p-Index From 2021 - 2026
6.399
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Tematik ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) al-Aulad: Journal of Islamic Primary Education JURNAL ILMIAH MAKSITEK JURNAL CIVIC EDUCATION: MEDIA KAJIAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Journal of Classroom Action Research Journal On Teacher Education (Jote) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences Journal of Instructional and Development Researches Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Educivilia: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Journal of General Education and Humanities Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyaraka JPLED Komunita: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat ICONESTH Walada: Journal of Primary Education SENSEI INTERNATIONAL JOURNAL OF EDUCATION AND LINGUISTICS (SIJEL) Journal of Authentic Research Elementary Education Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter: Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Desa Mekar Sawit Yusrizal Yusrizal; Fatmawati Fatmawati; Agung Arjuna; Miftahul Jannah; Maulidina Hakmi; Anisa Ihwani
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.4171

Abstract

Pembentukan karakter anak memerlukan keterlibatan aktif orang tua sebagai pendidik pertama dan utama. Desa Mekar Sawit masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pendampingan orang tua dalam membiasakan perilaku positif anak, terutama kedisiplinan waktu, kebiasaan belajar, pola hidup sehat, dan pengendalian penggunaan gawai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran orang tua dalam pembentukan karakter anak melalui sosialisasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan tim pengabdian, sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, orang tua, dan anak. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, perencanaan program, sosialisasi, penyuluhan, simulasi pembiasaan, pendampingan, serta evaluasi dan monitoring melalui wawancara dan daftar ceklis kebiasaan harian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran orang tua terhadap perannya sebagai teladan dan pendamping utama dalam pembentukan karakter anak. Orang tua mulai menerapkan pembatasan penggunaan gawai, mengatur waktu tidur, serta membiasakan kegiatan belajar dan ibadah bersama anak. Anak juga menunjukkan perubahan positif berupa peningkatan kedisiplinan, semangat belajar, kepatuhan beribadah, pola hidup sehat, dan kepedulian sosial. Konsistensi dalam membiasakan bangun pagi dan tidur lebih awal masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Kegiatan sosialisasi ini mampu memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga berkontribusi terhadap pembentukan karakter anak yang religius, disiplin, sehat, dan bertanggung jawab.
PENGARUH METODE BELAJAR BERSAMA ALAM TERHADAP KESADARAAN LINGKUNGAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRISTIS SISWA SD Fatmawati Fatmawati; Angie Trivana; Arief Amdani; Ira Ira; Yusrizal Yusrizal; Indah Syasmita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4734

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan adalah keterampilan krusial yang harus digunakan sejak awal untuk menghadapi meningkatnya kerusakan alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak metode pengajaran Bersama Alam terhadap kemampuan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan siswa di SDN 026407 Binjai Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pustaka survei, dan penggunaan instrumen pre-test dan post-test. Pengujian homogenitas, dalam analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS, uji normalitas dan uji hipotesis dilakukan menggunakan Uji T Sampel Independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal dan homogen. Tingkat signifikansi hipotesis adalah 0,047, yang sedikit kurang dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil rata-rata pembelajaran tentang lingkungan dan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode belajar bersama alam lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan mengasah logika berpikir siswa, serta menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mempersiapkan siswa menjadi generasi yang berwawasan terhadap lingkungan dan terampil dalam menyelesaikan masalah secara tepat.
VISUAL MEDIA IN INDONESIAN LANGUAGE INSTRUCTION: A COMPARATIVE STUDY OF VIDEO AND IMAGE MEDIA ON THE LEARNING OUTCOMES OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Rini Hartati; Yusrizal Yusrizal; Azizah Yusra Amaliyah Harahap
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang diajar menggunakan media video dan siswa yang diajar menggunakan media gambar di kelas III SD PAB 25 Mabar Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif dan metode true experimental. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas A sebagai kelompok yang diajar menggunakan media video dan kelas B sebagai kelompok yang diajar menggunakan media gambar. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar Bahasa Indonesia yang diberikan dalam bentuk pre-test dan post-test. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test kelas A sebesar 66 dan kelas B sebesar 67. Setelah diberikan perlakuan, nilai rata-rata post-test kelas A meningkat menjadi 77, sedangkan kelas B memperoleh rata-rata 70. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, dan hasil uji homogenitas menunjukkan data bersifat homogen. Selanjutnya, hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,034 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelompok. Media video terbukti lebih efektif dibandingkan media gambar dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa.
Inovasi Pembelajaran Bahasa: Metode Storytelling Berbasis Media Visual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Yusrizal Yusrizal; Fatmawati Fatmawati; Hadijah Nst; Tia Wulandari; M. Arif
AS-SABIQUN Vol 8 No 3 (2026): MEI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v8i3.6122

