p-Index From 2021 - 2026
8.222
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Journal of Tourism Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Jurnal Pariwisata Pesona Paramita: Historical Studies Journal Harmonia: Journal of Research and Education BAHASA DAN SASTRA Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Journal of Visual Art and Design JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah Jurnal Sejarah Citra Lekha Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Islamic Architecture Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Jurnal Pariwisata Terapan JSM (Jurnal Seni Musik) Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Jurnal Inovasi Penelitian Atrat: Jurnal Seni Rupa JKTP Jurnal Ekonomi PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Mandalika Review Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Barista : Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism Panggung
Claim Missing Document
Check
Articles

Batik Pasiran: Wujud Kearifan Lokal Batik Kampung Pasir Garut Nyai Kartika; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1368

Abstract

Batik Pasiran merupakan wujud seni batik yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Pasir,Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Batik Pasiran tergolong batik yangbaru berkembang dan diperkenalkan oleh masyarakat Kampung Pasir. Batik tersebut memilikikeunikan dan nilai-nilai leluhur Kampung Adat Pasir, bentuk kearifan lokal masyarakatnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis budaya yang diharapkanmampu mengungkap dan menjabarkan bagaimana bentuk kearifan lokal yang dikiaskandalam Batik Pasiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiankualitatif yang akan membantu mengabstraksikan pertalian antara bentuk seni dalam hal inibatik dengan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di dalam budaya masyarakat KampungPasir. Hasil penelitian menjelaskan bahwa corak motif Pasiran menggambarkan kehidupanmasyarakat yang menyatu dengan alam. Dalam hal ini batik, bukan hanya sekedar hasil budaya,lebih jauh lagi makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan ungkapan daripengalaman empiris dan keseharian masyarakat yang membentuk satu kesatuan budaya.Kata Kunci: Batik, Pasiran, Kearifan Lokal
Reduplikasi Upacara Adat Bapelas Sebagai Simbol Kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara Emmy Sundari; Reiza D Dienaputra; Awaludin Nugraha; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1679

Abstract

Subjek penelitian ini adalah upacara adat Bapelas. Objek pembahasannya tentang pembacaansimbol-simbol kekuasaan di upacara adat Bapelas. Pembacaan simbol dilakukan dalam bentukreduplikasi dan pengamatan langsung struktur pelaksanaan upacara adat Bapelas. Pengkajianini dilakukan melalui pengumpulan data-data secara empiris, bersifat induktif, menggunakanmetode kualitatif dan analisis interpretatif. Reduplikasi upacara adat Bapelas merupakanpengulangan upacara ritual-sakral warisan leluhur secara turun-temurun dari tahun ke tahun.Upacara adat Bapelas menyimpan banyak simbol-simbol yang mencerminkan kekuasaansultan sebagai pemegang kekuasaan di Kerajaan Kutai. Namun sultan sendiri tidak memegangkekuasaan dan wewenang di masa pemerintahan Republik Indonesia. Kekuasaan dalampenelitian ini, hanya sebatas kekuasaan sultan sebagai pemegang kekuasaan adat di kerajaan.Kekuasaan dan wewenang hanya sebagai simbol legitimasi atau pengakuan bahwa KerajaanKutai Kartanegara sampai saat ini masih berdiri. Pemerintah Indonesia menjadikan Kerajaanini sebagai warisan budaya (kearifan lokal) dan pariwisata bagi kemajuan ekonomi, sosial, danpolitik Kutai Kartanegara .Kata Kunci: Bapelas, simbol, kekuasaan.
Estetika Morfologi Logo Dida I. Abdurrahman; Reiza D. Dienaputra; Sri R. Wardiani; Nandang Rachmat
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.2115

