p-Index From 2021 - 2026
9.447
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Jurnal Pariwisata Pesona Paramita: Historical Studies Journal Harmonia: Journal of Research and Education BAHASA DAN SASTRA Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Journal of Visual Art and Design JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah Jurnal Sejarah Citra Lekha Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Islamic Architecture Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Pariwisata Terapan JSM (Jurnal Seni Musik) Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Jurnal Inovasi Penelitian Atrat: Jurnal Seni Rupa JKTP Jurnal Ekonomi PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Mandalika Review Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya International Journal of Research and Community Empowerment Barista : Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Panggung Journal of Indonesian History Forum for Social and Humanities Studies Jurnal Desain
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Historis Ruang Budaya Saleh Danasasmita, 1973-1986 Nugraha, Muhamad Satria; Dienaputra, Reiza D.; Mulyadi, Raden Muhammad
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.21199

Abstract

This research is entitled Historical Analysis of Cultural Space of Saleh Danasasmita (1973-1986). This analysis produces a picture of Saleh Danasasmita's living environment from an internal and external point of view. The purpose of this study is to analyze the factors that influence Saleh Danasasmita's thinking, especially from the socio-cultural environment and educational environment as Saleh Danasasmita's cultural space. This research will also reveal the ideas of Saleh Danasasmita about Sundanese culture. This research uses historical research methods consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Saleh Danasasmita is a figure from Sunda and has an interest in analyzing Sundanese history and culture. His closeness with other Sundanese researchers led to his interest in focusing on research on Sundanese history, especially during the Sundanese kingdom. His ideas and analysis of Sundanese involve his basic knowledge as a Sundanese along with other diverse sources. The tendency of his thinking was to preserve Sundanese values that had existed since the time of the kingdom.Penelitian ini berjudul Analisis Historis Ruang Budaya Saleh Danasasmita (1973-1986). Analisis ini menghasilkan gambaran mengenai lingkungan kehidupan Saleh Danasasmita dari sudut pandang internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran Saleh Danasasmita terutama dari lingkungan sosial budaya dan lingkungan pendidikan sebagai ruang budaya Saleh Danasasmita. Penelitian ini juga akan mengungkap gagasan dari Saleh Danasasmita mengenai kebudayaan Sunda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Saleh Danasasmita merupakan tokoh yang berasal dari Sunda dan mempunyai ketertarikan untuk menganalisis sejarah dan budaya Sunda. Kedekatannya dengan peneliti Sunda lainnya menimbulkan ketertarikannya untuk fokus dalam penelitian mengenai sejarah Sunda khususnya masa kerajaan Sunda. Gagasan dan analisis dari kesundaannya melibatkan pengetahuan dasarnya sebagai orang Sunda disertai sumber-sumber lainnya yang beragam. Tendensi dari pemikirannya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Sunda yang telah ada sejak masa kerajaan.
Qisas Punishment Imposed by Surambi Court in Kasunanan of Surakarta Post Palihan Nagari Kasiran, Sugiarti; D. Dienaputra, Reiza; Nugraha, Awaludin; Kartika, N.
Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol. 11 No. 1 (2021): April
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/ad.2021.11.1.102-122

Abstract

Surambi Court began in the time of Sunan Paku Buwono IV ruling in 1788-1820 M. Surambi as the highest court was authorized to pass judgments over serious crimes, including murder cases in Surakarta. Back in the time, soldiers assigned to executing the punishment were established: Nirbaya, Martalulut, and Singanagara. Surakarta was the region under the Dutch colonialism, and this situation did not allow Islamic Law to be fully enforced in the region due to the interference of the invaders. This research employed historical legal approach intended to study the legal history from the perspective of the development and the origin of legal system growing in a certain society and to compare it to another different law. The research methods involved the studies of history such as heuristic, critical, interpretational, and historiographic approaches.  The research found out that qisas punishment was not imposed as what is governed in Islamic Law. The Dutch interference in internal issues in the keraton (palace) took over all court decisions under its control. The Dutch could aggravate or even alleviate punishment imposed on a defendant as long as it benefitted the Dutch.
Budaya Tradisi Sebagai Identitas dan Basis Pengembangan Keramik Sitiwangun di Kabupaten Cirebon Yana, Deni; Dienaputra, Reiza D; Suryadimulya, Agus S; Sunarya, Yan Yan
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1045