Abstract

Low speaking ability remains a problem that is often found among lower-grade elementary school students, so more engaging and participatory learning methods are needed to improve this skill. This study aims to analyze the impact of the illustrated storytelling method on students’ speaking skills. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving 30 second-grade students of SD Swasta Al-Washliyah Km. 6 who were divided into two groups, namely 15 students in the experimental group taught using the illustrated storytelling method and 15 students in the control group taught using the lecture method. Data were collected through observation and speaking skills tests, and were then analyzed through tests of normality, homogeneity, and hypothesis testing using the independent sample t-test and paired sample t-test at a significance level of 0.05. The results showed that the storytelling method based on visual media had a significant effect on improving students’ speaking ability. This was indicated by the results of the independent sample t-test with a significance value of 0.035 (Sig. < 0.05) and the results of the paired sample t-test in the experimental class with a significance value of 0.011 (Sig. < 0.05), which indicate a significant improvement in students’ speaking ability before and after the implementation of the method. These findings show that the illustrated storytelling method can be an effective learning alternative for improving students’ speaking skills, particularly in Indonesian language learning in the lower grades of elementary school.
Malay Local Wisdom-Based Ethnopedagogy Integrated with the Seven Habits of Great Indonesian Children: Associations with Civic Character and Social Literacy among Elementary Students Yusrizal Yusrizal; Samsidar Tanjung; Yunus Abidin; Fatmawati Fatmawati; Fira Astika Wanhar
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1958