Abstract

Perancangan logo adalah proses analisa spesifik di dalam sistem relasi komponen visual yang akan mengindikasikan sebuah abstraksi nilai, esensi, dan makna dari entitas yang direpresentasikanya. Kekuatan ekspresi visual logo dicapai melalui pertimbangan intensif terhadap strategi estetiknya. Deskripsi esensial morfologi logo kemudian dikaburkan dalam pemahaman yang beragam. Dengan menggunakan metode studi literatur, pendekatan sejarah, fenomena perkembangan, dan kualifikasi terminologisnya, ditemukan sebuah landasan epistemologis morfologi logo yang mencakup aspek ikonografi, komposisi, dan estetika. Estetika morfologi logo adalah acuan permodelan artistik yang dibentuk dari kombinasi logogram dan fonogram. Dengan penggunaaan ikonografi yang khas dalam menghadirkan makna dan pengaturan komposisi tertentu dalam merefleksikan penekanan nilai informasi, estetika morfologi logo secara keseluruhan adalah strategi penyusunan relasi antar komponen visual untuk menghasilkan konfigurasi logo yang memadai dan akurat sebagai bagian dari sistem identitas visual.Kata Kunci: estetika, morfologi, logo
Motif Batik Ciwaringin sebagai Identitas Budaya Lokal Cirebon Susi Machdalena; Reiza D. Dienaputra; Agus S. Suryadimulya; Awaludin Nugraha; N. Kartika; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2476

Abstract

Artikel ini membahas motif-motif Batik Ciwaringin yang mempunyai kekhasan dan keunikan tersendiri. Batik Ciwaringin dibuat tidak menggunakan pola dalam proses membatiknya, dikerjakan para ibu yang sudah berumur lanjut, untuk mewarnai batik digunakan bahan pewarna alam, motif batik kental dengan nilai-nilai Islam, karena awal mulanya terdapat batik di Ciwaringin dibuat oleh para santri di pesantren. Hal-hal tesebut menjadi unggulan Batik Ciwaringin dan menjadi identitas masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan untuk memaparkan kearifan lokal dan identitas masyarakat Ciwaringin. Data-data yang berupa motif-motif batik Ciwaringin diperoleh dari sanggar Batik Muhammad Suja’i dan sanggar Batik Risma. Data-data dipilah berdasarkan pola motif batik. Terdapat lima pola motif, yaitu pola geometris, pangkaan, byur, ceplak-ceplok, laseman, dan pola kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif-motif batik dengan berbagai ragam hias berasal dari alam di sekitar Desa Ciwaringin. Batik Ciwaringin merupakan hasil ekspresi kultural para perajinnya dengan motif-motif yang tidak keluar dari sosio-kultural Islam karena sejak awal adanya Batik Ciwaringin berpedoman pada ajaran-ajaran Islam. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Batik Ciwaringin menunjukkan identitas budaya Ciwaringin yang kaya akan flora dan fauna. Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas.
Preserving Cultural Heritage Through a Traditional Ritual: A Case of Kabuyutan Ciburuy Nyai Kartika; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Nani Sriwardani; Yully Ambarsih Ekawardhani; Dadang Sudrajat
PANGGUNG Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.2801

Abstract

The Seba ceremony in Kabuyutan Ciburuy is a tradition of preserving cultural heritage that has been carried out for generations. Currently, Kabuyutan Ciburuy is no longer actively used as an educational institution, nor are the contents of its ancient manuscripts used as a reference for the development of science. For this reason, this research tries to dissect why this happens. This research uses a qualitative research method which is believed to be a scalpel in research, thereby helping to explain the research object factually. The research step is to carry out participant observation, the researcher actively participates in the activities being researched. Also hold interviews with local cultural figures either formally or informally. The result of this research is a descriptive explanation of the Seba Ceremony as an effort to preserve cultural heritage. Because heirlooms refer to educational activities, such as the discovery of many manuscripts, one of which contains advice on old Sundanese character and ethics. This has become a high level of cultural wealth by continuing to carry out the Seba ceremony as a form of preservation so that it remains alive and relevant for future generations. Keywords: Seba Ceremony, Ciburuy District, Preservation, Cultural Heritage
Strategi Pengembangan Wisata Tebat Rasau Di Desa Lintang Kabupaten Belitung Timur Aryanto, Peranciscus; Dienaputra, Reiza D.; Rakhman, Cecep Ucu
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v2i1.369

Abstract

Tourism is one of the important sectors whose value and movement is to drive the people's economy and influence other sectors. However, in developing tourism it can have an impact on natural damage, so it needs to be defeated by the uniqueness and condition of the existing area. To develop the tourism that is owned, it needs to be done gradually and continuously so that this sector can move the entire community so that community participation can be realized in real terms. Therefore, this study aims to measure community wisdom in developing the tourism potential of Tebat Rasau in Lintang Village, East Belitung Regency. The research used a qualitative descriptive method. Data collection through interviews and field. The results showed that the community was able to encourage tourism development as evidenced by the development and infrastructure, the object of marketing tourism objects through social media and participation in training activities. The research results can be used as a driving force for tourism development in Lintang Village, East Belitung Regency.
Strategi Pemanfaatan Curug Kali Mremang sebagai Destinasi Ekowisata di Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Zhafarini, Ghaziana; Dienaputra, Reiza D.; Rakhman, Cecep Ucu
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.97127

