online dan video pembahasan soal tersebut merupakan kebutuhan yang penting dan mendesak di masa pandemi covid-19. Berdasarkan hasil self-assessment, guru IPA yang tergabung di dalam MGMP IPA Kabupaten Kubu Raya belum optimal memanfaatkan google form untuk menyusun soal online dan sebagian besar guru belum pernah membuat video pembahasan soal. Fitur form limiter dan form builder masih jarang digunakan guru ketika membuat soal online menggunakan google form. Hampir semua guru belum bisa merekam layar menggunakan faststone capture dan mengunggah video yang dibuat pada halaman youtube. Untuk mengatasi masalah ini dilakukan workshop penyusunan soal online menggunakan google form dan video pembahasan soal menggunakan faststone capture. Setelah workshop dilakukan terjadi peningkatan kemampuan menyusun soal online sebesar 9,96% dan peningkatan kemampuan peserta membuat video pembahasan soal menggunakan faststone capture sebesar 77,25%. Diharapkan guru membuat bank soal online untuk kebutuhan evaluasi hasil belajar IPA dan mengunggah video pembahasan soal tersebut sebagai feedback bagi peserta didik.
Penerapan Virtual Laboratory untuk Mereduksi Jumlah Mahasiswa Calon Guru Fisika yang Mengalami Miskonsepsi Tentang Efek Foto Listrik Hamdani Hamdani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.4810

Abstract

Penelitian ini menggunakan virtual laboratory untuk mereduksi jumlah mahasiswa calon guru fisika yang mengalami miskonsepsi tentang efek foto listrik. One group pretest-posttest design digunakan sebagai rancangan penelitian. Ada 45 mahasiswa yang terlibat dalam menjawab 12 soal tes diagnostik berbentuk pilihan dengan alasan terbuka yang digunakan sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan konseptual mahasiswa tentang efek foto listrik yang signifikan setelah pembelajaran menggunakan virtual laboratory diterapkan yang ditandai dengan rata-rata 15x2"> hitung (10,51) > 15x2"> tabel(3,84) pada semua indikator; rata-rata persentase reduksi jumlah mahasiswa yang miskonsepsi setelah penerapan virtual laboratory sebesar 21,35%. Virtual laboratory diharapkan dapat dijadikan sebagai solusi untuk mereduksi jumlah mahasiswa yang mengalami miskonsepsi pada materi yang lain terlebih di masa pandemi dimana eksperimen secara langsung sulit dilakukan.This research uses a virtual lab to reduce the number of pre-service physics teacher misconceptions about the photoelectric effect. One group pretest-posttest design was used as the research design. There were 45 students involved in answering 12 selected diagnostic test questions for open reasons, which were used as a data collection. The results showed a significant students' conceptual change in photoelectric effect after learning using the virtual lab, marked with   15x2"> count > 15x2"> table on all indicators; the average percentage reduction in the number of students with misconceptions after the virtual lab was applied was 21.35%. Virtual labs are expected to be used to reduce the number of misconceptions students have on other subject matter, especially during a pandemic where real experiments are difficult to do. 
Penerapan Model ECIRR Menggunakan Kombinasi Real Laboratory dan Virtual Laboratory untuk Mereduksi Miskonsepsi Mahasiswa Hamdani M.Pd
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v6i3.9013

Abstract

Penelitian ini dilakukan utuk mereduksi miskonsepsi mahasiswa calon guru fisika tentang rangkaian listrik melalui penerapan model ECIRR (Elicit-Confront-Identify-Resolve-Reinforce) menggunakan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes diagnostik berbantuan CRI (Certainty of Response Index) saat pre test dan post test pada satu kelas. Hasil penelitian menunjukkan jumlah mahasiswa yang mengalami miskonsepsi berkurang dan tanggapan yang positif dari mahasiswa dan dosen tentang penerapan model ECIRR menggunakan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory. Kata kunci : miskonsepsi, model ECIRR, real laboratory, virtual laboratory.   The purpose of this study was to reduce misconceptions held by pre-service physics teacher aboutelectric circuit concepts through the application of the ECIRR (Elicit-Confront-Identify-Resolve-Reinforce) model using a combination of real and virtual laboratory. The method used in this study was pre-experimental research design to form a one-group pretest-posttest design is done at a university in Pontianak. Research data were collected by using diagnostic test  that include Certainty of Response Index (CRI) and questionnaire.The results showed a decrease in the quantity of misconceptions ECIRR after application of the model using a combination of real laboratory and virtual laboratory. Pre-service teacher andlecturerresponded positivelyto heapplication of the modelusing a combination ofreal ECIRR virtual laboratory and laboratory. Key words: misconception., ECIRR model, real laboratory, virtual laboratory
MISKONSEPSI MAHASISWA TENTANG EFEK FOTO LISTRIK Hamdani Hamdani
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v12i2.41573

Abstract

AbstractThis research was conducted to reveal students' misconceptions about the photoelectric effect. There were 58 students (13 male and 45 female) who answered 12 diagnostic test questions in the form of multiple-choice with open reasons. Misconceptions revealed include the order in which the colors of the rainbow disrupt photon energy; light intensity is affected by frequency; electron emission will occur when the light intensity and frequency of light are changed even though the frequency of the light used is smaller than the cutoff frequency. Male and female students have the same opportunity to misconceptions.Keywords: Misconception, Photoelectric Effect, Gender
Penerapan virtual laboratorium di masa pandemi covid-19 untuk meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa calon guru fisika Hamdani Hamdani; Erwina Oktavianty
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v11i1.3612