Abstract

Culturally grounded instruction may strengthen civic character and social literacy by connecting learning with students’ cultural experiences. However, limited evidence has examined Deli Malay local wisdom integrated with the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement (G7KAIH) compared with an active value-based approach. This study examined differences in civic character and social literacy between Ethnopedagogy-G7KAIH and Value Clarification Technique (VCT) conditions. A quantitative pretest-posttest control-group design with intact-class random assignment was conducted in two elementary schools in Medan, Indonesia. The sample included 73 fifth-grade students: 38 in the Ethnopedagogy-G7KAIH group and 35 in the VCT group. Data were collected using a civic character questionnaire and social literacy test and analyzed using MANCOVA with pretest scores as covariates. A significant multivariate difference was observed, Pillai’s Trace = .301, F(2, 68) = 14.658, p < .001, partial η² = .301. Adjusted mean differences favored Ethnopedagogy-G7KAIH by 15.94 points for civic character and 12.78 points for social literacy. Because students were nested within only two intact classes, the findings represent sample-specific differences between instructional conditions rather than definitive causal effects. Replication with multiple classes and schools is needed to establish broader effectiveness.
Peran Media Sosial Dalam Membentuk Karakter Siswa di SD Imtaq Generasi Mandiri Muhammad Raihan; Yusrizal; Fatmawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial dalam membentuk karakter siswa di SD IT IMTAQ Generasi Mandiri. Perkembangan media sosial, khususnya YouTube dan TikTok, memberikan peluang bagi siswa untuk memperoleh berbagai informasi dan konten edukatif yang dapat memengaruhi perkembangan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri atas guru, kepala sekolah, dan siswa kelas III SD IT IMTAQ Generasi Mandiri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran dalam pembentukan karakter siswa, terutama melalui konten yang positif, edukatif, dan memberikan teladan perilaku baik. Konten yang memuat nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, toleransi, kemandirian, kepercayaan diri, dan sopan santun dapat mendorong siswa untuk meniru serta menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial juga dapat menginspirasi siswa untuk melakukan tindakan sosial dan membantu sesama. Namun, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol juga berpotensi memberikan dampak negatif, seperti ketergantungan, kurangnya fokus, dan pengaruh terhadap perkembangan emosional serta moral siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media sosial berperan dalam membentuk karakter siswa, baik melalui penyebaran konten positif dan edukatif, pemberian teladan perilaku baik, maupun dorongan untuk melakukan tindakan sosial dan amal. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan, bimbingan, dan pendampingan yang berkelanjutan dari guru, orang tua, dan sekolah agar penggunaan media sosial dapat diarahkan pada konten yang bermanfaat serta mampu mendukung pembentukan karakter siswa secara optimal.
A Malay Culture-Based Creative Dance Extracurricular Program to Enhance Elementary School Students’ Creativity Aulina Asiska Putri; Yusrizal Yusrizal; Fira Astika Wanhar
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Program Ekstrakurikuler Tarian Kreasi Berbasis Budaya Melayu untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di Sekolah Dasar. Pengembangan program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pedoman pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari yang mampu mengintegrasikan budaya lokal dengan pengembangan kreativitas peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa buku pedoman program ekstrakurikuler tarian kreasi berbasis budaya Melayu. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli desain, praktisi/guru pembina ekstrakurikuler, dan siswa sekolah dasar sebagai pengguna produk. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta lembar observasi kreativitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli materi, ahli desain, dan praktisi. Implementasi program juga menunjukkan respon positif dari guru dan siswa serta mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi ide, mengembangkan variasi gerakan, dan menciptakan karya tari secara kreatif. Pengembangan program ekstrakurikuler berbasis budaya Melayu ini dapat menjadi alternatif inovasi pendidikan seni di sekolah dasar dalam meningkatkan kreativitas siswa sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
The Effect of Game-Based Learning on Students’ Interest in Learning IPAS in Elementary School Laila Shafira; Yusrizal Yusrizal; Fauzi Fauzi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Game-Based Learning terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain non-equivalent control group. Penelitian melibatkan siswa kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan Game-Based Learning dan siswa kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data minat belajar dikumpulkan melalui angket yang mencakup indikator perasaan senang, perhatian, ketertarikan terhadap materi IPAS, serta keaktifan dan partisipasi siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata minat belajar kelas eksperimen meningkat dari 63 pada pretest menjadi 72 pada posttest, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 62 menjadi 63. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai  dengan signifikansi 0,007 < 0,05. Dengan demikian, Game-Based Learning berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa dan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan.
Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Terhadap Sosial Emosional Anak Kelas V SD Negeri 064998 Medan Marelan M. Izhar; Fatmawati; Yusrizal
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan tradisional engklek terhadap perkembangan sosial emosional peserta didik kelas V SD Negeri 064998 Medan Marelan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 50 peserta didik yang terdiri atas 25 peserta didik pada kelas eksperimen dan 25 peserta didik pada kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket sosial emosional yang mengukur kemampuan bekerja sama, interaksi sosial, empati, dan pengendalian emosi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor sosial emosional kelas eksperimen meningkat dari 64,50 pada pretest menjadi 86,17 pada posttest, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 78,40 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi pretest sebesar 0,078 dan posttest sebesar 0,191, sedangkan uji homogenitas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,074 pada pretest dan 0,207 pada posttest, sehingga data memenuhi asumsi analisis parametrik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional engklek mampu meningkatkan kemampuan bekerja sama, interaksi sosial, empati, dan pengendalian emosi peserta didik melalui aktivitas belajar yang melibatkan interaksi langsung dengan teman sebaya. Dengan demikian, permainan tradisional engklek dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan sosial emosional sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal di sekolah dasar.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdi Hary Agid Pratama, Febriano Agung Arjuna Agustine, Mentari Ahmad Calam Alfitriani Siregar Ali Mustadi Amelia Putri, Anggi Andi Febri Herawati Angie Trivana Anisa Ihwani Anita Ade Rahma Anita Yus Arief Amdani Arif, M. Aulina Asiska Putri Ayu Lestari Ayu Pratiwi, Novia Azizah Yusra Amaliyah Harahap Baihaqi Siddik Lubis Cindi Utami Davi Fatdilah, Muhammad Delima Muzdalifah Dewi Purnama Sari Dhini Aulia Eka Yusnaldi Emy Hariati Eva Musdalifah Zein Fadlilah, Intan Fathyah Sauma Rafiqah Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati FAUZI Fauzi Fauzi Felina Azzahra Fira Astika Wanhar Fira Astika Wanhar Fira Astika Wanhar Fitri, Alaida Hadijah Nst Hakmi, Maulidina Hasibuan, Ainul Marhamah Ibnu Hajar Ilham Nazaruddin Imel Lorenza Indah Syasmita Indah Syasmita Intan Jelita Syuhada Intan Safiah Ira Ira Irsani, Salsabila Irwandi Kusuma, Gusti Eliangga Laila Shafira Latifa Anisa Leonardo Sari, Avid M. Arif M. Izhar Marsanda, Sarla Martan, Algy Maulidina Hakmi Mei Yanti Simamora Micky Amanda Miftahul Jannah Miranda, Ayu Muhammad Raihan Muhammad Yusuf Mustika, Nanda Nazaruddin, Ilham Nst, Hadijah NURLIA GINTING Nurul Zannah PULUNGAN, SYAHRINA ANISA Puspita, Dinda Raini Febrianti Restu Syahtini Reza, M Fachru Rini Hartati Rizki Arum Sari Rizki Handayani, Rizki Rizky Ayuanita Putri RR. Ella Evrita Hestiandari Sai'in, Gita Puspita Samsidar Tanjung Saputra, Gunawan Sholiha Indah Rahayu Siti Juriah Siti Yasmaini Sitorus Sri Handayani, Fitri Syahrina Anisa Pulungan Syahrina Anisa Pulungan Syahrina Anisah Pulungan Tia Wulandari Tia Wulandari Tumiyem Tumiyem Wahyu Iskandar WANHAR, FIRA ASTIKA Wulandari, Auliya Yolandha Septia Cova Yunus Abidin Zaira Nur Ayu