Abstract

Krajan Village, located in Pekuncen District, Banyumas Regency, is rich in natural tourism potential. Situated at the foot of Mount Slamet, the village features Curug Kali Mremang, visible from the Central Java national pantura road, and other small waterfalls, sunrise viewpoints, and abundant spice crops thriving in the cool climate. Developing these attractions into ecotourism destinations can yield economic, social, and environmental conservation benefits. This study aims to identify the tourism potential in Krajan Village and strategies for developing Curug Kali Mremang in line with sustainable tourism principles. Using qualitative research methods, data were collected through tourist interviews and literature studies. Findings indicate that Krajan Village has significant natural and cultural tourism potential.The SWOT analysis suggests that Curug Kali Mremang's ecotourism development can be achieved through active village government collaboration to improve access, road infrastructure, signage, and develop amenities like parking and stalls. The site can offer educational tourism and unique attractions such as nature exploration, sunrise watching, and forest healing activities. Conservation efforts should include regulations to maintain ecological balance and prevent landslides. The traditional sedekah bumi (earth alms) festival can attract tourists and promote cultural participation. Leveraging the village's spice crops can create new income sources, boosting local businesses. Additionally, effective promotion and collaboration with conservationists and tourism operators can help Krajan Village reach a broader and more diverse audience, ensuring sustainable ecotourism development.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Rahman, Farid Asfari; Mas Dadang Enjat Munajat; Uud Wahyudin; Reiza D. Dienaputra; Cecep Ucu Rachman
Jurnal Kajian dan Terapan Pariwisata Vol 2 No 1 (2021): November Issue
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT AKADEMI PARIWISATA DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53356/diparojs.v2i1.39

Abstract

This article aims to formulate a strategic plan for sustainable tourism development in Samangki village, Maros Regency, South Sulawesi. The research design used is descriptive qualitative. At the stage of formulating a sustainable tourism development strategy in Samangki village, using SWOT analysis techniques. The results of the analysis show that Samangki village has internal and external potential for sustainable tourism that can be further developed. Then, potential analysis based on aspects or criteria as the village concept shows that of the seven aspects, only aspects of human resource readiness and aspects of tourism support facilities still need to be improved, while the other five aspects are; tourist attraction, community motivation, facilities and infrastructure, availability and availability of land, in general, are adequate for tourism. In addition, the development of sustainable tourism in Samangka village is quite good, but there is a need for improvement so that in the future Samangka village can become one of the pilot tourism villages in Indonesia.
Unveiling Historical, Religious, And Philosophical Values of the Indonesia’s Panjunan Red Mosque Via Architectural and Visual Narrative Kartika, Nyai; Dienaputra, Reiza D; Machdalena, Susi; Nugraha, Awaludin; Suryadimulya, Agus Suherman; Yuliawati, Susi; Sriwardani, Nani
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 3 (2025): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i3.25686

Abstract

This historical research examines the messages conveyed through the architectural art of an ancient mosque, the Cirebon Panjunan Red Mosque, which was built by Arab descendants living in Java in 1480 AD. In Indonesia, the acculturation between Islamic culture and traditional values resulted in the uniqueness of mosques' architectural buildings and ornaments. In addition to being a place of worship, mosques became an art form rich in symbols, representing historical, religious, and philosophical values. This qualitative research with historical methods seeks to investigate the visual narrative in the ancient mosque by implementing a series of historical research stages, including heuristics, criticism, and data interpretation. As pictures convey a narrative as well as words, visual narrative can be used to discover the values of the past. The results of the research have unveiled messages of history and culture regarding Islam's development during the Cirebon sultanate. In addition, the history of the Panjunan Red Mosque was described. Hopefully, this research can contribute to new knowledge on the past Islamic development in Indonesia and the wisdom of peaceful acculturation.
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Baru dalam Mendorong Kemandirian Desa: Studi Kasus Air Terjun Si Kitang Zahra, Izzatun; Reiza D. Dienaputra; Bambang Hermanto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i2.10678