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sentra kerajinan keramik Sitiwinangun di Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon yang produknya saat ini semakin menurun baik secara kualitas maupun  kuantitas. Keadaan ini  merupakan hal yang ironis mengingat sentra tersebut memiliki potensi sumber daya alam, manusia dan budaya yang cukup kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk kerajinan keramik    Sitiwinangun melalui pemanfaatan  budaya tradisi lokal sebagai penguatan identitas dan basis pengembangan produknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan budaya dan estetika melalui teori morfologi estetik dan metode ATUMICS dengan tahapan identifikasi, analisis, pengembangan desain, aplikasi desain dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini berupa produk keramik yang lebih modern dalam bentuk karya seni, hias dan fungsi dengan identitas budaya tradisi lokal Cirebon. Budaya tradisi dalam konteks  konservasi dan revitalisasi kerajinan keramik secara umum dapat menjadi alternatif sebagai basis pengembangan dan penguatan identitas lokal produknya.Kata kunci : budaya, cirebon,keramik, sitiwinangun, tradisi. 
Seni Lukis Modern Bernafaskan Islam di Bandung 1970-2000an Cahyana, Agus; Dienaputra, Reiza D; Sabana, Setiawan; Nugraha, Awaludin
PANGGUNG Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i1.1136

Abstract

ABSTRACTWriting the history of the development of modern Indonesian painting from thematic point of viewstill refers to importance events that compose the mainstream of contemporary art trends in Indonesiainfluenced by the West. While events that are no less important relating to the emergence of aesthetictendencies related to religion have been marginalized, especially in modern art with Islamic breath becomeimportant part in the history of the development of modern Indonesian painting, aesthetic approach toanalyze the visual elements present in the painting. The result of this study the development of modernIslamic art in Bandung shows that there are 4 period of development, the 70s, the 80s, the 90s, and 2000s.This division of time is based on thematic tendencies that emerge and became the main tendencies at eachtime.Keywords: Painting, modern, Islam, BandungABSTRAKPenulisan sejarah perkembangan seni lukis modern Indonesia dari sudut pandang tematik hinggasaat ini masih mengacu pada peristiwa penting yang menggubah arus utama kecenderunganseni rupa kontemporer di Indonesia yang dipengaruhi Barat. Sementara peristiwa yang tidakkalah penting berkaitan dengan munculnya kecenderungan estetik yang berkaitan denganagama menjadi terpinggirkan, khususnya dalam seni lukis modern bernafaskan Islam. Halitu yang menjadi latar belakang penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar perkembanganseni lukis modern bernafaskan Islam menjadi bagian penting dalam sejarah perkembanganseni lukis modern Indonesia khususnya di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metodesejarah visual yang tentu melibatkan pendekatan estetik untuk menganalisis unsur-unsurrupa yang hadir dalam lukisan. Hasil dari penelitian ini perkembangan seni lukis modernbernafaskan Islam di kota Bandung secara tematik menunjukkan bahwa terdapat 4 periodeperkembangan, yaitu masa tahun 70-an, masa perkembangan di tahun 80-an, di tahun 90-andan tahun 2000-an. Pembagian masa ini berdasarkan kecenderungan tematik yang muncul danmenjadi kecenderungan utama pada tiap masa.Kata Kunci: Seni lukis, modern, Islam, Bandung
Makna Simbolik dan Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Seni Pakemplung di Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur Pramanik, Niknik Dewi; Dienaputra, Reiza D.; Guna, Bucky Wibawa Karya; Adji, Muhamad
PANGGUNG Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i1.1273