Abstract

The implementation of virtual labs during the pandemic is carried out to improve science process skills. Any 32 physics teacher candidates were involved in this study to take the pretest, posttest, and learning using a virtual lab. The results showed that there was an increase in the science process skills of prospective physics teacher by 0.51 in the medium category. The ability to interpret (0.62), design experiments (0.59), hypothesize (0.47), observe (0.58), predict (0.36) and classify (0.57) experienced an increase in the moderate category. The increase in the high category occurred in the aspect of applying the concept (0.79). Virtual labs can be used as an alternative to online or offline learning to improve students' science process skills.
Comparison of learning patterns of human body recognition between five-year-old and eight-year-old students in Kubu Raya Regency, West Kalimantan, Indonesia R Marlina; D Miranda; H Hamdani; A Maulidi
International Conference on Mathematics and Science Education of Universitas Pendidikan Indonesia Vol 4 (2019): Mathematics and Science Education Research for Sustainable Development
Publisher : Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.99 KB)

Abstract

This research was intended to measure and compare students’ ability in learning human body recognition. Students who were participants in this study were five year-olds in kindergarten and eight-year-olds in elementary school in Kubu Raya Regency, West Kalimantan, Indonesia. They studied in 19 kindergartens and 5 elementary schools in Kubu Raya Regency. The participant of students in kindergarten was 223 and the students from elementary school was 107 students. Both groups learned the human body during as many as three meetings. Data was collected and measured by questionnaire with 7 statements including 2 statements about what they knew before the lesson, 2 statements about what they did during the lesson, and 3 statements about how they did their homework; alone, with their parents, or their friends. Overall, these results indicate that 72% of students in elementary schools were better prepared for the lesson than students in kindergarten, but 89% of students in kindergarten did their homework alone and 63% of students in elementary school did their homework with their parents and their friends. In Summary, five-year-old students in kindergarten are more autonomous than eight-year-old students in elementary school.
Co-Authors . Hasanudin ., Jufriadi ., Nuria A Maulidi ADITYA, YANDHICA Adzanianto, Bekti Purwo Afandi Afandi Agung Gumelar Agung Hartoyo Ahmad Syarif Ahmad Yani T Ahmad Yoga Khalid, Ahmad Yoga Akhdiari Harpa Dj Alek, Sutrisno ALFENSIANITA, CLAUDIA Amin Mustajab Andi Khairul Rizal, Andi Khairul Anis Zain Nadiya Asmayani Salimi Astuti, Raden Maulidiya Chokchai Yuenyong D Miranda Daniati, Sapitri Dede Suratman Dedi Dedi Dendodi Dendodi Dendodi Dendodi Dina Apriana Dona Fitriawan Dwidianti, Bintari Edy Tandililing Edy Tandiling Edy Yusmin Elfina, Nur Emadi, Elisabeth Liseta Endar Sulistyowati Erwina Octavianty Erwina Oktavianty Eugenia Etkina F03110023, Annisa Rahman F03110038, JANARIANI Febriana Yuragi Firdaus Firdaus Fitri Handayani Gita Safitri Hadi Suwono Hanim Mufidah Haratua Tiur Maria Silitonga HASANI, IRADATUL Holyness Nurdin Singadimedja Ibrahim, Akhyar Ibrohim Ika Sari Fitrina Imaniar, Eri Noorlita Iryani Iryani Isnawati . Jamilah Jamilah Julayka Julayka Juliet Nanda Kartika Kartono Kartono Kurnia Tiara Risky leo sutrisno Lubis, Hasrin MASRIAN F03110025 Mohamad Rif’at Mona Nabilah Muhammad Akbar Muhammad Musa Syarif Hidayatullah Muhammad Nizam Muhammad Saefi Mutiara Chelsiyanti Nabila Muthia Ayu Noviliani Noviliani Nur Ghita Shaleha Nur Khanifatul Latifah Nurfadilah Siregar Nurul Namira PAMUNGKAS, TRI BINTANG Pasaribu, Revi Lestari Rachmat Sahputra Raga Patria Rahmania Pamungkas, Rahmania Rahmawati Rasu, Avant Patria RATNA SARI, ENI Ray Cinthya Habellia Rezkizohana, . Ridwan Arifin Rio Pranata Riri Trinanda Riska Yayang Fitri Ramadani RR. Ella Evrita Hestiandari S, Stepanus Sahala Sari, Dinda Intan Permata sarizan sarizan Sasmiati, Sri Sazali, Sazali Sherly Adam SITI NURJANAH SITORUS, RAMITHA SHARA Stepanus S. Sitompul Stepanus Sahala Stepanus Sahala S, Stepanus Stepanus Sahala Sitompul Stephanie Laura Tama Natalisca Susriyati Mahanal Swastika Rhea Zivanka SYAHRIANTO F03110041, SYAHRIANTO Syaiful B Arsyid Syukran Mursyid Tandiililing, Edy Tara Chairunisa, Tara TARI PURNAMA SARI, TARI Tomo Djudin Tomo Djudin Tomo Djudin Tomo Djudin Tomo Djudin Tomo Djudin tri wahyuni Vira Aryani Windi Oktaviani Putri Yulindar, Arvitri Zubaidah R Zulfa, Wardiati