Abstract

Desa Sungai Geringging, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam melalui kegiatan trekking, menyusuri sungai, dan keberadaan jejak kaki pada bebatuan yang diyakini masyarakat sebagai peninggalan purba. Penelitian ini merupakan kajian pertama di lokasi tersebut dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sehingga dapat merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki daya tarik unik, Air Terjun Si Kitang belum dikembangkan secara optimal. Pengelolaannya masih terbatas, ditandai dengan belum terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pengembangan pariwisata, serta akses jalan yang belum memadai. Diperlukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan pengembangan Air Terjun Si Kitang. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan Sungai Geringging sebagai desa wisata. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menambahkan variabel analisis ekonomi dan sosial budaya, serta menggabungkan metode kuantitatif guna mengukur dampak pengembangan secara lebih terukur.
Co-Authors Abdul Rasyad Abdullah, Nabila Nurrahmadina Abdurrahman, Dida I. Acep Rahmat Agus Cahyana Agus S Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agusmanon Yunaidi Agusmanon Yunaidi Agusmanon Yuniadi Agustina Eka Putri Andi Arismunandar Andini, Mustika Anggiat Tornado Anggiat Tornado Anggiat Tornado, Anggiat Arovah, Eva Nur Aryanto, Peranciscus Asy'ari, Rifqi Asy'ari, Rifqi Awaludin Nugraha Ayu Septiani Bambang Hermanto Bambang Hermanto Bucky Wibawa Karya Guna Bucky Wibawa Karya Guna Budi Muljana Cecep Ucu Rakhman Dadang Sudrajat Dadang Sudrajat Dadang Suganda Deni Yana Dida I. Abdurrahman Doni Wahidul Akbar Dwi Agusta Ekawardhani, Yully Ambarsih Eldo Delamontano Emmy Sundari Eva Mardiyana Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Fajriasanti, Ruwaida Farida, Pingkan D Fauziah Hanum Fauziah Ismi Desiana Florenza, Lovinda Lusya Guna, Bucky Wibawa Karya Gusdi, Taqiy Harprianto, RM Anto Hazmirullah Aminuddin Hendrayana, Dian Hermanto, Bambang Heryadi Rachmat I Syarief Hidayat Imam Santosa Indar Buana Pradipta Kartika, N. kasiran, sugiarti Krishna Yuliawati, Ayu Kunkun Kurniawan Lukman, Kevin Muhamad Mas Dadang Enjat Munajat Mohammad Refi Omar Ar Razy Muhamad Adji Muhammad Rinaldy Syarifulloh Mulyadi, R M Mutawally, Anwar Firdaus N Kartika Nandang Rachmat Nany Ismail Niknik Dewi Pramanik NIKNIK DEWI PRAMANIK, NIKNIK DEWI Nina Herlina Lubis Nugraha, Muhamad Satria Nur Solihah Nyai Kartika Oktavia, Dina Pepen Efendi Peranciscus Aryanto Priani, Zalsa Az Zahra Prima Agustina Prima Agustina Mariamurti R. M. Mulyadi Rachmat, Nandang Raden Muhammad Mulyadi Rahman, Farid Asfari Rifki Rahmanda Putra Rifqi Asy’ari Rizkiyah, Nurul Farikhatir Roni Tabroni Roni Tabroni Rony Hidayat Rony Hidayat Sutisna Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Sahabudin, Arfah Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Sri Astuti Pratminingsih Sri R. Wardiani Sriwardani, Nani Sundari, Emmy Suryadimulya, Agus S Suryadimulya, Agus S. Susi Machdalena Susi Machdalena Susianty Natalia Dewi Sutisna, Rony Hidayat Syahrani, Tirana Devi Syifa Afifah Qalby Tahir, Rusdin Teddi Muhtadin Tita Juwita Titin Nurhati Ma'mun Titin Nurhayati Ma’mun U Sudjana Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Wardiani, Sri R. Widyo Nugrahanto Witakania Sundasari Witakania Sundasari Som Withaningsih, Susanti Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yasraf Amir Piliang Yuliawati, Susi Yully Ambarsih Ekawardhani Yustikasari Zahra, Izzatun Zakaria, Mumuh Muhsin Zhafarini, Ghaziana