Abstract

ABSTRACT This study describes the art of Pakemplung in Kampung Tegal Bungur, Wanasari Village, Naringgul District, Cianjur Regency. This art is very rare and almost extinct. This study aims to explore the history of Pakemplung art, forms of performance, essence, symbols, functions, and to identify and collect Pakemplung art documents. The method used is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results of research, Pakemplung art is used as a medium to get closer to God and a medium for interaction between players and spectators. As a whole, Pakemplung's art contains religious, compact, mutual cooperation, responsibility, observant, thoroughness, courage, beauty, neatness, authority, and servitude.Keywords: Pakemplung art, essence, symbols, functions ABSTRAKPenelitian ini tentang kesenian pakemplung di Kampung Tegal Bungur Desa Wanasari Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur. Pakemplung adalah kesenian yang hanya terdapat di Kampung Tegal Bungur dan merupakan kesenian yang langka, bahkan tengah menuju pada kepunahan. Penelitian ini bertujuan menguak sejarah, bentuk pertunjukan, makna, simbol, dan fungsi pakemplung, serta mengidentifikasi dan mengumpulkan dokumentasinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Sumber data yang digunakan berupa sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber, dan dianalisis dengan kualitatif model interaktif. Adapun yang menjadi objek penelitian ini yaitu budaya kesenian pakemplung dengan subjek penelitian dari empat narasumber yang dipilih dengan menggunakan teknik snowball. Berdasarkan hasil penelitian maka dihasilkan seni Pakemplung sebagai media untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dan tempat untuk melakukan proses interaksi antara pemain dengan penonton. Pakemplung secara keseluruhan mengandung makna religius, kekompakan, gotong royong, tanggungjawab, kejelian, ketelitian, keberanian, keindahan, kerapian, kewibawaan, dan penghambaan. Kata kunci: seni pakemplung, esensi, simbol, fungsi
Batik Pasiran: Wujud Kearifan Lokal Batik Kampung Pasir Garut Kartika, Nyai; Dienaputra, Reiza D.; Machdalena, Susi; Nugraha, Awaludin
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1368

Abstract

Batik Pasiran merupakan wujud seni batik yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Pasir,Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Batik Pasiran tergolong batik yangbaru berkembang dan diperkenalkan oleh masyarakat Kampung Pasir. Batik tersebut memilikikeunikan dan nilai-nilai leluhur Kampung Adat Pasir, bentuk kearifan lokal masyarakatnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis budaya yang diharapkanmampu mengungkap dan menjabarkan bagaimana bentuk kearifan lokal yang dikiaskandalam Batik Pasiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiankualitatif yang akan membantu mengabstraksikan pertalian antara bentuk seni dalam hal inibatik dengan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di dalam budaya masyarakat KampungPasir. Hasil penelitian menjelaskan bahwa corak motif Pasiran menggambarkan kehidupanmasyarakat yang menyatu dengan alam. Dalam hal ini batik, bukan hanya sekedar hasil budaya,lebih jauh lagi makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan ungkapan daripengalaman empiris dan keseharian masyarakat yang membentuk satu kesatuan budaya.Kata Kunci: Batik, Pasiran, Kearifan Lokal
Reduplikasi Upacara Adat Bapelas Sebagai Simbol Kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara Sundari, Emmy; Dienaputra, Reiza D; Nugraha, Awaludin; Yuliawati, Susi
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1679

Abstract

Subjek penelitian ini adalah upacara adat Bapelas. Objek pembahasannya tentang pembacaansimbol-simbol kekuasaan di upacara adat Bapelas. Pembacaan simbol dilakukan dalam bentukreduplikasi dan pengamatan langsung struktur pelaksanaan upacara adat Bapelas. Pengkajianini dilakukan melalui pengumpulan data-data secara empiris, bersifat induktif, menggunakanmetode kualitatif dan analisis interpretatif. Reduplikasi upacara adat Bapelas merupakanpengulangan upacara ritual-sakral warisan leluhur secara turun-temurun dari tahun ke tahun.Upacara adat Bapelas menyimpan banyak simbol-simbol yang mencerminkan kekuasaansultan sebagai pemegang kekuasaan di Kerajaan Kutai. Namun sultan sendiri tidak memegangkekuasaan dan wewenang di masa pemerintahan Republik Indonesia. Kekuasaan dalampenelitian ini, hanya sebatas kekuasaan sultan sebagai pemegang kekuasaan adat di kerajaan.Kekuasaan dan wewenang hanya sebagai simbol legitimasi atau pengakuan bahwa KerajaanKutai Kartanegara sampai saat ini masih berdiri. Pemerintah Indonesia menjadikan Kerajaanini sebagai warisan budaya (kearifan lokal) dan pariwisata bagi kemajuan ekonomi, sosial, danpolitik Kutai Kartanegara .Kata Kunci: Bapelas, simbol, kekuasaan.
Estetika Morfologi Logo Abdurrahman, Dida I.; Dienaputra, Reiza D.; Wardiani, Sri R.; Rachmat, Nandang
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.2115

Abstract

Perancangan logo adalah proses analisa spesifik di dalam sistem relasi komponen visual yang akan mengindikasikan sebuah abstraksi nilai, esensi, dan makna dari entitas yang direpresentasikanya. Kekuatan ekspresi visual logo dicapai melalui pertimbangan intensif terhadap strategi estetiknya. Deskripsi esensial morfologi logo kemudian dikaburkan dalam pemahaman yang beragam. Dengan menggunakan metode studi literatur, pendekatan sejarah, fenomena perkembangan, dan kualifikasi terminologisnya, ditemukan sebuah landasan epistemologis morfologi logo yang mencakup aspek ikonografi, komposisi, dan estetika. Estetika morfologi logo adalah acuan permodelan artistik yang dibentuk dari kombinasi logogram dan fonogram. Dengan penggunaaan ikonografi yang khas dalam menghadirkan makna dan pengaturan komposisi tertentu dalam merefleksikan penekanan nilai informasi, estetika morfologi logo secara keseluruhan adalah strategi penyusunan relasi antar komponen visual untuk menghasilkan konfigurasi logo yang memadai dan akurat sebagai bagian dari sistem identitas visual.Kata Kunci: estetika, morfologi, logo
Motif Batik Ciwaringin sebagai Identitas Budaya Lokal Cirebon Machdalena, Susi; Dienaputra, Reiza D.; Suryadimulya, Agus S.; Nugraha, Awaludin; Kartika, N.; Yuliawati, Susi
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2476

Abstract

Artikel ini membahas motif-motif Batik Ciwaringin yang mempunyai kekhasan dan keunikan tersendiri. Batik Ciwaringin dibuat tidak menggunakan pola dalam proses membatiknya, dikerjakan para ibu yang sudah berumur lanjut, untuk mewarnai batik digunakan bahan pewarna alam, motif batik kental dengan nilai-nilai Islam, karena awal mulanya terdapat batik di Ciwaringin dibuat oleh para santri di pesantren. Hal-hal tesebut menjadi unggulan Batik Ciwaringin dan menjadi identitas masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan untuk memaparkan kearifan lokal dan identitas masyarakat Ciwaringin. Data-data yang berupa motif-motif batik Ciwaringin diperoleh dari sanggar Batik Muhammad Suja’i dan sanggar Batik Risma. Data-data dipilah berdasarkan pola motif batik. Terdapat lima pola motif, yaitu pola geometris, pangkaan, byur, ceplak-ceplok, laseman, dan pola kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif-motif batik dengan berbagai ragam hias berasal dari alam di sekitar Desa Ciwaringin. Batik Ciwaringin merupakan hasil ekspresi kultural para perajinnya dengan motif-motif yang tidak keluar dari sosio-kultural Islam karena sejak awal adanya Batik Ciwaringin berpedoman pada ajaran-ajaran Islam. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Batik Ciwaringin menunjukkan identitas budaya Ciwaringin yang kaya akan flora dan fauna. Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas.
Preserving Cultural Heritage Through a Traditional Ritual: A Case of Kabuyutan Ciburuy Kartika, Nyai; Dienaputra, Reiza D.; Machdalena, Susi; Sriwardani, Nani; Ekawardhani, Yully Ambarsih; Sudrajat, Dadang
PANGGUNG Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.2801

Abstract

The Seba ceremony in Kabuyutan Ciburuy is a tradition of preserving cultural heritage that has been carried out for generations. Currently, Kabuyutan Ciburuy is no longer actively used as an educational institution, nor are the contents of its ancient manuscripts used as a reference for the development of science. For this reason, this research tries to dissect why this happens. This research uses a qualitative research method which is believed to be a scalpel in research, thereby helping to explain the research object factually. The research step is to carry out participant observation, the researcher actively participates in the activities being researched. Also hold interviews with local cultural figures either formally or informally. The result of this research is a descriptive explanation of the Seba Ceremony as an effort to preserve cultural heritage. Because heirlooms refer to educational activities, such as the discovery of many manuscripts, one of which contains advice on old Sundanese character and ethics. This has become a high level of cultural wealth by continuing to carry out the Seba ceremony as a form of preservation so that it remains alive and relevant for future generations. Keywords: Seba Ceremony, Ciburuy District, Preservation, Cultural Heritage
Co-Authors Abdul Rasyad Abdullah, Nabila Nurrahmadina Abdurrahman, Dida I. Acep Rahmat Agus Cahyana Agus S Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus S. Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agus Suherman Suryadimulya Agusmanon Yunaidi Agusmanon Yunaidi Agusmanon Yuniadi Agustina Eka Putri An Nuur Khairune Nisa Andi Arismunandar Andini, Mustika Anggiat Tornado Anggiat Tornado Anggiat Tornado, Anggiat Anwar Firdaus Mutawally Arovah, Eva Nur Aryanto, Peranciscus Awaludin Nugraha Ayu Septiani Bambang Hermanto Bambang Hermanto Bambang Hermanto Bucky Wibawa Karya Guna Budi Muljana Cecep Ucu Rakhman Dadang Sudrajat Dadang Suganda Deni Yana Dewi Ratnasari Dida I. Abdurrahman Dina Oktavia Doni Wahidul Akbar Dwi Agusta Ekawardhani, Yully Ambarsih Eldo Delamontano Emmy Sundari Eva Mardiyana Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Evi Novianti Fajriasanti, Ruwaida Farida, Pingkan D Fauziah Hanum Fauziah Ismi Desiana Florenza, Lovinda Lusya Guna, Bucky Wibawa Karya Guna, Buky Wibawa Karya Gusdi, Taqiy Hafid Hafinudin Hannif Andy Al Anshori Hazmirullah Aminuddin Hendrayana, Dian Herlina Agustin Hermanto, Bambang Heru Nurasa Heru Ryanto Budiana Heryadi Rachmat I Syarief Hidayat Imam Santosa Indar Buana Pradipta Iriana Bakti Jannah, Wita Izzatul Kartika, N. kasiran, sugiarti Kasno Pamungkas Kevin Muhamad Lukman Kevin Muhamad Lukman Krishna Yuliawati, Ayu Kunkun Kurniawan Lovinda Lusya Florenza Mas Dadang Enjat Munajat Mega Fatimah Rosana Mohammad Refi Omar Ar Razy Muhamad Adji Muhamad Satria Nugraha Muhammad Rinaldy Syarifulloh Mulyadi, R M Mutawally, Anwar Firdaus N Kartika Nandang Rachmat Nany Ismail Niknik Dewi Pramanik NIKNIK DEWI PRAMANIK, NIKNIK DEWI Nina Herlina Lubis Nur Solihah Nyai Kartika Oktavia, Dina Pepen Efendi Peranciscus Aryanto Priani, Zalsa Az Zahra Prima Agustina Prima Agustina Mariamurti R. M. Mulyadi Rachmat, Nandang Raden Muhammad Mulyadi Rahman, Farid Asfari Ramdhani, Dani Rifki Rahmanda Putra Rifqi Asy'ari Risa Junita Sari Rizkiyah, Nurul Farikhatir RM Anto Harprianto RM Anto Harprianto Roni Tabroni Roni Tabroni Rony Hidayat Rony Hidayat Sutisna Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir Sahabudin, Arfah Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Sri Astuti Pratminingsih Sri R. Wardiani Sriwardani, Nani Sundari, Emmy Suryadimulya, Agus S Suryadimulya, Agus S. Susanti Withaningsih Susi Machdalena Susi Machdalena Susianty Natalia Dewi Syahrani, Tirana Devi Syifa Afifah Qalby Tahir, Rusdin Teddi Muhtadin Tita Juwita Titin Nurhati Ma'mun Titin Nurhayati Ma’mun U Sudjana Uswatun Hasanah Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Wardiani, Sri R. Widyo Nugrahanto Witakania Sundasari Witakania Sundasari Som Withaningsih, Susanti Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yasraf Amir Piliang Yuliawati, Susi Yully Ambarsih Ekawardhani Yustikasari Zahra, Izzatun Zakaria, Mumuh Muhsin Zhafarini, Ghaziana